Way for Love Part 3

oleh Ticko Freysha pada 13 Maret 2011 jam 12:04

PART 3

~ Rae Na POV ~

Aku tidak tahu mereka saling mengenal. Kami sekarang duduk di caffe. Aku ada disamping Heechul Oppa. Di hadapanku Sangmi Eonnie duduk sambil mengaduk minumannya. Tidak ada yang bicara. Semua sibuk dengan pikirannya masing – masing.

“Noona, kenapa kau menghilang?” Heechul Oppa memecah kesunyian.

“Mianhae.” Desisnya. Hanya itu yang terucapkan oleh Sangmi Eonnie.

Sangmi Eonnie adalah seorang uisa. Tapi dia malah memilih bekerja di ruang kesehatan sekolahku. Aku dan Eonnie sangat akrab. Meski berbeda 7 tahun. Sosoknya yang anggun berbanding terbalik denganku. Mungkin karena Eonnielah aku bisa dekat dengan Yunho Oppa, yang kebetulan sunbae di Senior High Schoolku ini.

Aku bertanya – tanya, apa hubungan mereka? Kenapa Sangmi Eonnie nampak bersedih seperti itu. Dan Heechul Oppa. Dia juga nampak lega, senang, sedih ah, entahlah. Aku tidak tahu apa yang ada dipikiran dan hatinya saat ini.

“Noona kau harus…”

“Aku tidak bisa.” Potong Sangmi Eonnie.  “Minggu depan aku akan menikah.” Lanjutnya.

“Mwo? Kau…”

“Mianhae. Membuatmu terluka dan kecewa. Tapi ini yang terbaik.” Kata Sangmi Eonnie, lalu dia pergi meninggalkan kami yang terpaku.

“Oppa.” Kataku.

Tiba – tiba saja dia berlari keluar mengejar Sangmi Eonnie. Mereka berbicara. Sangmi Eonnie menangis, dan Heechul memeluknya. Hatiku tiba – tiba sakit. Melihat keadaan itu. Ada apa ini?

~ end of Rae Na POV ~

 

~ Heechul POV ~

“Oppa,” suara Rae Na mengangetkanku. Aku melihat Sangmi Noona tidak lagi berada di tempatnya tadi. Tanpa berpikir panjang aku segera berlari mengejar Sangmi Noona.

“Noona tunggu.” Sangmi noona menoleh. Aku bisa melihatnya menangis.

“Waeyo?” tanyanya.

“Katakan padaku itu bohong.” Kataku.

“Aku sungguh – sungguh.”

“Apa Noona sudah tidak mencintai Jung Soo lagi?” aku melihatnya tersentak.

“Tidak.” Jawabnya.

“Jangan Bohong Noona.”

“Chullie-ah, tolong lupakan kau sudah pernah bertemu denganku.”

“Mana mungkin? Apa kau tidak tahu seperti apa Jung Soo sekarang? Dia sudah seperti orang gila. Semua gadis yang dijodohkan dengannya pun harus merasakan sakit hati.”

“Mianhae Chullie-ah. Karena aku membuat Jung Soo merepotkanmu.”

“Aku tidak apa direpotkan, asalkan aku melihat kalian berdua bersama dan bahagia.”

“Aku.. Jung Soo akan bahagia bila tidak bersamaku. Aku tidak mau dia terluka. Ayahnya tidak suka denganku.”

“Noona…”

“Berjanjilah padaku. Jangan katakan kau bertemu denganku. Seminggu lagi aku akan menikah. Namja ini sangat baik padaku.”

“Meski menikah tanpa cinta?”

“Itu lebih baik.”

“Kenapa Noona tidak ingin Jung Soo tahu? Bukankah akan lebih baik dia tahu Noona akan menikah. Sehingga dia tidak akan berharap lagi.”

“Jika aku melihatnya, keputusanku akan berubah. Aku tidak mau menyakiti banyak orang. Biarlah dia berharap lebih lama sedikit. meski harus 5 tahun lagi, dia pasti akan melupakan aku. Berjanjilah Chullie-ah. Berjanjilah kau akan selalu mendampinginya, menemaninya.”

“Aku janji Noona.” Kataku. Lalu aku memeluk yeoja yang sudah seperti kakakku sendiri. Aku janji Noona, aku akan membuat kalian berdua bahagia. Bagaimanapun caranya.

“Chullie-ah, gomawo. Tapi kau harus segera menemui Rae Na. bisa – bisa dia salah paham.” Aku bisa merasakan wajahku memanas. Ah, pasti wajahku memerah.

“Noona, kami hanya berteman.” Kataku.

“Teman? Hm… sepertinya kau bisa membuat dia melupakan kesedihan atas pernikahannya yang gagal.”

“Noona, sepertinya sangat akrab dengan dia.”

“Ne. Dia gadis yang ceria. Aku menyukainya seperti adik kecilku.”

“Dia menyukai Jung Soo. Dia bekerja di caffe miliknya.”

“Jinja? Ah, aku yakin dia menyukai Jung Soo sebatas oppa saja. dia lebih cocok denganmu.”

“Aishh…”

“Mukamu memerah. Kau pasti menyukainya.”

“Noona!!”

“Ara. Aku harus pulang. Annyeong Chullie-ah.”

“Annyeong noona.” Aku memandang ke arah Sangmi.

“Berhentilah memandanginya Oppa.” Aku menengok ke arah Rae Na yang sudah berdiri di sampingku.

“Mwo?”

“Sangmi Eonnie.. dia yeoja yang kamu suka?” apa aku salah dengar ya, sepertinya ada nada kesal dalam suaranya.

“Ne. Salah satu yeoja yang aku suka.” Jawabku enteng. Aku melihat mukanya agak memerah. Aish, dia cantik sekali. Heechul babo, apa yang kau pikirkan.

“Oh, lalu Min Ji?” tanyanya.

“Min Ji? Hanya senang – senang saja.”

“Kau ini namja payah. Menyebalkan. Kau tahu tidak eonnie sangat menyukaimu. Dulu dia sering sekali cerita tentang namja yang disukainya. Aku tidak menyangka orang itu kau. Syukurlah kalau eonnie mendapatkan  suami yang baik. Bukan kamu. ah, seandainya yang yang disukai oleh sangmi eonni itu leeteuk oppa, aku pasti akan mendukung mereka.” Aku bengong mendengar ucapan gadis ini.

“Babo…”

“Mwo? Apa yang kau katakan?”

“Neo.. jeongmal neomu baboya… yang disukai Sangmi noona itu bukan aku. Dia memang suka Jung Soo. Mereka berpacaran dulu.”

“Jadi, cintamu bertepuk sebelah tangan?” gadis ini menatapku iba.

“Aish.. sejak pertama mengenalnya, aku hanya menganggap dia sebagai kakak saja. aku tidak akan mau berpacaran dengan wanita yang lebih tua dariku. Meski hanya beberapa hari.” Kali ini kulihat dia menghembuskan nafas. Seperti lega. Apakah aku bisa sedikit berfikir dia menyukaiku?

“Jadi yeoja yang dimaksud Leeteuk Oppa itu Sangmi Eonnie. Berarti mereka saling mencintai dong. Kita harus bilang kepada leeteuk oppa.”

“Sangmi Noona bilang, kita tidak boleh memberitahukan kepada Jung Soo. Minggu depan dia akan menikah.”

“Mwo?” aku menceritakan semuanya kepada Rae Na.

“Kasihan mereka. Oppa, kita harus membantu mereka.”

“Bagaimana caranya?”

“Entahlah. Yang aku tahu, belum terlambat mereka untuk kembali.”

“Tapi Sangmi noona…”

“Masih ada seminggu Oppa.” Potong gadis ini. “Segala sesuatu dapat berubah meski hanya 1 detik saja. tapi kita harus merahasiakan semua ini, terlebih Leeteuk Oppa. Dia tidak boleh tahu dulu.”

“Ne.” Aku ikuti saja apa maunya gadis ini. Karena pikiranku sendiri sudah buntu. Tapi semangat Rae Na membuatku merasa optimis, mereka akan bersama. Jung Soo adalah sahabat terbaikku. Dan Sangmi Noona sudah seperti kakakku sendiri. Apapun pasti akan aku lakukan untuk mereka.

Tanpa aku sadari, ternyata tanganku dan tangan Rae Na saling bertautan. Kami berjalan menuju mobilku.

“Oppa, besok, temani aku bertemu dengan tunangan Sangmi Eonnie.” Katanya tiba – tiba.

“Mwo? Kau kenal?”

“Ne. Dia khan salah satu guru favoritku.” Aku kesal sekali dia bilang berkata begitu. Hey, Heechul jangan bilang kau cemburu. Itu hal yang bodoh.

“Rae Na. mianhae….” ucapku. Saat aku teringat telah melakukan kesalahan kepada Rae Na.

“Mianhae? Untuk apa?” tanyanya bingung. Aku hanya menggeleng. Kemudian mendorong masuk ke dalam mobil. Lalu menjalankan mobil dalam diam.

~ End of Heechul POV ~

 

~ Rae Na POV ~

Hari ini aku tidak berangkat kerja lagi. Ini sudah 3 hari aku tidak masuk. Semoga Leeteuk tidak marah. Aku belum berhasil menemui Junsu Songsaenim. Guru olahragaku yang menjadi favoritku dulu.

Semoga hari ini berhasil. Aku menunggu Heechul Oppa di dalam mobilnya. Dia sedang membeli minuman, di seberang jalan. Tiba – tiba aku melihat mobil Junsu Songsaenim.

Oppa mana sich? Gerutuku dalam hati. Pintu mobil terbuka, masuklah Heechul oppa sambil menyerahkan minuman kepadaku.

“Oppa, kita ikuti mobil itu.” Tunjukku ke arah mobil lamborghini warna hitam.

“Mwo? Untuk apa?”

“Itu mobil Junsu Songsaenim. Ppaliwa.” Desakku. Dia mengikuti perkataanku. Setelah beberapa saat, aku melihat mobil guruku itu berhenti di depan butik khusus untuk gaun pernikahan. tempat yang dulu pernah aku datangi.

“Aku turun Oppa.”

“Tapi…”

“Oppa di sini saja.”

Aku melangkah masuk. Kulihat Sangmi Eonnie masuk ke kamar ganti sambil membawa gaun pengantin yang dibawanya.

Bagus, pasti akan lama.

“Annyeong haseyo songsaenim.” Sapaku sambil membungkukkan badanku.

“Annyeong… Shin Rae Na?” tanyanya.

“Ne, Songsaenim.”

“Ada apa?”

“Ada yang ingin kubicarakan. Tapi mungkin tidak sekarang. Ini tentang Sangmi Eonnie. Songsaenim, tolong. Ini sangat penting.”

“Baiklah. Bagaimana jika besok malam, kau temui aku. Di restoran yang ada di dekat sekolah itu?”

“Ara. Tapi Songsaenim, tolong, jangan beritahu Sangmi Eonnie, kalau kita bertemu.”

“Araseo.”

“Gamsahamnida Songsaenim, aku pergi dulu. Annyeong-hi gaseyo”

“Annyeong-hi gaseyo”

Aku berlari menuju mobil Heechul Oppa.

“Ottokhe?”

“Besok malam, kita harus menemuinya.”

“Ah, tapi besok malam aku harus siaran. Apalagi guest starnya ingin aku yang melakukan wawancaranya. Aku sudah 2 hari bolos kerja.”

“Ah, mian oppa. Ya udah, biar aku aja yang menemuinya.”

“Gwenchana?”

“Gwenchana. Oppa, aku lapar.” Kataku kemudian.

“Ayo kita makan.” Ajaknya langsung.

“Aku ingin makan bulgogi..”

“Ne. Kkaja, kita makan malam.” Katanya.

Aku melirik namja di sampingku. Aku menyadari hari – hari terakhir ini, sikapnya berubah manis. Tapi tetap saja sifatnya yang mudah berubah itu membuatku sebal. Pertengkaran – pertengkaran diantara kami terasa menyenangkan. Aku juga sudah tidak lagi memikirkan Yunho.

“Kenapa melirikku? Terpesona?” tanyanya.

“Percaya diri sekali kau Oppa.” Gumamku. Dia terkekeh.

“Oppa, boleh aku bertanya?”

“Mwo?”

“Oppa, apa kau sudah punya pacar?”

“Sudah.” Katanya mantap. Degh. Ada sesuatu dalam hati ini mendengar jawabannya itu.

“Aku tidak pernah melihatnya Oppa, jika dia marah bagaimana? Dan seharusnya yang akan kau perkenalkan kepada keluargamu dia khan, kenapa minta tolong padaku?” tanyaku bertubi – tubi.

“Lho, kau ini pikun ya Rae Na?”

“Ne?”

“Pacarku khan kau.” Ucapnya membuatku terdiam. Apa aku salah dengar. Kulirik dia lagi. Dia Nampak tersenyum. Ya, dia menggodaku rupanya.

“Oppa, aku serius, kenapa kau malah bercanda saja.”

“Lho, aku khan serius Rae Na-ya. Kamu yeojachinguku.”

“Tapi khan Cuma pura – pura.” Desisku.

“Pura – pura atau tidak. Yang diketahui orang – orang terdekatku, kamu pacarku. Berarti kamu pacarku donk. Udah nggak usah dipusingin lah. Anggap aja kita beneran pacaran.” Ucapnya. Mukaku memerah. Malu. Aish… kenapa aku jadi malu seperti ini. “Jarang khan kamu bisa pacaran dengan orang setampan aku?” omo… narsis banget sich namja ini.

“Kau narsis sekali Oppa.” Kataku. Dia kembali terkekeh.

Tak lama kemudian, kami sampai di kedai bulgogi langganan kami. Pelayannya pun sudah tahu karena hampir setiap hari kami berdua ke sini. Makanan sudah tersaji.

“Selamat makan.” Ucapku. Langsung saja aku makan bulgogiku. Melahap daging sapi itu. Ah, mashitaa.. aku tidak sadar Heechul Oppa tengah menatapku. Saat aku mengangkat mukaku, mata kami bertatapan. Dan aku melihatnya tersenyum.

“Wae Oppa?” tanyaku dengan mulut penuh makanan.

“Kau makan seperti orang kelaparan Rae Na-ya.”

“Hehehehehe…” aku tertawa kecil.

“Habis ini kita mau kemana Rae Na-ya?” Tanya Heechul.

“Aku ingin jalan – jalan saja Oppa. Kita ke taman saja . bagaimana?”

“Arraseo nae sarangi..”

“Ya! Oppa, jangan gombal begitu.” teriakku. Jujur saja aku senang sekali dengan ucapannya itu. Dan itu membuatku salah tingkah.

~ end Rae Na POV ~

 

~ Someone POV ~

Rae Na dan Heechul duduk di taman. Mereka mengamati tingkah laku orang – orang yang ada di taman.

“Ah, Oppa sebentar lagi sudah musim semi.” Desis Rae Na.

“Ne.”

“Aku jadi teringat, awal pertemuanku dengan Yunho Oppa. Kami bertemu di akhir musim semi 2 tahun yang lalu. Ah, Oppa, dimana kamu? Kenapa tidak ada kabar beritanya?” gumam Rae Na.

Dia tidak tahu, rahang Heechul mengeras.

“Rae Na-ya. Ayo kita ke laut…”

“Oppa, sekarang masih musim dingin..”

“Tentu saja tidak sekarang. Nanti saat liburan musim panas. Kita ke laut. Ottokhe?”

“Nde. Aku mau sekali.”

“Chullie-ah..” panggil seseorang. Mereka berdua menoleh. Seorang gadis memakai pakaian hangat. Tubuhnya tinggi langsing. Rambutnya ikal pendek. Dia cantik sekali. Rae Na membulatkan matanya. Kwan Sohee? Dia khan model terkenal itu?

“Sohee-ya?” Heechul bangkit lalu mendekati yeoja bernama Sohee itu.

“Ne. ini aku Chullie-ah. Apa kau tidak kangen sama aku? Hm.. siapa yeoja itu?” Tanya Sohee sambil menatap Rae Na.

“Ah, Rae Na-ya, kenalkan dia Kwan Sohee. Sohee-ya, dia Shin Rae Na. dia nae Yeojachingu.”

“Yeo.. yeojachingu? Jinja?”

“Ne.”

“Baik, aku mengerti. Permisi.” Ucap gadis itu. Rae Na bisa melihat kemarahan dan kesedihan di wajah gadis cantik tersebut.

“Oppa, dia model itu?”

“Ne.”

“Apa dia pacarmu?”

“Bukan.” Rae Na mendengar nada dingin dalam menjawab pertanyaan Rae Na.

“Oppa.”

“Mwo?”

“Jebal.. dia….” Rae Na menatap Heechul, membuat namja itu menghela nafas.

“Dia mantan pacarku. Dia meninggalkanku begitu saja demi mimpinya. Aku sudah menunggu kedatangannya. Tapi dia tidak pernah memberi kabar.” Katanya singkat. Dan agak kesal.

“Kau masih mencintainya?”

“Aniyo.”

“Jinja?”

“Geureom. aku hanya masih kecewa saja. Tapi aku sudah tidak marah. Aku belum siap saja bertemu dengannya. Mungkin karena sudah terlalu lama aku tidak melihat dia.”

“Mian Oppa.”

“Sudahlah. Ayo kita pulang saja.”

“Ne.” entah kenapa Rae Na ingin bersikap mesra kepada namja disampingnya. Dia langsung merangkul lengan Heechul.

“Apa yang kau lakukan?”

“Kita khan pacaran oppa.” Kata Rae Na. heechul hanya tersenyum. Dia menggenggam tangan Rae Na yang melingkari lengannya. Hingga tidak menyadari ada orang yang memperhatikan mereka. Dia adalah Kwan Sohee.

“Rae Na kau masuklah dulu.” Kata Heechul,

“Ara.”

Rae na menuju kamar apartemen mereka. “Aku pulang.” Salamnya. Seperti biasa Ryeowook yang menyambutnya.

“Eoseo oseyo Noona.”

“Yang lain kemana Wookie?”

“Ada di dalam. Sedang menonton tv.”

“Oh.”

“Hyung mana Noona?”

“Aku tadi masuk duluan.” Kata Rae Na. dia lalu masuk dan menemukan 3 orang sedang asyik menonton TV. Dan seseorang lagi yang memunggunginya. Sepertinya dia tidak sedang menonton TV.

“Rae Na-ya, kau sudah pulang, ada yang mencarimu.” Kata Yesung.

“Nugu?” orang itu menoleh. Leeteuk.

“Oppa?”

“Ne,”

“Ah, mian Oppa, aku tidak masuk kerja.”

“Tidak apa – apa.” Leeteuk memandangi Rae Na. “Rae Na, kenapa kau tidak cerita kau pacaran dengan Heechul?”

“Mwo?”

“Kenapa aku baru tahu? Padahal kau bilang kau menganggap aku sebagai kakak?”

“Ah, mianhae Oppa. Tapi…..”

“Jujur saja aku senang sekali. Kau memang cocok dengan Heechul.” Kata Leeteuk.

Rae Na hanya meringis. “Chingu, chukkae…. “ leeteuk beranjak ke belakang Rae Na dan memeluk Heechul yang baru masuk.

“Ne?”

“Kau jalan dengan Rae Na, tapi tidak memberitahuku. Seharusnya kau bilang, jadi aku tidak akan merepotkanmu.”

“Jung soo-ah, kau ini…” Heechul tidak menampik perkataan Leeteuk.

“Ayo kita minum – minum.” Ajak Kangin. Semuanya setuju. Dan akhirnya mereka minum soju. Hanya Rae Na yang tidak. Dia memilih untuk menonton TV, sambil melihat para namja yang mulai mabuk. Bahkan beberapa di antaranya sudah jatuh tertidur.

“Rae Na.” gumam Heechul.

“Mwo?” Tanya Rae Na.

“Kau cantik sekali. Neomu neomu Yeoppo.” Kata Heechul. Dia sudah mulai mabuk.

“Aish, kau mabuk Oppa.” Kata Rae Na. heechul bangkit dengan terhuyung – huyung. Dia melangkah menuju Rae Na. dengan sigap Rae Na membawa Heechul ke kamar. Dengan memapahnya. Dia membaringkan Heechul ke ranjang. Tidak disangkanya, Heechul menarik tangan Rae Na hingga dia jatuh kepelukan Heechul.

Rae Na segera meronta untuk melepaskan diri dari pelukan Heechul. Namun, pelukannya terlalu kuat. Rae Na akhirnya pasrah. Merasakan detak jantungnya yang semakin berdebar tak menentu. Mata mereka saling bertemu. Rae na terpesona pada mata coklat bening itu. Dan seperti tersihir, wajah mereka saling mendekat. Rae Na memejamkan matanya saat merasakan hembusan nafas Heechul dan bibir tipisnya tersentuh bibir Heechul. Untuk sesaat Rae Na tidak menanggapi ciuman Heechul.

Tapi kemudian dia membalas ciuman itu. Heechul merebahkan diri Rae Na diranjang hingga mereka tidur berhadapan.  Heechul memperdalam ciumannya.

“Rae Na-ya,, johahae…” bisik Heechul. Kemudian dia jatuh tertidur. Meninggalkan Rae Na yang terpaku dengan jantung yang semakin berdebar keras.

“Nado Oppa.” Bisik Rae Na. lalu mengatur selimut untuk menutupi tubuh Heechul.

@@@@@

Sesuai dengan perjanjiannya dengan Junsu, Rae Na segera menemui gurunya itu.

“Annyeong Songsaenim.” Sapa Rae Na.

“Annyeong. Silahkan duduk. Kau ingin pesan apa?”

“Ah. Aku terserah saja Songsaenim.” Junsu segera memesan kepada pelayan disampingnya.

“Rae Na, kau khan sekarang sudah kuliah. Panggil aku Oppa saja. Aku jadi merasa tua jika kau memanggilku Songsaenim.”

“Ah, nde. O-oppa.”

“Lalu, ada apa Rae Na-ah kau mengajakku bertemu?” tanyanya. Rae Na menarik nafas panjang. Merasa gugup sekali.

“Oppa, mianhaeyo.. aku tahu ini tidak pantas. Tapi aku merasa ini yang terbaik.” Kata Rae Na.

“Ada apa Rae Na-ah?”

Rae na kembali menarik nafas panjang. Lalu dia menceritakan semuanya.

“Mian Oppa, aku…”

“Tidak apa – apa. Kau tenang saja. Aku tahu hal itu Rae Na. tapi aku juga tidak bisa apa – apa. Sangmi sangat keras kepala. Jika dia bilang ini. Meski kita mengutarakan banyak alas an dia tidak akan peduli. Apalagi aku sudah berjanji tidak akan meninggalkan dia apapun yang terjadi. Satu – satunya cara adalah dia yang memintaku untuk meninggalkannya.”

“Oppa…”

“Jika dia ingin pernikahan ini batal, aku akan membatalkannya. Karena aku memang mencintai Sangmi. Aku ingin dia bahagia.”

“Gomawo Oppa. Tapi….”

“Kau buatlah agar Sangmi berubah pikiran.”

“Oppa..”

“Aku pasti akan mendukung kalian. Terima kasih, karena aku sendiri bingung apa yang harus aku lakukan kepada Sangmi yang keras kepala itu.”

“Oppa, mian, mianhaeyo… kau sangat baik.”

“Sudahlah Rae Na-ya. Sekarang ini pikirkanlah cara untuk merubah Sangmi. 2 hari lagi kami akan menikah.”

“Ne Oppa.” Setelah itu mereka makan malam. Rae Na tidak menyangka Junsu adalah namja yang menyenangkan.

“Gomawo Oppa, sudah mengantarku.” Kata Rae Na. Junsu hanya mengangguk. Lalu dia menjalankan mobilnya lagi.

“Rae NA-ssi.” Panggil seseorang. Rae Na menoleh. Seorang wanita memakai kaca mata hitam berada di belakangnya.

“Ne?”

“Bisakah kita berbicara?”

“Ne.”

Rae Na mengikuti langkah wanita itu yang tidak lain adalah Sohee. Mereka menuju mobil Van warna hitam.

“Ada apa Sohee-ssi?”

“Aku minta kau putuskan hubunganmu dengan Chullie.”

“Mwo? Apa aku tidak salah dengar?”

“Tidak. Pokoknya kau harus memutuskan dia.”

“Jika aku tidak mau.” Sohee menjentikkan jemarinya yang lentik. Beberapa lelaki berbadan besar muncul.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Rae Na.

“Jika kau tidak mau memutuskan Heechul, aku akan membuatmu menyesal.”

Rae Na menjadi panic. Sekitar sangat sepi. Dan dia tadi berjalan agak jauh dari apartemen Heechul. Ottokhe? Rae Na melirik kea rah kiri dan kanan. Sepertinya lelaki yang berada di sebelah kanan agak lengah. Dia langsung berlari.

“Hyaaa… kejar dia. Jangan sampai lepas.” Jerit Sohee. Rae Na berlari tak tentu arah. Para lelaki it uterus mengejarnya. Saat dia berbelok dia menabrak seseorang.

“Ah, mianhae, mianhae..” ucapnya.

“Waeyo Aghessi?” Tanya orang ini.

“Tolong aku, ada orang yang mau menculikku.”

“Mwo? Kalau begitu masuklah ke dalam mobilku.” Tanpa pikir panjang Rae Na segera masuk ke dalam mobil namja gendut itu.

~ End Someone POV ~

TBC

 

Iklan

6 thoughts on “Way for Love Part 3”

  1. sohee kok jahat gt si.
    Tega banget bikin reina yg gak bersalah jd kaya gt.
    Tp ngmong2, sapa ya orang yang nolongin reina ntu? Moga2 bukan orang jahat. Amin… ^^,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s