You are My Destiny (Chapter 4 of 13)

Halooo . Hai . Hai . Anneyong . . Apa Kabar ? ? Ada yang merindukan aku ? hihi #plak . Aku datang untuk memenuhi janjiku post ff sebelum UN . Aku minta maaf gg bisa menuhin permintaan kalian post 2 ato 3 chapter , soalnya waktu buat UN mepeet banget , jadi aku juga harus bikin persiapan buat UN . mudah”an chapter ini memuaskan . hhhi .

Aku juga mau minta maaf buat semua admin/author sama reader tercinta kalau” selama ini aku punya salah . maafin ya . aku juga minta do’anya , senin besok 18 April 2010 sampai kamis 21 April 2010 aku Ujian Nasional . mudah”an semuanya lancar , pengawasnya gg pada killer . amin . Gomawo semuanya . Jangan lupa tinggalin komentarnya ya . . Anneyooong . .

Sudah dua hari ini Siwon tidak pergi ke kantornya. Dia sedang tidak sehat. Ia merasakan perutnya sakit luar biasa seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Dan rasa sakit itu mulai menjalar ke hatinya, dan ia tidak punya tenaga untuk melakukan apa pun, bahkan hanya berdiri sekalipun. Lambungnya bermasalah, itu akibat dari telat makan dan tidak memakan makanan yang benar.

Hyo Ra juga tinggal di rumah untuk menemaninya. Dia sengaja meminta izin libur satu hari untuk merawat Siwon yang sedang sakit, karena ia tidak tahan melihat suaminya menggeliat kesakitan sendiri. Hyo Ra berpikiran, meskipun ia pergi untuk bekerja, ia pasti akan tetap mencemaskan Siwon terus-menerus dan tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.

“Siwon-sshi … hari ini kau mau makan apa? Nanti akan aku masakan … kau harus makan sesuatu sebelum minum obat..” kata Hyo Ra dengan suara lembutnya pada Siwon yang malah memunggunginya. Siwon terus menekan-nekan perutnya dengan tangannya sendiri, dan itu membuat Hyo Ra merasa kasihan pada suaminya. Dia menyentuh bahu Siwon, berusaha agar Siwon mau berbalik menghadapnya, tetapi Siwon dengan kasar malah menepis tangan Hyora. Hyo Ra menunduk. ‘Bahkan ketika kau sakit, kau masih membenciku, iyakan Siwon-na?…’

“Aku bisa makan sendiri. Jangan memaksaku!” Saut Siwon dengan suara kerasnya. Hyo Ra mendesah. Siwon, kau begitu keras kepala …

“Tapi kau tidak makan sejak semalam … lambungmu akan semakin bertambah parah … aku mencemaskannya..”

“Aku seorang pria dewasa. Aku tahu bagaiman cara mengurus diriku sendiri. Aku sudah merasakan ini sebelumnya, dan ini tidak seperti aku akan mati …” jawab Siwon sinis. Hyo Ra menggigit bibirnya.

“Jika kau memang bisa mengurus dirimu sendiri dengan baik, lantas mengapa kau memiliki penyakit lambung? Itu karena kau selalu telat makan, iya kan?” balas Hyo Ra, tapi masih dengan suaranya yang begitu lembut dan tetap sabar.

“Apa yang kau perdulikan, aku makan atau tidak, itu urusanku …” Siwon membalas Hyo Ra kembali.

“Aishhh … kau itu suamiku, tentu saja aku peduli. Kau kesakitan seperti itu, tapi aku sama sekali tidak bisa melakukan apa pun mengetahui bahwa kau sedang sakit seperti ini …”  Hyo Ra menjawab jujur ​​saat ia meletakkan semangkuk bubur yang telah ia pegang pada meja di samping tempat tidur.

“Jika aku begitu merepotkanmu, maka biarkan aku sendiri. Aku tidak butuh kau di sini. Dan aku tidak ingin kau di sini.”

Hyo Ra sangat terkejut dengan kata-kata kasar Siwon. Dia merasa hatinya terpecah menjadi potongan-potongan kecil saat ia mendalami arti di balik kata-kata Siwon. Mungkin Siwon pikir aku merasa terbebani merawat dia …

“Siwon-sshi … aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk …”

“Hentikan. Cukup. Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi.”

“Aku benar-benar minta maaf, Siwon-sshi … Aku…”

“Aku bilang cukup ya cukup.!!”

Hyo Ra mencoba memegang tangan Siwon, tapi Siwon menepisnya, tubuhnya meringkuk di ujung tempat tidur. Hyo Ra pikir Siwon sangat kekanak-kanakan mencoba mengabaikannya seperti ini. Hyo Ra tersenyum karena dia tahu ketika Siwon sedang sakit, dia menjadi sangat sensitif. Aigooo … benar-benar seperti anak kecil …

Hyo Ra berdiri dan berjalan ke sisi lain tempat tidur, berlutut di depan Siwon, menghadap ke arahnya.

“Aku akan turun sekarang. Jangan lupa makan ya!” Hyo Ra menyentuh hidung Siwon dengan jari telunjuknya, lalu Hyo Ra menirukan muka Siwon yang sedang cemberut, membuat laki-laki itu memicingkan mata padanya.

Awww … Siwon begitu lucu cemberut seperti itu …

Hyo Ra melihat bantal tidur Siwon yang mulai melorot di sisi tempat tidur, itu sangat berbahanya karena membuat Siwon hampir jatuh ke lantai. Ia mengulurkan tangan untuk memperbaiki posisi tidur Siwon, tetapi Siwon hanya menatapnya tajam yang berarti ia tidak ingin dibantu. Hyo Ra mengangkat bahu. Jika itu yang kau inginkan Siwon-na …

Ketika Hyo Ra akan turun tangga, ponsel Siwon berdering dari dalam ruang kerja. Hyo Ra bergegas untuk mengangkat telepon, ia tahu kalau Siwon tidak akan bisa mengangkat telepon dengan dirinya sendiri. Hatinya hampir berhenti berdetak ketika ia melihat nama di layar ponsel. ‘My Jagiya Yoona’?

Hyo Ra berjalan kembali ke tempat Siwon, dengan telepon Siwon yang masih berdering di tangannya. Mata Hyo Ra terus menatap layar itu. Hyo Ra berdiri di depan Siwon, dan memberikan telepon itu kepadanya. Siwon menatap wajah Hyo Ra yang kosong, alisnya terangkat, mencari tahu apa yang menyebabkan ekspresi wajah Hyo Ra berubah.

“Ini. Ponselmu. Yoona Jagiya-mu menelepon.”

Kata-kata Hyo Ra membuat Siwon membeku. Ia mengambil telepon dari tangan Hyo Ra yang terulur, dan terus menatap Hyo Ra saat dia berjalan dengan cepat lalu keluar dari kamar.

Ketika Hyo Ra akhirnya tiba di anak tangga terakhir, ia masih bisa mendengar ponsel Siwon berdering keras, panggilan itu tak terjawab.

“Siwon-sshi, boleh aku bertanya sesuatu?” Kata Hyo Ra hati-hati, sambil menatap wajah dingin Siwon. Hyo Ra tidak memperdulikan apakah Siwon mau menjawab atau tidak, jadi ia terus melanjutkan kata-katanya. “Siapa ‘My Jagiya Yoona’ yang menelepon hari itu? Apakah pacarmu?” tanya Hyo Ra begitu hati-hati. Suaranya sedikit gemetar karena menahan gugup dan ketakutan. Siwon yang sedang menyisir rambutnya, meletakkan sisir itu dan memandang tajam ke arah Hyo Ra. Wajah Siwon yang menakutkan hampir membunuh Hyo Ra … Tuhan, dia begitu menakutkan …

“Kamu tidak perlu tahu.” Siwon menjawab singkat, berusaha untuk mengakhiri percakapan. Dia menatap bayangannya di cermin, dan melihat Hyo Ra menunduk sambil menggigit bibirnya sendiri, jelas sekali Hyo Ra masih memiliki banyak kata-kata yang ingin ia ungkapkan. Siwon berjalan menuju pintu, tapi kata-kata yang diucapkan Hyo Ra selanjutnya membuatnya berhenti dan berbalik dengan mimik wajah yang sangat menakutkan.

“Mmm … apakah ‘My Jagiya Yoona’ adalah perempuan yang aku lihat berjalan bersamamu di luar mall waktu itu? Benarkan? … Dia cantik…”

Siwon berjalan menuju Hyo Ra, menghentikan langkahnya langsung di depan orang itu. Hyo Ra menelan ludah, ketakutan.

“Kau memata-matai aku?” Suara Siwon benar-benar dingin, sedingin es.

“Tidak, tidak seperti itu. Aku hanya kebetulan melihatmu, karena saat itu aku sedang meletakkan belanjaan ke dalam mobil. Ingat ketika orangtuamu dan Minho datang untuk makan malam? Itu adalah hari itu … aku tidak bermaksud untuk memata-matai mu …” Hyo Ra menjawab gemetar, kakinya hampir tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.

Siwon marah. Ia tidak suka akan hal ini.

“Aku tidak suka kau mencampuri hidupku. Dengan siapa aku pergi, dan apa yang aku lakukan, itu bukan urusanmu. Dan satu hal lagi, jika kau berniat untuk memberitahu orang tuaku atau orang lain tentang hal ini, kau hanya harus tahu apa yang akan aku lalukan padamu. Aku tidak pernah memukulmu sebelumnya, jadi jangan biarkan aku untuk memulainya, kau mengerti??” Suara Siwon dingin, suaranya terkesan mengancam membuat gigi Hyo Ra bergetar. Hatinya berdebar begitu keras.

“Aa… aku mengerti.”

“Hmm .. Bagus.”

Siwon melangkah mundur dan berbalik ketika ia mendengar suara Hyo Ra lagi.

“Aaa .. Siwon-sshi ..”

“Haaah .. apa lagi???!” Suara keras Siown terdengar seperti sebuah guntur. Hyo Ra menguatkan dirinya dengan berpegang pada meja rias dengan kedua tangannya.
Hyo Ra tahu Siwon melihat tajam ke arahnya. Hyo Ra merasa takut menyelimuti tubuhnya, tapi ia terus mengingatkan dirinya sendiri kalau dia perlu untuk melawan sikap pengecutnya dan melakukan apa yang dia harus lakukan dan mengatakan apa yang harus dia katakan.

“Jika benar kalau perempuan itu adalah pacarmu, maka ceraikan aku dan menikahlah dengannya. Ini tidak akan baik untukmu jika kau pergi bersamanya ketika kau masih menikah denganku, apa yang akan dikatakan orang lain tentang kau? Dan akan berbahaya jika rekan kerjamu tahu tentang ini … bagaimana jika mereka melihatmu dengan dia di luar dan mengatakannya pada orang tuamu? Aku bisa menutupinya, tapi akan lebih baik jika kau menikahinya dan menceraikanku. Aku tahu kau menginginkannya, iya kan??!” Kata Hyo Ra. Suaranya bergetar, campuran dari kesedihan dan ketakutan. Hyo Ra mencengkeram meja rias lebih kuat, karena ia merasa kekuatannya melenyap.

Siwon mengepalkan tangannya. Jadi sekarang dia pikir dia sudah bisa untuk mengomentariku …

Siwon berjalan menuju Hyo Ra, dan berdiri tepat di belakangnya. Dia bisa melihat mata Hyo Ra yang berkaca-kaca di cermin.

Hyo Ra bisa merasakan napas panas Siwon di tengkuk nya. Dia merasa seperti dia akan mati tepat pada saat itu … ia memejamkan matanya erat-erat.

“Ceraikan aku dan menikahlah dengannya, Siwon-sshi … itu untuk kebaikanmu sendiri …” tambah Hyo Ra, suaranya nyaris tak terdengar. Hyo Ra tahu ia sedang menandatangani surat kematiannya sendiri.

“Sejak kapan aku memintamu berpendapat tentang aku???? Baru beberapa detik yang lalu aku memintamu untuk mengurusi urusanmu sendiri, dan sekarang kau ikut campur dalam urusanku lagi??? Apa kau tidak mengerti apa yang aku katakan, apa kau bodoh? Kau benar-benar ingin membuat aku marah, iya kan ???!!” Teriakan Siwon membuat telinga Hyo Ra sakit. Hyo Ra meringis, tubuhnya gemetar.
Siwon meletakkan mulutnya di dekat telinga Hyo Ra, kali ini ia berbisik perlahan tapi mengancam.

“Jika aku mendengar kau berbicara tentang ini sekali lagi, aku bersumpah kau akan menyesali hidupmu. Kau mengerti?” Hyo Ra mengangguk dengan buru-buru, hatinya berdebar menahan sakit di dadanya.

Keesokan harinya, Hyo Ra tidak pergi bekerja. Teriakan  dan ancaman Siwon sudah cukup untuk membuat dia terbaring lemah di bawah selimut sepanjang hari, tubuhnya hangat karena demam yang ia rasakan.

Iklan

47 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 4 of 13)”

    1. hhi .
      kita sama . .
      aku suka cerita yang cas cewenya rada menderita . #plak .

      aiggo , siwon jangan dipanggil ahjussi . kasian . hareboeji ajj .
      kekeke

      gomawo ya uda baca .

      ne , AMIN ..

  1. loh ? bukannya itu yg siwon mau ya?? Hyo Ra minta cerai dr Siwon, Siwon bersikap singin juga bukannya supaya Hyo Ra menceraikannya ?.. tp kenapa Siwon malah marah pas Hyo Ra minta cerai ??
    aahh.. UN yaa ??
    sama…
    lama deh nunggu next part-nya..

    kiita sama-sama berusaha chingu..!!
    Hwaiting buat UN taun ini..!!

    1. Yoora itu nama koreamu atao asli ?
      nama koreaku ada 2 , Choi Hyena sama Park Yoora .
      kita sama ya . #gakadayangnanya
      hhe

      ne , lanjutannya aku usahain abis UN .
      ssip , hwaiting . .
      semoga kita bisa LULUS UN , AMIN .

  2. SIWON TEGA!!!!!!
    *TERIAKPAKETOA*

    SIWON NYEBELIIIIIINNN!!!!
    *CAPSLOCKAKTIFTERUS*

    SIWON!!!!! ap ya???
    AAAAARRRRGGGHHH!!!!! POKOKNYA DIA RAJA TTTEEEEEGGGAAAAA!!!!! GAK PEDULI PERASAAN HYO RA!!!

    😦 padahal hyora da sesabar mungkin…

    ps: Hwaiting onni buat UN.a ya^^ Jia You!!! gege mendukung :pp khekhekhe

    1. aigoo , tadi wonpa sms , katanya dia lg ke dokter THT gra” kupingnya sakit .
      hhi

      waa , ini belum apa” saeng-ah , masih scene yg lebih menyakitkan .
      #evilsmile
      hhi

      ne , Hwaiting . Jia You .
      aigoo , aku jadi kangen gege .
      T.T

  3. nie author ngjak perang??!!!
    aisshhhhh….
    mkin pnasarann!!!

    jdi tmabh cnta mati m wonniee…
    ^__^

    ok thor berhubung sya pngertian..
    g jdi degh perang.a..hhe
    mga UN.a lancarr
    amiieenn

  4. Wuuaaa =.=
    siwon-sshi, kenapa kau jahat sekali sama Hyora?? Jahat jahat (?)
    maaf komen geje onnie =.=
    aigoo~ hyora keren deh (?) bisa sesabar itu ngadepin siwon =.= kalo aku mah uda aku cincang22 tu siwon (?) XD kekeke

    wahh.. Ternyata UN yah =.= Jia You deh onnie , hwaiting , ganbatte ne , faito , fighting ! *banyak amat*
    aku doa’in semoga lulus ujian 😀 amiin .

  5. Oiya , aku ngerti kenapa siwon marah22 waktu hyora minta cere :p soalnya siwon kan pengenny si hyora yang buat masalah dan siwon yang bakalan minta cere karena kesalahan si hyora XD tapi si siwon belom berhasil . Bener gak ? Kekeke

      1. haha, iya onnie aku bakal sering-sering mampir kok 🙂
        kalau mampir kesini bisa lepas setress 🙂 hehe

  6. ya ampun, siwon tega banget si.
    kasian hyora, smpe sakit gt gara2 teriakan siwon. hmm.. ga sabar deh ngliat siwon jd suami yg baek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s