You are My Destiny (Chapter 2 of 13)

anneyooooong . apa kabar semuanya ? ? sebenernya saya malu tiap update ff pasti minta maaf terus . tapi beneran deh saya minta maaf sama semuanya . akhir” ini banyak sekali kejadian tak terduga dalam hidup saya, *lebay*. oleh karena itu , izinkan saya curhat sebentar . pertama dimulai dari US yang tiba-tiba jadi seluruh pelajaran ikut US, setelah itu laptop saya mati total padahal disana banyak banget data tugas, tapi yang penting file korea ada lebih dari 100GB, dan yang paling sedih, laptop itu sudah tidak bisa terselmatkan, kalaupun dibenerin harganya 3/4 dari harga beli. T-T. banyaknya tugas bikin saya kembali memcicipi dunia warnet , tapi untunglah , abang saya berbaik hati meminjamkan laptopnya. *baca curhatan reader pada kabur* hhhi . setelah itu dilanjut UP, berjalan lancar kecuali satu , pelajaran OR. saya tidak bisa sit-up. T-T. dilanjutlagi dengan TO bersama yang baru selese tadi siang . akhirnya karena permintaan dari para siswa dan kebijakan sekolah, kita dikasih libur satu hari . SATU HARI . T-T. dan saya manfaatkan untuk melanjutkan ff ini . demikian curhatan saya, mohon maaf atas kenyamanan yang telah terganggu. mohon do’anya untuk saya dan untuk seluruh siswa kelas 3 yang akan menghadapi UN, semoga kami bisa lulus, amin.

p.s: sebelum UN, saya akan update chapter 3, do;akan semoga tidak ada halangan.

—-

Onnie, bukankah dia sangat cantik? Aigoo, my baby …” Hyo Rim mengelus lembut bayinya yang sedang ia peluk dalam pangkuannya. Kyuhyun, suami Hyo Rim berdiri dengan bangga di samping Hyo Rim, lengannya melingkari pinggang sang istri dan tersenyum begitu lebar hingga bisa memperlihatkan semua giginya.

Hyo Ra tersenyum pada keluarga kecil di depannya. Ia merasa begitu bahagia melihat Hyo Rim, setidaknya adiknya itu hidup bersama orang yang ia cintai dan juga begitu mencintainya. Hyo Ra melirik Siwon, yang sedang berdiri santai tepat di sampingnya. Apakah kita akan mengalami menjadi seperti mereka, Oppa …? ia bertanya diam-diam di dalamnya.

“Hyo Ra Onnie … kalian juga harus punya bayi… seperti aku dan Kyuhyun … jadi nanti anak-anak kita bisa bermain bersama … Awww, lihat matanya … dia mirip seperti Kyuhyunie, kan?” tambah Hyo Rim, hampir memekik karena saking bahagianya. Pasangan itu memilih untuk mengadopsi bayi setelah menikah selama 5 bulan.

“Aku dan Siwon sudah menikah selama hampir satu tahun sekarang, tapi kita jarang sekali saling berbicara … apalagi berbicara tentang anak-anak …” pikir Hyo Ra.



Hyo Ra juga ingin bisa bahagia seperti Hyo Rim, tapi ia tahu itu akan membutuhkan beberapa kerjasama dari sisi Siwon. Dan tampaknya itu mustahil karena Siwon sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama,  seperti biasanya.

“Yori-ya,… kita bukan tidak mau seperti kamu dan Kyuhyun … tapi bayi adalah tanggung jawab yang besar … dan kami berdua bekerja, lalu siapa yang akan merawat bayi itu nanti?” Hyo Ra menjawabnya setengah-jujur. Dia tidak bisa mengatakan hal yang sejujurnya pada Hyo Rim, karena ia tahu Hyo Rim tidak akan mempercayainya. Siapa yang akan mempercayainya sementara Siwon selalu berperilaku sangat baik seperti saat ini?

Hyo Ra mendesah pelan dalam hatinya. Dia melihat bagaimana Kyuhyun akan memenuhi segala kebutuhan adiknya, dan ia mau menjadi bagaimana suami seharusnya. Pandangannya lalu ia alihkan pada Siwon, yang benar-benar kebalikan 180 derajat dari Kyuhyun. Membandingkan kedua laki-laki itu membuatnya patah hati.

“Aku juga ingin punya bayi, Yori-ya … tapi kakakmu bilang dia ingin kami menunggu … dia juga bilang jika kita punya bayi, kita tidak akan punya waktu untuk berdua lagi … kakakmu Hyo Ra, aku menginginkannya hanya hanya untuk diriku sendiri …” jawab Siwon sambil tersenyum, yang menimbulkan tawa dari Hyo Rim dan Kyuhyun. Hyo Ra sangat terkejut dengan kata-kata Siwon. Siwon … menginginkan Hyo Ra.. untuk dirinya sendiri?

Jantung Hyo Ra hampir melompat keluar dari tulang rusuknya.

Apa yang dia bicarakan? Apakah dia mengerti apa yang dia katakan?

Ekspresi tercengang Hyo Ra semakin diperparah ketika Siwon menariknya agar lebih dekat, tapi dia cepat mengatasinya, jujur saja perlakuan Siwon itu sedikit membuat Hyo Ra merasa agak senang. Hyo Ra menyandarkan punggungnya di dada Siwon, yang sekarang sedang mengitari pinggang kecilnya dan memeluk tubuhnya erat.

Hyo Ra merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Siwon memeluku.. …” jeritnya dalam hati.

Aigoo, Yora onnie, Siwon oppa … kalian berdua romantis sekali … benarkan Kyunie?” Kata Hyo Rim sambil menyenggol Kyuhyun, keduanya sama sekali tidak menyadari kepalsuan yang sedang dilakukan oleh kedua pasangan itu.

“Ya … tak heran Yori terus mengatakan bahwa kami adalah couple nomor 2 di keluarga Park … sebelumnya itu membuatku bertanya-tanya, tetapi sekarang aku tahu … karena Yori berpikir Hyo Ra-noona dan Siwon-hyung adalah couple nomor 1. Sekarang, aku juga berpikir begitu.” Kata Kyuhyun, senyum manis tak pernah meninggalkan bibirnya..

Semua ini membuat Hyo Ra merasa hatinya teriris. Betapa jahatnya dia telah tega membohongi semua orang ….
Mereka harus mempunyai pikiran bahwa Siwon melakukan semua yang ia bisa untuk membuatku bahagia. Tapi itu bukan kesalahan mereka, aku adalah orang membuat mereka berpikir pada kesimpulan itu.

Hyo Ra mengencangkan genggamannyanya pada lengan Siwon. Untuk beberapa saat, ia ingin membiarkan keluarganya melihat kasih tulus yang telah ia lalui bersama dengan Siwon.

“Cinta Satu sisi, dengan caranya sendiri, adalah cinta yang sempurna.” Kata seseorang.

Lalu bolehkah aku … berharap?



“Honey, aku harap kita bisa menikah secepatnya. Ibuku sudah sering sekali bertanya kapan aku akan menikah. Aku tidak mau dia mulai menjodohkanku dengan orang asing. Tadi malam, ia bahkan berbicara tentang Donghae, anak sahabatnya … aku mendapat firasat bahwa mungkin dia ingin aku berpasangan dengan laki-laki bernama Donghae itu….. Aku tidak menginginkan itu, Honey … aku ingin menikah, tapi hanya denganmu.. ..”  Yoona berkata pelan, suaranya jelas menggambarkan putus asa yang dirasakannya. Siwon mengaduk es tehnya dengan sedotan, matanya menatap lemon yang terus naik dan turun, tapi telinganya mendengar semua yang telah dikatakan oleh Yoona. Dia tahu percakapan ini akan datang cepat atau lambat.

Yoona menyentuh tangan Siwon dengan lembut, matanya mencari jawaban di wajah dan ekspresi Siwon. Siwon menghela napas, inilah yang paling dia takutkan. Saat ketika Yoona mulai membawa-bawa pernikahan …

“Mmm .. Kau tahu masalahku, bukan? Aku tidak bisa menikah sekarang … bisakah kita menunggu, setidaknya sampai aku menceraikan istriku?” Tanya Siwon, tapi yang terdengar lebih seperti memohon.

“Tapi kapankah itu?” Yoona melepaskan tangan Siwon, ia lalu membuang muka.

“Hmm … Aku sedang mengusahakannya sekarang, darling … Aku tidak bisa menceraikannya tanpa alasan apapun, itu akan susah untuk menjawab kepada orang tuaku nanti.” Jelas Siwon sambil bersandar di kursinya. Dia merasa sangat terganggu sekarang. Di satu sisi, pacarnya memintanya untuk segera menikahinya, dan di sisi lain, Siwon memiliki tugasnya sebagai anak yang harus berbakti kepada orang tuanya. Hal ini semakin rumit …

“Tapi, Honey … Bagaimana jika istrimu tidak ingin bercerai? Atau yang lebih parah, bagaimana jika dia tahu tentangku lalu dia menyerangku?”, Tanya Yoona.
“Tidak ada yang akan menyerangmu. Kau tahu bahwa aku hanya menginginkan kamu menjadi istriku …” Siwon menjawab dengan tenang, memahami dengan baik bahwa Hyo Ra bukan tipe perempuan yang akan melakukan hal-hal seperti itu.

“Mmm … Ini bukan berarti aku ingin agar kamu terburu-buru menceraikan istrimu, hanya saja aku khawatir umma akan memaksaku untuk menikah dengan laki-laki yang tadi aku bilang … dan kau tahu ibuku, Honey … dia bisa membuatku melakukan hal-hal yang dia inginkan jika ia menginginkannya …”

“Aku tahu darling … aku juga mau kita menikah secepatnya. Jangan khawatir, oke? … kau tahu, bahwa hanya kau yang selalu memiliki hatiku …” Siwon mencoba meyakinkan Yoona, meskipun ia sendiri tahu bahwa itu hanya sia-sia. Wajah sedih Yoona mengatakan kepadanya bahwa dia harus mengakhiri segala hal yang berhubungan dengan Hyo Ra secepat mungkin, atau dia akan kehilangan Yoona.

Siwon merasa resah. Pikirannya kembali ke wajah Hyo Ra yang sedang tersenyum. Dia telah melakukan begitu banyak hal untuk membuat Hyo Ra marah padanya, tetapi orang itu terus sabar menghadapinya. Siwon ingin agar Hyo Ra marah padanya, berteriak padanya dan membencinya, sehingga akan lebih mudah untuk Siwon menceraikan perempuan itu. Siwon tahu jika Hyo Ra marah padanya, itu akan membuat ia sedikit lebih mudah untuk menjelaskan kepada orang tuanya karena ia dapat mengalihkan kesalahan kepada Hyo Ra.

Tapi yang membuatnya heran, mengapa Hyo Ra begitu sabar dengan dia? Dia sudah seperti setan yang hadir di sepanjang waktu, pulang terlambat dengan keadaan mabuk, mengabaikannya  ketika ia mencoba untuk memulai pembicaraan. Siwon hanya akan berbicara dengan Hyo Ra di depan anggota keluarga lainnya, dan selain itu, mereka tidak pernah berbicara satu sama lain. Siwon ingat bagaimana Hyo Ra akan mencoba untuk memulai pembicaraan kecil dengan dia, dan bagaimana ia menjauhi perempuan itu. Siwon juga selalu berteriak pada Hyo Ra untuk kesalahan sederhana, tapi Hyo Ra tetap bertahan dan tidak pernah menyerah untuk meminta maaf, bahkan ketika dia tidak salah.

Siwon tidak bisa memungkiri bahwa ia memang merasa tersentuh dengan kepolosan dan kesetiaan Hyo Ra, tapi Yoona adalah orang pertama yang ia cintai. Dia sudah mengenal dan mencintai Yoona selama hampir 10 tahun sekarang, dan itu tidak mudah untuk tiba-tiba mengalihkan kasih sayangmu kepada orang yang baru, meskipun orang itu begitu baik hati seperti Hyo Ra.

Siwon menghela napas. Pikirannya penuh penyesalan. Kalau saja dia telah menikahi Yoona terlehih dahulu … ini semua karena keduanya ingin mengejar karir mereka dulu. Sekarang semuanya sudah terlambat. Keinginan orang tuanya datang sebelum Siwon dan Yoona menyadari apa yang telah mereka lewatkan, dan Siwon harus menikahi Hyo Ra untuk memenuhi keinginan orang tuanya. Hyo Ra yang tidak ia cintai. Hyo Ra yang setia tanpa diminta. Hyo Ra yang menjadi sumber kekacauan dalam pikiran Siwon yang sudah bermasalah.

Siwon ingat dengan baik apa yang dikatakan Hyo Ra saat ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantornya.

“Siwon-sshi … kenapa kamu terus menghindariku? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah? Apakah aku menyakiti perasaanmu atau apapun …” tanya Hyo Ra hati-hati dengan suaranya yang lembut dan sedikit gemetar. Siwon bersikeras menyuruh Hyo Ra bahwa ia harus memanggilnya secara resmi ketika mereka hanya berdua, hanya untuk membuat perempuan itu sadar bahwa ia sama sekali tidak tertarik untuk membuat hal-hal yang lebih baik untuk hubungan mereka.

“Tidak apa-apa.” Jawab Siwon singkat. Dia segera menyambar dasi dari tangan Hyo Ra dan berjalan keluar kamar. Ketika ia akan keluar dari pintu, tangan Hyo Ra mencengkeram pergelangan tangannya kuat.

“Siwon-sshi, tolong … Jika aku telah melakukan sesuatu yang salah, tolong beritahu aku … Berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi istri yang layak. Jika aku pernah menyakiti perasaanmu, lebih baik berteriak kepadaku sebanyak yang kau suka … pukul aku jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik … hanya … hanya saja jangan mengabaikan aku seperti ini, Siwon-sshi … aku mohon, tolong … hanya itu yang aku minta …”, kata-kata Hyo Ra terbata saat ia menangis, tubuhnya bergetar saat ia mencoba untuk mengendalikan emosinya.

Hati Siwon tersentuh oleh ungkapan hati Hyo Ra, tapi ia tidak bisa membiarkan kata-kata Hyo Ra untuk menemukan tempat mereka di dalam hatinya. Aku sudah mempunyai Yoona, ia mengingatkan dirinya sendiri. Dengan kasar, ia menarik tangannya dari genggaman Hyo Ra.

“Aku terlambat.” Katanya singkat sebelum berjalan menuruni tangga. Hingga hari ini, Siwon tidak bisa melupakan bagaimana Hyo Ra menangis hari itu, tangisan kesedihan itu seperti terukir permanen di sudut terdalam dari pikiran Siwon …

Iklan

27 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 2 of 13)”

  1. Bagus banget .. Sumpah terharu deh =’))
    kasiian hyora .. Siwonnie jahaatt =PP

    lanjutt onnieee .. =))

  2. onni….
    kq pndk sih part kli ini??
    TxT part 3.a smga klwr sblm UN(emg UN tgl brpa onni??)
    Jiayou ya onni^^/

  3. siwon msi cuek aja ma hyora. gapapa yang penting dia smpet tersentuh ma kata2 hyora. ayo hyora hwaiting!!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s