When Evil Magnae Meets Evil Magnae

When Evil Magnae Meets Evil Magnae

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun, Choi Minho and Lee Ahna

Support Cast: Leeteuk, Heechul, Yesung, Shindong, Sungmin, Siwon, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, Onew, Jonghyun, Key, Taemin, Yunho

Rating: All Ages

Genre: all ages, romantic, humor, oneshot

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Choi Minho, Super Junior, SHINee

.

~my POV~

“dadah Yeoreum! Sampai bertemu minggu depan!” ujarku dan mendadahi pada Yeoreum sahabatku ketika kami sudah keluar dari gerbang sekolah. Ya, sekarang adalah hari Jumat, dan Sabtu Minggu libur bagi para murid.

“dadah!” jawabnya sambil mendadahiku. Lalu aku pun berjalan menuju halte bus.

Namaku Lee Ahna. Aku adalah murid SMA Neul Paran kelas 10. Beginilah keseharianku sebagai murid SMA, pergi sekolah pukul 7 pagi, dan pulang dari sekolah pukul setengah 3 sore. Cukup melelahkan, apalagi kalau harus menghadapi guru killer, dan guru yang bisa membuat satu kelas tertidur karena mendengar sang guru menina-bobokan dengan pelajaran yang membosankan, contohnya sejarah. Sekarang sudah semester 2, murid kelas 10 disibukkan dengan penjurusan mau masuk IPA atau IPS. Aku ingin masuk IPA tentu, karena memang cita citaku menjadi arsitek seperti ayahku atau masuk jurusan desain seperti kakakku. Dan lagi, tidak mungkin aku masuk IPS, bisa bisa aku tertidur di kelas setiap hari, faktanya aku selalu ngantuk ketika pelajaran sejarah, geografi dan sosiologi. Bisa kacau kalau aku masuk IPS. Aku ingin masuk IPA, ingin sekali. Sepertinya tidak ada masalah dengan pelajaran matematika ku. Hanya saja, nilaiku mentok di pelajaran fisika dan kimia yang justru menjadi ketentuan untuk bisa masuk IPA -_-“.

“ugh berat sekali laptop ini.” keluhku sambil menenteng laptop Acerku yang layarnya retak, kubawa karena ingin aku bawa ke tempat service hari ini, tidak kumasukkan ke tas karena nanti aku ga tinggi tinggi lagi (.___. )

Akhirnya aku sampai di seberang halte bus. Harus menyebrang dulu. Aku menunggu lampu penyebrangan menjadi hijau.

‘ting’ lampu penyebrangan berganti menjadi kuning, aku pun bersiap untuk menyebrang. ‘ting’ lampu berganti menjadi hijau. Aku pun mulai melangkah untuk menyebrang. Aku menyebrang tanpa melihat kanan kiri dan malah fokus pada layar handphone ku. Biasa, tweeting.

“AGASSHI AWAS!!!” teriak seseorang di belakangku.

“mwo?” ketika aku mengalihkan pandanganku dari layar handphone dan melihat ke sebelah kiri, “kyaaaaaa!!!”
‘brak’ aku tertabrak sebuah mobil NF Sonata berwarna silver yang mengerem tepat setelah sedikit mengenaiku. Tidak keras untungnya. Tetapi cukup untuk membuatku jatuh terjungkal. Laptopku terlepas dari tangan kananku dan menghantam aspal dengan bunyi ‘krak’, handphone ku terlepas dari peganganku dan juga jatuh menghantam aspal dan cassing nya lepas. Untungnya kepalaku tidak menghantam aspal. Syukurlah aku terhindar dari amnesia (?)

“aduduh.” Aku mengerang kesakitan, bukan sakit karena tertabrak, tapi sakit karena terjatuhnya itu -_- “YA! Kalau nyetir liat liat dong! Lampunya hijau tuh! Keluar lo dari mobil!” *edan preman*

Seorang lelaki dari mobil tersebut keluar. Tampaknya dia menyetir sendirian saja. lelaki tersebut mengenakan kacamata gelap dan masker yang menutupi bibir dan hidungnya, juga memakai topi yang menutupi rambutnya. Misterius sekali-_-. Aku tidak bisa menaksir berapa umur lelaki itu karena seluruh wajahnya tertutupi. Dia tinggi sekali, mungkin tingginya 180 cm. Lelaki itu berjalan ke hadapanku yang terduduk di atas aspal.

“kau juga nyebrang kenapa ga liat kanan kiri dan malah liat ke layar handphone hah?!” ujarnya balik menyalahkanku. Suaranya tidak begitu jelas karena dia memakai masker.

“tapi kan lampunya hijau! Seharusnya kamu patuh peraturan dong!” ujarku kesal, “aduduh lututku luka!” ucapku ketika melihat lututku yang memang berdarah karena bergesekan dengan aspal yang keras. Aku mencoba berdiri tapi ga bisa, kakiku terlalu sakit untuk bisa berdiri. Aku masih terduduk di atas aspal, “ya! Neo! Melihat seorang gadis yang kakinya terluka setelah ditabrak ‘seseorang’ dan tidak bisa berdiri kau hanya diam saja?!” aku menekankan kata ‘seseorang’ ketika mengucapkannya.

“aissh.” Keluhnya lalu membantuku berdiri dengan menarik tangan kiriku dengan satu tangan, tampak tidak ikhlas. Hih lelaki macam apa ini -_- aku berjalan dengan pincang dan memungut

“a-aduh, kakiku sakit!” keluhku melihat lututku yang kulitnya agak sobek dan berdarah banyak (.___. ) , “kau, antarkan aku ke rumah sakit! Kau sudah menabrakku sampai aku terluka seperti ini! kau harus tanggung jawab!” protesku.

“mwo! Aku ini sedang buru buru!” sergahnya. Cih, setelah mencelakakan orang, masih tidak mau tanggung jawab?

“kalau kau  pergi begitu saja, aku akan melaporkanmu pada polisi.” Ancamku.

“aissh. Baiklah, cepat naik ke mobilku!” suruhnya.

“hey! Aku sulit berjalan! Bantu aku!” perintahku. Dia menggerutu ga jelas lalu mengalungkan tangan kananku pada lehernya. Dia membukakan pintu jok belakang mobilnya lalu aku pun memasukinya, “laptop dan handphone ku terjatuh disana, ambil.” Perintahku dengan nada datar dan tanpa memandang wajahnya. Dan lagi lagi dia menggerutu, tapi tetap mengambil laptop dan handphone ku.

“nih.” Gumamnya sambil menaruh laptop dan handphone ke pangkuanku, sebenarnya bukan menaruh, tapi agak melempar -_-

“ya! Jangan dilempar dong!” kataku kesal. Ini orang ngeselin banget apa ya? Pengen gue babug -_-

Dia menutup pintu mobil agak keras, membuatku semakin jengkel saja -_-

Dia memutar dan memasuki bangku kemudi.

“rumah sakit mana?” gumamnya, seperti agak menggerutu.

“yang dekat saja, terserah dimana.” Jawabku asal.

Dia menyalakan mesin mobilnya dan mobil mulai berjalan. Dia membawaku ke rumah sakit Hasan Sadikin (?) yang dekat dari tempat dia menabrakku tadi, tidak sampai 5 menit saja sudah sampai.

“cepat turun.” Perintahnya.

“ya! Mana bisa aku turun sendiri dengan kaki seperti ini?!” kataku dengan nada kesal.

“cih.” Dia pun turun dari mobil dan membukakan pintu untukku dan memapahku masuk ke dalam rumah sakit. Dia terus memapahku menuju ruangan pemeriksaan. Dia ikut masuk ke ruang pemeriksaan dan berdiri di sebelahku dengan tangan bersedekap ketika dokter memeriksa lututku.

“lutut anda harus dijahit, agasshi.” Ucap dokter tersebut.

“mwo?!” kataku kaget, aku belum pernah dijahit sebelumnya, dan katanya itu sakit (.___. ) “haruskah dijahit? Apa tidak bisa diberi obat merah saja atau diperban gitu?”

“tidak, ini harus dijahit.”

“uh, baiklah…” kataku pasrah.

Dokter pun mulai mengeluarkan alat alatnya untuk menjahit luka di lututku. Aku duduk di atas kasur yang biasa dipakai untuk memeriksa pasien.

“aduh!” keluhku ketika dokter mulai menusukkan jarum jahitnya pada luka di lututku (.___. )

Air mata mengalir dari sudut mataku, aku terus mengerang setiap jarum tersebut menyentuh kulit lututku ;__;

“sudah selesai.” Ujar dokter tersebut dan membereskan peralatan jahitnya.

“terima kasih dok.” Kataku sambil mengelap air mata di sudut mataku.

“sama sama. Kau boleh pulang. Jangan banyak berjalan dulu. Saya permisi dulu mau memeriksa pasien di ruangan lain.” Ujar dokter tersebut lalu keluar dari ruangan.

“cih, dasar bocah, begitu saja kesakitan sampai nangis.” Sindirnya.

“ahjussi sialan.” Aku menggerakan tanganku seperti ingin memukulnya. Tapi sayangnya dia berdiri terlalu jauh sehingga tanganku tidak sampai untuk memukulnya -,-

“enak saja ahjussi! Aku masih 22 tahun tau!” bantahnya.

“22 tahun? Buka masker dan kacamatamu, aku mau lihat wajah orang yang telah menabrakku, orang yang paling mengesalkan yang aku temui hari ini.”

“apa? Paling mengesalkan?!” ujarnya agak heran, “Aissh.”

“ne, m-e-n-g-e-s-a-l-k-a-n!” ejaku, “cepat buka kacamata dan maskermu!”

“memangnya kau tidak mengenaliku?”

“mana bisa? Kau menutup seluruh wajahmu seperti itu.”

“kau tidak mengenali suaraku?”

“suaramu aneh karena menggunakan masker. Sudah cepat buka!” perintahku.

“ne ne.” Gumamnya.

Dia membuka topinya terlebih dahulu.

Pertama, rambutnya diwanai cokelat.

Lalu dia membuka maskernya.

Kedua, bibirnya, sepertinya aku mengenalinya.

Dia membuka kacamatanya.

Ketiga… DIA ADALAH CHO KYUHYUN.

Pasti wajahku terlihat bodoh saat ini. mulutku menganga melihatnya. Siapa yang tidak kaget melihat ‘Cho Kyuhyun’, orang yang paling dipuja puja gadis di Asia. Ya, dia adalah Cho Kyuhyun, member Super Junior.

“kaget?” tanyanya dengan senyum evilnya sambil menaikkan sebelah alisnya.

“tentu saja.” jawabku jujur, “aku sudah mendengar semua ke ‘evil’ an mu itu. Dan ternyata kau benar benar seorang evil yang menyebalkan.”

“tau banyak tentangku rupanya? Kau ELF?”

“ne.” Jawabku jujur. Siapa sih gadis yang tidak menyukai Super Junior? Jarang.

“siapa idolamu di Super Junior? Aku kah?” tanyanya dengan pede.

“tentu saja bukan,” jawabku jujur, karena memang bukan dia. Wajahnya terlihat agak kecewa walaupun dia menutupinya.

“lalu siapa?”

“Lee Sungmin.” Jawabku singkat.

“lalu siapa yang kedua?” tanyanya lagi.

“Eunhyuk.” Jawabku, dia terlihat kecewa lagi.

“ketiga?”

“Leeteuk.”

“lalu couple favorite mu?” tanyanya, “KyuMin? KyuWook? KyuHae? KyuHyuk? KyuTeuk? KyuWon? KyuChul?”

Ya ampun dia ini kepedean atau apa -_-

“EunHae.” Jawabku jujur. Wajahnya terlihat sama sekali tidak puas dengan semua jawabanku.

“kau sama sekali tidak mengidolakanku?” tanyanya dengan wajah heran.

“biasa saja.” jawabku datar.

“gadis aneh.” Gumamnya.

“terserah aku dong, selera orang kan beda.” ujarku.

“selera, lu kira kita makanan apa.” Gumamnya -_-

“kamu ngelucu atau apa sih? Selera kan ga harus makanan!” sungguh namja yang aneh -_-

“idih jadi cewek cuek amat lu mbak.” Ujarnya sambil mendelik.

“biarin aja. Salahkah ibu mengandung. Aku ini emang dapet angket kelas tercuek kok.” Kataku santai. Karena author emang dapet angket tercuek *author curcol*

“pantesan aja. Aku mau pergi.” Ujarnya sambil memakai kembali topi, kacamata dan maskernya.

“tunggu.” Cegahku ketika dia mulai melangkah.

“apalagi?”

“kau harus mengantarku pulang ke rumah! Bagaimana aku bisa pulang dengan kaki seperti ini hah?!”

“mwoya?!” ucapnya kaget, “aku? Mengantarmu? Aku ini sudah terlambat untuk pemotretan majalah dan membatalkannya tau! Masa aku harus mengantarmu juga?!”

“suruh siapa kau menabrakku?” ujarku sambil memandangnya dengan pandangan menantang, “cepat sini, aku tidak bisa berjalan sendiri.”

“dasar bocah tengik.” Gumamnya ketika membantuku turun dari kasur.

“dasar ahjussi sialan.” Balasku.

Dia terus memapahku menuju mobilnya. Dia membuka pintu jok depan.

“kenapa aku duduk di depan?” tanyaku.

“enak saja kau duduk di belakang, nanti aku dikira supir. Ih najis.” Ucapnya dengan nada merendahkan.

“ahjussi sialan.” Gumamku ketika memasuki mobil.

“diam, aku belum jadi ahjussi, bocah tengik.” Timpalnya yang ternyata mendengar gumamanku tadi.

“aku bukan bocah lagi, ahjussi sialan.”

“kau ini masih bocah SMA, bocah tengik.” Ujarnya dan menaiki bangku kemudi.

“berhenti mengataiku bocah tengik, kau yang sudah ahjussi, umurmu beda 7 tahun denganku, ahjussi sialan.” kataku kesal.

“kalau begitu berhenti juga mengataiku ahjussi sialan, bocah tengik. Sudah diam saja, kalau kau terus bicara, ga akan selesei selesei.” katanya sambil menyalakan mesin mobil, “dimana rumahmu?”

“di komplek Shining, nomor 3.”

“mwo?! Komplek Shining! Itu kan lumayan jauh dari sini!” keluhnya.

“itu masalahmu.” Kataku datar.

“dasar bocah tengik evil.” Gumamnya.

“diam, ahjussi sialan evil.” Balasku.

“cih.” Dia lalu menjalankan mobilnya, meluncur di jalan raya Seoul yang sudah sore.

Aha! Aku punya ide!

Aku mebalik ke belakang dan mengambil laptop dan handphone ku.

“ya! Lihat!”

“apa?” tanyanya datar tanpa menengok ke arahku.

“layar handphone ku retak! Masih bisa nyala sih tapi tetap saja ga enak diliat! Dan, oh great, layar laptop ku pun retak! Pokoknya kau harus menggantinya!” paksaku. Handphone ku memang rusak karena dia, tapi layar laptop ku kan memang sudah rusak, dirusakkan oleh sepupuku yang berumur 5 taun, memasukki kamarku dan melempar laptopku ke lantai -_- ini sebagai balasan karena sudah menabrakku, Cho Kyuhyun. Dan, kapan lagi ada kesempatan seperti ini =))

“aku tidak mau menggantinya.” Katanya egois.

“oh begitu,” tentu saja aku punya rencana kalau dia menolaknya, “lihat apa yang kutemukan.”

“apa?” tanyanya lagi lagi tanpa melihat ke arahku dan fokus melihat ke jalan.

“aku menemukan sesuatu dari dashboard mobilmu ini, ahjussi sialan.” Kataku sambil tersenyum licik.

“menemukan ap-“ dia menengok ke arahku dan kaget menemukan PSP kesayangannya berada di tanganku.

“PSP milik siapa ini, ahjussi sialan?”

“kau, apa yang mau kau lakukan dengan PSP ku?!” tanyanya takut melihat senyuman licikku, “kembalikan!”

“tidak mau.” Tolakku, “hm, bagaimana ya, kalau PSP ini kulempar keluar dari jendela?”

“a-apa?!”
aku membuka jendela mobil dan mendekatkan tangan kiriku yang memegang PSP miliknya agak keluar dari jendela, “bagaimana kalau kulepas ya?”

“JANGAAAN!!!” teriaknya histeris. Persis seperti fakta dan fanfiction yang sering kubaca, dia sangat menyayangi PSP nya tersebut, “iya iya aku ganti aku ganti!!!”

“baguslah.” Aku menarik tangan kiriku yang memegang PSP ke dalam mobil lalu menutup jendela.

“bocah tengik licik.” Ucapnya lagi.

“itu supaya kau mau ganti rugi, ahjussi sialan.” Kataku enteng.

“cih.” Dia menggerutu tidak jelas.

“apa besok kau punya jadwal?” tanyaku.

“tidak, kenapa tiba tiba menanyakan jadwal? Apa kau ingin bertemu denganku lagi?” ucapnya dengan pede -_-

“idih najis, bukan itu, ahjussi sialan. aku mau minta sesuatu.”

“apalagi, bocah tengik?!” tanyanya ketus.

“kau ini kan artis SM, pasti kenal dengan Choi Minho kan?” tanyaku.

“ya terus?” tanyanya dengan nada curiga dan sepertinya sudah tau maksudku.

“pertemukan aku dengannya.” Kataku dengan senyum lebar licik.

“mwo?! Kau minta ganti handphone dan laptop, ditambah lagi minta bertemu dengan Choi Minho?! Kau ini benar benar licik. Apa kau belum puas bertemu dengan Cho Kyuhyun, dan bahkan diantarkan ke rumah?” Katanya dengan nada ngeri.

“tidak, aku memuja Choi Minho, bukan kau. Kalau kau menolak, PSP ini akan melayang.” Ancamku lagi.

“iya iya!” akhirnya dia setuju.

“telepon dia sekarang.”

“mwo?! Sekarang?! Kenapa sekarang?!”

“tanya dia apakah besok dia sibuk, kalau tidak sibuk, bilang padanya sepupumu sangat mengidolakannya dan minta waktu untuk bertemu dengannya sebentar.”

“sepupu? Kau? Amit amit gue punya sepupu kayak gini amit amit ih.” Ujarnya sambil mengetukkan tangannya ke kepala dan ke setir mobil.

“mau, atau… PSP mu melayang?” ancamku lagi.

“iya aku telepon sekarang!” kata Kyuhyun lalu mengambil handphone nya dan mencari nomor di contact handphone nya. Lalu dia menyambungkan headset dan memakainya di telinganya.

“yoboseyo? Minho-ya. Ini aku, Kyuhyun. Mm begini, aku punya sepupu, bocah tengik yang sekarang kelas 10 SMA. Dia suka sekali padamu, Minho-ya. Bocah tengik itu memaksaku untuk mempertemukannya denganmu. Apa besok kau ada jadwal kosong? Ada?”

Aku tersenyum senang ketika mendengarnya mengatakan ‘ada?’, berarti ada kemungkinan aku bisa bertemu Choi Minho besok! Kyaaa!

“Jam berapa? Setelah latihan dance, jam 1 sampai jam 2? Tidak merepotkanmu kan? Ah terima kasih Minho-ya. Ne, ne, terima kasih.” Lalu dia melepaskan headset dari telinganya, “besok di gedung SM, pukul 1 sampai pukul 2.

“sejam? Kyaaa terimakasih ahjussi sialan! Ternyata kau baik juga!” ucapku sambil tersenyum lebar padanya.

***

~Kyuhyun’s POV~

“sejam? Kyaaa terimakasih ahjussi sialan! Ternyata kau baik juga!” ucapnya sambil tersenyum lebar.

Ternyata dia cantik sekali kalau tersenyum.

Hey! Mikir apa aku tadi?! Andwae andwae, dasar bocah tengik sialan.

“haha.” Aku tertawa agak sinis, “lebih baik seperti ini daripada aku harus kehilangan PSP ku tersayang.”

“haha sepertinya kau begitu mencintai PSP ini ya? Haha.” Ujarnya lalu menyimpan kembali PSP ku di dashboard mobil.

“diam kau, bocah tengik. Ngomong ngomong, siapa namamu?” aku baru sadar aku belum mengetahui namanya.

“Ahna, Lee Ahna.” Jawabnya masih tersenyum bahagia karena akan bertemu dengan idola yang sepertinya sangat dia puja, Choi Minho.

“hm.” Aku hanya menganggukan kepala, “kau anak ke berapa?” tanyaku iseng.

“anak bungsu, anak kedua dari dua bersaudara, magnae.” Jawabnya.

“magnae? Anak bungsu biasanya menyebalkan.” Celetukku.

“kau salah satu contohnya.” Katanya sambil menaikkan bahunya.

“cih. sudah sampai.”

“ah ne. Besok jemput aku disini jam 12 siang.” Ucapnya ketika bersiap siap untuk keluar dari mobil.

“mwoya?! Menjemputmu?! Kenapa aku harus menjemputmu?!” ini apalagi ini bocah tengik ini minta kujemput hah?

“ahjussi sialan, untuk masuk ke gedung SM dan bertemu dengan Choi Minho kan harus melewati penjaga. Tidak semua orang boleh masuk kan? Kalau aku bersamamu, aku pasti diperbolehkan untuk masuk. Lagipula, tadi kau bilang besok tidak ada jadwal kan?” Katanya sambil tersenyum licik.

“aissh kau ini benar benar licik, bocah tengik!” keluhku sambil memandangnya kesal.

***

~my POV~

“aissh kau ini benar benar licik, bocah tengik!” keluhnya sambil memandangku kesal.

“hahaha, aku tidak licik, hanya menggunakan kesempatan dalam kesempitan, ahjussi sialan.” Jawabku enteng, “aku minta nomormu.”

“mwoya?! Untuk apa? Kau ingin meneleponku ya? Ternyata kau suka padaku.” Katanya dengan pede.

“cih, bukan itu, ahjussi sialan yang kepedean. Siapa tau besok kau kabur dan tidak menjemputku.” Kataku, “mana handphone mu sini.”

“cih.” Gerutunya lalu menyerahkan handphone nya padaku. Aku mengetik nomor handphone ku, dan memencet tombol telepon.

‘nothing can stop me from loving you you you~’

Handphone ku berdering. Aku pun men-save nomornya dengan nama ‘Ahjussi Sialan’ di handphone ku. Dan men-save nomorku di handphone nya dengan nama ‘Lee Ahna‘ saja hoho.

“ini, sudah aku save nomorku. Besok aku akan meneleponmu. Awas kalau kau sampai tidak datang!” ancamku lalu turun  dari mobil, “sampai jumpa besok, ahjussi sialan.” Aku melambaikan PSP yang berada di tanganku.

“HAH?! Kembalikan PSP ku bocah sialan!” teriaknya.

“PSP ini kusandera dulu, harus kupastikan besok kau menjemputku haha.” Kataku sambil tertawa.

“tidaaaaaaaaaaaaaak!” *lebay* dia berteriak. Aku mengacuhkannya dan menutup pintu mobil. Aku langsung kabur masuk ke dalam rumah.

Perasaanku saat ini sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat bahagia tentu saja. karena besok aku akan bertemu dengan Choi Minho dari dekat, tanpa harus membayar pula! Kyaaa!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku melihat cahaya matahari menelusup ke kamarku melewati jendela. Aku langsung mengambil handphone ku yang layarnya retak. Aku langsung membuka nomor contact. Aku mencari nama itu.

‘Ahjussi Sialan’ … kulihat meja belajarku dan menemukan sebuah PSP…

Aku tidak bermimpi! Aku akan bertemu Choi Minho! Kyaaa!

Aku menampar nampar wajahku sendiri karena bahagia kejadian kemarin bukan mimpi kyaaa! *udah gila*. Sekarang baru jam 7, ya ampun! Rasanya waktu berjalan lambat banget sih! Cepetan jam 12 gitu kek ya? Ga sabar XDD

Oke sekarang mandi dulu. Ah, lebih baik aku creambath dulu, terus nanti luluran, ah masker juga. *sekalian aja mandi kembang 7 rupa mbak -_-*

Pokoknya aku harus tampil secantik mungkin di depan Choi Minho ku tersayang XDD

Aku mengambil handphone dan mengetik sms.

.

To: Ahjussi Sialan

Ya! Jangan lupa menjemputku jam 12 nanti! Awas kalau tidak menjemputku! PSP mu ada di tanganku hohoho *evil laugh*

.

From: Ahjussi Sialan

Pastikan kau tidak melakukan apa apa dengan PSP ku, kalau sampai kau mainkan dan kalah, awas kau.

.

To: Ahjussi Sialan

Tenang saja, tidak kumainkan. Aku tidak tertarik pada game soalnya hahaha. Aku mau mandi dulu ya. Jam 12, dan jangan telat! Kalau telat, setiap satu menit, akan kugores PSP kesayanganmu dengan koin.

.

From: Ahjussi Sialan

Aku datang jam setengah 12! Puas hah!? Dasar bocah tengik

.

Aku tertawa kecil melihatnya seperti anak kecil. Aku pun mengambil cream untuk creambath dan mengcreambath sendiri rambutku.

***

~Kyuhyun’s POV~

‘you have one message’

Nada dering handphone ku yang biasa saja, menandakan ada sms. Aku jadi terbangun gara gara itu, sial. Siapa sih yang sms?

Aku menjulurkan tanganku ke atas bantal, mencari cari handphone. Begitu kutemukan, aku langsung membaca sms yang masuk.

.

From: Lee Ahna

Ya! Jangan lupa menjemputku jam 12 nanti! Awas kalau tidak menjemputku! PSP mu ada di tanganku hohoho *evil laugh*

.

To: Lee Ahna

Pastikan kau tidak melakukan apa apa dengan PSP ku, kalau sampai kau mainkan dan kalah, awas kau.

.

From: Lee Ahna

Tenang saja, tidak kumainkan. Aku tidak tertarik pada game soalnya hahaha. Aku mau mandi dulu ya. Jam 12, dan jangan telat! Kalau telat, setiap satu menit, akan kugores PSP kesayanganmu dengan koin.

.

To: Lee Ahna

Aku datang jam setengah 12! Puas hah!? Dasar bocah tengik -,-

.

Ya ampun dia benar benar bocah tengik yang licik. Aaaaaargh PSP ku ada padanya! Padahal niatnya malam kemarin mau aku lanjutkan! Argh rencanaku main PSP jadi berantakan gara gara bocah tengik itu! -,-

“sms dari siapa, Kyu?” tanya Sungmin hyung yang sudah bangun dan sekarang sedang membaca buku.

“dari bocah tengik itu.” Kataku. Aku sudah menceritakan semuanya pada Sungmin hyung.

“oh, yang sabar aja ya. PSP mu disandera olehnya. Mungkin Tuhan mempertemukanmu dengannya sebagai balasan karena kau suka tidak sopan kepada hyung hyung mu.” Ujar Sungmin datar.

“ya! Hyung gitu amat sih!” kataku sambil merengut.

“itu kenyataan, Kyuhyun-ah. Eh dia ELF?”

“ne.”

“siapa yang dia suka di Suju?”

“kau.”

“aku? Wah wah. Apa kau tau dia anak keberapa?”

“bungsu…”

“berarti cocok denganmu. Double Evil Magnae. Ya ampun.” Sungmin hyung menggeleng-gelengkan kepalanya, “apa jadinya kalau kalian jadian ya? Ribut mulu tiap hari kayaknya. Ah tidak, tiap jam. Mungkin tiap menit. Ah, pasti tiap detik.”

“HYUNG!!! Itu, sama, sekali, tidak, mungkin. Lagipula dia tidak mengidolakanku, dia tampaknya cinta mati pada Choi Minho…”

“oh… jadi kau cemburu nih ceritanya?”

“LEE SUNGMIN!!!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“hyung aku pergi ya.” Ucapku ketika melihat sekarang sudah hampir jam 11. Dan aku bilang aku akan menjemput bocah tengik itu setengah 12 demi keselamatan PSP ku. aku berpamitan pada hyung hyung ku yang sedang santai menonton tv. Karena memang hari ini semuanya tidak memliki jadwal, jadi bisa bersantai.

“mau kemana Kyu?” tanya Yesung hyung.

“menjemput pacarnya.” Timpal Sungmin hyung sebelum aku jawab.

“ANIYO!” bantahku langsung, “dia, sama, sekali, bukan, pacarku, hyung! Dia itu bocah tengik yang licik!”

“bocah tengik? Nugu?” tanya Ryeowook penasaran.

“itu, kemarin Kyu menabrak gadis SMA kelas 10, sampai lututnya harus dijahit dan layar handphone dan laptop nya retak gara gara ditabrak Kyu. Dan gadis itu selain minta handphone dan laptop nya diganti, dia minta dipertemukan dengan Minho.” Cerocos Sungmin hyung dengan datar.

“hyung! Kenapa kau ini mulut ember sekali sih?!” ujarku kesal. Sungmin hyung tertawa puas. Sial -,-

“Minho? Choi Minho SHINee?” tanya Eunhyuk hyung.

“ne.” Jawabku singkat.

“dia meminta bertemu dengan Choi Minho sedangkan di hadapannya ada Cho Kyuhyun, member Super Junior yang paling dielu elukan gadis se-Asia?” ujar Eunhyuk heran, membuatku tersanjung sekaligus kesal, “dan lagi, dia bukan meminta bertemu dengan member Super Junior lain, dan malah anak SHINee?”

“itulah mengapa Kyuhyun uring uringan, dia cemburu.” Celetuk Sungmin hyung yang pandangannya tetap kepada tv. Tawa Yesung hyung, Ryeowook dan Eunhyuk hyung langsung menggelegar di seluruh pelosok dorm tingkat 11.

“aku, tidak, CEMBURU!” teriakku semakin kesal, kenapa aku punya hyung yang jahil seperti ini -,- jangan jangan mereka mau balas dendam dengan semua kelakuanku lagi -,- “lagipula, siapa yang mau dengan bocah tengik itu, idih nggak deh.”

“jangan begitu Kyu, nanti kau malah kena karma.” Ujar Yesung hyung yang masih tertawa terbahak bahak -,-

“terserah hyung saja lah.” Kataku pasrah.

“siapa sih namanya?” tanya Eunhyuk hyung penasaran.

“Ahna, Lee Ahna.” Jawab Sungmin hyung.

“ooh.” Ucap Eunhyuk hyung, Yesung dan Ryeowook berjamaah.

“lalu kenapa kau mau saja disuruh menjemputnya?” tanya Ryeowook heran.

“PSP kesayanganku dia sandera hyung! Dia mengambilnya dari dashboard mobilku agar memastikan aku akan menjemputnya!” kataku frustasi.

“oh pantas saja kau mau saja menjemputnya.” Kata Eunhyuk hyung.

“tidak, pasti ada maksud lain, Eunhyuk-ah. Mungkin dia memang ingin bertemu dengan anak itu lagi.” Ujar Sungmin.

“LEE SUNGMIN KUBUNUH KAU!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya sampai juga di depan rumah bocah tengik ini. aku menghentikan mobilku di depan sebuah rumah yang cukup indah dengan taman  kecil, dinding rumahnya berwarna putih bersih dengan warna daun pintu cokelat pohon. Aku pun turun dari mobil dan melihat pintu rumahnya terbuka dan seseorang keluar.

“ahjussi sialan! Sudah sampai rupanya.” Bocah tengik itu berlari menghampiriku, dia memakai dress berwarna ungu muda selutut, rambutnya digerai rapi, wajahnya memakai make up tipis, kulitnya putih sekali. Wajahnya dihiasi senyuman lebar.

“yep-“ aku langsung menutup mulutku sendiri. Mau bilang apa aku tadi?

“ya? Kau ngomong apa tadi? Kenapa wajahmu memerah?” tanyanya.

“ani, lupakan. Bukan apa apa. Cepat mana kembalikan PSP ku!” tagihku.

“sebentar aku ambil dulu di kamar. Ah, kita mau pergi sekarang?” tanyanya.

“terserah. Dia kan ada jadwal kosong jam 1 sampai jam 2. Kau mau menunggu di gedung SM?” tanyaku.

“di gedung SM ngapain? Bisakah aku liat dia latihan?” tanyanya balik dengan nada berharap.

“kalau sedang latihan sebaiknya jangan diganggu.”

“yah, sayang sekali.” Katanya dengan ekspresi kecewa.

“tunggu saja di tempat makan SME.” Usulku.

“disana ada tempat makan?”

“kalau tidak ada, dimana kami makan? Sudah cepat sana ambil PSP ku!”

“ne ne, ahjussi sialan.” Katanya sambil nyengir lalu masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian dia keluar dengan tas putih disampirkan di bahunya. Di tangannya memegang PSP yang adalah PSP kesayanganku, “nih.” Katanya sambil menyodorkan PSP ke arahku. Aku langsung menyambarnya dari tangannya.

“tidak kau mainkan kan?!” tanyaku waspada lalu memeriksa semua game untuk memastikan tidak dia mainkan, kalau sampai dia mainkan dan kalah, aku bakal lempar dia sendal -,-

“tidak sama sekali, aku tidak tertarik pada game. Aku lebih suka online.” Jawabnya sambil mengangkat bahu.

“bagus, kau tidak menyentuh game ku.” Ujarku lega setelah memeriksa PSP ku.

“ayo pergi sekarang,” ajaknya, “sampai disana sekitar jam 12an kan?”

“ne. “ jawabku singkat lalu menaiki bangku kemudi dan bocah tengik itu duduk di bangku depan.

***

~my POV~

“ayo pergi sekarang,” ajakku, “sampai disana sekitar jam 12an kan?”

“ne. “ jawabnya lalu masuk ke bangku kemudi. Aku lalu duduk di bangku depan. Dia pun menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya, meluncur ke gedung SME.

Aku berulang kali mengeluarkan cermin kecil yang kubawa dan mengaca, bahkan menyisir. Memastikan penampilanku sudah sesempurna mungkin karena akan bertemu Choi Minho ku tercinta >o< dan sepertinya aku yang terus terusan mengaca, membuat Kyuhyun terus terusan mendengus, menyebalkan sekali -,-

“ya! Kau ini bisa ga sih ga mendengus?” ujarku kesal.

“habisnya kau ini dari tadi kerjanya ngaca lagi, nyisir lagi.” Ucapnya.

“namanya juga mau ketemu idola, secara private lagi, pasti harus tampil rapi dong!” kataku membela diri.

“terserah kamu ajalah. Eh,”

“apa?”

“kenapa sebegitu sukanya pada Choi Minho?” tanyanya.

“kenapa ya? Dia tampan, tinggi, matanya besar, imut, sixpack, keliatannya cowok baik baik. Ah pokoknya perfect lah!” jawabku sambil menutup wajah dengan tangan dan menggeleng gelengkan kepala seperti orang yang gila. Ya, tergila gila pada Choi Minho.

“oh,” dia hanya mengangguk-anggukan kepala, “kau tau Yuri kan?”

“tau.” Jawabku dengan nada kesal, “aku membencinya setengah mati.”

“tau Krystal?”

“aku ingin menelannya bulat bulat.” Jawabku dengan napsu membunuh yang tinggi (.___. ) “apalagi ketika melihat fotonya bersama Minho di kolam renang di Pattaya.”

“yang Minho menggendong Krystal di bahunya itu?”

“JANGAN DIBAHAAAS!!!” teriakku sambil menutup kuping seperti orang gila (.___. ) tawanya langsung meledak.

“hahaha bocah tengik ini lebay juga huahahaha.” Ujarnya sambil tertawa puas sekali melihat kelakuanku tadi -,- “kau ini ternyata fanatik juga.”

“memangnya kenapa kalau aku fanatik? Aku juga kan perempuan.” Ujarku mendelik ke arahnya.

“oh iya, kau ini sudah beruntung bertemu denganku, kenapa ingin bertemu Choi Minho dan bukan member Super Junior lain?” tanyanya.

“aku ini memang ELF, aku juga SHINee World. ELF fandom utamaku tapi bias utamaku itu malahan Choi Minho. Hahaha aneh ya?” jawabku.

“aneh banget eh, bocah tengik.” Celetuknya.

“terserah aku dong, ahjussi sialan.”

“udah sampe, cepet turun.” Suruhnya setelah memarkir mobilnya dan mematikan mesin mobil. Aku turun dan dia pun turun, dia langsung berjalan tanpa mengajakku.

“ya! Tunggu!” teriakku lalu mengikutinya masuk ke dalam gedung SM, “kita kemana? Masih jam 12 lebih 20, masih 40 menit lagi sampai jam 1.”

“tunggu di tempat makan.” Jawabnya singkat dan terus berjalan, aku hanya mengikutinya dari belakang.

“Kyuhyun-ah!” panggil seseorang. Kyuhyun langsung celingukan mencari siapa yang memanggilnya tadi.

“Yunho-hyung!” sahutnya ketika menemukan sosok Yunho… oh my god Jung Yunho ada di hadapanku O.O

“kau tidak ada jadwal latihan ya?” tanya Yunho pada Kyuhyun.

“ne hyung, kami libur beberapa hari hehe.” Jawabnya.

“siapa gadis ini?” tanya Yunho sambil melirik ke arahku, “pacarmu?”

“BUKAN!” bantah aku dan Kyuhyun bersamaan.

“aku sepupu jauhnya.” Jawabku langsung.

“oh sepupu jauh. Cantik sekali.” Ujar Yunho membuat wajahku memerah mendengarnya, Jung Yunho mengatakan aku cantik! 😄 “kenapa ada disini?” tanyanya ramah.

“bocah tengik ini memaksaku untuk mempertemukannya dengan Minho.” Aku langsung melemparkan pandangan mencela pada Kyu karena menyebutku ‘bocah tengik’ di depan Jung Yunho.

“kau jahat sekali memanggilnya bocah tengik, Kyu, haha.” Yunho tertawa, “memangnya kamu kelas berapa?”

“kelas 10 SMA.” Jawabku malu malu karena ditanya oleh seorang Jung Yunho kyaa 😄

“oh masih kelas 10 SMA, cantik sekali.” Pujinya lagi, sepertinya ucapannya membuat wajahku seperti kepiting rebus sekarang, “udah punya pacar?”

“eh eng belum.” Jawabku terbata, kenapa dia tanya begitu? Bikin aku geer saja 😄

“oh begitu, kalau saja kau lebih tua sedikit, pasti udah aku sabet haha.” Ujarnya >//< aku tersenyum malu malu.

“kami mau ke tempat makan dulu hyung, aku lapar belum makan siang. Permisi hyung.” Ujar Kyuhyun datar lalu langsung pergi.

“eh eng, permisi.” Kataku meminta diri lalu mengikuti Kyuhyun yang pergi duluan.

“tungguin ih! Dasar ahjussi sialan!” kataku sambil mengejar langkahnya. Dia terus saja berjalan datar menuju tempat makan. Dia langsung memesan makanan di kasir.

“ng, jjajangmyun nya satu, minumnya es cendol (?).” ujarnya lalu membayar makanannya.

“ya! Kau tidak menanyaiku ingin makan atau tidak?” tanyaku.

“memangnya kenapa aku harus bertanya padamu?” katanya datar -,- “kalau kau mau makan, ya beli aja sendiri sono.”

“tidak kusangka, ternyata Cho Kyuhyun benar benar ahjussi sialan evil peliiit!!!” sindirku sambil memeletkan lidahku.

“terserah.” Katanya datar sambil membawa makanannya ke meja paling dekat. Ya ampun ini orang udah pengen aku tabok -,-

“ish.” Aku mendelik ke arahnya lalu memesan moccachino latte kesukaanku dan membayarnya dengan uangku sendiri. Lalu duduk di meja yang sama dengannya.

Aku melihat jam tangan Casio ku yang berwarna silver pink, yang menunjukkan pukul 12.45. duh kenapa sih rasanya waktu berjalan lambat banget -,-

“ya,” panggilku pada Kyu yang sedang asyik melahap jjajangmyeon nya.

“mwo?” tanyanya.

“kau ini pernah pacaran kan? Seperti si Haneul itu. Apa Haneul bisa tahan pacaran sama orang kayak kamu?” tanyaku iseng.

“ya! Apa maksudmu dengan ‘orang kayak kamu’? sepertinya aku merasa tersindir ya.” Ujarnya sambil mendelik ke arahku.

“itu kenyataan, contohnya tadi, kau sama sekali tidak kepikiran untuk menanyaiku aku mau membeli makanan atau tidak. Terus sifatmu yang ngeselin itu, pas kemarin, udah tau lampu merah tapi masih aja ngegas dan akhirnya aku tertabrak dan untungnya tidak terlalu keras, kalau aku mati bagaimana hah?” ujarku dengan nada menyindir.

“lalu kau sendiri? Kau pernah punya pacar?”

“belum, selalu aku tolak. Soalnya pada bukan tipe aku sih (.___. ).” Kataku jujur.

“nah kau sendiri pilih pilih. Dan lagi sifatmu yang licik itu, sampai menyandera PSP ku dan memaksaku untuk menjemputmu! Cih, bocah tengik.” Sindirnya -,-

Handphone Kyu berbunyi, Kyu langsung mengambil handphone nya di saku.

“yoboseyo? Ne, kami sudah di gedung SM. Sekarang lagi di tempat makan. Kau kesini aja. Ne.” Lalu dia menaruh handphone nya ke dalam saku lagi.

“nugu?” tanyaku sambil menyeruput moccachino latte ku.

“Minho.” Jawabnya singkat lalu kembali memakan jjajangmyun nya.

“mwoya? Kau menyuruhnya kesini? Tega banget sih, padahal aku aja yang kesana.” Ujarku merasa ga enak karena aku udah waktu Minho untuk bertemu denganku, dan malah dia yang nyaperin -,-

“Kyuhyun hyung!” panggil seseorang yang baru memasuki tempat makan. Kyuhyun yang sedang menyendok jjajangmyun ke mulutnya hanya mengangkat tangannya dan mendadahinya dengan ekspresi datar -_- begitu aku melihat ke arah orang yang memanggilnya tadi… CHOI MINHO WAWAWA *dilempar sendal* hatiku rasanya mau meledak saking gembiranya bisa bertemu Choi Minho huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Dia jauh lebih tampan dilihat langsung dibandingkan dari foto dan video!!! Dia berjalan menuju meja kami >.<

“ini sepupumu, hyung?” tanyanya begitu sampai di depan meja kami.

Kyuhyun yang sedang mengunyah makanannya hanya mengangguk sambil melihat ke arah luar lewat jendela tempat makan itu. Idih -,-

“hai, siapa namanya?” tanya Minho dengan senyuman yang, yang, yang cute >//<

“Ahna, Lee Ahna…” jawabku sambil memandang tidak percaya padanya. Aku yakin tampangku saat ini seperti melihat berlian sebesar bantal yang sangat berkilauan, dan tampang itu pasti sangat memalukan (.___. )

“ah, Ahna-ssi, salam kenal.” Minho mengulurkan tangannya untuk bersalaman denganku, aku mengangkat tanganku pelan pelan karena kurasa tanganku sudah mati rasa -_- begitu menyentuh tangannya, sepertinya saraf saraf tanganku sudah tidak bekerja lagi (.___. ) “kau kelas berapa?”

“kelas 10 SMA he.” Jawabku.

“aku sudah selesai makan,” ujar Kyuhyun yang menyadarkanku dari lamunan aneh aneh ketika memandang Minho, “kalian disini aja ya, aku mau ke toilet.” Lalu ngeloyor pergi begitu saja -_- lalu Minho duduk di kursi yang tadi ditempati Kyuhyun. Sekarang kami duduk berhadap hadapan >.<

“a-ah, Minho-ssi.” Gagapku.

“ne?” tanyanya sambil tersenyum maaaaaaniiiiiiiiiiiiiiiis 😄

“boleh, aku, berfoto…?” tanyaku.

“ah tentu saja boleh.” Jawabnya ramah 😄

Aku langsung mengeluarkan kamera digital yang sudah aku persiapkan.

“sini.” Ujar Minho menyuruhku untuk pindah ke sebelahnya >.< aku pun pindah ke kursi di sampingnya. Aku memasang senyum sebaik mungkin dan menekan tombol kamera, yang ternyata hasilnya buram karena tanganku gemetaran -,-

“sini biar aku saja  yang pegang kameranya.” Ujar Minho lalu mengambil kamera dari tanganku.

“1 2 3.” Gumam Minho lalu menekan tombol kameranya, “ini sudah.” Katanya sambil tersenyum lalu menyerahkan kamera itu padaku.

“em, aku ingin foto yang agak jauh, bolehkah?” pintaku.

“boleh. Pelayan. Bisa tolong foto kami?” pinta Minho pada pelayan yang sedang membereskan meja sebelah.

“ah ne.” Jawab pelayan tersebut ramah lalu mengambil kamera yang diserahkan oleh Minho. Pelayan tersebut berdiri semeter dari meja kami.

“1,2, 3.” ‘klik’ pelayan tersebut menekan tombol kamera tersebut lalu memberikan kameranya lagi padaku.

“kamsahamnida.” Kataku berterimakasih.

“cheonmanneyo.” Jawab pelayan tersebut ramah lalu kembali membereskan meja.

“kamsahamnida Choi Minho-ssi.” Kataku sambil menundukkan kepalaku berkali kali karena berterimakasih.

“ne, cheon.” Jawab Minho sambil tersenyum 😄 “Ahna-ssi.”

“ne?”

“kau cantik sekali.” Ujarnya membuatku melongo mendengarnya. Dia bilang apa?

“ne?” tanyaku lagi masih tidak percaya apa yang tadi dia bilang, takut salah denger (.___. )

“kau cantik. Cantik sekali.” Katanya membuat nafasku tertahan. Oxygen i need oxygen please!!! I forget how to breath!!! “boleh aku minta nomor handphone mu?”

Aku melongo tidak percaya. “bo-boleh.”

“ini, masukkan nomormu.” Ujarnya sambil menyodorkan handphone miliknya padaku. Aku mengambilnya dengan tangan gemetaran, memalukan sekali rasanya (.___. ) aku pun mengetikkan nomorku lalu menyodorkan handphone Minho tanpa mensave nya. Minho mengambilnya.

‘nothing can stop me from loving you you you’ handphone ku berbunyi dan kulihat itu panggilan dari nomor yang tidak kukenal.

“itu nomorku.” Ucap Minho, “save ya.”

“a-ah ne.” Aku pun langsung men-save nomornya dengan nama ‘Choi Minho >w<’ aaaaaaaa aku punya nomor handphone Choi Minho!! 😄

“lain kali kalau aku punya waktu, datanglah kemari.” Ajaknya.

“ne? A-ah ne.” Dia terus membuatku melongo O.O dia, mengundangku untuk datang kesini lagi?! O.O

“bolehkah…?”

“ne? Boleh apa?”

“boleh aku memanggilmu Ahna-ya?”  tanyanya.

Apa… orang ini… mau membuatku pingsan hah?? 😄 “boleh…”

“terima kasih Ahna-ya. Kau, panggil aku apa?” tanyanya.

“ehm, oppa?” tanyaku.

“boleh hehe.” Ujarnya senang.

“hehe.” Aah bahagia sekali dia memperbolehkan aku memanggilnya ‘oppa’ 😄

“eh umurmu berapa, Ahna-ya?” tanyanya.

“masih 15, tahun ini 16 sih nanti Agustus hehe.” Jawabku.

“berarti kita Cuma beda 3-4 taun.” Gumamnya.

“iya hehe.” Ucapku. Kyuhyun masuk ke tempat makan lagi lalu duduk di sebelah Minho.

“gimana? Udah puas ketemu Choi Minho yang kau gila gilai itu?” sindir Kyu. Aduh ahjussi sialan dia buka aib -_- “Minho-ya, dia ini tergila gila padamu, dia sampai tidak suka pada Yuri dan Krystal yang dekat dekat denganmu. Dia bilang ingin menelan Krystal bulat bulat karena dia dekat denganmu.”

“ya! Ahjussi sialan diam kau!” ujarku kesal. Hancur sudah image ku di depan Choi Minho -,-

“hahaha tenang saja Ahna-ya, aku dan Krystal hanya seperti kakak dan adik. Lagipula dia bukan tipeku.” Katanya enteng, membuatku bersyukur dalam hati mendengarnya, “lagipula tipeku itu yang seperti kamu, Ahna-ya.”

“e-ehe-he-he.” Aku tertawa salah tingkah, “te-rima, kasih, oppa.”

“Ahna-ya? Oppa?” tanya Kyuhyun heran, “udah pake panggilan dekat?”

“ne hyung hehe.” Jawab Minho.

***

~Kyuhyun’s POV~

Apa? Baru pertama bertemu sudah panggil ‘Ahna-ya’ dan ‘oppa’?

“kenapa hyung?” tanya Minho.

“ah ani.” Sergahku cepat.

Bocah tengik ini saja tidak memanggilku ‘oppa’, dan malahan memanggilku ‘ahjussi sialan’ -_-”

“hyung, maaf aku harus kembali latihan, jam istirahatku udah selesei.” Ujar Minho.

“ah ne.”

“Ahna-ya, aku permisi dulu ya. Lain kali kalau aku ada jadwal kosong, datang kemari ya, nanti aku sms. Annyeong.”

“annyeong oppa.” Jawab bocah tengik itu sambil memandangi kepergian Minho.

“ya, kau bertukar nomor handphone dengannya?” tanyaku.

“ne hehe, dia juga bilang aku cantik.” Katanya sambil menepuk nepukkan tangannya ke wajahnya sendiri karena tidak percaya, wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus.

“mwoya? Dia pasti berbohong.” Ujarku agak sinis dan mendelik ke arahnya.

“wae? Kau cemburu hah? Ahjussi sialan.” Katanya sambil balas mendelik.

“enak saja! hey kenapa kau memanggilnya oppa tapi malah memanggilku ahjussi hah? Pake sialan lagi, ahjussi sialan? Dasar bocah tengik.”

“umurku dan Minho oppa hanya berbeda sekitar 3 sampai 4 tahun. Denganmu? Beda 7 tahun, tentu saja pantas aku panggil ahjussi. Dan sialan itu karena kau memang sialan, ahjussi sialan.” Balasnya dengan pandangan menantang.

“ish. Aku tidak mau dipanggil ahjussi. Aku tidak setua itu. Yang pantas dipanggil ahjussi itu Leeteuk hyung. *lempar sandal*” kataku, “panggil aku oppa.”

“ogah ih manggil elu ‘oppa’ idih huekcuh najiis dasar ahjussi sialan.” Ujarnya sambil memeragakan muntah, “jangan pernah mimpi aku akan memanggilmu dengan embel embel ‘oppa’.”

“bocah tengik!”

“udah ah, antar aku pulang.”

“mwoya?! Aku mengantarmu pulang?!”

“ne, lihat apa yang kupegang.” Ujarnya sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“PSP KU!!!” teriakku sehingga semua orang yang berada di tempat makan melihat ke arahku, membuatku malu -,- dan lagi lagi dia tersenyum licik.

“lain kali, perhatikan dimana kau menyimpan PSP, jangan ditaruh di dashboard lagi atau aku akan menyanderanya lagi.” Katanya sambil tersenyum sok polos.

“ish. Ya sudah, ayo aku antar!” akhirnya aku mengalah lagi, “dasar bocah sialan.”

Aku pun berjalan menuju parkiran dan langsung berjalan menuju mobil NF Sonata Silver ku. Aku memencet tombol pembuka pintu otomatis. Bocah tengik itu masuk mobil terlebih dahulu daripada aku -_- aku pun masuk mobil, PSP ku sudah ditaruhnya kembali ke dashboard dan langsung aku ambil karena takut disembunyikan lagi. aku langsung menjalankan mobil menuju jalanan kota Seoul menuju rumah bocah tengik ini.

“ya, bocah tengik. Sudah sampai.” Kataku tanpa melihat ke arahnya, tapi tak ada sahutan, “ya, bocah tengik.”

Aku melihat ternyata bocah tengik itu tertidur begitu pulas di kursinya memunggungiku menghadap jendela.

“ya, ireona.” Kataku pelan.

“ngh.” Gumamnya dan membalik wajahnya ke arahku dan masih tertidur pulas.

Wajahnya begitu dekat denganku. Bocah tengik ini cantik sekali…

Hah? Mikir apalagi aku tadi?!

Tapi, bocah tengik ini memang benar benar cantik sih… wajahnya dekat sekali denganku.

Entah setan apa yang merasukiku, aku semakin mendekati wajahnnya.

10 senti.

5 senti.

Tiba tiba matanya membuka.

“ya! Bocah tengik! Ireona! Sudah sampai tau!” aku langsung berteriak dan membuat dia dengan terkejut.

“ya! Ahjussi sialan! Kau ini bisa lembut sedikit ga sih?!” ujarnya kesal sambil mengucek matanya.

“habis kau ga bangun bangun, aku mau pulang dan menyelesaikan game yang tertunda gara gara PSP ku diambil oleh seorang bocah tengik yang memaksaku untuk mengantarnya pergi kesana sini seperti supir.”

“dan bocah tengik itu melakukannya karena meminta ganti atas handphone dan laptopnya yang rusak setelah ditabrak oleh seorang ahjussi sialan.”

“ish.” Aku mendelik ke arahnya, kenapa dia selalu aja bisa membalikkan keadaan sehingga aku tidak bisa membantah -_-

“ah, jangan lupa, kau masih harus mengganti laptop dan handphone ku. “ ujarnya. Sial -,- “laptop ku Acer yang 14 inch, handphone ku Nokia 5630. Harus diganti. Aku akan menerormu dengan sms dan telepon setiap malam, araseo?!” Ancamnya.

“iya iya aku ganti! Beberapa hari lagi aku ganti oke?! Soalnya minggu ini masih ada jadwal kosong.” kataku, “sekarang cepat turun, aku mau pulang!”

“idih, biasa aja bisa kali, dasar ahjussi sialan.” Ujarnya lalu langsung keluar dan masuk ke dalam rumahnya.

Semoga saja dia tidak sadar kalau aku, hampir menciumnya.

“aargh apa yang tadi aku pikirkan sih?!” aku mengacak acak rambutku seperti orang gila.

***

~my POV~

Aku langsung berlari ke kamarku dan menutup pintu.

Tadi, ahjussi sialan itu, apa yang mau dilakukannya tadi? Begitu aku membuka mata kenapa wajahnya dekat sekali denganku? Kenapa?! Aaargh!

Aku melihat kaca dan mendapati wajahku merah sekali, melebihi kepiting rebus kali ini.

“aaa kenapa deg degan gini sih?!” teriakku lalu melemparkan tubuhku ke atas kasur dan menjeduk jedukkan kepala pada bantal berkali kali (.___. )

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Yeoreum-ah!” panggilku begitu aku memasuki kelas.

“Ahna-ya annyeooong.” Sambut Yeoreum begitu aku masuk kelas.

“Yeoreum, aku punya banyak cerita yang harus kuceritakan padamu. Nanti istirahat di taman ya!”

“kenapa ga sekarang?” tanyanya.

“jangan disini deh hehe, harus di tempat sepi.”  Jawabku.

“kenapa harus di tempat sepi?” tanyanya lagi -,-

“iya udah tunggu nanti aja istirahat di taman dih nanya mulu ini anak -,-”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“emang ada apaan sih?” tanya Yeoreum begitu kami duduk di kursi taman sekolah ketika istirahat. Dan aku pun menceritakan semua kejadian mulai dari ketika aku dan Yeoreum berpisah pulang sekolah sampai kejadian kemarin aku bertemu Choi Minho.

“MWOYA?! Kau beruntung sekali sih?!” teriak Yeoreum kaget.

“ssst jangan keras keras! Jangan sampai kedengaran yang lain! kalau sampai ada yang dengar, bisa bisa aku dibunuh ELF atau Shawol lagi!” kataku takut.

“ne ne. Kau ini, udah bertemu Cho Kyuhyun, bertemu Choi Minho, dianterin Cho Kyuhyun, tukeran nomor sama Choi Minho, Minho panggil kamu pake nama akrab ‘Ahna-ya’, kamu boleh panggil Minho ‘oppa’, kamu juga jail lagi pada Cho Kyuhyun. Ahnaaa aku pengen dong tukeran hidup ama kamu! Aku pengen ketemu Lee Donghae huweee.” Kata Yeoreum yang memang sangat menyukai Lee Donghae.

“haha nanti pas aku ambil laptop dan handphone baru dari ahjussi sialan itu aku ajak kamu deh, atau kalau Minho lagi ada jadwal kosong terus ngajak aku main kesana wkwk.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

From: Ahjussi Sialan

Ya! Aku udah beli laptop dan handphone gantinya! Kapan mau kau ambil?

.

To: Ahjussi sialan

Kyaa jinjja? Kau punya jadwal kosong untuk ketemu kapan?

.

From: Ahjussi Sialan

Hari Jum’at saja, aku akan latihan di gedung SM hari itu.

.

To: Ahjussi Sialan

Oke berarti lusa ya, jam berapa?

.

From: Ahjussi Sialan

Aku ada jam istirahat jam 1 siang sampai jam 3 siang

.

To: Ahjussi Sialan

Oh oke oke jam 12 aku udah pulang sekolah… tunggu, berarti aku kesana sendirian?!

.

From: Ahjussi Sialan

Ya iyalah, ngapain juga aku jemput, males amat. Lagian aku ada latihan.

.

To: Ahjussi Sialan

Kan jauh -,- ya udah deh gapapa wkwk yuhuuu laptop baru handphone baru I’m coming :*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

From: Choi Minho >w<

Ahna-ya, hari Jum’at ini ada waktu? Aku ada latihan dan ada istirahat dari jam 1 siang sampai jam 2 siang. Bisa?

.

To: Choi Minho

Kebetulan aku emang mau kesana ketemu ahjussi sialan itu hehe, oke deh ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Yeoreum-ah, ayo kita pergi sekarang. Sekarang jam 12, sampai sana jam 1 kurang.” ajakku begitu bel sekolah berbunyi.

“ne ne ne kajjaaaaaaaaaaaa.” Sahut Yeoreum semangat.

.

To: Ahjussi Sialan

Nanti kau jemput kami di pintu depan gedung SM

.

From: Ahjussi Sialan

‘kami’? apa yang kau maksud dengan ‘kami’?

.

To: Ahjussi Sialan

Aku membawa seorang sahabatku, Cuma satu kok tenang. Dan dia bukan mulut ember, dia ga bakal ngasih tau ini ke siapa siapa.

.

From: Ahjussi Sialan

-,-

.

To: Ahjussi Sialan

Ya! Kita udah sampai, kau udah jam istirahat belum?

.

From: Ahjussi Sialan

Tunggu di depan gedung SM

.

Aku dan Yeoreum pun menunggu di depan pintu masuk gedung SM. Tidak lama kemudian, muncullah sosok ahjussi sialan itu sambil menenteng sesuatu. Yeoreum memandang ahjussi sialan itu tanpa berkedip dan terus mengguncang tanganku.

“jangan malu maluin gitu.” Ujarku melihat tingkah Yeoreum.

“itu… itu… Cho Kyuhyun…”

“iya iya aku tau ah sut diem jep jep.” Ujarku menyuruh Yeoreum untuk bersikap biasa, “Ya! Ahjussi sialan!”

“berhenti memanggilku ahjussi sialan, bocah tengik. Ini, laptop dan handphone mu.” Ujarnya sambil memberikan sebuah kantung yang cukup besar. Aku langsung mengambilnya dan melihat harta karun baru *o* /tabok

“aaa ahjussi sialan gomawooo.”

***

~Kyuhyun’s POV~

“aaa ahjussi sialan gomawooo.” Ujarnya riang dengan mata berbinar binar dan mengeluarkan laptop dan handphone yang kubeli untuk mengganti miliknya yang rusak karena jatuh setelah kutabrak minggu kemarin.  Gadis ini memang cantik kalau sedang tersenyum…

Hah? Lagi lagi aku bilang bocah tengik ini cantik!

“Andwae andwae!” gumamku sambil menampari wajahku sendiri.

“ya, ahjussi sialan, udah gila ya? Masa namparin muka sendiri.” Celetuknya memandangku heran, tatapannya mengatakan kalau aku ini sudah gila. Kurang ajar -,-

“diam bocah tengik. Ngomong ngomong, siapa dia?” tanyaku sambil melirik ke arah perempuan yang dari tadi berada di samping bocah tengik itu yang terus memandangku kagum. Ah, aku memang tampan sampai temannya itu terus memandangku seperti itu. *author muntah*

“itu temanku, namanya Park Yeoreum. Dia ingin sekali ikut, dia juga ELF.”

“ELF? Siapa biasmu?”

“Lee Donghae.”

“oh.” Lagi lagi si ikan itu -,- kenapa sih dia banyak sekali yang suka -,- *donghae lempar sendal*

“eh kenapa kau masih disini? Aku kan sudah memberimu laptop, sana pulang ke rumah hush hush.” Usirku.

“aku bukan binatang, ahjussi sialan. Aku mau bertemu seseorang.” Jawabnya sambil mendelik ke arahku.

“ne? Siapa?” tanyaku.

“Ahna-ya!” panggil seseorang di belakangku tiba tiba. Aku membalik badan dan melihat siapa yang tadi memanggil nama bocah tengik ini. dan ternyata itu adalah Choi Minho.

“oppa.” Sahut bocah tengik ini begitu melihat sosok Minho yang mendekat.

“maaf lama menunggu, latihannya nambah 5 menit. Mianhae. Lalu aku juga tidak menjemputmu, jeongmal mianhae.” Ucap Minho yang tampaknya merasa bersalah.

“ne, gwaenchanhayo oppa.” Jawab bocah  tengik itu sambil tersenyum senang seperti biasa kalau melihat Minho. Cih -,-

***

~my POV~

“kau sudah makan?” tanya Minho. Aku menggelengkan kepala, “kalau begitu, ayo aku traktir makan.”

“ah ne oppa. Gomawo.” Ucapku tersenyum senang, “ah ini temanku, Park Yeoreum.”

“annyeong Yeoreum-ssi.” Sapa Minho ramah. Membuat Yeoreum tersenyum seperti orang gila *author ditimpuk yang punya nama* “ayo ke tempat makan.”

“ne…” jawabku.

“aku ikut.” Ujar ahjussi sialan itu tiba tiba.

“mwo?”

“aku juga mau makan.” Ujarnya lalu berjalan di depanku.

“kalau mau makan, ya makan aja. Ngapain bilang mau ikut, ahjussi sialan?” ledekku.

“diam kau, bocah tengik.” Ujarnya datar dan tetap berjalan. Ish apa apaan dia -,- jangan jangan mau menghancurkan pertemuanku dengan Minho lagi idih evil -,-

“mau makan apa?” tanya Minho begitu sampai di tempat pemesanan.

“jjajangmyun.” Jawabku bersamaan dengan ahjussi sialan yang ikut kami ke tempat makan, nimbrung lebih tepatnya.

“mwo? Dia tidak menanyaimu, ahjussi sialan.”

“aku tidak mejawab pertanyannya. Aku memesan pada penjaga kasir, bukan pada dia, bocah tengik.”

“ya!”

“udah udah jangan ribut,” ujar Minho yang membuat ahjussi sialan itu mendelik pada Minho, “yaudah, jjajangmyun dua.”

“aku tidak sudi dibayar olehmu, Minho-ya.” Ujarnya.

“kau ini kan yang paling tua, seharusnya kau membayari makan kami semua.” Celetukku sambil memandangnya dengan mengangkat sebelah alisku, memandangnya dengan tatapan menantang.

“aissh. Baik, kubayar semuanya.” Katanya sambil memandangku dengan kesal. Fufufu.

“terima kasih, ahjussi sialan.” Kataku sambil tersenyum, lebih tepatnya menyeringai, padanya.

“tapi hyung.” Minho menyela ketika Kyu hendak membayar makanan kami.

“udah, kali ini aku traktir.” Sergah Kyu cepat dan langsung membayar uang makanan pada petugas kasir. Lalu kami duduk di meja dan menyantap makan siang kami.

Tampaknya handphone Kyu berbunyi, dia langsung mengambilnya dari saku dan mengangkat telepon, “ne? Aku lagi di tempat makan, hyung. Sama Minho, bocah sialan itu dan temannya. Kenapa telepon? Hah? Iseng? Idih si hyung.” Lalu Kyu menaruh kembali handphone nya di dalam saku.

Tidak lama kemudian, ternyata ada member Super Junior memasuki tempat makan, yaitu Leeteuk, Heechul, Yesung, Shindong, Sungmin, Siwon, Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook. Mataku terbuka lebar melihat mereka semua. Sumpit yang kupegang nyaris jatuh karena kaget. Kulirik yeoreum yang mulutnya menganga lebih besar dariku, dan sumpitnya udah jatuh ke lantai dari pertama mereka masuk masa -,-

“hyung ngapain disini?” tanya Kyu.

“cuman mau liat yang lagi pedekatean gitu deh.” Goda Sungmin sambil melihat ke arahku. Aku memasang tampang bingung dengan mulut menganga. Kyu langsung menginjak kaki Sungmin.

“hyung.” Gertaknya sambil memandang Sungmin nanar. Sungmin hanya senyum jail sekaligus meringis kesakitan.

“dasar evil.” Gumam Sungmin sambil menempeleng kepala Kyu. Hoho aku senang melihatnya ditempeleng *evil laugh*

“ngapain kalian kesini?” tanya Kyu sambil memandang kesembilan member dengan tatapan curiga.

“Cuma mau liat gadis seperti apa yang bisa membuatmu mau mengantar jemputnya, yang membuatmu mau menggantikan laptop dan handphone nya, dan yang membuatmu bisa dikalahkan sebagai evil magnae.” Ujar Leeteuk semangat. Tunggu, mengalahkannya sebagai evil magnae? Jadi maksudnya tadi mengatakan aku lebih evil dari dia? Ha ha ha. Tapi tadi Sungmin bilang apa? Pedekatean? Ga salah? Ahjussi sialan yang terus terusan bikin kesel itu pedekatean? Pasti salah, ga mungkin pisan itu mah -,- *author nyunda*

“yang mana yang namanya Lee Ahna?” tanya Heechul memandangku dan Yeoreum bergantian. Aku pun mengacungkan tangan.

“aku…”

“wah! Cantik!” puji Sungmin yang kuyakin wajahku pasti merah padam, aku dipuji Lee Sungmin kyaaa 😄 “benar kau mengidolakanku di Suju ini?”

“iya hehe.” Jawabku sambil malu malu.

“pantas saja kau suka padanya.” Goda Shindong sambil menyenggol Kyuhyun dengan sikunya.

“dia cocok untukmu Kyu, sifatnya pun mirip.” Ujar Yesung.

Ohmegod mereka ini ngomong apa sih?!

“Minho-ya, kau suka pada Ahna?” tanya Siwon tiba tiba.

“a-eh-eh.” Minho tergagap memandangku dan member suju bergantian.

Kira kira apa jawabannya? ._.

“udah hyung apa apaan sih?! Keluar ga? Keluaaaaar!!!” usir Kyu tiba tiba.

“ciyeee Ahna-ssi dikejer dua cowok ganteng ciyeee.” Goda Eunhyuk (.___. )

“pergi atau kulempar kalian satu persatu pake piring hah?” gertak Kyu -_-

“iya iya kita pergi, yang lancar ya.” Ujar Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya padaku. apa apa apa?! ._.

Lalu kesembilan member Suju itupun pergi meninggalkan tempat makan. Mereka persis seperti di acara variety show, jahil (.___. ) Kyu kembali duduk dan meneruskan makannya.

“aku udah selesai makan…” ujarku.

“ah aku juga.” Sambung Minho.

“Ahna-ya, mau ikut ke ruang latian ga?” ajak Minho O.O

“eh? Memangnya boleh?” tanyaku.

“boleh kok. Eh tapi, kamu, aja.” Katanya sambil melirik ke arah Yeoreum.

“ah aku harus pulang sekarang, eomma menyuruhku belanja.” Kata Yeoreum yang langsung paham bahwa dirinya diusir karena tidak diinginkan keberadaannya *dihajar yang punya nama* “aku pergi dulu ya Ahna, Mi-minho-ssi, Kyu-Kyuhyun-ssi.”

“ne, hati hati di jalan ya Yeoreum! Jangan sampai nabrak tiang listrik kayak biasanya!” kataku memperingatkan, dan belum lama sebelum aku ngomong, eh dia nabrak orang -,-

“ayo, Ahna-ya.” Ajak Minho.

“ne.” Aku pun berjalan di samping Minho dan meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat makan, kasihan, “tempat latihannya di lantai berapa?”

“di lantai 5.” Jawabnya. *author ngarang bebas* “ayo masuk.” Suruhnya ketika lift membuka.

Di lift cuma berdua, aduh deg degan (.___. )

“ayo.” Ajaknya begitu pintu lift membuka ketika layar menunjukkan sekarang berada di lantai 5, “di ruangan ini.”

“ne.” Lalu aku pun memasuki ruangan yang penuh dengan cermin tersebut. Di dalamnya terdapat member member SHINee, ada Onew, Jonghyun, Key dan Taemin, “annyeong haseyo, Lee Ahna imnida.” Aku membungkuk kepada mereka semua memperkenalkan diri.

“ah jadi ini yang namanya Lee Ahna.” Ujar Onew sambil memperhatikanku.

“cantik juga ya Minho, pantesan aja.” Celetuk Jonghyun. Apa? Apa? Pantesan apaaa?

“cantikan aku sih tetep.” Kata Taemin narsis -_- yang langsung mendapatkan pukulan yang mendarat pada kepalanya dari Minho, “aduh, bercanda hyung hehe. Cantik kok hehe.”

“hm, hyung, aku mau bicara dulu dengannya disini.” Kata Minho lalu mereka berempat mengangguk mengerti dan keluar dari ruangan. Apa? Mengangguk mengerti? Mengerti apaan?

“ng, mau ngomong apa?”

“Ahna-ya… mungkin ini emang terlalu cepet, mungkin kita emang baru sebentar berkenalan… tapi, saranghae…”

“ne?”

***

~Kyuhyun’s POV~

Aissh aku ditinggalin sendiri disini masa -,-

Eh itu kan Onew, Jonghyun, Key dan Taemin? Mereka mesen makanan. Eh, kenapa Minho ga bareng mereka? Tanyain ah.

“ya.” Panggilku.

“ah, Kyuhyun hyung annyeong.”

“annyeong. Kenapa Minho ga bersama kalian?” tanyaku.

“ah, Minho hyung sedang berdua di ruang latihan bersama Ahna-ssi.” Jawab Taemin.

“ne? Berdua? Mau ngapain?” tanyaku kaget.

“Minho hyung cerita minggu kemarin dia dipertemukan dengan gadis bernama Lee Ahna itu olehmu kan hyung?” ujar Taemin.

“ne, benar… lalu?” tanyaku lagi.

“Minho bilang dia langsung suka padanya, dan sepertinya dia berniat untuk menyatakan perasaannya pada Ahna-ssi sekarang.” Ujar Key.

“mwoya?!” kataku kaget. Jantungku berdebar. Pikiranku kacau. “sekarang mereka dimana? Ruang latihan mana?!”
“ruang latihan di lantai 5, ruang kedua dari kiri pintu lift.” Jelas Jonghyun dan aku langsung beranjak.

Kenapa perasaanku ga nentu gini? Hah? Hah? Kenapa?!

Aku berlari ke arah lift dan terus menekan tombol lift berkali kali dengan tidak sabar.

Jangan bilang kalo aku suka sama bocah tengik itu?! Tidak tidak. Aku bahkan tidak sudi menyebut nama aslinya.

Mana mungkin aku suka bocah tengik itu kan? Bocah tengik kurang ajar yang mempermainkanku.

Tapi… kenapa aku uring uringan beginiii?! *kyuhyun pernah menang olimpiade matematika? Masa sih? mikir gini aja bolot* *dilempar sendal*

Begitu pintu lift membuka, kulihat Sungmin hyung ada di dalamnya.

“kau kenapa Kyu? Kok keliatannya tergesa gesa gitu?” tanya Sungmin heran.

“eh em eng itu eh.” Gagapku tidak bisa menjelaskan perasaanku yang aku sendiri gatau masalahnya nih -_-

“kenapa? Ahna mana?”

“bersama Minho di ruang latihan lantai lima dan Minho mau bilang suka.” Jawabku cepat tanpa jeda. Sungmin tampak agak kaget.

“lalu kau mau kesana?” tanya Sungmin hyung yang sekarang wajahnya menyiratkan bahwa dia tau sesuatu.

“eng eh, molla.” Jawabku.

“jujur saja Kyu. Kau suka pada Ahna kan?” ucapnya yang tampaknya tepat sasaran.

“eh a-an-” sebelum aku sempat menyergah perkataannya, Sungmin hyung memotong.

“jangan bohong Kyu. Semua terlihat jelas dari wajahmu yang uring uringan. Dan lagi, kenapa kau mau kesana? Kau pasti mau menghentikan Minho sebelum berhasil mendapatkan Ahna kan?” ujarnya tepat sasaran lagi.

*speechless + bengong*

“ke-kenapa hyung bi-bisa…”

“kenapa aku bisa tau? Itu semua terpampang jelas di wajahmu itu, bodoh. Sudahlah cepat masuk, kau mau mengejarnya kan?” suruhnya dan aku pun langsung masuk tanpa ba-bi-bu lagi.

Tanpa sadar aku menggigiti kuku jariku.

Bagaimana kalau aku terlambat? Bagaimana kalau Minho lebih dulu daripada aku? Bagaimana kalau Ahna menjadi milik orang lain?

Kalau Ahna menjadi milik orang lain, aku akan merebutnya. Yah, mungkin terdengar jahat. Tapi, hanya ada satu gadis yang keras kepala sepertinya, yang licik sepertinya, yang biasa saja terhadapku, yang cantik seperti itu…

Pintu lift membuka ketika sampai di lantai 5 dan aku langsung keluar.

“hwaiting, Kyu!” ujar Sungmin menyemangatiku dan menutup pintu lift.

Aku berdiri di depan pintu ruang kedua dari pintu lift. Kuberanikan untuk membuka pintu.

***

~my POV~

“Ahna-ya… mungkin ini emang terlalu cepet, mungkin kita emang baru sebentar berkenalan… tapi, saranghae…”

“ne?”

“saranghae, Ahna-ya. Dari pertama melihatmu, aku sudah suka padamu…” Minho berjalan mendekat.

Aku harus apa? Senang? Tapi kenapa rasanya perasaan ini sepertinya biasa aja? Kenapa ya (.___. )

Sadarlah Lee Ahna! Seorang yang kau gila gilai, seorang artis yang digila gilai banyak gadis, menyatakan perasaannya padamu! Tapi rasanya, ada yang aneh.

“maukah, kau menjadi pacarku?” ucapnya pada akhirnya, dia berdiri di depanku, tubuh kami hanya berjarak 30 cm. Matanya menatap wajahku. Tapi aku hanya berani menatap lantai, “Lee Ahna…”

“ng, aku…” aku bingung harus bilang apa. Apa aku juga menyukainya? Tentu saja, aku menggilainya. Aku menempel posternya di dinding kamarku. Aku mempunyai banyak foto dan video tentangnya. Lalu… apa lagi yang kupikirkan? ‘mau’, sebenarnya hanya satu kata itu saja yang harus kuucapkan.

Tapi…

‘BRAK’

Pintu tiba tiba membuka.

“a-ahjussi sialan?”

“maaf Minho-ya.” Ucapnya sambil berjalan ke arah aku dan Minho.

“maaf kenapa hyung?” tanya Minho.

“maaf, gadis ini tidak akan kuserahkan padamu.” Kata Kyu sambil memandang lekat lekat padaku. MWOYA?! Tadi dia bilang apa tadi dia bilang apa tadi dia bilang apa?!

“ke-kenapa?” tanya Minho heran.

“aku suka padanya.” Lanjutnya. Aku membulatkan mataku tidak percaya.

“a-apa? Bukankah dia sepupumu?”

“bukan, aku tidak sengaja menabraknya-tidak parah tapi-dan aku membawanya ke rumah sakit. Itulah awal pertemuan kami.”

“lalu sekarang hyung mau apa?”

“apa dia sudah menerimamu sebagai pacarnya?” tanya Kyu sambil melihat ke arahku. Aku menggeleng pelan, “nah, apa jawabanmu untuk Minho?”

Aku terdiam sesaat, “molla…” aaargh aku bingung! Ahjussi ini kenapa tiba tiba…

“molla bisa berarti tidak.” Kyu berjalan mendekatiku dan menatap mataku dalam dalam.

“ahj-“ dia memelukku? Dia memelukku! Dia ini kesambet setan apaaaan?!

“bocah tengik. Kau ini licik, tidak sopan. berbeda dengan yang lain jika bertemu denganku, akan berteriak histeris dan membuat kupingku terasa budek. Tapi kau, setelah bertemu denganku malah memintaku untuk mempertemukanmu dengan orang lain. dan akhirnya aku baru sadar, aku sudah jatuh cinta pada bocah tengik itu dan tidak bisa melepaskannya dari pikiranku.”

Speechless…

“ahjussi sialan…” aku mulai membuka mulut, “mianhae…”

Dia tampak kaget, “mwo? Mianhae kenapa?”

“Minho-ssi terima kasih,” aku mengalihkan wajah kepada Minho.

“ne?” Minho memasang wajah harap harap cemas.

“terima kasih sudah menyukaiku. Aku senang terhadap perasaanmu. Aku juga menyukaimu…” ucapku membuat wajah Kyu terlihat sangat kecewa, “tapi…”

“tapi apa?” wajah Minho yang tadinya berseri seri langsung serius kembali.

“tapi, ternyata aku memang menyukaimu hanya sebagai idolaku. Idola yang tampan, tinggi, baik, dan aku sangat menggilaimu, tapi aku menyukaimu hanya sebatas idola… maafkan aku. Aku menyukai seorang ahjussi yang lebih tua 7 tahun dariku. dia menyebalkan seperti yang member lain bilang, tapi aku menyukainya. Bukan sebagai idola. Sekali lagi, terima kasih dan maaf… Minho oppa…”

“begitu… terima kasih telah mengidolakanku… aku pergi. Annyeong.” Ujarnya lalu keluar ruangan.

“mianhae…” ucapku sekali lagi pada sosoknya yang sudah menghilang dibalik pintu, “lalu? Ternyata ahjussi sialan ini menyukaiku?”

“dan bocah tengik ini pun demikian.” Celetuknya datar sambil mengeluarkan smirk nya. Dia tertawa lebar, “hahaha tidak kusangka aku bisa suka pada bocah tengik ini. apa yang kupikirkan sebenarnya? Jangan jangan kau pake jampe jampe di ki joko bodo ya?!”

“mwoya?! Jampe jampe?! Enak saja! elu kali! Lagipula siapa itu ki joko bodo?” tanyaku yang baru mendengar nama itu.

“itu dukun terkenal di Indonesia haha.” Jawabnya sambil tertawa.

“idih, ngapain juga gue jampe jampe ahjussi gini! Ga pake jampe jampe aja udah kayak gini kok haha.” Aku tertawa.

“benar. Lalu, berhentilah memanggilku ahjussi sialan.” Suruhnya.

“lalu aku memanggilmu apa? Aku ogah manggil ‘oppa’, sampe mati pun aku ga akan panggil ‘oppa’!” tolakku.

“kalau begitu jagi? yeobo?” usulnya.

“NO WAY!” tolakku langsung, “mimpi aja kalo aku bakal manggil gitu. Ogah najis.”

“lalu kau memanggilku apa?! Masa ahjussi sialan?! Kau ini benar benar bocah tengik!”

“ish, berhentilah juga memanggilku bocah tengik. aku ini tidak suka memanggil ‘oppa’ ‘jagi’ ‘yeobo’.”

“lalu kenapa kau memanggil Minho dengan sebutan ‘oppa’?” protesnya.

“itupun sebenarnya aku tidak suka. Ya tapi tak apalah. Hey, bagaimana kalau aku memanggilmu ‘hyung’ saja?” usulku.

“’hyung’? seperti lelaki saja. tapi boleh deh haha. Lalu aku memanggilmu apa?”

“Ahna saja.”

“Ahna-yaa~ Ahna jagiyaa~ Ahna yeoboo~” panggilnya.

“cukup Ahna-ya saja.” ujarku, “yah tetapi, panggilan ‘ahjussi sialan’ memang paling baik.”

“dan panggilan ‘bocah tengik’ memang paling pas denganmu.”

“haha, disinilah awal mula cerita sang ‘ahjussi sialan’ dan ‘bocah tengik’ berawal…”

“benar, awal dari Evil Magnae Couple…”

~THE END~

9 thoughts on “When Evil Magnae Meets Evil Magnae”

  1. kacau!! rame bgt FF.a
    hahahahaha~
    Kyu di ancam sma ank b’umr 15 thn?? aigo~ bener-bener dhe,,mna dibeliin laptop + hp sama Kyu lgi
    beruntung sx nasib Ahna~ 😀
    Daebak dhe pkk.a^^b

  2. yang buat nya ancurrr kerennn daebak~!! wakakaka.. seru sih emang magnae evil ya emang musti ketemu sm magnae evil juga.. seru.seru.. sering2 buat ff kyq gni ya thor xP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s