Way For Love part 6

oleh Ticko Freysha pada 13 Maret 2011 jam 12:31

PART 6

~ Heechul POV ~

Kenapa Sohee ada di sini? Apa yang diinginkannya?

“Oppa, kau jahat sekali. Tidak mengundangku saat kau bertunangan.” Ucapnya membuatku agak kaget. Tapi kemudian dia tersenyum sinis. “Kau tidak memperdulikan apa yang aku ucapkan oppa. Terakhir kali aku katakan. Tinggalkan dia oppa.”

Aku mengeratkan genggamanku di tangan Rae Na. aku melihat wajah kebingungannya.

“Aku juga sudah bilang Sohee-ya, aku tidak akan pernah meninggalkannya.”

“Oppa, kau benar – benar….” aku bisa melihat kemarahan di mata Sohee. Tapi aku tidak peduli. Sampai mati aku tidak akan pernah meninggalkan Rae Na. Sohee menjentikkan jemari lentiknya. Muncul beberapa pria berbadan besar. Aku mendengar Rae Na terpekik lirih. Raut wajahnya nampak ketakutan.

“Apa yang ingin kau lakukan Sohee-ya?” tanyaku membentaknya. Aku khawatir sekali dengan keadaan Rae Na, yang nampak shock.

“Aku ingin Oppa meninggalkan dia.” ucapnya dingin. Beberapa lelaki menarik tubuh Rae Na menjauh. Aku mencoba mempertahankannya. Apalagi aku lihat Rae Na meronta – ronta.

Sebagian pria itu langsung memegangi tubuhku, membuat tangan Rae Na terlepas dari tanganku. Aku terus berontak hingga salah seorang diantaranya memukul perutku beberapa kali. Mataku berkunang – kunang rasanya.

Ah, sial,,, sakit sekali. Rae Na terpekik. Sohee mendekari Rae Na,

“Oppa, aku sudah bilang khan? Kau harus meninggalkan dia. kau juga Aghessi. Chullie Oppa itu milikku.” Sohee menjambak rambut Rae Na. dia nampak kesakitan. Aku kembali meronta. Mencoba memukul dan menendang orang – orang yang memegangiku.

“Oppa! Jika kau terus melawan, aku akan membuat yeojachingumu ini menderita.” Aku mengalah. Aku tidak ingin Rae Na disakiti.

“Aghessi, bagaimana? Putuskan Chullie Oppa sekarang.”

“Tidak akan. Aku tidak mau memutuskan Hee Oppa.” Jerit Rae Na. Aku tersenyum. Ucapan Rae Na membuatku senang.

“Baiklah. kalian membuatku muak. Lakukan saja!” katanya keras.

Dan aku merasakan pukulan – pukulan bertubi – tubi di tubuhku. Aku lemas, tak mampu melawan. Rae Na menjerit – jerit meminta untuk menghentikannya. Tapi orang – orang ini sepertinya tidak mempedulikannya. Aku mencoba untuk bertahan.

Meski kesadaranku semakin lama semakin menghilang. Aku harus tetap bertahan.

~ end of Heechul POV ~

~Rae Na POV ~

Apa yang harus aku lakukan. Tempat ini sepi sekali. Tidak ada orang satupun yang dapat menolong kami. Mereka mencegatku di tempat yang sangat sepi dan jarang orang yang lewat. Agak jauh dari jalan raya. Karena kami tadi melewati gang untuk segera sampai di apartemen.

Heechul Oppa nampak sangat kepayahan. Dia pasti sakit sekali. tubuhnya di jadikan bulan – bulanan oleh orang – orang kasar ini. Aku menggigit tangan orang yang menawanku, langsung berlari ke arah Sohee. Aku menjambak dan menggigit tangannya. Aku tidak peduli lagi dia seorang model terkenal. Yang aku tahu dia sudah membuat Heechul Oppa terluka. Aku merasakan seseorang menyentakkanku dan memegangi tanganku agar aku tidak berontak.

“Kauuuu…” murka sohee. Dia menampar mukaku, membuat sudut bibirku pecah. Asin aku rasakan. Berdarah. Aku menatapnya dengan amat sangat marah. Sekali lagi aku melihat Heechul Oppa.

Tuhan, jangan sampai terjadi apa – apa pada Hee Oppa. Aku mohon, selamatkan kami.

Dengan kesetanan, aku menendang selangkangan lelaki yang menahanku. Dia nampak kesakitan. Dan aku sekali lagi mendorong Sohee, dia nampak terkejut dengan tingkahku dan tidak mampu mengelak. Dia terjatuh dengan kepala menabrak tembok. Jerit kesakitannya membuat orang – orang yang memukuli Heechul segera menghentikan aksinya. Dan mendekati Sohee, yang nampak kesakitan.

Tanpa membuang waktu aku segera memapah Heechul Oppa yang tubuhnya babak belur dan lemas itu. Kami menuju ke jalan raya. Paling tidak, di jalan raya banyak orang. Dan mereka bisa membantu kami. Aku tidak mau ke apartemen Oppa, karena tidak ada orang di sana, dan kemungkinan selamat kecil.

“Kejar mereka.” Jerit Sohee yang menyadari kami kabur.

“Oppa, ayo oppa, kita harus segera sampai jalan raya. Sebentar lagi kita sampai.” Kataku kepada Heechul. Aku gemetar. Darah mengalir di tubuhnya. aku ingin menangis. Tapi tidak boleh. Aku harus kuat, agar kami bisa selamat.

Kami hampir mencapai jalan raya, saat seorang pengejar kami menggapai tubuh Heechul Oppa, dan menariknya.

“Oppaaaa!” Jeritku. Tapi aku terus mempertahankan Heechul Oppa. Aku melakukan hal yang sama seperti temannya tadi. Menendang selangkangannya. Dia mengaduh kesakitan. Dan aku segera membawa heechul Oppa untuk segera sampai di jalan raya.

Aku melihat pengejar kami semakin dekat. dan di depanku ada sebuah mobil berhenti. Aku segera mengetuknya. Dia menurunkan jendela mobilnya.

“Rae Na-ssi?” desisnya. Aku mendongak. Choi Siwon, sepupu Heechul oppa. “Apa yang terjadi? Hyung? Heechul hyung kah ini?” tanyanya sambil turun dari mobilnya.

Aku mengangguk. Dan melihat ke belakang. Ya ampun, mereka semakin dekat. “Oppa, tolong. Ada yang ingin membunuh kami.” Kataku. Membuatnya terhenyak. “Oppa, mereka semakin mendekat. Kasihan Heechul Oppa.” Desakku. Dia tersadar. Lalu membukakan pintu mobilnya. Aku masuk setelah membantu Heechul Oppa masuk ke dalam mobil. Siwon segera menjalankan mobilnya, beberapa detik sebelum pengejar kami sampai. Dia ngebut.

Aku menoleh, dan mendapati pengejar kami berhenti sambil memaki – maki. Aku menarik nafas lega. Aku melihat heechul Oppa yang kesadarannya mulai menghilang,

“Oppa, oppa, bangun…” kataku sambil menepuk – nepuk pipinya lembut. “Oppa, cepat kita ke rumah sakit.”

Tiba – tiba mobil berhenti mendadak. Aku jadi ketakutan lagi.

“Waeyo?”

“Aku tidak tahu jalanan di sini.”

“Aish… kenapa tidak bilang? Kau lurus saja. rumah sakit dekat dengan perempatan kedua dari sini.” kataku. Dia kembali mengemudikan mobilnya. Tak lama kemudian, kami sampai di rumah sakit.

Siwon langsung membopong tubuh Heechul Oppa yang sudah pingsan. Jika tidak sedang panik, aku pasti akan kagum kepadanya. Dia bisa menggendong Heechul Oppa sendirian.

Aku berlari mengikuti langkahnya yang panjang – panjang itu. Beberapa  perawat dan seorang uisa segera menghampiri kami, dan langsung menangani Heechul Oppa. Aku menarik nafas panjang. Paling tidak Heechul sudah ditangani oleh dokter.

“Rae Na-ssi, sebenarnya apa yang terjadi?” aku menoleh ke arah Siwon.

Aku menarik nafas panjang lagi, lalu menceritakan semuanya. Aku melihat rahang Siwon mengeras.

“Oppa,,,”

“Kau tenang saja Rae Na-ssi.” Desisnya. Aku mengangguk. “Ah, kau juga harus diobati. Lihat bibirmu terluka.” Aku memegang sudut bibirku. Dan meringis menahan perih. Baru sekarang terasa.

“Aku tadi tidak merasakan sakit.” Ucapku.

“Kau pasti sangat mengkhawatirkan heechul hyung.” Ucapnya sambil tersenyum. Lalu dia memanggil seorang perawat, yang langsung menarikku. Perawat itu merawat lukaku. Tak lama kemudian aku sudah kembali ke tempat Siwon duduk. Nampak sudah ada 4 namdongsaeng Heechul oppa. Dan juga Hankyung Oppa.

“Noona, kau tidak apa – apa?” tanya Wookie.

“Aniya. Aku tidak apa – apa. Oppa, bagaimana keadaan Heechul Oppa?” tanyaku

“Kata dokter, masih belum siuman. Tapi sudah stabil keadaannya.” Jawab Siwon.

Aku menghela nafas lega.

“Noona, aku tidak menyangka Sohee Noona seperti itu. Padahal dulu dia yeoja yang baik.” Desah Ryeowook. Aku tersenyum pahit. Aku tahu kenapa dia begitu. Pasti karena dia sangat menyukai Heechul Oppa. Aku merasa sedikit bersalah. Tapi aku sudah berniat tidak akan melepas Heechul Oppa.

“Noona, kau pasti lelah. Sebaiknya kau pulang saja.”

“Ani… aku ingin di sini saja.” Kataku.

“Tapi….”

“Wookie, akan lebih baik jika hyung sadar dan menemukan Rae Na disisinya.” Kata Yesung Oppa. “Rae Na-ya. Kau masuklah. Tungguilah hyung di dalam.” Aku mengangguk.

Aku masuk dan meringis, melihat tubuhnya tergolek lemah. Tangan kanannya tertancap selang infuse. Matanya terpejam rapat. Wajah putihnya pucat tak berwarna. Aku segera duduk di kursi disampinya. Kugenggam tangannya.

“Oppa, ireona… jebal…” kataku lirih. Tak kuasa aku menahan air mataku ini. Aku terus menggenggam tangannya, sampai aku tertidur.

~ end of Rae Na POV ~

~ Some one POV ~

Sudah beberapa hari ini Rae Na bolak – balik dari kampus ke rumah sakit. Heechul siuman setelah 2 hari pingsan. Dan Rae Na selalu menemani Heechul. Meski ada keempat namdongsaeng Heechul, Siwon dan Hankyung, tetap saja Rae Na tidak mau beranjak. Aboeji Heechul pernah sekali datang ke rumah sakit. Tapi karena pekerjaannya yang banyak, akhirnya dia harus secepatnya kembali ke Kangwondo. Appa dan Eomma Rae Na juga sering datang menjenguk. Begitu juga kedua kakak dan sahabat – sahabat Rae Na.

Hal itu yang membuat Heechul jadi cepat sembuh. Siang ini Rae Na menjenguk Heechul. Saat dia membuka pintu dilihatnya wajah Heechul yang bête. Tidak ada orang lain.

“Oppa, kemana yang lain?” Tanya Rae Na.

“Molla.” Jawab Heechul acuh,

“Aish Oppa,,,,”

“Jagi, aku bête di sini. Kapan aku bisa cepat pulang?” Tanya Heechul.

“Kalau Oppa sudah sembuh.”

“Aku sudah sembuh.”

“Oppa masih lemas. Sudah donk jangan keras kepala.” Kata Rae Na sambil duduk di samping Heechul.

“Kau tidak tahu betapa membosankannya disini.”

“Oppa, kau harus sembuh dulu. Aku janji nanti kalau kau sudah benar – benar sembuh kita akan pergi kemanapun oppa inginkan.” Mata Heechul berbinar mendengar perkataan Rae Na.

“Jinja?”

“Ne,”

“yaksok?”

“yaksok oppa. Makanya oppa bersabar dulu.”

Heechul mengangguk – angguk. Tapi sesaat kemudian wajahnya muram lagi.

“Kenapa lagi oppa?” Tanya Rae Na.

“Kau tahu aboeji memutuskan agar keempat namdongsaengku, dan Siwon kuliah di seoul. Apalagi Siwon yang berniat jadi actor itu sudah mulai gabung di sebuah agency.”

“Lalu?”

“Mereka akan tinggal di apartemenku sementara, ani mungkin untuk waktu yang lama”

“Lalu?”

“Yah, aku merasa menjadi ramai saja apartemenku.” Rae Na menunduk.

“Oppa, mianhaeyo.”

“Mianhae? Untuk apa?”

“Karena aku… tetap tidak boleh kembali ke rumah oleh Appa.” Ucapnya pelan. Heechul terbengong lalu terbahak. Rae Na memang sempat berniat pulang ke rumah tapi appa dengan tegas melarangnya. Malahan menyuruh donghae dan Shindong mengantar semua barang – barangnya ke apartemen Heechul.

“Jagi, aku senang kau tidak diperbolehkan appa tinggal di rumah.”

“Ya! Oppa apa maksudmu?” Tanya Rae Na kesal.

“Karena aku akan selalu melihatmu setiap hari.” Ucap Heechul membuat pipi Rae Na merona.

“Oppa.” Ucapnya malu. Dia menunduk kan wajahnya yang pasti sudah memerah. Heechul mengangkat dagu Rae Na, dan mata keduanya bertemu. Seperti tersihir keduanya saling mendekatkan wajah dan memejamkan mata saat bibir keduanya bertemu,

Rae Na membalas ciuman lembut Heechul. Tangan Rae Na merayap naik ke leher Heechul.

Brakk!!!

Suara pintu menyentakkan keduanya. Reflex mereka saling menjauhkan wajah.

“Mi… mian, aku tidak tahu…” ucap Wookie gugup.

Yesung segera menjitak kepala Wookie. “Hyung, mianhae.. aku akan bawa anak nakal ini keluar. Jadi kalian bisa lanjutkan.” Sebelum mendapat jawaban dari kedua orang tersebut, Yesung menarik tangan Wookie dan menutup pintu.

Rae Na salah tingkah dan dia terus menunduk. Heechul pun tak kalah salah tingkahnya. Untuk mencairkan suasana dia segera menyetel TV. Tapi dia langsung terbelalak saat melihat wajah Yunho muncul di TV. Sebelum Rae Na tahu dia segera mengganti chanel.

Ada berita tentang bisnis. Rae Na menatap Heechul bingung. Namja itu khan tidak suka mendengarkan berita bisnis.

“Oppa….”

“Jagi, kau ingat khan kau sudah janji padaku?” potong Heechul mengalihkan perhatian.

“Eh?”

“Ya! Masak kau sudah lupa. Kau khan janji padaku akan mengajakku kemana aku mau. Aku mau kita ke taman bermain ya,”

“Ah, ne. tapi oppa sembuh dulu ya.”

“Ne,”

Setelah itu datang Hankyung yang membawa berita kalau dia akan tinggal di Seoul juga dan akan tinggal di dekat apartemen Heechul.

@@@@@

Seminggu kemudian Heechul sudah pulang. Dia Nampak senang sekali bisa pulang dari rumah sakit. Rae Na membawanya masuk ke dalam kamar.

“Oppa, apa kau senang?”

“Tentu saja, Jagi. Huh, menyebalkan sekali harus berdiam diri di rumah sakit.” Dengusnya. Rae Na tertawa kecil. “Lalu, kapan kita jalannya?”

“Aish Oppa, kau ini baru saja pulang dari Rumah sakit. Tidak sabaran sekali sich? Bukannya kita pernah ke sana?”

“Tapi aku ingin lagi.”

“Iya. Tapi nanti.” Kata Rae Na. “Sekarang istirahat saja. aku mau ke tempat In Hae dulu.”

“Jagiya, kau tega sekali. aku baru pulang kenapa meninggalkan aku?”

“Oppa, aku ada tugas. Aku janji akan pulang cepat.”

“Baiklah. tapi cepat pulang. Ah, suruh Siwon mengantarmu.”

“Shiro. Aku bisa sendiri.”

“Pokoknya kau harus diantar Siwon atau Kangin. Aku tidak mau terjadi apa – apa. Kau mengerti?”

“Ne, ne…. araseo. Oppa.” Heechul tersenyum. Sambil mengacak rambut Rae Na yang membuat Rae Na mengerucutkan bibirnya sebal. “Aku pergi dulu ya.”

Heechul mengangguk. Dipandanginya gadis itu sampai menghilang dibalik pintu.

~ end of Someone POV ~

@@@@@

~ Shin Rae Na POV ~

Hari ini entah kenapa semua orang membuatku kesal. In Hae dan Eun Sie mengacuhkanku selama di kampus. Bahkan sepulang kuliah mereka langsung kabur dengan pacarnya masing – masing. Ah iya In Hae dan Donghae oppa berpacaran seminggu yang lalu. Entah bagaimana ceritanya, yang aku tahu mereka datang dengan wajah merona dan mengabarkan kalau mereka jadian. Akhirnya….

Aku menelephone Shindong Oppa, tapi dia juga kencan dengan Nari Eonnie. Saat aku ke Saphire Blue Caffe, aku melihat Leeteuk Oppa dan Sangmi Eonnie bermesraan. Kenapa semuanya asyik berkencan sich? Sedangkan aku….

Sudah 3 hari ini Heechul Oppa mengacuhkanku. Bahkan menghindariku. Tidak mengantar jemputku seperti biasa. Dia juga pulang sangat larut. Bahkan saat aku mengajaknya ke taman bermain untuk memenuhi janjiku dulu pun Heechul Oppa bilang lain kali karena lelah. Ada apa dengannya? Kenapa aku jadi kesal?

Malam ini aku pulang larut. Leeteuk Oppa dan Sangmi Eonnie menahanku. Entah ada apa. Padahal pada akhirnya aku menjadi kambing congek bagi mereka. Hah, dasar.

Aku berjalan menuju apartemen yang sudah tidak begitu jauh itu. Aku melihat jam 23.15. malam sudah larut, tapi suasana masih ramai. udara juga menghangat. Meski pun tetap saja terasa dingin.

Musim semi.

Kata itu terlintas dalam benakku. Bunga – bunga bermekaran dengan indahnya. Aku tersenyum kecil. Saat mengingat wajah Heechul Oppa. Ah, akhir – akhir ini aku selalu ingat dengannya. Rasanya aku memang sudah mulai jatuh cinta kepada namja cantik nan aneh itu.

Segala tingkah lakunya yang susah ditebak, kelakuannya yang tidak masuk akal. Aku merindukannya. Setelah tersenyum aku mendesah kesal mengingat kelakuannya 3 hari ini. Tanpa sadar aku mengelus cincin tunangan kami.

Aku mengamatinya. Cincin ini sederhana sekali. bermata satu dengan ukir – ukiran bentuk angel. Hey, kenapa aku baru menyadarinya ya, ukiran angel ini mirip sekali dengan ukiran angel yang ada di gelang couple yang dibelikan Hee Oppa sebelum kejadian itu.

“Oppa, Boghosippo..” desisku lalu melanjutkan langkahku dengan riang. Tapi kemudian aku terpaku. Di dekat apartemen Heechul Oppa aku melihat namja itu bersama seorang yeoja yang tidak aku kenal. Itu bukan Sohee.  Lalu siapa dia?

Yeoja itu memeluk Heechul Oppa. Dan Heechul Oppa hanya tertawa tanpa melepas pelukan yeoja itu. Entah kenapa aku merasa sangat marah. Dengan  kesal aku berbalik dan lari ke taman. Aku merutuk dalam hati sepanjang jalan.

“Heechul Oppa payah. Menyebalkan. Siapa sich yeoja itu. Apa hubunganmu dengannya? Kenapa mesra sekali?” kataku kesal. Sambil duduk di ayunan. Tanpa kusadari air mataku turun. Kenapa aku sekesal ini sich. Aku mendongak agar air mataku tidak turun lagi. Hapeku dari tadi berdering, tapi aku mengacuhkannya. Aku sedang ingin sendiri..

“Oppaaaaaa……..” teriakku.

“Aish, berisik!!!!!” suara itu sukses membungkamku. Aku menoleh. Sesosok wajah imut terlihat tidak jauh dari depanku. Aku tidak menyadari ada orang lain di sini. karena ini sudah amat larut.

Aku memicingkan mataku untuk memperjelas penglihatanku, karena aku seperti pernah melihatnya. Mataku terbelalak. Omo… dia khan….

“Henry-ssi? Kenapa kau disini?”

Ya, dia adalah Henry, adik bungsu Hankyung Oppa.

“Aku sedang melihat – lihat daerah sini, dan melihat tunangan Heechul hyung sedang disini. Menangis dan berteriak kesetanan.” Katanya ketus.

“Ya! Apa yang kau katakan?” bentakku kesal

“Noona, kenapa kau disini? Malam – malam sendirian lagi?” tanyanya lebih lembut.

“Ani.. aku hanya ingin sendiri di sini.”

“Heechul hyung tahu?” aku terdiam. “Aish, pasti tidak. Ayo kita cepat pulang. Nanti dia pasti khawatir.” Aku menjadi murung.

“Tidak mungkin dia mengkhawatirkan ku.” Gumamku.

“Mwo?”

“Ani.”

“Sudah ayo kita pulang.” Seretnya. Mau tidak mau aku mengikutinya juga.

“Aku datang…” ucap Henry setelah kami sampai di apartemen. Aku tetap menunduk. Dengan tangan kiriku masih dalam pegangan tangan Henry.

“Kau darimana saja? sudah larut begini belum pulang – pulang juga?” aku mendongak mendengar suaranya. Aku melihat kecemasan di dalam mata coklat beningnya. Tapi melihat yeoja di belakangnya aku langsung melengos.

“Ya! Shin Rae Na, aku sedang bicara denganmu.” Katanya. Dia nampak murka. Henry yang berada di antara kami berdua langsung masuk begitu saja.

“Kim Heechul-ssi, aku capek. Aku ngantuk.” Ucapku. Aku masih kesal dengannya. Tanpa mengalihkan kerutan di keningnya aku masuk ke dalam rumah. Tapi aku tertegun, ruang tengah ini dirias sedemikian indahnya. Kemudian aku melihat Kangin, Yesung, Kibum, Wookie, Hankyung Oppa, Hae Oppa dan In Hae, Kyu dan Eun Sie. Siwon, Shindong Oppa dan Nari Eonnie. Leeteuk Oppa dan Sangmi Eonnie. Bahkan ada Hyuk Oppa dan Jiyoo Eonnie, seniorku di Sapphire Blue Caffe.

Wookie membawa kue tart dengan lilin menyala. Saat melihatku mereka segera menyanyikan lagu ulang tahun.

“Saengil chukkae Rae Na…” ucap mereka. Aku terharu. Jadi ini ulang tahunku? Kenapa aku melupakannya.

“Gomawo yeorobun…” ucapku. Kedua sahabatku langsung memelukku erat.

“Jangan lupa, berterima kasihlah kepada tunanganmu. Dia yang merancang semua ini.” Kata Donghae Oppa. Aku menoleh, menatap Heechul Oppa. Dia tersenyum masam kepadaku.

“Gomawo.” Ucapku. Aku masih kesal karena yeoja itu masih disini. Siapa sich dia? dari tadi disini terus.

“Kamu darimana saja sich Rae-ya? Bukannya kamu sudah pulang dari tadi?” tanya Sangmi Eonnie.

“Tidak dari mana – mana.” Jawabku.

“Aku menemukannya di taman. Berteriak – teriak seperti orang gila.” Sambar Henry. Aku melotot ke arah Henry yang bermulut ember itu.

“Mwo?” teriak semua yang hadir.

“Waeyo Rae-ya?” tanya kedua Oppaku. Aku menggeleng.

“Aniya. Tidak ada apa – apa Oppa.” Kataku sambil tersenyum.

“Dia cemburu hyung…” ingin rasanya kusumpal mulut Henry. Menyebalkan sekali.

“Cemburu?” semuanya tengah menatapku. Aku jadi jengah. Apalagi kulihat Heechul Oppa semakin mengerutkan keningnya.

“Cemburu dengan siapa?” tanya In Hae.

Aku menggeleng. “Ya jangan dengarkan katanya. Dia berbohong.” Kataku.

“Ah, masa… tadi kau bilang gini khan sia…” aku berderap ke arahnya. Lalu membekap mulut usilnya itu.

“Berhenti bicara sekarang juga, atau kau mati.” Desisku. Henry meronta – ronta. Tapi aku benar – benar kesal sehingga rasanya aku memiliki tenaga berlebih, tampak dia tidak sanggup lepas dari bekapanku.

“Ya! Apa yang kau lakukan pada adikku, Rae Na-ssi.” Ucap Hankyung Oppa. Dia segera melepaskan tanganku yang membekap mulut adik kesayangannya.

“Noona kau ingin membunuhku?” kata Henry sambil terengah – engah.

“Kau memang cari mati.” Ucapku.

“Kenapa tidak jujur saja.” katanya lagi.

“Kau mulai lagi?” aku mendekatinya. Dia segera berlindung di balik tubuh hyungnya yang besar.

“Kau ini seperti anak kecil saja.” kata Heechul Oppa yang langsung menyeretku duduk di sofa.

Aku menghembuskan nafas kesal. Yang lain masih asyik memperhatikan pertengkaranku dengan Henry.

“Sebenarnya kau kenapa?” tanya Heechul Oppa lembut. Aku mengalihkan pandanganku.

“Hyung, sudah kubilang dia cemburu…” teriaknya. Aish Henry memang cari mati. Kulempar bantal sofa ke wajahnya. Tapi dia berhasil menghindar.

“Jagiya, kenapa kau marah kepadaku?” lagi – lagi Heechul Oppa bicara kepadaku. Kali ini dia memegang pipiku, menahan wajahku untuk menatapnya.

“Aniya.” Jawabku singkat.

Kulirik gadis itu. Dia masih diam. Tapi aku jadi heran saat Zhoumi, adik Hankyung Oppa yang lain mendekatinya dan memeluknya. Dia tidak menolak. Aku mengerjap – ngerjapkan mataku. Bingung. Sebenarnya siapa dia? apa yang terjadi?

~ end of Rae Na POV ~

TBC

Iklan

3 thoughts on “Way For Love part 6”

  1. Cieehhhh~ Raena cemburuuuu
    Heechul emg suka dikelilingi cewek2 yaah..
    “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s