You My Only Boy, Baby … (Part 2)

You My Only Boy, Baby … (Part 2)

Author       : Selly

Genre          : Romance, Friendship

Cast           :

Lee Sunghae

Cho Kyuhyun

Choi Minho

Kim Soeun

Lee Sungmin


You My Only Boy, Baby … (Part 2)


Aku masuk ke dalam rumah, sepertinya semua sudah tidur. Aku membuka pelan-pelan pintu rumah, dan tiba-tiba.

“Wah sepertinya dongsaengku habis berkencan, sampai lupa waktu, bahkan sekarang sudah jam 11” suara Sungmin oppa mengagetkanku yang sedang mengendap-endap masuk ke dalam rumah. Dia adalah kaka laki-lakiku umurnya dan kyu berbeda 2 tahun, tetapi meraka sangat akrab dan kompak. saat ini dia masih menjalankan pendidikannya jurusan seni dan hiburan di Inha University. Dan tentu saja aku sangat menyayanginya.

“Mianhe oppa, tadi kami pergi hanya ke luar untuk berjalan-jalan sebentar. Aku tidak berkencan” jawabku dengan tampang menyesal.

“Apa kalian benar-benar berkencan diluar seperti pasangan normal lainnya?” Sebuah pertanyaan konyol dari Sungmin oppa, apa maksudnya?

“mwo? Pasangan normal? Maksudmu kami pasangan yang tidak normal. Aish kau” kakaku ini memang sering meleku, dan mengomentar gaya berpacaranku dengan Kyuhyun, hem sok tau sekali dia. Padahal dia sendiri belum punya pacar.

“Biasanya kalian hanya berperang didepan PSP. Tadi oema menanyakanmu. Aku bilang kau pergi untuk kerja kelompok di rumah Kim Soeun”

“Aish, kalau oema tau aku bersama Kyuhyun sampai selarut ini pasti dia akan memarahiku. Oppa Gumapta” aku melayangkan ciuman di pipi kiri oppaku yang tampan ini sebelum masuk ke kamarku. Dia berbohong pada oema untuk melindungiku, baguslah.

“Lee Sunghae, mau sampai kapan kau tidur, cepat bangun”. Suara oema menggelegar di pagi hariku ini, ah mengganggu saja, jelas-jelas ini hari minggu aku tidak perlu berangkat sekolah, jadi bebas bermalas-malasan dirumah. Aku hanya mengerutkan dahiku membuka sedikit mataku dan melihat wajah oemaku dengan ekspresi yang sangat menyeramkan, ouh tampangnya seperti dia akan segera membunuhku.

“Araso araso, aku bangun” jawabku sambil meregangkan tubuhku yang kaku. aku segera bangkit dari tempat tidurku, mengambil handuk yang tergantung di balik pintu kamarku dan segera masuk ke kamar mandi, sebelum oema mulai meneruskan ceramahnya di pagi hariku yang cerah ini.

Setelah rapih, aku turun menuju meja makan untuk sarapan bersama appa oema dan oppa

“Sunghae, apa yang akan kau lakukan hari ini?” Tanya appaku yang sedang duduk di meja makan, sambil mengoleskan mentega diatas rotinya.

“Hanya dirumah appa, aku akan melanjutkan tugas sekolah yang harus dikumpulkan besok” jawabku santai

“Yakin kau bisa menyelesaikan tugasmu sendiri, setauku kau selalu kesulitan ketika menyelesaikan tugas-tugas sekolahmu” Kata Sungmin oppa sambil mengambil sepotong roti di depannya. Mengapa oppaku ini selalu meledeku.

“Oppa, kau pikir aku sebodoh itu” Balasku dengan tampang cemberut.

“Apa tugasmu sangat banyak, tugas apa?” Tanya oemaku yang sedang menuangkan susu untuk oppa “Tugas matematika, aku harus mengisi seluruh buku latihan, kurasa seosangnim sungguh keterlaluan, memberikan tugas sebanyak ini, aku bisa geger otak jika harus berhadapan dengan soal matematika” Jawabku sambil menggigit sepotong roti di tanganku. Aku memang sangat benci dengan mata pelajaran yang satu ini. Saat ini aku masih sebagai seorang pelajar tingkat tiga di Inha High School. Sudah sangat lelah rasanya menjadi seorang siswa, aku ingin merasakan bagaimana menjadi seorang mahasiswa seperti oppaku dan juga Kyuhyun.

“Hya… Sunghaeya kenapa kau harus bingung, kekasihmu itu juara olimpiade matematika dan sains, kau hanya perlu memperlakukannya dengan baik” Sungmin oppa sudah sangat sering berkata seperti itu, aku memang selalu meminta bantuan Kyuhyun untuk mengerjakan tugas matematikaku, setidaknya si evil itu sedikit berguna untuk hidupku. Haha keterlaluan memang, tapi dia sendiri tidak pernah menolak untuk membantuku mengerjakan tugas matematika, karena memang dia sangat menyukainya.

“Iya, mungkin lebih bermanfaat jika dia kesini untuk membantuku mengerjakan tugas, daripada mengajaku bermain game”. Jawabku.

Selesai sarapan, aku kembali naik ke kamarku, mengambil ponselku dan mengirim pesan kepada Kyuhyun.

To : My evil

“Yeobo, bisakah kau datang ke rumahku. Tugas matematika ini bisa membuatku pingsan, kau tidak tega kan membiarkan pacarmu yang cantik ini kesusahan dengan tugas matematikanya”

Aku harus bersikap semanis mungkin agar dia mau datang dan membantuku mengerjakan tugas-tugas ini. Lagipula hari minggu seperti ini, apalagi yang akan dia lakukan kalau tidak bermain game, paling dia hanya menonton drama, sungguh tidak bermanfaat, lebih baik kalau dia membantuku kan.

Bounch to you bounch to you, sebuah pesan diterima

“Baiklah, tapi setelah itu kau harus mentraktirku makan. Oke?”

From : My evil

Ah sudah kuduga, dia pasti meminta balas jasa, Cho Kyuhyun kau benar-benar…

To : My evil

“Oke, aku akan mentraktirmu makan, jika kau sampai kerumahku 7 menit dari skarang. MULAI…”

Haha, 1 sama Kyu, kau juga tidak dapat mengalahkanku. Rumahmu memang hanya berbeda beberapa blok dari sini, tapi aku yakin, sepagi ini kau masih diatas tempat tidur, 7 menit mana mungkin kau bisa sampai kesini.

Ting tong.. ting tong..

Suara bel rumahku berbunyi, siapa yang datang, tidak mungkin Cho Kyuhyun datang secepat ini. Aku turun kebawah dan melihat siapa yang datang. Oemaku sedang membukakan pintu,

“Oh Kyuhyun, masih pagi sekali kau sudah datang kesini, apa begitu merindukan Sunghae?, aigoo kurasa uri Sunghae membuatmu sangat tergila-gila” pernyataan oemaku membuat si evil Kyuhyun jadi salah tingkah, haha lucu sekali ekspresinya. aku tidak menghampiri oema dan Kyuhyun. Aku hanya melihat percakapan mereka dari tangga.

“Em, ahjuma, aku kemari karena ada janji dengan Sungmin hyung. Kami akan pergi ke tempat latihan”. Jawab Kyuhyun sambil tersenyum manis pada oemaku

Oppaku memang sangat jago dalam ilmu bela diri seperti karate, taekwondo, bahkan ilmu bela diri tradisional Korea dan Cina juga dikuasainya. Walaupun warna pink mendominasi kamarnya, tetapi karena kemampuannya itu membuat oppaku terlihat sangat manly.

“Oh ayo masuk, kau sudah sarapan? Ayo duduk disini, sarapan dulu sebelum berangkat, apalagi kalian akan latihan keras”.  Jawab oemaku

Kyuhyun duduk bersama di meja makan disamping oppaku, sedangkan aku sedang menonton tv. Hem kulihat keakraban mereka dari sini, sepertinya obrolannya sangat seru. Ah bagaimana aku bisa berkonsentrasi menonton apabila mereka ramai seperti itu. Akhirnya aku hanya mendengarkan obrolan mereka dari sini.

“Kyuhyuna, bagaimana dengan bisnis appamu, baik-baik saja kan?” Tanya appaku kepada Kyuhyun yang sedang melipat roti di tangannya.

“Ye.. Baik-baik saya ahjusi, mereka sedang ada di Busan untuk meninjau daerah sana” Jawab Kyu serius.

Ya, orang tua Cho Kyuhyun mempunyai yayasan pendidikan yang tersebar di beberapa kota, Kyuhyun memang berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan, tidak heran jika didalam rumahnya terdapat banyak sekali medali dan piagam penghargaan, bahkan Ahra onni rela hijrah ke Swiss untuk menempuh pendidikannya. Keluarga Kyuhyun memang termasuk kalangan atas, jika dibandingkan dengan keluargaku lumayan jauh memang, ayahku seorang chairman di perusahaan advertisement yang baru didirikan beberapa tahun lalu setelah ayahku mengundurkan diri sebagai manager dari salah satu bank swasta di Seoul.

Sungmin oppa naik ke kamarnya untuk bersiap-siap ke tempat latihan, appa dan oema juga sedang bersiap-siap pergi untuk menghadiri peresmian café milik sahabat appa. Kyuhyun menghampiriku yang sedang asik didepan televisi.

“Anyeong chagiya..” sapanya sambil tersenyum. “aku sudah sampai bahkan sebelum waktu 7 menit yang kau berikan itu habis itu habis. Berarti aku benar-benar akan ditraktir kan?” lanjutnya sambil beranjak duduk disampingku.

“Araso, tetapi sudah kubilang kau harus membantuku mengerjakan tugas matematikaku dulu”

“Tenang saja, aku akan membantumu menyelesaikan tugas setelah kami pulang latihan” jawabnya dengan santai, mendengar kata matematika sepertinya membuatnya sangat senang.

Sungmin oppa turun dari kamarnya dan menghampiri kami yang masih duduk berdua di sofa.

Namun tiba-tiba kyu berkata “Hyung, aku lupa, seragam latihanku tertinggal. Otokhe?” ekspresinya sangat meyakinkan sangat mengatakan itu kepada oppaku

“Mwo? Cho Kyuhyun kau ini bagaimana bisa ceroboh sekali”. oppa mulai panik karena ini adalah hari pertama Kyuhyun ikut latihan di tempat oppaku.

“yasudah kita kembali kerumahmu dulu untuk mengambil seragamnya, palli”. Aku hanya menatap mereka berdua, dasar cho kyuhyun mengapa bisa melupakan hal penting itu, padahal ini hari pertamanya ikut latihan dengan oppaku.

“Cho Kyuhyuh, mengapa kau ceroboh sekali, padahal kurasa IQ mu cukup tinggi” kataku sambil meliriknya dengan tatapan merendahkan.

“Hyung, siapa bilang seragamku tertinggal dirumah, seragamku hanya tertinggal di mobil, haha…” Jawab Kyuhyun sambil menepuk pundak oppaku. Tertawanya sangat keras, kurasa dia benar-benar puas setelah berhasil mengerjai oppaku yang polos itu.

“Aish, Kyuhyuna, jeongmal…” kata oppaku dengan nada tinggi

“Aku hanya bercanda hyung, jangan hajar aku dengan jurus karatemu itu, jebar”. Balas Kyuhyun sambil tertawa puas dan menganggat tangannya.

Kyuhyun mulai tertarik dengan ilmu bela diri karena Sungmin oppa selalu membicarakan hal ini padanya jika Kyuhyun sedang bermain kerumahku. Daripada setiap hari minggu dia tidak ada aktivitas, akhirnya dia ikut dengan oppa, berlatih bela diri lebih bermanfaat dibanding menghabiskan waktu seharian dikamar dan bermain PSP. Walalupun begitu tentu saja dia tetap tidak akan melupakan PSP kesayangannya.

Mereka berdua sudah berangkat. Sekarang tinggal aku sendiri berada dirumah, apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa mengerjakan tugas matematikaku, itu pasti hanya akan membuatku sakit kepala. Hem baiklah, aku akan menelefon Soeun untuk menemaniku, dia pasti bisa menemaniku pergi keluar untuk sekedar berjalan-jalan, daripada aku menghabiskan waktu di rumah dan hanya menatap buku tugas matematikaku dengan putus asa. Aku menekan tombol ponselku dan menghubungi soeun,

“Yobseo, Soeuna kau bisa datang kesini, aku sendirian dirumah, tidak tau apa yang harus aku lakukan, temani aku ya”.

Soeun sahabatku sejak kecil, dia cantik, baik dan sangat pintar, tapi aku tidak mau memanfaatkan kepintarannya untuk diriku sendiri, kami sellau bersikap professional dalam urusan pelajaran. kami tinggal di kompleks yang sama, rumahnya hanya berbeda beberapa blok dari rumahku.

“Mianhae cingguya, hari ini aku sedang tidak berada dirumah, aku sedang di Jeju, kami sedang menghadiri acara keluarga” Jawabnya dengan nada menyesal

“Jinja? oh, gwaenchana, bersenang senanglah disana, aku akan pergi sendiri saja”. Soeun tidak bisa menemaniku, apa yang harus aku lakukan sendirian?.

“Ne.., jeongmal mianhae” Balasnya.

Ah apa yang harus aku lakukan sekarang baru jam 9 pagi, lebih baik aku pergi keluar untuk mencari udara segar. Em toko buku sepertinya bagus. Aku berganti pakaian dan segera bersiap untuk berangkat. Tak lupa mengunci rumah dan pagar.

Aku membaca beberapa novel remaja mulai dari roman, comedi, bahkan horror. Aku tidak salah memilih tempat, toko buku tetap asik walalupun aku disini sendirian. Tiba-tiba seorang namja menggnggu keasikanku.

“Chogeo… noona aku akan mengambil buku itu” Katanya sambil menunjuk buku yang terhalang olehku

“Oh mianhe, silahkan “ aku menggeser tubuhku kesamping, dia mengambil buku itu dan segera berlalu, tapi saat itu juga aku segera menghentikannya.

“Chakaman…” kataku sebelum ia menjauh

“Chusungeo, sepertinya aku mengenalmu, apa kita pernah bertemu sebelumnya” sapaku pada pria didepanku ini, kira-kira setinggi kyuhyun, em mungkin lebih tinggi sedikit. dia memakai jaket berwarna merah dan topi dengan warna senada yang menghalangi sebagian wajahnya. Pria itu berbalik dan membuka topinya, dan ternyata.

“Minho, kau Choi Minho kan?” Dia mengangkat alisnya dan mengernyitkan matanya menatapku.

***TBC***

Ini part 2 nya. maaf ya mungkin reader bacanya bosen soalnya belum ada konflik juga nih di part ini. Makanya jangan lupa baca part 3 nya ya. maaf banget publishnya lama, sbenernya aku uda kirim sebelumnya. Makasih buat yang uda mau baca fanfict yang super gaje ini. Kalo ada yg suka sama Kyuhyun Sunghee couple, ntar aku bikin fanfict dengan cast mereka berdua lagi. Tapi kalo gasuka sama ni couple, gajadi berati. Yauda deh, autor kebanyakan ngomong jadinya, maaf ya.

Gamsahamnida cinggudeul *bow* J

3 thoughts on “You My Only Boy, Baby … (Part 2)”

  1. ada minho… jadi tambah seru deh… jangan2 ntar si kyu cemburu lagi sama si minho….
    ditunggu lanjutannya ya….

  2. oke, baca terus ya cinggu. em part selanjutnya uda aku post di wp (klik:sujuyongwonhie). nanti aku kirim part selanjutnya ke sini juga. semoga admin mau ngepost. gamsahamnida 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s