Way For Love part 5

oleh Ticko Freysha pada 13 Maret 2011 jam 12:16

PART 5

@@@@@

Rae Na memandang rumah megah ini. Dia baru saja sampai di rumah keluarga Kim.

“Selamat datang Tuan muda.” Sapa seorang Ajhuma.

“Ajhuma, Boghosippo…” Wookie langsung memeluk erat ajhuma tersebut. Rae Na terkekeh geli.

“Ah, aghessi pasti yeojachingu Tuan muda Heechul?”

Rae Na hanya mengangguk jengah.

“Noona, ayo aku antar kau ke kamarmu.” Wookie menarik tangan Rae Na membawanya menaiki tangga menuju lantai dua. Rumah ini sangat besar seperti istana. Rae Na tidak menyangka Kim Heechul adalah anak orang kaya.

“Ini kamar Noona, di depan itu kamarnya Heechul Hyung. Di sebelah ini kamarku. Yang disana kamar Yesung hyung. Di depan kamar Yesung Hyung adalah kamar Kangin Hyung. Di depan kamarku adalah kamarnya Hankyung Hyung. Di sebelah kamarku adalah kamarnya Kibummie. Di depan kamar Kibummie adalah kamar Henry, biasanya kami manggil dia Mochi. Dan di sebelahnya lagi kamar Zhoumi hyung, di depan kamar Zhoumi Hyung adalah kamar Siwon Hyung.” Kata Wookie panjang lebar. Rae Na mengernyit bingung.

“Itu tadi siapa aja Wookie, apa mereka juga saudara Hee Oppa? Banyak sekali sich saudaranya?” wookie tersenyum.

“Aniyo. Hankyung hyung itu sahabat Heechul Hyung.  Kalau Zhoumi dan Henry itu adik Hankyung hyung. Siwon hyung sepupu kami. Sejak kecil mereka tinggal di sini. Kau tahu kenapa? Karena orang tua mereka super sibuk.”

“Ya ya ya… berhentilah bicara Wookie. Biarkan Rae Na-ya istirahat.” Kata seseorang dibelakang Rae Na.

“Araseo hyung.” Wookie menunduk. “Jaljayo Noona.” Kata Wookie sambil meninggalkan mereka berdua.

Rae Na menatap Heechul yang baru muncul. Namja itu membuka pintu kamar Rae Na dan mendorong Rae Na masuk.

“Kau sudah bertemu Aboeji mu?” Tanya Rae Na.

“Belum. Nanti saja.”

Rae Na menatap Heechul yang malah duduk di ranjangnya.

“Ya! Apa yang kau lakukan. Kembali ke kamarmu.”

“Biarkan aku tidur di sini. Aku capek.”

“Aishhh…” Rae Na kesal sekali melihat Heechul malah tidur di ranjangnya. Tapi tak urung dia tersenyum juga. Heechul Nampak capek sekali. Jadi dia membiarkannya saja.

~ end of Someone POV ~

~ Rae Na POV ~

Malam itu aku bertemu dengan aboeji Heechul Oppa. Orangnya mirip sekali dengan Hee Oppa. Tapi aku merasa dia jauh lebih ramah dari apa yang kubayangkan.

“Ah, kau yeojachingu putraku?”

“Annyeong, choneun Shin Rae Na imnida.”

“Shin? Rae Na?” aku melihat aboeji Hee Oppa mengernyit lalu mengangguk. “Panggil aku Ajhussi Rae Na-ah. Berapa umurmu?”

“Musim semi tahun ini aku 20.”

“Apa pekerjaan Appamu?”

“Appa? Bekerja sebagai dosen di Universitas Kyunghee.”

“Kau punya saudara?”

“Ne. saudara tiri dan saudara angkat.”

“Siapa nama orang tuamu?”

Aku bingung sekali dengan pertanyaan Kim Ajhussi. Kenapa aku seperti diinterogasi?

“Aboeji, kenapa kau bertanya seperti itu. Memangnya ada apa dengan yeojachinguku?” suara Heechul terdengar sinis.

“Aku hanya bertanya Chullie-ah. Memangnya tidak boleh?”

“Oppa…” cegahku, sewaktu dia akan angkat bicara. 4 namja lainnya diam dalam bisu.

“Nama Appaku Shin Jung Oh. Dan nama Eommaku Lee Min Ri.”

“Hmmmm………”

Aku makin aneh. Saat melihat senyum tipis di bibir ajhussi.

“Sekarang, Aboeji tidak akan menjodohkan aku khan?”

“Tentu saja tidak. Tapi, aku ingin kalian segera bertunangan.”

“Mwo?” aku dan Hee Oppa berteriak bersamaan.

~ End Of Rae Na ~

~ Heechul POV ~

Apa – apaan sich Aboeji itu? Seenaknya saja dia. Aku pikir aku bisa lepas dari perjodohan. Oke aku memang lepas dari perjodohan gila itu. Tapi, kenapa harus bertunangan dengan Rae Na? sejujurnya aku memang berharap bisa bertunangan dengannya. Entah sejak kapan aku menjadi suka kepadanya. Tapi apa dia juga menyukaiku? Sedangkan dua bulan lalu dia hampir saja menikah. Dan sepertinya dia masih mencintai Yunho.

Arrrghhhh… ottokhe?

Tok tok tok !!!!

Aku tersentak kaget. Lalu segera membuka pintu. Rae Na.

“Waeyo Rae Na-ya?”

“Aku ingin bicara.”

“Masuklah.”

Aku melihat dia memandang kamarku. Tidak jauh berbeda dengan kamarku yang ada diapartemen. Tapi memang di sini lebih luas.

“Waeyo Rae Na-ya?”

“Masalah pertunangan itu………”

“Mianhaeyo Rae Na-ya. Aku tidak tahu reaksi aboeji akan begitu. Aku pikir dia akan memarahiku tapi kemudian membiarkanku. Aku tidak bermaksud membawamu ke dalam masalah rumit ini.” Potongku.

“Aniyo Oppa, tapi aku berpikir kenapa tidak kita setujui saja?”

Aku ternganga mendengar perkataannya. Apa dia bilang? Dia setuju? Benarkah? Entah kenapa hatiku jadi senang.

“Ne Oppa. Jika kita setuju, Kim Ajhussi tidak akan memaksamu untuk menerima perjodohan yang kau tidak mau khan? Lagipula menurutku bertunangan denganmu nyaman. Siapa tahu dengan bertunangan denganmu orang tuaku bisa memaafkan aku.” Aku tersenyum mendengar perkataannya. “Selain itu, aku bisa mencari Yunho Oppa dengan tenang. tanpa di recoki oleh Appa dan Eomma.” Hatiku mencelos mendengar kelanjutannya.

“Ne, kau betul.”

“Oppa,,,,”

“Apalagi?”

“Tidak apa – apa. Aku mau istirahat saja. Jaljayo………”

“Ne, jaljayo………”

Aku menatap kepergiannya. Ah, benar khan dia masih menyukai Yunho. Tapi dia mau bertunangan denganku. Kenapa tidak kunikmati waktuku saja? Siapa tahu aku bisa mengubah perasaannya kepadaku. Kumohon Tuhan, jangan biarkan Yunho pulang sebelum aku bisa mengubah perasaan Rae Na.

~ End Of Heechul POV ~

~ Rae Na POV ~

Babo babo babo…… apa yang kau harapkan Rae Na, dia akan senang mendengar kau menyetujui pertunangan ini? Dia tidak pernah menyukaimu. Dia hanya kasihan kepadamu. Ucapan ‘johahae’nya dulu karena dia mabuk. Pasti karena itu. Tidak mungkin dia benar – benar menyukaiku.

Tapi, dengan pertunangan ini, bukankah bisa saja dia menjadi suka kepadaku. Ah, aku harus membuat dia menyukaiku.

Kumohon Tuhan, mudahkan aku untuk membuatnya menyukaiku. Aku ingin Heechul Oppa menyukaiku sebagai Rae Na, bukan karena kasihan.

~ End Of Rae Na POV ~

~ Someone POV ~

Sudah seminggu Rae Na di rumah Heechul. Sebentar lagi musim semi. Tapi udara masih dingin. Rae Na terkaget – kaget melihat ramainya suasana di rumah besar keluarga Kim. Dia memang baru bangun. Banyak pelayan yang membersihkan dan menghias ruangan luas itu.

Ada apa ini? Bisik Rae Na. dia hanya bengong melihat kesibukan di dalam rumah. Dia tidak melihat Heechul dan keempat namdongsaengnya. Kemana mereka.

Seseorang menghampiri Rae Na yang masih terbengong.

“Annyeong haseyo.. naneun Hankyung imnida.” Sapa orang itu.

“Annyenong. Na, Shin Rae Na imnida.”

“Rae Na-ya. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga.”

“Mwo?”

“Aku sahabat Chullie-ah.”

“Ne, aku tahu dari Wookie. Tapi Hee Oppa tidak pernah bercerita.”

“Jinja? Ah jahat sekali dia.”

“Siapa yang jahat Han?” hankyung menoleh. Heechul berdiri dibelakangnya sambil bersedekap.

“Chullie-ah.” Orang itu langsung memeluk Heechul.

“Ada apa kau kesini? Bukannya kau ada kerjaan di China? Dan aku juga melihat kedua dongsaengmu di sini.”

“Tentu saja aku di sini Chullie-ah. Untuk menghadiri pertunangan kalian.”

“Mwo?” Rae Na terkaget. Pertunangan?

“Kenapa kau kaget Rae Na-ya? Bukankah mala mini kau akan bertunangan. Untuk itu aku ada di sini.”

Rae Na menggigit bibirnya gelisah. Dia memang setuju bertunangan. Tapi dia tidak mengira akan secepat ini.

“Rae-ya.” Panggilan ini……

Rae Na menoleh. Dan mendapati tubuhnya dipeluk oleh dua orang hingga membuat dia kesulitan bernafas.

“Oppa, lepas……… hoek.” Kedua orang itu melepas pelukannya.

“Kalian… kenapa ada di sini?”

“Tidak hanya aku. Kau lihat mereka.” Rae Na melihat kedua orang tuanya. In Hae, Kyuhyun dan Eun Sie. Leeteuk dan Sangmi. Enhyuk juga ada. Dan seorang namja yang amat manis.

“Kenapa kalian di sini?” ulang Rae Na. tapi semuanya hanya senyum – senyum.

“Rae Na-ah, kenapa kau tidak cerita? Jika kau cerita khan Appa tidak perlu marah – marah. Kenapa kau terus saja menolak?” Tanya Appa Rae Na. diwajahnya ada senyuman manis.

“Sebenarnya ada apa ini?” Tanya Rae Na.

Dia melihat Heechul juga Nampak bingung.

“Ini khan pesta pertunanganmu. Appa dan Kim Ajhussi sangat senang.” Kata Appa Rae Na. Aboeji Heechul memeluk erat Appa Rae Na. “Sebenarnya yang membuat kami senang adalah akhirnya kalian mau bertunangan. Padahal kalian ini mati – matian menolak untuk dijodohkan. Tapi memang, jodoh itu tak lari kemana ya.” Tawa dua orang itu terdengar. Diiringi senyuman semua yang ada. Tapi tidak Rae Na dan Heechul.

“Maksudnya?” Tanya Heechul, bego.

“Ya, kalian ini sudah kami jodohkan sejak kecil.”

“Mwo?”

~ end Of Someone POV ~

~ Rae Na POV ~

Gila. Ini gila. Jadi Heechul adalah orang yang dijodohkan denganku? Kenapa? Kenapa aku baru tahu? Aish……… ottokhe?

Aku mondar – mandir di kamarku. Sudah setengah jam yang lalu aku selesai berdandan. Gaun putih ini terlihat indah.

“Kau cantik sekali Rae Na-ah.” Kata Sangmi Eonnie.

“Gomawo Eonnie.”

“Aku tahu kamu tidak sabar. Tapi apa tidak sebaiknya kau duduk dulu. Kau ini, bisa rusak nanti dandananmu.” Aku menurut saja. Kedua sahabatku cekikikan melihat tingkahku ini.

Oppa, apa yang kau rasakan sekarang? Apa sama seperti yang aku rasakan sekarang? Sejujurnya aku bahagia. Karena ternyata orang yang dijodohkan denganku adalah kamu. Tapi, aku juga gelisah. Aku takut, kau menilai lain terhadapku.

~ end of Rae Na POV ~

~ Heechul POV ~

Ottokhe? Ottokhe? Kenapa bisa begini? Aku senang sekali. Rae Na adalah gadis yang dijodohkan denganku. Jika seandainya dulu aku tidak kabur dan menurut apakah akan lebih baik dari sekarang?

Aku senang sekaligus gelisah. Karena Rae Na tidak menyukaiku. Aish………

“Hyung berhentilah mondar – mandir. Ayo kita keluar saja.” Ajak Kibum. Dan aku menurut saja. Tanganku berkeringat dingin. Aku gugup sekali. Malam ini rumahku Nampak ramai. Wajah semua yang datang Nampak gembira.

“Kau gugup Chullie-ah?” bisik Hankyung.

“Aniyo.” Desisku.

“Aku tahu kau gugup Chullie-ah. Aku tidak menyangka Rae Na-ya adalah gadis yang dijodohkan denganmu. Aku sangat setuju.” Kata Leeteuk.

“Kau diamlah Jung Soo.” Bentakku.

“Aih, lihatlah Rae Na-ya. Dia cantik sekali.” Gumam Hankyung. Spontan aku menengok kea rah tangga. Ya, dia memang sangat cantik. Jantungku berdebar kencang. Rasanya dunia berhenti berputar. Dia tersenyum. Sungguh menawan.

Aku tidak mendengar apa kata aboejiku. Yang aku tahu, aku sudah memasukkan cincin di jari manisnya dan dia memasukkan cincin di jari manisku. Dan kemudian music mengalun menyadarkanku dari keterpanaanku. Semua orang mengucapkan Chukkae. Dan dia tersenyum malu – malu, membuatku semakin gelisah.

“Oppa,” bisiknya.

“Ne.?”

“Kau tampan sekali.” Pujinya polos. Dan itu membuatku melambung ke langit ketujuh. Ah, seandainya saja dia memiliki perasaan yang sama denganku…… Tak lama kemudian dia ditarik In Hae.

“Berhentilah memandanginya seperti itu. Kau sangat terpesona dengannya rupanya.”

“Noona.” Desisku. Agak malu. Sangmi tertawa lirih.

“Gadis itu memang menyenangkan. Betul khan? Dia begitu mudah untuk disukai, disayangi bahkan dicintai.” Aku diam saja, karena apa yang dikatakan Sangmi Noona benar. “Jika kau memang menyukainya, kau tidak boleh menyerah.”

“Tapi dia masih menyukai Yunho.”

“Yunho memang namja yang baik dan juga menyenangkan. Tapi dia tidak cocok dengan Rae Na. karena dia ambisius dalam mengejar mimpinya. Jika selama ini Rae Na menerima keadaanya yang dinomor duakan, itu karena dia masih polos. Dia menganggap dia memang mencintai namja itu. Dia belum merasakan hal lain. Yang dibutuhkan Rae Na adalah perhatian. Itu yang sesungguhnya diinginkan dan dibutuhkannya. Dan kurasa, kau cukup memberikan itu kepadanya. Meski aku yakin sekali, kau tidak mau mengakuinya.”

“Noona…….”

“Sudahlah. Aku harus kembali ke Teukie. Kau lihatlah dia, sudah cemberut saja. dan ingat omonganku tadi.”

Aku tidak tahu Noona, apa aku pantas. Aku sudah jahat kepadanya. Bisikku dalam hati. Aku kembali menatap ke arah Rae Na. dia sedang bicara dengan Donghae dan namja bernama Sungmin. Yang aku tahu dia adalah hyungnya Donghae. Dia nampak malu – malu.

Rae Na tersenyum manis. Ingin rasanya menarik dia dan membawanya ke kamarku. Hanya berdua. Dan hanya aku yang menikmati senyumnya itu. Aish, kenapa aku jadi egois seperti ini? Sedangkan bersama Sohee, aku tidak pernah merasakan yang seperti ini.

~ end of Heechul POV ~

~ Rae Na POV ~

Aduh, jantungku….. Tuhan, jangan biarkan aku mati muda karena jantungku yang rasanya berontak ingin keluar. Hee Oppa, nampak sangat mempesona dengan jasnya itu. Aku baru kali ini melihat dia memakai baju formal.  Aku sangat gugup saat dia menyematkan cincin pertunangan di jari manisku. Aku merasakan tanganku dingin. Tapi kemudian menjadi panas saat menyentuh jemarinya yang lentik.

Setelah menerima ucapan selamat, aku bercakap sebentar dengannya. Tapi sepertinya dia malas berbicara denganku. Apa mungkin dia menyesal? Aku khan yang memaksa dia. untuk menghilangkan rasa gugupku ini, aku menurut saja di ajak In Hae.

Tak lama kemudian Hae Oppa datang bersama Minnie Oppa. Kakak kandung Hae Oppa. Orangnya imut sekali. aku jadi cepat akrab dengannya. Secara kebetulan mereka tinggal di rumah orang tuaku. Setelah Hae Oppa pindah dari rumah Hyuk Oppa.

“Kau nampak bahagia sekali Rae-ya.” Kata Hae Oppa.

“Jelas dong Fishy, bagaimana aku tidak bahagia. Kau lihat khan, Appa dan Eomma sudah tidak marah padaku.” Kataku.

“Apa bukan karena kau memang bahagia bisa bertunangan dengan orang yang kau suka?” pertanyaan Minnie Oppa membuatku langsung tersentak. Aku menyadari pipiku pasti merona. “Hahahahahahaha…….. kau memang menyukainya khan?” aku semakin malu mendengar perkataan Minnie Oppa. Tidak tahu harus menjawab apa, akhirnya aku hanya tersenyum.

Apa segitu terlihatnya ya, aku menyukai Hee Oppa?

“Rae Na-ah. Kau terlihat jauh lebih bahagia daripada saat kau akan menikah dengan Yunho Oppa.”

Benarkah yang dikatakan In Hae? Tapi aku mencintai Yunho. Sedangkan dengan Hee oppa, aku tidak tahu. Yang aku tahu aku menyukainya dan nyaman bersama dia.

Aku melirik ke arahnya. Dia sedang bersama Sangmi Eonnie. Aih, mukanya memerah. Mereka sedang ngobrolin apa sich? Kenapa aku jadi ingin berdua saja dengannya. Menikmati semua ekspresi wajahnya itu hanya untukku? Kapan acara ini selesai sich?

~ end of Rae Na POV ~

~ Someone POV ~

Rae Na menuju ke taman. Dia agak pusing dengan suasana pesta. Maklum saja dia tidak terlalu suka pesta. Udara masih saja dingin.

“Annyeong Rae Na-ya.”

“Hankyung-ssi.”

“Panggil Oppa saja.”

“Ne, araseo.” Kata Rae Na. hankyung duduk di samping Rae Na.

“Gomawo.”

“Ne? Apa maksudnya?”

“Kau bisa membuat Chullie tersenyum lagi. Semenjak tahu, dia dijodohkan dia jadi anak yang sangat menyebalkan. Aku, Chullie dan Jung Soo hyung sangat dekat sejak kecil. Karena orang tua kami yang juga sangat dekat. Kami bertiga juga sama – sama dijodohkan. Tapi mungkin yang paling kasihan adalah Jung Soo hyung. Karena dia tidak bisa berbuat apa – apa. Park Ajhussi sangat keras dan berkuasa. Tapi sekarang aku juga bisa melihatnya tersenyum lagi.” Rae Na mengangguk. Dia yakin karena Sangmi Eonnie di sisi Leeteuk.

“Jika Chullie memilih berontak, tapi aku berbeda. Aku menerimanya.”

“Mwo? Benarkah?”

“Dia teman kecilku. Dan aku cukup menyukai dia, meski dia sekarang menjadi gadis yang menyebalkan.” Kata Hankyung.

“Kau menyukainya?”

“Ne. Aku sangat menyukainya. Jadi aku tahu, bahwa Chuliie juga sangat menyukaimu. Dia tidak pernah bersikap seperti itu dengan seorang yeoja. Dengan Sohee yang notabene pacar pertamanya pun dia tidak bersikap seperti itu.”

“Maksudmu Oppa?”

Hankyung menceritakan apa yang didengarnya dari adik – adik Heechul kepada Rae Na. membuat Rae Na malu setengah mati.

“Oppa, berhentilah.” Kata Rae Na.

“Kau lucu sekali.”

“Mwo?”

“Sekarang ceritakan padaku. Bagaimana kau bisa mengenal Chullie?”

“Ne? Aku kenal dia karena dia sekamar dengan……..”

“Apa yang ingin kau tahu Han-ah?” heechul memotong ucapan Rae Na.

“Ya Chullie-ah, aku ingin tahu sejarah cintamu bersama Rae Na. kau tidak pernah bercerita.”

“Mainhae. Nanti saja aku ceritanya. Sekarang, yang ingin aku tahu. Bagaimana nasib perjodohanmu dengan Silvie Ing?”

“Vie? Dia masih tetap menyebalkan.”

“Lalu kenapa kau tetap mengejar – ngejar dia?” hankyung menatap ke arah Heechul.

“Ya! Kenapa jadi membahas tentang aku dan Vie? Menyebalkan. Sebaiknya aku pergi saja.”

Rae Na tersenyum melihat namja itu pergi sambil cemberut. Dia terdiam, saat merasakan pundaknya yang telanjang menjadi hangat. Rae na menoleh. Heechul melepas jasnya dan menyampirkannya di pundak Rae Na.

“Gomawo Oppa.”

“Cheonmaneyo……”

Lalu mereka hanya berdiam diri.

“Rae Na-ya, besok kita kembali ke Seoul. Aku tidak bisa lama – lama meninggalkan pekerjaanku.”

“Aku juga lusa sudah masuk kuliah lagi.” Kata Rae Na.

“Emmmm….. Rae Na-ya. Orang tuamu sepertinya senang sekali dengan pertunangan kita.”

“Ne.” jawab Rae Na singkat.

“Apa kau akan tetap tinggal di apartemenku?” Tanya Heechul. Rae Na terdiam. Sepertinya sudah tidak ada alasan bagi Rae Na untuk tinggal di apartemen Heechul. Tapi kenapa dia malas pulang ya?

“Mungkin aku memang harus pulang.” Jawab Rae Na.

Dia tidak melihat wajah kecewa Heechul. Karena dia sedang asyik melihat keramaian pesta di dalam rumah.

“Mian, aku tidak bermaksud……”

“Oppa, kau sudah baik sekali padaku. Kau sudah menampungku tinggal di apartemenmu.”

“Gwenchana…” hanya itu yang diucapkan Heechul.

“Kau pasti lelah. Sebaiknya kau istirahat saja. Biarkan mereka berpesta sampai pagi. Aku sudah sangat mengantuk.”

“Arayo.” Heechul menggandeng tangan Rae Na. Rae na menurut saja.

@@@@@

Mereka sampai diapartemen Heechul. Hanya berdua. Karena keempat namdongsaeng Heechul tidak ikut.

“Ah, kenapa rasanya kangen ya.. meski hanya seminggu meninggalkan tempat ini.” Kata Rae Na. Heechul tersenyum.

“Hari ini kau mau makan apa Oppa? Biar nanti aku masakan. Tapi aku mesti belanja dulu.”

“Tidak usah. Kita makan di luar saja.”

“Hm… baiklah. Kita makan Kimchi saja? bagaimana?”

“Ah, aku ingin samgyetang.”

“Kimchi.”

“Samgyetang.”

“Yah Oppa, kau harus mengalah kepada wanita.”

“Enak saja. kau lebih muda, jadi mengalahlah kepada yang lebih tua.”

“Ah Oppa.. aku ingin Kimchi.”

“Baiklah. Bagaimana kalau kita makan kimchi kemudian kita makan samgyetang?”

“Mwo? Kau pikir perutku ini apa?” Rae Na menatap Heechul sebal.

“Hehehehe Jagiya. Ya sudah ayo kita makan Kimchi saja.” Rae Na terdiam mendengar panggilannya itu. Dia mengatakannya dengan ringan, seperti sudah begitu terbiasa. Tapi jantung Rae Na berdebar kencang.

Mereka menuju kedai kimchi. Yang tidak jauh dari apartemen mereka. Karena itulah mereka berjalan kaki saja.

Sudah musim semi. Jadi sudah mulai menghangat. Heechul meraih jemari Rae Na dan menggenggamnya erat. Rae Na tersenyum senang.

“Eoseo oseyo…” sapa pemilik kedai.

“Annyeong ajhumma.” Sapa Rae Na. mereka memang akrab. karena Rae Na tidak jarang membeli kimchi di tempat ini.

“Rae Na-ssi rupanya. Sudah lama tidak kesini.” Kata Go ajhumma, pemilik kedai.

“Iya, Jhumma. Aku sedang ada urusan. Jhumma, aku pesan 2 porsi ya.”

“Ara. Duduklah dulu.”

“Ne.”

Sambil menunggu pesanan mereka saling bercanda. Rae Na selalu tertawa mendengar lelucon yang diucapkan Heechul. Sampai pesanan datang, mereka makan sambil bercanda.

Tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikan kemesraan mereka.

“Habis ini kita mau kemana Rae Na-ya?”

“Ehmmm,,, kemana ya Oppa? Kita ke taman saja bagaimana? Aku kangen tempat itu.”

“Kajja.” Ajak Heechul. Mereka menuju ke taman sambil bergandengan tangan. Berbicara banyak hal.

~ end of Someone POV ~

~ Rae Na POV ~

Waktu berjalan dengan cepat. Rasanya masih belum puas ngobrol dengan Heechul Oppa. Dia sangat menyenangkan. Aku tidak bisa berhenti tertawa dengan lelucon – lelucon yang dia ucapkan. Malam ini terasa sempurna bagiku. Kehadirannya menghangatkan hatiku. Seperti musim semi yang sudah datang.

“Jagi, hey lihat.” Kata Heechul Oppa mengagetkanku dari lamunan.

“Apa Oppa?” tanyaku.

“Kau lihat boneka babi itu?”

“Ne.”

“Dia seperti kamu saja.”

“Ya Oppa kenapa kau menyamakan aku dengan boneka babi?”

“Iya. Karena pipimu tembem seperti pipi boneka babi itu. Hahahhahahha….” aku tersenyum melihat tawanya yang renyah dan lepas. Entah kenapa akhir – akhir ini aku merasa dia agak gelisah.

“Ayo,” tariknya. Aku tidak mengerti dia akan mengajakku kemana. Tapi akhirnya aku tahu. Dia mengajakku ke sebuah toko perhiasan antik.

Kami melihat – lihat ke etalase toko. Mataku menatap kagum ke arah gelang perak lebar yang penuh ukir – ukiran angel dan bintang. Sangat mempesona. Apalagi tidak hanya satu. Ada 2. Satu kecil dan satu besar.

Pelayan toko itu sepertinya tahu aku tertarik kepada gelang tersebut.

“Itu namanya Gelang  Couple Eternity Love aghessi.” Katanya.

“Couple Eternity Love?”

“Ne. Itu gelang hanya ada sepasang saja. tidak ada yang lain. Gelang ini dibuat sekitar 100 tahun yang lalu. Dibuat oleh seorang pembuat perhiasan untuk kekasih abadinya. Sesaat sebelum mereka meninggal secara bersamaan. Itu sebabnya gelang ini disebut Couple Eternity Love.” Jelasnya.

Aku hanya manggut – manggut.

“Kenapa? Kau tertarik?” tanya Heechul Oppa.

“Ani…” kataku berbohong. Aku tertarik sepertinya.

“Ya, kau ini tak pandai berbohong. Aghessi, tolong ambilkan gelang itu.” Mukaku memerah karena sikap Heechul Oppa. Pelayan toko itu segera mengambilkan apa yang diminta Heechul Oppa. Heechul oppa menerimanya dan memakaikannya di tanganku. Pas sekali. begitu juga dengan yang dipakai Heechul Oppa.

“Wah, pas sekali. kalian benar – benar cocok.” Puji pelayan toko.

“Khamsahamnida.” Ucapku. Heechul oppa segera membayarnya. Lalu kami segera keluar. Tangannya tetap menggenggam tanganku. Rasanya hangat. Sesampainya di taman, kami segera duduk di bangku taman. Kami bicara banyak hal. Hingga tak terasa malam semakin larut.

“Ayo kita pulang. Sudah malam.” Ajaknya. Dengan ogah – ogahan aku bangkit. Langkahnya perlahan. Tapi aku tidak mau mensejajarkan langkahku. Karena aku masih belum rela untuk kembali ke rumah dan tidur. Aku masih ingin bersamanya.

“Rae Na-ya. Ayolah.”

“Iya Oppa.” Kataku malas – malasan. Dia menarik tanganku dan menggenggamnya, membuatku berdebar – debar.

Kami sampai di dekat apartemen ketika seseorang membuat kami menghentikan langkah. Aku menatapnya. Kwon Sohee. Apa yang dia inginkan. Aku merasakan genggaman tangan heechul oppa mengerat.

Kenapa mukanya menegang?

~ end of Rae Na POV ~

TBC

4 thoughts on “Way For Love part 5”

  1. seru..mkin seru! npa mreka g jujur z sma prasaan msing2?! bkin greget! itu sohee mw ngapain sh?! dan lagi.. yunho apa kbar ttu?! hmm.. mga mrka g jadi pengganggu dh! lanjut thor!

  2. Sama-sama suka tp tidak mengungkapknnya ..
    Malah memendam dg pikiran mgs2.. “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​
    Mantaaaap~ baca part selanjutnya aaah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s