Stay By My Side

Author : Yuyu

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Hyunmei

Support Cast :

  • Krystal

Genre : Romance

Rating : PG 16

a/n : special ff for our beloved dongsaeng, Hyunmei^^
saengil chukkae =D


STAY BY MY SIDE

Lee Hyunmei, seorang gadis pendiam yang tidak terlalu menyolok di kelasnya baru saja membuka buku pelajaran setelah Hwang songsaenim memulai pelajar. Terdengar suara ketukan dari pintu kelas yang membuat semua pasang mata di kelas termasuk Hwang songsaenim terarah padanya.

Seorang namja masuk ke kelas dengan santai masih menggunakan headphone ditelinganya dan seragamnya yang tidak rapi.

“Hakseng.” Panggil Hwang songsaenim saat namja itu langsung melesat masuk dan tidak melaporkan keterlambatannya terlebih dahulu.

“Cho Kyuhyun-ssi.” Panggil Hwang songsaenim lagi berharap kali ini namja itu akan bereaksi karena ia memanggil namanya. Kyuhyun menghentikan langkahnya yang hampir sampai ke tempatnya duduk dan memutar tubuhnya untuk menatap Hwang songsaenim dengan tajam. Hwang songsaenim menciut mendapati tatapan yang begitu mengintimidasi dari muridnya dan membiarkan Kyuhyun duduk begitu saja.

Hyunmei mengintip sedikit dari balik pundaknya saat Kyuhyun duduk tepat dibelakangnya dan langsung merebahkan kepalanya diatas meja tanpa repot-repot mengeluarkan buku pelajarannya. Hwang songsaenim menggelengkan kepalanya dengan pelan melihat tingkah laku Kyuhyun.

Tapi memang tidak ada seorang pun berani melawannya. Ia dikenal sebagai siswa paling pembangkang di sekolah. Semua murid bahkan guru pun takut padanya hanya dengan mendapatkan tatapan tajam miliknya. Hyunmei sendiri tidak begitu mengenal Kyuhyun. Baru ditahun kedua ini dia sekelas dengan Kyuhyun, tapi temannya—Krystal—sudah menceritakan berkali-kali betapa mengerikannya namja itu dan meyakinkan Hyunmei untuk tidak terlibat sedikitpun dengannya kalau ia ingin lulus dari sekolah dalam keadaan baik-baik.

Hwang songsaenim keluar dari kelas setelah jam pelajarannya selesai. Para siswa mulai berceloteh sambil menunggu Mr. Eric untuk masuk ke kelas. Tidak ada seorang pun yang mempedulikan Kyuhyun yang masih tidur. Mereka juga memilih untuk tidak terlibat dengan Kyuhyun.

Hyunmei menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap Kyuhyun dengan ragu. Haruskah ia membangunkannya atau pura-pura tidak tau dan membiarkannya? Tapi Hyunmei tau Mr. Eric sangat tegas dan tidak menutup kemungkinan Kyuhyun akan mendapat hukuman kalau dia masih tertidur saat Mr. Eric masuk.

“C-cheogiyo…” Panggil Hyunmei dengan suara yang pelan. Ia tidak ingin menarik perhatian teman-teman sekelasnya karena berbicara dengan Kyuhyun. Kyuhyun bergumam pelan, lalu menyipitkan matanya dan menatap ke sekitarnya sebelum ia menatap Hyunmei dengan bingung.

“Mr. Eric akan masuk ke kelas sebentar lagi, kalau kau masih tidur, dia akan menghukummu.” Ucap Hyunmei yang mencoba untuk menjaga suaranya agar tidak bergetar karena takut. Kyuhyun menatap Hyunmei selama beberapa detik dalam diam. Kyuhyun menutupi mulutnya yang terbuka lebar saat menguap dan kembali merebahkan kepalanya diatas meja. Hyunmei memutar bola matanya melihat tingkah Kyuhyun yang benar-benar tidak takut pada apapun. Hyunmei meluruskan tubuhnya dan membaca bukunya sendiri tanpa mempedulikan Kyuhyun lagi. Ia sudah berbaik hati untuk membantu, tapi kalau ternyata namja itu tidak membutuhkannya, untuk apa dia harus memaksakan dirinya.

Para murid langsung berhenti dari aktifitas mereka dan langsung berhamburan ke tempat duduk masing-masing saat Mr. Eric masuk. Hal yang pertama dilakukannya sebelum menyapa kelas ada melihat Kyuhyun yang memang selalu tertidur setiap kali ia masuk ke kelas. Mr. Eric melemparkan sebatang kapur yang sudah terpakai ke arah Kyuhyun dan tepat mengenai kepalanya.

“Owh, shit!” Gerutu Kyuhyun yang mengelus kepalanya. Kyuhyun mendongak untuk melihat siapa yang berani melemparnya dan bersiap untuk memaki orang itu, tapi saat dilihatnya Mr. Eric berdiri di depan kelas Kyuhyun bersikap biasa saja dan balas menatap Mr. Eric dengan tatapan bosan.

“Cho Kyuhyun, ini kedua kalinya dalam minggu ini kau tertidur bahkan sebelum aku memulai kelas. Jika kau melakukannya, jangan masuk ke kelasku.” Ancam Mr. Eric yang membuat para siswa lainnya terkesiap.

Kyuhyun menggaruk kepalanya dan kembali menguap lebar. Ia meraih tas nya dan segera keluar dari kelas tanpa mengucapkan apapun. Jelas sekali Mr. Eric sangat marah karena kelakuan Kyuhyun. Hyunmei terus memperhatikan Kyuhyun yang keluar dari kelas hingga akhirnya ia tak lagi melihat sosok namja itu.

***

“Ayo pulang!” Ajak Krystal dengan bersemangat setelah ia menghampiri Hyunmei di kelasnya.

“Aku harus mencari buku untuk referensi, kurasa kita tidak bisa pulang bersama hari ini.” Ucap Hyunmei agak merasa bersalah. Krystal mengerucutkan bibirnya dan mengangguk dengan malas.

“Uh, besok kita juga tidak bisa pulang bersama. Kau dapat giliran piket, kan?” Tanya Krystal dengan memelas. Hyunmei tersenyum kecil, masih merasa bersalah karena harus membiarkan satu-satunya sahabat yang ia miliki pulang seorang diri.

“Baiklah, sampai jumpa besok!” Krystal melambaikan tangannya dan segera melesat pergi. Hyunmei melangkah seorang diri ke perpustakaan sekolah. Tadi Mr. Eric meminta mereka untuk membuat laporan dan Hyunmei ingin segera mencari buku referensi supaya dia bisa menyelesaikan tugasnya segera.

Beberapa orang siswa terlihat masih berada di perpustakaan dan terlihat asyik dengan buku bacaan mereka meski beberapa diantaranya hanya sibuk mengobrol. Hyunmei menyusuri deret demi deret rak untuk mendapatkan buku yang ia cari hingga ia sampai di rak terakhir. Hyunmei terlonjak pelan begitu ia melihat Kyuhyun tengah duduk menyandar dengan sebuah buku tebal ditangannya. Hyunmei berjalan sepelan mungkin agar Kyuhyun tidak menyadari kehadirannya. Mata Hyunmei dengan cepat beralih dari satu judul buku ke judul buku lainnya. Hyunmei tersenyum senang saat ia mendapatkan buku yang tepat, tapi masalahnya buku itu tepat berada di depan Kyuhyun. Hyunmei terlihat ragu untuk berbicara dengan Kyuhyun lagi. Tapi jika dia tidak meminta Kyuhyun untuk menyingkirkan kakinya, ia tidak bisa mengambil buku itu.

Sementara Hyunmei asyik berdebat dengan pikirannya sendiri, Kyuhyun menarik kaki yang ia selunjurkan sejak tadi dan menekuknya. Hyunmei dengan cepat menoleh ke arah Kyuhyun, mungkinkah Kyuhyun sengaja melakukannya karean ia tau Hyunmei ingin mengambil buku di sana? Kyuhyun masih terus menatapi bukunya dengan tatapan bosan.

Hyunmei tersenyum kecil dan mengambil buku yang ia incar lalu duduk beberapa langkah di samping Kyuhyun.

Merasa mengantuk setelah melihat buku bacaannya untuk waktu yang cukup lama, Kyuhyun menutup buku itu, meletakkannya begitu saja dan memejamkan matanya, sekedar untuk beristirahat sebentar sebelum ia memutuskan untuk pulang. Hyunmei melirik ke arah Kyuhyun, melihat wajah Kyuhyun yang sedang tertidur membuatnya terpesona. Selain sifatnya yang selalu membangkang, Kyuhyun termasuk namja yang menarik. Hyunmei pun tidak bisa memungkiri hal itu. Tapi hanya dengan membayangkan apa saja yang bisa dilakukan Kyuhyun sudah cukup untuk membuat rasa tertarik itu menciut. Tanpa disadarinya, Hyunmei memperhatikan Kyuhyun selama bermenit-menit, melupakan bahan referensi yang ia butuhkan.

Merasa ada yang memperhatikannya, Kyuhyun membuka matanya dan menoleh dengan cepat ke arah Hyunmei membuat yeoja itu membelalakkan matanya karena kaget dan berpura-pura sibuk kembali dengan kegiatan awalnya. Kyuhyun memiringkan kepalanya, memperhatikan Hyunmei yang terlihat canggung. Kyuhyun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya begitu ia berdiri dan berjalan pergi.

Hyunmei menghembuskan nafas lega. Ia memaki dirinya sendiri, mengapa ia bisa memperhatikan Kyuhyun sampai selama itu? Bagaimana kalau Kyuhyun sampai melakukan kekerasan padanya? Hyunmei menggelengkan kepalanya sendiri, merasa ngeri dengan pikirannya yang melayang terlalu jauh.

***

Hyunmei masih duduk dengan santai di kelasnya sambil menunggu teman-teman sekelasnya pulang. Hyunmei mendesah pelan. Piket tahun ini akan menjadi yang paling melelahkan baginya karena ia mendapat giliran yang sama dengan Kyuhyun padahal namja itu saja tidak menunjukkan wajahnya sejak jam istirahat berakhir.

Hyunmei mengumpulkan sampah-sampah menjadi satu dan membawanya ke tempat pembuangan sampah dibelakang gedung sekolah.

Kyuhyun tengah bersandar di pohon besar yang melindunginya dari sinar matahari yang ada di belakang gedung sekolah. Ia mendongakkan wajahnya menatap langit biru yang cerah. Ia benar-benar merasa bosan dan tidak tau apa yang harus ia lakukan. Tapi ia juga tidak ingin segera pulang ke rumahnya yang bagaikan nereka. Kyuhyun mendengar derap langkah dan menoleh dengan cepat. Ia melihat Hyunmei, teman sekelasnya tengah menarik sebuah tong sampah yang meski tidak terlalu besar tapi terlihat cukup berat. Kyuhyun terus memperhatikan gerak-gerik Hyunmei tanpa disadarinya. Hyunmei mengerutkan keningnya saat tong sampah yang ia tarik tak lagi bergerak. Hyunmei berkutat cukup lama dengan tong sampah itu sebelum akhirnya ia menggerutu geram karena tempat sampah itu masih tak bergerak dari tempatnya terhenti sekarang. Kyuhyun tertawa pelan cukup untuk didengar dirinya sendiri dan memutuskan untuk membantu karena ia tau ia memang kebagian giliran piket bersama Hyunmei.

Tanpa berkata apa-apa Kyuhyun mengangkat tong sampah itu dengan mudahnya dan membuang isinya ke tempat pembuangan. Hyunmei menatap Kyuhyun dengan tidak percaya. Ia tidak menyangka Kyuhyun masih ada di sekolah dan justru membantunya.

“Ah, kamsahamnida..” Ucap Hyunmei dengan sopan. Hyunmei mengulurkan tangannya untuk meraih tong sampah itu, tapi dengan cuek Kyuhyun menjauhkannya dari jangkauan Hyunmei dan justru berjalan ke gedung sekolah. Hyunmei mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang dan mencoba mencari kata-kata yang tepat agar suasana tidak menjadi canggung. Tapi sampai akhirnya hingga mereka tiba di kelas, Hyunmei masih juga tidak tau apa yang harus ia katakan.

“Masih ada yang harus dikerjakan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne? Ah, eobseoyo. Semuanya sudah selesai.” Jawab Hyunmei dengan cepat. Kyuhyun mengangguk pelan dan keluar dari ruangan kelas. Hyunmei berjalan mendekati jendela dan melihat Kyuhyun melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Kyuhyun terkesan misterius. Ia tidak banyak bergaul bahkan bisa dibilang ia selalu seorang diri di sekolah. Tidak ada yang benar-benar tau tentang latar belakang keluarga Kyuhyun karena memang tidak pernah ada orang yang benar-benar mencoba mencari tau. Mereka meyakini Kyuhyun merupakan penerus geng dan itu berarti jika mereka mengetahui rahasianya, maka mereka harus mati.

Hyunmei terkekeh pelan mengingat rumor-rumor yang beredar dengan cepat hanya selang sehari setelah ia sekelas dengan Kyuhyun. Meski Hyunmei setuju dengan pendapat mereka bahwa Kyuhyun adalah sosok yang terlihat cukup mengerikan, tapi dia tidak terlalu bodoh untuk mempercayai cerita tentang penerus geng.

***

Kyuhyun memarkirkan motornya dengan sembarangan di depan rumahnya. Ia tidak peduli di mana pun dia memarkirkan motornya karena ia tau pada akhirnya para pelayan yang akan mengurus motornya.

Kyuhyun berdiri di depan pintu dengan ragu selama beberapa detik. Kyuhyun menghirup nafas dalam-dalam dan membuka pintu. Ia langsung menerobos masuk tanpa mau menyapa ataupun melihat Tuan Cho yang sedang berbincang dengan Nyonya Cho—ibu tirinya, ia selalu muak setiap kali melihat mereka.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Tuan Cho yang membuat Kyuhyun mau tidak mau harus menghentikan langkahnya.

“Bersiaplah, sebentar lagi kita harus pergi menghadiri pesta ulang tahun peresmian hotel milik Tuan Lee.” Ucap Tuan Cho lagi tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

Kyuhyun menghentakkan setiap langkahnya ke kamar dan memberengutkan wajahnya. Ia tidak suka melihat Tuan Cho yang bersikap seolah-olah tidak ada sesuatu yang salah dengan mereka. Jelas ada sesuatu yang salah, umpat Kyuhyun. Tapi jika Tuan Cho ingin terus berpura-pura tidak ada masalah yang berarti dan tidak ingin menuntaskannya dengan Kyuhyun, maka Kyuhyun pun akan berpura-pura bahwa Tuan Cho sama sekali tidak menikahi ibu tirinya yang tidak pernah ia sapa selama ini. Kyuhyun menyeret langkah kakinya ke kamar mandi untuk bersiap-siap seperti yang di pinta oleh Tuan Cho.

Kyuhyun turun dan langsung masuk ke mobil begitu Tuan Cho memanggilnya untuk berangkat. Tidak sekalipun Kyuhyun menoleh ke belakang untuk melihat orangtuanya sementara ia duduk di samping supir keluarga mereka.

Kyuhyun turun terakhir kali setelah memastikan orangtuanya telah masuk ke dalam gedung hotel tempat berlangsungnya pesta. Kyuhyun melihat ke sekelilingnya dengan bosan. Ia ingin segera keluar dari tempat membosankan ini, tapi ia juga tidak ingin merperkeruh hubungan dia dengan Tuan Cho dengan melawan perintahnya. Jadi untuk beberapa jam ke depan Kyuhyun akan bertahan dengan suasana pesta yang sangat membosankan ini.

Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan meja mengambil segelas anggur. Baru saja Kyuhyun akan meneguk anggurnya, seseorang menabraknya hingga anggur yang ia pegang mengotori kemeja putih yang ia kenakan dibalik jas nya. Kyuhyun berdecak pelan saat melihat kemeja putihnya kini berwarna merah.

“Yaaa, gunakan matamu kalau kau sedang berjalan!” Bentak orang yang menabrak Kyuhyun. Kyuhyun melihat orang itu dengan kesal, jelas sekali kalau orang itu lah yang menabraknya, tapi justru orang itu jugalah yang memarahinya.

Batas kesabaran Kyuhyun memang tidak boleh di tantang akhir-akhir ini karena ia terlihat selalu kesal jika orang lain sedikit saja melakukan kesalahan padanya.

“Yaaaa, kau yang menabrakku. Tidakkah seharusnya kau yang meminta maaf?” Tanya Kyuhyun mencoba meredam amarahnya. Ini bukan di sekolah atau di tempat lain di mana dia bisa melepas amarahnya begitu saja.

“MWO!? Dasar tidak tau diri.” Teriak orang itu dengan arogan. Kyuhyun mendesah dengan kasar. Kyuhyun memalingkan wajahnya kembali untuk menatap orang itu dengan tajam. Kyuhyun bersiap melayangkan tinjunya kalau saja Tuan Cho tidak meneriakkan namanya. Kyuhyun mengurungkan niatnya, tapi tetap saja ia masih mengumpat.

“Apa yang kau lakukan? Seharusnya kau minta maaf jika melakukan kesalahan.” Tegur Tuan Cho yang justru membuat Kyuhyun semakin panas.

“Kenapa aku harus minta maaf jika akulah yang menjadi korban?” Desis Kyuhyun. Tuan Lee selaku pemilik acara datang untuk menengahi mereka dan menyarankan Kyuhyun untuk mengganti kemejanya di salah kamar hotel milik mereka. Tuan Lee memanggil anaknya untuk mengantarkan Kyuhyun.

Kedua mata Hyunmei membulat saat ia melihat Kyuhyun ada dihadapannya. Tidak hanya itu, Kyuhyun bahkan tampil dengan sangat rapi, meski raut wajahnya tetap saja sangar.

“Hyunmei-ya, antarkan dia untuk mengganti pakaiannya.” Pinta Tuan Lee dengan lembut. Hyunmei mengangguk dan menatap Kyuhyun untuk menunggu reaksinya. Kyuhyun berdecak dan melangkah keluar dari ruangan pesta dengan cepat yang langsung di susul oleh Hyunmei.

“Ini pakaian gantinya.” Hyunmei memberikan kemeja putih yang baru pada Kyuhyun setelah mereka tiba di salah kamar hotel terdekat. Kyuhyun menghiraukan kehadiran Hyunmei dan langsung membuka kancing kemejanya dengan cepat. Hyunmei terkesiap pelan, membalikkan badannya secepat mungkin.

Ugh, kenapa dia tidak menggantinya di kamar mandi, batin Hyunmei yang wajahnya memanas. Ekspresi Hyunmei berhasil tertangkap oleh Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai kecil dan memakai kemejanya dengan cepat. Setelah Kyuhyun selesai berpakaian kembali, Hyunmei masih saja membelakangi Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum jahil pada dirinya sendiri. Ia mendekati Hyunmei, meletakkan kedua tangannya di sisi Hyunmei yang langsung membalikkan badannya dan bertatapan langsung dengan wajah Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa sentimeter. Hyunmei terus menatap Kyuhyun selama berdetik tanpa bisa bersuara sedikit pun. Kyuhyun terkekeh pelan dan menjauh dari Hyunmei. Ia duduk di tepi tempat tidur sambil terus menatap Hyunmei yang masih salah tingkah.

“Uh.. Hmm, bisa kita kembali ke ruangan pesta sekarang?” Tanya Hyunmei ragu. Senyuman di wajah Kyuhyun menghilang dan Hyunmei bisa melihat tatapan milik Kyuhyun yang biasa ia lihat saat berada di lingkungan sekolah.

“Aku tidak mau kembali ke tempat itu.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Bayangan kejadian tadi kembali terlintas dibenak Hyunmei. Ia ingat ia melihat Tuan Cho yang merupakan kepala sekolahnya berada di ruangan tadi, sedang menegur Kyuhyun. Mungkinkah secara kebetulan, Tuan Cho adalah orangtua Kyuhyun? Hyunmei ingin sekali bertanya, tapi ia takut Kyuhyun justru akan memarahinya karena bertanya hal yang tidak seharusnya ia campuri. Hyunmei mengurungkan niatnya dan terus terdiam.

Kyuhyun menghela nafas pelan. Ia melihat jelas di raut wajah Hyunmei bahwa ada sesuatu yang ingin ia tanyakan, tapi tidak berani ia ungkapkan.

“Dia memang ayahku, kalau itu yang ingin kau tanyakan.” Kata Kyuhyun dengan singkat yang berhasil membuat Hyunmei terperanjak karena Kyuhyun menjawab pertanyaan yang berputar dibenaknya.

“Mau menemaniku ke suatu tempat?” Tanya Kyuhyun lagi.

***

“A—apa yang akan kita lakukan di sini?” Hyunmei tergagap begitu Kyuhyun menariknya masuk ke sebuah bar di sekitar Hotel Tuan Lee.

“Tentu saja bersenang-senang.” Jawab Kyuhyun cuek tanpa mempedulikan kekhawatiran di wajah Hyunmei.

“Tapi kita masih di bawah umur!” Pekik Hyunmei. Hyunmei menarik tangan Kyuhyun agar tidak terus berjalan masuk.

“Tsk, kalau kau masuk bersamaku, tidak akan ada yang peduli tentang umur.” Kyuhyun menarik Hyunmei masuk ke dalam. Suara musik yang hingar bingar langsung menyambut pendengaran Hyunmei. Kyuhyun menuntun Hyunmei hingga ke tengah-tengah lantai dansa dan mulai menggerak-gerakkan tubuhnya mengikuti irama musik. Hyunmei melihat ke sekelilingnya dengan tidak nyaman. Orang-orang lainnya juga masih asyik menari, atau lebih tepatnya menempel satu sama lain. Bahkan ada beberapa yang berciuman mesra tanpa mempedulikan orang-orang disekitar mereka, membuat Hyunmei bergidik ngeri melihatnya.

Kyuhyun melihat raut wajah Hyunmei yang terus memperhatikan sekitarnya dan tertawa pelan hingga hanya dia sendiri yang bisa mendengarnya. Kyuhyun berjalan memutar dan berdiri di belakang Hyunmei. Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di pinggang Hyunmei, membuat yeoja itu kembali memfokuskan perhatiannya pada Kyuhyun yang sekarang menarik tubuh Hyunmei ke belakang hingga menabrak dada bidang Kyuhyun.
”Kyu—kyuhyun—ssi!” Panggil Hyunmei panik. Kyuhyun menyeringai pelan, kembali meliuk-liukkan tubuhnya, memaksa Hyunmei ikut menari dengan dirinya.

Hyunmei menahan nafasnya saat ia merasakan tubuh Kyuhyun bergerak-gerak dibelakangnya. Meski awalnya merasa agak aneh dan canggung, tapi pada akhirnya Hyunmei mulai terbiasa dan bahkan ikut menari bersama Kyuhyun.

Kyuhyun meminta Hyunmei untuk duduk saat ia mengambil minuman setelah mereka puas menari. Seorang namja melihat Hyunmei duduk seorang diri dan menghampiri, mencoba untuk merayu Hyunmei.

“Menjauh darinya.” Ucap Kyuhyun dengan tegas. Kyuhyun menarik tangan namja itu dan memelintirnya hingga namja itu meringis saat ia mencoba untuk menyentuh Hyunmei. Setelah tau bahwa ternyata Hyunmei datang bersama Kyuhyun namja itu langsung berlari pergi.

“Kau tidak apa-apa?” Kyuhyun meletakkan minumannya diatas meja dan menatap Hyunmei dengan seksama. Hyunmei mengangguk kepalanya sebagai jawaban.

“Apa kau sering datang ke sini?” Tanya Hyunmei akhirnya.

Kyuhyun menyesap minumannya dan mengangguk, “Aku selalu ke sini jika merasa kesal. Karena hanya di sinilah aku bisa melampiaskan emosiku.” Kyuhyun tersenyum tipis.

“Kau mau pulang? Aku akan mengantarmu.” Ucap Kyuhyun lagi saat ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan hampir jam 10 malam.

***

Hyunmei segera menghentikan langkahnya begitu ia melihat Kyuhyun berada ditempat yang sama ketika ia sedang membuang sampah kemarin padahal Kyuhyun hampir tidak masuk ke kelas sama sekali. Hal itu membuat Hyunmei bertanya-tanya, apa tujuan Kyuhyun ke sekolah kalau dia sama sekali tidak masuk kelas?
Hyunmei menghampiri Kyuhyun, mengambil sepuntung rokok yang terselip di sela-sela bibirnya. Kyuhyun membuka matanya dan melihat orang yang mengganggunya dengan kesal.

“Merokok tidak baik untuk kesehatanmu.” Ucap Hyunmei dengan santai dan membuang puntung rokok tersebut ke dalam tong sampah yang tadi ia bawa. Hyunmei tiba-tiba saja bisa bicara dengan santai pada Kyuhyun.

“Bantu aku membuang sampah.” Pinta Hyunmei sambil menunjuk tong sampahnya. Kyuhyun mengerutkan keningnya, tapi tetap saja dia berdiri dan membantu Hyunmei.

“Sejak kapan kau berani menggangguku, bahkan memerintahku?” Gumam Kyuhyun sekedarnya.

“Aku tidak memerintahkanmu, aku kan sedang meminta bantuan. Lagipula kau juga mendapat giliran piket, jadi itu juga tugasmu.” Jawab Hyunmei yang menyeimbangi langkah kaki Kyuhyun menuju kelas.

“Terakhir kali kuingat, kau bahkan tidak berani bertanya padaku.” Ejek Kyuhyun. Hyunmei tertawa kecil.

“Ya, memang. Tapi ternyata kau tidak mengerikan seperti yang orang-orang katakan.”

Ucapan tulus dari Hyunmei membuat Kyuhyun tersenyum kecil.

Kyuhyun meletakkan tong sampahnya setelah mereka kembali ke kelas dan memutar tubuhnya untuk menghadap Hyunmei,”Masih ada yang harus dikerjakan?”

“Eobsoyo. Aku sudah selesai mengerjakan semuanya. Kau bisa pulang sekarang.”
Kyuhyun berjalan mendahului Hyunmei ke arah tempat duduknya dan mengambil tas Hyunmei lalu menyandangkannya di pundak kirinya.

“Aku antar kau pulang.” Ucap Kyuhyun singkat. Hyunmei tidak menolak dan dengan senang hati mengikuti Kyuhyun yang mengambil motornya.

“Pegangan yang erat.” Kyuhyun memperingati Hyunmei sebelum ia melajukan kendaraannya.

“OMO!” Teriak Hyunmei saat Kyuhyun tiba-tiba saja melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Hyunmei melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun dengan erat agar dia tidak terjatuh.

“Astaga, apa kau tidak bisa membawa motor mu dengan kecepatan biasa saja?” Omel Hyunmei setelah Kyuhyun mengantarnya dengan selamat. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya dengan cuek.

“Berhati-hatilah.” Hyunmei memperingati Kyuhyun sebelum Kyuhyun kembali melaju pergi. Kyuhyun tersenyum lebar setelah ia berada cukup jauh dari rumah Hyunmei. Baru kali ini ada orang yang mengatakan ‘berhati-hatilah’ padanya, dan itu agak membuatnya merasa hangat. Kyuhyun tidak bisa menghilangkan senyum diwajahnya selama perjalanan pulang. Bahkan untuk kali itu, ia menurunkan kecepatan mengendaranya.

***

“Hyunmei-ya, kau bisa menemaniku ke toko buku besok sore?” Tanya Krystal sambil memasukkan sepotong telur dadar ke dalam mulutnya.

“Pasti.” Hyunmei meyakinkan. Krystal hampir setiap hari datang ke kelas Hyunmei saat jam istirahat agar mereka bisa menyantap bekal makan siang mereka bersama. Hyunmei melirik ke arah Kyuhyun sekilas untuk melihat namja itu masih merebahkan kepalanya diatas meja. Dia sudah tertidur sejak jam pertama dan itu membuat Hyunmei tidak habis pikir. Bagaimana bisa Kyuhyun menghabiskan semua waktunya di sekolah hanya untuk tidur?

Suara sekretaris kepala sekolah yang terdengar nyaring di ruangan kelas dan memberitaukan panggilan untuk Kyuhyun agar datang ke ruangan kepala sekolah membangunkan Kyuhyun.

Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya, melihat ke sekeliling ruangan kelas karena masih bingung sebelum ia tersadar sepenuhnya.

Dengan langkah gontai, Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya. Kyuhyun melirik Hyunmei sekilas dan tersenyum tipis dan berlalu pergi. Hyunmei menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang merona. Senyuman Kyuhyun benar-benar seperti obat bagi Hyunmei yang membuat ia selalu merasa baik-baik saja. Padahal baru beberapa hari yang lalu ia selalu menjaga jarak dari Kyuhyun karena agak merasa takut.

Hyunmei menyantap sisa bekal makan siangnya dengan senang bersama Krystal.

BRAAAAK!

Hyunmei melompat kecil ditempat duduknya. Tidak hanya dia, seluruh siswa yang berada di kelas pun memiliki reaksi yang sama. Kyuhyun berdiri di depan pintu kelas, tangannya terkepal erat dan menghantam pintu hingga menyebabkan suara berdebam yang cukup keras tadi. Kyuhyun melangkah masuk dan dengan cepat mengambil tasnya. Kyuhyun bersiap untuk meninggalkan kelas, tapi Hyunmei menahan pergelangan tangan Kyuhyun, memaksanya untuk berhenti.

Kyuhyun menatap Hyunmei sekilas, lalu memalingkan wajahnya. Kyuhyun menghempaskan tangan Hyunmei dengan kasar. Kyuhyun mendorong seorang siswa sekelas mereka yang baru saja akan masuk ke kelas dan menghalangi jalannya dengan kasar, membuat siswa itu terhuyung-huyung sebelum terjatuh dan menabrak meja guru.

Hyunmei memandangi punggung Kyuhyun yang kembali terlihat asing di matanya. Hyunmei masih mengingat ia melihat bercak kemerahan di sudut bibir Kyuhyun saat ia menahan Kyuhyun tadi dan ia menjadi agak panik.

“Waeyo? Kenapa lagi dengan berandalan itu?” Gumam Krystal. Tubuh Hyunmei merosot turun ke tempat duduknya. Ia menggigiti sumpitnya dengan pandangan kosong. Perasaan khawatir menyelimutinya, tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini. Tidak sampai jam sekolah berakhir.

***
Kyuhyun menyesap minuman beralkoholnya untuk yang kesekian kalinya, tapi ia masih saja tidak bisa melupakan apa yang terjadi tadi. Beberapa orang wanita berjalan hilir mudik di hadapan Kyuhyun, mencoba mencari perhatiannya tapi sia-sia.

Kyuhyun kembali mengangkat gelasnya dan ingin meneguknya, tapi sebuah tangan menghentikannya. Kyuhyun mendongakkan wajahnya dengan kesal, bersiap memaki siapa saja yang mengganggu kegiatannya. Ekspresi Kyuhyun berubah. Ia menghilangkan kerutan di keningnya dan memalingkan wajahnya ke manapun asalkan dia tidak melihat Hyunmei. Hyunmei meletakkan gelas Kyuhyun yang ia ambil diatas meja. Hyunmei duduk disamping Kyuhyun, menepuk pundak Kyuhyun dengan lembut.

“Gwaenchana?” Tanya Hyunmei lembut. Kyuhyun masih enggan untuk menatap Hyunmei, emosinya masih terpancar jelas diseluruh gerak-gerik tubuhnya dan dia tidak ingin sampai Hyunmei melihatnya saat emosinya meledak. Kyuhyun mendengus dan akhirnya menatap Hyunmei.

“Kenapa kau bisa ada ke sini?”
”Kau pernah bilang kalau kau akan ke sini kalau sedang kesal.” Jawab Hyunmei polos.

“Maksudku, kenapa kau datang mencariku?” Tanya Kyuhyun lagi, agak kesal. Kyuhyun mengambil kembali minumannya dan meneguknya.

“Aku mengkhawatirkanmu. Apa ada sesuatu yang terjadi?” Hyunmei memiringkan kepalanya sedikit untuk melihat wajah Kyuhyun dengan lebih jelas dibalik remang-remang cahaya.

Kyuhyun menatap Hyunmei dengan ragu. Ia tidak ingin menyebarluaskan masalah yang terjadi di keluarganya. Tapi ia juga butuh seseorang untuk mendengarkan keluh kesahnya, untuk mengatakan padanya bahwa semua akan baik-baik saja.

“Appa… Dia memukulku..” Ucap Kyuhyun terbata-bata. Hyunmei menempelkan telapak tangannya di mulutnya sendiri, menahan dirinya untuk tidak berteriak.

“W—waeyo?”
”Karena aku mengacaukan jamuan makan malamnya kemarin. Dia mempertemukanku dengan seorang yeoja dan mengatakan padaku kalau kami akan bertunangan.” Kyuhyun menghentikan kata-katanya untuk melihat reaksi Hyunmei. “Aku membuat yeoja itu takut dan tadi appa memukulku. Padahal dia tidak pernah mempedulikan penolakanku saat dia menikahi wanita lain. Dan sekarang dia justru ingin mencampuri kehidupanku.” Lanjut Kyuhyun. Kyuhyun menggenggam gelasnya dengan erat hingga gelas tersebut bisa pecah kapan saja jika Kyuhyun menambahkan tenaganya.
”Dunia ini benar-benar kejam dan tidak adil.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tertawa sinis. Kyuhyun terhanyut dalam keheningan yang diberika Hyunmei. Penasaran dengan apa yang ada dipikiran yeoja itu, Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Hyunmei dalam-dalam. “Kenapa sekarang kau malah diam saja?”
”Aku tidak tau harus mengatakan apa untuk menghiburmu. Maaf, padahal aku sudah memaksa agar kau bercerita padaku.” Hyunmei menundukkan wajahnya karena malu. Ia ingin berguna bagi Kyuhyun. Ia ingin menghiburnya, tapi lidahnya justru terasa kelu sekarang. Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia meraih dagu Hyunmei menggunakan jari telunjuknya dan memaksa Hyunmei untuk menatapnya.

“Cukup dengan berada di sisiku, kau sudah sangat menghibur. Mani gomawoyo.” Ucap Kyuhyun yang diikuti sebuah senyum tulus. Hyunmei balas tersenyum. Kata-kata Kyuhyun saat itu adalah hal terindah yang pernah ia dengar.

***

Hyunmei keluar dari rumahnya dengan terburu-buru. Ia pulang cukup larut semalam karena menemani Kyuhyun dan tadi dia justru terlambat bangun.

Hyunmei menutup pintu rumahnya dan tersentak kaget setelah ia memutar tubuhnya untuk melihat Kyuhyun duduk dengan santai diatas motornya. Kyuhyun melambaikan tangannya dengan lemah.

“Ada apa?” Tanya Hyunmei bingung, melupakan bahwa ia hampir saja terlambat.

“Hanya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi tentang kemarin. Dan, kurasa kau mungkin butuh tumpangan?”

Hyunmei mengangguk dengan cepat. Hyunmei duduk dibelakang Kyuhyun tanpa ragu. Kyuhyun menyerahkan sebuah helm pink padanya. Hyunmei berkedip menatap helm itu selama beberapa saat.

“Kupikir akan berbahaya jika kau tidak menggunakan helm.” Jelas Kyuhyun yang mengerti benar tatapan penuh tanda tanya dari Hyunmei. Hyunmei mengangguk dan memakai helm itu.

“Kau sendiri?” Tanya Hyunmei karena ia melihat Kyuhyun tidak memakai helm.
”Aku akan baik-baik saja.” Sahut Kyuhyun cepat sebelum ia mulai melajukan motornya.

Hyunmei melihat sebuah pantai dari kejauhan saat mereka melewati sebuah jembatan.

“Wah, pantai! Sudah lama aku tidak ke sana.” Gumam Hyunmei yang masih bisa didengar oleh Kyuhyun dari balik deru angin. Kyuhyun melambatkan laju motornya dan sedikit menolehkan wajahnya sementara ia masih memfokuskan perhatiannya ke jalan.
”Kau mau ke sana? Bolos sehari tidak akan membunuhmu.”
Hyunmei mengangguk dengan cepat. Kyuhyun berbelok menjauh dari arah sekolah.

Selama 3 tahun terakhir Hyunmei tidak bisa berlibur bersama orangtuanya dan ia sangat merindukan pantai.

Hyunmei melompat turun dengan sangat bersemangat setelah sampai di pantai yang ia lihat tadi. Kyuhyun hanya bisa tertawa pelan melihat tingkah Hyunmei yang tidak biasanya. Tanpa menunggu Kyuhyun untuk bergabung dengannya, Hyunmei melepaskan sepatunya dan meletakkan tasnya di atas pasir begitu saja sementara dia sudah berlari menuju deburan air.

Kyuhyun duduk ditepi pantai dan terus memperhatikan Hyunmei yang sibuk bermain sendiri. Kedua sudut bibir Kyuhyun terangkat naik, membentuk sebuah senyuman yang lebih tulus. Ia sendiri sudah cukup lama tidak kembali ke pantai ini, sejak hal itu terjadi. Hyunmei mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena dia tidak berhenti berlari. Hyunmei duduk di samping Kyuhyun dan menatapnya dengan cemas.
”Apa kau tidak suka ke sini? Kau terlihat tidak senang.” Tanya Hyunmei khawatir. Ia tidak ingin ia justru menarik Kyuhyun ke tempat yang tidak disukainya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, meyakinkan Hyunmei bahwa ia juga senang datang kemari.

“Aku juga merindukan pantai ini sejak tiga tahun lalu.”
”Kau ke sini tiga tahun yang lalu? Aku juga ke sini tiga tahun yang lalu!” Mata Hyunmei berbinar membayangkan kebetulan yang terjadi pada mereka.

“Waktu itu adalah liburan pertamaku bersama wanita yang sekarang menjadi istri Appaku.” Kyuhyun meluruskan tatapannya, menatap jauh ke tengah pantai. “Aku memilih untuk bermain sendiri dan membangun istana pasir. Tapi seorang anak kecil seusiaku datang dan menghancurkannya. Waktu itu suasana hatiku sangat buruk dan anak itu justru mencari masalah denganku.” Kyuhyun menundukkan wajahnya dan terkekeh pelan mengingat kenangan yang tidak pernah ia lupakan.
”Dan kau memukulnya?” Tanya Hyunmei mencoba menebak-nebak. Kyuhyun menoleh ke arah Hyunmei dengan cepat, agak takjub bagaimana sekarang yeoja itu seolah tau dengan jelas semua tingkah lakunya.
”Ne, aku memukulnya hingga dia menangis dengan keras. Tidak lama kemudian, dia datang dengan kakaknya. Mereka balas memukulku dan membuat keningku terluka.” Kyuhyun menunjuk luka dikeningnya yang sekarang tidak terlihat lagi karena bekasnya telah menghilang.

“Lalu kau datang memberikanku sebuah plester, kau ingat?” Nada suara Kyuhyun berubah menjadi hangat. Hyunmei mematung ditempatnya duduk sekarang. Pernahkah ia bertemu dengan Kyuhyun sebelumnya?
”Kau memberikan plester biru muda padaku, ingat?” Tanya Kyuhyun lagi. Hyunmei membuka mulutnya membentuk huruf ‘O’ begitu ia mengingat kejadian yang Kyuhyun ceritakan.
”Jadi anak laki-laki waktu itu, kau? Wah, kebetulan sekali!” Hyunmei tersenyum lebar. Kyuhyun menatap Hyunmei lekat-lekat.

“Bukan kebetulan, tapi takdir.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Hyunmei balas menatap Kyuhyun. Jantungnya berdetak sangat kecang begitu saja hanya dengan menatap jauh ke dalam mata Kyuhyun. Kyuhyun mendekatkan wajahnya perlahan-lahan. Ia merengkuh wajah Hyunmei dengan lembut, menutup matanya sebelum bibirnya menyapu hangat bibir Hyunmei. Tubuh Hyunmei menegang dengan sentuhan yang secara tiba-tiba dilakukan oleh Kyuhyun. Kyuhyun menarik Hyunmei merapat padanya, membuat yeoja itu semakin menegang.

Tidak mendapatkan balasan dari Hyunmei, Kyuhyun menghentikan ciumannya. Kyuhyun membiarkan wajah mereka saling berdekatan satu sama lain. Ia kembali menatap Hyunmei lekat-lekat.
”Kau adalah hal terbaik yang kumiliki sejak tiga tahun lalu. Dan aku terus menyukaimu sejak saat itu. Hanya dengan menyadari kehadiranmu disisiku, maka semuanya akan menjadi baik-baik saja untukku.” Bisik Kyuhyun pelan. Kyuhyun kembali merengkuh wajah Hyunmei dan melumat bibirnya. Hyunmei menggerakkan tangannya dengan ragu, menempelkannya di dada bidang Kyuhyun dan membiarkan Kyuhyun menjelajahi setiap rongga mulutnya.

Rasanya memang gila bagi Hyunmei. Baru beberapa hari yang lalu ia mulai dekat dengan Kyuhyun, masih banyak hal tentang Kyuhyun yang tidak ia ketahui, tapi hati kecilnya justru meyakinkan dirinya bahwa ia memiliki perasaan yang sama seperti yang Kyuhyun rasakan.

Mungkinkah sejak awal hatinya sudah bisa melihat cinta tanpa perlu menggunakan kedua mata dan pikiran?

***

Hyunmei turun dari motor Kyuhyun tepat didepan pintu rumahnya. Hyunmei memberikan helm yang ia kenakan pada Kyuhyun dan tertawa kecil menanggapi kata-kata namja itu.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya saat melihat Nyonya Lee berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang. Jelas sekali raut wajahnya tidak terlihat bagus. Hyunmei mengikuti arah tatapan Kyuhyun dan menelan air liurnya dengan berat setelah melihat Nyonya Lee.

“E-eomma.” Panggil Hyunmei terbata-bata.

“Lee Hyunmei, sejak kapan kau mulai membolos sekolah?” Tuntut Nyonya Lee yang berhasil membuat Hyunmei menundukkan wajahnya dalam-dalam.

“Maaf, tapi saya yang—“ Kyuhyun mencoba untuk membela Hyunmei, tapi Nyonya Lee dengan cepat memotong pembicaraan Kyuhyun dengan tatapan sinis.
”Aku tidak sedang berbicara denganmu, anak muda.”
Kyuhyun mendesah pelan dan turun dari motornya. Kyuhyun membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf.

“Maaf, aku yang membawanya pergi. Aku tidak akan melakukannya lagi lain kali.” Tegas Kyuhyun menunjukkan kesungguhan hatinya.

“Aniya, aku yang memintanya untuk mengantarku. Jangan marahi dia, eomma.” Hyunmei merentangkan tangannya dihadapan Kyuhyun. Dia tau jika Nyonya Lee sedang marah terlihat sangat mengerikan. Dia tidak ingin Kyuhyun menjadi sasaran amukan Nyonya Lee. Nyonya Lee memutar bola matanya melihat tingkah Hyunmei.
”Eomma tidak akan memakan kau dan temanmu hidup-hidup. Eomma hanya ingin tau apa yang membuat kalian bolos, jadi berhenti bersikap dramatis.” Nyonya Lee mendengus pelan. “Tapi sudahlah, itu tidak penting lagi.”
Hyunmei memperhatikan Nyonya Lee yang berjalan mendekati mereka. Nyonya Lee melihati Kyuhyun dengan seksama.
”Jadi, apa hubungan kalian? Dia pacarmu?” Tanya Nyonya Lee pada Hyunmei yang wajahnya langsung bersemu merah. Tanpa perlu mendengar jawaban dari Hyunmei, Nyonya Lee sudah bisa tau apa jawabannya.

“Dari caramu berpakaian, aku tau kalau kau bukan pelajar yang baik. Jadi atas dasar apa kau berani memacari anakku?” Ujar Nyonya Lee dengan tajam. Kyuhyun sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh tatapan Nyonya Lee. Kyuhyun meluruskan tubuhnya sebelum menjawab Nyonya Lee.

“Dulu mungkin aku memang bukan pelajar yang baik, tapi mulai sekarang aku pasti akan berubah, untuk diriku dan juga Hyunmei.”

“Benarkah? Kalau kau bisa mendapatkan nilai terbaik di ujian kenaikan kelas nanti, aku akan mengizinkanmu pacaran dengan Hyunmei, tapi kalau tidak, jangan harap kau bisa bertemu dengan anakku lagi.” Timpal Nyonya Lee. Nyonya Lee tau bahwa nilai akademis bukanlah sesuatu yang pantas untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam sebuah hubungan, tapi ia hanya ingin memastikan sesuatu. Apakah Kyuhyun adalah orang yang tepat untuk putri tunggalnya atau tidak. Jika Kyuhyun benar-benar menyukai Hyunmei dan menghargainya, maka ia yakin Kyuhyun akan memegang kata-katanya dan mencoba untuk berubah.

Nyonya Lee beranjak masuk ke dalam rumah setelah Kyuhyun menyanggupinya. Hyunmei membelalakkan kedua matanya dan menarik tangan Kyuhyun dengan keras.
”Kau gila? Nilai terbaik? Bagaimana kalau kau tidak mendapatkannya?” Tanya Hyunmei panik. Kyuhyun menyeringai kecil dan menepuk kedua pundak Hyunmei.
”Jangan remehkan aku. Aku bisa mendapatkannya dengan mudah.” Jawab Kyuhyun enteng.

“Tapi—“ Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya dibibir Hyunmei yang kini terpaksa harus terkatup rapat.

“Jika selama ini aku sengaja bertingkah hanya untuk menarik perhatian appa yang tidak pernah tertuju padaku, maka sekarang aku akan berhenti melakukannya. Aku tidak peduli lagi apakah dia memperhatikanku atau tidak. Untuk saat ini, hanya kau yang kumiliki dan ada dalam dunia ku. Dan aku akan melakukan apapun untuk bersamamu, jadi percayalah padaku.” Kyuhyun membelai rambut Hyunmei dengan lembut, menyelipkan beberapa helai ke balik telinga Hyunmei.

“Tetaplah berada disisiku, dan semuanya akan baik-baik saja, araseo?” Kyuhyun mengecup kening Hyunmei setelah Hyunmei mengangguk.

Hyunmei memeluk Kyuhyun dengan erat yang juga dibalas oleh Kyuhyun. Ini adalah kali pertama Hyunmei merasa begitu bahagia. Untuk pertama kalinya ia merasa seseorang bisa terus berada disisinya dan memberikan kekuatan lebih dari apapun.

“Saranghae..” Bisik Kyuhyun ditelinga Hyunmei yang membuatnya terkekeh geli.

“Nado..” Balas Hyunmei malu-malu.

Jika orang-orang beranggapan bahwa untuk jatuh cinta kita harus mencari orang yang memiliki kesamaan dengan kita, maka itu salah besar. Cinta tidak harus didasarkan dengan kesamaan ataupun perbedaan. Tapi ketika muncul seseorang yang mampu memberikan kita sebuah rasa nyaman—seseorang yang kita tau dengan pasti akan bisa melindungi kita, perasaan cinta itu tumbuh dengan sendirinya dan sangat perlahan tanpa kita sadari. Dan setelah rasa nyaman yang kita dapatkan berubah menjadi kebutuhan, maka baru akan kita sadari bahwa tanpa nya dunia kita tak akan lagi bisa berputar.

THE END

17 thoughts on “Stay By My Side”

  1. ceritanya bagus bgt…. aku suka banget deh…….
    buat lanjutannya dong…. mau tau kyuhyun berhasil atau nggak….
    pokoknya daebak deh buat author!

  2. Ow..
    Ow..
    Ow..
    crta’a bagus..
    Saya suke…saya suke..
    knp tak dbkin brsmbng aja? Biar pnjang n mndebarkan
    N trus ada ff enak yg dtunggu
    Hheee

  3. oaa…critanya keren…ayo di buat skuelnya.. nggak yangka ternyata kyuhyun sama hyunmei udah pernah ketemu sebelumnya.. sip..daebak.. ayo thor.. dilanjutin lagi..hahaha

  4. (◦’⌣’)♥(‘⌣’◦) Kyu super romantiiiissss!!!
    Ffnya jga romantiiiisssss~~~
    Sukaaa banget, “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s