My Dream Part 6 END

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5

Kudengar Donghae mengetuk pintu kamarku dengan keras. “Eunhyuk-ah, cepat buka pintunya!” dengan malas aku membuka pintu kamar.

“Wae? Apalagi?”

“Appamu dating?”

“Mwo?” tanyaku kaget.

“Ne, cepat turun. Eommamu juga dating.”

“Bukankah mereka bilang akan langsung pulang tadi malam?”

“Mana aku tahu. Cepatlah turun.”

Setelah mencuci muka, aku langsung turun menemui appa dan eomma.

“Appa, eomma ada apa? Bukankah tadi malam kalian berencana pulang ke Mokpo?”

“Ne, tapi saat dijalan Mr. Chang menghubungiku. Dan hari ini dia ingin bertemu denganmu. Sekarang cepatlah mandi!” ucap appa.

“Untuk apa Mr. Choi ingin bertemu denganku?”

“Mana aku tahu. Kau yang penting  sekarang mandi.” Ucap appa dengan nada tinggi.

“Ne ne,,,” ucapku. Dengan segera aku naik ke lantai atas untuk mandi. Aku tidak mau appa mengomel lagi.

Dalam waktu kurang dari 45 menit, aku sudah siap. Kemudian menemui appa dan eomma di ruang tamu.

“Appa aku sudah siap.” Ucapku dihadapan appa.

“Ayo cepat!” ucap langsung beranjak dari duduknya. Aku mengikuti appa dan eomma dari belakang. Mereka duduk di bangku belakan mobil, sementara aku duduk disamping kemudi.

“Annyong!” ucap Kim ahjusshi, supir keluarga kami saat aku masuk mobil.

“Annyong haseyo! Bagaimana kabar ahjusshi?”

“Ne, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan tuan muda?”

“Ne, akupun baik.”

“Kim ayo cepat jalan.” Ucap appa tegas.

“Ne.”

“Tunggu sebentar!” ucap eomma tiba-tiba.

“Ada apa lagi eomma?” ucap appa kesal.

“Suamiku, kau lupa? Bukankah Donghae juga disuruh dating?”

“Mian, appa lupa! Hyukjae-ah, cepat kedalam dan ajak Donghae. Kau pergi dengan mobilmu bersamanya, ikuti appa dari belakang.”

“Untuk apa Donghae ikut?”

“Tidak usah banyak Tanya. Cepat!”

“Ne.” aku segera berlari kedalam rumah untuk mengajak Donghae ikut. Sambil membawa kunci mobilku. Setelah Donghae siap, kami pergi ke SM Ent.

Sampai disana kami langsung menuju lantai lima. Disana sudah ada seorang laki-laki seumuran appa menyambut kami.

“Tuan Lee, kau cepat sekali dating.” Ucap laki-laki itu pada appa.

“Benarkah? Ha ha ha . . .”

“Annyong haseyo!” ucapku dan Donghae bersamaan pada Mr. Choi.

“Ne, ayo silakan duduk!”

“Jadi, kenapa anda au bertemu dengan mereka?” ucap appa membuka pembicaraan.

“Aku, menyukai penampilan kalian kemarin.” Ucapnya tersenyum.

“Maksudnya?” ucapk tidak mengerti.

“Di acara pertunanganmu kemarin, aku melihat kalian menari bersama artisku. Super Junior. Aku tidak menyangka Mr. Lee mempunyai anak berbakat sepertimu.”

“Jadi?” ucap appa.

“Aku ingin mengajak kalian untuk bergabung dengan perusahaan kami.”

“Mwo?” ucapku dan Donghae bersamaan.

“Bagaimana, kalian mau kan?”

Aku ingin sekali menjawab ‘Ya’. Aku kemudian melirik appa yang tampak memikirkan sesuatu. Mungkin dia tidak ingin aku menjadi seorang artis. Kemudian aku melirik Donghae. Dengan mudah dia bisa menerima tawaran itu, sedangkan aku . . .

“Mr. Choi, bisa aku bicara dengan anakku dulu?” ucap appa.

“Ne.” appa kemudian mengajakku berbicara di luar ruangan. Appa mengajakku ke suatu ruangan kosong. “Apa kau menginginkannya?” ucap appa tiba-tiba.

Aku mengangjat wajahku yang tertunduk karena takut. Dengan ragu aku menjawab, “Ne, itupun kalau appa mengijinkanku.”

“Apa kau bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus?”

“Maksud appa?”

“Pada saatnya nanti, kau yang akan melanjutkan perusahaan appa. dengan statusmu sebagai artis, apakah kau masih bisa menjalankan perusahaan?”

“Aku akan berusaha, selama masih ada appa disampingku. Aku akan berusaha menjalankan perusahaan appa. kalau nantinya aku tidak bisa membagi waktu, aku akan keluar dari SM dan melanjutkan perusahaan appa.”

“Aku pegang janjimu. Ayo kita kembali!”

,,,

“Maaf membuatmu menunggu.”

“Jadi bagaimana Hyukjae?” ucap Mr. Choi menatapku.

Aku menundukkan kepalaku sejenak, kemudian kulirik appa. sepertinya appa sudah mengijinkannya. Kuangkat kepalaku dan kutatap Mr. Choi.

“Ne, aku menerimanya.”

Terlihat raut bahagia di wajah Mr. Choi, “Dan bagaimana denganmu? Kau mau bergabung dengan kami?” ucap Mr. Choi yang kini menatap Donghae.

Donghae tidak langsung menjawabnya, dia melirik kearahku. Seperti meminta jawaban. Aku mengangguk pasti.

“Ne, aku juga akan bergabung.”

“Ah, terima kasih kalian mau bergabung. Sampai saat ini aku masih belum tahu kalian akan ditempatkan dimana, tapi yang pasti saat ini kalian sudah ada dibawah naungan kami. Terima kasih!”

Setelah menandatangani kontrak kerja. Kami semua kembali ke rumahku. Appa dan eomma langsung pulang ke Mokpo. Aku dan Donghae merebahkan diri di sofa melepas lelah.

“Merutmu, kapan kita harus memberitahu mereka tentang ini?” ucap Donghae.

“Maksudmu, Min Jee dan Min Ah?”

“Ne.”

“Entahlah, mungkin kalau kita sudah tahu dimana kita akhirnya.”

“Menurutmu, apakah kita akan terpisahkan?”

“Maksudmu?”

“Apa nantinya kita akan berada di satu kelompok atau berbeda. Dan itu artinya kita akan berpisah.”

“Hei, walaupun nantinya kita berbeda kelompok, tapi kita berada di tampat yang sama. Kau tidak usah khawatir.”

“Ne, kau benar juga.”

@@@@@

Pagi ini, aku dan Donghae sudah berada di kantor Mr. Choi. Hari ini beliau akan mengumumkan dimana kami akan ditempatkan.

“Maaf, kalian telah menunggu lama. Bagaimana kabar kalian?” ucap Mr. Choi yang tiba-tiba dating.

“Annyong haseyo!” ucapku dan Donghae bersamaan.

“Baiklah, hari ini aku akan memneritahu kalian. Dimana akan ditempatkan. Tidak usah tegang begitu, biasa saja!” ucap Mr. Choi yang sepertinya bisa membaca raut wajah kami. “Baiklah tidak usah menunggu lama lagi. Kalian akan aku tempatkan di grup Super Junior.”

“Itu artinya aku dan Hyukjae berada di satu grup yang sama?”

“Ne.”

Aku dan Donghae langsung berpelukan karena senang.

“Sekarang kalian ikut kami. Aku akan memperkenalkan kalian pada member Suju yang lain sebagai anggota yang baru.”

Aku dan Donghae mengikuti Mr. Choi menuju sebuah ruangan kosong.

“Kalian tunggu disini!”

Setelah beberapa menit menunggu, pintu ruangan itu terbuka. Orang yang pertama kulihat saat memasuki ruangan adalah Leeteuk, sang leader Super Junior. Diikuti dengan yang lainnya.

“Ternyata kalian?” ucap Leeteuk senang kemudian memelukku dan Donghae. Begitupun dengan member lain. Terlihat wajah senang dan sangat menyambut kami. Setelah beberapa lama kami mengobrol, Mr. Choi baru masuk.

“Nah, anak-anak sekarang kalian sudah bukan 11 orang lagi. 13 dengan Henry dan Zhoumi. Sekarang kalian 15. .”

“Mian,” ucapku tiba-tiba. “Jadi, aku dan Donghae masuk ke anggota inti?”

“Ne.” jawabnya mantap.

Leeteuk semakin merangkulku setelah mendengar ucapan Mr. Choi barusan. “Welcome to Super Junior Family . . .” ucap Leeteuk bangga.

“Hyung, bagaimana kalau kita merayakannya?” ucap Kyuhyun.

“Ne, benar. Ini harus dirayakan.”

“Bagaimana kalau kita ke tempat karaoke, lalu minum-minum.”

“Kalian mau kan?” ucap Kangin pada kami.

Aku dan Donghae mengangguk senang. Saat aku akan melangkah keluar, Donghae menarik tanganku.

“Monkey, apa sebaiknya kita memberitahu Min Jee dan Min Ah?”

“Ah, jangan dulu. Ini adalah acara laki-laki. Kalau kita memberitahu mereka, lalu mau ikut dengan kita bagaimana?”

“Lalu kapan kau akan memberitahu Min Ah?”

“Besok aku akan mengajaknya makan malam. Saat itulah aku akan memberitahunya. Sekarang ayolah, nanti kita tertinggal.”

Malam itu, para member SUJU membuat acara penyambutan untuk kami. Kami bernyanyi dan minum-minum sampai pagi. Aku dan Donghae pun tidak pulang ke rumah kami, tapi kami ke Dorm Suju.

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do) Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)”

Kudengar dering handphoneku tanda telpon masuk. Tapi aku benar-benar ngantuk. Aku baru pulang jam 3 pagi. Akhirnya kumatikan handphoneku tanpa melihat layar handphone siapa yang menelpon.

“Hyukjae-ah, cepat bangun!” kudengar Donghae memanggil-manggil namaku. Tapi kukira itu hanya mimpi. Jadi kubiarkan saja. Tapi makin lama, suaranya semakin keras. Tubuhkupun terasa bergoncang. Akhirnya kubuka mataku dengan paksa.

“Wae?” ucapku kesal.

“Buka matamu lebar-lebar!” teriak Donghae di telingaku.

“Wae?” kubuka mataku. “Apa yang harus aku lihat?” Donghae mendekatkan layar HPku didepan wajahku. “50 panggilan tak terjawab.” Jawabku santai.

“Ya!! Ini semua telpon dari Min Ah. Karena kau tidak mengangkat telponnya, dia menelponku. Sekarang cepat telpon dia! Kebiasaanmu tidak pernah hilang.”

“Ne.” dengan cepat kutelpon Min Ah.

“Yoboseyo!” ucap Min Ah dari seberang sana.

“Min Ah ada apa? Mianhae, aku tidak mengangkat teleponmu.”

“Oppa, baru bangun tidur ya? Aniyo, harusnya aku yang meminta maaf mengganggu tidur oppa.”

“Wae?”

“Oppa hari ini ada kegiatan tidak?”

“Wae?”

“Aniyo, aku hanya rindu pada oppa.”

“Mwo? Baiklah, hari ini kita akan jalan-jalan. Aku akan menjemputmu. Kau siap-siap saja.”

“Apakah aku tidak mengganggumu?”

“Aniyo, lagi pula memang ada yang mau aku bicarakan padamu.”

“Ne, baiklah. Sekali lagi mianhae oppa!”

“Kwaench’anayo!”

Klik.

Aku turun dari ranjang, langsung berlari menuju kamar mandi. Selesai mandi aku keluar kamar. Kulihat dorm sepi, mungkin karena member yang lain masih tidur karena baru pulang jam 3 pagi. Hanya Ryeowook yang kulihat sedang membereskan dorm.

“Wookie, kau rajin sekali.”

“Ah, hyung kau sudah bangun. Aniyo, ini memang tugasku setiap pagi. Hyung mau kemana sudah rapi sekali?”

“Aku mau bertemu Min Ah. Kau lihat Donghae?”

“Dia baru saja keluar, katanya mau bertemu Min Jee noona.”

“Owh, Wookie aku berangkat dulu!”

“Ne, hati-hati hyung!”

Aku turun dari mobil setelah memarkirkan mobil di depan rumah Min Ah. Kutekan bel rumah yang bercat putih itu. Tidak lama kemudian, Min Ah membukakan pintu untukku. Hari ini dia memakai kaus dan jeans. Lucu sekali.

“Oppa, mianhae sudah mengganggumu.”

“Aniyo, lagipula kau tidak pernah meminta padaku. Baru sekali ini kau memintaku.” Kulihat pipinya bersemu merah. “Ayo cepat!”

Kami pergi ke taman bermain. Kebetulan saat ini memang hari libur, jadi taman bermain banyak dikunjungi oleh keluarga yang bertamasya. Tapi banyak juga pasangan kekasih yang dating.

“Suatu saat nanti, kau harus mengerti kalau kita tidak bisa berjalan-jalan dengan bebas seperti ini lagi.” Ucapku sambil memandang langit yang cerah.

“Maksud oppa?” Min Ah menghentikan langkahnya dan menatapku heran.

“Aniyo, kau akan tahu nanti. Sekarang kita main itu.” Kutarik tangan Min Ah menuju salah satu wahana bermain.

Kami menghabiskan waktu seharian di taman bermain. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.

“Min Ah, ini sudah sore. Ayo kita pulang!”

“Ne, oppa. Aku juga sudah lelah.”

“Tapi hari ini belum selesai Min Ah.”

“Maksud oppa?”

“Setelah aku mengantarmu pulang, kau cepatlah mandi dan berdandan yang cantik. Aku akan menjemputmu jam 7. Kita akan makan malam.”

“Tumben sekali oppa, biasanya oppa hanya mengajakku makan pop corn sambil menonton DVD di rumahku kalau tidak di rumahmu.”

“Min Ah, ini berbeda. Kau turuti saja aku. Kau tidak akan menyesal, arraseo?”

“Ne, arraseo.”

Setelah mengantar Min Ah kerumahnya, akupun pulang untuk bersiap-siap. Dan memesan tempat untuk kami makan malam. Tepat pukul 7 malam, aku sudah berada di depan rumah Min Ah. Sebelum aku menekan bel rumah Min Ah, dia sudah keluar duluan.

“Ternyata benar, oppa yang dating.” Ucapnya senang.

“Kau cantik sekali memakai gaun itu. Dan kenapa kau tahu, kalau aku yang dating?”

“Aniyo, hanya perasaanku saja.”

“Kalau begitu ayo!”

Kami berhenti di sebuah restoran bergaya klasik namun modern yang sudah aku pesan tadi. Aku memundurkan kursi sedikit, agar Min Ah bisa duduk. Kami duduk saling berhadapan. Meja yang kami tempati dihiasi dengan lilin yang menambahkan kesan romantic malam itu. Ditambah dengan alunan lagu jazz yang disetel oleh pihak restoran.

“Annyong haseyo! Ini menunya, mau pesan apa?” ucap pelayan pada kami.

“Min Ah, kau mau pesan apa?”

“Aku . . . terserah oppa saja.”

“Baiklah kalau begitu. Kami pesan ini.” Ucapku pada pelayan itu sambil menunjuk salah satu makanan yang ada di menu.

“Baiklah, tolong tunggu sebentar!”

“Oppa, sebenarnya ada apa? Oppa tiba-tiba berbuat semua ini.”

“Aku hanya ingin membuat senang. Kau tidak suka?”

“Aniyo, aku tentu saja senang. Hanya merasa aneh saja. Tidak biasanya.”

“Sudahlah, jangan terlalu kau pikirkan. Yang penting, hari ini aku adalah milikmu. Setelah makan malam ini, terserah padamu kau mau kemana lagi. Aku akan menurutinya.”

“Benarkah oppa?” tanyanya antusias.

“Ne.”

“Kalau begitu, aku ingin bersama oppa mala mini.”

“Maksudmu, kita melakukannya lagi?”

“Melakukan appa?” tanyanya polos.

“Aniyo, lalu apa maksudmu bersamaku malam ini?”

“Aku ingin, kita pergi ke atas bukit dan melihat bintang bersama, sampai kita tertidur di bukit itu sampai besok pagi. Bagaimana, oppa mau kan?”

“Aku sudah bilang, terserah padamu. Jadi aku akan menuruti keinginanmu.”

“Oppa memang baik.”

Selesai makan malam, kami pergi ke bukit untuk melihat bintang bersama. Kami duduk dibangku panjang yang disediakan disana. Min Ah bersandar pada dadaku, dan aku merangkulnya erat agar dia tidak kedinginan.

“Min Ah, kau senang hari ini.”

“Tentu saja oppa. Dan apa yang mau oppa bicarakan padaku?”

“Mian karena oppa belum memberitahumu.”

“Tentang apa?”

“Saat acara pertunangan kita kemarin, ada teman appa yang melihatku dan Donghae menari.”

“Lalu?”

“Ternyata dia dari SM Ent. Lalu dia mengajakku dan Donghae untuk bergabung dengannya.”

“Maksud oppa?”

“Aku dan Donghae diajak bergabung dengannya. dan kami dimasukkan kedalam anggota inti Super Junior.”

“Jadi oppa akan menjadi artis?”

“Ne, bagaimana menurutmu?” Min Ah menunduk, dia masih diam belum menjawab pertanyaanku. “Min Ah, jawab aku! Jangan diam seperti itu.” Lalu dia mengangkat wajahnya, sambil tertawa.

“Hahahaha . . . oppa takut aku marah ya?” ucapnya menggoda aku.

“Tentu, kau membuatku kaget. Jadi bagaimana?”

“Tentu saja aku akan selalu mendukungmu. Dan dari itu pula aku bisa mengambil keuntungan.”

“Apa maksudmu?”

“Dengann oppa masuk kedalam keanggotaan Super Junior aku bisa bertemu dengan Kyuhyun.”

“Mwo, jadi kau akan selingkuh terang-terangan dengan maknae itu?”

“Selingkuh? Tentu saja tidak oppa. Oppa kan tahu aku menyukai Kyuhyun sebelum ini.”

“Tapi, kalau kau sampai selingkuh dengan maknae itu. Aku akan membunuh kalian. Lihat saja.”

“Oppa, jangan bicara seperti itu. Aku kan hanya mengidolakannya. Dihatiku hanya ada oppa.”

“Tentu, dihatimu harus ada aku. Lalu setelah kau tahu sekarang aku masuk kedalam Super Junior, siapa yang kau idolakan? Aku atau Kyuhyun?”

“Tentu Kyuhyun oppa.”

“Mwo?”

“Hahahaha . . . oppa cemburu ya?”

“Wae? Tidak boleh?”

“Aniyo.”

“Kau ini, bocah nakal.” Sambil memukul pelan kepala Min Ah.

“Awww . . . kenapa oppa memukulku?”

“Karena kau nakal. Dan setiap kau nakal, aku akan memukul kepalamu.”

Hari itu kami habiskan bersama. Kami pun sampai tertidur di bukit.

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do) Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)”

Terdengar dering handphoneku tanda telpon masuk. Aku mengambilnya di saku jasku. Kulihat Min Ah masih tertidur dipangkuanku. Kulihat layar HP-ku, tertera nama Donghae disana.

“Yoboseyo?” ucapku.

“Hyukjae-ah, kau dimana? Kau lupa hari ini kita ada jumpa pers?”

“Omo? Aku lupa, baiklah aku kesana sekarang.”

“Kemana?”

“Ke tempat jumpa pers.”

“Dasar babo, kau dating ke dorm dulu. Kita rapat sebentar, cepat sebelum manager dating.”

“Ne, baiklah.”

Klik.

“Min Ah, ayo bangun!”

“Wae oppa?” ucapnya sambil mengucek-ngucek matanya.

“Aku lupa hari ini ada jumpa pers, kau mau ikut tidak?”

“Ne, aku mau ikut.”

“Kalau begitu ayo cepat!”

Aku menancap gas mobilku menuju dorm. Sampai di dorm, semua sedang bersiap-siap. Untung saja manager belum dating, jadi aku tidak kena marah olehnya.

“Hyukjae-ah, kau abru dating?” ucap Leeteuk ramah. “Annyong Min Ah!”

“Ne, annyong haseyo oppa!”

“Kalian mandilah dulu, aku tahu kalian belum mandi.” Ucap Donghae. “Min Ah, ini baju untukmu. Ini milik Min Jee, tidak mungkin kan kau dating ke acara jumpa pers dengan pakaian seperti itu.”

“Kamsahamnida oppa.” Ucap Min Ah kemudian mengambil pakaian yang diberikan Donghae.

Hari itu kami mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan, bergabungnya aku dan Donghae kedalam Super Junior. Tentu tidak semua ELF menyetujuinya. Tapi kami tidak bisa melakukan apa-apa. Yang penting aku dan Donghae akan berusaha untuk mengambil hati para ELF dengan usaha kami.

Semenjak masuk Super Junior, jadwalku bertemu dengan Min Ah menjadi semakin sedikit. Tapi Min Ah bisa mengeti hal itu. Aku pun tidak lupa janjiku pada appa dalam meneruskan perusahaannya. Sedikit demi sedikit aku belajar untuk membagi waktuku. Bersama Super Junior, Min Ah dan perusahaan appa. untung saja, perusahaan mau mengerti aku. Akhirnya impianku menjadi seorang penari terkabulkan, dengan tanpa menyakiti perasaan appa.

_THE END_

7 thoughts on “My Dream Part 6 END”

  1. akhirnya, hyuk jd artis jg.

    Oooo jd bgitu critanya, qrain hyuk ma hae yg jd castnya beda ma hyuk n hae.nya suju. Ternyata beda, n merekalah yg jd member suju terbaru.

    Seru seru seru, akhirnya impian hyuk tercapai jg. Chukkae ya buat eunhyuk ^^,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s