Good Bye My Love [One Shoot]

Seung Won POV

“Ya! Donghae-ah, apa yang kau lakukan? Itu makananku, kau juga punya sendiri kan?”

“Punyaku sudah habis.” Dia kembali merebut makananku. Aku hanya bisa pasrah. “Siapa yang bisa duluan sampai kelas, akan ditrkatir selama satu minggu penuh.” Teriak Donghae kemudian berlari meninggalkanku.

“Ya! Kau curang!” aku berlari mengejarnya.

“Yeah! Aku menang, kau harus mentraktirku selama satu minggu.” Ucap Donghae bangga.

“Tapi kan kau curang.” Aku tidak terima.

Bel tanda masuk berbunyi, Park Songsaenim masuk kedalam kelas bersama seorang yeoja.

“Dia teman baru kalian.”

“Annyeong haseyo, choneun Lee Eun Hye imnida.”

“Nah Eun Hye, kau duduk disamping Donghae!” perintah Park songsaenim padanya.

“Annyeong . . . choneun Donghae imnida, kau bisa memanggilku Donghae!”

“Ne, kamsahamnida.”

“Hai, choneun Park Seung Won. Kau bisa memanggilku Seung Won. Arasseo?” aku membalikkan tubuhku yang kebetulan berada di depan bangkunya.

“Ne.” jawabnya singkat karena Park songsaenim sudah memulai pelajaran.

Saat jam istirahat tiba, aku dan Donghae menemani Eun Hye di kelas. Karena dia sama sekali tidak tertarik untuk pergi kemanapun. Selama jam istirahat kami pergunakan untuk mengenal Eun Hye lebih jauh dan bersenda gurau dengannya.

“Saat pulang sekolah nanti, kalian mau kan main ke rumahku?”

“Benarkah kami boleh main ke rumahmu? Kita kan baru saja kenal?” tanyaku tidak percaya. Dia mengangguk yakin.

^_^

Sepulang sekolah, kami pergi ke rumah Eun Hye menggunakan mobilnya.

“Masuklah!” ajaknya saat kami sampai di depan rumahnya.

“Eun Hye-ah, rumahmu besar sekali?” ucap Donghae yang terkagum-kagum.

“Ani, ini bukan rumahku. Ini rumah orang tuaku.” Jawabnya ramah. “Ayo masuk! Kalian tunggu disini, aku akan memperkenalkan kalian pada oppaku.”

Aku dan Donghae menunggu di ruang tamu sementara Eun Hye memanggil oppanya.

“Seung Won-ah, kalau aku berhasil menjadi pengusaha nanti. Aku akan membuat rumah sebesar ini.”

“Jangan mimpi!” ucapku sambil memukul kepalanya yang menghadap terus ke langi-langit rumah.

“Seung Won-ah, Donghae-ah, kenalkan ini oppaku!” Eun Hye kembali bersama seorang namja yang duduk di sebuah kursi roda. Wajahnya pucat tapi masih menunjukkan senyum.  Alangkah kagetnya, saat aku melihat siapa yang menjadi oppa Eun Hye.

“Oppa . . .” aku menatapnya heran.

“Seung Won . . .” lirih namja itu tidak kalah kaget. Aku langsung berlari dan menangis, kudengar sayup-sayup suara Eun Hye dan Donghae yang memanggilku. Tapi tak kuhiraukan, karena hati ini sudah terlalu sakit.

Donghae POV

Namaku adalah Lee Donghae, teman-teman biasa memanggilku Donghae. Aku mempunyai sahabat, namanya Park Seung Won. Ini adalah semester terakhir kami sebagai siswa SMA. Di semester baru ini aku senang karena Seung Won sudah bisa tersenyum lagi. Sudah 6 bulan ini, wajahnya selalu muram dan sedih. Seorang namja yang sangat dia cintai telah mencampampakkannya, tidak ada yang tahu kemana namja itu pergi. Aku sering menemani Seung Won bulak balik ke apartement namja itu untuk mencarinya dan hasilnya nihil. Namja itu benar-benar menghilang entah kemana.

Di awal semester ini kami mendapatkan teman baru, namanya Lee Eun Hye. Sejak pertama kali aku melihatnya, aku langsung menyukainya. Dia siswa pindahan dari Amerika, kedua orang tuanya mempunyai bisnis disana. Alasan dia pindah ke Korea karena dia harus menemani kakaknya yang sedang sakit parah.

Sepulang sekolah, Eun Hye mengundangku dan Seung Won untuk main ke rumahnya. Tentu saja kami sangat senang. Awalnya, kami kira Eun Hye anak seorang pengusaha biasa. Tapi saat melihat rumahnya yang sangat megah, pikiran itu kami buang jauh-jauh.

“Eun Hye-ah, rumahmu besar sekali?” ucapku terkagum-kagum.

“Ani, ini bukan rumahku. Ini rumah orang tuaku.” Jawabnya ramah. “Ayo masuk! Kalian tunggu disini, aku akan memperkenalkan kalian pada oppaku.”

Aku dan Seung Won menunggu di ruang tamu sementar Eun Hye memanggil oppanya.

“Seung Won-ah, kalau aku berhasil menjadi pengusaha nanti. Aku akan membuat rumah sebesar ini.”

“Jangan mimpi!” ucap Seung Won sambil memukul kepalaku yang menghadap terus ke langi-langit rumah.

“Seung Won-ah, Donghae-ah, kenalkan ini oppaku!” Eun Hye kembali bersama seorang namja yang duduk di sebuah kursi roda. Wajahnya pucat tapi masih menunjukkan senyum.  Alangkah kagetnya, saat aku melihat siapa yang menjadi oppa Eun Hye.

“Oppa . . .” lirih Seung Won saat melihat namja itu.

“Seung Won . . .” lirih namja itu tidak kalah kaget. Seung Won langsung berlari dan menangis, aku dan Eun Hye mencoba memanggilnya tapi dia tidak menghiraukannya.

“Hyung, aku akan mengejarnya!” ucapku kemudian berlari mengejar Seung Won.

Kulihat dia terduduk lemas di pinggir jalan. Perlahan aku mendekatinya agar tidak membuatnya terkejut.

“Donghae-ah, kenapa dia harus datang lagi?” ucapnya di sela-sela tangis. Kudekati tubuhnya dan kupeluk agar dia lebih merasa tenang. Tapi tidak berhasil, dia malah menangis semakin keras.

“Seung Won-ah, berhentilah menangis! Aku malu, orang-orang mulai memandangku!” aku berbisik di telinganya. Setelah beberapa saat, dia mulai tenang aku mengajaknya berjalan.

“Kenapa dia harus datang lagi? Padahal susah payah aku melupakannya.”

“Tanyakan padanya, kenapa dia mencampakkanmu.” Ucapku tegas, tapi dia menggeleng lemah. Sepanjang perjalan, kami hanya saling diam. Sampai akhirnya kami sampai di rumah. “Seung Won-ah, istirahatlah!” aku tersenyum padanya kemudian masuk kedalam rumahku yang memang bertetanggaan dengannya.

Seperti biasa, pagi ini aku dan Seung Won pergi sekolah bersama. Kulihat wajahnya masih terlihat sedih, tapi aku berusaha pura-pura tidak tahu. Saat sampai di kelas, kulihat Eun Hye sudah berada di kelas. Dia menatap kami yang baru sampai di kelas. Raut wajahnya memperlihatkan penyesalan.

“Seung Won-ah, mianhae!” ucap Eun Hye saat Seung Won sudah duduk di bangkunya.

“Kau tidak salah!” Seung Won tersenyum getir kemudian memandang kosong keluar jendela.

“Eun Hye!” kupanggil dia. Eun Hye langsung menoleh padaku. “Gwaenchana, dia hanya masih bingung. Kau tidak usah khawatir!” kulihat senyum di bibir mungilnya.

Saat jam istirahat tiba, Seung Won memutuskan untuk berdiam diri di dalam kelas. Akhirnya aku mengajak Eun Hye menuju kantin sekolah.

“Donghae-ah, aku sudah tahu tentang cerita Seung Won dan oppaku. Aku sangat menyesal.”

“Tenanglah, dia hanya tidak tahu apa yang harus dia lakukan.”

“Donghae-ah, kau tahu kenapa oppaku mencampakkan Seung Won?” aku menggeleng. “Sebenarnya . . .” ucapannya menggantung lalu menangis.

“Eun Hye, kau kenapa?”

“Sebenarnya, oppa mencampakkan Seung Won karena oppa menderita kanker tulang.” Seung Won menangis keras, setelah menjelaskan semuanya padaku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kukatakan. Aku tidak percaya dengan penjelasan Eun Hye. Aku kenal betul Eunhyuk hyung, dia orang yang sangat baik, lincah, dan periang. Kenapa dia harus menderita penyakit mematikan itu. Kugenggam erat tangan Eun Hye yang bergetar karena tangisnya.

“Kalau begitu, jelaskan semuanya pada Seung Won. Kau tahu, dia masih sangat mencintai Eunhyuk hyung.”

Dia menggeleng, “Ani, oppa melarangku memberitahukan hal ini pada Seung Won.”

“Tapi kalau begini terus, Seung Won malah akan membenci Eunhyuk hyung.”

“Lebih bagus seperti itu. Memang itu yang diinginkan oppa. Donghae-ah, aku mohon kau jangan memberitahukan ini pada Seung Won.” Aku mengangguk ragu. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini. Karena aku tahu betul, Seung Won masih sangat mencintai Eunhyuk hyung. Kulihat senyum yang terkembang di wajah Eun Hye karena aku memenuhi permintaannya.

Seung Won POV

Aku merasa bosan berdiam diri di kelas, akhirnya kuputuskan untuk menyusul Donghae dan Eun Hye ke kantin. Kulihat mereka sedang mengobrol seris, aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, akhirnya kuputuskan untuk menguping pembicaraan mereka di balik tembok kantin.

“Sebenarnya, oppa mencampakkan Seung Won karena oppa menderita kanker tulang.” Ucap Eun Hye. Deg . . . seketika itu pula aku merasa tak sanggup lagi berdiri, aku langsung jatuh terduduk lemas. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan Eun Hye barusan. Dadaku langsung terasa sesak dan mata ini rasanya sangat panas karena rasa sedih yang kurasakan. Kututup mulut dengan telapak tanganku agar suara tangisku ini tidak mengeluarkan suara.

“Kalau begitu, jelaskan semuanya pada Seung Won. Kau tahu, dia masih sangat mencintai Eunhyuk hyung.” Sambung Donghae.

“Ani, oppa melarangku memberitahukan hal ini pada Seung Won.”

“Tapi kalau begini terus, Seung Won malah akan membenci Eunhyuk hyung.”

“Lebih bagus seperti itu. Memang itu yang diinginkan oppa. Donghae-ah, aku mohon kau jangan memberitahukan ini pada Seung Won.”

‘Oppa, kenapa kau lakukan ini padaku? Kau jahat, kau tidak tahu betapa aku sangat menyayangimu?’ batinku. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini, segera kuberlari keluar sekolah. Aku tahu semua orang memperhatikan aku, seorang siswi SMA masih menggunakan pakaian seragam, menangis, dan berlari-lari  di pinggiran jalan kota Seoul seperti tidak ada tujuan. Tidak, aku punya tujuan. Dan tujuanku adalah rumah Eunhyuk oppa.

Kini aku sedang berdiri di depan sebuah rumah yang cukup megah. Banyak orang yang menjaga rumah itu di halaman depannya. Kulangkahkan kakiku masuk kedalam halamannya. Saat sampai di depan pintu masuk, sebelum kuketuk pintu rumah itu seseorang telah membukakannya untukku. Seorang wanita paruh baya, dia memakai seragam seperti para pelayan di rumah ini.

“Nona . . .”

“Aku mau bertemu dengan . . .” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, pelayan itu sudah memotongnya.

“Tuan muda sangat ingin bertemu dengan nona.” Aku memandangnya heran. “Silakan!” aku mengikuti langkah pelayan itu memasuki lebih dalam bagian rumah itu. Pelayan itu mengajakku ke lantai 2 dari rumah tersebut. Kami berhenti di depan sebuah pintu yang cukup besar untuk ukuran pintu sebuah kamar. Pelayan itu tanpa meminta ijin kepada pemilik kamar langsung membuka pintu dan masuk kedalamnya. Aku penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Tanpa di perintah aku mengikuti pelayan itu masuk. Saat sudah ada di dalam, bisa kulihat seseorang sedang terbaring lemas di tempat tidurnya. Wajahnya terlihat sangat pucat dan terlihat sangat jelas lingkaran hitam di sekitar matanya. “Silakan!” ucap pelayan itu kemudian pergi. Aku bingung harus melakukan apa. Kudekati tubuh yang terbaring lemas itu, kini aku bisa melihat dengan jelas wajah orang yang sedang terbaring lemas itu. Tanpa kusadari, pipiku terasa hangat karena cairan yang keluar dari kedua mataku. Hatiku terasa sangat sakit karena melihat orang yang sangan aku cintai dan sangat aku rindukan tidak seceria dulu lagi. Kini dia hanya bisa tidur di atas tempat tidur besar miliknya.

“Oppa . . .!!” lirihku kemudian terduduk lemas di pinggir tempat tidurnya. Kugenggan erat tangannya. Kulihat matanya pelan-pelan terbuka.

“Seung Won-ah, kau datang.” Ucapnya dengan suara pelan sambil tersenyum.

“Ne, aku datang oppa.”

“Mianhae, karena aku telah mencampakkanmu.”

“Andwae, kau sama sekali tidak meninggalkanku.” Ucapku sambil berurai air mata.

“Ya! Kau menangis, aku tidak suka melihatnya.”

“Ani, aku tidak menangis. Kau lihat!” aku langsung menghapus air mataku kemudian tersenyum. Dia membalas senyumku.

“Gomawo, karena kau telah mengisi hari-hariku selama ini. Mian, karena aku tidak bisa memberikan yang terbaik untukmu.”

“Kau telah memberikan yang terbaik dari yang terbaik padaku selama ini.”

“Seung Won-ah, berbahagialah!”

“Oppaaaaa . . .!” teriakku saat Eunhyuk oppa menutup matanya tiba-tiba. Dan genggaman tangannya di tanganku mulai melemas. Beberapa orang pelayan rumah Eunhyuk oppa masuk kedalam kamar.

Kini aku, Donghae dan Eun Hye berada di tempat peristirahan panjang Eunhyuk oppa. Kenapa disaat aku menemukannya, dia harus pergi dengan cara seperti ini. Tidurlah dengan tenang oppa, hatiku akan selalu untukmu.

Yeongwonhi Saranghae

THE END

Gimana-gimana? Ceritanya kurang mengigit ya? Mianhae, ni ff dah ngebangke di lepi dah lama banget. Pengen cepet selesai jadinya kaya gini deh. Mian kalo gak pada puas sama ceritanya. Kalo banyak yang dukung buat lanjut boleh, tapi kasih saran kalian ceritanya mau di bawa kemana??

 

13 thoughts on “Good Bye My Love [One Shoot]”

  1. sad ending,,
    I like sad ending…
    mna lgi galau”.a skrg😀 hahahaha~

    crta.a to the point…Like this^^

  2. sempet bingung waktu baca awalnya. Bingung di bagian karakter2nya. Selama baca ff ini gue berusaha dgn keras ngebayangin donghae oppa make seragam sekolah, susah bener dah. Wahahaa gue baca komentar author yg terakir ngakak, bahasa ngebangke.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s