Difficult To Say Love Chapter 3

Difficult To Say Love Chapter 3
 
Author : Sussan Doank
Cast. Cho Kyuhyun, Choi Siwon, HAnkyung, Yesung, Super Junior
Ganre. Romance, Family, Friendship
 
Kyuhyun POV

“Bisakah sunbae tidak membentakku sehari saja, aku sudah sangat lelah mendengarkan bentakkan sunbae!!’, bentaknya padaku.
“Kau ini tidak tahu terimakasih aku sudah mau berbaik hati mengantarmu pulang, tapi kau malah membentakku!”, balasku padanya   .
“Tapi caranya tidak seperti ini!!”, ucapnya masih dengan berteriak.
Ketika kami tengah bertengkar, terdengar seseorang memanggil mee yon dari kejauhan dan membuat kami menghentikan pertengkaran kami. Orang itu pun segera mendekat kearah kami.
          “Mee yon”, panggilnya sekali lagi pada mee yon. Sontak kami berdua langsung memalingkan pandangan kearah suara itu.
“Yesung oppa”, sahut mee yon yang raut wajahnya berubah seketika menjadi senang.
 
Mee yon POV

Ketika kami tengah bertengkar, terdengar seseorang memanggilku dari kejauhan dan membuat kami menghentikkan pertengkaran kami. Orang itu pun segera mendekat kearah kami.
“Mee yon”, panggilnya padaku. Sontak kami berdua langsung memalingkan pandangan kearah suara itu.
“Yesung oppa”, sahutku senang.
“Ayo kita pulang eomma sudah marah-marah menunggumu tidak pulang-pulang”, ucapnya. “Siapa dia?”, lanjut yesung oppa sambil menunjuk kearah kyuhyun sunbae.
“Cho Kyuhyun imnida, annyeonghi jumuseyo, aku sunbae mee yon”, jawab kyuhyun sunbae pada yesung oppa seraya membungkuk.
“Kim jong woon imnida, annyeonghi jumuseyo, aku oppa nya mee yon panggil saja yesung”, balas yesung oppa.
“Ayo kita pulang mee yon’, ajaknya seraya meraih tanganku.
Aku pun segera pulang, setelah yesung oppa berpamitan pada kyuhyun sunbae. Setibanya dirumah, aku menghempaskan tubuhku ke kasur setelah menganti semua pakaianku dengan piayama kesayanganku. Aku sejenak berfikir, ‘ada yang berbeda dari kyuhyun sunbae atau hanya perasaanku saja’ batinku. Tak lama kemudian aku sudah berada di alam mimpi.
 
Kyuhyun POV

Setelah mee yon dan yesung hyung berpamitan padaku dan pulang, aku pun segera pulang. Setibanya dirumah, aku langsung menuju kamarku, tak ku hiraukan panggilan gae in noona, eomma dan appa. Ku hempaskan tubuhku ke kasur dan sejenak berfikir,’apa yang aku lakukan tadi padanya, kenapa tiba-tiba aku ingin mengantarnya pulang padahal biasanya aku tidak begini, apa aku mulai suka padanya akibat setiap hari bertengkar dengannya. Aisshh~ pikiran macam apa ini’ gumamku dalam hati. Tak terasa aku pun tertidur.
xxxxxxx
~Keesokkan harinya~
Mee yon POV

Ddrrrtt ddrrrtt
Tiba-tiba ponsel ku berbunyi, tumben pagi-pagi sudah ada yang mengirim message, ketika aku lihat nama di layar ponselku. CHI JU.
From : Chi ju
Mee yon hari ini kau pergi duluan saja karena hari ini aku akan pergi bersama oppa ku. J
Tumben sekali dia berangkat sekolah bersama hankyung oppa, biasanya hankyung oppa  selalu tidak mau mengntarnya ke sekolah. Ada angin apa sehingga hankyung oppa mau mengantar chi ju ke sekolah. Tidak mau aku berlarut-larut memikirkan urusan mereka dengan segera aku membalas message chi ju.
To : Chi ju

Baiklah kalau begitu.

Balasku singkat.
Setelah aku selesai sarapan aku pun hendak pergi ke sekolah. Tetapi yesung oppa tiba-tiba memanggilku.
“Mee yon”, panggilnya.
“Ne, oppa”, jawabku singkat.
“Kita pergi bersama, hari ini oppa ada kuliah pagi jadi oppa pergi setelah mengantarmu”, ajak yesung oppa sambil tersenyum.
“Baiklah”, ucapku sambil membalas senyumnya.

xxxxxxx

Setibanya di sekolah, oppa ku membukakan pintu mobilnya dan aku pun turun.
“Gomawo, oppa”, ucapku pada yesung oppa seraya mencium kedua pipinya. Yesung oppa tersenyum dan membalas menciumku di kening.
Akhirnya setelah yesung oppa pergi menuju kampusnya, aku segera masuk ke kelas ku. Dan ketika sampai di kelas aku sudah terkejut dengan kedatangan chi ju yang lebih cepat dariku.
“Tumben kau datang lebih cepat dariku?”, tanyaku heran, dan dia hanya membalasnya dengan senyuman. Aku merasa ada sesuatu yang kurang pagi ini. Aku baru ingat ternyata pagi ini dia tidak menanyakan tentang siwon sunbae padaku, apa jangan-jangan dia sudah tahu kalu siwon sunbae telah memiliki yeojachingu, tapi kalau dia sudah tahu kenapa hari ini dia sangat ceria  sekali daripada kemarin. Ya sudahlah yang penting hari ini aku tidak harus mendengarkan celotehannya soal siwon sunbae.
“Mee yon sore ini kau tidak ada rapat kan, antarkan aku ke toko buku seberang cafe chamomile ya”, ucapnya membuyarkan lamunanku.
“Akh~ ne… untuk apa kau ke toko buku? Kaukan paling tidak suka pergi ke toko buku”, tanyaku heran dengan ajakan chi ju.
“Aku hanya mau membeli buku pesanan han oppa saja kok”, jawabnya.
“Ooohhh… oh ya bagaimana kabar hubunganmu dengan hankyung oppa, kok akhir-akhir ini kalian kelihatan akrab sekali, biasanya kan kalian tidak pernah akrab. Dan tumben sekali hankyung oppa mau mengantarmu ke sekolah”, kataku yang membuat chi ju sedikit terkejut.
“Tadi pagi aku tidak diantar oleh han oppa kok”, jawabnya bingung.
“Loch tadi pagi kan kau sms padaku kalau kau akan pergi bersama oppa, oppa itu maksudnya hankyung oppa kan? Atau jangan-jangan ada oppa lain”?, selidikku yang membuat chi ju jadi salah tingkah.
“Oh itu, eehhmmm..hemm… ya tadi pagi aku berangkat bersama han oppa”, jawabnya aneh kelihatan seperti memikirkan dulu jawaban atas pertanyaanku.
“Sepertinya ada sesuatu yang kau sembunyi kan dariku”, ucapku dengan mendekatkan wajahku padanya dan memandangnya tajam kearahnya, meminta jawaban yang sesungguhnya.
“Ya! Sudahlah aku tidak tahan dengan tatapanmu yang seperti ini!”, ucap chi ju berusaha mnghindariku.
“Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku, jadi kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi”, kataku sinis padanya.
“Bukannya seperti itu, ini masalah yang tidak penting untuk di pertanyakan, kenapa kau sampai seperti ini, ayolah, aku minta maaf jadi jangan marah lagi ya”, ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya didepan mukanya dan tak lupa dengan senyuman khasnya.
“Baiklah kalau begitu, aku tidak akan menanyaimu soal masalah ini lagi, dan lagi itu tidak penting juga aku mengetahuinya”, kataku seraya menuju keluar kelas dan diikuti dengan chi ju.
“Mee yon”, panggilnya manja seraya menyamai langkahnya denganku.

xxxxxxx

~Di toko buku~
“Cepatlah chi ju, sebenarnya buku apa yang sedang kau cari, sudah 1 jam lebih kita berada disini, dan aku sudah ingin pulang”, keluhku pada chi ju.
“Sebentar lagi, aku masih bingung buku apa yang han oppa maksudkan”, jawabnya yang masih sibuk mencari beberapa buku.
Karena kesal aku menunggu chi ju yang sedang asik mencari beberapa buku, aku pun duduk di salah satu bangku yang berada di sudut rak-rak buku, dan aku mengeluarkan   I-pod ku dari tasku dan memasang headset di telingaku. Cukup lama aku menunggu chi ju yang sendari tadi belum menemukan buku yang dicarinya. Tiba-tiba…
PLETAK~ seseorang memukul kepalaku, aku seperti de javu dengan kejadian seperti ini.
“Aduh~”, ringisku kesakitan.
“Lagi-lagi kau melamun, sepertinya kau memang hobi sekali melamun”, ucap seorang namja yang telah memukulku.
Sepertinya aku mengenal suaranya, dengan segera aku alihkan pandanganku kearah suara itu. Dan ternyata itu kyuhyun sunbae LAGI.
“Kyuhyun sunbae sedang apa kau di sini?”, tanyaku heran sambil mengelus-ngelus kepalaku.
“Aku sedang menemani siwon membeli buku. Kau sendiri sedang apa melamun sendirian disini?”, ucapnya dan balik bertanya kepadaku sambil mengambil tempat duduk yang tepat berada disampingku.
“Kurang lebih sama seperti kau sunbae, aku juga sedang menemani temanku membeli buku, karena lama aku jadi menunggunya disini”, jawabku.
Kami pun terdiam beberapa saat.
1 menit..
2 menit..
5 menit..
10 menit..
Tak ada satupun diantara kami yang memulai pembicaraan. Kami terlalu asik dengan urusan masing-masing. Aku terlalu asik dengan I-pod ku sedangkan kyuhyun sunbae tengah asik memainkan PSP nya.
“Mian~”, ucapku bersamaan dengan kyuhyun sunbae. Kami pun saling bertatapan karena kaget dan kami pun tertawa.
 
Kyuhyun POV

Sudah setengah jam aku menemani siwon membeli buku, karena terlalu lelah aku pun mencari tempat duduk. Ketika aku sedang mencari tempat duduk pandanganku tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk sambil mendengarkan musik di sudut rak-rak buku. Karena aku merasa mengenalnya aku pun menghampirinya, dan seperti dugaanku aku memang mengenalnya. Ternyata yang sedang duduk itu mee yon. Aku pun memukul pelan kepalanya agar dia sadar dari keasikkannya mendengarkan musik.
“Aduh~”, ringisnya kesakitan.
“Lagi-lagi kau melamun, sepertinya kau memang hobi sekali melamun”, ucapku padanya. Kemudian dia pun menatapku ketika aku mulai menyapanya.
“Kyuhyun sunbae sedang apa kau di sini?”, tanyanya heran sambil mengelus-ngelus kepalanya.
“Aku sedang menemani siwon membeli buku. Kau sendiri sedang apa melamun sendirian disini?”, ucapku dan balik bertanya kepadanya sambil mengambil tempat duduk yang tepat berada disampingnya.
“Kurang lebih sama seperti kau sunbae, aku juga sedang menemani temanku membeli buku, karena lama aku jadi menunggunya disini”, jawabnya.
Kami pun terdiam beberapa saat.
1 menit..
2 menit..
5 menit..
10 menit..
Tak ada satupun diantara kami yang memulai pembicaraan. Kami terlalu asik dengan urusan masing-masing. Mee yon terlalu asik dengan I-pod nya sedangkan aku seperti biasa memainkan PSP nya.
 “Mian~”, ucapku bersamaan dengan mee yon. Kami pun saling bertatapan karena kaget dan kami pun tertawa.
“Aku meminta maaf karena kejadian kemarin malam”, ucapku pertama kali.
“Aku juga minta maaf karena kejadian kemarin malam, tak seharusnya aku memarahi sunbae yang sudah berbaik hati mau mengantarku, jeongmal mianhe..”, ucapnya.
Tak lama kami pun asik berbincang-bincang, meninggalkan keasikkan kami sebelumnya. Kami pun sampai-sampai membicarakan penjaga kasir toko buku itu yang wajahnya sangat lucu, seketika penjaga kasir itu melihat kami yang mungkin dia merasa sedang dibicarakan dan ditertawakan oleh kami, kami pun segera mengalihkan pembicaraan kami  dan berhenti tertawa, dan ketika penjaga kasir itu sudah mengalihkan pandangannya kearah lain kami pun tertawa lagi.
Entah kenapa perasaanku saat ini sangat senang ketika berbicara dengannya, kuakui mee yon termasuk orang yang enak diajak bicara walapun dia terkadang sangat dingin kepadaku, dan dia terlihat sangat manis bila tertawa. Loh!! Kenapa aku jadi terpesona dengannya. Apa aku mulai suka dengannya, setelah kejadian kemarin malam perasaanku seakan berubah kepadanya. Dengan segera kutepis pikiran itu dari kepalaku. ‘Sadarlah kyu ini hanya perasaan sesaat’ batinku untuk menyakinkan diri.
 
Mee yon POV

Aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan perasaanku, aku merasakan sangat senang berada di dekatnya. Apa mungkin aku menyukainya, akh, tidak-tidak ini paling hanya perasaan sesaat. Ku akui kyuhyun sunbae termasuk orang yang enak diajak bicara, dan senyumnya bisa membuatku nyaman. Ketika aku sadar aku sedang memikirkan kyuhyun sunbae. Segera ku buang jauh-jauh pikiran itu dari kepalaku. ‘Mee yon sadarlah, tidak seharusnya kau memikirkannya’ batinku meyadarkanku.
Setelah cukup lama kami berbicara, aku baru sadar kalau chi ju dari sejak tadi belum menemuinya. Apa dia masih belum menemukan buku nya, memang  buku seperti apa yang dia cari sehingga sampai saat ini dia belum datang menghampiriku untuk segera mengajakku pulang. Aku sudah mulai gelisah menunggunya dan sepertinya hal yang sama dirasakan oleh kyuhyun sunbae.
Ddrrrtt ddrrrt
Kudengar ponselku dan ponsel kuyuhyun sunbae berbunyi,  kami pun sama-sama meraih ponsel kami dan segera membaca message yang muncul.
“MWO!!”, teriak kami bersamaan untuk kedua kalinya, setelah kami membaca message yang muncul.
“DIA PULANG DULUAN DAN MENINGGALKANKU SENDIRI DISINI!!”, lagi-lagi teriak kami bersamaan.
Orang-orang disekitar kami sontak melihat kearah kami dengan pandangan heran karena kami berteriak bersamaan dan mengucapkan kata-kata yang sama, bukan hanya sekali tapi dua kali. Merasa diperhatikan orang-orang aku dan kyuhyun sunbae meminta maaf karena sudah mengganggu ketenangan mereka.
“Joesonghamnida”, ucap kami seraya membungkukkan badan. Dan segera keluar dari toko buku itu.
            “Temanmu meninggalkanmu?”, tanya kyuhyun sunbae tiba-tiba padaku ketika sudah keluar dari toko buku.
            “Ne, apa siwon oppa juga meninggalkan sunbae?”, jawabku lemah.
            “Ne..”, kata kyuhyun sunbae sama lemahnya.
Kami pun berjalan meninggalkan toko buku dengan menghela nafas panjang.
KRUUUYUUUKKK…
Tiba-tiba suara perut kami bunyi yang membuat langkah kami terhenti.
            “Kau lapar?”, tanya kyuhyun sunbae padaku. Dan aku pun hanya mengangguk pelan.
            “Aku juga lapar, sebelum pulang sebaiknya kita cari makan dulu, aku tahu tempat makan yang ramennya sangat enak”, ajak kyuhyun sunbae padaku.
            “Baiklah”, jawabku.
Kami pun segera pergi ke tempat makan yang dimaksud oleh kyuhyun sunbae. Tanpa aku sadari tangan kyuhyun sunbae sudah mengenggam tanganku dan menarikku lembut.
            “Heemm.. sunbae tanganku”, panggilku tanpa dihiraukan olehnya. Ya, terpaksa aku mengizinkan dia mengenggam tanganku.
            “Nah ini dia tempat makan yang aku maksud, ayo masuk”, ucapnya seraya menarikku masuk ke dalam.
            “Heemm.. sunbae tanganku”, lagi-lagi ucapku padanya agar ia melepaskan genggamannya. Kyuhyun sunbae pun menyadarinya kalau sejak tadi ia telah mengenggam tanganku dan melepaskan tanganku.
            “Mianhe..”, ucapnya dengan muka yang berubah warna menjadi merah seperti kepiting rebus.
Aku pun tersenyum melihat wajahnya yang memerah.
“Gwaenchanayo”, ucapku.
 
Kyhyun POV

Kami pun segera pergi ke tempat makan yang aku maksud. Aku pun segera menarik tangannya agar mengikutiku. Aku merasa ia mengatakan sesuatu tapi aku tidak terlalu jelas ia telah mengatakan apa. Aku terus berjalan menuju tempat makan itu dengan terus mengenggam tangannya.
            “Nah ini dia tempat makan yang aku maksud, ayo masuk”, ucapnku seraya menariknya masuk ke dalam.
            “Heemm.. sunbae tanganku”, ucap mee yon. Aku pun segera melepaskan genggaman ku dengan wajah yang saat ini mungkin sudah merah seperti tomat.
            “Mianhe..”, ucapku salah tingkah. Mee yon tersenyum sepertinya karena ia melihat wajahku yang memerah.
   “Gwaenchanayo”, ucapnya.
Sejak kapan aku mengenggam tangannya. Apa ini yang tadi ia katakan sebelum pergi ke sini. Dan kenapa ia malah tidak melepaskan tangannya dari genggamanku. Lagi-lagi aku terperangkap dalam pikiranku.
            “Sunbae”, panggilnya yang menyadarkanku dari lamunanku setelah kami duduk di salah satu meja dekat jendela.
            “Gwaenchanayo”, ucapnya sekali lagi.
            “Ne, na gwaenchanayo”, jawabku.

xxxxxxx

Mee yon POV

            “Kenyang~”, kataku setelah keluar dari tempat makan itu bersama kyuhyun sunbae.
Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 8 malam. ‘Ini semua gara-gara chi ju andaikan hari ini dia tidak meminta ku untuk menemaninya ke toko buku dan meninggalkanku di toko buku, aku pasti sudah pulang dari siang tadi, ini semua salahnya’ gumamku dalam hati.
            “Sudah terlalu malam aku antar kau pulang”, ucapnya datar.
            “Tidak usah sunbae aku kan pernah bilang ke sunbae kalau aku sudah terbiasa pulang sendiri meskipun sudah larut malam, gomawo sudah bersedia mau mengantarku tapi tidak usah”, jawabku dengan senyum yang merekah. Jarang-jarang aku tersenyum seperti itu, tapi ntah kenapa aku sangat ingin tersenyum bila didepannya.
Mendengarkan penolakkanku, kyuhyun sunbae pun langsung melihat kearahku dengan tatapan yang seperti mengajakku bertengkar. Melihatnya dengan tatapan seperti itu akhirnya aku menerima ajakannya untuk mengantarkanku pulang, saat ini aku sedang tidak mau bertengkar dengannya karena hari ini cukup melelahkan bagiku. Bukan berati aku menerima ajakannya karena aku sudah mulai suka kepadanya.
            “Baiklah aku terima ajakanmu”, jawabku terpaksa. Dia pun tersenyum mendengarkan jawabanku. ‘Oh Tuhan, kenapa ia memiliki senyum yang sangat indah’ batinku.
            “Jarang sekali sunbae tersenyum seperti itu, biasanya kau selalu tertawa terbahak-bahak atau mengejekku, tapi kali ini aku merasa sunbae berubah dari biasanya”, lanjutku tanpa di gubrisnya olehnya.
            “Kau juga berubah”, gumamnya pelan.
            “Mwo?”, tanyaku karena aku tidak mendengarkan apa yang barusan kyuhyun sunbae katakan.
            “Ani, ani.. ayo cepat pulang!!ppalliyo!!”, ajaknya padaku.
Aku pun segera berlari, berusaha menyamai langkahku dengannya. Apa mungkin ini hanya perasaanku saja, aku merasa kyuhyun sunbae hari ini sangat lembut.
Sepanjang perjalanan menuju rumahku, kami terus membicarakan tentang permintaan konyol siwon oppa pada kami. Tanpa terasa kami telah sampai di depan pintu rumahku.
            “Jeongmal Gomapsumnida, sunbae karena sudah mengantarku pulang”, ucapku.
            “Gwaenchanayo”, balasnya diikuti senyumnya yang lembut.
 Ketika aku hendak memasukki rumahku, tiba-tiba tanganku ditarik oleh kyuhyun sunbae dan wajahnya seketika berubah menjadi serius.
            “Mee yon”, ucapnya yg membuat jantungku berdegup kencang karena tidak biasanya pula kyuhyun sunbae seserius ini padaku.
            “N-Ne..”, jawabku gugup.
            “Bolehkan aku meminta satu permintaan kepadamu?”, tanyanya masih dengan raut wajah yang serius.
            “Apa itu?”, tanyaku yang kini memasang wajah bingung penuh tanda tanya.
            “Mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan sunbae, panggil aku dengan sebutan oppa sama seperti kau memanggil siwon, arasseo”, katanya yang membuakut tersentak kaget.
            “MWO!! Kenapa sunbae tiba-tiba memintaku untuk memanggilmu oppa?”, tanyaku kaget yang masih disertai kebingungan di wajahku.
            “Sudahlah pokoknya mulai hari ini kau memanggilku dengan sebutan oppa, arasseo!!”, paksanya kepadaku.
            “Arasseo, arasseo sun~, hemm.. Maksudku oppa”, jawabku mengerti.
            “Baiklah kalau begitu aku pulang dulu”, ucapnya kembali pada ekspresi semula diikuti senyum puas.
Kali ini aku tidak hanya merasa melainkan melihatnya sendiri bahwa dia memang sedikit berubah. Yah~ paling besok dia sudah kembali ke sifatnya yang menyebalkan itu, tapi setidaknya hari ini aku tidak harus bertengkar dengannya. Tanpa aku sadari aku terus tersenyum sambil terus melihatnya sampai dia menghilang dari pandanganku.
            “Ternyata sekarang doengsaeng ku yang manis ini telah jatuh cinta”, tiba-tiba yesung oppa sudah berada tepat dibelakangku dan mengalihkan pandangannya mengikuti pandanganku yang sendari tadi memandang kearah perginya kyuhyun oppa.
            “Op~Oppa kenapa ada disini?”, tanyaku salah tingkah karena yesung oppa memergoki ku pulang bersama kyuhyun oppa.
            “Sebenarnya oppa mau menjemputmu tapi karena sepertinya sekarang sudah ada yang menggantikan tugasku menjemputmu jadi oppa mengurungkan niat oppa untuk menjemputmu”, ucapnya seraya mencubit pipiku.
            “Oppa~”, kataku manja.
Kami pun segera memasukki rumah karena oemma sudah berteriak-teriak menyuruh kami agar segera masuk karena udara semakin dingin.
 
Chi ju POV

Aku takut mee yon marah padaku karena kejadian kemaren yang sudah meninggalkannya di toko buku dan sudah membohonginya, aku bilang padanya aku kesana untuk membeli buku pesanan han oppa, tapi sebenarnya aku kesana untuk menjalankan rencanaku untuknya. Mee yon maafkan aku, tapi setelah rencanaku berhasil kau pasti akan berterima kasih padaku.
            “Chi ju”, ucap seseorang yang membuyarkan lamunanku.
            “Hari ini kau pergi bersama hankyung oppa lagi?”, tanyanya padaku.
            “Ne”, jawabku singkat padanya.
            “Kau kenapa kok tidak bersemangat hari ini? Kau takut aku marah karena kemaren kau sudah meninggalkanku di toko buku? Sudahlah lupakan aku tidak marah kok, tapi kau jangan mengulanginya lagi”, ucapnya yang membuatku sedikit lega karena awalnya aku mengira dia akan marah padaku,.
            “Jeongmal mianhe mee yon.. aku janji tidak akan melakukannya lagi”, kataku seraya memeluk mee yon.
            “Baiklah, aku maafkan”, ucap mee yon sambil melepaskan pelukanku.
            “Bagaimana kabar hankyung oppa sekarang? Akhir-akhir ini aku tidak pernah melihatnya”, tanya mee yon padaku.
            “Han oppa baik-baik saja,,”, jawabku seadanya. Sedang asik kami berbicara mengenai han oppa, tiba-tiba terdengar ponsel mee yon berbunyi.
Ddrrrtt ddrrrtt
            “Sebentar ya chi ju aku angkat telepon dulu”, ucapnya seraya meninggalkanku dan menuju keluar kelas.
 
Mee yon POV

Sedang asik kami berbicara mengenai hankyung oppa, tiba-tiba terdengar ponselku berbunyi.
Ddrrrtt ddrrrtt
            “Sebentar ya chi ju aku angkat telepon dulu”, ucapku seraya meninggalkan chi ju dan menuju keluar kelas.
Siapa yang menghubungiku, aku sama sekali tidak mengenal nomor ini. Dengan agak segan aku menerima panggilan tersebut siapa tahu ini panggilan penting.
            “Yeoboseyo”, ucapku sopan.
            “Ya! Lama sekali kau mengangkatnya,, kau sedang melakukan apa sehingga kau lama sekali mengangkatnya”, bentak seseorang dari seberang.
            “Ya! Siapa kau berani-beraninya membentakku?”, jawabku sedikit berteriak.
            “KIM MEE YON!!”, ucap seberang lagi masih dengan membentak.
Aku terkejut ketika seseorang dari seberang menyebut namaku. Aku sangat mengenal nada bicaranya ketika dia memanggil namaku.
            “Oppa!”, jawabku terkejut.
            “Siapa lagi, kamu kira siwon”, katanya.
            “Oppa tahu nomorku darimana?”, tanyaku.
            “Tidak penting aku tahu nomormu darimana, yang penting sekarang kamu temui aku di kantin sekarang, jangan pakai lama, arasseo!”, perintahnya padaku.
            “Tapi ada urusan apa, lagipula sebentar lagi bel berbunyi”, ucapku.
            “Sudahlah jangan banyak tanya, dan aku sudah meminta izin kepada park songsaenim jadi kau tenang saja. Pokoknya cepat kau kemari kalau tidak lihat akibatnya”, ucapnya dengan nada mengancam lalu langsung menutup panggilannya.
            “Aiisshh~ ada apa dengan sunbaeku yang satu ini, tiba-tiba menghubungiku dan memaksaku untuk bertemu dengannya”, gumamku seraya bergegas menuju kantin.
~Di Kantin~
            “Lama sekali kau datangnya!”, bentaknya.
            “Masih bagus aku mau datang daripada tidak!”, balasku.
            “Harusnya kau berterima kasih padaku, karena jika tidak kau akan kena hukum siwon karena kau sudah melalaikan tugas darinya!”, ucapnya masih dengan nada membentak. Aku terdiam mendengar ucapannya barusan, dan setelah aku mencerna kata-katanya aku baru sadar.
            “Ya ampun aku lupa kalau aku dapat tugas dari siwon oppa, kalau hari ini aku disuruh mengantarkan undangan ke sekolah lain. Aiisshh~ kenapa aku bisa lupa”, gumamku  seraya memukul keningku.
            “Lalu apa hubungannya dengan kau, oppa?”, tanyaku.
            “Aiisshh~ kau sudah pikun rupanya, aku dan kau mendapatkan tugas yang sama untuk mengantarkan undangan ke sekolah lain, jangan-jangan kau tidak dengar apa kata siwon waktu rapat kemaren lusa?”, katanya berusaha mengingatkanku.
Aku pun hanya tersenyum ketika kyuhyun oppa menanyakanku soal rapat kemaren lusa, karena pada kenyataannya aku tidak terlalu memperhatikan apa yang dibicarakan oleh siwon oppa.
            “Sudah ku duga pasti kau tidak memperhatikan rapatnya”, kata kyuhyun  oppa geleng-geleng kepala.
            “Kalau gitu daripada kita berlama-lama disini, ayo kita segera mengantarkan undangan-undangan ini”, ajak ku.
            “Ayo, ppali!!”, sahut kyuhyun oppa.
xxxxxxx
            “Capee~, akhirnya selesai juga tugasku, gomawo oppa sudah mengingatkanku, jika tidak mungkin saat ini aku sedang membersihan seluruh ruangan di sekolah”, ucapku pada kyuhyun oppa dan tersenyum.
            “Cheonmaneyo”, jawabnya sambil tersenyum dan mengelus lembut puncak kapalaku.
Lagi-lagi aku merasakan perasaan itu lagi, sebenarnya ada apa denganku. Aku merasa senang dengan perasaan ini tapi aku tidak tahu perasaan apa ini. Perasaan ini selalu muncul ketika aku bersama kyuhyun oppa. Apa benar aku mulai menyukainya? Dia kan musuh ku tidak seharusnya aku menyukainya, dan lagi kalau aku sampai menyukainya pasti yeoja-yeoja disekolah ku menanyaiku macam-macam. Aku tidak mau hal itu terjadi padaku. Mudah-mudahan ini hanya perasaan sesaat saja.
 
Kyuhyun POV

Kenapa disaat kami sedang berdua aku merasa ingin sekali membuatnya nyaman bila berada disisiku. Aku cukup senang karena belakangan ini kami tidak pernah bertengkar lagi, walau terkadang masih saja ada hal yang membuat kami bertengkar. Untuk kesekian kalinya aku memikirkan tentang perasaanku ini, aku yakin ini bukan perasaan sesaat saja karena semakin hari aku bertemu dengannya semakin besar pula rasa ini padanya. Aiisshh~ aku sudah benar-benar gila, bisa menyukai musuhku sendiri.
Dalam perjalanan kami menuju sekolah kami, aku melihat ada sebuah taman yang tidak terlalu besar, aku pun berfikir untuk berisirahat sejenak disana sebelum kami kembali ke sekolah. jarang-jarang aku bisa jalan-jalan bebas di hari sekolah. lebih baik aku mengunakan kesempatan ini ^^.
            “Kita istirahat sebentar dulu disana sebelum kembali ke sekolah”, ucapku sambil menunjuk kearah sebuah taman.
            “Ahh~ kebetulan aku sudah sangat lelah. Tepat sekali ada sebuah taman disini.”, ucapnya sambil berlari ke sebuah bangku panjang dibawah pohon yang cukup rindang. Lucu sekali sifatnya itu, baru pertama kali aku melihat sifatnya yang satu ini. Ternyata dia memiliki sifat yang seperti anak kecil *padahal sendirinya juga sifatnya seperti anak kecil, haha..*. Aku pun tersenyum melihat kelakuannya itu.
 
Mee yon POV

            “Ahh~ ternyata lelah juga melakukan tugas seperti ini, aku kira mudah”, gumamku pada diriku sendiri setelah duduk di sebuah bangku panjang dibawah pohon yang cukup rindang.Tiba-tiba kyuhyun oppa mengagetkanku dengan menyodorkan sekaleng jus jeruk.
            “Aarrrgghh~”, teriakku.
            “Hhahaha.. kenapa kau sekaget itu”, ucapnya diiringi suara tawanya.
            “Oppa kau mengagetkanku!”, bentakku.
            “Mianhe.. Mee yon, minumlah”, ucapnya seraya memberiku salah satu kaleng berisi minuman itu kepadaku. Aku pun meraihnya dan segera meminumnya karena aku sudah sangat haus. Kyuhyun oppa pun mengambil tempat duduk disebelahku.
            “Gomawo oppa”, ucapku.
            “Kenapa aku tiba-tiba merasa oppa sekarang sudah berubah tidak seperti dulu lagi yang selalu mencari perkara denganku”, ucapku tiba-tiba yang membuat kyuhyun oppa memuncratkan minumannya dari mulutnya.
            “Maksudmu?”, tanya kyuhyun oppa sambil mengelap mulutnya.
            “Ani, sudahlah lupakan saja perkataanku tadi, aku hanya asal bicara”, kataku terus menatap ke depan.
            “Soal permintaan siwon oppa, kenapa oppa mau menolongnya?”, lanjutku.
            “Daripada aku harus membersihkan toilet selama setahun lebih baik aku menolongnya. Memangnya kamu mau membersihkan toilet selama setahun?”, ucapnya.
            “Tentu saja tidak!”, jawabku.
            “Sayang sekarang siwon oppa sudah memiliki yeojachingu”, gumamku pelan dan sepertinya terdengar oleh kyuhyun oppa.
            “Kau sedih ya kehilangan cintamu. Sudahlah lupakan saja, lagipula aku kan sudah memberitahukan kepadamu kalau kau buka tipe nya”, ucapnya lagi-lagi masih menyimpulkan bahwa aku menyukai siwon oppa.
            “OPPAA!!”, bentak ku yang tiba-tiba.
            “Kau masih terus menyangka kalau aku menyukai siwon oppa!!”, lanjutku dengan nada masih tinggi.
            “Memang kenyataannya seperti itu kan, buktinya kau bergumam sendiri tadi. Apa kau mau menghindar dariku!!”, bentaknya tak kalah dariku.
            “Kenapa siwon oppa memiliki teman yang sangat menyebalkan sepertimu dan anehnya lagi kenapa semua yeoja-yeoja di sekolah bisa menyukaimu yang memiliki sifat yang sangat jelek!!”, bentakku lagi.
            “KAU~!!”, geram kyuhyun oppa.
            “Baru saja aku berfikir bahwa sifat oppa sudah lebih baik dari sebelumnya tapi ternyata pikiranku salah, oppa masih saja sama seperti kemarin-kemarin. Padahal aku sudah berharap lebih pada oppa dan aku mulai meny~”, kata-kata ku terpotong dan segera aku menutup mulutku dengan kedua tanganku karena hampir saja aku mengatakan tentang perasaanku padanya.
            “Kenapa kau tidak meneruskan kata-katamu!!”, ucap kyuhyun oppa masih dengan nada tinggi.
            “Sudah lupakan!! Aku mau pulang aku tidak mau berurusan dengan oppa lagi, bisa-bisa aku cepet tua bila terus bersama oppa karena terus-menerus marah-marah”, kataku seraya bangkit dari tempat dudukku dan pergi meninggalkannya.
            “TUNGGU!!”, cegah kyuhyun oppa tapi tak ku hiraukan.
            “Yak!! Bagaimana dengan janji siwon, apa kau akan mengingkarinya?!?”, kata kyuhyun oppa samil berteriak agar terdengar oleh ku yang sudah cukup jauh.
            “Katakan padanya aku akan datang bila aku mau, itupun kalau aku tidak berubah pikiran, sepertinya aku akan lebih senang membersihkan toilet daripada harus jalan bersama oppa”, jawabku sedikit berteriak juga agar terdengan kyuhyun oppa.
Aku pun pergi meninggalkan kyuhyun oppa sendiri di taman. Sebenarnya aku masih harus kembali ke sekolah tapi aku sudah tidak berselera tuk datang ke sekolah karena akku pasti akan bertemu dengan kyuhyun oppa di sekolah, biarkan dia sendiri yang memberikan laporan kepada siwon oppa yang penting aku sudah mengerjakan tugasku.
 
Kyuhyun POV

            ‘Cih, anak itu pergi begitu saja padahal masih harus menyerahkan laporan pada siwon, berani-beraninya dia meyuruhku lihat saja akibatnya nanti’, gumamku dalam hati.
Setelah mee yon pergi aku pun segera pergi dari taman itu menuju sekolah karena masih ada tugas yang harus aku serahkan pada siwon sebenarnya bukan tugas ku tapi tugas ku dan mee yon, tapi gara-gara kami bertengkar jadi harus aku sendiri yang menyerahkan laporan kami pada siwon.
Sepanjang perjalanan aku terus-menerus memikirkan perkataan mee yon yang sempat terpotong, apa tadi dia akan mengatakan bahwa dia menyukaiku tapi itu tidak mungkin, tapi kalau itu benar apa yang harus aku lakukan? Dan aku pun masih bingung dengan perasaanku sendiri apa aku juga menyukainya atau tidak. Ketika aku sibuk memikirkan yang tidak-tidak tak terasa aku sudah sampai di depan gerbang sekolah.
xxxxxxx
Mee yon POV
~Di rumah~
Hampir saja aku tadi kelepasan, tapi kenapa tiba-tiba kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku walaupun tidak selesai aku mengatakannya, tapi tetap saja aku bingung kenapa itu bisa terjadi, apa itu artinya aku  benar-benar mulai menyukainya. Aisshh~ aku ini sedang berpikiran apa sich, akhir-akhir ini aku selalu berfikiran yang tidak-tidak. Ketika aku sedang asik dalam pikiranku sendiri, terdengar ponselku berbunyi.
Ddrrrtt ddrrrtt
            “Yeoboseo”, ucapku.
            “Yeoboseo. Mee yon~ah. Hari ini aku kerumahmu ya bersama han oppa?”, jawab seseorang dari seberang.
            “Baiklah aku tunggu di rumah”, jawabku singkat dan menutup teleponnya.
Beberapa menit kemudian…
TING TONG TONG TONG~
Aku segera berlari menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Dan ternyata itu chi ju dan hankyung oppa. Aku pun mempersilahkan mereka masuk dan kami pun memasuki ruang TV.
            “Sepi sekali rumahmu, dimana yesung?”, ucap hankyung oppa padaku sembari melihat sekeliling.
            “Yesung oppa sepertinya sedang ada di kamarnya bermain bersama ddangkoma, oppa langsung ke kamarnya saja”, jawabku menyuruhnya agar langsung ke kamarnya yesung oppa. Hankyung oppa pun segera melangkahkan kaki nya menuju kamar yesung oppa sedangkan aku dan chi ju menuju kamarku.
            “Tunggu sebentar ya chi ju aku akan membawa minuman dan beberapa makanan ringan”, kataku ketika kami sampai di kamarku.
            “Baiklah, bawa makanannya yang banyak ya soalnya aku lapar,, hehe…”, ucapnya diselingi cengiran kudanya.
Aku segera kembali ke bawah untuk membawakan minuman dan beberapa makanan ringan untuk kami.
Setelah aku membawakan 4 gelas jus jeruk dan beberapa makanan aku segera kembali ke kamarku tapi sebelumnya aku harus mengantarkan minuman ke kamar yesung oppa.
            “Oppa tolong bukakan pintunya aku membawakan minuman dan makanan!”, kataku sedikit berteriak.
Tak lama pintu pun terbuka dan aku pun masuk untuk menaruh minumannya diatas meja.
            “Gomawo, mee yon”, ucap hankyung oppa padaku dan tersenyum.
            “Gwaencanayo”, balasku.
            “Kenapa kau masih disini cepat kembali ke kamarmu kasian chi ju sendiri”, kata yesung oppa padaku yang masih berada di kamar yesung oppa cukup lama.
Chi ju? Aku jadi ingat kelakukan anehnya selama ini, berhubung ada hanyung oppa sebaiknya aku menanyakannya padanya tentang chi ju.
            “Hankyung oppa bolehkan aku menanyakan sesuatu padamu?”, tanyaku pada hankyung oppa yang sedang asik bermain ddangkoma bersama yesung oppa.
            “Tentu saja, kau mau bertanya tentang apa? Jangan-jangan kau mau menanyakan aku sudah punya pacar atau belum”, candanya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
BUKK~
            “Aduhh~”, ringis hankyung oppa tiba-tiba. Aku kaget yang melihat hankyung oppa yang tiba-tiba berteriak. Dan ternyata kaki hankyung oppa sempat ditendang oleh yesung oppa.
            “Itulah akibatnya jika menggoda adikku, jangan sekali-sekali kau menggodanya dasar playboy cap kura-kura”, ucap yesung oppa yang pandangannya tak terlepas dari ddangkoma.
            “Kau jahat sekali yesung, aku kan hanya bercanda”, ucapnya dan memasang wajah seperti anak kecil. Dan aku hanya tersenyum melihat kelakuan yesung oppa dan hankyung oppa.
            “Oke back to the topic, tadi kau mau menanyakan apa?”, tanya hankyung oppa yang ekspresinya langsung berubah seperti semula.
            “Apa akhir-akhir ini tiap pagi hankyung oppa selalu mengantar chi ju ke sekolah?”, tanyaku  yang langsung membuat hankyung oppa memasang muka bingung.    
            “Kenapa kau tiba-tiba tanya seperti itu, kan kau tahu sendiri aku paling malas kalau mengantar chi ju ke sekolah karena arah sekolanya dan kampusku berbeda arah. Memangnya ada apa?”, jawabnya dan balik bertanya padaku.
            “A-ni,, aku merasa aneh kenapa akhir-akhir ini chi ju tidak memintaku untuk menjemputnya, dan ketika aku menanyakannya dia pergi bersama siapa, dia selalu menjawab dia pergi bersama hankyung oppa, aku merasa ada sesuatu yang chi ju sembunyikan dariku”, jawabku panjang lebar.
            “Oh ya oppa ingat beberapa hari yang lalu oppa melihat dia di jemput oleh seorang namja, tap~”, ucapnya terpotong karena aku langsung memotong pembicaraannya.
            “Ciri-cirinya seperti apa oppa?”, tanyaku antusias.
            “Sabar mee yon, kau sangat antusias sekali”, ucapnya seraya membelai lembut puncak kepalaku dan tersenyum.
BUKK~ lagi-lagi yesung oppa memukul hankyung oppa untuk yang kedua kalinya tapi kali ini tepat dikepalanya.
            “Aduuhh~”, ringis hankyung oppa sambil mengusap kepalanya yang kelihatannya sakit.
            “Sudah ku bilang jangan menggoda adikku. Sekali lagi kau menggoda adikku aku akan menendangmu sampai ke afrika supaya kau dimakan oleh singa!!”, bentak yesung oppa yang kali ini menatap hankyung oppa dengan tatapan membunuh.
            “Yesung~ah,, aku kan hanya memperlakukan  adikmu seperti adikku sendiri. Kau ini ketakutan sekali”, ucap hanykyung oppa memelas dan masih memegang kepalanya.
            “Kau kan sudah punya adik, adikmu mau kau kemanakan!!”, cerocos yesung oppa.
            “Sudahlah yesung oppa jangan memarahi hankyung oppa terus, nanti aku tidak selesai-selesai bertanyanya”, ucapku berusaha menenangkan yesung oppa. Dan akhirnya yesung oppa kembali bermain bersama ddangkomanya.
            “Oke lanjutkan, apa yang tadi hankyung oppa mau katakan?”, lanjutku bertanya pada hankyung oppa mengebu-gebu.
            “Oppa tidak terlalu memperhatikannya karena oppa masih setengah sadar ketika melihat chi ju berangkat, yang oppa ingat dia tinggi, berkulit putih bersih, sangat tampan, hanya itu yang oppa ingat”, jelasnya padaku. Mendengar ciri-ciri yang disebutkan oleh hankyung oppa mengingatkanku pada seseorang tapi aku masih tidak yakin dengan dugaanku, tapi aku akan segera mencari tahu.
 
~To Be Continued~
 
Note. mian readers klo g nyambung ma ceritany,, hehe…
tapi semoga kalian suka ^^
jangan lupa comment ya, dan like in juga ya…
oh ya,, FF nie ada di WordPress aku ‘lassashan.wordpress.com’
silahkan berkunjung ke WP aku,dan jangan lupa RLC (Read, Like, and Comment), kalo kagak commet jgn sekali2 membuka WP aku apalgi baca,, oke😉
oke sekian bacotan ku kali ini, haha…
Gomawo *bungkuk 90 derajat* ^^
JANGAN LPA COMMENT!! AKU BUTUH BANGET SAMA YANG NAMA NYA COMMENT, APALAGI COMMENT KALIAN YANG DAH BACA!! COMMENT KALIAN SANGAT AKU HARAPKAN WALAUPUN HANYA SATU KATA SAJA…
silahkan comment pa ja, mau bilang FF nya jelek, g bermutu, g kreatif, apa pun yg penting comment, oke…
.n_n.

4 thoughts on “Difficult To Say Love Chapter 3”

  1. aku suka….aku suka. hehehe

    jng2 chi ju sllu d jmpt ma siwon oppa y????? ky’y mrk merencanakan spya mee yon ma kyuhyun oppa bisa saling jth cnta. hehehe

    lanjutkan….mdh2an g lm y??? penasaran nich. he

    Gomawo^_^

  2. hohoho yesung oppa sadis juga ya, sampe2 hankyung oppa di tendang n dipukul gitu. Saking sayangnya ma meeyon si pastinya. Heee🙂.

    Waduh, brarti diem2 chiju deket ma siwon dong ni. Gmana ceritanya ya sampe meeyon, sahabatnya sendiri gak tau.

    Hohoho😮
    hampir aja meeyon kceplosan. Kyu si, padahal kan udah suka, knapa msi jaim2 gt si? Ayooo nyatain prasaannya. Hehehe🙂 # lebih semangat saya kayanya.

    Ayooo lanjut bacaaa…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s