Way For Love Part 1

Annyeong Chingudeul!! Ada yang kangen sama admin Vay ^_^ #ngarep! Hahaha . . . akhirnya setelah sekian lama #lebay aku kembali lagi. Tapi kali ini aku gak bawa ff buatanku. Aku bawa ff buatan eonniku. aku lagi gak ada mood buat bikin ff, mohon buat para fans  Q #plak jangan sedih ya! Udah ah, gak perlu lama-lama lagi. Let’s check this out!

oleh Ticko Freysha

ini ff pertama aku, jadi mohon saran ma kritiknya…

kalau ni tulisan aneh, gaje dan mbulet mohon maaf…

Main Cast : Heechul

Other Cast : Leeteuk, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry, Zhoumi, Jung Yunho, Kim Junsu

~ Shin Rae Na POV ~

Aku berlari menyusuri jalanan kota. Tak peduli orang – orang memandangiku dengan aneh. Tentu saja mereka merasa aneh. Aku berlari di jalanan kota pada siang hari yang padat. Menggunakan gaun pengantin sambil menangis.

Yah, harusnya hari ini aku menikah. Tetapi pengantin lelakiku tidak datang – datang. Aku sudah 3 jam menunggu. Tidak ada kabar. Dan dia tidak dapat dihubungi. Keluargaku sudah sangat resah. Merasa malu kepada para tamu undangan.

Dan sekarang inilah aku. Berlari seperti orang gila. Menuju apartemen tempat calon suamiku. Aku sudah berada di depan apartemennya. Tanpa pikir panjang lagi aku memencet belnya berkali – kali.

Pintu terbuka muncullah rambut pirang gelap milik seorang namja. Dia menatapku heran.

“Heechul-ssi, dimana Yunho Oppa?” tanyaku Padanya. Dia menaikkan alisnya bingung. “Ppali!” Desakku. Tak sabar dengan sikapnya itu aku mendesak masuk.

“Oppa, kau di dalam khan? Keluar Oppa. Apa kau lupa hari ini kita menikah?” teriakku.

Tapi tidak ada sahutan. Semua kamar sudah aku buka. Sosoknya tetap tidak ada. Ayolah Oppa, keluarlah. Jangan bercanda kepadaku. Aku terduduk lemas sambil menahan tangis. Kenapa harus seperti ini?

Tiba – tiba aku membeku. Ada seseorang yang memelukku.

~ End of Rae Na POV ~

~ Kim Heechul POV ~

Wanita itu tampak mengenaskan. Dia nampak sangat berantakan sekali. dia berteriak – teriak memanggil nama Yunho. Setelah tidak menemukan yang dia cari, dia terduduk lemas. Entah kenapa aku merasa kasihan sekali kepadanya. Akhirnya aku memeluknya. Entah apa yang ada di otakku.

Namun, aku merasa ikut merasakan kesedihannya itu.

~ End of Heechul POV ~

~ Someone POV ~

Kim Heechul menyerahkan segelas minuman dingin kepada wanita yang duduk membisu. Dia sudah agak tenang. Meski pandangannya kosong.

“Gamsahamnida..” ucap gadis itu sambil menerima minuman tersebut.

“Gwenchanayo.” Kata Heechul sambil duduk di samping gadis tersebut.

Gadis itu bernama Shin Rae Na.  Seorang Mahasiswi di Seoul International University. Usianya 19 tahun.

Sedangkan Kim Heechul adalah seorang penyiar radio. Usianya 23 tahun. Heechul dan Rae Na tidak begitu mengenal. Mereka hanya pernah bertemu 3 kali. Saat Rae Na mengunjungi Yunho. Jung Yunho adalah teman dekat Heechul. Dia seorang Penyanyi yang berbakat. Usianya 20 tahun. Heechul dan Yunho tinggal bersama dalam satu apartemen.

Yunho dan Rae Na sudah 2 tahun berpacaran. Dan mereka memutuskan untuk menikah. Tapi pernikahan itu batal karena pengantin lelakinya tidak kunjung datang.

“Sebenarnya kemana Yunho, Heechul-ssi?” tanya Rae Na.

“Aku tidak tahu.”

“Jangan berbohong.”

“Aku tidak berbohong. Aku memang tidak tahu kemana dia pergi. Dia pergi pagi hari tadi. Sudah memakai jas. Itu sebabnya aku pikir dia datang duluan. Mungkin Dia terlalu gugup.”

~ end of Someone POV ~

~ Shin Rae Na POV ~

“Bagaimana ini?” gumamku. Aku benar – benar tidak mengerti jalan pikiran Yunho. Setelah 2 tahun berpacaran dia seenaknya saja meninggalkanku di hari pernikahan kami. Jika dia tidak ingin menikah kenapa dia tidak berbicara kepadaku sebelumnya? Kenapa dia harus menghilang?

Aku melirik namja di sampingku. Namja itu menyesap minumannya pelan sambil menatap depan.

“Aku harus pulang Heechul-ssi” Kataku. “Gamsahamnida sudah memberikanku minum.”

Dia menoleh dan menatapku.

“Apa kau yakin?” tanyanya. Aku mengkerutkan alisku.

“Wae?”

“Itu.” Dia menunjukkan telunjuknya yang lentik ke arahku. Meskipun cowok, dia memiliki wajah yang mulus dan cantik..

“Mwo?”

“Kau masih memakai gaun pengantinmu.”

“Omo…”pekikku. Aku lupa. “Ottokhe?” tanyaku. Dia nampak berpikir sejenak. Lalu masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian dia muncul dihadapanku membawa sebuah kaos dan celana jeans selutut.

“Maaf, aku hanya punya ini, tidak cocok untuk musim ini sich. Kuharap kau mau memakainya. Daripada kau memakai gaunmu itu.” Katanya saat aku hanya menatapnya dan pakaian yang dibawanya itu bergantian.

“Tentu saja. aku suka memakai baju seperti ini. Gamsahamnida Heechul-ssi.” Kataku. Lalu mengambil baju itu. “Boleh pinjam kamar mandi?”

“Silahkan.” Aku bergegas menuju kamar mandinya. Saat keluar aku menemukannya duduk menonton tv.

“Heechul-ssi, Gamsahamnida.” Kataku lagi. Dia menoleh.

“Sudah berapa kali kau berterima kasih kepadaku Rae Na-ssi?”

“Eh?”

“Berhentilah bersikap formal kepadaku. Arrachi?”

“Ah, ne…” kataku pelan. “Ehm, aku harus pulang.”

“Ayo aku antar.”

“Gamsahamnida…”

“Ya! Berhentilah berterima kasih.” Aku terkejut mendengar suaranya yang agak keras.

“Ah, Mian,” gumamku.

“Ayo.” Katanya. Aku mengikutinya. Langkahnya panjang – panjang. Membuatku agak kerepotan mengejarnya.

“Kau lapar?” Tanyanya tiba – tiba.

“Mwo?” aku bertanya tak mengerti.

Dia menunjuk kea rah kedai ramen. Aku mengangguk. Kami masuk ke dalam kedai. Dan memesan 2 ramen. Serta 2 minuman. Setelah kenyang, kami melanjutkan langkah kami. Berjalan menuju rumah kedua orang tuaku.

“Sudah sampai Heechul-ssi. Ayo mampir dulu.” Kataku.

“Tidak usah. Sebaiknya aku pulang saja.”

“Ah, Gamsahamnida Heechul-ssi. Dan…. Jika kau mendapat kabar dari Yunho Oppa, tolong beritahu aku.”

“Nde. Aku pulang. Annyeong.”

“Annyeong….”

Aku menatap punggungnya yang mulai menjauh.

“Aku pulang….” Kataku.

“Masih berani pulang kau?” suara dingin itu menyentakkanku.

“Appa?”

“Kau sudah membuat malu keluarga. Masih berani pulang juga hah?” suara Appa membuatku kaget. Appa tidak pernah semarah ini kepadaku.

“Eomma….” Rengekku. Eomma mengalihkan pandangannya.

“Kau selalu saja membuat malu keluarga. Tidak pernah menurut pada appa. Jika saja kau mau dijodohkan dengan anak teman Appa, kejadiannya tidak akan begini.”

“Appa, tapi aku mencintai Yunho Oppa.”

“Lalu? Lelaki yang kau cintai itu, apa dia membuatmu bahagia? Dia sudah meninggalkanmu di hari pernikahanmu.”

“Appa, aku yakin Yunho Oppa mempunyai alasan, kenapa dia seperti ini. Aku akan mencarinya.”

“Kau tidak perlu mencarinya. Sekarang kau turuti keinginan Appamu ini. Menikahlah dengan anak teman Appa. Mereka masih bisa menerimamu.”

“Appa! Aku tidak bisa. Aku hanya ingin menikah dengan Yunho.” Kataku berkeras.

“Kau ini! Baiklah jika itu maumu. Tinggalkan rumah ini.”

“Appa!” aku menatap wajah Appa. Dia nampak serius. Aku berlari menuju kamarku. Dan menangis sambil memasukkan baju – baju ku ke dalam tas.

“Rae-ah..” aku menoleh. Eomma.

“Ne?”

“Apa yang kamu lakukan?”

“Aku akan pergi Eomma. Appa sudah mengusirku.”

“Appa tidak mengusirmu.” Jeda yang lama. “Asal kau mau menuruti keinginan Appamu.”

“Eomma! Aku tidak akan pernah mau. Sudahlah Eomma. Aku lebih baik pergi.” Aku meninggalkan Eomma. Membawa tas dan menyeret koperku.

“Aku pergi Appa.” Pamitku. Appa tetap diam membisu seperti patung. Tanpa menunggu waktu lama aku keluar rumah. Gelap sudah mulai merambati langit.

“Ottokhe?” desisku. Aku tidak tahu harus kemana. Akhirnya aku duduk di taman. Sambil melamun.

~ End Of Rae Na POV ~

~ Someone POV ~

Heechul merapatkan mantelnya. Udara malam sangat dingin sekali. Maklum musim dingin. Setelah siaran dia memutuskan untuk membeli kebutuhan selama 1 bulan ke depan. Setelah semuanya  dibeli, diapun mengendarai mobilnya menuju apartemen.

Sambil bersenandung kecil dia naik tangga dan menuju kamarnya yang berada di lantai 2 tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat dia melihat sesuatu – seseorang tepatnya duduk di depan pintu apartemennya.

Orang tersebut menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya. Heechul segera mendekatinya. Dan orang itu menengadahkan kepalanya mendengar ada orang datang.

“Rae Na-ssi?” tanya Heechul tak percaya.

“Heechul-ssi. Biarkan aku tinggal di sini. Aku diusir appaku.” Kata Rae Na. Heechul segera membuka pintu.

“Masuklah.”

“Gamsahamnida.” Kata Rae Na. Heechul mengangguk dan masuk diikuti Rae na.

Heechul membuatkan susu coklat hangat. “Minumlah. Kau pasti kedinginan.”

“Gamsahamnida.”

“Berhentilah berterima kasih Rae Na-ssi.” Desis Heechul.

“Ah,,,” muka Rae Na memerah. “Jadi? Bolehkah aku tinggal di sini?”

“Ne. Kau pakailah kamar Yunho. Ya sudah, istirahatlah. Besok kau masuk kuliah khan?”

“Ah ya.” Lagi – lagi Rae Na mendesah.

“Ada apa?”

“Aku merasa tidak siap masuk kuliah. Pernikahanku gagal. Aku malu sekali.”

“Bukan salahmu, Rae Na. Aku rasa sebaiknya kau memang masuk. Jangan hanya karena alasan itu, kau mengorbankan kuliahmu.” Nasehat Heechul. Rae Na menatap Heechul lama, kemudian tersenyum. Diurungkannya niatnya untuk berterima kasih.

~ end of Someone POV ~

~ Rae Na POV ~

Aku tahu semua orang menertawakanku. Tapi aku tidak peduli. Berkat In Hae, Kyu  dan Heechul. In Hae memang sahabatku yang paling baik. Cho Kyuhyun, adiknya juga sangat baik kepadaku. Mereka memperlakukanku seperti kepada saudaranya. Heechul pun baik, meski terasa ada jarak. Dia orang yang pendiam. Namun, juga baik. Sudah 2 bulan tinggal bersama. Kami tidak saling mencampuri urusan pribadi masing – masing. Dan aku tidak merasa bermasalah dengan hal itu.

Aku pulang kerja sambil berjalan kaki. Sekarang aku bekerja di sebuah caffe.  Aku ingin menikmati musim dingin yang hampir mencapai puncaknya ini. Biasanya Kyu menjemputku, tapi hari ini dia sedang kencan dengan Park Eun Sie. Dia juga teman satu kelasku. Tapi tidak begitu akrab. Dia orangnya pendiam dan sangat pintar.

Kyu satu tahun dibawahku. Dia anak yang lucu, baik dan maniak games. Aku dan In Hae sempat kaget sewaktu Kyu cerita dia berhasil mengajak Eun Sie berkencan. Selama akrab dengan dia, aku memang selalu mendengarkan cerita – ceritanya tentang Eun Sie.

Saat melewati taman, aku melihat ada dua orang berciuman. Entah kenapa aku jadi mematung saja. Sepertinya aku mengenali sejoli itu.

Dan aku terperangah saat keduanya melepas ciuman. Namja itu adalah Kim Heechul. Dan yang yeoja… dia khan Oh Min Ji. Bukannya dia tunangan dari Park Jung Soo, pemilik cafe tempatku bekerja. Apakah… apakah….

Oh Min Ji memang yeoja yang cantik. Tapi kasihan sekali Leeteuk Oppa – panggilan Park Jung Soo. Aku sangat akrab dengan leeteuk Oppa. Orang yang sangat menyenangkan, baik, ramah dan hangat. Tapi kenapa tunangannya berselingkuh? Apa aku harus memberitahu Leeteuk Oppa?

Tapi Kim Heechul juga sudah baik denganku. Tidak mungkin aku bicara dengan salah satu diantara mereka. Sepertinya Heechul menyadari keberadaanku. Dia menoleh. Mata kami bertemu. Entah kenapa. Aku ingin sekali membuang muka. Tapi tidak bisa.

Min Ji pun menyadarinya. Dia menoleh ke arahku. Dia nampak terkejut. Tapi kemudian dia bicara dengan Heechul. Heechul mengangguk. Min Ji mencium pipi Heechul lalu melangkah mendekatiku.

“Annyeonng… kau Shin Rae Na? Pegawai di cafe Leeteuk khan?”

“Ne.” Jawabku singkat.

“Jangan katakan apa yang kau lihat barusan. Atau aku akan membuatmu kehilangan pekerjaanmu.” Suaranya merdu sekali saat mengancamku. Dan bodohnya aku, hanya bisa diam saja diancam begitu. Meski dia telah pergi. Tapi kakiku seperti terpaku di tempatku berdiri. Padahal salju mulai turun.

“Kau ingin mati kedinginan Rae Na-ssi?” suara itu menyentakkanku. Heechul sudah berada di hadapanku.

“Ah, eh…” aku tergagap, kemudian tersenyum kecut.

“Apa kau begitu terpesonanya dengan orang yang sedang berciuman? Sampai kau tidak bisa apa – apa?” tanyanya.

“Aniyo…” kataku setengah berteriak. Dia tersenyum singkat. Lalu dia berjalan meninggalkanku. Aku mengikuti langkahnya.

“Heechul-ssi.. bolehkah aku bertanya?”

“Apa?”

“Dia pacarmu?”

“Waeyo?” dia menatapku.

“Ani.. aku hanya bertanya.”

“Menurutmu?”

“Heechul-ssi. Aku bertanya padamu. Kenapa malah kau balik nanya?” sungutku sebal.

“Itu bukan urusanmu Rae Na-ssi.”

“Tapi dia sudah punya tunangan.” Kataku kelepasan. Aku langsung membungkam mulutku.

“Lalu kenapa?” ucapnya dingin.

“Ya! Heechul-ssi. Jangan berhati dingin seperti ini. Apa kau tidak kasihan kepada tunangannya. Apa yang kau rasakan kalau tunanganmu berselingkuh? Meski kau tidak mengenalnya, tapi alangkah baiknya kau menghargai perasaan orang itu.”

“Memangnya kau mengenalnya?”

“Iya. Dia lelaki yang baik. Sangat baik. Dia seperti seorang kakak bagiku.”

“Apa kau menganggap Min Ji bukan wanita baik – baik?”

“Iya. Karena dia sudah berselingkuh.” Ucapku blak – blakan.

“Kalau begitu, bukankah lelaki baik harus mendapatkan wanita yang baik juga?”

Aku tertegun mendengar ucapan Heechul.

“Ya! Apa maksudmu?” dia tidak menjawab. Malah meninggalkanku. Aku bingung dengan ucapannya itu.

~ End of Rae Na POV ~

~ Someone POV ~

Sudah beberapa hari Rae Na kesal dengan Heechul. Dia tidak mau menyapa namja itu. Meski pun Heechul juga melakukan hal yang sama.

Setelah pulang kuliah, Rae Na langsung ke Saphire Blue Caffe. Disana dia melihat bosnya tengah mengelap gelas dengan wajah riang.

“Sore Oppa.” Sapanya. Leeteuk memang mengharuskan Rae Na memanggilnya Oppa. Karena dia menganggap Rae Na adiknya sendiri.

“Sore…”

“Kau ceria sekali. ada apa Oppa?”

“Hari ini sahabatku akan datang. Kau tahu, aku sudah lama tidak bertemu dengannya.”

“Oh ya?”

“Ne. Dia tadi malam menghubungiku. Akan mampir setelah dia selesai bekerja.”

“Oh. Aku ganti baju dulu Oppa.”

“Oke.” Rae Na bergegas ganti dengan seragam kerjanya. Caffe malam ini lumayan ramai. jadi dia agak sibuk. Pukul 21.15 suasana sudah mulai agak sepi.

Klinning… klinning….

Bel pintu berdentang tanda ada tamu datang.

Eoseo oseyo di Saphire Blue Caffe.” Sapa Rae Na sambil membungkuk. Saat dia mengangkat wajahnya, dia melihat Heechul.

“Heechul-ssi?” tanyanya. Setahunya Radio tempat Heechul bekerja sangat jauh dari caffe ini. Lalu untuk apa dia ke sini?

“Heechul-ah…” Rae Na menoleh mendengar suara Leeteuk.

“Jung Soo-ya..” sekarang Rae Na melihat mereka berdua berpelukan.

“Heechul-ah, ku kenalkan kau pada pegawai yang sudah seperti adikku ini. Rae Na-ya, ini Kim Heechul, Heechul-ah ini Shin Rae Na.”

“Sudah kenal.” Jawab Heechul ketus.

“Jinja? Wah syukurlah. Rae Na, buatkan burger cheese dan milk chocholate 2 ya.”

“Ne.” Jawab Rae Na. Otaknya masih sibuk mencerna hal ini.

Sementara itu, di meja Heechul dan Leeteuk.

“Bagaimana?”

“Hah, dia gampangan. Sebaiknya kau putuskan saja dia.”

“Kau tahu Heechul-ah, aku tidak bisa memutuskannya tanpa alasan yang jelas. Apalagi orang tuaku tak akan setuju jika aku putus. Sudah gadis yang keberapa ini?” gumam Leeteuk.

“Ya Jung Soo-ya, kau harus secepatnya memutuskan Min Ji. Aku sudah tidak tahan.”

“Sabarlah. Aku belum mendapatkan titik terang keberadaan gadisku.”

“Hah! Kau harus secepatnya menemukan Sangmi Noona, Jung Soo-ya. Kau mau membuatku tak laku he?” tanya Heechul. Leeteuk hanya tertawa kecil.

“Kau masih mengejar Sohee?”

Heechul mengangkat bahu. Acuh.

“Ya! Jawab pertanyaanku.”

“Menurutmu? Aku ini manusia Jung Soo-ya, aku punya kesabaran untuk menunggu. Aku pikir sudah saatnya aku menghentikan penantianku yang sia – sia itu.”

“Jadi?”

“Wae? Sudahlah. Secepatnya kau cari alasan untuk melepas Min Ji.”

“Chullie-ah, menurutmu Rae Na bagaimana?”

“Dia? Dia hanya seorang gadis yang polos, lugu dan lucu. Tapi keras kepala juga tegar.”

“YA! Setahuku kau mengenalnya baru khan? Bagaimana bisa kau berucap seakan – akan sudah mengenalnya cukup lama? Okelah sebelumnya kau mungkin sudah berkenalan dengannya. Tapi sepertinya kalian tidak akrab khan?”

Heechul menatap Leeteuk lama. Kemudian menyunggingkan senyum misterius.

“Pesanan datang…” Rae Na menyerahkan burger cheese dan milk chocholate pesanan mereka.

“Rae Na-ssi, duduklah dulu.”

“Ne?” Rae Na menatap mata Leeteuk. Tapi kemudian dia menurut.

“Kau tahu Rae Na, kami bersahabat cukup lama. Sejak kita sekolah di Junior High School. Dia sahabat terbaik yang aku miliki.” Tiba – tiba saja Leeteuk bercerita.

“Jinja?” alis mata Rae Na terangkat sebelah. Dia menatap Heechul sinis. Jung Soo dapat melihatnya. Namun, dia tidak mau bertanya. Apalagi dilihatnya wajah sahabatnya ini tetap datar.

“Ne. Dia sudah tinggal sendiri sejak kelas 2 SMA. Dia kabur dari rumah, mengetahui dia akan dijodohkan.”

“Jung Soo-ya!” Heechul menatap sahabatnya yang bermulut ember ini. Leeteuk hanya tersenyum kecil. Dan kemudian meninggalkan meja itu.

“Jadi? Kau sahabat baik Leeteuk Oppa? Tapi kenapa kau…”

“Bukan urusanmu.” Potong Heechul.

“Ya! Heechul-ssi.” Desis Rae Na.

“Wae? Sudahlah. Kau kembali bekerja saja.” Rae Na bersungut – sungut mendengar perkataan Heechul. Dia melirik sekilas ke arah namja itu. Dia sedang menyesap milk chocolate-nya.

@@@@@

Rae na tidak menyangka Heechul akan menungguinya. Mereka pulang berjalan kaki. Suasana Seoul di malam hari sangat ramai. tapi menyenangkan. Rae Na berjalan sambil menadahkan tangannya. Menikmati butiran salju yang turun dari langit.

“Ya! Palli wa. Kau ingin mati kedinginan?” sentak Heechul.

“Heechul-ssi. Kau menggangguku saja.” Gerutu Rae Na.

“Ah, aku lapar. Ayo kita makan jajangmyeon.” Heechul mengacuhkan ucapan Rae Na.

“Mwo?” Rae Na bertanya bego membuat Heechul tidak sabar dengan sikap Rae Na. akhirnya dia menarik tangan Rae Na ke kedai Jajangmyeon.

Setelah kenyang, mereka kembali melanjutkan langkah mereka.

“Malam – malam mengajak makan. Kau ingin membuat aku gendut Heechul-ssi?” Tanya Rae Na.

“Diamlah nona bawel. Lagian, setelah kita makan, kita jalan lagi. Jadi tidak mungkin kau jadi gemuk.”

“Aish… kau ini.” Rae Na tidak mengerti kenapa setelah 2 bulan tinggal bersama dengan saling menghormati privasi masing – masing, sekarang malah jadi sering bertengkar. Sikap seenaknya Heechul yang membuat Rae Na kesal. Apa mungkin factor blood type ya???

“Heechul-ssi boleh aku bertanya?”

“Ne.”

“Kau sahabat baik Leeteuk Oppa, tapi kenapa kau tega berpacaran dengan tunangannya?” Tanya Rae Na.

“Bukan Urusanmu!” jawab Heechul ketus.

~ End of Author POV ~’

TBC . . .

8 thoughts on “Way For Love Part 1”

  1. ah….jd penasaran ma klnjtan’y hehe

    kr2 yunho kmn y?????? gmn ma teukppa yg dijodohin??? trz heechul ma rae na? makin penasaran nich. hehehe

  2. Seru nech crtanya, kalo bleh nbak heechul oppa mgkin org yg di jodohin ama rae na..??
    Daripd asl nebak mnding lngsung ke part 2..
    Permisi thor…
    HeheheE…

  3. Kenapa Yunho oppa gk dtg? Jgn blg krn kecelakaan..
    Kasian Raena..
    Tp Raena cocok juga klo ama Chullie oppa~ sama2 keras kepala.. ㅋㅋㅋ

  4. waaaaah serrruuuuuuu….
    Kayanya bentar lg chulppa ma reina pd saling suka.
    Jd pnasarannn…
    Lanjuuut yok, mumpung ada lanjutannya… ^^,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s