The Queen Of Evil Magnae Is Sick!

The Queen Of Evil Magnae Is Sick!

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Ahna

Support Cast: Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, Leeteuk, Siwon, Shindong, Heechul, Donghae

Rating: All Ages

Genre: all ages, romantic, humor, oneshot

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Super Junior

.

~Kyuhyun’s POV~

“sini aku pegang dahimu.” Kataku sambil mengulurkan tanganku ke dahinya.

“panaskah?” tanyanya.

“tampaknya kau harus kurawat, bocah tengik.”

“mwoya?!” dia terperangah kaget.

“badanmu panas, bocah tengik.”

“boong ah?” ujarnya tidak percaya lalu memegang dahinya sendiri dan mengeriutkan dahinya.

“benar kan?”

“ga begitu panas ah.” Sergahnya.

Aku mengambil termometer dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. setelah beberapa menit, kuambil termometernya dan kulihat panasnya mencapai 37,8 derajat dan memperlihatkan termometer itu pada Ahna, “lihat? Kau sedang demam. Mungkin karena kau kelelahan setelah merawatku. Lemah sekali kau.”

“yak! Abis dirawat bukannya bilang makasih malah ngejek lemah! Dasar ahjussi sialan! Tau gitu ga gue rawat.” Ujarnya sambil memanyunkan bibirnya.

“hahahaha,” aku tertawa keras melihat ekspresi wajahnya yang lucu ketika memanyunkan bibirnya, “aku bercanda, bocah tengik. sudah sana tidur, kamu kan lagi demam.”

“aku tidur disini?”

“ne.”

“tidur di kasur di kamarmu ini?”

“ne.”

“shireo!”

“kenapa?”

“aku takut kau macam macam, ahjussi sialan.” Gumamnya sambil melirik tajam padaku.

“jangan bercanda, siapa yang bernapsu padamu, bocah tengik?” ujarku sambil mengacak acak rambutnya.

“yak hyung! Jangan ngacak ngacak rambut orang! Kusut nih ah dasar rese lu mah!” katanya sambil cemberut.

“jangan marah marah mulu, cepet tua tau rasa.”

“enak aja, lu tuh yang magnae tapi keliatannya lebih tua dibanding Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Ryeowook dan Kibum sekalipun.” Ejeknya -.-

“diam kau bocah tengik.” ujarku sambil menempeleng kepalanya.

“yak! Pusing tau! Maen tempeleng aja dasar!” ujarnya kesal sambil mendorong tubuhku menjauh.

“udah tau pusing tapi masih aja marah marah ya ini bocah tengik. udah sana tidur,” suruhku. Aku memasukkan tangan ke dalam mangkok yang berisi air kompresan, “airnya udah ga dingin, aku ambil dulu ya buat ngompres.”

“ng.” Gumamnya lalu merebahkan kepalanya ke kasur, “jangan coba macem macem siah.”

“iya nggak akan ah!” kataku sambil mencubit pelan hidungnya, dia malah memeletkan lidahnya -.- aku pun keluar dari kamar dan berjalan ke dapur. Aku mengambil beberapa bongkah es batu dan air lalu kembali ke kamar.

“masih pusing?” tanyaku sambil memeras kain kompres.

“hm.” Gumamnya.

Aku mengulurkan tangan dan memegang dahinya, “masih panas.” Ujarku. Lalu aku menaruh kain kompresan ke dahinya supaya panasnya turun.

“kapan yang lain pulang?”

“mungkin besok. Jadwal mereka penuh soalnya, banyak pemotretan dan shooting variety show.”

“terus gimana aku pulang?” tanyanya dengan dahi berkerut.

“sepertinya kamu harus nginep.” Kataku datar.

“mwoya?!” katanya kaget dan membelalakkan matanya.

“lagipula sekarang sudah malam, sudah jam 9 malam. Aku tidak ada kendaraan untuk mengantarmu pulang. Aku kan ga bisa naik kendaraan umum,” kataku dan dia melirik ke arahku, “kalo naik kendaraan umum, ntar gue abis dirempug (?) *dikerubutin*.”

“naooon atuh ah si akang.” Katanya tertawa kecil dan melempar bantal padaku -_-

“hahaha.”

“mana tasku?”

“tuh.” Kataku sambil menunjuk tas miliknya yang tergeletak di meja.

“ambilin.”

“nyuruh.”

“tolong.”

“cih.” Aku pun mengambilkan tas, “mana makasihnya?”

“te-ri-ma-ka-sih-ah-ju-ssi-si-a-lan.” Katanya dengan nada tidak ikhlas dan tatapan menyebalkan -.- dia langsung mengeluarkan handphone nya dari dalam tas dan menekan tombol dan menaruhnya ke telinganya, “yoboseyo? Eomma. Malam ini aku menginap di rumah Yeoreum ya. Ne, ne, besok aku pulang. Lagian besok kan minggu. Ne.”

“sejak kapan namaku jadi Yeoreum?”

“sejak tadi.”

“oh. Kau pintar juga berbohong ya.”

“kalau aku bilang nginep di dorm Suju ya ga bakalan boleh lah, cowok semua.”

“kalo gitu kenapa kamu mau aja nginep disini?”

“aku percaya kata katamu.”

“kata kata apa?”

“ish. Lupakan.”

“eh, kan kamu jago bohong tuh ya. Awas aja kalo lo sampe berani bohong ke gue. Aing peuncit.” *aku gorok* =)) ujarku sambil memeragakan menggergaji dengan tanganku ke tanganku yang satunya.

“sok aja kalo berani huuu.” Katanya menantang.

“cih. mau makan ga?”

“mau. Tapi makan apa?” tanyanya waspada.

“makan bubur yang tadi kau buat.” Jawabku datar.

“aku belum nyobain.”

“ya cobain aja.”

“bagaimana rasanya?”

“cobain aja sendiri.”

“sana ambilin.”

“yak! Enak banget nyuruh nyuruh!”

“tadi kan elu yang nyuruh nyuruh. Nah sekarang aku yang sakit, gantian aku dong yang nyuruh nyuruh.” Katanya dengan nada menyebalkan dan sambil memeletkan lidah.

“cih bocah tengik.”

“diam ahjussi sialan, cepat sana ambilin buburnya.”

“tadi kamu ngata-ngatain aku kalo sakit makin gila. Dan kamu ternyata sama aja.” Ujarku dan langsung kabur keluar kamar sebelum terkena bantal terbang. Aku segera ke dapur dan mengambil bubur semangkuk kemudian kembali ke kamar, “ini makan.”

“ga kamu kasih racun kan?” tanyanya dengan tatapan waspada.

“ya ga lah! Masa aja kau mau bunuh kamu? Suka aneh bin ajaib aje ye ini anak.” Ujarku heran.

“ya siapa tau kayak di drama drama gitu, masukin obat tidur ke makanan ato minuman terus si korban bangun bangun udah diapa apain gitu sama si orangnya.” Katanya datar sambil mengangkat bahunya.

“diapa apain apa maksudmu hah?” tanyaku sambil menatapnya tajam.

“ya diapa-apain gitulah. Bangun bangun ga pake baju gitu.” Katanya masih dengan nada datar.

“yak! Memangnya aku ini lelaki hidung belang apa?!”

“emang iya.” Gumamnya sambil tersenyum lebar.

“yak!” aku menjitak kepalanya.

“aw! Sakit tau ih bego! Udah tau lagi pusing masih aja maen tempeleng maen jitak! Kesel.” Katanya kesal dan mengayunkan bantal ke wajahku -_-

“iye iye maaf. Kamu ga keliatan kayak yang sakit sih. Jadi aku maen tempeleng maen jitak deh.” Kataku sambil nyengir.

“ish.”

“sana cepet makan buburnya.”

“hm.” Gumamnya sambil menyendokkan sendok ke mangkuk. Dia mengamati setiap milimeter bubur di sendok dengan matanya yang hanya berjarak 5cm dengan sendok.

“ga ada racunnya woy!”

“kirain.” Ucapnya datar lalu dengan wajah ragu ragu karena akan merasakan masakan buatannya sendiri, dia mulai mendekatkan sendok ke mulutnya. Setelah 3 menit akhirnya sendok tersebut mencapai mulutnya. Dia mulai mengunyah makanan yang berada dalam rongga mulutnya tersebut.

“ga ada racunnya kan?”

“kayaknya sih ga ada.”

“kayaknya? Enak aja berarti kamu masih ga yakin wooo dasar! Rasanya gimana?”

“terlalu encer.”

“ya itu kan buatan kamu sendiri, bodo.”

“jangan ngejek bodo! Kayak yang sendirinya bisa masak aja.” Sindirnya.

“udah udah, sesama buruk dalam memasak jangan saling mencaci maki. Karena itu artinya nyindir diri sendiri.”

“bener itu hyung.”

“cepet abisin buburnya, terus tidur.”

“ng.” Gumamnya lalu menyendokkan lagi bubur ke mulutnya.

“udah abis kan? Sana cepet tidur.” Suruhku dan mengambil mangkuk kosong dari pangkuannya dan membawanya ke tempat cuci piring dan kembali lagi ke kamar, “masih pusing?”

“hm.” Gumamnya yang matanya tertutup, mencoba tidur.

“bisa ga sih ga ‘hm’ doang?! Sebel tau ga dengernya.” Ujarku kesal.

“hm.”

“AAA RESE!”

“berisik ah aku mau tidur!” ujarnya dan aku langsung mendapat bantal terbang secara cuma cuma tanpa harus membeli. /naon

“kompresnya udah ga dingin ya? Sini aku ganti.” Aku pun mengangkat kompres dari dahinya dan mencelupkannya lagi ke dalam air es. Sebelum kutaruh kompresan ke dahinya aku memegang dahinya sekilas dan masih merasa  panas, “tidur ya. Badanmu masih panas.” Aku pun menaruh kompresan di dahinya.

“hm.” Gumamnya, “hyung…”

“apa?”

“nyanyi dong.” Pintanya dengan mata tertutup.

“kenapa tiba tiba minta aku nyanyi? Pengen denger suara indah Cho Kyuhyun ini ya?”

Dia langsung memelototkan matanya padaku.

“hahaha bercanda. Mau lagu apa?”

“Love Again atau 7 Years Of Love.” Pintanya.

“kenapa minta lagu Love Again?”

“pengen aja, aku suka banget.”

“wooo ternyata ada yang ngepens ama Cho Kyuhyun diem diem nih ye cieee.” Godaku dan langsung mendapat bantal terbang. Buset ini anak stok bantalnya ga abis abis ye dipake lempar mulu.

“jangan kepedean, ahjussi sialan.”

“salahkan ibu mengandung, bocah tengik. lalu kenapa minta lagu 7 Years Of Love?”

“karena umur kita terpaut 7 tahun.” Jawabnya.

“oh iya ya bener juga. Dapet karma apa ya gue dapet pacar bocah yang tengiknya super kayak gini.”

“dan kenapa aku dapet pacar seorang ahjussi sialan yang pedenya tingkat dewa bikin pengen ditabok.”

“iya iya sana cepet tidur. Aku nyanyi dua duanya aja nih ya.”

“hm.” Gumamnya lalu menutup matanya.”

“Yuhgikkaji in guht gatassuh naui giuhki dashin mot bol uhlgooldeulman seuchyuhga. Amooguhtdo hal soo uhbsuhdduhn kkeute suhsuh doo son moa gidoman haessuh. Ajik motdahan nae maeumeul juhnhal soo igge. Dashi iruhna nal gidaryuhjoon geudael bogo shipuh. Dashi doraga hago shipeun mal saranghabnida. Muhmchwuhbuhrin guhtman gatassuh sesangi da haengbokhaedduhn shigandeulman seuchyuhga. Naegen uhbseul guhtman gatadduhn kkeute suhsuh geuruhke nan gidoman haessuh. Jinachyuh wadduhn sarangdeureul neukkil soo igge. Dashi iruhna nal gidaryuhjoon geudael bogo shipuh. Dashi doraga hago shipeun mal saranghabnida. Moreun chae sarawassuh uhlmana sojoonghaessuhnneunji. Dashi iruhna nal gidaryuhjoon geudael bogo shipuh. Dashi doraga hago shipeun mal saranghabnida…..”

“chilnyeoneul mannatjyo amudo uriga ireoke swipge ibyeolhal jureun mollatjyo geuraedo urineun heeojyeo beoryeotjyo gin sigan ssahawatdeon gieogeul namginchae…..”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~author’s POV~

Pagi hari sekitar jam 6, kesembilan member SJ pun baru pulang dari kegiatannya. Sungguh malang jam segini baru pulang. Tampaknya kesembilan member tersebut semuanya datang ke dorm lantai 11 untuk memeriksa evil magnae kesayangan mereka.

“hyung, mana mereka berdua?” tanya Sungmin.

“entah.” Jawab Yesung.

“di kamar deh kayaknya.” Ujar Heechul. Semua pun berjalan ke kamar Kyuhyun dan membuka pintu secara perlahan.

Di dalam kamar Kyuhyun, mereka menemukan sosok Ahna sedang tertidur pulas di kasur dan tangannya digenggam oleh Kyuhyun yang terduduk di samping kasur dengan kepala terkulai di kasur.

Kesembilan member SJ yang melihat keajaiban dunia tersebut menganga melihat kedua evil magnae yang setau mereka kerjanya hanya berantem dan bertengkar *sama aja* bisa tidur dengan sedamai itu. Mereka paling heran karena mereka berdua berpegangan tangan selagi tidur.

“sst, biarkan mereka.” Bisik Leeteuk dan menutup pintu kamar Kyuhyun perlahan.

“kenapa jadi Ahna yang di kasur dan Kyuhyun yang tidur di lantai?” tanya Sungmin heran.

“entahlah.” Ujar Donghae menaikkan bahunya.

“ga nyangka itu dua anak bisa keliatan damai gitu ya?” ujar Eunhyuk pelan dengan nada heran.

“kalo tidur sih damai. Kalo bangun? Dorm ancur.” Timpal Ryeowook.

“bener banget Wook.” Kata Donghae setuju.

“ngomongin aku deh.”

“eh…………….” kesembilan member bengong melihat Kyuhyun yang keluar dari kamar dengan mata menyipit.

“he he he.” Shindong tertawa  terputus putus seakan merasa sesuatu yang buruk akan terjadi setelah mereka ngomongin kedua Evil Magnae itu.

“itu kan kenyataan, Kyu.” Ujar Siwon. Kyu hanya memanyunkan bibirnya.

“eh kenapa jadi Ahna yang tidur di kasur?” tanya Heechul.

“badannya panas dan dia merasa pusing. Mungkin kelelahan merawatku.” Jawab Kyuhyun.

“lalu kau sendiri? Udah sembuh?” tanya Eunhyuk.

“udah. Kalian jangan ribut, Ahna masih tidur.” Jawab Kyuhyun singkat lalu berjalan menuju dapur.

“mau ngapain Kyu? Mau ngeledakkin gas?” tanya Ryeowook waspada.

“lu kira gue pecinta elpiji apa mau ngeledakin gas. mau masak tau!” ucap Kyuhyun.

“mwoya?! Ada angin hiliwir dari mana kamu mau masak?” tanya Sungmin heran.

“hiliwir angin ti sunda kang.” Ucap Kyuhyun datar dan mengeluarkan alat masak.

“oh.” Kesembilan member ber’oh’ secara berjamaah.

“mau masak apa Kyu? Jjajangmyun lembek?” tanya Heechul dengan nada menyindir.

“apa aja boleee.” Jawab Kyuhyun dengan pandangan menusuk pada Heechul.

“mau aku bantu ga?” tanya Ryeowook yang baik hati tidak sombong dan rajin menabung itu.

“ga usah. Aku pengen masak sendiri.” Jawab Kyuhyun sambil mencari cari resep makanan yang sebisa mungkin yang lebih mudah dibanding rumus matematika.

“oh ya udah. Ini siapa yang masak bubur?” tanya Ryeowook melihat rice cooker yang bersisa sedikit bubur di dalamnya.

“Ahna.” Jawabnya singkat.

“pantesan aja, cair banget, tumpah pula.” Ujar Eunhyuk yang tiba tiba masuk ke dapur.

“berisik. Yang penting dia udah nyoba masak.” Kata Kyuhyun.

“cieee dibela lah ahem ahem prikitiew awas ada sule ah aeuummm.” Cerocos Donghae menggoda Kyuhyun. Dan langsung mendapat pandangan maut dari Kyuhyun sehingga Donghae langsung diam seribu bahasa.

***

~Kyuhyun’s POV~

“bener ga mau aku bantuin masak?” tanya Ryeowook.

“ga usah.” Tolakku.

“ya udah. Jangan ngeledakkin dapur ya.” Pinta Ryeowook dengan nada memelas dan pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dapurnya.

Aku terus menelusuri google untuk mencari apa yang mungkin bisa dimasak.

Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya, “Wookie, biasanya orang sakit makan apa?”

“bubur? Sayur sop? Sup kentang?” usulnya yang sedang duduk di sofa dan menonton tv bersama Sungmin, Yesung, Donghae dan Eunhyuk. Yang lain sudah pergi ke dorm lantai 12.

“yang lebih gampang dari rumus integral ada ga?”

“yak! Masa masak disamain ama rumus matematika sih?” tanya Yesung heran.

“ya terus masak apa dong yang gampang?” tanyaku.

“kayaknya sih kalo kamu yang masak bakalan ancur semuanya.” Celetuk Eunhyuk yang langsung mendapat jitakan dariku.

“jangan main jitak, Kyu. Yang dikatakan Eunhyuk itu kenyataan.” Ujar Sungmin. Aku hanya memanyunkan bibirku.

“yak! Ya udah kalo ga mau bantu aku mau cari lagi aja di google!” ujarku kesal lalu kembali ke dapur dan mencari cari resep di google.

“Apa yang gampang ya? Hm cobain sayur sop deh” gumamku sambil mengetik di pencarian google.

“400 gram kentang kupas potong kotak, 150 gram wortel kupas potong potong, 100 gr kol dipotong potong, sebutir tomat dipotong kotak, dua batang daun bawang diiris 1 cm, dua batang seledri potong potong, 8 buah cabai rawit, bawang goreng secukupnya, 800 ml air. Buat bumbunya    4 butir bawang putih, 1 sdt merica butir, 1 sdm garam. Sdm? Sumber daya manusia? Woook!!! Sdm itu apa Woook?” teriakku supaya terdengar Ryeowook di ruang tv.

“sdm itu satu sendok makan bodoh!” teriak Yesung dari ruang tv.

“aku ga nanya padamu, hyung!” teriakku balik, “cih. Oh jadi sdm itu satu sendok makan toh.” /bodobanget “oke, kita coba masak sekarang.”

***

~author’s POV~

“Krompyang! Bruak! Duar!”

suara suara itulah yang daritadi terdengar dari dapur dorm SJ lantai 11. Wajah Ryeowook yang sudah pucat dan pasrah dengan suara mengerikan yang daritadi berasal dari dapur kesayangannya.

“sabar ya Wook, hidup ini memang sulit dan penuh cobaan.” Ucap Yesung turut prihatin sambil mengelus elus kepala Ryeowook. Ryeowook hanya mengangguk pasrah.

“kenapa kau ga bantu dia masak?” tanya Eunhyuk.

“dia bilang gamau dibantuin. Mau masak sendiri.” Jawab Ryeowook dengan nada pasrah sekaligus heran.

“kok bisa? Dia kerasukan apa sih?” tanya Sungmin heran.

“kerasukan setan… setan cinta.” Celetuk Donghae dengan nada misterius.

“bener Hae. Dia kerasukan setan cinta. Gara gara bocah tengik itu hahaha.” Ujar Yesung.

“mungkin dia pengen masak sendiri untuk membalas makanan yang dibikinin Ahna untuknya. Walaupun dia ga mau jujur.”

***

~my POV~

“ngh.” Aku membuka mataku yang serasa berat. Aku melihat hari sudah terang. Aku mengambil handphone ku dan melihat sekarang sudah pukul… 9?! “astagfirullah gue bolor banget ya.” Aku mengangkat badanku dan terduduk di kasur dan mendapatkan kepala Kyuhyun sedang tertidur terkulai di sisi tempat tidur dan badan terduduk di lantai. Aku mencium wangi kaldu ayam dan menemukan mangkuk berisi sayur sop di lantai sebelah Kyuhyun. Buatannya kah?

Aku memegang dahiku sendiri dan merasakan dahiku udah ga begitu panas.

Tiba tiba Kyuhyun terbangun. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya yang sipit karena baru bangun tidur, sebenernya sama aja sih bangun tidur ama yang biasa /tabok. “udah bangun? Lama banget kamu tidur, dasar kebo.” Ejeknya.

“diem lu ahjussi sialan. Namanya juga orang sakit.” Elakku.

“emangnya kalo kamu ga sakit, tidurnya sampe jam berapa?”

“paling lama juga jam setengah 9…”

“itu mah sama aja dodol!” ujarnya tertawa kecil sambil mengacak acak rambutku.

“hehehe.”

“ini makan dulu sayurnya.” Suruhnya sambil menyimpan mangkuk ke pangkuanku.

“hm. Ini kau yang buat?” tanyaku sambil memandangnya tajam.

“tidak, aku dibantu.” Jawabnya datar.

“dibantu siapa? Ryeowook?”

“dibantu mbah google.”

“huahahaha mbah google! Hahaha.” Aku tertawa keras mendengar kata ‘mbah google’ yang diucapkan Kyu. Kyu pun ikut tertawa.

“jadi kau bikin ini sendirian?” tanyaku. Dia hanya mengangguk.

“sudah sana cepet makan.”

“ga kamu masukkin racun kan?”

“ya nggak lah! Kalo ga enak jangan ngejek.”

“itu tergantung.” Ucapku sambil menaikkan bahu. Aku mengambil sendok dan menyendokkan air sop ke dalam mulutku. Aku terdiam sejenak.

“bagaimana rasanya?” tanya Kyuhyun takut takut.

“lu mau kawin apa ya? Asin banget tau!” ucapku sambil mengecap kembali rasa dalam mulutku yang memang benar rasanya sangat asin -.-

“seasin itukah?” tanya Kyuhyun.

“belum kamu cobain?!”

“belum…”

“jadi aku ini barang percobaanmu hah? Cobain dulu kek masakan sendiri.” Cibirku.

“yak! Orang susah susah masak! Buburmu juga kan terlalu encer!” balas Kyuhyun, “Sesama buruk dalam memasak-”

“jangan saling caci memaki.” Potongku melanjutkan kalimatnya dan dia mengangguk-angguk membenarkan.

“sudah sana abisin sop nya! Kalo ga diabisin awas aja, udah susah susah aku bikinnya.”

“uh. Asin.” Keluhku, “memangnya member lain belum pulang?”

“udah tadi pagi jam 6.”

“kenapa ga Ryeowook aja yang bikinin makanan?” tanyaku.

“karena dia mau bikin sendiri makanan untukmu. Bantuanku saja dia tolak.” Ucap Ryeowook yang tiba tiba membuka pintu memasuki kamar.

“yak! Kenapa sembarangan masuk?!” tanya Kyuhyun dan melihat di belakang Ryeowook ternyata ada Sungmin, Eunhyuk, Donghae dan Yesung yang cengar cengir melihat kami berdua, “yak yak! Kalian nguping ya?!”

“tidak sengaja.” Jawab Eunyuk datar.

“yak! Tidak sengaja apanya?!” teriak Kyuhyun sambil melempar bantal.

“Ahna-ya. Kyuhyun ini menolak bantuanku untuk memasak soalnya dia mau bikinin makanan buat kamu sendirian.” Ujar Ryeowook.

“benarkah?” tanyaku dengan wajah terpana.

Yesung mengangguk semangat, “dia itu sangat memperhatikanmu.”

“yak! Diam kau hyung!” teriak Kyuhyun yang wajahnya semakin memerah.

“ahjussi sialan, tidak kusangka kau diam diam baik juga.” Ujarku dengan smirk puas menatapnya.

“yak! Jangan salah paham! Udah sana pulang! Udah sembuh kan? Pulang! Dan kalian semua keluaaar!”

~THE END~

4 thoughts on “The Queen Of Evil Magnae Is Sick!”

  1. Hahahaha……. Ya…. Iseng sekali mereka menguping…
    Wookie pasti capek beresin dapur….
    Masih ada lanjutannya gak??

  2. hahaha, gantian ahna yang sakit, tapi tetep aja sama-sama evil.
    kasian amat dapur nya ryeowook ancur sama kedua evil itu.

  3. kasian wookie-ppa, sabar yah..
    🙂

    wah, kyu-ppa am couple di crt selalu az berantem..
    Hehehhe
    *plakkk

    chukae thor..
    Ff.a daebak..
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s