You are My Destiny (Chapter 3 of 13)


7 April, tanggal yang sangat penting untuk Hyo Ra. Karena hari ini adalah hari ulang tahun Siwon. Hyo Ra merasakan gugup yang bukan main. Ini akan menjadi pertama kalinya mereka merayakan ulang tahun Siwon bersama-sama, dan ini membuat Hyo Ra makin gugup setengah mati. Dia telah memikirkannya sejak bulan lalu tentang hadiah apa yang harus ia beli untuk Siwon, dan akhirnya Hyo Ra memutuskan untuk membeli jam tangan mahal dan parfum yang ia tahu Siwon sangat menginginkannya. Hyo Ra juga membuat reservasi di restoran bintang lima yang sangat terkenal di Seoul hanya untuk mereka berdua. Hyo Ra berpikiran bahwa ia harus menggunakan moment ini sebaik-baiknya agar perlahan-lahan ia bisa memenangkan hati Siwon. Hyo Ra mengorbankan gajinya selama satu bulan untuk membeli hadiah dan membuat perayaan ulang tahun itu, meskipun sedikit miris ketika ia mengingat uang yang ia telah habiskan. Hyo Ra bukan orang yang boros, dia tidak pernah mengeluarkan uang sebanyak itu hanya dalam satu kali belanja…

Hyo Ra sudah mempersiapkan mentalnya untuk hari ini. Ketika Siwon bangun pagi ini, Hyo Ra akan membuat Siwon sarapan di tempat tidur, dan membicarakan tentang acara perayaan ulang tahun yang telah ia buat sebelumnya. Hyo Ra sangat berharap Siwon akan memperlakukannya dengan baik hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahunnya sendiri. Tidak ada seorang pun yang akan marah-marah seharian padahal itu pada hari ulang tahun mereka, benarkan? …

Hyo Ra menyiapkan Chicken Salad dan segelas jus jeruk untuk Siwon, dia meletakkan semuanya di atas penampan, dengan hati-hati ia naik ke lantai atas menuju kamar. Sebelum masuk ke kamar, langkah Hyo Ra terhenti di depan kaca berukuran besar, ia lalu melirik bayangannya sendiri, mengerucutkan bibirnya untuk mengukur bagaimana penampilannya hari ini. Hyo Rim telah berkali-kali memintanya untuk memotong rambut hitam kecoklatannya dan berganti ke gaya yang lebih fashionable, sebuah pilihan yang sekarang membuatnya setengah menyesal. ‘Bagaimana jika Siwon tidak menyukai penampilan baruku?’ Pikir Hyo Ra sambil menggigit bibir bawahnya.

Hyo Ra masuk ke dalam kamar mereka berdua dengan hati-hati, dan ia melihat tempat tidur mereka sudah kosong. Ahh, rupanya Siwon sudah bangun …

Hyo Ra lalu meletakkan penampan di atas meja rias, dan mencari-cari Siwon. Ia tidak menemukannya di kamar mandi. ‘Sepertinya Siwon sedang berada di balkon’… pikirnya sambil berjalan perlahan menuju pintu balkon yang telah terbuka.

Perkiraannya benar. Siwon tengah berbaring dengan nyaman di salah satu kursi panjang, kaki kanannya bertumpang diatas kaki kirinya, keningnya sedikit berkerut menandakan dia sedang berpikir dengan serius, rupanya Siwon sedang membaca koran bisnis hari ini dengan sungguh-sungguh. Hyo Ra membuat sinyal kecil menandakan kehadirannya, tetapi Siwon sama sekali tidak menggubrisnya padahal Hyo Ra sangat yakin Siwon mendengarnya.

Hyo Ra berjalan mendekati Siwon, berlutut di samping orang itu. Dia menelan ludahnya sendiri, mencoba mengumpulkan keberanian yang sangat dibutuhkannya sekarang. Hyo Ra menatap koran Siwon yang terangkat untuk menutupi wajahnya dari tatapan Hyo Ra.

Hyo Ra menggigit bibir bawahnya lagi. ‘Saya harus melakukan ini …’

“Siwon-sshi … mmm … kamu sudah sarapan?” Tanya Hyo Ra, kata-katanya terbata karena saking gugupnya. Dia membenci dirinya sendiri untuk ini.

“Belum” jawab Siwon singkat dengan nada yang tidak ramah. Tapi setidaknya dia menjawab … Tidak tetap diam seperti yang ia lakukan biasanya … Hyo Ra merasa ada harapan dalam hatinya.

“Aku sudah membuatkan sarapan. Chicken Salad dan jus jeruk. Aku akan menarunya di sini, ya?” Kata Hyo Ra dengan suaranya yang lembut dan menenangkan, penuh dengan cinta yang murni dan kepedulian. Siwon bergeser sedikit untuk mengubah posisinya. Hyo Ra tersenyum, dan berdiri lagi untuk mengambil penampan sarapan. Dia meletakkan penampan di meja samping kursi Siwon.

“Di sini. Jangan lupa di makan ya?” Kata Hyo Ra lagi, ia lalu duduk di kursi panjang lainnya. Hyo Ra gugup sekali, ia menyapu beberapa poninya yang bermain-main dengan matanya, lalu menatap jari-jarinya. ‘Siwon bahkan tidak melihatku sama sekali …’

Sedikit yang Hyo Ra tahu bahwa Siwon sudah turun ketika ia sedang menyiapkan sarapan. Ia yakin, Siwon sudah melihat penampilan baru Hyo Ra. Siwon sangat terkejut. Untuk pertama kalinya, kecantikan Hyo Ra menarik perhatiannya. Siwon diam-diam naik ke atas ketika ia melihat Hyo Ra sudah siap untuk mengantarkan nampan kepadanya, hatinya berdebar karena dia tidak bisa mengalihkan pikirannya dari wajah Hyo Ra.

“Siwon-sshi …”  suara Hyo Ra membawa Siwon kembali ke dunia nyata. Siwon memejamkan matanya, menutupi wajahnya dengan koran. Ini tidak akan baik untuk melihat Hyo Ra sekarang, dia tidak mungkin mampu mengendalikan dirinya untuk menatap perempuan itu. Siwon terus mengulang-ulang sebuah nama dalam benaknya … Yoona, Yoona, Yoona …

Siwon bergumam, tanda bahwa ia mengizinkan Hyo Ra untuk berbicara.

“Mmm .. apakah Kamu memiliki rencana malam ini? Jika tidak ada, tolong jangan membuat satu yang baru ya … aku punya kejutan untukmu … aku ingin mengajakmu ke suatu tempat yang spesial ..” kata Hyo Ra penuh harapan, dengan hati-hati ia mendekati Siwon, dan meletakkan tangannya di atas pahanya, Hyo Ra lalu menggerakkan jarinya lembut. Hatinya berdebar tak karuan menunggu jawaban Siwon. Beberapa detik berlalu dengan diam. Hyo Ra mencoba lagi.

“Hari ini adalah hari ulang tahunmu, dan Aku sangat ingin kita bisa merayakannya bersama … Aku sudah membuat rencana, dan tebak ap-”  kata-katanya berhenti ketika Siwon tiba-tiba berdiri, melipat koran yang ia membaca, dan berjalan masuk ke dalam kamar. Seketika hati Hyo Ra langsung terpecah menjadi jutaan keping.

Mengapa kau begitu ‘kasar’ kepadaku, Siwon-na?

Apakah Kamu sebegitu bencinya padaku?

Air mata Hyo Ra terus merembes keluar saat ia menatap sarapan yang yang ia buat tapi sama sekali tidak di sentuh Siwon. Dia telah berharap dan berharap bahwa Siwon akan sedikit berbeda hari ini, tetapi harapan dan keinginan itu hancur begitu saja ketika Hyo Ra melihat reaksi Siwon.

Apakah malam ini berjalan lancar?

Hyo Ra mengedipkan matanya beberapa kali agar air matanya bisa berhenti. ‘Siwon memang orang yang keras, tetapi ia tidak kejam …’ Hyo Ra mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Hyo Ra mengambil nampan lalu berjalan meninggalkan balkon, dia melihat sekeliling kamar, tapi tak menemukan siapapun disana. Ah, rupanya Siwon telah keluar kamar duluan….

Malam itu, Hyo Ra sedang menyetrika bajunya ketika dia mendengar mesin mobil Siwon yang dinyalakan. Dia segera berhenti menyetrika, dan berlari menuruni tangga menuju pintu. Dia melihat Siwon sedang buru-buru memakai sepatunya.

“Kamu akan pergi kemana Siwon-sshi? Tapi aku .. tapi aku belum siap …” Kata Hyo Ra, suaranya tidak jelas karena ia masih mencoba mengatur napasnya. Siwon tidak menjawab, ia malah berjalan melewati Hyo Ra menuju mobilnya.

“Aku sudah memintamu untuk tidak membuat rencana malam ini kan… apa kau lupa?” Tanya Hyo Ra, lembut seperti biasa. Tangannya menyentuh lengan Siwon. Tapi Siwon hanya melihat ke depan, ekspresinya sulit untuk diartikan.

Siwon sempat melirik Hyo Ra sebentar sebelum ia membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya. Hyo Ra putus asa, dengan cepat ia menghalangi Siwon ketika Siwon hendak menutup pintu. Menempatkan dirinya diantara Siwon dan pintu mobil. Ujung pintu mobil memukul lengannya cukup keras, Hyo Ra bisa merasakan linu yang mulai menjalar diseluruh tubuhnya. Ouhhhh ~

“Siwon-sshi … jangan pergi … Aku sudah membuat reservasi untuk kita berdua di restoran untuk merayakan ulang tahunmu… Aku mohon, Siwon-sshi …” Hyo Ra memohon, matanya yang besar berair menggambarkan rasa sakit dan putus asa yang berbaur. Hyo Ra menatap mata Siwon dengan dalam, berusaha membuat orang itu memahami perasaannya. Siwon langsung memalingkan muka, wajah Hyo Ra yang menyiratkan patah hati terlalu berat baginya untuk ia lihat. Siwon mengambil napasnya dalam-dalam, menggigit bibirnya, dengan sedikit kekuatan, ia mendorong Hyo Ra agar menjauh dari pintu mobil dan menutupnya.

Hyo Ra terduduk lemah di halaman rumahnya, air mata membasahi wajahnya ketika ia melihat mobil Siwon melaju keluar dari gerbang rumah.

Kamu benar-benar membenciku, iya kan Siwon-na? …

Dan aku adalah orang paling bodoh di dunia ini karena mencintaimu …


Siwon tiba di rumah pukul 3 pagi, dan ketika ia masuk, rumah sudah dalam keadaan yang gelap, dia melihat ada sosok yang meringkuk sedang tidur di sofa. Siwon menghela napas. Haishhh ini Hyo Ra … apa lagi yang harus aku lakukan padamu untuk membuat kamu membenciku?

Siwon berjalan perlahan mendekati perempuan yang tertidur itu. Ia menatap kelopak mata Hyo Ra yang mengembung dan wajahnya yang pucat. Hyo Ra baru saja menangis …

Siwon merasa jantungnya berdetak kencang ketika ia melihat bibir merah Hyo Ra yang sedikit terbuka, sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Siwon menelan ludahnya. Hyo Ra itu cantik …

Siwon menutup matanya, mencoba untuk mengontrol apa yang ia rasakan sekarang. Dia tidak seharusnya merasakan perasaan ini pada Hyo Ra, Siwon sudah memiliki Yoona yang begitu ia cintai. Jadi apa yang dia lakukan dengan mengagumi kecantikan orang lain?

Tapi Hyo Ra benar-benar cantik …

Siwon menggelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba keluar dari pemikirannya. Ia berjalan menaiki tangga, meninggalkan Hyo Ra yang masih tertidur di sofa. Siwon sempat terpikir untuk membangunkan Hyo Ra, tapi kemudian ia menyadari kalau melakukan hal baik meskipun hanya seperti itu hanya akan membuat Hyo Ra mengharapkan sesuatu yang lebih darinya.

Siwon langsung masuk ke kamar tidur, tapi ketika ia mau mengambil piyama dari lemari, ia melihat sebuah kotak yang terbungkus indah dan sebuah amplop merah di atas tempat tidur. Karena penasaran, ia melangkah mendekati tempat tidur dan duduk di atasnya lalu mengeluarkan kartu dari amplop merah tersebut. Di bagian depan kartu itu tertulis “A Special Gift For My Beloved Husband”, lalu Siwon membukanya. Di dalamnya, kata-kata itu ditulis dengan tulisan tangan yang begitu cantik dan elegan.

To my beloved Siwon-sshi,

Happy 25th birthday. I wish you all the happiness in the world and May God blesses you always. I’m looking forward to spending more birthdays with you, and I hope you like the gift.

With love,
Hyo Ra.

Siwon mengambil kotak itu lalu menaruhnya di pangkuannya. Hyo Ra … Kamu memberiku hadiah?

Siwon membuka pembungkusnya hati-hati lalu melihat isi dari kotak itu, ia melihat dua kotak kecil di dalamnya. Siwon mengeluarkan keduanya berbarengan, lalu membuka kotak yang berbalut beludru. Di dalamnya, sebuah jam tangan tampak mahal menyilaukan lapisan satin yang lembut. Siwon menyentuh jam tangan itu … jam tangan itu indah .. dan pasti sangat mahal …

Siwon mengambil kotak lain dan membukanya. Kotak itu berisi parfum yang sangat Siwon suka tapi sangat sulit untuk ditemukan. Bagaimana Hyo Ra tahu sesuatu seperti ini?

Siwon memegang kedua hadiah itu sangat erat di kedua tangannya, ia merasa sangat bersalah.

‘Hyo Ra, kenapa kamu harus mencintaiku?’

Aku hanya akan menyakitimu …

Aku tidak bisa mencintaimu, Hyo Ra … tidakkah kamu mengetahuinya sekarang?

Aku sudah membuat janji, dan aku tidak bisa melanggarnya.

Hyo Ra, tolong … jangan biarkan aku menyakitimu seperti ini …

Mata Siwon mulai berair, semua kebaikan dan kesabaran yang Hyo Ra tunjukan padanya sejak mereka menikah berkelebat dalam pikirannya kacau.

Siwon memejamkan matanya, memegang hadiah itu erat agar lebih dekat dengan atinya.

Ketika Siwon membuka matanya, dia melihat Hyo Ra berdiri di pintu kamar, senyum lembut menghiasi wajah perempuan itu.

“Apakah kamu suka hadiah itu” Tanya Hyo Ra lembut. Karena saking kagetnya, Siwon malah melepaskan hadiah-hadiah itu, membiarkan mereka jatuh ke lantai. Siwon langsung berdiri, menyambar piyama dari lemari, dan berjalan melewati Hyo Ra lalu keluar dari kamar, meninggalkan pertanyaan Hyo Ra tanpa jawaban.

Hyo Ra meletakkan tangannya di dada, di hatinya yang sudah sakit. Dia melihat Siwon memegang hadiah itu… dan ia yakin kalau Siwon menyukainya …

Tapi Siwon, kenapa kau tidak mengatakannya padaku?

Hyo Ra berjalan menuju tempat tidur, dan melihat hadiahnya yang berhamburan di lantai. Dengan hati yang sakit, ia mengambil jam tangan dan parfum itu lalu meletakannya kembali ke dalam kotak mereka. Hyo Ra mengambil kartu itu, membacanya sekali lagi, lalu meletakkannya bersama-sama dengan hadiah yang lain di dalam kotak besar. Hyo Ra menghela napasnya dalam-dalam, tidak ada lagi air mata yang bisa diperas keluar dari jiwanya yang sudah terkuras.

Siwon, Kamu bisa mengatakan kepadaku bahwa Kamu menyukai hadiahku …

Atau paling tidak, sebuah terima kasih …

to be continued….

bagaimana ? ? mudah-mudahan suka dan cukup panjang ya . . hhi . sepertinya sebelelum ujian saya akn post satu chapter lagi . . mohon do’anya agar tidak ada halangan . .

makasih banget buat yang uda ngasi komentar di chapter-chapter sebelumnya *hug all*. mian kalo ada yang belum aku bales . .

terakhir jangan lupa ngasi konmentarnya ya , kalo gg keberatan, thumb nya juga boleh ko . . Gomawo semuanya . .

Facebook: Intan Maharani Minoz   – http://www.facebook.com/yeobohangeng

Twitter: @intankyung  – http://twitter.com/intankyung

WordPress:  Han-HyeNa Worldhttp://intankyung.wordpress.com/

25 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 3 of 13)”

  1. Ya ampun!ada ya orang sabar banget kayak hyora . Salut banget sama hyora . Ayo hyora terus berjuang demi mendapatkan cintanya siwon .
    Author daebak ^^

  2. aigo~
    tega sx sih siwon…
    TxT beneran,,Hyo ra sbr bgt jdi org!!! mgkn aq bsa kyk gitu,, tpi tiap mlm psti aq ngurung d kmr trus nangis sejadi-jadinya!!! sqt hti di lakuin kyk gitu…😥

    onni,,part slnjt.a di pnjgn dkt dooooonnnkk~
    Smga sblm ujian bsa publis!!
    *b’doa* Hwaiting buat ujian.a juga ya onni^^

    1. setuju sama komentarnya saeng . .
      Hyo Ra kayanya bukan manusia , *emang bukan , kan fiktif.*
      tapi kalo ada orang yg nyata punya sifat kaya gitu gimana ya ?
      hhi . .

      ne , di usahain ya .
      soalnya , dari sanaya uda segitu . .

      gomawo nae saeng . .

  3. Keren….keren….Daebak deh Saeng ^^
    Bener2 dpt bgt feeLnya🙂 ampe ikutan nyesek pas bagian Siwon pergi ghitu aja ninggaLin Hyo Ra. Pokonya bener2 Daebak deh😀

    Dtunggu Lanjutannya ya🙂
    SeLamat Ujian semoga Sukses ya Saeng ^^
    HWATING😀

  4. hiks…hiks…😥 tu kan padahal dah 2 kali baca, tp tetep aja mataku berairan bacanya,, uhhhhh tipa part bener” menguras emosi yaa… sampai kpn penderitaan hyo ra berakhir,, kacian😦

    ayoo intan… semangat…semangat…. tuk publish lanjutannya low bs mpe 2 part😉😆

  5. onnie sya reader bru dsini. 5f bru bs comment ckrg. Chapter slnjutny dmana y onnie? Coal’ny q cri2 g ktmu2. Ffmu bguz bgt onn..

  6. hiks..aq bnr2 nangis lho bacanya,,,
    hyora bener2 kasian,kapan sih siwon bisa baik ma hyora

    arrgghh,,penasaran,aq mau lanjut part 4 nya dulu y,,,

  7. yg sabar ya hyora. tnang aja, bentar lagi siwon pasti akan luluh. n akan menjadi milikmu seutuhnya. hwaiting🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s