You are My Destiny (Chapter 5 of 13)

Anneyong .. hihi . mian telat . harusnya aku publish tadi malem . tapi tadi malem aku tergoda nonton Running Man … dan tadi pagi saya langsung selesein translatenya .. walaupun tadi sempet nulis ulang gara-gara mati lampu . huhu TT . #curhat.. mudah”an suka ya , menurut aku, Chapter ini panjaaaang bgt . mudah”an gg ada yang komplain . hhe , satu lagi , JANGAN LUPA NGASI KOMENTAR YA… PLEASE….

Hyora sudah memutuskan. Dia harus bertemu orang itu. Dua hari yang lalu, ia menyelinap ke ruang kerja Siwon untuk mencari informasi tentang perempuan itu. Ia menemukan album foto yang penuh dengan foto-foto mereka berdua. Bahkan ada foto mereka, ketika mereka masih remaja, masih mengenakan seragam sekolah mereka. Ada juga foto mereka mencium pipi satu sama lain dan tertawa bersama. Hyora merasa hatinya sakit ketika ia melihat foto itu. Dan yang paling membuatnya heran mengapa Siwon tidak menikahi Yoona? Justru malah menikahinya?..

Hyora juga menyimpan nomor telepon Yoona yang sebelumnya ia ambil dari ponsel Siwon. Hyora menyadari bahwa dia sudah masuk ke dalam daerah yang sangat berbahaya, tetapi ia tetap harus bertemu dengan orang yang menjadi sumber masalah antara dirinya dan Siwon.


Setelah mengumpulkan beberapa kekuatan, Hyora akhirnya menghubungi perempuan itu pagi ini. Suara yang lembut dan sopan menjawab panggilan itu. Setelah Hyora memperkenalkan dirinya sebagai istri Siwon, perempuan bernama Yoona itu terkejut. Hyora meminta agar Yoona tetap merahasiakan semua ini dari Siwon, dan untunglah Yoona setuju.

“Saya harap saya bisa bertemu dengan Anda, Yoona-sshi. Akan sulit untuk berbicara di telepon seperti ini. Anda tidak perlu khawatir, Yoona-sshi … Saya tidak akan melakukan apa pun yang aneh kepada Anda. Saya hanya ingin menyelesaikan permasalahan ini di antara kita.” Kata Hyora dengan suaranya yang lembut dan tenang. Dia bisa mendengar Yoona terdiam, mungkin dia sedang berpikir, sampai akhirnya Yoona menjawab, “Hmm .. Baiklah .. di mana dan kapan kau ingin bertemu denganku?”

“Bagaimana kalau hari ini di Starbucks? Apakah jam 3 sore Anda tidak ada acara?” Tanya Hyora untuk mengkonfirmasi.

“Ya, jam 3 sore Aku tidak ada acara … jadi, sampai bertemu nanti sore?”

“Sampai bertemu nanti sore.”

—-

Hyora sekarang berdiri beberapa meter dari Yoona, ia melihat Yoona yang mengenakan pakaian Cassual dengan blue jeans dan button-down baby blue shirt. Yoona mengikat ramutnya menjadi ekor kuda yang sederhana, poninya menggantung sangat manis di dahinya, tepat di atas alis. Yoona tampak sempurna dan cantik sama seperti saat Hyora melihatnya pertama kalinya di luar mall.

Hyora berjalan pelan menuju meja Yoona. Kakinya terasa agak berat, ia belum sepenuhnya pulih dari demam yang disebabkan oleh teriakan Siwon beberapa hari yang lalu. Dia merasa kepalanya sedikit pusing, dan membuatnya harus berpegang pada meja dan kursi ketika ia terhuyung-huyung berjalan ke arah Yoona.

Hyora sudah memikirkan semua ini dengan matang, Ia berdoa kepada Tuhan untuk meringankan beban yang ia bawa dalam hatinya dan meminta kekuatan untuk melewati semua ini. Dia tahu betapa bodohnya ia telah hidup dengan seorang pria yang tidak mencintainya, dan ia harus segera menghentikan semua upaya sia-sia untuk membuat Siwon menjadi miliknya. Kebohongan yang menyangkut pernikahan mereka harus segera diluruskan. Hyora tidak tahan untuk terus berbohong kepada keluarganya dan juga keluarga Siwon, dan yang paling penting dia sudah tidak tahan untuk berbohong pada dirinya sendiri. Apakah ia bercanda ketika dia berharap bahwa Siwon akhirnya akan mencintainya?

Hyora sudah tahu dari awal kalau Siwon tidak mencintainya, tapi ia tetap optimis kalau ia akan dan bisa mengubah hati pria itu. Dia ingat pertemuan pertama mereka, ketika ibunya memperkenalkannya kepada keluarga Choi. Dia sudah jatuh cinta dengan Siwon pada pandangan pertama, dan itu hampir terlalu menyakitkan baginya untuk mengakui, bahkan pada dirinya sendiri, bahwa Siwon adalah orang pertama yang ia cintai dan juga menolaknya.

Tapi Hyora harus tetap meneruskan semua ini. Siwon tidak pernah, dan tidak akan pernah menjadi miliknya. Hyora tahu fakta itu dengan baik sekarang. Ia sempat menyangkal kebenaran bahwa Siwon sangat mencintai perempuan lain, tapi saat ini ia sudah siap untuk menerima kenyataan itu. Hyora menyadari bahwa dia tidak bisa terus membuat Siwon berada di sisinya selamanya, sementara ia mengetahui bahwa suaminya mencintai Yoona. Hyora sangat menghargai kesetiaan Siwon pada Yoona, dan dengan demikian ia memutuskan bahwa akan menjadi yang terbaik jika ia, Park Hyora, keluar dari semua permaianan ini yang membuatnya berada diantara Siwon dan cintanya.

“Yoona-sshi? Hai, Saya Park Hyora … Boleh saya duduk?” Kata Hyora, tersenyum saat ia menarik kursi di depan Yoona. Yoona memandang ke arah Hyora, dan terkejut ketika ia melihat tatapan mata besar Hyora yang cokelat. Hyora mengulurkan tangannya untuk Yoona, yang membalasnya masih dengan tatapan terkejut.

“Aku Im Yoona.” Dengan  canggung Yoona memperkenalkan diri.

“Saya tahu. Sebenarnya saya pernah melihat Anda sebelumnya. Dengan Siwon.” Jawab Hyora, senyum lembutnya tidak pernah meninggalkan bibir merahnya, bibir ceri.

‘Istri Siwon begitu cantik..’ pikir Yoona.

Yoona terus menatap Hyora. Itu membuat Hyora sedikit tersipu malu, dan gugup membuat ia menggigit bibirnya.

“Hmm … Kau benar-benar cantik … aku heran mengapa Siwon tidak pernah memperkenalkan kita sebelumnya.” Kata Yoona berbasa-basi, meskipun sebenarnya mereka berdua tahu jawaban atas pertanyaan itu.

Hyora tersenyum sambil menatap langsung ke mata Yoona, tatapannya lembut dan baik.

“Yah, mungkin dia malu dengan Saya … karena Saya tidak secantik Anda …” jawaban Hyora seperti memukul Yoona di tempat yang pas. Yoona tahu bahwa Hyora tidak bermaksud menjadi sarkastik atau sinis, tapi ia sedikit dikejutkan oleh jawabannya.

“Yoona-sshi ..”

“Jangan terlalu formal denganku… panggil saja Yoona.”

“Oh, baiklah … Kau juga bisa memanggilku Hyora.”

“Baiklah … jadi Hyora, apa yang ingin Kau bicarakan?”

Hyora menarik napas panjang. Dia melihat ke sekeliling kafe, tidak ada banyak orang di sini hari ini. Dia menggigit bibirnya sekali sebelum melanjutkan, suaranya gemetar ketika ia berbicara tentang situasi ini.

“Hmm .. Aku akan berbicara jujur ​​denganmu. Aku sudah tahu tentang hubunganmu dengan Siwon, dan Aku menyadari bahwa kalian telah bersama selama 10 tahun. Maaf kalau Aku telah lancang mencari tahu sendiri informasi tentang kalian berdua, tapi itu sudah cukup untuk meyakinkan Aku bahwa Aku sudah menjadi halangan besar untuk hubungan kalian. Aku tidak bermaksud untuk ikut campur dalam hubunganmu dengan Siwon, tetapi Siwon adalah suamiku, jadi Aku merasa perlu untuk melakukan sesuatu. Jangan khawatir Yoona, Aku tidak akan memintamu untuk memutuskan hubungan dengan Siwon. Aku tahu siapa diriku. Tapi karena Siwon tidak pernah mengatakan kepadaku apa-apa tentang kalian berdua, Aku terpaksa mengambil inisiatif sendiri untuk bertemu denganmu.”

Hyora menatap Yoona, mengukur reaksinya. Yoona mengangguk sebagai tanda mengerti.

Hyora melanjutkan, “Jika Aku tahu kalau Siwon telah memiliki orang lain di dalam hatinya dari awal, Aku tidak akan menyetujui pernikahan ini. Tapi semua ini sudah terjadi, jadi Aku pikir Aku harus memperbaiki kesalahan ini. Aku sama sekali tidak marah pada kau atau pun Siwon, Aku tahu kalau kalian berdua juga menderita dengan pernikahan ini. Dan Aku rasa aku harus meminta maaf karena telah mengambil Siwon darimu.”

Yoona menyentuh tangan Hyora, “Tidak, Kau tidak perlu merasa seperti itu. Seperti yang Kau bilang, semua ini sudah terjadi.”

Hyora mengangguk, memegang tangan Yoona dan berkata, “Semua hal yang telah terjadi adalah kesalahan, dan aku tidak ingin lagi hidup di balik kebohongan ini. Sebenarnya, pernikahan Aku dengan Siwon tidaklah bahagia. Kami hanya sebagai suami dan istri jika itu di depan orang lain, tetapi tidak pernah dalam hati kami masing-masing. Kami berdua hidup terpisah, dan ini bukanlah yang menjadi seperti seharusnya, aku menyadari ini sekarang. Aku harus memberikan kebebasan yang Siwon inginkan. Aku sudah menyarankan Siwon untuk menceraikanku dan menikah denganmu, tetapi ia tidak akan menerimanya. Aku tahu dia sangat memikirkan orang tuanya, dan tidak akan tega untuk mengecewakan mereka. Dia adalah anak yang baik, jadi Aku pikir itu tidaklah bijaksana jika membiarkan orang tuanya kehilangan kepercayaan pada Siwon. Jadi Aku yang akan melakukannya untuk kami berdua. Besok, Aku akan mengajukan gugatan cerai untuk Siwon. Jadi Yoona, percayalah kalau Siwon akan menjadi milikmu lagi. Aku yakin dia akan bahagia bersamamu.”

Hyora tersenyum tipis pada Yoona, ketulusan murni bersinar di matanya. Yoona terdiam. Dia tidak tahu harus berkata apa. Ini semua terlalu berat baginya untuk dijelaskan …

“Tapi Hyora … Kau … Kau benar-benar bersedia untuk melakukan itu?” Ia bertanya, terbata sebagai tanda masih tak percaya.

Hyora memperlihatkan senyum yang lembut untuk Yoona.

“Aku akan melakukan apa pun untuk membuat Siwon bahagia. Hidup denganku adalah sebuah penyiksaan baginya, karena ia telah berbohong kepada orang tuanya dengan berpura-pura mencintaiku. Siwon sangat mencintaimu, jadi sudah seharusnya kalau dia hidup bersamamu. Dia juga seharusnya menikahi kau, bukan Aku.” Pertahanan Hyora akhirnya runtuh, air matanya mengalir deras di pipinya, tetapi ia cepat mengusapnya dengan tangannya. Yoona merasa tersentuh oleh pengorbanan Hyora yang tanpa mengharapkan balasan. Yoona merasa ia seperti terlalu kejam untuk menyakiti orang sebaik Hyora yang kini tengah duduk di depannya.

Yoona buru-buru menambahkan, “Kau tidak perlu menceraikannya, Hyora … Aku.. Aku. Aku akan memutuskan hubunganku dengan Siwon..”

“Tidak, jangan lakukan itu, Yoona. Bahkan jika kalian berpisah, itu tidak berarti bahwa Siwon akan mencintaiku dan akan menerima Aku sebagai istrinya. Cintanya hanya untuk Kau. Aku sudah mengenalnya hanya untuk satu tahun sekarang, sedangkan kalian telah bersama selama hampir satu dekade. Kau sudah mencintai dia terlebih dahulu, akan menjadi adil jika akulah yang menarik diri dari cinta segitiga ini.”

Yoona menyentuh tangan Hyora dan menatap dalam ke mata Hyora yang berair.

“Aku … aku akan mengajukan pertanyaan. Kau harus menjawabnya dengan penuh kejujuran. Oke?” Hyora mengangguk sebagai jawaban.

“Apakah kau mencintai Siwon?”

Hyora menarik napas terputus-putus. Tentu saja dia mencintai Siwon, Siwon adalah pria pertama yang ia cintai. Pria pertama selain ayahnya sendiri yang sangat berharga. Meskipun ia sering terluka oleh kata-kata kasar pria itu dan tindakan yang tak berperasaan, tapi Siwon tidak pernah, tidak sekalipun, menyakitinya secara fisik. Ya, Siwon pernah mengancam akan memukul Hyora beberapa kali, tapi ia tahu Siwon seorang pria baik dan dia tidak akan melakukan hal-hal seperti itu. Dia sudah terbiasa untuk menghadapi kemarahan Siwon.

“Ya, aku mencintai Siwon. Itulah mengapa Aku melakukan semua ini. Siwon memiliki hak untuk hidup bersama orang yang dia cintai, yang adalah Kau,Yoona. Semakin lama Aku tinggal bersamanya, akan semakin banyak pula kebohongan yang akan Aku buat untuk keluarga kami, dan Aku tidak ingin hidup dalam kebohongan lagi. Aku sudah terlalu lama menyiksa diriku sendiri karena pernikahan palsu ini. Ini adalah yang terbaik untuk semua orang.”

Hyora menambahkan dengan sedikit memohon pada Yoona, senyum pahitnya terlihat menyebar di bibirnya, “Yoona, tolong buat Siwon bahagia. Dia orang yang baik, dan Aku yakin ia akan selalu memperlakukanmu dengan baik. Kau sangat beruntung memiliki dia yang mencintaimu seperti ini.”

Hyora tahu ia harus belajar untuk menerima kenyataan hidup. Ini, ini adalah apa yang ia ingin lakukan.

Akan sulit untuk Hyora untuk menjelaskan kepada mertuanya tentang keputusan ini, dan mereka mungkin akan membenci dia karena ini, tapi ia akan bertahan. Dia telah berbohong kepada mereka begitu lama, dan sudah seperti kehormatan untuknya karena telah dicintai oleh keluarga Choi. Hyora pasti akan merindukan Appa, Umma dan Minho, tapi ia tak tahan kalau harus membohongi mereka selamanya.

Hyora juga tahu bahwa ibunya sendiri juga akan sulit menerima keputusan ini, tapi ia sudah siap jika memang harus di hukum oleh ibunya. ‘Umma aku minta maaf, aku tidak cukup kuat untuk melindungi pernikahan yang telah aku bangun dengan pria yang telah Umma pilihkan untukku…’

Air matanya terus mengalir di pipinya yang memerah, Hyora mengeluarkan tissue untuk menghapusnya. Dia berharap perasaan menyesal tidak akan menyelinap ke hatinya, saat ia telah mengambil sebuah jalan yang sulit untuk memutuskan pernikahannya sendiri.

Yoona tidak tahan melihat Hyora yang terlingat sangat patah hati.

“Hyora, Kau tidak perlu melakukan ini …” kata Yoona, matanya sendiri mulai menangis.

“Tidak, Yoona .. Aku harus melakukan ini. Sejak awal, semua yang Aku lakukan adalah menipu diriku sendiri dan orang lain. Setiap hari saya hidup dalam realitas yang dibuat-buat, berpura-pura bahagia menikah dengan Siwon. Jadi untuk sekali ini, biarkan aku menjadi bijaksana dan melakukan sesuatu dengan benar dan jujur.”

“Tapi apa yang akan Siwon katakan …”

“Aku yakin dia akan bahagia dengan keputusanku.”

“Dan jika dia marah …?”

“Dia tidak akan marah. Aku memberinya kebebasan kembali, jadi mengapa dia hasru marah padaku?” kata Hyora, tersenyum.

“Aku merasa sangat bersalah kepadamu…”

“Tidak, Yoona. Kau tidak melakukan sesuatu yang salah kepadaku. Mungkin ini adalah takdir. Aku selalu percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih besar untuk kita dari apa yang kita miliki untuk diri kita sendiri … Aku tahu aku akan baik-baik saja.” Senyum Hyora semakin melebar. Sementara Yoona, pipinya mulai basah dengan air mata sekarang.

“Hyora, terima … terima kasih atas segalanya … Aku berharap Kau akan menemukan seorang pria yang akan mencintaimu dan menghargaimu. Aku berjanji Aku akan menjaga Siwon dengan baik. Hyora, Kau terlalu baik … Aku tidak akan melupakan kebaikanmu bahkan sampai pada hari aku mati.” Kata Yoona di antara isak tangisnya.. Hyora berdiri, dan mengulurkan tissue untuk Yoona.

“Jangan menangis, Yoona. Ini adalah yang terbaik untuk kita semua. Sebenarnya, ini adalah apa yang Aku harus dilakukan dari awal ..”

“Terima kasih, Hyora … terima kasih banyak.”

“Tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena Aku melakukan ini untuk diriku sendiri juga. Aku mohon diri sekarang … Bye, Yoona.”

“Bye, Hyora … dan semoga Kau beruntung dengan segala sesuatu.”

“Terima kasih. Kau juga, semoga beruntung.”

Hyora berjalan pergi keluar kafe itu dengan berat hati. Besok ia akan mengakhiri segala sesuatu antara dia dan Siwon.

Tuhan, tolong beri aku kekuatan …

—-

29 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 5 of 13)”

  1. Aahhh…. telat… aku tungguin dr semalem… -_-
    untuk part selanjutnya.. please… cepet” d pub yaak..

    aslii… galau.. lg baca eehh malah teks-nya ilang..
    *maksudnya tbc*

    Ceritanya bagus…
    semoga cepet translate-nya yaak author..!!
    Good Luck.. 🙂

    1. oo . hhi .
      mian ,mian ya ..
      tadi malem aku malah nonton RM .
      hhe

      ok , aku usahain publish secepatnya ..
      ne , gomawo ya ..

      Good Luck juga buat kamu ..
      hhi

  2. mian baru komen hehe .
    kmaren ngbut bacanya dr part 1 .
    langsung komen dsini aja deh ..
    keren chingu translatannya ^^.
    aku udah bc yg yunjae tp gak dpet feel nya karna gak trbiasa bc boys love hoho .
    d tnggu chap selanjutnya .
    hwaiting ^^

    1. ok , gg apa” ko ..

      ne , makasi ya ..

      aku juga awalnya rada gimana gtu , kecuali kalo yunjae tapi jae oppanya cewe aku suka rada mending bacanya .. hhe #curhat
      semoga suka sama Siwon-Hyora version ya ..

      ok , gomawo uda baca ..
      hwaiting jg ..

  3. ff yg pling berkesan yg pernah dbaca.. mskpun bru stngh.a yg di publish.. bner2 kgum dh ma hyora..sosok wnita tangguh!! mga part slnjut.a bsa cpet2 di publish..

    1. hhi .
      gomawo .
      *lho ko aku yg bilang gomawo? , mewakili author asli yg bikinnya .* hhi

      setuju ..
      ad gg yah sosok wanita yang kayak gtu dalam khidupan nyata ??

      ne , aku usahain secepatnya ..
      gomawo ya uda baca ..

  4. aq gk ykn siwon sng…
    feel aq kyk.a siwon bkl marah dhe~ enthlah~ nnti liat chapter brkt.a

    onni,,mian…tpi kyk.a bkl dpt protes lgi…
    hehehehe,, menurut aq masih ttp pendek!!!

    aigo~ daebak bnr FF.a onni TxT aq ngerti bgt posisi hyora sama siwon…tpi aq gk bsa ngertiin posisi yoona…😀 hahaha~
    menyiksa batin nih klo smpe t’jdi sma aq…

    1. Gomawo buat thumb.a saeng ..

      marah ? tapi gimana kalo ternyata abanag won” malah hepi ?
      TT

      aigoo , ini uda panjang saeng ..
      suerrrr . hhhe

      semoga tidak terjadi dalam hidup kita .. amin .

      gomawo saeng uda baca ..

      1. hahaha~~~ gak tau lah gimana~~
        oleh karena itu onni,,cpt” publis lanjtn.a~~
        khekhekhe :pp

        iya… semoga aj gak….
        nde~ cheonmaneyo

  5. jujur… aku jadi nangis…. part ini aku bisa melihat betapa tulusnya seorang Hyora. pasti sakit melepas suami apalagi jika kita cintai,, tapi demi kebahagiaannya kita pasti akan sanggup melaluinya…. banyak typo chingu.. tapi ini bagus bangeeeeet… part selanjutnya jgn lm2 ya

    1. aku juga pas pertapa baca version aslinya nangis .. #curhat .

      kan katanya yg namanya sabar jg ada batasnya ,
      nah mungkin hyora uda lelah buat sabar ..
      hhi . TT

      Gomawo ya ..
      ne , aku usahain secepatnya ..

      gomawo uda baca ya ..

  6. Wah…, cerita ny lg seru… Kasihan hyora… Jd penasaran ama cerita slanjut nya… Jgn lama2 ya…, lanjutannya…

  7. onnie, ceritanya makin berkesan banget.hyora tegar banget ya, jadi iri sama ke tegarannya. good luck ya🙂
    di tunggu kelanjutannya.. pasti bakalan tambah penasaran😀

    1. iya , semoga ada keajaiban buat dia ..

      lanjutannya uda ada ko .
      aku transalale lebih cpet ..

      jangan lupa ngasi komentarnya ya .

      gomawo uda baca ..

  8. Mian baru coment, pdhal aku bcanya tadi malam.. #orang2 lagi heboh KIMCHI, nech malah bca FF#..
    Terharu bnget ama pengorbnannya hyora sampe nangis.. #hayo,nangis krn bca FF atau krn nggk bisa nnton SuJu di Kimchi# heheheE…

  9. huaa,,,,part ini malah bkin aq nangis tambah kenceng,hiks…

    aq suka koq baca ff yg panjang🙂
    lanjut dulu ke part 6

  10. anyeong chingu,,
    mian baru bisa ngoment dichap nii,,ff’y bagus niy,
    bikin persedian tissu hbis dr chap 1,
    jgan lama2 dong pub’y,…
    penasaran tingkat dewa niy..:D
    o iy,
    choneun diecha imnida,
    qta sbya ni chingu,q jga ru lulus sma taun niy,
    ikt snmptn jugaa,
    ayoo doa breng2 biar ketrima snmptn’y…:)

    *mian kbnyakan komment*
    bangapseumnida y,^^
    *bow*

  11. ya ampun hyora baik banget si, knp dia smpe rela brbuat kaya gt.. pdhl aku yakin klo siwon udh mulai suka ma hyora, cm blm sadar aja. hmhmhm -,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s