Bounded between Love (part 3)

Bounded between Love (part 3)

 

Sudah seminggu berlalu dan hidup mulai menyenangkan. Aku sudah bisa bersosialisasi dengan murid lain, meskipun hanya beberapa. Seragam sekolahku sudah jadi ! Bahkan aku punya sahabat baru sekarang. Yap ! benar, Choi Seera tentunya. Aku juga sudah menceritakan tentang masalah amnesia ku padanya. Meskipun orang tua ku tetap saja jarang di rumah, paling tidak ada abang Jongosku, tapi aku harus rela sebagian waktu ku dengannya diambil oleh uni Min Jung.

‘Jono.. kau besok ada acara tidak ?’ tanya Oppa Jongos

‘hmm. I don’t think I have . wae ?’

‘Aku mau kencan besok’

‘lalu apa hubungannya dengan ku -__-‘ jawabku sambil melahap pudingku

‘Jinki bilang dia akan mengajakmu pergi ‘

‘uhuk’ aku langsung tersedak mendengar kata kata itu.

‘besok aku akan mengantarmu sekalian menjemput noona nya. Jadi kau jangan terlambat. Awas kau sampai merusak kencan ku !’ ancam Oppa sambil meninggalkan meja makan dan bergegas menuju kamar.

Dia mengajakku pergi ? kenapa dia tidak bilang sendiri padaku ! kalau begini kan aku  tidak bisa menolak , aissh. Ah iya ! kan ada Seera, kenapa aku tidak memintanya untuk ikut saja supaya aku ada teman. Hehehehe

Kuambil handphone ku dan ku cari nomer Jinki. Kutelfon dia. Ia menjawab telfonku !

‘oh Jojo ! ada apa kau telfon malam malam begini ?’

‘tentang besok … ‘

‘oh iya, aku lupa member tahumu soal itu kemarin sepulang sekolah, jadi aku bilang ke hyung-nim untuk menyampaikannya padamu, kau besok tidak ada acara kan ?’

‘nae, aku tidak ada acara’

‘baiklah, jangan terlambat ya ! selamat malam, anyeong’

Jinki memutuskan panggilanku. 

‘Yaaa . kenapa kau matikan telfonnya !? kenapa aku ngga bisa langsung menolak ajakannya ? AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH ! ! ! aku bahkan tidak bilang apa apa tentang mengajak Seera ! idiot sekali aku iniii ‘

Kepalaku tiba tiba sakit, lagi. Aku langsung bangkit dari kasurku dan pergi ke kamar Oppa . Kuketuk pintu kamarnya dengan keras.

‘Oppa Oppa ! ! ! buka pintunya ! Oppaaaaaaaaaaaaa ! ! ! ‘

‘HAH ! KAU INI KENAPA ? INI SUDAH MALAM ! AKU MAU TIDUR ! ! ! ‘

‘Oppa buka pintunya ! Oppaaaaaaaa !’

‘YAAA ! TIDURLAAAAAH ! ! KALAU BESOK KAU BANGUN TERLAMBAT , KENCANKU BISA RUSAAAK ! ! !’ jawabnya berteriak tanpa membukakan kamarnya

Aku lalu duduk sambil memegang lututku, menyandar di pintu kamar Oppa                    

‘Oppa, sebegitu pentingnya kah kencan ini buat mu ? sebegitu cintanya kah kau dengan uni Min Jung ? sampai sampai kau tak mau membukakan pintu kamarmu hanya karena kau ingin tidur, supaya besok tidak terlambat menjemputnya ?’ tanyaku lirih sambil menahan air mataku.

‘Ya, jojo…’

‘Kau tau Oppa ? satu satunya alasanku menyetujui keputusan amma appa untuk pindah kesini ? karena aku ingin bercerita denganmu, menghabiskan waktu bersamamu, tapi ternyata Oppa ku sudah berubah.’

KLAK. Oppa membuka pintu kamarnya pelan. Dia keluar dan mendekat padaku.

‘Baiklah, kau mau cerita apa ?’

‘hiks hiks hiks’ aku hanya menangis sambil memegang kepalaku.

‘Jojo – yaaa !!! kenapa kau menangis ? Apa kau pusing lagi ? kepalamu sakit lagi ?’ katanya sambil mengusap air mataku, cemas.

‘Kenapa aku harus amnesia Oppa ? apa karena aku ini selalu merepotkanmu ? apa karena aku ini tidak berguna ?’ tanyaku sambil terisak

‘JOJO ! kau ini bicara apa ? kau itu adik terbaik yang pernah ada !’ jawabnya sedikit berteriak.

‘lalu kenapa Oppa ? apa alasan tuhan memberiku amnesia ? apa aku kurang bersyukur padanya ? aku aku ini tidak pernah menyembahnya ?’

‘Kau tahu, Tuhan memberikan ujian pada orang yang dia anggap pantas untuk diuji. Dengan kata lain, kau ini orang yang terpilih. Justru karena Tuhan sayang padamu, ia memberikan ujian untuk memastikan apa kau juga sayang padanya.’ Jawabnya bijak. Tak henti hentinya ia mengelus kepalaku.

‘ah..’ kepalaku makin sakit . kuremas rambut di sekeliling kepalaku.

‘Jojo , aissh ! kau ini memang bandel sekali !’ katanya ketus. Tapi aku tahu dia sebenarnya sangat cemas.

Oppa mengantarkanku kembali ke kamar. Ia membantu ku berbaring di kasur. dia menyelimutiku dan menungguiku di kasur, masih, sama seperti dulu setiap aku sakit saat liburan di sini. Atau mungkin sebelum aku amnesia. Aku tak bisa mengingatnya.

‘Kau tidurlah, besok saja ceritanya di mobil, atau kau tidak ikut ? biar ku telfonkan Jinki.’

Ah ! aku ikut tidak ya ? kalau tidak ikut, nanti Jinki berfikir aku tak ingin pergi bersamanya . Tapi aku tidak mau pergi sendirian, aaah gimana ini ?!

‘awww ! hmppft’ sakit kepalaku makin menjadi karena memikirkan hal naïf itu

‘sudahlah lupakan masalah besok dan cepat tidur, nanti sakit kepalamu makin menjadi’ Kata Oppa sambil mengelus dahiku.

‘Aku tak mau tidur, nanti Oppa pasti meninggalkanku’ aku tau persis dia akan meninggalkanku ketika aku sudah terlelap

‘Jojo, ayolah ! kau ini sudah besar .’

‘aku tidak pernah meminta untuk tumbuh besar !’ jawabku.

‘Huuft. Baiklah aku akan menemanimu sampai kau benar benar tertidur.’ Katanya. Dia masih mengelus dahiku.

‘Oppa…’

‘Ye ?’

‘Kalau kau nanti menikah dengan uni Min Jung apa kau tetap menyayangiku ? Apa kau masih mau mendengarkan ceritaku ?’

‘Tidak’ jawabnya singkat

Aku menatapnya, sedih. Air mataku tinggal menunggu untuk jatuh.

‘Karena Min Jung juga akan menemanimu sama sepertiku, Mungkin dia lebih bisa mengerti dirimu. Dia sayang denganmu sama seperti dia menyayangi adiknya sendiri’

‘Bohong’ jawabku

‘Dia selalu menanyakan kabarmu dan menyuruhku menjemputmu’

‘Lantas kalau dia memang benar benar sayang pada adiknya, kenapa Jinki mau kau bersamanya ? Bukankah itu artinya dia akan kehilangan noona-nya ?’  tanyaku tak habis pikir

‘Karena dia tahu, aku akan menyayanginya sama seperti aku menyayangimu dan noona-nya, karena dia percaya noona-nya akan tetap menyayanginya, jadi bukannya kehilangan noona, tapi malah dapat hyung baru’ jawabnya sambil tersenyum

Aku tersenyum lega mendengar perkataan Oppa. Kudekatkan diriku padanya, kututup mataku perlahan dan segera tidur. Kupegang erat tangannya yang masih mengelus lembut dahiku. Ia mungkin pergi, tapi aku percaya dia akan datang saat aku membutuhkannya.

Hari ini Oppa ceria sekali . Ya , apalagi kalau bukan karena kencan nya. Aku ? aku adalah korban percintaan mereka yang harus ditinggalkan bersama Jinki. Lama lama Jinki ini macam babysitter yang selalu menungguku. Atau penunggu caretaker child care. *kan udah terlatih waktu hello baby bareng anak gua yoogeun ? /plak*

Ah ! kenapa harus kita berdua sih ? maksudku , paling tidak ajak yang lain ! terserahlah, yang penting dia tidak mungkin berbuat aneh aneh kan ? seperti, membuatku bergidik ngeri karena ia tahu phobiaku ?

Hey ! asal kau tau ya Lee Jinki ! kalau bukan karena Oppa aku juga tidak akan mau pergi berdua denganmu  -_-

Ternyata Oppa tidak bawa mobil kali ini. Dia bawa Harley-Davidson nya yang kinclong setelah dia poles habis habisan subuh tadi. Huh ! Sok romantis kau Jongos , lihat saja nanti kalau turun hujan dan kehujanan, baru tau rasa kau ! Jadilah aku digoncengnya sampai ke rumah Jinki. Ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah, dan ternyata Oppaku bakat jadi tukang ojek juga (?) *author digigit Clouds*

Uni Min Jung sudah menunggu di depan rumah rupanya. Rambutnya yang panjang digerai, dress putih tulang itu sangat cocok di tubuhnya. Aku heran kenapa cewe secantik itu mau berpacaran dengan kakakku *Min ditabok @rain29*

‘aaah, nomu yeppo ! lama tak jumpa , makin cantik saja kau sayang. Bagaimana sekolahmu ? betah ?’ tanyanya sambil cipika cipiki padaku

‘Uni juga makin cantik, ya begitulah, untungnya ada Jinki yang selalu membantuku’ jawabku jujur. Memang Uni Min Jung makin cantik, daridulu dia memang cantik.

‘Dia daridulu cantik ‘ kata si Jongos

‘ah, kau ini ada ada saja Jojo. Jangan bicara seperti itu Ji – Hoon !’ katanya sambil menyenggol Oppa dan berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya

‘kau tau aku tidak suka menggombal kan ? jadi apa yang kukatakan itu jujur. Oiya ! mana adik mu ?’ tanya Oppa

‘oh dia masih di dalam, ayo masuk dulu’

‘ah tak apa uni, biar aku menunggu disini, Uni sama Oppa pergilah’ kataku

‘Ahh ! jangan ! sebentar ya kupanggilkan ayam satu itu, YAA LEE JINKI ! !’ teriak Uni sambil masuk ke dalam rumah

‘hey yaa , kau jangan berbuat macam macam ya’ kata Oppa

‘memang nya aku perempuan seperti apa sampai berbuat macam macam ?! ’

‘yaa ! kau ini . maksudku jangan seenaknya sendiri di rumah orang ,’

‘aah . aku juga tau etika Jongos’ jawabku

‘aish, memanggilku seperti itu kau bilang etika ?’

‘kau orang tersayang, mangkanya aku tidak menggunakan etika denganmu’

‘yaaa apa apaan i…!’

Oppa sudah siap siap menjitakku lalu Uni Min Jung datang. Ia pun mengurungkan niatnya.

‘Anyeong hyungnim, anyeong !’ katanya sambil membungkuk pada oppa lalu melambai padaku.

‘Jinki, tolong jaga adikku ya, maaf merepotkan’ pesan Oppa

‘Pasti hyung, aku malah senang kok dia main ke sini. Jaga juga noona-ku ya hyung.’

‘Tanpa kau suruh pun noona-mu ini sudah pasti kujaga. Tenang saja, noona-mu aman ditanganku’

‘Baiklah, kita pergi dulu ya. Jojo, anggap ini rumah sendiri. Kalau nanti ayam satu ini macam macam, laporkan saja padaku ! hey yaaa , jaga dia baik baik, awas kalo ada apa apa terjadi denganya !’ pesan Uni Min-Jung

‘ahh sudahlah noona kau jangan cerewet , cepat pergilah …’ jawab Jinki malas.

‘anyeooong’

Bruum. Mereka berlalu meninggalkan kami berdua. Lalu Jinki mengajakku masuk ke dalam rumah dan menawarkan makanan. Aku menolaknya karena memang aku sudah sarapan. Jinki mengajakku ke garasi rumahnya. Aku hanya mengikutinya macam dayang. Ada dua sepeda disitu, dia pun mengajakku berkeliling naik sepeda.

‘Hari ini kita akan melakukan hal yang biasa kita lakukan dulu. Mungkin saja kau ingat kembali dengan masa kecil kita, mm. maksudku masa kecilmu.’

Aku membalasnya dengan senyuman sambil mengayuh pedal sepedaku.

##########

 

Min Jung dan Ji Hoon sampai di sebuah danau. Rerumputan hijau, bunga yang bermekaran, semuanya terlihat indah. Masih ada kano kecil yang hanya muat untuk dua orang. Tempat ini, adalah tempat special mereka berdua.

‘Kau bilang kau akan mengajakku pergi ke Seoul Land, ternyata kesini. Dasar kau ini’ kata Min Jung sambil menyenggol Ji Hoon, mukanya merah merona.

Mereka lalu duduk di tepian danau dan sambil menikmati angin segar. Min Jung pun menyandarkan kepalanya di pundak Ji Hoon yang hanya tersenyum melihat wajah cantik Min Jung.

‘Apa kau masih ingat waktu aku menyatakan cintaku disini ? Mukamu sangat lucu , waktu aku bilang aku suka padamu,  hahaha’ kata Ji Hoon sambil tertawa

‘Apalagi saat seseorang terpeleset dan nyebur ke danau -__-‘ kata Min Jung sambil mengerutkan dahinya. Seseorang itu maksudnya Ji Hoon

‘Siapa ya yang panik saat ada belalang di jaketnya lalu meminta bantuan ku untuk menyingkirkannya dengan terisak ?’

‘Apa kau masih ingat semuanya ?’ tanya Min Jung

‘Iya. Karena mulai saat ini tidak akan ada lagi kisah kita berdua disini sebagai pacar’

DEG. Jawaban Ji Hoon kontan membuat jantung Min Jung berhenti bekerja. Apa maksudnya tidak akan ada lagi saat kita berdua disini sebagai pacar ? Apa kisah cinta  mereka selama ini akan habis sampai disini ? Apa status mereka akan kembali menjadi sahabat kecil lagi ?

Min Jung melepaskan sandarannya dan matanya menerawang ke danau. Air matanya hanya bisa ia tahan sekuat tenaga. Ji Hoon berbalik kearah Min Jung. Ia menatap Min Jung dan menggeser tubuh Min Jung supaya berbalik arah  menghadapnya. Tangan Ji Hoon akan memegang pundak Min Jung, tapi ia mengurungkan niatnya.

‘Min Jung. Kita memulainya disini, karena itu aku juga akan mengakhirinya disini.’

TES. Air mata Min Jung perlahan jatuh membasahi pipi merahnya.

‘Min Jung maafkan aku. Jeongmal Mianhae. Lupakan  lah kenangan kita disini,’

Min Jung hanya diam, dan mencoba menahan matanya yang perih. Dia bahkan tak berani menatap langsung mata Ji Hoon. Ji Hoon memegang kepala Min Jung sambil menatap lekat matanya yang memerah karena menangis.

‘Mulai sekarang, aku bukan lagi pacarmu’

Ji Hoon menggerai menyisir rambut Min Jung yang sama sekali tidak bereaksi. Rasanya ia ingin mati di tempat saat itu juga. Tanpa disadari, Ji Hoon menyembunyikan sebuah cincin berbentuk lambang ‘yang’ di tangannya sembari membelai rambut halus Min Jung.

‘Tapi aku tunanganmu, jagiya’

kata Ji Hoon sambil menunjukkan cincin itu tepat di depan mata Min Jung setelah ia selesai menggerai rambut halus Min Jung. Dia raih tangan Min Jung dan memasangkan cincin itu tepat di jari manisnya.

‘hiks, hiks, huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’ Min Jung menangis sejadi jadinya

Ia tak mau lagi menahan air mata bahagianya. Ia jatuh di pelukan hangat Ji Hoon sambil terisak. Ji Hoon lalu memeluknya dengan erat.

‘kau ini jahat sekali ! kau ingin membunuhku hah ? dasar iseng ! hiks hiks’ kata Min Jung sambil memukul kecil Ji Hoon. Tapi dia lega karena ketakutannya tak terjadi. Malah sekarang dia mendapatkan kejutan yang tak pernah diimpikannya. Ji Hoon membelai rambutnya sambil tertawa kecil. Puas sudah ia mengerjai pacarnya ini, yang sekarang menjadi jagiya nya.

‘ekspresimu lucu sekali tau. Seperti dunia ini akan berhenti berputar. Kau benar benar berfikir akan meninggalkan mu kan tadi ? lucu sekali kau ini jagiya’

‘bukankah kau pernah bilang aku cantik kalau menangis hah ?’

‘kalau menangis saja cantik, apalagi kalau tersenyum. Sudah jangan menangis lagi.’ Kata Ji Hoon sambil mengelus rambut Min Jung dan mengusap air mata bahagianya .

##########

 

Kami berhenti di depan sebuah taman bermain. Dia mengajakku ke belakang taman itu. Ada pohon besar yang rindang berdiri tegak. Tapi sepertinya tak banyak orang yang tau ke-eksis-an pohon ini *emang pohon punya twitter pake eksis segala?*  tempatnya lumayan tersembunyi

‘Dulu kau paling suka main disini, kau selalu mengajakku main petak umpet disini’

‘Oh ya ? hahaha’

Kalau kau sedang marah, atau sedih, kau selalu disini, dan menceritakan semuanya padaku, aah … kapan kau bercerita padaku lagi ?’ kata Jinki

‘hah ?’ aku kaget mendengar kata katanya

‘Ah, ani. Lupakan saja yang tadi. Anggap aku tidak pernah mengatakannya’ kata Jinki

Bagaimana bisa aku lupa kalau kau baru saja mengatakannya ? ah payah . apa pula maksudnya kata kata itu tadi ?

Bersandar di pohon ini sungguh nyaman. Angin sepoi sepoi menerbangkan beberapa rambut Jinki. Rambutnya jadi berantakan. Lucu sekali, pikirku. Mungkin benar ini memang tempat favoritku dulu. Buktinya aku merasa nyaman sekali disini.

‘Jinki, kenapa kau tetap ingin menjadi sahabatku ? padahal aku sudah lupa padamu.’ tanya ku random

‘karena kau lupa bukan karena kau menginginkannya . lagipula kau sendiri yang  memintanya’

‘HAH ? SERIUS ? kapan ?’ jawabku tak percaya

‘dulu, waktu kita kecil’

Ah ! kenapa sih gua pake ngomong begitu waktu kecil ! begini kan jadinya . aigooo

‘Aku tau kata kata itu terdengar sangat naïf Jojo’

‘J, J, oh..’ aku masih sedikit gugup saat dia memanggilku JoJo. Bahkan Seera pun, teman terdekatku sekarang, memanggilku Minji.

‘Ah ! maafkan aku . kau tidak suka aku memanggilmu dengan nama itu ya ? maaf . baiklah, mulai sekarang aku akan memanggilmu Minji’

Berhenti memanggilku JoJo ?

‘JANGAN ! ups’ entah mengapa kata kata itu meluncur dari bibirku.

‘eh ?’

‘jangan berhenti memanggilku JoJo.’ Kataku pasrah. Aku terlanjur berkata jangan . Lagipula aku masih ingin mengembalikan persahabatan kami dulu.

‘baiklah. Aku akan tetap memanggilmu JoJo’ jawabnya lantas tersenyum

‘oh ya Jinki ! apa nama panggilanmu ?’  

‘Semua memanggilku Onew.’ Jawabnya

‘oh , Onew. Baiklah aku akan memanggilmu Onew.’

‘Jangan ! panggil aku Chicko !’

‘ey ? Chicko ?’ nama yang lumayan imut., pikirku

‘iya ! awalnya kau suka sekali memanggilku Chicken Onew karena kau tau aku maniak ayam goreng. Tapi akhirnya kau menyingkatnya menjadi Chicko karena Chicken Onew terlalu panjang.’

TES. Air mataku jatuh. Aku tidak menyangka aku bahkan memberinya nama panggilan khusus. Dia masih mengingatnya. Aku bahkan tak ingat sedikit pun tentangnya. Aku merasa bersalah padanya.

‘yaa ! JoJo kau kenapa ?’ tanya Onew

‘hiks hiks hiks’

‘kau kenapa ? apa aku salah ngomong ? aduh maaf ya … jangan menangis’ kata onew berusaha menenangkanku.

‘s … s.. sa.. sahabat macam apa aku ini ? melupakan persahabatanku hanya karena jatuh terpeleset. Ayo ingatlah ! ingat lahhh ! ! hiks ’ keremas rambut di sekitar kepalaku sambil berfikir keras supaya aku dapat mengingat semuanya.

Onew langsung merebut tanganku. Dia pegang erat kedua tanganku

‘JoJo ! kau tak pernah meminta semua ini kan ? jadi ini bukan salahmu. Berhentilah menyalahkan dirimu’ katanya lalu mengusap air mataku

‘hiks hiks hiks’ aku hanya bisa menangis

Dia lalu memelukku dan mengelus lembut kepalaku

‘Dulu, kalau kau menangis disini, aku selalu memelukmu, dan kau akan berhenti menangis. Aku yakin kau masih sahabatku yang dulu. Jadi akankah kau berhenti menangis ?’ tanya Onew sambil berbisik.

##########

 

Ji Hoon dan Min Jung menaiki kano kecil yang mereka beli waktu itu. Mereka membeli nya supaya bisa bermain di danau. Mereka masih ingat waktu pertama kali menaikinya. Saat itu Min Jung takut sekali. Tapi Ji Hoon memeluknya dan menenangkannya. Tak terasa mereka sudah mendayung kano itu lumayan jauh dari daratan.

‘Nyonya Jung…’ kata Ji Hoon

‘yaa ! jangan panggil aku seperti itu ! aku berasa seperti ibu ibu beranak lima tau’ jawabnya sambil memajukan bibir dan menggembungkan pipinya, imut .

‘memangnya kau mau punya berapa anak ?’ tanya Ji Hoon

‘Pertanyaan macam apa itu ? hmm , mungkin dua ?’ jawabnya

‘ah, aku tidak yakin kita nanti hanya punya dua anak’

‘hah ? wae ?’ tanya Min Jung

‘karena kau parti minta ku servis tiap hari, kekekeke’ jawab Ji Hoon bercanda.

‘YAA ! IGEO MWOYAA ?!’ teriak Min Jung sambil berdiri mengambil ancang ancang akan menjitak Ji Hoon. Karen Min Jung berdiri tiba tiba, kano itu pun oleng dan terbalik.

BYURRR …!

Ji Hoon dan Min Jung jatuh bersamaan ke dalam danau. untungnya danau itu tidak terlalu dalam, hanya sepinggang Ji Hoon, tapi tetap saja mereka basah kuyup.

Awalnya Ji Hoon tertawa kecil saat mereka terjatuh. Tapi tiba tiba raut muka Ji Hoon menjadi cemas setelah ia tahu tangan Min Jung tergores serpihan kayu kano yang memang sudah rapuh. Saat Min Jung menyisir rambutnya, darah mengalir menodai wajah cantiknya. Ji Hoon segera menarik tangan Min Jung dan menghisap darah yang mengalir di telunjuk Min Jung *ih waw kaya vampire /plak /abaikan* yang hanya diam terpaku. Ji Hoon merobek kain kemeja putihnya dan segera membalut luka di jari Min Jung. Mereka pun kembali ke tepian. Saat akan sampai di tepian danau, Min Jung tersandung batu di pinggiran danau itu dan jatuh menimpa Ji Hoon.Tepat di atas dadanya. Setengah tubuh Ji Hoon berada di permukaan. Mereka berdua saling bertatap mata. Hidung mereka pun sudah menempel satu sama lain. Min Jung dengan perlahan menutup matanya, begitu juga dengan Ji Hoon.

Chu~

Bibir mereka bersentuhan lembut

‘Yeobo, apakah kita akan selalu bersama seperti ini ?’ tanya Min Jung

‘Ani . karena akan ada malaikat kecil yang akan menemani kita nantinya, jagiya‘ jawab Ji Hoon

Chu~

Min Jung mengelus kepala Ji Hoon yang memeluknya dengan erat.

##########

 

Seharian ini aku dan Onew menghabiskan waktu di pohon besar itu. Dia bercerita tentang semua yang aku suka lakukan saat kecil. Sungguh beruntung aku punya sahabat kecil seperti Lee Jinki. Mungkin mulai sekarang aku akan bercerita tentang semua masalahku padanya.

Hari pun sudah larut dan kami memutuskan untuk segera pulang. Sesampainya di rumah Onew, ternyata Oppa ku , dan Noona-nya belum pulang. Aah dasar mereka berdua. Onew pun mengajakku menonton DVD dan dia juga memesan pizza *author ngiler*. Tiba tiba handphoneku berdering .

‘anyeoong’

‘anyeong ? hey ? It’s me .’

Ku lihat lagi layar handphoneku . AH ! ternyata sahabat ku di L.A. !

‘hey ! sorry , I put so much effort on watching movies and yeah you know..’

‘haha lame you still the same . so how’s life ?’

‘well, 50-50 ? haha I miss you so much ! ! !’ kataku di telfon

‘do you really miss me ? how much you miss me ?’ tanya nya

‘as deep as the ocean and as high as the sky ? hahaha’ jawabku

‘Guess what ? I’m going to korea next week ! ! ! how’s that sounds like ? still miss me ?’

Dia dateng ke korea ? OMOOOOOOO ! ! is a SUPER YES YES ! !

‘omigoossh ! why didin’t you tell me before ? it’s a super yes from me ! don’t bother about the hotel , you can stay in my house ! ! I’m super excited ><’

‘I know right ? hahhaa . okay then , i got stuff to do, talk to you later hun, see you next week !’ katanya di sebrang telfon dan memutuskan panggilannya.

OH  MY  GOD ! aku bakal menghabiskan musim dingin ini bareng sahabatku ! omagah omagah I’m so exciteddd ! !

‘haha, memangnya siapa yang telfon ? sahabatmu dia L.A. ? ceria sekali kau’ tanya Chicko

‘iya ! dia mau kesini minggu depan ! aaaaah aku sudah kangen sekali padanya !’ jawabku

‘oh ya ? WAH ! gimana kalau minggu depan kita pergi jalan jalan sekalian ajak yang lain, gimana ?’

‘saranda ! johaaa ! that would be great ! aah tak sabar aku menunggu minggu depan !’

Chicko hanya tersenyum melihat tingkahku.

 

Oppa dan Uni Min Jung sudah pulang rupanya . Aku dan Chicko segera ke depan rumah. Baju mereka basah kuyup, padahal tidak ada hujan. Memang mereka ngapain aja sampai basah kuyup begitu ? Uni Min Jung turun dari motor super gede itu. Ia menyapaku dan menjitak Chiko. Ia juga menanyakan padaku apa yang kami lakukan seharian ini dan memastikan semuanya baik baik saja.

‘aku pulang dulu ya, jagi !’ kata Oppa

‘haha iya . anyeoong ! anyeoong JoJo ~’ katanya sambil melambai padaku.

BENTAR DEH !

Ada sesuatu yang harus dikonfirmasi !

Tadi Oppa bilang apa ? Jagi ? Jagi , Jagi , Jagiya maksudnya ?

Aku baru menyadarinya saat kita sudah pergi meninggalkan rumah Chicko

‘Yaaa Oppa ! kau bilang apa tadi ? Jagi ?’

‘nae. Wae ? kau keberatan ?’

‘bukannya Jagiya itu panggilan untuk orang yang sudah bertunangan ?’

‘iya .’

‘yaa , jangan bilang …’

Aku mengintip tangannya. Ada sebuah cincin nangkring di jari manisnya . cincin berbentuk lambang ‘yin’ . omona ! berarti tadi …

‘waa Oppa kau tadi pasti mengajak nya bertunangan ya ?’

‘memangnya kenapa ? kau tidak suka ? iri ? cepar cari pacar dan segera lah bertunangan !’ jawab Oppa ngasal

Oppa ini emang gila . emangnya cari pacar segampang itu apa ? kalau dia memang lucky jadi tak perlu susah susah mencari pacar.

Ciiit. Kita sudah sampai di rumah. Oppa menurunkanku dan segera pergi ke garasi. Bajuku jadi ikutan basah gara gara tadi pegangan erat padanya. Dasar tukang ojek hobi ngebut !

Aku segera ke kamar, mandi lalu mengganti pakaianku dengan piyama. Geo Un – ahjumma , alias nanny kita, sudah berteriak dari bawah menyuruhku segera makan malam. Oppa pun juga ikut ke bawah.

‘ecieeh yang sekarang udah jagiya jagiya an ~’

‘apa sih . biasa aja dong, kenapa kau mau kupanggil jagiya juga ? hah hah ?’ goda Oppa.

‘congrats ya Oppa. yaah ~ brarti abis ini aku bakal punya keponakan lucu’

‘yaaa ! kau ini . aku belum melamarnya kau sudah berfikiran seperti itu’

‘pasti nanti keponakanku bakal lucu lucu karena gen dari ibunya .’

‘Yaa ! maksudmu apa ?!’ jawabnya tidak terima

‘haha aku bercanda Oppa .. oh ya ! aku lupa tadi mau bicara sama Oppa.’

‘mau bicara apa ? katakan saja’ jawabnya malas

‘Adaliz mau ke sini minggu depan ! boleh kan dia menginap disini ?’ pintaku

‘Oh ya ? kenapa tidak boleh ? aku rasa appa-amma juga ga keberatan kok’

‘memang mereka pernah ada di rumah ? hahhaha’ candaku

‘hahaa dasar Jono kesayanganku ~ sini aku cium ~‘

‘yaaa ! apa apaan ! Nanny ! ! Oppa berulaaaaaah ! ! kurung dia di kamar ><’ kataku sambil berlari menghindar

‘ayolaah adikku yang maniss ~ munyu munyu‘ jawabnya sambil mencoba meraihku.

Nanny yang barusan datang mengecek ruang makan karena kita ribut pun hanya geleng geleng melihat tingkah laku kami berdua

Ahh . Aku tak sabar dengan hari esok . Kejutan apa lagi yang akan kudapat ? hmm….

Gimana nih readers ? ahaha aneh ya pasti ^^’ maaf ya ada sedikit NC diatas ~

Hehe . makasih sudah mau baca , semoga kalian ngga bosen ya *brb do’a khusyuk* kamsahamnida J

Iklan

2 thoughts on “Bounded between Love (part 3)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s