Triangel Love Part 5 (NC 17) End

Author                  : Vay ^_^

Cast                       : Shinee, Key, Onew, Jonghyun, Minho, Taemin, B2ST, Dongwoon, Dojoon, Hyun Seung, Junhyung, Yeoseob, Gikwang

Genre                   : Romane, Friends, Family

Length                  : Continue

 

Key POV

Kurasakan seseorang menggenggam erat tanganku. Meskipun aku tidak bisa melihat siapa orang yang menggenggamnya karena mataku yang masih tertutup, tapi aku tahu kalau itu adalah Seung Won. Dengan lemah kubuka mataku perlahan, pandanganku kabur karena belum terbiasa dengan dengan cahaya yang masuk kedalam mataku. Kukerjapkan mataku sampai akhirnya kau bisa melihat dengan jelas wajah seseorang yang sangat aku cintai. Dia tersenyum bahagia padaku, meskipun masih bisa kulihat ada kesedihan disana.

“Gwaenchanayo?” tanyanya sambil membelai wajahku lembut dengan jari-jarinya yang kecil.

“Ye.” Jawabku lirih.

“Mianhae!” Ucapnya hamper menangis.

“SSStttt . . .” kusentuh pipinya yang mulus dengan tanganku. “Aniyo, kau tidak salah. Aku memang pantas mendapatkannya.”

“Mianhamnida!” seorang suster tiba-tiba masuk. “Nyonya, sudah waktunya anak anda minum ASI.” Jelas suster itu.

“Ne.” jawab Seung Won. Kemudian pandangannya beralih padaku, “Aku kembali ke kamar dulu.” Pamitnya.

“Ne.”

Malam harinya, member SHINee datang menjengukku.

“Key, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Onew hyung cemas.

“Hyung, bagaimana keadaanmu?” Tanya Taemin.

“Siapa yang memukulmu?” Tanya Minho, terdengar sedikit nada marah dari ucapannya.

“Kali ini, apa lagi yang kau lakukan Key?” Tanya Jonghyun hyung dengan nada sedikit sinis.

“Tenanglah kalian semua. Gwaenchana, jangan serang aku dengan pertanyaan-pertanyaan kalian.” Ucapku dengan nada sedikit bercanda.

“Bagaimana kami bisa tenang melihat keadaanmu yang seperti ini. Kalau pada netizen tahu, bisa bahaya.” Jelasnya.

“Ceritakan pada kami Key, kenapa kau bisa sampai seperti ini. Dan siapa yang melakukan ini padamu?” Tanya Minho.

“Tenanglah! Semua ini terjadi karena memang aku yang salah. Aku sudah mencampakkan Seung saat dia sedang hamil.”

“Bukankah kalian sudah berbaikan?” sambung Onew hyung.

“Ne. Tentu saja, bukan Seung Won yang melakukan ini semua padaku.”

“Lalu?”

“Dongwoon. Apakah dia yang melakukannya?” Tanya Jonghyun hyung tiba-tiba. Aku kaget dengan pertanyaan Jonghyun hyung. Aku diam tidak menjawab, aku sudah berjanji tidak akan mengungkit masalah ini karena memang aku yang salah dalam hal ini dan aku pantas mendapatkannya. “Arraseo.” Ucapnya. “Baguslah, dia melakukannya padamu. Sudah sejak awal aku ingin melakukannya padamu.” Ucap Jonghyun hyung dengan datar tapi dapat membuat kami semua tertawa.

“Sudahlah, sekarang kau istirahat Key. Jadikan pukulan Dongwoon itu sebagai balasan atas perbuatanmu selama ini.” Ucap Onew hyung bijak.

“Ne, arraseo!”

Keesokan harinya . . .

Kubuka mataku, kurasakan sinar matahari yang dengan bebasnya masuk kedalam kamar rawatku. Kulihat member SHINee yang tertidur di sofa yang berada di sudut ruangan. Mereka terlihat sangat lelah. Tentu saja, karena tadi malam setelah selesai jadwal kegiatan mereka masing-masing selesai. Mereka semua langsung kesini. Seorang suster tiba-tiba datang, sepertinya dia akan memeriksa keadaanku. Kutempelkan jari telunjukku agar dia tidak terlalu berisik. Dia mengangguk mengerti, lalu kemudian memeriksa keadaanku.

“Anda sudah boleh pulang hari ini sajangnim.” Ucapnya.

“Kamsahamnida!” aku mengangguk berterima kasih. Setelah selesai memeriksa keadaanku, dia langsung keluar dari kamar rawatku.

Tidak berapa lama setelah suster itu pergi, Seung Won datang masih dengan menggunakan kursi roda. Aku tersenyum bahagia menyambut kedatangannya.

“Gwaenchanayo?” ucapnya pelan.

“Ne, suster bilang aku sudah bisa keluar hari ini.” Jawabku senang.

“Baguslah, sekarang lebih baik kau ganti bajumu! Lalu kita berkumpul di kamarku.”

“Ne.” aku turun dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi untuk berganti baju dengan baju yang dibawakan Onew hyung untukku. Karena bajuku yang kemarin sudah kotor karena noda darah.

###

Hari ini Seung Won sudah diijinkan pulang oleh dokter. Kami tidak langsung pulang ke Seoul karena harus mengambil barang Seung Won di rumah halmeoninya. Member SHINee yang lain dan Hye Jin nuna membantu kami. Kim Bum berada di pangkuan Hye Jin nuna bersama Onew hyung. Jonghyun hyung, Minho dan Taemin sedang bermain-main di ruang tengah. Sementara aku dan Seung Won naik ke lantai atas menuju kamar untuk membereskan barang-barang miliknya.

“Jadi, selama ini kau tinggal di sini?” tanyaku saat kami masuk ke dalam kamar. Seung Won langsung berjalan menuju lemari baju yang berada di sudut ruangan.

“Ne.” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya padaku.

“Dongwoon . . . dia sering datang kesini?” tanyaku ragu.

“Hampir setiap minggu.” Jawabnya enteng. Aku mendesah mendengarnya. “Apakah dia pernah meninap di sini?” tanyaku lagi ingin lebih banyak tahu. Dia menjawabnya dengan gelengan. Dia berjalan mendekat ke arahku dengan setumpuk baju di tangannya yang kemudian dia simpan di koper yang berada di atas tempat tidur lalu kembali menuju lemari baju.

“Aku sudah selesai, ayo kita berangkat sekarang.” Ucapnya membuyarkan lamunanku. Kuambil koper besar berisi pakaian Seung Won lalu membawanya ke lantai bawah.

“Kalian sudah selesai?” Tanya Onew hyung saat melihat kami menuruni tangga.

“Ne.” jawabku.

“Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang. Hari sudah sore, jangan sampai kita kemalaman di jalan.” Ajak Hye Jin nuna sambil keluar rumah. Tetap dengan Kim Bum berada di pangkuannya.

Kami menggunakan 3 mobil yang berbeda. Mobilku, Onew hyung dan Jonghyun hyung. Aku tentu saja bersama Seung Won, Onew hyung bersama Hye Jin nuna, dan Jonghyun hyung bersama Minho dan Taemin.

“Kim Bum aku yang bawa.” Ucap Hye Jin nuna tanpa meminta ijin terlebih dahulu padaku atau Seung Won. Dia langsung masuk kedalam mobil.

“Hyung, sepertinya Hye Jin nuna sudah ingin mempunyai anak.” Celetuk Jonghyun hyung. Kulihat wajah Onew hyung dan Hye Jin nuna yang bersemu merah. Kami tertawa melihat mereka yang malu.

“Sudahlah, ayo kita berangkat sekarang!” ucap Onew hyung sambil berlalu masuk ke dalam mobilnya. Sementara kami masih tertawa. “Ya! Kalian mau tertawa sampai kapan?” marah Onew hyung dari dalam mobilnya. Kami semua masuk kedalam mobil, masih dalam keadaan tertawa.

Seung Won POV

Akhirnya kami sampai di Seoul setelah menempuh perjalanan selama 4 jam.

“Kalian tidak akan mampir dulu?” tawarku pada mereka.

“Ani, kami tidak mau mengganggu kalian.” Jawab Hye Jin eonni sambil memberikan Kim Bum ke pangkuanku.

“Gomapseumnida, kalian sudah membantu kami.” Ucap Key sebelum mereka semua pergi.

“Ne.” jawab mereka kompak.

Setelah mengantar kepergian mereka, aku membawa Kim Bum masuk ke dalam rumah sementar Key membawa koper-koper berisi barang-barangku. Saat aku masuk kedalam rumah, kutahan napasku berusaha meredam emosi yang akan meledak saat melihat keadaan rumah yang sudah seperti kapal pecah.

“Jagi . . .!” kudengar suara Key di belakangku. Dia langsung menutup kedua mataku dengan tangannya. “Jangan lihat! Lebih baik sekarang kau langsung masuk ke dalam kamar saja bersama Kim Bum, kalian pasti lelah.” Bisiknya di telingaku seraya menuntunku masuk ke dalam kamar. Kemudian dia langsung keluar kamar lagi. Kuhela napasku panjang. Aneh, bukankah dia orang yang sangat tidak bisa kotor?

Setelah menyiapkan alas tidur untuk Kim Bum, kubaringkan dia di tempat tidur kami-aku dan Key. Lalu kemudian aku pun turut berbaring di sampingnya. Aku masih mendengar suara-suara ribut di luar kamar. Tapi tak kupedulikan, aku sudah terlalu lelah.

Matahari pagi membangunkan tidurku. Kulihat Key masih tertidur di samping Kim Bum. Tubuhnya menyamping menghadap ke arahku. Melihat wajahnya di pagi hari saat aku membuka mata adalah pemandangan indah yang sudah sangat lama aku rindukan. Tubuh kami terhalang oleh Kim Bum yang masih tertidur dengan nyenyaknya di antara kami. Kutelusuri wajah Key dengan ujung jariku. Mulai dari kening, hidung, bibir sampai dagunya yang lancip.

“Saranghae.” Bisikku.

“Nado.” Tiba-tiba Key membuka matanya dan tersenyum ke arahku. Membuatku terkejut.

“Ya! Kau membuatku kaget. Hamper saja aku berteriak.” Marahku dengan suara kecil karena tidak ingin membangunkan Kim Bum.

“Mianhae! Hari ini kita akan jalan-jalan, kita beli keperluan Kim Bum. Ottohkae?” aku mengangguk senang. Setelah mencium kening Kim Bum dan mengecup sekilas bibir suamiku, aku langsung beranjak menuju kamar mandi.

###

Sudah sebulan aku kembali dan Kim Bum pun sudah semakin besar. Pipinya gembul dan bibirnya kecil. Sangat imut sekali. Semenjak kehadiran Kim Bum, pekerjaan rumahku menjadi bertambah. Tapi karena aku menikmatinya, rasa lelah sama sekali tidak terasa. Key menjadi sangat perhatian padaku dan Kim Bum.

Kegiatan mencuci piringku terhenti karena mendengar tangis Kim Bum di kamarnya. Aku segera mencuci tanganku lalu beranjak menuju kamar Kim Bum.

“Aigo . . . Kim Bum-ah, kau sudah bangun rupanya.” Aku segera menggendongnya. Ketika sedang menenangkan Kim Bum dari tangisnya, terdengar telpon di ruang tengah bordering. Dengan Kim Bum masih berada di gendonganku, aku segera keluar kamar Kim Bum lalu mengangkat telepon.

“Yeoboseyo!”

“. . .”

“Kalau begitu jemput aku!” pintaku sedikit merengek.

“. . .”

“Mwo? Waeyo?”

“. . .”

“Arraseo!”

Klik.

Aku segera menyimpan telpon ke tempatnya.  Lalu segera ke kamar Kim bum untuk mengganti bajunya. Key meminta kami untuk datang ke acara GDA, dia ingin aku dan Kim Bum datang kesana. Tapi dia tidak bisa menjemput kami karena dia harus melakukan perform. Kupilih gaun yang pertama kali Key belikan untukku. Gaun panjang berwarna biru muda tanpa lengan. Kusanggul rambutku dengan asal namun tetap membuatku terlihat manis. Kupoles wajahku dengan make up tipis. “Aku tidak terlihat seperti yeoja yang sudah mempunyai anak kan?” gumamku pada diriku sendiri. Setelah siap, aku menelpon taksi. Aku tidak mungkin naik bis dengan menggunakan gaun seperti yang aku pakai sekarang bukan?

Dalam waktu 30 menit, aku sudah sampai di tempat diselenggarakannya GDA. Saat aku turun dari taksi, aku mencari sosok Key. Karena tadi aku memintanya untuk menjemputku. Tapi bukan Key yang aku temui, melainkan DIA. Aku lihat dia bersama member B2ST yang lain. Pandangan kami bertemu, kupaksakan senyum padanya meskipun rasanya benar-benar sangat canggung. Tapi dia tidak membalas senyumku, namun tiba-tiba dia berjalan mendekatiku. Apa yang harus aku lakukan? Aku berusaha bersikap biasa, agar tidak terlihat gugup di depannya.

“Sepertinya kau kerepotan.” Ucapnya langsung mengambil tas bayi milik Kim Bum dari tanganku. Aku kaget melihatnya. “Ya! Mau sampai kapan kau berdiri di situ? Kau tidak kasihan pada anakmu. Lihat, dia sudah kedinginan.”

“Ne.” jawabku gugup. Aku segera masuk ke dalam gedung mengikuti langkahnya bersama member B2ST yang lain.

“Nuna!” kulihat seseorang berlari ke arahku dan melambaikan tangannya padaku. Meskipun aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, karena jarak kami yang cukup jauh. Tapi mendengar suara cemprengnya saja sudah bisa kutebak kalau itu adalah Taemin. Magnae SHINee.

“Ya! Mana hyungmu? Tadi dia berjanji akan menjemputku di depan.” Marahku padanya.

“Mianhae nuna! Kami baru saja selesai perform.” Sesalnya. “Key hyung tidak bisa menjemputmu, jadi dia memintaku untuk menggantikannya. Kaja, Key hyung sudah menunggumu.” Ajaknya.

“Chakkamanyo!” cegahku. Kuhampiri Dongwoon, “Dongwoon-ah, gomawo!” ucapku sambil membungkukkan badan seraya meminta tas Kim Bum dari tangannya. Lalu kuserahkan pada Taemin. Aku yakin saat ini Dongwoon sedang menatap kepergianku dari sana. Taemin mengajakku ke back stage. Banyak artis dan penyanyi yang menatap heran sekaligus aneh padaku. Tapi tidak kupedulikan, aku terus berjalan mengimbangi langkah Taemin. Akhirnya kami sampai di sebuah ruangan. Taemin membuka pintu ruangan itu. Bisa kulihat ruangan itu benar-benar sangat berantakan dengan kostum-kostum dan barang-barang milik para member SHINee.

“Aigo . . . keponakanku akhirnya datang juga.” Teriak Hye Jin eonni saat melihatku masuk. Dia langsung mengambil Kim Bum dari pangkuanku. Sementara aku langsung mendekati Key. Dia langsung melingkarkan tangannya di pinggangku lalu mengecup singkat bibirku.

“Kenapa kau baru datang?” tanyanya lembut.

“Salah kau sendiri karena menghubungku mendadak.” Kesalku.

“Mianhae! Neo, neomu yeoppo!” pujinya dan berhasil membuat wajahku bersemu merah.

“Key, kaja!” ucap Onew oppa tiba-tiba.

“Ne, hyung!” jawab Key. “Kaja!” ucapnya seraya menarik tanganku.

“Eodi?” tanyaku heran.

“Sudah saatnya pengumuman pemenang.”

“Kim Bum?” tanyaku khawatir.

“Titipkan pada Kim nuna saja.” Aku mengangguk setuju.

Key menggenggam tanganku saat memasuki Hall Room. Banyak pasang mata yang melihat ke arah kami. Para wartawan pun banyak mengambil foto kami berdua. Bahkan kurasakan tatapan membunuh dari para Shawol yang melihat kami. Aku yakin, beberapa menit lagi berita heboh akan segera keluar. ‘Key SHINee Membawa Seorang Yeoja ke Acara GDA’. Aku tidak sanggup membayangkan seberapa hebohnya berita ini nanti.

“Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja.” Bisiknya tepat di telingaku. Aku mulai merasa tenang, dan kuangkat kepalaku memberikan senyuman manis kepada para wartawan.

Saat akan masuk ke dalam Hall Room, secara tidak sengaja kami bertemu dengan Dongwoon dan member B2ST yang lain. Untuk beberapa saat dia menatap kami, pandangannya tertuju pada tangan kami yang saling bergandengan, lalu dia langsung masuk ke dalam Hall Room.

“Dan pemenang Golden Disk Award tahun ini adalah . . .” ucap Yonghwa-ssi sebagai MC. Kurasakan genggaman tangan Key semakin keras. Aku juga melihat ketegangan di wajah member SHINee yang lain. Onew oppa juga melakukan hal yang sama pada Hye Jin eonni seperti  yang Key lakukan padaku.

“SHINee . . .!!” teriak Yonghwa-ssi dan Yuri-ssi bersamaan. Semua member SHINee bersorak gembira, termasuk aku dan Hye Jin eonni. Mereka semua naik ke atas panggung untuk menerima piala penghargaan mereka. Semua member SHINee satu persatu mengucapkan rasa terima kasih mereka. Dan sekarang adalah giliran Key.

“Aku benar-benar tidak menyangka, tahun ini kami akan menang. Mengingat semua masalah yang terjadi selama satu tahun belakangan ini. Aku ingin berterima kasih, tentu saja kepada Tuhan yang masih memberikanku kesehatan dan kebahagiaan. Lalu keluargaku yang selalu mendukung karirku. Keluargaku SM dan SHINee. Dan yang terakhir, kupersembahkan penghargaan ini untuk istriku yang sudah memberikan hadiah terindah selama hidupku.” Semua diam termasuk aku, saat mendengar Key melakukan pernyataan itu. Aku tidak menyangka Key akan melakukan itu sekarang. Dia sudah pernah bilang akan mempublikasikan keberadaanku dan Kim Bum, tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau ini adalah waktunya. Kurasakan semua pasang mata melihat ke arahku. Tapi dengan cepat suasana kembali normal. Yonghwa-ssi langsung mengambil alih acara. Tapi masih bisa kudengar bisikan-bisikan di antara para artis yang membicarakan aku.

Setelah acara selesai, para wartawan langsung menyerbu kami meminta penjelasan.

“Aku akan melakukan konferensi pers hari Senin nanti. Aku akan menjelaskan semuanya di sana. Jadi, untuk saat ini aku tidak akan memberikan pernyataan apapun.” Ucap Key, lalu langsung menarik tanganku menuju back stage.

Sesampainya di rumah, aku langsung menidurkan Kim Bum di kamarnya. Lalu masuk kedalam kamar kami-aku dan Key-melalui pintu yang menghubungkan kamar Kim Bum dengan kamar kami. Saat aku masuk, kulihat Key sedang berganti baju. Aku langsung berjalan menuju meja rias untuk menghapus make up di wajahku.

“Key, kenapa kau melakukan itu?”

“Mwo?” tanyanya, aku tahu dia hanya pura-pura tidak mengerti.

“Jangan pura-pura tidak mengerti seperti itu Key. Pernyataanmu tadi.” Kesalku.

“Oh . . . kau jangan salah sangka. Aku sudah membicarakannya dengan manager hyung juga dengan Soo Man seongsaenim. Dan mereka setuju. Lagi pula, sampai kapan kau mau bersembunyi dari publik?”

“. . .” aku diam, mencerna kata-kata yang Key ucapkan barusan. Aku berjalan menuju lemari baju dan mengambil baju tidurku. Lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju. Saat aku keluar dari kamar mandi, Key sudah berada di atas tempat tidur. Dia sedang bersender di kepala tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Aku berjalan mendekatinya lalu duduk di sampinya.

“Tapi kenapa kau tidak membicarakannya dulu denganku?” lanjutku menyambung obrolan kami tadi. Dia menyimpannya ponselnya di atas meja kecil yang berada di samping tempat tidur. Lalu menatapku.

“Mianhae! Aku juga baru memikirnya tadi saat sedang bersiap-siap melakukan perform.”

“Tapi . . .” belum sempat kuselesaikan kalimatku, Key menempelkan telunjuknya di bibirku. Dia menatapku mataku dengan lembut. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke arahku, aku tahu apa yang di inginkannya. Dan sebagai istri yang baik, aku pun harus memberikannya. Kini sudah tidak ada lagi jarak antara kami. Key sudah mendaratkan bibirnya di bibirku lalu melumatnya dengan lembut. Jujur, aku sangat merindukan perlakuannya ini. Semakin lama, ciumannya semakin dalam. Bahkan kini lidahnya sudah bersarang dengan indah di dalam mulutku. “Hhh . . . Key . . .” aku mulai mendesah dengan perlakuannya. Entah sejak kapan, tapi kini aku sudah tidak memakai gaun tidurku. Hanya bra dan celana dalam yang masih tertanggal di tubuhku. Key terus menghujaniku dengan ciuman-ciumannya. Aku benar-benar merindukannya. (NC-nya bayangin sendiri). Malam itu kami benar-benar melepas kerinduan kami. Entah berapa jam kami melakukannya, yang jelas saat aku bangun di pagi hari. Aku merasakan seluruh badanku pegal-pegal.

###

Hari ini kami akan melakukan konferensi pers tentang pernyataan Key saat acara GDA. Kim Bum aku titipkan pada Hye Jin eonni dan Onew oppa. Banyak wartawan dan para Shawol yang hadir di tempat acara konferensi pers kami. Aku sangat gugup dan takut, bagaimana tanggapan para Shawol nanti. Aku takut mereka akan marah padaku dan menjadi antis SHINee. Aku pasti akan merasa sangat bersalah.

“Tenanglah!” bisik Key sebelum kami masuk ke dalam ruangan konferensi pers. Aku mengangguk meyakinkan Key bahwa aku baik-baik saja, walau sebenarnya aku sangat tidak baik-baik saja. Key menarik tanganku memasuki ruangan konferensi pers, teriakan para Shawol dan kilatan-kilatan cahaya yang berasal dari kamera para wartawan menyambut kami.

“Annyeonghaseyo!” ucap Key menyapa semua orang di ruangan itu, begitupun denganku. “Aku di sini hanya akan menjelaskan tentang pernyataanku kemarin di acara GDA. Maaf, tapi aku tidak akan menerima pertanyaan. Apapun itu, jadi dengarkan aku baik-baik.” Jelas Key, sesaat kemudian suasana ruangan menjadi sangat hening. Semua pasang mata, fokus menatap kami. “Sebenarnya, aku memang sudah menikah. Yeoja yang kini berada di sampingku ini adalah istriku. Namanya adalah Park Seung Won.” Key menatapku sambil tersenyum. Aku membalasnya. “Kami menikah di saat usia kami 20 tahun. Dan kini kami sudah memiliki seorang anak yang masih berumur 1 bulan. Kami menikah karena kami saling mencintai dan aku tidak mau orang lain memilikinya selain aku.” Key diam sejenak dan matanya menatap para Shawol yang terlihat sangat tidak rela mengetahui pernikahan kami. “Dan aku juga ingin meminta maaf kepada para Shawol, karena aku sudah membohongi kalian selama ini. Aku mohon, jangan benci istriku karena dia tidak pantas untuk dibenci. Kalian boleh benci ataupun tidak suka, tapi lakukan itu padaku. Jangan istri atau anakku, mereka tidak bersalah. Percayalah, kalian akan tetap berada di hatiku dan di hati member SHINee yang lainnya.” Aku menunduk menahan tangis saat mendengar pernyataan Key. “Kamsahamnida!” ucap Key lalu membungkukkan badannya. Dia langsung menarik tanganku tanganku keluar ruangan diikuti manager SHINee.

Setelah acara konferensi pers, aku dan Key menjadi topik utama di berbagai media. Banyak yang mencerca kami dan menjadi anti fans SHINee. Tapi tidak sedikit pula yang mendukung kami. Pro dan kontra tentang hubungan kami masih menjadi HOT TOPIK di berbagai media selama berminggu-minggu. Tapi Key dan aku sepakat untuk menjadikannya sebagai pelajaran untuk kami.

Dan mengenai Dongwoon, beberapa hari setelah konferensi pers dia mendatangi kami. Dia datang untuk meminta maaf pada key soal perlakuannya pada Key tempo di rumah sakit. Dia sudah bisa menerima kenyataan bahwa aku dan Key tidak bisa berpisah. Key dan Dongwoon kembali menjadi sahabat. Namun tetap saja, Dongwoon mengancam Key akan merebutku kembali dari tangannya bila dia menyakitiku lagi.

Ini adalah akhir cerita yang bahagia, tapi masih banyak berbagai hal yang harus aku dan Key hadapi dalam kehidupan rumah tangga kami di masa yang akan datang.

THE END

Iklan

6 thoughts on “Triangel Love Part 5 (NC 17) End”

  1. hehhe..ga tau mu komen pa,,
    langsung lompat ke ending seh bacanya..
    aq baca dari pertama dulu ya,,baru nti komen a ge..
    hehhehe

  2. Mian comment sekalian disini, aku baru nemu ff ini..
    FF-nya keren..
    Ada after story-nya dong, author-ssi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s