Bounded Between Love (Part 1)

author : Meyzia Bomic

 

Bounded between Love (part 1)

 

Mungkin bagi sebagian orang, hari ini adalah hari yang bersejarah. Tapi tidak buat ku. Hari ini adalah hari pertama ku masuk Secondary School atau gampangnya SMA. Katanya SMA adalah masa masa terindah yang tidak bisa terlupakan, tapi entah bagaimana dengan kisah SMA ku nanti. Aku tak yakin masa SMA ku bakal seindah di Glee ataupun 9210 .

 

Hey Jono ! cepatlah ! nanti kita terlambat’ teriak suara dari bawah

Berhentilah memanggilku dengan nama itu atau aku akan semakin lama’ jawabku

yaaa ! jangan samakan sekolah disini dengan sekolah di L.A. !’

Siapa suruh memindahkan ku kesini ! !’ teriakku kesal sambil merapikan bajuku

Cepatlah atau kau pergi naik angkutan umum ! ’

Memangnya Won-shii kemana ?’ Won-shii adalah supir di rumah.

Dia cuti mendadak karena istrinya sakit ! YAAAAA cepatlaaah !’

iya iya ini aku udah siap Jongos’ jawabku sambil cepat ke bawah

Aku sangat merindukan kehidupanku di L.A. , bangun terlambat ku, sekolah modern , pulang siang, paling tidak aku banyak waktu di rumah ! Juga baju baju ku yang nanti akan tergeser oleh seragam sekolah baruku yang akan segera jadi . Aku sudah menetap di sana sejak SD, aku tinggal dengan Paman dan Bibiku disana. Orangtuaku jarang menjengukku karena mereka sibuk dengan kerjanya. aaaah ! aku mau balik ke L.A. ! ! !

 

kalau makan jangan melamun Jono !’

Jono siapa ya ? disini ngga ada yang namanya Jono ‘

cepat habiskan makanan mu dan jangan melamun.’

 

Kakakku memang menyebalkan. Tapi aku selalu merindukannya. Namanya Jung Ji Hoon. Dia selalu memanggilku dengan nama Jono hanya karena dia tidak mau menyamakan namaku dengan nama pacarnya, Lee Min Jung. Apa apaan ! Dia kembali ke Korea saat SMP karena dia merasa sekolah di L.A. tidak menantang.

Dengan segera ku habiskan susu di gelasku. Si oppa Jongos sudah menunggu di mobil. Kupasang seatbelt ku dan oppa langsung tancap gas. Aku hanya melamun tentang L.A. tapi oppa membuyarkan lamunanku.

 

Nanti kau akan satu kelas dengan Jinki .’ kata Jongos sambil menyetir mobil

Siapa Jinki ? peduli gila aku mau sekelas sama siapa’

yaa ! kau lupa ? Jinki , Lee Jinki. Adiknya Min Jung ! teman kecilmu. Bagaimana bisa kau lupa ? apa amnesia mu masih belum pulih ? ’

 

Kenapa sih kau harus mengingatkanku tentang itu Jongos ? Lagian siapa juga yang mau kepleset di lantai basah rumah ? itu juga gara gara pembantu yang waktu itu lupa ngga ngasih rambu rambu lantai basah kaya biasanya ! Sapa juga yang mau memorinya masa kecilnya hilang cuman gara gara hal begituan ? menyebalkan .

 

Iya, terus kau mau apa kalo aku amnesia ? Lagian itu wajar ! Aku jarang pulang ke Seoul , itupun hanya sekitar seminggu ! ’ jawabku ketus

yaa ! ubahlah sikapmu itu ! oke kalau memang kau merindukan L.A. , aku maklum. Paling tidak ubalah manner mu itu . Sopan sedikit lah sama yang lebih tua darimu ’

memangnya kau sudah tua ? *evil glare* haha aku bisa lihat itu. Kau memang sudah tua’ jawabku

 

Ciit. Sudah sampai sekolah rupanya. Kulihat sekolah baruku dari kaca jendela. Tulisan KSMS (Korean Science and Mathematic School) dengan lambang potion terpampang jelas di depan pintu masuk. Sekolah ini memang besar sekali. Tapi tetap saja aku tidak suka. Walaupun seragamnya cute tapi aku tetap ingin sekolahku yang lama. Pasti aku terllihat mencolok karena aku harus pakai baju bebas, seragamku belum jadi sih ! Aku turun dari mobil. nyaris semua siswa melihatku seperti aku ini alien bermata satu. Lalu datang seorang cowo tinggi, putih. bajunya rapi, dan rambutnya tak berantakan. Aku bisa melihat aura pintar memancar dari air keran (?) maksudnya memancar dari tubuhnya. Ia tadi berlari kearah ku dengan melambai serta tersenyum. Kalau begini aku berasa jadi pemeran di film film jaman 70-an yang sudah lama tak berjumpa dengan pacar tercintanya dan ingin segera melepas rindu.

 

anyeong ! lama kita tidak jumpa, masih ingatkah denganku ?’ sapa cowo itu

sini deh …’ kakakku memanggil cowo itu sambil pergi menjauh beberapa meter dariku.

 

Entah apa yang mereka bicarakan, toh aku juga tak perduli, memang dia siapa hah ?

Setelah beberapa saat mereka kembali ke arahku.

 

gomawo calon adik ipar ku, jaga adikku yang cantik ini baik baik ya, yang sabar ya, dia kadang kadang menyebalkan, tapi dia baik kok sebenernya’ kata si Jongos sambil pasang tampang malaikat

ada angin apa kau tiba tiba seperti ini ? oh ! karena ada ‘calon’ adik ipar mu ? hei, Lee Jinki, dia hanya berpura pura karena ada kau sekarang, supaya kau menyetujuinya untuk menikahi noona-mu ’ kata ku datar

aah , jangan dengarkan dia, adikku yang imut ini memang suka bercanda~ ’

aw !’ aku meringis kesakitan karena Jongos mencubit pipiku

hahha iya ? tapi memang daridulu aku setuju kok’ kata Lee Jinki

kau dengar sendiri kan ? kakakmu ini memang paling cocok menjadi pendamping noona cantik-nya. Hahaha . sudahlah kalian berdua cepat masuk ini sudah jam masuk sekolah.’

nae, arraseo . anyeong hasseo hyungnim’ pamit cowo itu sopan

bye Jongos , hehhehee’

bye juga Jono ~ hey nanti aku yang menjemputmu pulang’ seru kakakku sambil menoleh kearah kami dari kejauhan

iya aku tau . don’t be late big bro, or else !’ seru ku sambil mengerlingkan mataku seraya tertawa lepas.

 

Mungkin inilah salah satu alasan ku menyetujui keputusan orang tuaku untuk pindah ke Korea. Ya ! aku kangen masa masa seperti ini. Aku rindu kakak Jongos ku yang kusayang. Atau mungkin itu adalah satu satu nya alasan bukan salah satu alasanku.

 

Kami berjalan di sepanjang koridor sekolah. Sepertinya dia anak yang disegani disini , karena semua orang melihat kearah kami berdua. Apa mereka terpesona dengan kecantikanku ? *author dilabrak reader*

 

Dia pasti bilang tentang masalah amnesiaku padamu ya?’ tanyaku pada Jinki

Aku sudah tau itu dari dulu. Dia tidak bicara tentang itu kok.’ Jawabnya sambil melempar senyum

oh ? lalu dia bilang apa ?’

dia minta aku untuk memulihkan ingatanmu.’

dasar Jongos satu itu …’

tapi kalau tak mau juga aku tak akan keberatan kok’

Ah, bukan begitu maksudku, aku hanya…aduh gimana aku mengatakannya , aku…’

 

Aku tak mau melupakan kenangan ku. Apalagi kenangan tentang sahabat kecilku, tapi … aduh gimana caranya ngomongnya ? apa kau juga masih menganggap ku sebagai teman kecilmu ? kenapa kau tidak lupa juga ? aaah , tidak adil ! kenapa aku pake acara amnesia segala ?

 

Aku hanya meremas sikut kananku. Aku bingung, tak tahu bagaimana menjawab pernyataan Lee Jinki tadi .

 

kau gelisah ya ?’ tanya Jinki tiba tiba

ah.. uhm.. uhm ..’

kebiasaanmu , masih sama seperti dulu. haha’ lanjutnya sambil tertawa

 

Entah apa aku yang rabun ato memang senyumnya manis sekali , ato memang muka nya imut sekali saat tertawa ? *ya iyalah bego , Onew SHINee meeen!* *Min ditimpuk author*

 

Kita masih berjalan di sepanjang koridor. Rasanya waktu itu lambat sekali. Jarak pun makin jauh. Ini semua emang gara gara author ! *author ditimpuk pake sapu sama Min* eh , tapi kan gua authornya ? Author kan aslinya buat karakter aku karena sama ? lho ?

Abaikan beberapa line diatas -___- lanjut !

 

Aku baru sadar kalau Lee Jinki memperhatikan kalungku . Kalung imut berbentuk kepala tiger dengan ekspresi bibir maju seperti akan mencium orang.

 

ehm, ada apa memang dengan kalungku ? kalungku aneh ?’ tanyaku

oh tidak, hanya penasaran saja, sejak kapan kau memakai kalung itu ?’

entah aku juga lupa. Tapi pernah suatu hari aku melepaskan kalung ini, aku langsung merasa ada yang kurang. Bahkan seharian itu aku mendapat masalah. Lagian kalung ini memang bagus kok. Jadi aku pakai terus’ jawabku jujur

ohh . cocok sekali denganmu, sama sama imut. ’ jawabnya.

 

Mukaku memerah karena malu. Dia bilang aku imut , padahal dia lebih imut kalau tertawa. Aku hanya terdiam. Dia pun hanya tersenyum. Akhirnya setelah berjalan agak lama, kita sampai juga di kelas…

To Be Continue

 

Jadi gimana menurut kalian readers ? jangan lupa komen ya . Kamsahamnida *bows*

8 thoughts on “Bounded Between Love (Part 1)”

  1. sherLyditasari : hihi udah ada sebenernya lanjutannya , tunggu kapan publishnya disini ya🙂

    Eyvilyna Hwang a.k.a Hwang Yun Hee : hehe , jongos itu Jung Ji Hoon diplesetin jadi Jongos . hehe iya🙂 ngga kebiasaan pake POV^^’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s