Mianhaeyo YEOBO – – – Part 6

Annyeong… saya kembali dengan Mianhaeyo YEOBO . Aigoo, ff ini udah hiatus selama hampir 4 bulan ??. aku minta maaf banget atas telatnya ff ini . mudah”an masih pada inget sama ceritanya . yang udah lupa , bisa buka lagi part-part sebelumnya . hhe . sekarang aku fokusin nyelesein ff Mianhaeyo YEOBO sama yang You are My Destiny… mohon do’anya ya .. tadinya aku mau post yang You are My Destiny Chapter 5 , tapi pas liat file ini jadi inget sama reader . *beneran gg bohong ini* jadi aku nyelesaein yang ini dulu . buat You are My Destiny Chapter 5, kayanya nanti sore ato agak malem .. tungguin ajj ya ..

jangan lupa kasih KOMENTARNYA YA

Blue Boutique. 19 Oktober 2010 – 06.30PM

Author POV

Hyena terlihat terus bolak-balik masuk dan keluar ruang ganti Blue Boutique. Sementara Jungso hanya duduk dikursi. Kaki kanannya ditumpang diatas kaki kiri, lengkap dengan wajah ditekuk. Itu berarti Jungso sudah sangat merasa bosan. Bagaimana tidak, sudah hampir satu jam lebih Hyena dan dan Jungso berada di butik ini, tapi mereka masih belum juga menemukan pakaian yang pas untuk datang memenuhi undangan makan malam dari Mr. Kim, rekan kerja Jungso.

Hyena keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun warna ungu V-Neck yang sedikit diatas lutut, cukup cantik, ditambah dengan pita berwarna senada yang berada dibagian dada sebelah kanan. Itu membuatnya tetap terlihat muda meskipun warna bajunya cukup gelap. Tapi bagi Jungso? Sepertinya tidak. “Ganti. Aku tidak suka. Gaunnya terlalu pendek.” Sahut Jungso.

Sepertinya Hyena sudah kelelahan. Gaun tadi adalah gaun ke-duapuluh yang dia coba. Tapi Jungso masih saja mengatakan, tidak. Hyena menyerah. Awalnya Hyena sangat bersemangat untuk memilih-milih baju, tapi sekarang energinya sudah benar-benar habis. “Oppa. Aku menyerah. Aku capek.” lirihnya. Hyena lalu duduk di sofa, merebahkan tubuhnya.

Jungso mendesah pelan. Dia lalu menarik dirinya dari kursi. Lalu berjalan kearah deretan gaun. Hyena terlihat menutup matanya, tapi sebenarnya tidak seluruhnya. Karena dia masih memperhatikan Jungso dari celah tangannya.

Igo, coba pakai yang ini…” Jungso menyerahkan gaun berwarna putih kepada Hyena.

Hyena mulai membuka matanya. Tapi dia benar-benar sudah tidak bersemangat. “Oppa, aku lelah.” Keluhnya. Wajahnya benar-benar menyiratkan kalau dia sudah kelelahan.

“Ini yang terakhir. Kalau tidak pas juga. Kita pulang, dan pakai yang ada dirumah saja.” Kata Jungso cepat.

Hyena pun berdiri dari duduknya, lalu mengambil gaun yang sedang dipegang Jungso. Setelah mengganti bajunya, Hyena keluar dari ruang ganti. Jungso tampak menganga ketika melihat Hyena keluar, sempurna menurutnya. Meskipun tanpa make-up, itu sudah membuat Hyena terlihat amat cantik.

“Bagus. Pakai yang ini saja.” Kata Jungso. Jungso masih terlalu sungkan untuk memuji Hyena.

“Benarkah Oppa?” tidak percaya Hyena. Jungso pun menggangguk, lalu mengacungkan dua jempolnya.

Karena tadi Jungso sudah memilihkan gaun untuk Hyena, sekarang Hyena menawarkan diri untuk memilihkan pakaian untuk Jungso. Pada awalnya Jungso merasa tidak yakin dengan pilihan sang istri,  tapi karena Hyena terus merengek, apa boleh buat.

Hyena sedang menyibukan dirinya memilih pakain yang pas untuk Jungso. Dan Hyena memilih Jas berwarna putih. Senada dengan gaun yang dikenakannya. “Oppa, aku pilih ini.” Hyena menyerahkan jas beserta celana satu stel pada Jungso.

Jungso tampak berpikir. “Eum, baiklah. Aku coba dulu.” Jungso mengambil pakaiannya. Lalu berganti baju di ruang fitting room.

Selagi menunggu Jungso menunggu mengganti baju, Hyena pun mempersiapkan dirinya. Mulai dari memakai make-up dan tidak lupa sepatu hak tinggi. Tidak membutuhkan waktu lama untuknya memakai make-up. Hyena memilih memakai make-up yang ringan, sesuai dengan umurnya. Ketika Hyena selesai, Jungso pun keluar dari ruang ganti. Hyena melihat Jungso dari cermin yang ada di hadapannya karena posisinya yang membelakangi Jungso.

Hyena pun berbalik. “Oppa, tampan sekali.” Seru Hyena jujur.

Jungso mengacak rambut Hyena. “Aigoo, kau ini jujur sekali.”

“Tentu. Aku tidak suka pembohong. Karena orang yang berbohong itu berarti orang yang penakut.” Sahut Hyena.

“Tapi bagaimana dengan pernikahan kita? Bukankah kau juga berbohong?” tanya Jungso. Hyena tampak salah tingkah.

“Ah, itu pengecualian. Hehe.” Elak Hyena dibarengi tawa riangnya.

Sapphire Café & Resto. 19 Oktober 2010 – 07.00PM

Mobil sedan hitam terlihat sedang memarkir didepan café yang tidak terlalu ramai untuk malam ini. Seorang pria terlihat sangat tampan dengan jas yang dikenakannya. Dia pun keluar dari pintu mobilnya dan berjalan menuju pintu yang satunya, membukakan pintu mobil untuk seorang gadis cantik yang tak lain adalah istrinya.

“Silakan turun Nyonya Park.” Goda Jungso. Hyena terkehkeh geli. Tapi tak lama, wajahnya berubah muram. “Wae?” tanya Jungso cemas.

Ani. Pakaian kita sangat serasi sekali hari ini. Aku hanya ingat hari pernikahan kita saja. Sederhana sekali.” Lirih Hyena lalu menundukan kepalanya.

Jungso menarik tangan kiri Hyena, lalu dilingkarkan ditangan kanannya. Agar tangan Hyena bergelayut ditangannya. Hyena mendongak kaget. “Setelah kau lulus sekolah, kita akan buat pesta yang megah. Aku akan memperkenalkanmu pada seluruh rekan kerja juga keluarga besarku. Dan kau bisa mengundang siapapun yang kau inginkan.” Sahut Jungso. Dia mencoba menghibur Hyena agar tidak sedih.

Hyena tersenyum simpul. “Gomawo Oppa.” Ucapnya.

“Sekarang kita masuk. Sepertinya Mr. Kim sudah menunggu.” Ajak Jungso. Merekapun berjalan beriringan. Hyena sama sekali tidak melepaskan gandengan tangannya ditangan Jungso.

***

Didalam sudah terlihat Mr. dan Mrs. Kim yang sedang duduk dimeja makan yang telihat sangat elegan. Meskipun ini bukan makan malam dalam rangka bisnis, tapi Mr. Kim mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Karena bagaimanapun dia adalah tuan rumah disini. Sementara seorang laki-laki yang tak lain adalah putra tunggalnya, terlihat sangat gelisah sekali. Sesekali dia melonggarkan dasi yang dipakainya. Kenapa laki-laki ini ada disini? Tentu saja, karena dia yang merencanakan semuanya.

Annyeonghasaeyo.” Sapa seseorang yang tak lain adalah Jungso.

Mr. dan Mrs. Kim pun bangit dari duduknya dan membalas sapaan dari Jungso. “Kau sudah datang Jungso-ssi.” Kata Mr. Kim.

Ne, maaf kami terlambat.” Sesal Jungso.

Ani. kami juga baru datang.” Sahut Mr. Kim.

Mrs. Kim terlihat memperhatikan sosok gadis disamping Jungso, yang tak lain adalah Hyena. “Siapa gadis ini Jungso-ssi?” tanya Mrs. Kim.

“Ah, saya hampir lupa. Ini istri saya.” Kenalkan Jungso.

Annyeonghasaeyo. Choi Hyena imnida.” Sapa Hyena riang. Akhirnya dia membuka suaranya.

DEG. Laki-laki yang sedari tadi hanya diam pun medongakkan kepalanya. Tapi karena posisinya yang duduk membelakangi mereka (Jungso & Hyena), membuat merekan tidak terlalu ‘ngeh’ dengan keberadaannya.

“Aku kira kau masih lajang.” Kata Mr. Kim. Sepertinya beliau masih tidak percaya. “Dan lagi, aku juga tidak menerima undangan darimu.” Lanjutnya.

“Ah, aku mohon maaf. Saat menikah kami hanya mengundang keluarga saja.” Jelas Jungso.

“Jungso-ssi, sangat pintar memilih istri. Cantik sekali.” Puji Mrs. Kim.

Wajah Hyena berubah merah merona. “Chamsamhanida.” Sahutnya malu-malu.

“Ah, tapi sepertinya kau masih muda sekali ya?” tanya Mrs. Kim.

Hyena dan Jungso mulai kikuk. Mereka hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Mrs. Kim.

Yeobo, itu urusan suami istri.” Saut Mr. Kim mencairkan suasana. Mereka pun akhirnya tertawa.

Mr. Kim melirik anak tunggalnya yang sedari tadi hanya diam. “Kami juga datang bersama anak tunggal kami.” Kata Mr. Kim. “Kibum-ah, ayo kenalkan dirimu.” Lanjutnya lagi.

Laki-laki yang disebut Kibum pun berdiri. Membalikan tubuhnya, lalu menyapa mereka. “Annyeonghasaeyo. Kim Kibum imnida. Bangappseumida.” Sapanya sambil menaikkan kepalanya.

Hyena terlihat amat sangat terkejut. Tapi dia berusaha mengendalikan dirinya. Jungso pun membalas sapaan Kibum. Dan Hyena hanya membungkukan badannya. Mata Hyena dan Kibum saling bertemu. Hyena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Makan malam berlangsung sangat hangat. Sesekali Jungso, Mr. Kim, dan Mrs. Kim mengobrol dan tertawa disela makan malam. Tapi tidak dengan Hyena dan Kibum. Mereka makan dalam diam. Bergelut dengan pikirannya masing-masing.

Jungso’s Car. 19 Oktober 2010 – 08.47PM

Selama perjalanan pulang dari acara makan malam pun Hyena masih terus diam. Dan itu cukup membuat Jungso cemas. “Jagi, Wae? Dari tidak bicara. Tidak suka dengan makanannya?” tanya Jungso.

Hyena menggeser duduknya. “Ani. Aku suka.” Jawabnya berbohong. Terkadang orang akan lupa dengan apa yang dikatakannya. Begitupun Hyena. Melupakan pandangannya tentang seorang pembohong untuk saat ini.

“Ah, Oppa. Boleh tanya sesuatu?” Hyena membuka suara.

Jungso mengangguk. “Tanyakan saja.”

“Apa Oppa sebelumnya tahu kalau putra Mr. Kim juga akan datang?” tanya Hyena.

Ani. Mollayo. Mr. Kim hanya mengundang kita makan malam dan tidak mengatakan apa-apa sebelumnya.” Jelas Jungso. “Wae? Apa kau mengenalnya?”

Ani.” jawab Hyena cepat.

Seoul Senior High School. 22 October 2010.

Hari ini adalah hari ke tiga semenjak pertemuan Hyena dan Kibum di acara makan malam itu. Sudah tiga hari mereka berdua tidak berbincang satu sama lain. Keduanya saling mengacuhkan.

Kibum mengira Hyena akan langsung menjelaskan tentang kejadian di acara makan malam itu pada keesokan harinya disekolah ketika mereka bertemu. Tapi perkiraan Kibum salah. Hyena sama sekali tidak menjelaskan apapun padanya. Malahan Hyena terkesan seperti menghindarinya. Itu membuatnya cukup kesal.

Dan Hyena? Hyena selalu merasa cemas setiap hari setelah kejadian itu. Hyena takut Kibum akan menceritakan semuanya pada seluruh isi sekolah bahwa dia telah menikah. Hyena merasa takut setiap kali ketika berpapasan dengan Kibum. Oleh karena itu, Hyena berusaha sekeras mungkin untuk menghindari pertemuannya dengan Kibum. Tidak ada inisiatif dari Hyena untuk menjelaskan semuanya pada Kibum. Hyena pikir Kibum akan menanyakan langsung padanya kalau Kibum memang ingin tahu tentang statusnya.

***

Hyena POV

Sekarang setiap setelah bel istirahat berbunyi aku selalu pergi ke atap gedung sekolah. Menghabiskan waktu disana. Untuk bersembunyi. Sendirian. Aku masih menghindari Kibum. Entahlah, aku merasa belum siap. Aku tahu sebenarnya ini semua adalah rencana Kibum. Jujur aku sangat marah padanya. Tapi situasiku saat ini sedang dalam posisi yang salah. Seorang pelajar tidak seharusnya menikah kah? Aku sangat takut kalau dia akan membocorkan rahasiaku bahwa aku sudah menikah.

Aku juga masih belum bicara pada Jungso bahwa aku sebenarnya mengenal Kibum. Aku takut itu akan merusak konsentrasi pada pekerjaannya. Apalagi mengingat ayah Kibum adalah rekan kerja Jungso untuk tender terbaru. Aigoo, posisiku terjepit sekali.

Udara diatap gedung ini segar sekali. Aku bisa melihat seluruh gedung sekolah dari ini. Ah, aku jadi ingat kalau aku juga pernah mengajak Kibum kesini. Sudahlah. Lupakan itu.

Biasanya aku akan pergi dari sini ketika bel sudah berbunyi. Tapi tadi pagi aku belum sempat sarapan, jadi aku putuskan akan pergi kekantin dulu. Oleh karena itu aku akan pergi dari sini sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi.

Aku melirik jam tanganku. “Ah, ada dua menit lagi.” Gumamku.

Aku menghirup udara untuk terakhir kali sebelum aku pergi. Aku berbalik hendak pergi dan aku melihatnya ada didepanku. “Kibum-ssi.” Kagetku. “Sejak kapan kau ada disini?” tanyaku.

“Cukup lama.” Sautnya dingin. Perlahan Kibum mulai berjalan mendekatiku. “Kenapa kau terus menghindariku?” tanyanya.

“Aku tidak menghindar darimu.” Jawabku tenang. Mata kami benar-benar bertemu. Aku harus berusaha tenang agar dia tidak tahu kalau aku sedang gugup.

Kibum melepaskan padangannya yang tadi menatapku. Dia berjalan melewatiku. Dan sekarang dia ada dibelakangku. “Kau selalu tidak ada di kelas selama jam istirahat. Apa itu bukan menghindar namanya?”

“Aku hanya mencari udara segar.”jawabku.

“Aku sekarang tahu semua rahasiamu. Apa kau tidak takut aku akan membocorkannya pada seluruh isi sekolah?”

DEG. Ini yang aku takutkan. Kami membalikan tubuh kami bersamaan.

“Kau tidak akan mengatakan rahasiaku. Aku tahu itu.”

Kibum memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. “Kenapa kau yakin sekali?” serunya dengan nada mengejek.

“Aku hanya percaya padamu.” Jawabku mantap.

Kibum berjalan kearahku. Tatapan matanya benar-benar menakutkan. Kibum seperti sudah siap untuk membunuh orang. “Kau kenapa membohongiku?” serunya pelan.

… To be Continued …

26 thoughts on “Mianhaeyo YEOBO – – – Part 6”

  1. ommona~ ini FF udah lama ngilang ehh akhirnya nongol..!!
    Lanjutin lagi yaak..!!
    jangan di hiatus-in lagi..
    apa lagi yg You Are My Destiny.. HARAM BUAT DI HIATUSIN TUH FF!!!
    kekekkk~
    Aku tunggu nanti malem FF YAMD-nya..

  2. ah akhirnya ff ini lnjut jg,udh lma bgt aq nunggu lnjutan ff ini d post…part slanjutnya cpt2 d post y chingu jgn d tunda lma2 biar gk pnasaran…..n aq hrap akhirnya nanti hyena bsa hdup bhagia dgn teuki….

  3. omo-omo-omo-omo~
    kibum ska sma hyera ya??
    hahahaha,,
    hyera dilema~
    gk tw msti buat apa~
    pltk *ditabok am sypa ya??*

    akhr.a lnjtn.a udh.a muncul.a hahahaha.a~ (micheo)

  4. akhirnya…. itu si kibum suka sama hyena ya?
    penasaran sama lanjutannya…
    lanjutannya asap ya klo bisa… #plak

  5. akhirnya…. publish lg… ckup lma nunggunya…

    duh, kibum oppa jngn serem2 gitu pa? hyena pasti serba salah banget…

  6. akhirnya menunngu sekian lama akhirnya di publih juga
    tapi awalnya rada beda ya ama akhirnya part 5 atau cuma aku aja yg aneh hehehehe….
    ayo lnjutkan jgn lama-lama kyk kemarin kak
    makin penasaran

    1. hhe .
      mian ya aku lama publish nya ..

      hmm , iya gitu ?
      aku juga lupa .. #plak ..
      hhhe .

      eh , tpi kya.a sama deh , part 5 akhir tuh yg jungso ngajak hyena mkan mlem sma Mr.Kim itu ..
      hhi .

      ok , aku usahain secepatnya .
      gomawo ya uda baca ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s