Way For Love Last Part


oleh Ticko Freysha pada 13 Maret 2011 jam 12:39

PART 7 – last part

 

~ Heechul POV ~

Kenapa Rae Na jadi marah padaku? Harusnya khan aku yang marah. Dia pulang selarut ini. Padahal ini hari ulang tahunnya. Aku sudah merancang semua ini selama 3 hari. Sampai – sampai aku menolak ajakannya ke taman bermain sesuai keinginanku sewaktu di rumah sakit dulu. Dan harusnya hari ini menjadi surprise buat dia, kenapa malah melenceng dari bayanganku sich?

Dia masih juga tidak menjawab. Tapi aku melihat raut wajahnya yang menatap lurus kebelakangku. Dia juga mengerjap – ngerjapkan matanya kebingungan, membuatku juga bingung. Aku melihat kebelakang. Zhoumi dan Miyoung.

Aku tersenyum saat teringat ucapan Henry yang mengatakan Rae Na cemburu.

“Jagi,,,” panggilku lembut. Rae Na menatapku. “Apa kau cemburu dengan dia?” tunjukku ke arah Miyoung. Dia terperangah. Pipinya sedikit merona merah. Ah, benarkah? Dia cemburu?

“Mwo? Aku? Apa maksudnya?” miyoung bertanya bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. Aku mendengar suara kikikan. Henry. Dia suka sekali melihat wajah bingung Rae Na. Kalau aku tidak sedang senang saat ini aku pasti akan menjitak kepala Henry. Aku senang menyadari dia marah karena dia cemburu.

Aku berdiri lalu menarik tangan Miyoung.

“Jagi. Kenalkan dia Shim Miyoung. Dia yeojachingu Zhoumi.” Kataku. Kunikmati wajah terkejutnya kemudian rona merah menjalari mukanya. Ommoooo… manis sekali.

“Oh, Rae Na-ssi cemburu kepada Yeojachinguku? Kau tenang saja Rae Na-ssi. Mereka memang akrab. karena Youngie sudah menganggap Heechul Hyung sebagai kakaknya. Mereka kenal sejak kecil. Selama ini dia tinggal di China. Dan saat kalian bertunangan, dia tidak bisa datang karena dia sedang ujian sekolah.” Jelas Zhoumi.

“Mian…” ucapnya lirih. Aku langsung memeluknya. Sungguh, aku senang sekali dia cemburu karena aku masih memiliki harapan dia menyukaiku seperti aku menyukainya saat ini.

“Oppa…” bisiknya. Aku segera melepasnya. Aku melihat semuanya sudah tidak ditempat.

“Kenapa kau bisa cemburu kepada Miyoung?”

“Aku tidak cemburu.” Katanya keras kepala. Aku menjitak kepalanya pelan. “Appo…”

“Sudahlah jujur saja.” kataku setengah menggoda. Dia mengerucutkan bibirnya.

“Kau yang mulai Oppa. Kau menghindariku. Kau tidak mengantar jemputku. Kau membuatku sebal.” Katanya pelan. Aku terkekeh.

“Jagi, mianhae. Aku sedang menyiapkan kejutan buat ulang tahunmu. Makanya…, ah tapi semuanya tidak sesuai rencana.”

“Oppa, gomawo….” ucapnya. Lalu mengecup bibirku sekilas. Meski hanya sekilas, tapi sanggup membuatku berdegup kencang. Baru kali ini dia menciumku lebih dulu. Dia sudah berlalu masuk ke kamar meninggalkanku yang terpaku.

~ end of Heechul POV ~

~ Shin Rae Na POV ~

Apa yang kulakukan. Menciumnya meski sekilas? Kenapa aku bisa seberani itu? Rae Na babo… cemburu nggak jelas. Tapi aku juga senang sekali karena Heechul Oppa sudah repot – repot mempersiapkan semuanya. Setelah berganti baju, aku keluar. Kudapati semuanya tengah berpesta. Aku pun bergabung.

~ end of Rae Na POV ~

~ Someone POV ~

Mereka berpesta sampai jam 02.00 pagi. Semuanya nampak mulai mabuk.

Rae Na berdiri di balkon apartemen. Menatap ke jalanan yang mulai sepi tapi tetap ada satu dua kendaraan lewat.Heechul menghampirinya. Memakaikan jaket di tubuh Rae Na. Rae Na menoleh dan tersenyum.

“Jagi.. ini kado dariku.” Kata Heechul sambil menyerahkan sebuah kotak kecil.

“Apa ini Oppa?” tanya Rae Na.

“Buka saja sendiri.”  Rae Na langsung membuka bungkusan itu.

“Oppa, ini indah sekali.” rae na mengangkat sebuah kalung berbandul angel.

“Aku pakaikan ya?” bisiknya. Rae Na mengangguk. Heechul segera mengambil kalung tersebut dan memakaikannya di leher Rae Na. Sekilas Heechul mengecup leher Rae Na.

“Jagi, kau suka?” tanyanya. Dia memeluk Rae Na dari belakang.

“Ne. tentu saja aku suka. Gomawo Oppa.” Ucap Rae Na.

“Cheonmaneyo…” ucap Heechul. Lalu mereka berdiam diri dengan heechul yang memeluk tubuh mungil Rae Na. Nampak sekali mereka nyaman dengan posisi tersebut.

“Oppa, eng, besok kita… ke taman bermain gimana?” tanya Rae Na gugup.

“Ne?”

“Aku sudah janji khan oppa.”

“Hm… baiklah. tapi setelah itu kau ikut aku siaran. Kau tunggu aku. Otthe?”

“Baiklah.”

@@@@@@

Keesokan harinya….

Hari ini Rae Na dan Heechul ke taman bermain. Sama seperti kencan pertama mereka ^jika itu bisa disebut kencan^  mereka bermain dengan gembira. Mencoba arena permainan. Dan terakhir di wahana bianglala. Melihat moment matahari terbenam.

Rae Na Nampak bahagia sekali hari ini. Dia terus saja tersenyum. Begitu juga Heechul. Mereka menikmati hari ini dengan kebahagiaan.

“Oppa, besok kita diundang eomma makan malam di rumah. Bisakah?” Tanya Rae Na. dia baru saja mendapat sms dari eommanya.

“Tentu saja, jagi,” rae na tersenyum, kemudian membalas sms dari eommanya tersebut. Entah kenapa panggilan “jagi” itu tidak membuatnya risih bahkan dia menikmatinya. Terasa khas jika yang memanggilnya adalah heechul.

Tiba – tiba bianglala yang mereka naiki berguncang. Membuat Rae Na hamper jatuh dan dengan sigap Heechul menangkapnya. Kembali mata mereka saling menatap. Entah siapa yang memulai, karena tiba – tiba saja bibir mereka bertemu.  Mereka kembali berciuman.

Sesaat kemudian mereka melepas bibir mereka dengan enggan. Dan saling menatap.

“Jagi, joahaeyo…” bisik Heechul. Rae Na terpaku mendengar ucapan Heechul. Dan dia melihat kesungguhan dimata Heechul.

“Nado oppa.” Balasnya setelah diam cukup lama. Heechul memeluknya erat. Dan Rae Na tersenyum bahagia dalam pelukan Heechul.

Tuhan, terima kasih.

Ucap keduanya dalam hati.

@@@@@

Di studio radio, Heechul mengenalkan Rae Na kepada teman – teman kerjanya. Yang Heebon, partner siaran Heechul langsung memeluk Rae Na.

“Akhirnya Heechul Oppa mendapatkan gadis secantik kamu. Tapi kenapa kamu bias suka kepada namja aneh seperti dia?” rae  Na menoleh kea rah Heechul. Bingung.

“Ya! Heebonie apa maksudmu?” heechul menjitak Heebon

“Appo Oppa. Aku hanya bercanda. Kau galak sekali.” Ucap Heebon dengan manja. Rae Na tersenyum melihat tingkah tunangannya ini.

“Kau tunggu lah disini ya. Aku harus siaran dulu.”

“Ne Oppa.” Ucap Rae Na.

Selama dua jam Rae Na menunggu Heechul siaran. Dia melihat betapa luwesnya Heechul bercuap – cuap ria. Tidak jarang dia bercanda dengan pendengar yang telephone request lagu atau sekedar curhat.

“Mian, membuatmu menunggu lama.”

“Tidak apa – apa Oppa. Aku senang kok.”

“Ayo kita pulang. Hm, kau mau makan dulu?”

“Ani oppa, aku masih kenyang. Tidak keberatan kita langsung pulang?” Tanya Rae Na.

Heechul mengacak rambut Rae Na. “Tentu saja. Ayo kita pulang. Heebonie, kami pulang dulu ya.” Pamit Heechul

“Ne, hati – hati ya Oppa.” Ucap Heebon.

“Eonnie, annyeong gihaseyo…” rae na membungkukkan tubuhnya. Heebon melakukan hal yang sama. Lalu rae na mengikuti heechul menuju parkiran mobil.

Setengah jam kemudian mereka sampai di depan pintu apartemen. Mereka bercanda dengan asyiknya tidak menyadari kehadiran seseorang.

Saat menyadari kehadiran orang tersebut, membuat wajah Heechul dan Rae Na menegang.

“Untuk apa kau kesini?” Tanya Heechul dingin. Dia maju selangkah melindungi Rae Na dengan tubuhnya. Hal itu membuat orang yang ada dihadapannya tersenyum kecut.

“Mianhae Oppa. Aku tahu aku salah. Aku sudah keterlaluan. Tapi itu aku lakukan karena aku masih sangat menyukaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Selama ini aku selalu berpikir kau tetap mencintaiku dan menungguku. Aku tidak pernah memiliki pikiran kau akan lelah menungguku dan berpaling dariku. Itu sebabnya aku tidak rela saat mengetahui kau menyukai yeoja lain”

“Sohee-ssi.” Ucap Rae Na. ya orang yang ada dihadapannya adalah Sohee. Sohee menatap Rae Na. gadis itu berdiri disamping Heechul.

“Kau memang sangat keterlaluan. Tapi aku tahu apa yang kaurasakan. Mianhae, tapi aku memang benar – benar tidak akan melepaskan Heechul Oppa untukmu ataupun untuk yeoja – yeoja lainnya.” Ucap Rae Na tenang. Heechul sedikit terkejut. Tapi kemudian dia tersenyum.

Sohee menarik nafas panjang. “Oppa, mianhae. Aku janji aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Tapi….” Ucapnya menggantung sambil melirik Rae Na.

“TApi apa sohee-ya?” Tanya heechul melunak.

“Tapi aku tidak akan memaafkan dia, jika dia menyakitimu oppa. Kali ini aku mengalah, tapi sekali dia meninggalkanmu atau menyakitimu, aku tidak akan melepasmu lagi oppa, aku akan merebutmu darinya.”

Heechul mengacak rambut Sohee. “Sohee-ya, semoga kau mendapatkan namja yang lebih baik.”

Sohee tersenyum.

“Rae Na-ssi. Ingat ucapanku ini.”

“Ne aku janji. Akan selalu membahagiakan Hee Oppa.” Kata Rae Na tegas.

Sohee mengangguk puas. Dia langsung pergi. Kedua orang dibelakangnya tersenyum lega. Tidak menyadari tetesan air mata Sohee.

@@@@@

2 bulan sudah hubungan Heechul dan Rae Na menjadi mesra. Sesekali pertengkaran kecil menghiasi hubungan mereka. Apalagi jika bukan karena sikap Heechul yang badmood dan sikap Rae Na yang kelewat manja.

Setiap seminggu sekali Heechul dan Rae Na pasti ke rumah orang tua Rae Na untuk sekedar makan malam. Semuanya berjalan dengan baik. Setelah kejadian Sohee, kehidupan mereka terasa tenang.

Tapi masalah pun datang lagi tanpa mereka duga. Saat itu Rae Na baru pulang kuliah. Dan Heechul tidak ada di rumah. Begitu juga dengan keempat namdongsaeng Heechul. Mereka ada kegiatan sendiri – sendiri. Rae Na tengah memasak saat bel pintu berbunyi.

Rae Na bergegas keluar.

“Ne, sebentar.” Rae Na langsung membuka pintu dan terkejut mendapati namja tampan di depan pintu. Dia diam mematung.

“Rae Na-ya. Annyeong…” sapa namja itu sambil tersenyum manis.

“Yunho.. oppa?” desisnya tak percaya.

@@@@@

~ Shin Rae Na POV ~

Aku diam mematung, sambil menggenggam sepucuk surat yang kutemukan di laci meja di dalam kamar Heechul Oppa. Aku tidak percaya dia melakukan itu. Kenapa dia berbohong padaku. Aku tidak sanggup meneteskan air mata. Rasanya tubuhku membeku.

Rae Na Flashback

“Untuk apa Oppa kemari?” tanyaku dingin. Yunho Oppa tersenyum kecut. Aku sudah mempersilahkan dia masuk 15 menit yang lalu.

“Rae Na-ya, selamat atas pertunanganmu dengan Heechul hyung. Aku tidak menyangka kau akan bertunangan dengannya.”

“Kenapa? Kau berharap aku masih menunggumu setelah kau meninggalkanku?” tanyaku lagi. Bertambah dingin.

“Aku sudah berhenti berharap saat kau tidak dating saat itu.” Ucapnya membuatku mengerutkan kening. Bingung.

“Apa maksudmu?”

“Bukankah kau sudah membaca surat yang kuberikan?”

“Surat? Surat apa?”

“Aku… dua bulan setelah pernikahan kita yang gagal karena aku, menemui Heechul hyung dan menitipkan surat kepadanya untukmu. Tapi karena kau tidak dating, akhirnya aku menyerah. Apa Heechul Hyung tidak menyerahkannya padamu?” melihatku diam dia hanya mengangguk paham. “ Rae Na-ya maaf. Hanya itu yang bias aku ucapkan. Aku tahu aku tidak pantas mendapatkan maafmu. Aku menemuimu hanya karena ingin menjelaskan ini. Kau jangan marah pada Heechul Hyung. Dia pasti ada alas an melakukan ini. Oh ya, besok aku harus ke Indonesia. Aku ada kerjaan di sana.” Ucap Yunho tenang.

Aku tetap diam saja sampai dia pergi.

Flashback End

Aku sudah membulatkan tekadku.

“Jagi, kau didalam? Kenapa gelap – gelapan sich?” Tanya Heechul oppa. Dia sudah pulang rupanya.

Tapi aku tidak menjawab.

~ end of Rae Na POV ~

~ Kim Heechul POV ~

“JAgi, kau didalam? Kenapa gelap – gelapan sich?” tanyaku, tapi tidak ada respon. Aku menyalakan lampu kamarku yang aku tempati berdua dengan Rae Na. ya kami tidur sekamar. Tapi aku tidak menyentuhnya. Aku menghargainya. Aku ingin melakukannya setelah kami menikah. Dan aku berniat untuk menikahinya secepatnya. Malam ini aku sudah berencana untuk memintanya menjadi istriku.

Aku sudah sangat menyukainya. Ani aku sudah sangat mencintainya.

“Jagi…” ucapku sambil menekan saklar lampu. Kulihat yeojaku itu duduk diam. Di sampingnya ada koper. Aku bingung melihatnya. Aku mendekatinya. Dan dia mendongak. Aku miris melihat tatapannya itu. Seperti orang yang terluka dan kecewa. Tapi kenapa? Apa aku bersalah lagi?

“Jagi, aku kenapa?” tanyaku.

“Cukup Kim heechul-ssi.” Ucapnya dingin membuatku tersentak. Baru kali ini aku melihatnya bersikap sedingin ini.

“Jagi…”

“Berhenti memanggilku Jagi. Cukup berpura – pura padaku. Cukup kau berbohong Heechul-ssi.”

“Apa maksudmu?”

Dia mengulurkan sebuah surat yang kutahu, itu surat apa. Aku menjadi lemas. Dia sudah menemukannya.

“Apa maksudmu membohongiku? Kau tahu aku paling benci dibohongi. Aku tidak pernah menyangka kau adalah seorang pembohong kejam.” Aku terpaku tidak mengelak ucapan Rae Na. itu benar. Aku memang pembohong kejam. Rae Na menatapku penuh benci. Tidak menangis. Membuatku semakin bersalah.

“Heechul-ssi. Gomawo untuk semua yang telah kau berikan. Selamat tinggal. Anggap kita tidak pernah saling mengenal.”

Rasanya ada petir yang menyambar mendengar ucapannya itu. Tapi aku terlalu shock hingga tidak sanggup mengejarnya. Dia meninggalkanku. Dan aku masih tetap terpaku. Aku tidak berani untuk mengejarnya. Dia memang paling membenci orang pembohong,. Dan aku telah membohonginya. Sekian lama.

~ end of Kim Heechul POV ~

~ Rae Na POV ~

Kenapa sesakit ini. Kenapa kau tidak mengejarku oppa? Kenapa kau tidak berusaha menjelaskannya? Apa semua yang kau lakukan itu bohong belaka? Ucapan joahaemu itu apakah juga bohong?

Aku menuju rumahku. Disambut Eomma dengan wajah bingung.

“Rae-ya ada apa?”

“Eomma, Appa, aku ingin bicara.” Ucapku.

“WAeyo?” Tanya Appa.

“Aku memutuskan untuk membatalkan pertunanganku dengan Heechul Appa. Dan besok aku akan ke Indonesia.”

“Mwo? Apa yang kau katakan?” Tanya Shindong Oppa. Appa diam dengan wajah murka.

“Aku sudah bulat Oppa. Appa, Eomma. Jangan tanyakan alasannya. Tidak untuk saat ini. Kali ini kumohon mengertilah. Aku lelah.” Ucapku yang langsung menuju kamarku.

SUngmin Oppa mengikutiku masuk. Dia sudah seperti Oppa kandungku. Bahkan aku selalu curhat kepadanya.

“Ada apa Rae-ya.”

“Aniya Oppa.”

“Ceritalah.”

Aku menangis. Menumpahkan kekesalanku. Sungmin Oppa memelukku. Menenangkanku.

“Uljima Rae-ya…” tapi aku terus menangis. Eomma yang juga mengikutiku segera masuk dan ikut menenangkanku.

Oppa, aku sudah sangat mencintaimu, tapi kenapa kau membohongiku. Lebih parahnya kau tidak mau menjelaskannya kepadaku.

~ end Of Rae Na POV ~

~ Someone POV ~

Pagi itu, Rae Na menyeret kopernya menuju bandara Incheon menemui seseorang. Dan dia juga tidak mau diantar oleh keluarga dan sahabat – sahabatnya.

“Yunho Oppa.” Ucap Rae Na.

Yunho menoleh.

“Kau Yakin?”

Rae Na mengangguk. “Ne Oppa. Aku butuh waktu. Kau mau membantuku khan?”

Yunho menatap lembut Rae Na. lalu mengangguk.

“Ghamsahamnida Oppa.”

“Cheonmaneyo…”

Sementara itu ditempat lain…

“Hyung, hyung ireona. Jebal ireona…” wookie mennggedor pintu kamar Heechul.

“Waeyo Wookie?” bentak Heechul. Terlihat sekali betapa kusutnya dia. Di bawah matanya terlihat lingkaran hitam menandakan dia tidak tidur semalaman.

“Aku dapat telephon dari Hae Hyung, katanya Rae Noona berangkat ke Indonesia, pagi ini. Pesawatnya berangkat setengah jam lagi.

Heechul langsung menyambar kunci mobil dan jaketnya. Mengendarai mobilnya dengan ngebut menuju bandara Incheon. Wookie yang sangat khawatir segera menghubungi hyung – hyungnya. Mereka segera menaiki mobil Siwon mengejar mobil Heechul.

Keluarga Rae Na dan sahabat – sahabat Rae Na akhirnya memilih dating ke bandara incheon meski pun Rae Na melarangnya.

Suara pengumuman di dalam bandara menyadarkan Rae Na dari lamunannya. Dia bangkit mengikuti Yunho. Sebelum masuk dia mengedarkan pandangannya.

“Tidak dating.” Desisnya. Lalu dia masuk mengikuti Yunho yang tengah menantinya.

Beberapa detik kemudian Heechul muncul dengan nafas terengah – engah. Dia tidak melihat yeoja yang dicintainya. Dia terus berlarian. Tapi akhirnya terjatuh lemas saat terdengar pengumuman yang mengatakan Pesawat menuju Indonesia telah lepas landas.

Tidak dapat di bendungnya air matanya. Hankyung yang melihat sahabatnya itu menangis dengan pilu segera menghampirinya. Dan dipeluknya kuat – kuat sahabatnya yang tengah rapuh itu.

“Uljima Chullie-ah…”

“Aku yang membuatnya pergi… aku yang membuatnya terluka… aku tidak ingin dia pergi meninggalkanku. Tapi aku yang membuatnya meninggalkanku. Aku menyakitinya. Aku membohonginya…” ratapnya. Yang membuat orang yang mendengarnya turut merasa sedih.

Appa Rae Na yang mendengarnya ikut turut bersedih. Padahal awalnya dia ingin sekali marah kepada Heechul yang telah membuat senyum putrid kecilnya  menghilang. Tapi melihat kondisi Heechul yang seperti itu. Membuatnya terharu juga. Namja itu juga mencintai putrinya. Tapi karena kesalahpahaman membuat mereka harus berpisah.

Eomma Rae Na bahkan segera memeluk Heechul.

“Uljima Heechul-ah… eomma yakin suatu saat nanti Rae Na akan kembali padamu. Mungkin saat ini dia sedang butuh waktu.”

“Ani Eomma. Rae Na membenciku. Aku patut untuk dibenci. Aku menyakitinya.” Eomma Rae Na memeluk Heechul semakin erat. Mencoba menenangkannya yang histeris. Setengah jam kemudian dia sudah mulai bias tenang. Dan dengan masih dalam pelukan eomma Rae Na, dia berjalan gontai meninggalkan bandara Incheon dengan penyesalan yang dalam di hatinya.

Rae Na telah pergi meninggalkannya karena kesalahannya.

The End

Hayoooooo . . . Gimana endingnya?? Sesuai harapan kalian gak?? Aku yakin nggak deh. *sotoy! Hahahaha . . . Ok, stop becandanya. Ada yang ngarepin after storynya gak ya??? Kalau pada minat ntar after storynya aku minta sama yang bikin. Kalau banyak yang minta aku publish, tapi kalau nggak. Mianhae!!! *senyum evil.

7 thoughts on “Way For Love Last Part”

  1. yah….ending’y sad!!!!
    after story’y ku tunggu ya???? mw’y happy ending.
    hehehe.

    gomawo^_^

  2. gak sesuai harapan endingnya plis bgt ada after storynya. masa udah lika liku gt sad ending. huhuhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s