Triangel Love Part 2


Author                  : Vay ^_^

Cast                       : Shinee, Key, Onew, Jonghyun, Minho, Taemin, B2ST, Dongwoon, Dojoon, Hyun Seung, Junhyung, Yeoseob, Gikwang

Genre                   : Romane, Friends, Family

Length                  : Continue

Part 1

Key POV

Sudah seminggu Seung Won meninggalkan rumah. Ada rasa rindu yang menyelimutiku, tapi setiap mengingat penghianatannya padaku, perasaan rindu itu tertutupi dengan rasa marahku padanya. Sejak dia tidak ada di rumah, aku jadi lebih sering pulang ke dorm SHINee dan menginap disana. Semua member sudah tahu keadaanku sekarang dengan Seung Won dan mereka malah memarahiku. Terutama Onew hyung, dia sangat marah dengan sikapku pada Seung Won. Kuakui aku memang salah, tapi bukan sepenuhnya bukan kesalahanku kan? Aku dan Seung Won sudah sepakat tidak akan mempunyai anak terlebih dahulu, dan setuju tentang hal itu. Dan sekarang, dia malah hamil.

Hari ini kami akan tampil di acara Music Bank. Satu yang aku suka dengan acara seperti ini, karena aku bisa bertemu dengan sahabat-sahabatku 91 lines. Karena kesibukan kami yang berbeda dengan grup kami masing-masing sehingga membuat kami sulit bertemu.

“Dongwoon-ah!” panggilku saat melihat Dongwoon.

“Ya! Kemana saja kau?” tanyanya seraya memelukku.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu.” Timpalku.

“Mana yang lain?” tanyanya menanyakan member 91 lines yang lainnya.

“Molla, aku belum bertemu dengan mereka.”

“Kita duduk disana!” ajaknya menunjuk sebuah sofa yang berada di lorong gedung.

“Bagaimana kabarmu? Aigo  . . . kau sekarang sudah mempunyai abs.” ucapku seraya memegang absnya.

“Gikwang hyung selalu mengajakku berolahraga bersamanya setiap pagi.”

“Baguslah.” Jawabku senang. “Sepertinya, ada yang berbeda darimu.”

“Mwoya?”

“Wajahmu tampak berseri. Ada apa, ceritakan padaku!”

“Aniyo!” jawabnya malu. Kulihat semburat merah di wajahnya.

“Ya! Kau masih berbohong padaku, padahal sudah terlihat jelas wajahmu memerah seperti. Kau sedang jatuh cinta?”

“Kau ini seorang penyanyi atau peramal hah? Kenapa kau bisa tahu?” jawabnya menepuk pundakku/

“Aku kenal denganmu bukan satu atau bulan Dongwoon-ah. Ceritakan padaku siapa yeoja tidak beruntung itu? Apakah dia seorang artis juga seperti kita?” candaku.

“Dia teman kecilku. Kemarin saat B2ST ada acara di Busan aku bertemu dengannya. Kau sendiri?”

“Na? Nan gwaenchana. Waeyo?”

“Ani, Key aku tahu kau sedang ada masalah. Kau juga tidak bisa berbohong padaku.”

“Sebenarnya aku . . .” belum sempat kuselesaikan kalimatku, manager B2ST memanggilanya karena akan tampil.

“Key, kita bicara lagi nanti. Kau harus menceritakan masalahmu padaku. Ara?” ucap Dongwoon sambil berlalu. Akupun kembali ke ruang tunggu SHINee.

“Key, darimana kau?” Tanya Jonghyun hyung sedikit ketus saat aku masuk.

“Tadi aku bertemu dengan Dongwoon lalu mengobrol sebentar.” Jawabku lalu duduk di depan meja rias.

“Bagaimana dengan Seung Won. Kau sudah menemukannya?” Tanya Onew hyung, aku menggeleng malas. Lagi-lagi mereka membahas tentang Seung Won.

“Kenapa kau menanyakannya pertanyaan seperti itu hyung? Aku yakin dia tidak mencarinya. Sudah pasti jawabannya tidak.” Timpal Jonghyun hyung. Aku hanya bisa menghela napas panjang.

“Kau tidak mengkhawatirkannya? Dia sedang hami muda, kandungannya masih sangat rawan. Kau tidak takut terjadi sesuatu pada mereka?” kali ini Minho yang berbicara.

“Ini adalah masalahku, kalian tidak perlu repot-repot ikut pusing.” Ucapku marah tapi masih dengan nada suara sebiasa mungkin.

“Hyung, malam ini kau jangan pulang ke dorm. Pulanglah ke rumahmu sendiri. Berintrospeksilah tentang masalahmu ini. Pikirkan baik-baik dan bila kau sudah mendapatkan jawabannya, dengarkan baik-baik isi hatimu.” Ucap Taemin tiba-tiba. Aku tidak menyangka kata-kata seperti itu keluar dari seorang magnae SHINee yang terkenal sangat manja pada hyung-hyungnya.

Malam ini seperti apa yang dikatakan Taemin, aku tidak pulang ke dorm. Aku masuk ke dalam rumah dengan malas karena kelelah. Kunyalakan lampu ruang tengah. Kulihat keadaannya sudah sangat berantakan, baju kotor bertebaran dimana-mana, piring-piring kotor bekas makan yang belum di cuci.

“Seung Won . . .!!” aku teriak memanggil Seung Won. Aku langsung mengunci mulutku rapat-rapat saat tersdar bahwa Seung Won tidak ada. Kulangkahkan kakiku masuk kedalam kamar. Ini satu-satunya ruangan yang masih rapi di rumah ini. Aku berjalan menuju tempat tidur dan duduk diatasnya. Kupandangi dan kuusap tempat biasa Seung Won tidur. Tanpa teras aku sudah menitikkan air mata. Aku benar-benar sangat merindukannya. Kubaringkan tubuhku di tempat biasa Seung Won tidur, kutatap langit-langit kamar yang bercat motif awan.

“Seung Won-ah, kau ada dimana sekarang? Aku sangat merindukanmu.” Ucapku salam tangis.

 

Seung Won POV

Kini usia kandunganku sudah memasuki bulan kelima. Syukurlah penduduk di sekitar sini tidak merasa terganggu dengan keadaanku sekarang. Karena mereka pun mempunyai kehidupan pribadi.

Tok . . . tok . . . tok . . .

Kulirik jam dinding di ruang tengah saat mendengar ketukan pintu. “Siapa yang bertamu sepagi ini? Bahkan jarum jam pun belum menunjukkan pukul 8 tepat.” Gumamku seraya berjalan menuju pintu rumah dan membukanya.

“Annyeong . . .!!” ucap orang yang datang itu dengan riang. Sementara aku masih tertegun kaget karena melihat kedatangannya yang tiba-tiba.

“Dongwoon, kenapa kau bisa ada disini?” dia tidak langsung menjawabku. Dia menatapku ari ujung kepala samapi kaki. “Waeyo?” tanyaku heran.

“Seung Won-ah, kau . . .” ucapnya sambil menunjuk perutku.

“Mianhae, aku belum sempat menceritakannya padamu.” Jawabku lemah. Sudah saatnya dia tahu tentang keadaanku. “Masuklah!” ajakku. Dia langsung duduk di sofa ruang tamu, sementara aku ke dapur mengambil minuman dan camilan untuknya.

“Seung Won-ah, bagaimana bisa?” tanyanya saat aku datang. Aku duduk di sofa yang ada dihadapannya.

“Mianhae!” aku tertunduk menyesal.

“Kau tidak perlu meminta maaf seperti itu. Lagi pula kau tidak melakukan kesalahan bukan?”

“Sebenarnya aku sudah menikah.”

“Lalu, dimana suamimu?” aku menggeleng lemah. “Jadi kau sudah cerai atau suamimu sudah . . .” aku menggeleng lagi sebelum dia melanjutkan kalimatnya. “Lalu?”

Akhirnya kuceritakan semua masalahku pada Dongwoon termasuk kebohonganku soal halmeoni. Tanpa memberitahu siapa suamiku sebenarnya. Aku tidak mau membuat Dongwoon repot dengan masalahku. Apalagi Dongwoon dan Key bekerja di dunia yang sama. Dongwoon bisa dengan mudahnya menemukan Key.

“Dimana suamimu sekarang?” tanyanya tajam.

“Dia sekarang di Seoul.”

“Seung Won-ah, ijinkan aku membantumu!” pintanya.

“Ani.” Jawabku cepat.

“Waeyo?” tanyanya heran.

“Kau sudah cukup lelah dengan pekerjaanmu sekarang, aku tahu itu. Aku tidak mau membebanimu.”

“Baiklah, tapi kau tidak bisa melarangku untuk menjagamu. Ara?” ucapnya dengan memaksa.

“Ne.” aku mengangguk pasrah.

Semenjak hari itu, hampir setiap minggu atau sedang tidak ada kegiatan. Dia selalu datang ke rumah. Membawakanku berbagai makanan untuk kesehatan dan vitamin untuk wanita hamil. Dia juga selalu mengantarku ke rumah sakit untuk check up. Dia sangat perhatian dan menjagaku. Dia sudah seperti suami yang menjaga istrinya. Perlakuan Dongwoon kadang selalu membuatku sedih, aku ingin Key yang melakukannya. Bukan Dongwoon yang notabene bukan siapa-siapa.

“Seung Won-ah, kau melamun?” Tanya Dongwoon sambil mengibaskan tangannya di depan wajahku sehingga membuatku tesadar.

“Ani, aku hanya sedang menikmati pemandangan di luar.” Jawabku tenang.

Kini aku dan Dongwoon sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, karena hari ini adalah jadwal check up kandunganku ke dokter.

“Annyeong . . .!!” sapa seorang suster ketika aku dan Dongwoon tiba. “Aigo . . . nyonya Seung Won benar-benar beruntung mendapatkan seorang suami yang sangat perhatian.” Ucap suster itu yang memang sudah mengenal kami. Tepi tentu saja, dia tidak tahu kalau namja yang selalu mengantarku ini adalah Dongwoon B2ST. aku menyuruh Dongwoon tetap memakai penyamaran, bisa gawat kalu media tahu seorang Dongwoon B2ST mengantar seorang yeoja hamil ke rumah sakit bisa terjadi scandal besar. Dan itu akan membuatku dengan mudahnya ditemukan oleh Key.

“Bagaimana keadaan Seung Won dokter?” Tanya Dongwoon seperti seorang suami yang menanyakan keadaan istrinya.

“Istrimu sehat dan bayi yang dia kandung pun tidak ada masalah. Usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 8, jadi bila semuanya lancar dan baik-baik saja. Bulan depan nyonya Seung Won akan melahirkan.” Jawab dokter Park. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan dokter Park. Secepat itukah? Rasanya baru kemarin aku mengetahui kalau aku hamil. Dan sekarang aku sudah mendapatkan kabar bahwa aku akan segera melahirkan.

“Ne, kamsahamnida dokter.” Ucapku. Setelah pemeriksaan kami langsung pulang.

“Dongwoon-ah, mianhae!”

“Mwoya?”

“Semua orang di sekitar rumah dan rumah sakit menganggapmu sebagai suamiku.”

“Gwaencaha, aku senang akan hal itu. Tidak perlu kau pikirkan, yang penting kau sehat dan melahirkan anak yang sehat pula. Ara?”

“Ne.” ucapku tersenyum

“Seung Won-ah, sebelum pulang bagaimana kalau kita belanja keperluan untuk anakmu?” tawar Dongwoon. “Kita beli pakaian, box bayi, mainan dan keperluan lainnya?”

“Ne.” jawabku senang.

Selesai berbelanja sebelum pulang kami memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Kami memilih restoran Jepang yang berada di depan pusat perbelanjaan yang tadi kami kunjungi.

“Seung Won-ah . . .” ucap Dongwoon tiba-tiba sambil menggenggam tanganku yang berada di atas meja. “Aku tahu hal ini sangatlah tidak pantas aku ucapkan pada yeoja yang sudah mempunyai suami.” Sambungnya.

“Waeyo?” tanyaku bodoh.

“Seung Won-ah, saranghae!” ucapnya tiba-tiba, aku hanya tertegun. “Maukah kau menjadi istriku?”

“Dongwoon-ah, kau . . .”

“Ne, arraseo. Maka dari itu, mungkin sebaiknya kau ceraikan saja suamimu. Maaf bila perkataanku ini terdengar memaksa dan terdengar sangat egois. Tapi aku serius dengan perkataan barusan. Dia tidak pernah mencarimu dan seperti yang kau ceritakan bahwa suamimu itu tidak menginginkan kehadiran anakmu bukan? Tapi aku menerimanya dan aku akan menyayangi anakmu itu seperti anak kandungku sendiri. Setelah kau melahirkan, segeralah kirimkan surat cerai dan kita menikah. Jebal!”

“Asal kau tahu, akupun pernah berpikiran untuk menceraikan suamiku. Kalau aku menerimamu, bagaimana dengan keluargamu?”

“Mereka sudah mengetahui masalahmu, aku sudah menceritakannya. Dan mereka setuju kita menikah. Bagaimana?”

“Ne, baiklah. Akan kupertimbangkan.” Kulihat Dongwoon tersenyum senang mendengar jawabanku.

TBC . . .

8 thoughts on “Triangel Love Part 2”

  1. seung won married ama dongwon aja. Key buang aja ke laut *di bunuh lockets*

    next part d tunggu. Cepat yaaa. Udah gag sabar nih (?)

    ff nya daebak🙂

  2. Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..
    Key nya mana???
    Awas tuch Seung won kalo ampe hianatin Key!!!!
    Mana next partnya thor???
    Jangan lama-lama….
    Sumpah! penasaran ni…. *manyun….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s