Monkey Couple’s Diary : Just Believe ME

Tittle   : Monkey Couple’s Diary : Just Believe ME

Cast    : Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun

Genre  : Romance, Comedy

Type    : Twoshot

Author : Hikachovy

Monkey Couple’s Diary : Just Believe ME



You learn to like someone

when you find out what makes them laugh,

but you can never truly love someone

until you find out what makes them cry.

Hyuk’s POV

“hhhh…..”

“kau kenapa hyung? Masih memikirkannya?” kyuhyun menatapku dengan pandangan prihatin. Apa aku terlihat sebegitu  menyedihkan?

“bagaimana mungkin aku tidak memikirkannya?” aku mendengus pelan menjawab pertanyaannya.

“siapa suruh kau memanfaatkan pacarmu sendiri? Kalau sudah begini, jadi kena batunya kan? Ck!” evil itu langsung lari setelah menyelesaikan ucapannya begitu melihat tanganku yang sudah  siap menjitak kepala bodohnya itu. dasar! Tunggu saja pembalasanku nanti…

Han Rae Eun… pergi kemana gadis itu sebenarnya??

***

Rae’s POV

KENAPA KAU BEGITU KERAS KEPALA??!!” Aku segera menjauhkan telingaku dari hape begitu mendengar teriakan sepupu gilaku lewat alat mungil ini. Apa dia ingin membuatku tuli secara permanen? Dasar!

“pokonya sekali aku bilang tidak itu artinya tidak!! NO !! NEVER!! ANIO!!” balasku dengan nada yang tidak kalah keras.

onnie~ ayolah.. kau tau sebentar lagi dia akan berulang tahun kan? apa ini kado yang akan kau berikan untuknya? Membuatnya mati secara perlahan, begitu?” nadanya mulai melunak sekarang. Kentara sekali kalau saat ini dia sudah mulai lelah membujukku agar mau menemuinya.

“molla~ aku memang sudah tidak marah. Tapi aku masih merasa kesal.”

YAK!! itu artinya kau masih belum bisa memaafkannya!”

aigo! Sejak kapan seorang Cho Cica jadi berani berteriak-teriak padaku seperti ini? Menyebalkan sekali..

aku  benar-benar tersiksa disini, kau tau? Tiap hari dicekcoki oppadeul untuk membawamu kemari. Kalau aku sibuk membujukmu terus-terusan seperti ini, kapan aku bisa sibuk tebar pesona pada evil pujaanku??” lanjutnya dengan nada frustasi.

Anak ini benar-benar gila! Aku segera menekan tombol merah. Memutuskan telepon begitu mendengar ucapannya itu. cih! Dia tersiksa bukan karena aku menghilang, tapi karena sulit tebar pesona pada evil curut??? Gezzz…

Kenapa orang-orang disekelilingku tidak ada yang normal?? Memiliki pacar tampan, tapi pintar memanfaatkan kesempatan. Dan sekarang? Memiliki sepupu yang hanya peduli pada evil pujaannya dibandingkan dengan keadaanku. Kakak sepupunya. Hhhh..

“telepon dari siapa sampai membuat wajahmu makin kusut seperti itu?” pertanyaan chaejin membuatku mengalihkan pandangan dari handphone ke arahnya yang kini sudah duduk disampingku. Apa wajah kesalku begitu jelas?

“anio.hanya telepon dari evil cilik yang sedang gila.” Jelasku sambil menyandarkan tubuh ke sofa.

“cica?” tanyanya dengan tatapan menyelidik.

“bagaimana kau bisa tau?”

“jelas saja!! Evil cilik yang kau punya kan hanya dia.. hahaha” balasnya sambil memamerkan senyum kebanggaannya. Ck!

“sampai kapan kau akan tinggal disini?” tiba-tiba kyuhyun datang dengan wajah masam. Apa kehadiranku sangat mengganggu, hah? Tiap hari yang ditanyakannya itu-itu saja!! ==”

“sampai kalian memiliki anak!” jawabku asal

“YAK!! cho kyuhyun! Kau ingin mengusir sahabatku, hah? Hampir tiap hari hanya itu saja yang kau tanyakan.!!” Tumben bocah ini membelaku?? Aku menatap chaejin heran.

Sadar dengan tatapanku, chaejin langsung menambahkan, “kau memang sahabatku kan?”

“aku sangsi, kau membelaku karena alasan itu.” ujarku

“tentu saja!! Dia bersikap begitu pasti karena ingin dipertemukan dengan cho kyuhyun super junior.” Kyuhyun melanjutkan ucapanku dengan emosi.

“YAK!! memangnya kalian pikir aku ini wanita seperti apa?” sungut chaejin merasa tidak terima dipojokkan seperti itu.

“kau ini seorang wanita yang sangat tergila-gila pada pria yang bernama Cho Kyuhyun.” Jawabku.

“salah!” sergah kyuhyun sebelum chaejin sempat membalas ucapanku. Dia berdiri lalu menghampiri kami. Ah! Tidak. Kurasa dia hanya mau menghampiri chaejin. Karena arah tatapan dan derap kakinya hanya menuju pada satu arah. Chaejin.

“dia ini hanya tergila-gila pada seorang pria bernama Cho Kyuhyun Super Junior! Bukan pada Cho Kyuhyun Super Tampan, yang kini sudah jadi suami sah-nya!” lanjut kyuhyun sambil mendorong dahi chaejin dengan telunjuknya. Nadanya penuh dengan emosi yang tertahan. Hahaha  kadar cemburu laki-laki ini semakin akut saja. Dan apa tadi katanya? Cho Kyuhyun super tampan? Narsis sekali dia =___=

“mau memulai perang yang baru, cho kyuhyunku yang super tampan?” geram chaejin dengan tatapan yang siap menerkam.

Hhh… kapan pasangan ini bisa hidup dengan normal? Bagaimana aku memiliki keponakan kalau kelakuan mereka masih seperti tom and jerry? -,- aku segera memisahkan diri dari arena pertempuran duo evil yang saat ini sudah mulai saling menunjukkan tatapan mematikan. Mood ku akan semakin rusak kalau menyaksikan pertandingan mereka.

Kulangkahkan kakiku ke kamar sebelum melihat barang-barang melayang tak tentu arah karena pertandingan yang sedang berlangsung saat ini. Tak kupedulikan lagi teriakan- teriakan yang memekakkan telinga yang keluar dari mulut KyuJin couple.

Kurebahkan tubuhku diatas kasur. Tatapanku menerawang ke arah langit-langit kamar. Lee Hyukjae. Sudah berapa lama aku tidak melihat wajahnya? Rindu? Tentu saja! Tapi egoku terlalu kuat untuk melupakan kesalahan bodohnya. Rasa rinduku selalu menguap begitu saja setiap kali mengingat kelakuannya yang sudah memanfaatkanku seenaknya. Menjadikanku pembantu, heh? Yang benar saja!

***

“kau yakin tidak ingin menemuinya?”

pertanyaan itu lagi? Jinjja! Apa sudah tidak ada lagi stok pertanyaan yang lebih penting dibanding menanyakan hal itu? aku fokuskan mataku pada komik yang kini sedang kubaca. Kuabaikan tatapan tajam chaejin yang masih menunggu jawaban dariku.

“Han Rae Eun!” ucapnya kesal. dia lalu merebut komik yang ada ditanganku dengan paksa. Ck! tidak ada lagikah tempat yang bisa membuatku tenang?

Aku menatap sahabatku ini dengan acuh. “apa?” ucapku malas.

“kau tau kan hari ini dia pulang? setelah sekian lama dia sibuk dengan rangkaian sushow ke beberapa Negara, akhirnya dia pulang ke seoul! Dan kau tau juga kan, kalau kedatangannya kesini hanya untuk beberapa hari saja sebelum akhirnya dia disibukkan kembali dengan aktifitas promo Suju M di Taiwan?” chaejin mengoceh panjang lebar menuntut jawaban dariku.

“chaejin-ssi, apa kau sudah lupa untuk apa dia pulang? dia pulang bukan untuk menemuiku. Dia pulang ke negaranya hanya untuk menyelesaikan beberapa rangkaian pekerjaannya yang lain. Jadi untuk apa aku repot-repot mengganggu kesibukannya, hah?” jawabku berusaha untuk tidak peduli pada kepulangan pria itu. ya, Untuk apa aku peduli pada seseorang yang tidak pernah peduli pada perasaanku?

Chaejin menghela nafas pelan, sebelum akhirnya membalas ucapanku. “rae-ssi, bagaimana bisa dia menemuimu kalau kau tidak pernah memberitahu dimana keberadaanmu saat ini, hah? Apa kau pikir dia itu peramal yang bisa tau keberadaanmu tanpa harus kau beritahu? Bahkan sepupu mu sendiri tidak tau kau tinggal disini. lalu bagaimana bisa dia menemuimu?”

Baiklah. Aku sudah mulai kalah telak sepertinya.

“apa kau tidak merindukannya hah? Setidaknya temuilah dia sekali dan berikan kesempatan padanya untuk menjelaskan semuanya.”

“chaejin~ah, bukankah kau bilang hari ini ada kuliah? Kenapa belum berangkat juga? Ayo cepat sana nanti terlambat.” Ucapku mengalihkan pembicaraan.

Baru saja dia akan bicara, aku sudah langsung mendorong tubuhnya dan memaksanya untuk keluar dari kamar ini. “aku akan menemuinya kalau memang sudah menemukan waktu yang tepat.” Ujarku akhirnya sebelum mendengar omelan sahabatku yang cerewet ini.

“baiklah.. baiklah aku tidak akan membahasnya lagi.” Keluhnya sambil mengangkat tangan pasrah. Dan berjalan keluar kamar. Tapi sesaat sebelum aku menutup pintu kamar, dia mengatakan hal yang sukses membuatku terhenyak. Membuatku tersadar akan hal penting yang sudah kuabaikan.

“rae~ya, saat ini kau bisa berpura-pura hidup dengan baik tanpa kehadirannya. Tapi, cepat atau lambat kau akan merasakan betapa untuk bernafas saja kau sulit, disaat dia jauh dari jarak pandangmu.” Dia tersenyum penuh arti, lalu melanjutkan, “kalau kau memang tulus mencintainya, cobalah untuk mengerti dan memaafkannya. Karena  mencintai bukanlah bagaimana kita melupakan, melainkan bagaimana kita memaafkan. Mencintai, bukanlah bagaimana kita mendengarkan, melainkan bagaimana kita mengerti. Mencintai, bukanlah apa yang kita lihat, melainkan apa yang kita rasakan .dan mencintai yang tulus, bukanlah bagaimana kita melepaskan, melainkan bagaimana kita bertahan.”

Selesai mengucapkan hal itu, chaejin langsung berlalu pergi tanpa mempedulikan keadaanku saat ini. Aku merasa lemas saat mendengar ucapannya barusan. Apa yang dikatakannya tidak dapat kusanggah sama sekali. Semuanya benar. Dan aku sadar akan hal itu.

“rae~ya, saat ini kau bisa berpura-pura hidup dengan baik tanpa kehadirannya. Tapi, cepat atau lambat kau akan merasakan betapa untuk bernafas saja kau sulit, disaat dia jauh dari jarak pandangmu.”

“kalau kau memang tulus mencintainya, cobalah untuk mengerti dan memaafkannya. Karena  mencintai bukanlah bagaimana kita melupakan, melainkan bagaimana kita memaafkan. Mencintai, bukanlah bagaimana kita mendengarkan, melainkan bagaimana kita mengerti. Mencintai, bukanlah apa yang kita lihat, melainkan apa yang kita rasakan dan mencintai yang tulus, bukanlah bagaimana kita melepaskan, melainkan bagaimana kita bertahan.”

Sudah hampir dua jam chaejin pergi, tapi perkataannya masih terngiang-ngiang di otakku. Dia memang benar, aku merasakan kehilangan oksigenku saat menjauh darinya. Lee HyukJae. Tidak kusangka dia sudah mengontrol cara kerja paru-paru ku dengan sangat baik. Menjauh darinya, tidak mendengar suaranya, tidak melihat wajah konyolnya, malah semakin membuatku kesulitan untuk bernafas.

Mungkinkah, aku memang terlalu egois? Aku menyimpulkan semua masalah tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu. Layakkah perasaanku padanya disebut sebagai cinta?

***

“akhirnya kau ingin bertemu denganku juga” ucap cica sambil memasang wajah kesalnya.

“mianhe.”

“ucapkan itu pada pacarmu.”

“I will, apa dia baik-baik saja?” tanyaku penasaran.

“menurutmu?” tanyanya membalikkan pertanyaanku. Baru saja aku membuka mulut untuk protes, dia sudah langsung menambahkan, “dia baik-baik saja. Ya, setidaknya dia masih mampu bernyanyi dan menari dengan cukup baik. Dia juga masih bisa tampil ceria dan konyol saat tampil di setiap acara” Cica terdiam sebentar. Wajahnya mulai menampakkan kesedihan. “ tapi dibalik semuanya, saat dia sendiri, dia hanya melamun dan tidak pernah berhenti menatap hape-nya. dia menunggumu onnie. Apa kau tau betapa sulitnya tertawa disaat hati ingin menangis?”

“separah itukah?”

“tidak separah itu. setidaknya dia masih hidup kan?” cibirnya kesal.

“kau ini!!!” aku menjitak kepalanya.

“yak! ucapanku benar kan? lagipula kau sebenarnya tinggal dimana selama ini?”

“yang jelas tidak dikolong jembatan” jawabku asal.

“kau ini tidak bisa diajak serius ya?”

“memang kau bisa?” tanyaku balik sambil memeletkan lidah. Aku langsung berdiri saat dia akan membalas ucapanku. “aku akan menemuinya hari ini.” Ucapku sambil tersenyum.

“terlambat onnie. Dia sudah terbang ke Taiwan.”

“MWOO?” teriakku kaget. bukannya dia disini baru dua hari?

Seolah mengetahui jalan pikiranku, cica langsung menambahkan,” keberangkatan mereka kesana memang dipercepat karena ada acara dadakan yang harus mereka hadiri.”

“bagaimana bisa begitu?” kakiku lemas seketika. Oksigenku sudah pergi lagi sebelum aku sempat menemuinya.

“tentu saja bisa. Mereka kan artis.”

“cho cica!” geramku menahan kesal.”kenapa kau tidak mengatakan padaku sebelumnya?”

“kau kan tidak bertanya.”

Aigo! Seandainya disini ada pisau, sudah kuiris bibir evilnya itu. tinggal di dorm suju ternyata malah membuatnya semakin  evil!!!! ==”

“kalau begitu aku akan ke Taiwan besok.” Ucapku mantap

“MWO?”

“kenapa? Apa ada yang salah?”

“kau gila!” ucapnya tak percaya.

“cinta memang gila kan?” ucapku sambil menyeringai. “ lagipula aku harus ada disampingnya disaat dia akan bertambah tua.”

“ucapanmu tidak enak sekali onnie. disaat dia akan bertambah tua, huh?” cibirnya menggodaku. “kalau begitu aku akan meminta jadwal-jadwal mereka pada seung hwan oppa.” Lanjutnya

“bagaimana kau bisa mengenal seung hwan oppa?” tanyaku heran. Ya, dia memang tinggal di dorm cukup lama semenjak aku melarikan diri. Tapi…..

“bagaimana aku tidak mengenalnya kalau hampir tiap hari dia datang ke dorm, RSMG-ku sayang.” Ucapnya sambil mencubit pipiku gemas.

Anak ini makin kurang ajar saja sepertinya! Hhhh…….

“yasudah kalau begitu aku akan pergi sekarang.” Ucapku sambil berdiri.

“sekarang? Kau bilang akan pergi besok?”

“aigo! Apa tinggal di dorm suju membuat otakmu berjalan lambat? bagaimana aku bisa pergi kesana kalau tanpa persiapan apa-apa? Ck!”

“hehehe… jadi sekarang kau akan pulang ke dorm?”

“ne, tapi bukan dorm ku. Aku akan ke dorm temanku sebentar  baru setelah itu pulang ke dorm ku.”

“dorm temanmu? Arasseo! Jadi selama ini kau bersembunyi di sana?” Tanya cica menyelidik.

“bukan bersembunyi tapi menenangkan pikiran.” ucapku meluruskan ucapannya. “ya.. meskipun tinggal disana tidak membuat pikiranku jadi tenang.”

“kalau begitu aku ikut!!”

“MWO??”

“aku harus tau dimana tempat persembunyianmu! Jadi kalau kau menghilang lagi aku tidak gila mencarimu.” Jelasnya sok dewasa.

Anak ini benar-benar berbahaya… -,-

“tapi kau jangan jadi patung dadakan seperti saat kau kuajak ke dorm suju ya.” Ujarku memperingatkan..

“maksudmu apa? menyebalkan sekali.” Dia menggembungkan pipinya kesal. hahaha dasar bocah!!

“kau akan mengerti maksudku kalau sudah sampai sana.”

***

“sepertinya mereka belum pulang.” aku mengedarkan pandanganku ke sekitar dorm chaejin.

“memang mereka kemana?”

“molla~ memangnya aku asisten mereka.” Jawabku asal.

“kau ini…” geram cica menahan marah! Hahaha

“sudahlah, sekarang kau bantu aku membereskan pakaian.” Aku menarik tangannya ke kamar. Meskipun wajahnya terlihat kesal, tapi bocah ini menurut juga.😄

***

“kau mau kemana?” tiba-tiba saja cho kyuhyun sudah ada di sampingku saat aku sedang mengemasi barang! Laki-laki ini benar-benar seperti setan saja! Datang tiba-tiba…

“bukankah selama ini kau memintaku untuk segera pergi? Ya sekaranglah saatnya.” Jawabku cuek.

“MWO? Kata-katamu itu seperti aku ini orang jahat saja.” Sungutnya tidak terima dengan ucapanku. Cih, itu kan memang kenyataan.

“memang benar seperti itu kan?” balasku.

“YAK! aku selalu menanyakan kapan kau kau pergi bukan maksud mengusirmu, tapi aku tidak tahan melihat ada mayat hidup yang berkeliaran di rumahku.”

“MWO?” aku membelalakkan mataku lebar. Enak saja mengataiku mayat berjalan -___-“

“memang benar kan? lihat tubuhmu yang semakin kurus. Kau bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa padahal nyawamu sudah melayang karena pria itu. kau merindukan monkeymu tapi masih saja mempertahankan ego untuk menjauhinya.” Cerocosnya panjang lebar.

Sejak kapan dia memperhatikan keadaanku? Tapi… apa yang diucapkannya memang 100% akurat -,- tidak kusangka dibalik ke-evilannya dia masih memiliki hati seperti manusia. Hahaha

“arraseo, makanya supaya aku tidak seperti mayat berjalan, aku akan menemuinya besok.”

“jinjja??” tanyanya tak percaya.

“tentu saja.” Ucapku mantap

“baguslah! Ini baru Han Rae Eun yang kukenal.” Ucapnya sambil mencubit pipiku gemas. Bagus sekali!! Hari ini aku sudah dua kali dicubit oleh dua orang evil =____=

“dia……… siapa?” Tanya kyuhyun ke arah…..  ya ampun!! Cica! Aku baru ingat dari tadi tidak bersuara sedikitpun. Aku segera melihat kesamping dan……. Sesuai dugaan! Cho Cica kembali jadi patung dadakan -____-

“hhh… dia cho cica, sepupuku.” Jawabku

Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya ke arah cica. Tapi gadis ini tidak bergeming sedikitpun! Ck, anak ini… apa sebegitu shock-nya melihat kyuhyun? Aku memang sudah menduganya, tapi aku masih tidak percaya kalau reaksinya akan separah ini.tatapannya terpaku pada kyuhyun dan badannya diam membeku seperti patung-patung yang ada di toko baju. Wkwkw

“apa dia ini manusia?” Tanya kyuhyun heran melihat wajah cica yang bahkan tidak berkedip sedikitpun.

Aku menggelengkan kepala pasrah. Kucubit pinggangnya cukup keras, “Cho Cica sadarlah.” Aku mendesis tajam padanya.

“dia mirip sekali dengan evil curutku onnie!” ucapnya dengan memasang wajah terpesona. Aigo!

***

“onnie~ kalau kau pulang dari Taiwan nanti, ajak lagi aku ke rumah chaejin onnie ya? ya? ya?”

Telingaku benar-benar panas mendengar kalimat itu terus-menerus sejak kemarin. Seperti kaset rusak saja. ==”

“onnie~” rengeknya seperti biasa.

“kau mau merusak rumah tangga orang?” tanyaku asal

“enak saja!! Kan lumayan, kalau evil curutku sedang di luar negeri aku bisa tetap melihat wajah kyuppa.” Jawabnya sambil tersenyum tidak jelas. Aku jadi merinding sendiri melihat kelakuan sepupuku yang semakin tidak waras ><

“kyuppa katamu? Ck! jangan mengatakan hal yang membuatku merinding!!”

“lalu aku harus memanggilnya apa? hyunpa? Atau… evil curut cadangan? Wuahahaha” otaknya sedang bergeser ke belakang kurasa -_____-

“kau ingin dibunuh chaejin?”

“memang chaejin onnie pembunuh? Haaah.. sayang sekali ya, kemarin kita tidak bertemu.”

Benar! Kalau saja kemarin chaejin tidak mengerjakan tugas kelompok sampai larut malam, nyawa sepupuku pasti sudah ada di awang-awang!! Hahahaha.

“sudahlah, aku harus pergi sekarang. Kau jaga diri baik-baik disini ya.”

“ne, onnie juga hati-hati disana. Jangan sampai pulang kesini dengan perut buncit! Hahaha” jawabnya asal.

Anak ini benar-benar makin menyebalkan saja!!

“kau pikir aku dan dia pasangan mesum hah? Enak saja!!” aku langsung masuk ke dalam bandara sebelum mendengarkan omongan menyebalkannya yang lain.

“RSMG onnie~!! HWAITING!!” teriak cho cica dari luar.

Ckckck! Aku hanya membalikkan badan dan melambaikan tanganku, lalu berkata “HWAITING!!!!”

Ya! Aku harus semangat!! Lee Hyukjae~ tunggu aku….
***

Hari ini adalah hari pertamaku berada di Taiwan. Hanya karena satu mahluk saja, sudah berhasil membuat seorang rae berubah drastis seperti ini?!! Mengagumkan!! Aku yang paling anti menghambur-hamburkan uang, sekarang rela mengeluarkan uang banyak hanya untuk menemui namja bodoh itu! Ck.

Kalau diingat-ingat, masalah yang kualami ini konyol juga! Hahaha bagaimana mungkin aku bisa berpisah dengannya begitu lama hanya karena masalah sepele? ya! aku baru sadar, kalau apa yang terjadi kemarin bukanlah hal yang patut dipermasalahkan sampai separah ini!!! -_-“ menjauhinya tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya sedikitpun. sangat kekanak-kanakan, heh?

aaaaaaaah!! bagaimana pun caranya, misiku kali ini harus berhasil~!! aku harus bisa menemuinya, meminta maaf dan memulai semuanya dari awal lagi. hohoho xD

harus memulai misiku dari mana ya? hoah! aku binguuuuung >,< bahasa inggrisku kan sangat memprihatinkan. apalagi bahasa mandarin? ck! harusnya sebelum kesini aku membawa kamus. sial! bagaimana aku bisa menemuinya kalau aku tidak mengetahui daerah ini dengan baik. dan……….. bagaimana aku bisa menanyakan alamat dengan kemampuan bahasaku yang sangat parah???

“huaaaaaaaaaaaaaaaa!!!” aku mengacak-ngacak rambutku frustasi.

“hyaaaaaaaaaaaa!! siapa kau?”

eh? apa disini ada orang lain? aku melongokkan badanku ke bawah. kulihat disitu ada gadis yang sedang memegangi dadanya dengan ekspresi antara kaget daaan…. takut? apa  karena melihatku? ._.

Err… baiklah posisiku saat ini memang sedang tidak wajar. duduk diatas ranting pohon dengan rambut yang diacak-acak daaaaaaan…… berteriak seperti orang stress! ._. ck! kenapa aku harus terlihat separah ini? aku segera turun dari atas pohon sebelum gadis itu mengira kalau aku ini gila.

“hehehe.. kau kaget?” tanyaku dengan tampang innocent

“Tentu saja!! apa kau ini manusia?” tanyanya marah.

sepertinya gadis ini masih shock. aku duduk di salah satu bangku yang ada di bawah pohon. kuperhatikan lagi wajah gadis itu lebih dalam. hmm… sepertinya aku pernah bertemu dengan dia…

“hey, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku penasaran.

“heee? kurasa ini kali pertama aku bertemu dengan manusia jadi-jadian sepertimu. entahlah kalau kau pernah bertemu dengan wanita cantik sepertiku sebelumnya” dia duduk disampingku dengan cueknya! anak ini benar-benar….

aku yakin pernah bertemu dengan dia. tapi dimana?? cuek dan polos dari gadis ini serasa tidak asing! hhh…

“kenapa kau duduk diatas pohon? seperti mahluk pemakan banana saja!”

“eh? mahluk pemakan banana? peri pohon maksudmu?”

dia mendelikkan matanya antara heran dan kesal. “mana ada peri yang rambutnya acak-acakkan seperti itu.”

“hohoho tentu saja ada~ dan itu adalah aku!”

“ya tuhaaaan~~ dosa apa aku sampai dipertemukan dengan mahluk jadi-jadian seperti ini.” dia mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

dasar anak kurang ajar!! perkataannya seolah aku ini spesies berbahaya saja. ==”

“yak! kau pikir aku ini apa? dasar!! ayo kita kenalan saja. aku sedang butuh teman gila.”

“heeeeeeeee? aku ini waras!! jangan kontaminasi aku dengan kegilaanmu. dasar!”

“hmm… yakin kau tidak mau berkenalan denganku? aku ini pacarnya eunhyuk super junior, kau tau?”

“hahahahah” dia tertawa dengan ekspresi menyebalkan. anak ini mengejekku, huh?

“kalau wanita sepertimu bilang punya pacar eunhyuk super junior,  berarti aku bisa punya pacar justin bieber!!” lanjutnya menyepelekan.

aish! mulai ngajak ribut ternyata dia. aku segera merogoh isi tas-ku, mencari-cari hape untuk menunjukkan bukti ril kalau aku memang calon istri sah dari seorang eunhyuk super junior. ><

ah! ketemu. aku segera memperlihatkan fotoku bersama monkey super junior itu padanya. “lihat ini!” seruku bangga.

kulihat matanya yang tadinya cuek mulai melebar. sedikit lagi saja, bola matanya pasti bisa loncat dari tempat asalnya. hahaha

“ini pasti foto hasil editan kan?” tanyanya menyelidik.

“lihat ini, apakah editan juga?” aku menyerahkan hapeku padanya dan memperlihatkan video gilaku di dorm suju bersama dengan semua member.

“WOOOOOOOOOOOOO???” matanya benar-benar mau loncat sekarang!! hahahaha senang sekali melihat ekspresi wajah terkejutnya.

“i… ini.. super junior kan? ah! annyeong onnie, Lee Hwangri imnida.”

gadis ini benar-benar seperti bunglon =o= hanya karena melihat video suju, sikapnya bisa langsung berubah drastis seperti itu? ck!

***

“onnie yakin akan masuk?”

“molla”

sekarang, aku dan hwangri berada di depan salah satu stasiun TV taiwan. menurut informasi sepupu gilaku, mereka akan tampil disini sore ini. tapi………. huwaaaaa kenapa badanku jadi malah tegang begini ya? T,T

“kau ini seorang pengecut ya?” hwangri mulai mencibirku. kalau saja aku tidak membutuhkannya sebagai penunjuk jalan, sudah aku cincang dia sekarang juga. Huft.

“aku ini takut! bukan pengecut. dasar!” sungutku kesal lalu mulai berjalan cepat mendahuluinya.

“onnie tungguuuuuu!!!!”

***

di sini ada banyak sekali ELF yang sudah menunggu di luar studio dimana Super Junior akan tampil. aku jadi tidak yakin bisa duduk di barisan depan. =o=

Ya, hanya berharap pada keajaiban saja, kalau nanti aku duduk di tempat yang jauh dari jarak pandangnya, monkey yadong itu bisa melihatku. atau setidaknya merasakan kehadiranku? hohoho

Misiku kali ini memang tidak akan menemuinya dulu secara langsung. Bukan karena aku ini pengecut tentu saja! tapi karena aku ingin memberikannya kejutan diam-diam. hahaha bukankah misiku akan terlihat keren kalau bisa membuatnya jantungan? (LOL) Aku sudah menyiapkan banyak sekali tulisan-tulisan besar untuk ditujukan pada monkey yadong itu. kuharap matanya tidak rabun jadi bisa membaca tulisan-tulisanku nanti. xD ah! apakah kalian pernah menonton serial secret garden? bukankah disana ada adegan dimana pemeran wanita menunjukkan perasaannya lewat tulisan-tulisan yang ditulis di kertas besar, lalu menunjukkan tulisan tersebut saat pemeran pria sedang tampil bernyanyi? nah, itulah yang akan aku lakukan nanti. hahahah keren bukan? :D

“onnie aku ingin ke toilet.” suara hwangri tiba-tiba saja membuyarkan lamunanku. hhh..

“ya ke toilet saja. Kenapa minta ijin padaku segala?”

“bukan minta ijin! ayo antarkan aku.” gadis itu langsung menarik tanganku sebelum aku membalas ucapannya. dasar!

“yak! apakah kau selalu begini tiap kali meminta tolong? menyebalkan.” sungutku padanya.

“hehe..” hanya itu saja jawabannya? ck!

***

“Hwangri~ya, kau mau berapa lama lagi disana hah? acaranya sebentar lagi dimulai.” aku menggedor-gedor pintu toilet kesal. sudah hampir setengah jam gadis itu disana dan masih belum ada tanda-tanda akan keluar. ggrrrr!

“aku tidak tau~ perutku sakit sekali onnie~” teriaknya dari dalam.

“Yak! gwenchana?”

“ne, ini karena aku kebanyakan makan tadi pagi. hahaha” aigo! disaat seperti ini dia masih bisa tertawa? gadis itu benar-benar…

“kalau dalam waktu 10 menit kau tidak keluar, kutinggalkan kau disini, arrasseo?” ancamku dan langsung pergi tanpa mampedulikan lagi teriakannya.

aku berjalan-jalan tidak jelas di sepanjang koridor. hah! aku paling benci menunggu. anak itu sebenarnya sudah makan apa saja sih tadi pagi? menyebalkan! bagaimana kalau nanti aku tidak kebagian tempat duduk??? huaaah hancur sudah misiku ><

untuk menghilangkan bosan, aku mencoba melihat-lihat ruangan yang ada di dekat toilet (?) *plak* hmm… ada beberapa ruangan kosong daaaaan.. tunggu!! apa ini? ada tulisan “staff only” apa mungkin ini ruangan untuk bintang tamu? hahahha semakin dilarang aku justru semakin berani. aku tengokkan kepalaku ke kiri dan ke kanan. sip! tidak ada orang. kalau untuk mengintip sedikit saja, tidak akan dosa kan? hohoho

aku coba buka pintu yang ada tulisan “staff only” tersebut daaaan.. wuah! ternyata pintu ini bukan untuk masuk ke satu ruangan. tapi sepertinya pintu masuk untuk beberapa ruangan privat. sepertinya feelingku memang benar! daerah ini khusus untuk ruang tungggu bintang tamu, mc dan semua orang penting lainnya. hahhaha aku beruntung bisa masuk kesini. xD

semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. ada yang bulak-balik membawa setumpuk kertas, ada yang sibuk dengan kostum artis.dan ada juga yang bergerombol membicarakan hal yang tidak aku mengerti. =o= tapi baguslah!! dengan kesibukan mereka, kehadiranku jadi bisa aman kan? hahaha

BUKKK!!!

“awww!”

Omo! aku tidak sengaja menubruk salah satu staff yang sedang membawa beberapa kotak makanan!! haaah beginilah efek punya mata jelalatan. tidak pernah bisa fokus kalau sedang berjalan ><

“sorry” buru-buru aku membungkukan badan, meminta maaf padanya.

“bsjdgds jhdjbdfquwd hjsdhiqwhddy” hah? dia bilang apa ya? .___.v huaaaaaaa aku tidak bisa bahasa mandarin!! >_<  apa itu cang cung cing? *ditabok orang cina*

“wo ai ni..” ucapku polos. mau bagaimana lagi, satu-satunya kalimat yang aku tau kan cuma itu! haha ==”

wajahnya tiba-tiba terkejut begitu mendengar ucapanku. tapi sedetik kemudian dia kembali mengomel dengan mengatakan bahasa yang benar-benar tidak aku mengerti. huaaaa disaat seperti ini aku benar-benar membutuhkan Lee Hwangri~~~ T,T

kalau aku coba pahami dari bahasa kalbu (?) dia pasti sangat kesal padaku. dan dari mimik wajahnya, sepertinya dia memang sedang sibuk dan terburu-buru? ah! entahlah. yang jelas sekarang aku benar-benar bingung harus bagaimana! huaaaaaaaaaa…

saat ini, aku hanya bisa membantunya membereskan beberapa kotak makanan yang sempat berantakan. untungnya kotak makanan tersebut terbuat dari plastik yang kokoh (?) *ngasal mode on* jadi kurasa, makanan yang ada didalamnya tidak akan hancur. hehe

selesai membereskan kotak, dia langsung menatapku tajam. dan kembali lagi menggunakan bahasa planet dengan raut wajah yang sedikit melunak. apa itu tandanya dia sudah memaafkanku? ah! kuharap begitu. aku harus segera  pergi dari hadapannya secepat mungkin!!. tapi belum sempat aku mengatakan sesuatu, wanita itu sudah langsung menarik tanganku dan membuat kakiku mau tidak mau bergerak mengikuti langkahnya. huaaaaaaaaa aku mau dibawa kemanaaaaaa???? T,T

TBC

a/n : hola~ apakah ada yang masih ingat sama monkey couple? hehehe

Errr… jadi cerita ini adalah sequel dari monkey couple’s diary yang assistant or housekeeper *halah* berhubung saya lamaaaaaa update lagi makanya saya bikin lagi judul yang baru dengan cerita yang nyambung dengan MC’s diary sebelumnya ^^

mianhe kalau bikin bingung apalagi sampai ada yang mual2 karna epep ini ya~ *bow*

kalau ada yang masih mau baca + komen, saya akan kirimkan lanjutan endingnya. tapi kalau ga ada yang baca ama komen, yaudah ga apa2 lanjutannya ga akan saya kirim. hehehe

buat admin makasih atas bantuannya publish FF ini =)

daaaaaan buat yang mau protes atau apapun, silahkan mention aja di twitter : @raechanyz ^^

gomawo all~

6 thoughts on “Monkey Couple’s Diary : Just Believe ME”

  1. seru!! awal.a agak g ‘ngeh’ low nie sequel dri ff sblum.a..#kpnjangan low dtulis jdul.a#hhe.. tpi stlh diamati,dicermati n dihayati(?) bru sdar dh.. pkk.a hrus lnjut thor n jgn lma2 publsh.a!!

  2. makasih buat yg udah baca plus komen yah.. Hehe
    lanjutannya aq usahain minggu dpn dah bs d kirim. Soalnya skrg modem lg rusak. T,T #curcol
    maap jg klo ceritanya bkin bingung yak! Wkwk /plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s