You My Only Boy, Baby … (Part 4)

Author                 : Selly

Genre                   : Romance, Friendship

Cast                     : Lee Sunghae, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Kim Soeun

Tadi pagi aku berjanji pada Kyuhyun akan mentraktirnya makan jika ia membantuku mengerjakan tugas matematika yang sudah hampir membuatku geger otak. Dan sekarang kami akan segera berangkat. Aku menghampiri Kyuhyun yang sudah berada di dalam mobil, dan segera masuk kedalam karena udaranya sangat dingin.

“Hem, mengapa kau sudah duduk dengan tentram disini, seharusnya kau membukakan pintu untuku dan mempersilahkan aku masuk. Kau benar-benar tidak romantis”. Kataku sambil membuka pintu mobil dan duduk disamping Kyuhyun.

Saat itu kyuhyun sedang duduk dengan nyaman sambil memakai safety beltnya, mendengar pernyataanku barusan tiba-tiba tatapan mata Kyuhyun menjadi aneh ke arahku, dia menatapku tajam, hingga membuatku salah tingkah dibuatnya. Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya kepadaku, matanya menatapku dengan tatapan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya, ada apa dengannya mengapa menjadi seperti ini, ia tidak pernah seperti ini terhadapku sebelumnya, mungkinkah dia terpancing dengan pernyataanku barusan. Wajahnya kini semakin dekat dengan wajahku, aku dapat merasakan ujung hidungnya menyentuh hidungku, aku dapat merasakan deru nafasnya yang menyapu wajahku. Aaaaah…otokhe?. Cho Kyuhyun apa yang salah denganmu saat ini. kau benar-benar membuatku seakan berhenti bernafas. Oema, aku harus bagaimana?. reflex aku menutup mataku, mencoba bersikap tenang walaupun sebenarnya jantungku sangat berdebar, mungkin Kyuhyun juga dapat mendengarkan detak jangtungku saat ini. Aaaaaah, apa yang harus kulakukan?

Dan tiba-tiba pletak…

“HYA… mengapa kau menutup matamu, aku hanya ingin memasangkan safety belt” owch… dia menjitak kepalaku, aish, aku malu sekali, aku tidak tahu bagaimana ekspresi wajahku saat ini, aaaaaah Cho Kyuhyun kau mau mempermalukanku rupanya.

“HYA… Cho Kyuhyun mengapa kau menjitak kepalaku?” tanyaku sambil meringis dan mengusap dahiku.

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan, mengapa tiba-tiba menutup matamu saat aku mendekat. Kau mengharapkan sesuatu terjadi?” katanya sambil tertawa puas.

Namun akhirnya peletak… kali ini aku yang melayangkan jitakan di kepalanya

“Cho Kyuhyun, kau mau mati? apa maksudmu? aku tidak memikirkan apapun” Jawabku. Kyuhyun hanya tertawa sambil mengusap dahinya.

Kami pergi ke café yang tidak jauh dari komplek rumahku untuk makan malam, setelah itu kami kembali pulang. Kyuhyun mengantarkanku sampai ke depan pagar rumahku.

“Kau telah membantuku mengerjakan tugas, gumawo” kataku sebelum membuka pintu mobil

“Iya, terimakasih juga untuk teraktirannya” balasnya sambil tersenyum

“Ne… jalgayo”. Aku keluar dari mobil dan segera berjalan membuka pagar rumah.

“Anyeong” katanya dari kaca jendela mobilnya, sebelum melesat pergi.

“Anyeong”. Balasku lagi.

Kyuhyun menutup kaca jendela mobilnya dan segera pergi memacu mobilnya. Owh kurasa hari ini hari minggu yang terasa sangat lama. Sudah jam 9 malam, oema dan appa pati sudah pulang. Aku segera masuk ke dalam rumah, kulihat oema dan Sungmin oppa sedang menonton tv. Hem, appa pasti sedang sibuk di ruang kerjanya.

“Aku pulang” sapaku sambil membuka sepatuku dan menggantinya dengan sandal rumah.

“Sunghae kau sudah pulang, apa sudah makan malam?” Tanya oemaku

“Jangan tanyakan oema, dia pergi bersama Kyuhyun, bagaimana mungkin dia tidak diberi makan” oppaku menjawab pertanyaan oema. Aish, siapa yang memberi makan siapa? Aku yang memberi makan Kyuhyun tadi.

“Iya, aku sudah makan oema. Sekarang sangat lelah, aku akan tidur. Selamat malam” jawabku sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarku

“Ne… tidurlah yang nyenyak” balas oemaku. Aku masuk kekamarku, mengganti baju, membersihkan diri, dan segera bersiap tidur. Aku menarik selimutku dan tiba tiba

Bounce to you bounce to you, sebuah pesan diterima.

“Selamat tidur Sunghae ku yang manis. Sampai jumpa besok”

From : Choi Minho

Pesan dari Choi Minho. ‘sampai jumpa besok’ apa maksudnya? Apa dia benar-benar akan bersekolah di sekolah yang sama denganku. Ah sudahlah aku sudah sangat mengantuk. Kumatikan lampu disebelahku dan segera terlelap.

Pagi di hari senin. Seperti biasa aku melakukan aktivitasku dan segera pergi ke sekolah. Aku berangkan bersama oppa, dia mengantarkanku kesekolah sebelum ia pergi ke kampus. Kyuhyun sangat jarang mengantarkanku, hem lagian aku juga tidak mau merepotkannya. kalau ada oppa, untuk apa merepotkan Cho Kyuhyun. Bel berbunyi tepat ketika mobil kami berhenti di depan gerbang sekolah. “Gumawo oppa, anyeong” sapaku pada oppa sebelum keluar dari mobil

“Anyeong” balasnya sambil melambaikan tanggan padaku. Aku berlari menuju kelas dan segera duduk di kursiku, aku menengok ke belakang dan tersenyum kepada Soeun. Seosangnim menyuruh kami untuk mengumpulkan tugas matematika. Dan nilaiku tentu saja bagus, si evil Kyu ternyata sangat berguna,haha. Sebelum jam pertama ini berakhir, seosangnim mempersilahkan seorang murid baru untuk masuk. Ternyata kelasku kedatangan murid baru pindahan dari luar negri, mwo? Dari luar negeri? jangan-jangan.

“Anyeonghaseo, Choi Minho imnida. aku ingin menjadi bagian dari kelas ini. Mohon bantuannya”. Omo omo.. Choi Minho, dia sekelas denganku. Ah otokhe? berarti aku akan bertemu dengannya setiap hari. Aish mengapa jadi seperti ini. teman-temanku sangat antusias dengan kedatangan minho, tentunya gadis-gadislah yang paling histeris.

“Namanya Choi Minho, dia baru kembali ke Korea 3 hari yang lalu, sebelumnya dia dan keluarganya tinggal di California. Bersikap baiklah padanya” seosangnim ikut memperkenalkan Minho pada kami sebelum memulai pelajaran hari ini. Kami melaksanakan pelajaran seperti biasanya. Sampai bel pulangpun berbunyi.

Aku, Soeun dan Minho duduk di samping lapangan sekolah, kami berbincang tentang banyak hal. Yah 3 sahabat yang sudah lama berpisah, pastinya sangat menyenangkan ketika mengenang masa lalu.

“HYA… Choi Minho mengapa kau pergi tanpa memberitahu kami, seenaknya saja meninggalkan Korea, dan pergi ke California, Aku bahakan baru tau ketika seosangnim menjelaskannya di kelas. Keterlaluan sekali” ucap Soeun ditengah perbincangan kami. Soeun juga pasti merasakan hal yang sama sepertiku, siapa yang tidak merasa kehilangan jika seorang sahabat pergi tanpa memberitahu apapun.

“Mianhae, kan tadi sudah ku jelaskan, aku mendadak harus pergi kesana bersama seluruh keluargaku, tapi sekarang kita bisa berkumpul lagi, menjadi teman baik seperti sebelumnya”, jawab Minho dengan antusias

“Iya sudah jangan membahas itu lagi, sekarang kan Minho sudah kembali” jawabku untuk menenangkan Soeun yang masih kesal karena minho

“Tuh kan, sudah jangan mengoceh lagi. Dengarkan kata Sunghae ku itu dengan baik, tidakah dia sangat bijak dalam menanggapi apapun” Minho membalas perkataanku

“Hya… Choi Minho, sepertinya kau belum tau sesuatu tentang Sunghae. Mulai sekarang, jangan memanggilanya dengan sebutan ‘Lee Sunghee ku’ lagi. Jika kau tidak ingin mendapatkan masalah besar” ucap Soeun, sambil meliriku.

“HYA… Kim Soeun. Bwosunmariya?. Sudah Minho jangan dengarkan dia”. Jawabku sambil menepuk pundak Soeun. Ah, Soeuna kenapa kau berkata seperti itu, aku bahkan masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan tentang Cho Kyuhyun pada Minho.

“Mwo? Aku tidak mengerti. Mengapa aku harus mendapat masalah besar jika hanya memanggilnya dengan sebutan ‘Lee Sunghae ku’, Sunghae memang hanya untuku kan, Apakah kau sudah punya pacar? Cepat jelaskan padaku Sunghaeya”. Aish Minho akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulutmu, baiklah aku akan menceritakannya sekarang.

“Em, kemarin aku bilang padamu untuk tidak menyebutku dengan sapaan itu kan. Iya, sebenarnya sudah 1 tahun terakhir ini, aku berpacaran dengan seorang namja, aku bertemu dengannya di tempat les piano” tidak masalah kan aku menceritakan hal ini kepada Minho, kita kan sahabat.

“Oh.. siapa namanya? Semoga dia selalu baik padamu. Jika dia bisa membuatmu bahagia, aku juga ikut senang” jawab Minho dengan nada datar. Sepertinya dia tidak apa-apa, tapi mengapa raut wajahnya menjadi berubah setelah aku berkata seperti itu padanya.

“Cho Kyuhyun, hem sejauh ini dia bersikap sangat baik padaku, walaupun terkadang menyebalkan, tapi dia menyenangkan. Lalu bagaimana denganmu. Apa sudah ada seorang gadis California yang memikat hatimu” tanyaku dengan nada bercanda, Soeunpun sangat antusias ingin mendengar pernyataan Minho.

“Aniyo, tidak ada satupun yang membuatku tertarik. Aku lebih suka dengan gadis Korea” jawab Minho sambil tertawa.

“Wah wah.. jadi kau tetap menyukai gadis Korea. Hebat” balas Soeun dengan nada bercanda yang membuat kami semua tertawa mendengarnya. Setelah beberapa lama berbincang, akhirnya kami pulang. Minho mengantar aku dan Soeun dengan mobilnya. Rumah ku dan Soeun berada di kompleks yang sama dan hanya berbeda beberapa blok saja.

“Aku pulang” Aku masuk kedalam rumahku dan melihat oema didapur sedang menyiapkan makan malam,

“Em Sunghaeya, cepatlah ganti bajumu dan bantu oema disini”. aku segera menuju ke kamarku, merebahkan diri sejenak melepas lelah, mandi dan setelah rapih aku turun ke dapur untuk membantu oema yang sedang mempersiapkan makan malam. Kamipun makan malam seperti biasanya.

Aku sudah bersiap untuk tidur. Hem sepanjang hari ini aku bahkan tidak mendapat pesan atau telepon dari Kyuhyun. Mungkin dia sedang sibuk hari ini. Baiklah aku tidur saja.

Hari ini aku memulai pelajaran di sekolah seperti biasanya. Aku merasakan ponsel di sakuku bergetar. Sebuah pesan diterima. Aku melihat ke depan sekilas, memperhatikan tatapan seosangnim. dan mengambil ponselku.

“Chagiya, temani aku membeli sesuatu”

From : My Evil

Apa yang mau dia beli, kenapa mengirim pesan di saat jam pelajaran seperti ini

To : Cho Kyuhyun

“Mau kemana? apa yang akan kau beli?”

Aku segera memasukan ponselku lagi.

Bel pulangpun berbunyi, kami memberi salam kepada seosangnim sebelum meninggalkan kelas.

“Soeuna, Minhoya, aku pulang duluan. anyeong” kataku sambil merapihkan tasku dan beranjak dari kursiku.

“Chakaman.. Sunghaeya, aku ingin pergi ke suatu tempat, bisa kau menemaniku?” Tanya Minho sambil menarik tanganku hingga menghentikan langkahku.

Aish oetokhe, Cho Kyuhyun sudah menungguku di depan.

“em, mianhae Minhoya. Sebenarnya aku sudah ada janji. Hem bagaimana kalau lain kali saja. Atau kalian pergi berdua saja. Jogmal mianhe cingguya” jawabku dengan nada menyesal

“Em, iya sepertinya kau memang sudah ditunggu seseorang, pergilah. Lain kali saja baru kita pergi bersama” ucap Minho dengan  suara pelan. Soeun hanya menatapku, kurasa dia juga bingung jika menjadi aku. Sebenarnya aku juga merasa sangat tidak enak karena menolak tawaran Minho.

“Baiklah, aku pergi dulu ya, anyeong” ucapku sebelum pergi meninggalkan kedua sahabat baiku ini.

“Ne… anyeong, jalgayo” jawab Soeun sambil melambaikan tangannya, kulihat kearah Ninho dan dia hanya tersenyum kepadaku.

Dengan setengah berlari, aku menyusuri koridor, dan segera keluar untuk menemui Kyuhyun, kulihat dia sudah menungguku didepan mobilnya yang sudah terparkir dipinggir jalan.

“Chagiya” sapanya sambil melambaykan tangannya dan tersenyum padaku.

“Anyeong” balasku sambil menghampirinya.

“Kita langsung berangkat, atau kau mau pulang dulu?” Tanya Kyuhyun, sambil membuka pintu mobil mempersilahkanku masuk.

“Memangnya kita mau kemana? baiklah, langsung berangkat saja” jawabku

“Sudahlah tidak perlu banyak bertanya. khaja”

Aku hanya menuruti Kyuhyun. Sebenarnya dia mau mengajaku kemana.

***TBC***

Sampe sini dulu ya part 4 nya, pasti author lanjutin ko, dengan senang hati tentunya. Hayo, reader lebih suka Sunghae ama Kyuhyun apa ama Minho si sahabat lama yang baru balik ke Korea?. Pokonya terus baca lanjutannya ya cinggu. Jangan bosen nunggu part 5, oke.

Gamsahamnida. *bow*

4 thoughts on “You My Only Boy, Baby … (Part 4)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s