– My Secret Family –

Author : aminiELFish

Cast   : Lee Donghae dkk. ^heu.

Genre : Family, sad, One shot

 

–        My Secret Family –

 

-mian to admin and readers, ini FF pertama. Bila ada kesalahan, mohon mohon dengan amat sangat untuk dimaklumi (formal bangedt!! >.<)…-

Heapy reading and met baca (kalo uda dipublish tentunya, admin makasih sebelumnya..),,

“ya!!! Kau ini dasar anak durhaka!! Kau tak boleh melawan appamu seperti ini. Kembali!!!!” teriak seseorang yang memanggil dirinya appa. Yang ia panggil sama sekali tak melirik.

^^^

 

“Yaish!!!” umpat seseorang didepan sebuah rumah megah. Ia pergi dengan kasar hendak meninggalkan rumah yang dari tadi ia tatap tersebut sebelum seseorang menghentikan langkahnya.

“ya..Lee Donghae. Kau tak boleh seperti ini!! Hormatilah appamu!!” sergah seseorang padanya.

“hyung..kau bersikap seperti itu karena appa selalu manyayangimu!! Beda denganku hyung!! ia selalu bersikap dingin padaku. aku muak dengan semua aturannya!!” teriaknya tak karuan pada seseorang yang ternyata adalah Hyungnya. Bentakannya ternyata menyulut amarah sang kakak. Dengan cepat ia menarik tangannya, dan *PLAK*, sebuah tamparan cukup keras menghampiri pipi mulusnya.

“jaga bicaramu LEE DONGHAE!!! Dia appamu!!!” bentak hyungnya dengan amarah yang tampak sangat ia tahan.

“wae hyung? kalau memang dia appaku kenapa dia seperti itu padaku?!! kenapa dia tak pernah menuruti keinginanku walau sekali saja? Apa benar aku ini adalah anaknya?” kata Donghae yang masih memegangi pipinya yang masih terasa sakit sambil menahan tangisnya.

“aku ragu..” katanya lagi sambil menggigit bibirnya tanda ia menahan sakit yang luar biasa di dalam hatinya.

“do..” kata hyungnya terhenti. “sudahlah Donghwa hyung. aku lelah. Aku mau pulang ke dorm saja.” Donghae menoleh hyungnya dan langsung pergi. Donghwa tak dapat menghentikan dongsaengnya lagi. Ia mengamati punggung donghae yang semakin menjauh dan akhirnya menghilang ditelan jarak.

^^^

Tampak seorang Lee Donghae sedang mengukur jalanan dengan mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang stabil. Ia tampak menikmati perjalanannya sambil menikmati tumpukan rasa kesal didalam hatinya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi,,

“yoboseyo?” jawabnya.

“kau dimana? Ini sudah malam. Dorm akan ku kunci bila kau pulang terlambat.” Teriak seseorang diseberang telfon.

“aish..teuki hyung..aku sedang dijalan. Sebentar lagi sampai.” Kata Donghae dengan suara yang agak parau.

“do gwaenchana yo?” tanya Leteuk terlihat khawatir.

“na gwaenchana hyung. tak perlu khawatir.” Jawab Donghae pelan.

“apa sedang ada masalah dengan appamu lagi?” tanya Leeteuk seolah ia tahu permasalahan antara anak dan ayah ini.

“anii..aku ha..arrgghhhhh….!!!” tuut..tuut..tuut,,, telfonpun terputus meninggalkan sebuah rahasia.

^^^

“ya!! Hae!!! Waeyo? Jawab aku. Ya!!!” teriaknya pada sebuah gagang telfon. Ia menyaringkan suaranya pada telfon tersebut dan lalu membantingnya.

“wae hyung?” kata seseorang yang menangkap gelagat anehnya.

“pakai jaketmu Kyunie..” perintahnya pada dongsaengnya itu.

“mwo? Kau mau ajak aku kemana?” kata Kyuhyun tampak kaget.

“pakai saja. Palli..kita harus cari donghae.” Kata Leeteuk tergesa-gesa.

“aa..ne..” kata Kyuhyun dengan penuh tanya.

Mereka pergi dengan laju mobil yang sangat cepat. Kyuhyun tampak meringis mendapati dirinya sedang dalam bahaya saat ini mengingat cara mengendarai Leeteuk yang tak beraturan itu.

“hyung,,pelan sedikit. Akh..” kata Kyuhyun sambil berpegangan dengan erat.

“kita harus segera menemukannya.” Kata Leeteuk.

“memangnya Donghae hyung dimana? Dan ada apa?” tanya Kyuhyun hati-hati.

“mollayo.” Jawab Leeteuk singkat.

“MWO?!!” nampak sangat jelas wajah khawatir Kyuhyun saat ini.

^^^

“dimana ini?” tanyanya pada dirinya sendiri karena ia tahu persis bahwa saat ini dia sedang sendiri.

‘akh..tadi aku menabrak sesuatu’ batinnya. Ia lalu keluar dari mobilnya melihat keadaan sekitarnya. Ia arahkan pandangannya dan tak menemukan apapun. Tapi kemudian matanya membulat tatkala melihat sesuatu bergerak dibawah ban mobilnya.

“aish..nugu ya?” katanya pelan sambil mendekat.

“akh..agashi..do gwaenchana?” tanyanya panik saat mendapati yang bergerak itu ternyata seorang yeoja.

“nan gwaenchana.” Kata yeoja tersebut.

“akh syukurlah.” Kata Donghae nampak lega.

“umh,apa yang sedang kau lakukan disini? Ini kan malam.” Tanya Donghae sambil membantu yeoja tersebut untuk berdiri. Yeoja tersebut tersenyum manis.

“aniia..aku menuju perjalanan pulang.” Kata si yeoja. Donghae kembali menyusuri sekitar tempat tersebut dengan matanya.

“tapi disini tak ada rumah atau perkumiman. Apa rumahmu masih jauh?” tanya Donghae kebingungan.

“ne..masih lumayan jauh.” Kata si Yeoja.

“bagaimana kalau ku antar pulang?” tawar Donghae. Tak banyak bicara yeoja tersebut kembali melengkungkan bibirnya, tersenyum tanda setuju. ‘lagian aku malas bertemu siapapun saat ini.’ Pikir Donghae. Ia pun mengantar si Yeoja.

^^^

“disini?” tanya Donghae tatkala sampai disebuah rumah sederhana dipinggir hutan. Si yeoja mengangguk. Donghae menahan si yeoja tatkala ia hendak turun dari mobil.

“tunggu.” Katanya.

“wae?” jawab si yeoja.

“aku belum tahu namamu.” Kata Donghae.

“Park Hasoo imnida.” Jawab si yeoja.

“akh ne,,satu lagi.” Tambah Donghae.

“bolehkah aku masuk dan mampir ke rumahmu?” pinta Donghae. Lagi, si yeoja tak banyak bicara dan mengangguk. Dengan lembut Hasoo membelai pipi Donghae. Perlakuannya ini sungguh membuat Donghae terkejut. Setibanya diluar mobil, Hasoo meraih tangan Donghae dan mengajaknya masuk kedalam rumah.

Setibanya dirumah ia mendapati seorang namja tengah terbaring. ia mengerutkan keningnya.

“nugu ya?” tanya Donghae. Dan lagi-lagi Hasoo hanya menjawab dengan bahasa tubuh. Kali ini ia menghampiri si namja yang tengah terbaring sambil terbatuk-batuk itu. ia membuka bungkusan yang sedari tadi tak lepas dari tangannya. Isinya ternyata butiran-butiran yang sangat banyak. Dengan cepat si yeoja memberikan obat-obat itu pada si namja. Dengan cepat namja itu tertidur.

“apa dia namjachingumu? Mana orang tuamu? Kalian tinggal berdua? Atau apakah dia suamimu?” tanya Donghae bertubi-tubi. Lalu ia melihat Hasoo mencium kening si namja. Sudah sangat jelas sekali, pertanyaan Donghae dijawab hanya dengan satu perlakuan Hasoo. Wajah kecewa tampak timbul diwajah Donghae.

“emh..ara..” kata Donghae pelan.

“Hasoo-a,,kalau begitu aku pamit pulang.” Kata Donghae hendak berdiri namun ditahan Hasoo.

“wae?” kata Donghae.

“diluar hujan.” Kata Hasoo singkat.

“tapi aku pakai mobil.” Kata Donghae. Hasoo menghentikan aksi menahan Donghae dan akhirnya Donghae pergi. Namun tak lama kemudian ia kembali, membuat Hasoo menyunggingkan senyumnya tanda bahagia. Donghae nyengir.

“mobilku mogok. Hasoo-a,,jika hujannya tidak reda bolehkah aku menginap disini hanya untuk malam ini?” kata Donghae ragu.

“ne,,” kata Hasoo sambil menyodorkan handuk pada Donghae karena tubuhnya tersiram air hujan saat menghampiri mobilnya tadi. Saat hendak meraih handuknya, tiba-tiba Hasoo mengelap muka Donghae. Membuat Donghae kembali kikuk. ‘sebenarnya apa yang dilakukan yeoja ini!!’ pikirannya berkecambuk. Hasoo lalu menyodorkan pakaian kering pada Donghae. “gantilah.” Kata Hasoo.

“akh,ne..”.

Malam itu sangat panjang bagi mereka.

“siapa namanya?” tanya Donghae sambil menunjuk namja yang sudah tertidur sejak tadi.

“Lee Jinki.” Kata Hasoo pelan.

“Lee? Marganya sama denganku.” Kata Donghae menanggapi. Kini Donghae sedang menikmati minuman hangat yang dibuatkan Hasoo untuknya. Mereka mengobrol ‘meski lebih banyak Donghae yang berceloteh’ hingga larut. Sampai akhirnya Donghae tertidur dalam posisi terduduk. Lagi-lagi Hasoo bertingkah aneh. Ia membelai lembut wajah Donghae. Perlahan ia menyentuh setiap lekukan wajah Donghae. Sambil menutup matanya yang berair itu, ia menyenderkan kepala Donghae dipundaknya dan mengusap-ngusap kepala Donghae perlahan sambil sedikit bersenandung.

^^^

Pagi tiba.

Sinar terik itu membuat Donghae terbangun dari tidurnya. Ia mengernyitkan dahinya.

“sudah pagi rupanya.” Katanya sambil menguap. Ia menyadari ada sesuatu yang aneh ditangannya.

“ige mwoya?” katanya heran mendapati sebuah kalung ditangannya. Kalung dengan bandul unik.

“itu milikmu sekarang.” Tiba-tiba Hasoo menangkap prilaku terkejut Donghae mengenai kalung tersebut.

“jinjha?” tanya Donghae bersemangat. “tapi kenapa kau berikan ini?” tanyanya lagi.

“simpanlah dengan baik. Jebal.” Pinta Hasoo.

“ne..aku janji.” Kata Donghae.

Tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan suara pintu yang didobrak paksa. Donghae terbelalak kaget.

“appa..” katanya sangat sangat sangat terkejut.

“appa bagaimana bisa kau menemukanku disini?” tanya Donghae namun tak dihiraukan appanya itu. tapi Donghae seperti menemukan perbedaan dalam diri appanya yang ia lihat saat ini. ‘kemana uban-uban mu appa?’ Donghae bertanya dalam hatinya.

 

~Donghae POV~

“jadi kau lebih memilih bajingan yang tak punya apa-apa ini daripada aku?” tanya appa pada Hasoo. Aku tak mengerti dengan apa yang appaku maksud.

“appa,,” sapaku namun lagi-lagi tak ia hiraukan.

“mianhae..” Hasoo bersuara juga akhirnya.

“aku lebih mencintainya. Lagipula kau juga sudah berkeluarga. Untuk apa mengejarku lagi? Urus saja dirimu dan keluargamu itu.” jelas Hasoo pada appa.

“apa maksudnya ini semua jelaskan padaku!!!” jeritku. Namun Hasoo pun menjadi tak menghiraukanku.

~End Donghae POV~

 

Teriakkan demi teriakkan pun terdengar. Bagai menonton drama, Donghae dikejutkan dengan fakta-fakta aneh yang ia temukan. Hingga akhirnya ia tak dapat berbuat apapun selain menyaksikan pertengkaran tragis yang terjadi didepan matanya.

“kau tak dengar? Dia mencintaiku!! Jadi pergilah.” Kata Jinki yang sudah terbangun dari tidurnya. Ia berteriak sambil terbatuk-batuk.

“dia kasihan padamu. Bukan mencintaimu ara!!” teriak appa Donghae.

“aku tak peduli. Jadi pergilah.” Jinki tak mau kalah.

“Hasoo-a,,” appa Donghae melirik ke arah Hasoo. Namun Hasoo tetap pada pendiriannya.

“pergilah. Aku tak ingin menjadi istri keduamu. Lagipula aku sudah punya buah hati yang harus kujaga selalu.” Kata Hasoo sambil menatap ke arah Donghae.

‘MWO?!!’ lagi-lagi donghae berteriak didalam hatinya.

“baiklah..” kata appa Donghae dengan seraut wajah kecewanya. Ia pergi keluar. Donghae menyusulnya.

“appa..appa..” panggil Donghae namun tetap tak dihiraukan. Dengan cepat Hasoo menyusul mereka. Di depan Donghae ia menyodorkan sebuah kalung pada appanya. Ia kembali dikejutkan.

“akh..kalung yang sama.” Katanya sambil mengamati dua benda yang ada ditangannya dan appanya.

“simpanlah.” Kata Hasoo.

 

Seorang lee Jinki terpaksa bangun tertatih mendapati istrinya, Park Hasoo berlari keluar menyusul orang yang sangat ia benci. Namun saat berdiri keseimbangannya oleng dan menyenggol sebuah lilin dalam keadaan menyala. Akhirnya apipun meluap memakan seisi rumah. Dan ia terkurung didalam rumah.

 

Ketiga orang yang sedang berdrama diluar dikagetkan dengan api yang tiba-tiba meluap memakan rumah sederhana tersebut. Hasoo nampak terkaget-kaget,,

“oppa!!!” teriaknya hendak masuk kedalam rumah berapi itu. sempat ditahan oleh appa Donghae namun semuanya terjadi. Akhirnya keduanya (Lee Jinki dan Park Hasoo) terjebak didalam rumah dan terbakar. Donghae terbelalak kaget. “apa yang kau lakukan pada mereka appa?!!” teriak Donghae histeris. Ia ingin menolong kesana namun ia tak bisa menggerakkan badannya. Tiba-tiba ia mendapat tatapan tajam dari appanya.

“appa..” panggilnya sambil sesegukan menangis. Appanya menghampirinya. Namun ia kembali dikagetkan dengan tubuhnya yang mengecil.

‘apa lagi ini!!!’ ia sangat terkejut dengan ini semua!! Appanya menghampirinya lalu menggendongnya.

‘appa!! Tolong aku. Ada apa ini.’ Kata Donghae dalam hatinya.

Saat sampai disebuah mobil.

“mianhae..” kata appa Donghae. Bingung tak bisa berbuat apapun akhirnya Donghae hanya bisa menangis.

^^^

“appa..” panggilnya kini bersuara.

“ye,,” akhirnya appanya merespon panggilannya.

“ad..ada apa ini?” kata Donghae nampak sangat shock. Meski kini tubuhnya seperti semula.

“appa..” panggil Donghae lagi. Appa Donghae memeluknya hangat.

“mianhae. Mianhae..” katanya sambil melepas pelukannya dari Donghae. Ia menyentuh wajah Donghae dan mengusap-ngusap rambutnya.

“kau anakku. Benar..kau adalah anakku.” Katanya pada Donghae sambil terisak.

“pulanglah nak..pulang..” kata appanya membuat Donghae merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Ia berteriak-teriak.

Arrrghhhh…arrrggghhhh….

^^^

Sebuah teriakan membahana disebuah ruangan.

“Hae..kau bangun?” tanya Leeteuk.

“Donghae Hyung. kau kenapa? Bangunlah.” Kata Kyuhyun dengan cemas. Dengan satu hentakan donghae membuka matanya dengan paksa.

“akh..” katanya sadar kalau dirinya tertahan dengan beberapa alat yang terpasang ditubuhnya. Ia menangkap wajah-wajah yang menatapnya khawatir.

“kyunie..” katanya mencoba mengingat orang-orang yang ada didepannya saat ini.

“ne,,” jawab Kyuhyun.

“hyung,,teuki hyung.” katanya meringis dibalik masker oksigen.

“ne,,ini aku hae.” Kata Leeteuk.

“hyung..” katanya pada Donghwa. Donghwa mengangguk. Lalu ia mencoba mencari seseorang, “appa…” katanya pelan. Semua saling melihat.

“akh akan kupanggil dokter.” Kata Leeteuk dengan cepat.

“aku ikut.” Kata Kyuhyun menyusul untuk mencari dokter.

Donghwa duduk disamping ranjang Donghae.

^^^

2 hari kemudian disebuah pemakaman.

“mianhae appa!! Aku bukan anak yang baik. Aku anakmu bukan? Aku anakmu.” Kata Hae sesegukan didepan makam ayahnya. Donghwa memegang pundaknya untuk sekedar menenangkan.

“hyung,,aku anaknya khan?.” Katanya lagi disela tangisannya.

“anii..meski kau bukan anaknya, kau tetap dongsaengku.” Kata Donghwa.

“mwo? Jadi benar aku ini bukan anaknya?” tanya Donghae. Lalu Donghwa bercerita mengenai kehidupan Donghae yang sebenarnya sudah tergambar dalam rekaman kisahnya saat koma tempo hari.

“appa terkena serangan jantung saat tahu anaknya mengalami kecelakaan dan koma.” Jelas Donghwa. Donghae nampak tertunduk.

“ia juga menitipkan ini padaku sebelum ia pergi.” Kata Donghwa sambil menyodorkan sebuah kotak kecil.

“apa ini?” kata Donghae.

“molla. Itu milikmu. Aku tak berani membukanya.” Jawab Donghwa. Ia tertegun tatkala membuka kotak yang ternyata isinya adalah kalung yang sangat ia kenal. Dan juga beberapa foto yang menunjukkan wajah tak asing. Dibalik foto tersebut terdapat nama dari si pemilik foto. ‘Park Hasoo n Lee Jinki.’. donghae kini menjatuhkan tetesan-tetesan air matanya tanpa ragu.

“hyung kau tahu aku sudah bertemu dengan mereka.” Kata Donghae.

“siapa?”

“eomma dan appa asliku. Park Hasoo dan Lee jinki.” Kata Donghae sambil tersenyum pahit.

“jinjha? Dimana?” tanya Donghwa penasaran.

“He,aku juga bertemu appa waktu itu.” kata Donghae. Donghwa nampak mencerna perkataan dongsaengnya itu dan berpura-pura mengerti walau ia tak mengerti apa yang dikatakan dongsaengnya itu.

“eomma,,appa.. saranghaeyo.” Kata Donghae sambil menempelkan foto-foto tersebut didadanya. Sambil memejamkan matanya ia membayangkan wajah appanya, “gomawoyo sudah merawatku dengan baik, appa.. kau tetap menjadi appaku.” Gumamnya.

 

———————————————-END—————————————-

5 thoughts on “– My Secret Family –”

  1. Hwaa.. =D Mengharukan..🙂
    Tpi pas wkt komanya ak agk bingung.. hehe..😀
    Baguss ^^
    Keep it up y! Hwaiting !😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s