The King Of Evil Magnae Is Sick!

The King Of Evil Magnae Is Sick!

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Ahna

Support Cast: Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, Leeteuk, Siwon, Shindong, Heechul, Donghae

Rating: All Ages

Genre: all ages, romantic, humor, oneshot

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Super Junior

.

~author’s POV~

“hyung, gimana dong? Kita semua besok punya jadwal, tapi si Kyu sakit! Siapa yang mau ngerawat dia?” tanya Eunhyuk pada Leeteuk.

“aku juga gatau, ini anak tiba tiba sakit. Jangan jangan gara gara tadi dia ga makan dari pagi dan baru makan jam 3 sore?” tebak Leeteuk.

“iya itu gara gara dia ama Ahna masaknya lelet banget kayak siput!” celetuk Siwon.

“terus dia harus nganterin Ahna pulang ujan-ujanan pula. Yaiyalah sakit.” Tambah Shindong.

“nah!” kata Ryeowook tiba tiba.

“nah apaan Wook?” tanya Sungmin.

“Ahna aja yang ngerawat Kyu!” usulnya.

“ng, kalau dia yang rawat, apa bukannya tambah sakit?” kata Yesung. *author lempar sendal*

“tapi kan lebih baik daripada ga ada yang rawat?” ujar Heechul.

“benar.” Timpal Donghae, “lagipula besok kan hari sabtu, sekolah libur.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~my POV~

Hari ini capek banget. Baru pulang dari dorm, capek abis masak bulgogi ama Kyu dan pas selesei malah lupa masak nasi -_- dan akhirnya setelah masak nasi, kita baru makan siang jam 3 sore.

Setelah member lain yang mengunci kami di dalam dorm pulang jam 6, aku pun langsung pulang. Semuanya pulang dengan wajah cengar cengir. Tapi cengiran Ryeowook hilang begitu melihat cucian piring yang menumpuk dan dapur kesayangannya yang kotor karena double evil magnae habis memasak disana ._.

‘nothing can stop me from loving you you you~’

Handphone ku berbunyi, “ng, telepon dari siapa ini?” aku melihat nomor tak dikenal sedang meneleponku. Kuputuskan untuk kuangkat.

“yoboseyo? Nuguseyo?”

“Ahna? Ini Sungmin.”

“ah ne, ada apa?”

“Kyu sakit, sedangkan besok kami ada jadwal dan tidak ada yang bisa merawatnya.”

“mwoya? Ahjussi sialan itu bisa sakit?! Tidak kusangka. Lalu siapa yang akan merawatnya?”

“tentu saja kau.”

“MWOYA?!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kami pergi dulu ya. Jaga Kyu baik baik.” Kata Leeteuk pamit.

“ah ne. Hati hati ya.” Kataku sambil mengantar mereka pergi ke depan pintu dorm. Lalu mereka pun pergi. Aku berjalan menuju kamar Kyu. Kulihat dia sedang tiduran dan malah bermain PSP, “yak yak! Kau ini lagi sakit hyung! Istirahatlah!”

“gamau, lagi rame.” Katanya dengan mata masih terfokus pada layar PSP -_-

“tidur sekarang, ahjussi sialan.”

“aku ma-“

“TIDUR!” sebelum dia sempat melanjutkan kalimatnya, aku membentaknya lalu menyita PSP tersebut dari tangannya, “tidur atau PSP mu kubanting?”

“a-ah jangan! Ne ne aku tidur!” dia langsung menarik selimutnya dan menutup matanya dengan bibir merengut. Aku duduk di kasur Sungmin.

“kau lapar?”

“ne.”

“apa Ryeowook ga ngebikinin makanan?”

“hey hey, kau panggil ‘Ryeowook’ hanya dengan ‘Ryeowook’ saja?”

“ya terus panggil apa? Aku kan ga suka manggil ‘oppa’”

“sopan banget sih lu.”

“kayak yang elunya sopan aje bang.”

“cih.”

“Ryeowook bikin makanan ga?” tanyaku lagi.

“ga.”

“mwoya?! Terus kau makan apa?!”

“pesan makanan saja. karena kau tidak mungkin memasak.”

“tapi pesan apa? Jangan makan makanan fast food, itu tidak sehat, ahjussi sialan. Kau seharusnya makan bubur.”

“ya pergilah beli bubur.” Perintahnya dengan datar -_-

“minta tolonglah dengan sopan, ahjussi sialan. Dan aku ini bukan pembantumu, ahjussi sialan.”

“tapi kau datang kesini untuk merawatku kan, bocah sialan?”

“ish kalo tau kamu makin rese kalo lagi sakit, ga bakal dah aku rawat -,-“

“kalo gitu sana pulang.” Katanya sambil menatapku.

“baiklah aku pulang.” Aku beranjak dari kasur Sungmin.

“jangan!” cegahnya dan menarik tanganku dengan kuat sampai aku terjatuh, ke atas tubuhnya O.O *eaaa author eaaa* “jangan kemana mana, jagi~” katanya tersenyum nakal. Wajahku saat ini pasti sudah semerah, atau malah mungkin membiru (?).

“yak yak lepaskan aku!” aku mencoba melepaskan diri dari cengkeramannya yang kuat, “leeeeeeppppppaaaaaaaasssssssss!!!”

“shireo.” Tolaknya dan malah menahan tubuhku yang berada di atasnya dengan tangannya yang kuat O.O *author mikir yang nggak nggak* “jangan pergi.”

“iya iya aku ga pergi! Makanya lepasin!” pintaku.

“oke.” Dia pun melepaskan tangannya dan aku langsung menjauh supaya tidak dia tarik lagi. Dia bangun dan duduk dengan kaki selonjoran di kasur. *ngerti?*

“hhh hhh sialan kau ahjussi sialaaan!” aku melempar bantal pink milik Sungmin padanya.

“hahaha deg degan ya kau? Huahahaha.” Dia tertawa lepas -,-

“dasar ahjussi sialan piktooor!!!” aku melempar semua bantal yang bisa kulempar padanya, dan tanpa sengaja aku melempar bantal pijat milik Sungmin yang cukup keras, dan sukses mengenai wajah Kyu. Kepalanya langsung ambruk kembali ke atas bantal, “HYUNG!”

Aku segera menghampirinya, “hyung bangun! Maaf aku ga sengaja!” aku mengguncang guncang badannya tapi dia tidak juga membuka matanya, “HYUNG JANGAN MATI!”

‘pletak!’

Sebuah pukulan mengenai kepalaku.

“enak aja lo! Siapa yang mati, bocah tengik!” katanya sambil memukul kepalaku lagi dan tertawa terbahak-bahak melihat wajahku yang khawatir -,-

“sialan lo pake pura pura pingsan!” aku menempeleng kepalanya dengan kesal.

“tadi emang sakit tau! Hahaha ternyata kamu sebegitu ga maunya kehilangan aku ya? ‘HYUNG JANGAN MATI!’” dia tertawa terbahak bahak setelah memeragakan apa yang tadi kukatakan -,-

“yak! Berhenti tertawa, ahjussi sialan!” kataku masih malu dengan apa yang tadi kukatakan -,- “hyung beneran lagi sakit ga sih? Kenapa kok sama aja kayak ga sakit, malah lebih gila daripada pas ga sakit.” Kataku.

“aku beneran sakit, Ahna-ya.” Katanya sambil menunjukkan wajah memelas seperti orang sakit yang bagiku malah seperti orang gila (?)

“masa? Sini aku periksa suhu tubuhmu.” Aku pun memegang keningnya yang merasakan panas seperti terbakar api kompor pada tanganku, “yak yak! Suhu tubuhmu panas banget! Pantesan aja tambah gila ya lu hyung?!”

“seenak jidat lu ngatain tambah gila!”

“kau ini lagi sakit masih aja banyak bacot! Udah sana diem tidur! Pusing ga?”

“ne.”

“Aku kompres ya?”

“iya terserah.”

Aku pun ke dapur untuk mengambil air es untuk mengompres, “cih ga ada kompresan praktis.” Keluhku begitu begitu membuka kulkas dan tidak menemukan kompresan yang bisa dipakai berkali kali, tau kan? Yang bentuknya lucu lucu kayak hello kitty itu loh *ya terus kenapa*

Akhirnya aku mengambil mangkok dan mengisinya dengan beberapa es batu dan air, “ng, kain buat ngompressnya pake apa ya? Kain pel aja gitu ya? Ah jangan, sadis teuing pake itu mah.”

Aku berjalan ke kamar Kyu untuk bertanya dimana letak kain kompres, “yak, kain kompres ada dimana?”

“gatau, biasanya yang ngurus orang sakit itu Ryeowook. Cari di kamarnya coba.”

“ah ne.” Aku pun berjalan ke kamar Ryeowook dan Yesung. Aku membuka lemari bajunya, “oops celana dalam Wowok. Maaf ya aku buka buka lemarimu Wook.”

Akhirnya aku menemukan kain untuk mengompres dan langsung kembali ke dapur dan membawa mangkok berisi air es ke kamar Kyu, “hyung ini kompresa-“

‘duk’

‘byur’

Aku tersandung entah apa atau mungkin tersandung kakiku sendiri. Mangkok yang kubawa terlempar dan…

“APA APAAN INI?!” teriak Kyu. Ya, airnya membasahi tubuh Kyu ._.

“ma-maaf aku tersandung.” Aku langsung berdiri dan mengambil tissue dari tasku dan mengelap wajah Kyu yang basah terkena air es ._.

“bajuku jadi basah begini! Ambil baju ganti di lemari!” suruhnya dengan kesal.

“ma-maaf.” Aku segera mengambil baju tidur lain di lemari Kyu, “i-ini.”

Dia langsung membuka piyama nya yang basah tanpa menunggu aku keluar.

“kyaaa! Jangan buka langsung dong!” aku menutup mataku dan langsung keluar dari kamar.

Setelah 5 menit, aku mengetuk kamarnya, “hyung, udah ganti bajunya?”

“mm.” Gumamnya. Aku pun masuk.

“hyung maaf aku ga sengaja, aku kesandung kakiku sendiri.” Kataku merasa bersalah padanya.

“hmm.” Gumamnya dengan mata tertutup.

“jangan tidur di sini dong, pake kasur Sungmin aja. Kasur hyung kan masih agak, basah.” Pintaku, “yak hyung, ayo pindah ke kasur Sungmin!”

“gendong.” Pintanya dengan nada manja.

“yak! Gendong gendong! Lu ga nyadar badan segede gentong minta gue gendong hah?”

“huh gentong gentong enak aja! Shindong tuh baru gentong!” Dia cemberut lalu pindah ke kasur Sungmin.

“yak! Sopan banget sih idih evil!”

aku mengelap lantai yang basah dengan kain pel dan mengambil mangkok dan kain kompres. Lalu ke dapur untuk mengambil air es lagi. Kali ini aku berjalan hati hati ke kamar supaya airnya tidak tumpah lagi ._. aku menaruh mangkok di meja dan memeras kainnya dan menaruh di dahi Kyu.

“lapar.” Gumam Kyu.

“lapar? Di sekitar sini ada yang jualan bubur ga?”

“Ga ada. Jauh banget.” Katanya pelan.

“terus gimana dong?”

“ya kamu masak.”

“yak! Aku belum pernah masak bubur!” ._.v

“cari caranya di internet.” Katanya datar, “coba dulu sebelum bilang ga bisa.”

“uuh baiklah.”

Aku pun keluar kamar dan berjalan menuju dapur yang bagiku seperti neraka ._.  aku langsung mengeluarkan andalanku, yaitu handphone 5630 ku ini! ._.v

“cara, membuat, bubur.” Aku langsung mengetik di google. *author beneran nyari ke google cuman buat tau cara bikin bubur* ._.v

“seekor ayam kampung, 3500cc air, 120gr beras, garam secukupnya, 2 batang serai, 2 lembar daun jeruk, 2 sendok teh ketumbar, sebutir kemiri, 2 siung bawang putih, 1 sendok teh kunyit bubuk, cabe? Ah jangan pakai cabe, orang sakit jangan makan yang pedes pedes. Pelengkapnya kecap manis, cakue *korea ada cakue ga?*, kerupuk goreng. Sambelnya ga usah deh. Ah bahannya ada semua.” Aku mengambil semua bahan dari kulkas dan menaruhnya di meja dapur.

“pertama, rebus ayam dengan 3500cc air.” Aku segera mengambil kuali yang cukup besar untuk air 3500cc dan ayam lalu menaruhnya di kompor dan memanaskannya.

“ng, angkat dan saring kaldunya sampai 3000cc? Maksudnya apa? Oh air rebusan ayamnya dipake buat masak buburnya toh, sisanya buat kuah. Masukan beras ke air kaldu tadi sebanyak 2200cc. Harus 2200cc kah? Ah dikira kira ajalah banyak air kaldunya.” Aku memasukkan beras yang entah berapa banyak ke dalam air kaldu tadi dan memindahkannya ke rice cooker dan menyalakan tombolnya, “Terus, ayamnya digoreng.”

Aku mengambil katel dan menuangkan minyak, setelah minyaknya panas kumasukkan ayamnya, “ayamnya udah mateng belum ya? Udah kali yak udah cokelat.” Aku pun mengangkat ayam tersebut dan menunggu sampai minyaknya turun, “terus suwir suwir? Suwir, wowowo suwir, suami khawatir istri.” #abaikan

Aku pun menyuwir ayam tersebut kecil kecil.

“ng, lalu kuahnya, panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan? Ih aku belum ngehalusin bumbunya.” Aku mengambil alat untuk ngulek dan mutunya, “2 sendok teh ketumbar, sebutir kemiri, 2 siung bawang putih, 1 sendok teh kunyit bubuk.” Aku menaruhnya kedalam batu yang buat ngulek apa itu namanya lupa *lupa lagi* dan mulai mengulek.

“aduh tanganku pegel.” Aku memijit mijit bahu yang pegel karena aku jarang banget yang namanya ngulek, capek!

“kayaknya udah ya nguleknya.” Kataku yang udah pasrah dan ngos ngosan setelah ngulek, “KYAAA BUBURNYA LUBER!” teriakku melihat bubur yang tumpah dari rice cooker ._.

“gimana nih gimana nih gimanaaa?!” aku malah loncat loncat di tempat dan mengipas ngipas rice cooker yang padahal tidak mengurangi lubernya bubur -_-

Akhirnya bubur tersebut matang tetapi banyak yang tumpah ke lantai -_- aku membersihkan bubur yang tumpah lalu melanjutkan memasak kuah.

“panaskan minyak lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan,” aku pun mengambil katel lain dan memanaskan minyak lalu menumis bumbu yang tadi susah payah diulek -_- “masukkan daun jeruk limau dan serainya yang putihnya.” Aku pun memasukkannya ke dalam katel dan kembali menumis, “tuang kaldu sisa tadi. Sudah! Tinggal dihidangkan!”

Aku segera mengambil mangkuk untuk bubur, lalu mengambil bubur yang tidak tumpah ke dalam mangkuk secukupnya lalu menuangkan kuah sedikit dan memberi ayam suwir, cakue dan kerupuk.

“JADI! Ternyata aku bisa masak juga fufufu.” Lalu aku melirik ke cucian yang menumpuk, ada 2 katel kotor, 1 kuali bekas ngerebus, terus rice cooker yang terkena tumpahan bubur… “ah yang penting jadi.” Aku pura pura tidak peduli melihat dapur yang kotor karena ulahku ._.

Aku membawa bubur ke kamar Kyu.

“hyung, ini buburnya udah. Hyung?” aku melihat ternyata Kyu sudah tertidur. Aku menaruh buburnya di meja dan mengangkat kompresnya yang sudah tidak dingin dan mencelupkannya lagi ke air es. Kupegang dahinya sekilas, masih panas…

***

~Kyuhyun’s POV~

Kubuka mataku perlahan. Ng, kepalaku sudah tidak sepusing tadi.

“wangi apa ini?” kuangkat kepalaku dan mendapati sebuah mangkuk yang tampaknya berisi seperti bubur, walaupun tampak makanan itu buruk sekali. Pasti buatan Ahna.

“ng?” aku mendapati kepala Ahna terkulai di sisi kasur. Posisi seperti itu membuat lehernya sakit.

Aku turun dari kasur dan mengangkatnya ke kasur, “dia pasti lelah mengurusku.”

Aku mengambil mangkuk itu dan mencobanya, “rasanya tidak buruk walaupun buburnya terlalu encer.”

***

~my POV~

Tampaknya aku ketiduran. Aku membuka mataku.

“ng? Kenapa aku ada di kasur? Loh kenapa jadi dia yang di bawah? Yak! Hyung bangun!”

“hng, apa…” gumamnya.

“cepat pindah ke kasur! Kau ini kan lagi sakit!”

“aku udah baikan, udah ga pusing dan udah ga anget lagi.”

“masa?” aku memegang dahinya yang memang sudah bersuhu normal, “Kenapa jadi aku yang di kasur sih?” tanyaku heran, lalu aku melihat mangkuk kosong di lantai, “yak! Buburnya sudah kau makan?”

“sudah. Rasanya mengerikan sekali.” Gumamnya sambil nyengir tapi matanya menutup.

“kalau mengerikan kenapa kau makan?!”

“karena kau sudah memasaknya untukku, jadi harus kuhabiskan, walaupun mungkin itu akan membuatku mati keracunan, aku akan tetap memakannya karena kau yang memasak.”

“idih gombal.” Aku menempeleng kepalanya, “duh kok kepalaku pusing ya.”

“oh iya?” dia langsung mengangkat kepalanya, “sini aku pegang dahimu.” Katanya sambil mengulurkan tangannya ke dahiku.

“panaskah?” tanyaku.

Dia tersenyum evil, “tampaknya kau harus kurawat, bocah tengik.”

“mwoya?!”

~THE END~

5 thoughts on “The King Of Evil Magnae Is Sick!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s