Difficult To Say love [Chapter 1]

hai admin n para readers, nie FF pertama aku yg aku kirim ke blog nie,, sebelumnya FF nie pernah aku publish di “superjuniorff2010.wordpress.com”,, FF nie real hasil pemikiran aku sendiri, makany rada aneh kykny ceritany…
hehe…
yap daripada banyak ngomong mending langsung ja yuk, cek this out…
happy reading ^^
Difficult To Say love [Chapter 1]
Author : Sussan Doank
cast. Cho Kyuhyun, Choi Siwon
genre. Romance, Friendship
Mee Yon POV
“Ayolah mee yon,kumohon”, rengek chi ju sambil mengatupkan kedua tangannya dan mengeluarkan puppy eyes nya.
“Apa lagi yang harus aku lakukan untuk menghentikan kelakuanmu yang menjijikkan itu?”, ucapku pada chi ju yang masih meenatapku dengan tatapan memohon.
“Aku minta tolong padamu kenalkan aku dengan siwon sunbae, kau kan satu organisasi dengannya, kau kan tahu aku sangat menyukainya, dan lagi dia belum memiliki seorang yeojachingu, aku sangat ingin sekali dekat dengannya”, ucapnya panjang lebar.
Chi ju, lebih tepatnya shim chi ju, dia adalah sahabatku sejak kecil. Dan sekarang kami duduk dibangku 1 SMA di salah satu SMA swasta di korea selatan. Akhir-akhir ini sahabatku ini dengan mengalami yang namanya jatuh cinta, dia menyukai salah satu sunbae kami yang menjadi ketua OSIS di sekolah kami. Berhubung aku satu anggota OSIS juga, chi ju sering memohon kepadaku untuk mengenalkannya pada choi siwon. Ya itulah nama seorang namja yang membuat chinguku yang satu ini selalu melakukan hal-hal bodoh, salah satu nya dengan perbuatannya ini yang selalu memksaku untuk mengenalkannya padanya.
“Jebal”, rengeknya untuk kesekian kalinya. Aku hanya bisa diam saja melihat kelakuan chi ju yang tak seperti biasanya.
“Ani, ani, jangan memaksaku tuk menuruti  kemauanmu, walapun aku anggota OSIS juga tapi aku sama sekali tidak pernah berbicara dengannya kecuali berbicara mengenai rapat ataupun membicarakan tentang event yang sedang kami kerjakan. Kenapa tidak kau saja yang melakukannya sendiri?”, ucapku panjang lebar yang membuat chi ju mengeluarkan air matanya karena aku berbicara sedikit berteriak kepadanya. Melihatnya akan menangis, aku akhirnya luluh karena aku selalu tak kuasa bila melihatnya menangis.
“Arasseo, rrasseo tapi hentikan kelakuanmu itu”, lanjut ku sambil menghela nafas panjang.
Chi ju POV
Aku hampir menangis mendengar ucapan mee yon yang menolak untuk membantuku. Tapi pada akhirnya mee yon menyetujuinya.
“Arasseo, arasseo tapi hentikan kelakuanmu itu”, lanjut nya sambil menghela nafas panjang. Dan aku pun tersenyum mendengar kesetujuannya untuk membantuku.
Kim mee yon adalah sahabatku yang paling aku sayang dari apapun. Dia seorang yeoja yang selalu dingin tanpa mempedulikan sekitarnya dan selalu tegar, meskipun begitu dia orang yang sangat baik. Walaupun dia selau terlihat tegar tapi sebenarnya dia orang yang lemah bila sudah melihatku menangis.*khehe.. kesempatan*. Aku sangat menyayanginya dan mee yon sudah aku anggap seperti kakakku sendiri.
xxxxxxx
~Keesokkan harinya~
Mee yon POV
Aku sedang berdiri di depan pintu rumah chi ju, seperti hari-hari sebelumnya aku selalu menjemput chi ju untuk sekedar berangkat bersama ke sekolah. Dan seperti hari-hari sebeumnya pula dia selalu bangun kesiangan.
“Oemma, aku pergi dulu!”, teriak chi ju dari dalam rumah seraya berlari ke arah pintu.kebiasaan yang sering dia lakukan di setiap pagi. Dan aku pun telah terbiasa dengan kelakuannya itu.
“Ya~ sampai kapan akan kau akan seperti ini selalu bangun kesiangan. Hilangkan kebiasaan burukmu itu chi ju. Siwon sunbae belum tentu akan menyukaimmu dengan kebiasaanmu itu”, omelku padanya, sedangkan chi ju hanya terus berjalan mendahuluiku tanpa menghiraukan omelanku sambil terus tersenyum di sepanjang perjalanan.
‘aiissh~ anak ini pura-pura tidak dengar’, batinku.
Setibanya kami di sekolah, secara tidak sengaja kami berpapasan dengan siwon sunbae dan temannya cho kyuhyun sunbae di gerbang sekolah. Aku hanya tersenyum ketika siwon sunbae dan kyuhyun sunbae menyapaku. Akhirnya mereka berlalu dari hadapan kami.
“Mee yon kau lihat tadi, siwon sunbae hari ini begitu tampan dari biasanya ditambah lagi senyumnya yang sangat lembut. Kapan kau akan mengenalkanku padanya?”, ucap chi ju sambil menarik-narik lengan bajuku dan pandangannya tetap tertuju kearah siwon sunbae melangkah.
“Pulang sekolah nanti aku akan ada rapat. Sebisa mungkin setelah selesai rapat ku akan mencoba berbicara dengannya”, ucapku datar.
“Baiklah kalau begitu pulang nanti aku akan menunggumu di kelas”, kata chi ju sambil tersenyum penuh arti.
“Aiissh~ dalam hal ini kau baru mau menungguku, kemarin-kemarin kau pulang begitu saja setiap aku ada rapat”, omelku untuk yang kedua kalinya di pagi ini. Dan untuk kedua kalinya chi ju tidak menghiraukan omelanku, dia hanya tersenyum seraya menarikku menuju kelas.
xxxxxxx
~TING TONG TING TONG~
Bel istirahat pun berbunyi, chi ju segera menarikku untuk menemaninya ke kantin. Setibanya di kantin, tumben di kantin tidak seramai biasanya, akupu segera mencari tempat duduk di pojok, tempat yang selalu aku dan chi ju tempati setiap kali datang ke kantin. Akupun duduk sambil memasangkan headset di telingaku dan mulai menyalakan    I-pod kesayanganku, sedangkan chi ju dia sedang sibuk memesan makanan.
PLETAK~ sebuah jitakan yang cukup keras mendarat di kapalaku dan membuyarkan konsentrasiku mendengarkan musik.*memangnya mendengarkan musik butuh konsentrasi ya,haha..*
“Aduh~”, aku meringis kesakitan sambil memegangi kepalaku, dan aku pun membalikkan badanku kearah seseorang yang telah seenaknya memukul kepalaku tiba-tiba.
“Kyuhun sunbae apa salahku tiba-tiba kau memukul kepalaku?”, ucapku sedikit bertriak sambil mengelus-ngelus kapalaku yang sakit.
“Hahah…. Mian, kekerasan ya mukulnya”,  ucap kyuhyun sunbae diiringi gelak tawanya yang membahana *lebay*.
“Sedang apa kau sendirian disini?”,  tanya kyuhyun sunbae sambil mengelus kapalaku yang habis dipukulnya.
“Aku sedang menemani temanku makan, sekarang dia sedang asik memesan makanan. Sunbae sendiri sedang apa disini? Tidak biasanya sunbae datang ke kantin pada jam istirahat”, ucapku datar.
“Seperti biasa kau selalu berbicara datar, bisakah kau merubah sikapmu itu? Yah, lupakan lagipula aku sudah terbiasa dengan sikapmu  yang yang seperti itu”, celetuknya sambil duduk di bangku yang berada di hadapanku.
“Aku kesini karena aku bosan di kelas, karena para yeoja-yeoja di kelasku selalu mengerubungiku. Aku heran kenapa setiap hari meraka selalu mendatangi bangkuku hanya sekedar memandangiku saja”, lanjutnya.
Cho kyuhyun, sunbaeku yang satu ini memang cukup terkenal di kalangan yeoja-yeoja di sekolahku. Selain karena dia pintar, dia pun sangat tampan, hanya saja dia sangat dingin kepada yeoja. Sifatnya tidak terlalu beda denganku, aku pun orang yang sangat dingin kepada namja-namja di sekolahku. Dia juga salah satu anggota OSIS sama sepertiku. Sebenarnya tidak hanya dia saja yang terkenal dikalangan yeoja, siwon sunbae juga cukup terkenal dikalangan yeoja karena dia sangat tampan, lembut kepada setiap yeoja dan senyumanya begitu berekspresi.
“Ya~ kenapa kau jadi melamun?”,  ucapnya yang membuyarkan lamunanku.
“Ah~ A-ni,a-ni”,  kataku gelagapan.
“Oh iya sunbae bolehkan aku menanyakan sesuatu padamu?”,  lanjutku.
“Tentu saja, apa yang mau kau tanyakan kepadaku?”, tanyanya datar.
“Aku ingin bertanya soal siwon sunbae, ap~”, sebelum aku menyelesaikan pertanyaanku, kyuhyun sunbae sudah memotongnya.
“Siwon! jangan-jangan kau mau menyatakan cinta padanya, sudahlah kau menyerah saja kau bukan tipenya”, potongnya yang membuatku refleks menendang kakinya.
“Aduh~”, ringisnya kesakitan, “Apa yang kau lakukan?”, lanjutnya sedikit berteriak.
“Sunbae bisa tidak kau tidak memotong pembicaraanku?”, teriakku tak kalah darinya.
“Mian, ayo lanjutkan”, katanya dengan menyunggingkan senyum di ujung bibinya.
“Apa siwon sunbae sudah memiliki seorang yeojachingu?”, tanyaku sedikit berbisik padanya, karena aku tidak mau orang-orang yang berada di sekitar kami mendengarnya. Karena kalau mereka mendengarnya bisa-bisa akan menimbulkan kesalahpahaman dan mengira bahwa aku menyukai siwon sunbae.
“Sepertinya tidak kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu, tidak biasanya kau peduli pada oranglain, jangan-jangan ucapanku benar kau akan menyatakan perasaanmu padanya”, ucapnya dengan memasang wajah innocent. Lagi-lagi aku hanya bisa menendang kakinya untuk kedua kalinya.
“Aduh~”, ringisnya sekali lagi. “Bisa tidak kau tidak menendang kakiku, kau hobi sekali menendang kakiku”, teriak kyuhyun sunbae yang berhasil membuat orang-orang di sekitar kami memandang kearah kami.
“Sunbae sendiri bisa tidak, sunbae tidak  sembrangan menyimpulkan sendiri apa yang aku tanyakan, aku serius brtanya tapi sunbae malah berkata seperti itu”, teriakku tak kalah.
PLETAK~ lagi-lagi dia memukul kepalaku tapi kali ini tidak sekeras yang awal.
“Aduh~ Sunbae!”, aku hanya bisa berteriak diikuti suara tertawa dari orang-orang yang berada di sekitar kami termasuk chi ju. Mereka menertawakan kelakuan kami yang seperti anak kecil. Inilah kebiasaan kami setiap kali kami bertemu, selalu memperbesarkan masalah yang tidak penting. Hanya beberapa saat kami akur tapi selang beberapa menit kami pun kembali ke kebiasaan kami yaitu BERTENGKAR. Seluruh murid-murid disekolah kami sudah terbiasa dengan kelakuan kami yang selalu berteangkar, dan tak sedikit dari para yeoja di sekolahku merasa iri karena aku dan kyuhyun sunbae terlihat akrab. Tapi jika aku disuruh untuk memilih, lebih baik aku tidak pernah mengenalnya daripada setiap hari aku harus bertengkar dengannya.
Author POV
Ya itulah keseharian mee yon dan kyuhyun, selalu meributkan masalah kecil. Mereka memang orang-orang yang terkenal dingin di sekolahnya tapi karena sifatnya yang sama itulah mereka terlihat sangat akrab. Dan orang-orang di sekitar mereka pun telah terbiasa dengan kelakuan mereka bahkan para songsaenim pun memaklumi kelakuan mereka yang tidak pernah akur.
Mee yon POV
Aku sudah mulai kesal dengan kelakuan kyuhyun sunbae kali ini. Entah apa yang sedang dia pikirkan sampai-sampai seenak jidatnya menyangka kalau aku menyukai siwon sunbae. Kenapa para yeoja di sekolah ini bisa sampai menyukainya padahal jelas-jelas sifatnya sangat jelek tidak sesuai dengan wajahnya yang selalu terlihat cool.
Kyuhyun POV
Anak ini benar-benar tidak ada sopan-sopannya padaku padahal aku sunbaenya. Pantas saja tak ada satu namja pun yang memintanya untuk menjadi yeojachingunya sampai saat ini karena sifatnya yang jelek itu. Apa salahku sehingga aku memiliki hobae seperti dia. Dan kenapa siwon sangat membanggakan hobae nya yang satu ini.
 
Author POV
Ketika mereka sedang asik dalam pikiran mereka masing-masing, Siwon pun datang.
Siwon POV
Ketika aku sedang menuju kantin aku mendengar keributan-keributan. Dan sesuai dugaan ku mee yon dan kyuhyun yang sedang bertengkar. Aku pun segera mendekati mereka untuk melerainya.
“Mee yon~ah, kyuhyun~ah.. apa yang sedang kalian lakukan? Kalian berdua membuat keributan lagi”, ucapku pada mereka berdua.
“Siwon sunbae”, kata mee yon kaget dengan kedatanganku dan menegur mereka. Tapi tidak dengan kyuhyun dia hanya memalingkan wajahnya kearah lain.
“Kalian berdua setelah rapat selesai  jangan dulu pulang, ada sesuatu yang harus aku katakan kepada kalian”, ucapku tegas pada mereka. Mereka pun hanya menundukkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata. Setelah itu aku langsung meninggalkan mereka berdua yang masih tertunduk diam.
 
Mee yon POV
Ini semua gara-gara kyuhyun sunbae. Akupun segera meninggalkan kyuhyun sunbae tanpa pamit karena aku sudah terlalu emosi kepadanya, dengan segera aku menarik tangan chi ju yang sedang berdiri tak jauh dari tempatku duduk lalu menariknya keluar dari kantin. Kali ini aku benar-benar marah pada kyuhyun sunbae. Apa salahku sampai-sampai dia marah seperti itu, ya memang aku salah karena aku telah menendang kakinya 2 kali tapi dia juga sudah memukul kepala ku 2 kali, ini kan impas dengan apa yang aku lakukan padanya tapi kenapa dia sampai benar-benar marah seperti  itu dan yang harusnya marah itu kan aku bukan dia karena dia sudah seenaknya menyangka bahwa aku menyukai siwon sunbae. Aku  terus berjalan menelusuri lorong menuju kelas dengan perasaan yang benar-benar emosi.
xxxxxxx
~TING TONG TING TONG~
Akhirnya pelajaran pun selesai, dan kini saatnya aku harus pergi menuju ruang rapat dan bertemu dengan orang yang sama sekali tidak ingin aku temui.
“Mee yon jangan lupa hari ini kenalkan aku pada siwon sunbae, Arraseo. Aku akan menunggumu disini sampai kau selesai rapat”, ucap chi ju manja  diikuti senyumnya yang sangat manis. Ya ampun, aku hampir lupa dengan permintaan chi ju, ini semua gara-gara kejadian tadi siang di kantin, jadi pikiranku kacau sampai-sampai aku melupakan janjiku pada chi ju.
“Arraseo, arraseo chi ju”, balasku dengan suara sedikit lemah. Chi ju pun kemudian memelukku karena senang. ‘Aduh, aku jadi merasa bersalah kepadanya karena aku sempat melupakan janjiku padanya, mian chi ju’ batinku seraya melepaskan pelukan chi ju.
Chi ju POV
“Arasseo, arasseo chi ju”, balasnya dengan suara sedikit lemah. Aku pun kemudian memeluknya karena senang. ‘Aku tahu mungkin ini terlalu berat baginya apalagi di tambah kejadian tadi siang dengan kyuhyun sunbae, pastinya saat ini mee yon sedang bingung, itu terlihat dari jawabannya degan suara yang sangat lemah’ batin ku seraya melepaskan pelukanku. Tapi sepertinya mee yon tidak berniat untuk mengingkari janjinya padaku.
“Baiklah chi ju aku pergi dulu”, pamitnya padaku. Aku melihat mee yon berjalan gontai kelur kelas menuju ruang rapat, dia kelihatan sedang tidak bersemangat hari ini.
Mee yon POV
“Baiklah chi ju aku pergi dulu”, pamitku padanya. Hari ini aku sedang  tidak semangat dengan berat hati aku pun berjalan dengan langkah gontai keluar kelas menuju ruang rapat. Ssampainya di ruang rapat aku sudah harus bertatapan mata dengan kyuhyun sunbae, dengan segera aku memalingkan mataku kearah lain dan seprtinya hal yang sama dilakukan oleh kyuhyun sunbae. Selama rapat aku hanya terus tertunduk karena jika tidak aku akan bertatapan dengannya lagi karena aku duduk tepat di depannya.
“Kita akhiri rapat pada pertemuan kali ini. Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Dan saya harap kalian melakukan tugas kalian masing-masing”, siwon sunbae menutup rapat hari ini. Syukulah telah berakhir dan aku pun bisa segera keluar dari ruangan ini. Tapi langkah ku pun terhenti ketika siwon sunbae mengatakan sesuatu.
“Oh ia mee yon dan kyuhyun, kalian jangan dulu pulang, sekarang temui aku di ruanganku”, perintah siwon sunbae yang membuatku mengurungkan niatku untuk kabur darinya. Dan akhirnya aku menuruti perintahnya karena jika tidak dia akan menghukumku. Ya siwon sunbae terkenal selalu memberikan hukuman yang cukup berat bila perintahnya tidak dilaksanakan, semua anggota OSIS mengetahui hal itu makanya diantara kami semua tidak ada yang berani padanya. Dan tak heran pula jika hanya dia yang bisa menghentikan pertengkaranku dengan kyuhyun sunbae.
Dan ketika aku sampai diruang siwon sunbae, aku tercengang dengan apa yang siwon sunbae katakan kepadaku dan kyuhyun sunbae.
~To Be Continued~
mian, klo ceritanya aneh dan salah pengetikan maklum masih amatiran,, hehe…
jangan lupa comment ya krn tu sangat berguna bgd bwt kemajuan aku dalam menulis FF…
hehe…
“and please don’t be silent readers”
thank be 4 ^^
Iklan

4 thoughts on “Difficult To Say love [Chapter 1]”

  1. aku perasaan udah koment tp kok blm ya jd aku baca ulang dari part1 kyk y bakal ngebut nih baca y. . . .
    Aku mau tanya pa ff ni pernah d post d blog lain?
    Lanjut ah. . .

  2. hahaha ada2 aja deh tingkah kyu ma meeyon.
    Padahal tadi asik2 saling pukul, e kok malah saling marah gitu?
    Ckckck jangan2 mereka udah pd saling suka ne, tapi masi jaim2. Hahaha penasaran. Lanjoooot baca 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s