Way For Love – after story –

Hallllloooo . . . ada yang kangen sama admin Vay?? *reader : NGGAK! Hahaha . . . pasti pada nungguin afstornya kan?? Sengaja aku lama-lamain publisnya. Pengen tahu segimana penasarannya kalian sama ni ff. hahaha . . . nggak deng boong. Aku baru pulang dari Banten, buat urusan kuliah. Jangan di kira aku gak OL di PC, aku gak liat perkembangan ff ini lho. Dan karena aku baik hati, aku kasih afstornya deeeehhhh . . .

Reader : udah buruan! Ngebacot mulu.

Admin : Hehehe . . . Peace! Ok deh, check this out!

 

oleh Ticko Freysha

 

4 tahun berlalu…

Seorang yeoja yang sangat cantik menyeret kopernya di bandara Incheon. Di sebelahnya seorang namja keren berjalan sambil bergandengan tangan dengan seorang yeoja yang imut. Ketiganya memakai kaca mata hitam dan bahkan si namja memakai topi untuk menyamarkan dirinya.

Angin musim dingin berhembus. Membuat yeoja cantik itu mengeratkan mantel musim dinginnya.

“Mau aku antar Rae-ya?” Tanya sang namja.

“Ani Oppa. Kau lihat khan Shasha Eonnie, dia sudah tidak sabar menemui keluargamu. Lagian aku ingin ke suatu tempat.”

“Baiklah.” Namja itu yang ternyata adalah Yunho segera meninggalkan yeoja yang adalah Rae Na sendirian. Shasha, yeoja yang dari tadi digandeng Yunho segera memeluk Rae Na. Rae Na tersenyum. Lalu dia menghentikan taksi.

“Studio Radio Youngstreet.” Ucapnya kepada sopir taksi. Lalu dia menenggelamkan diri dalam lamunan.

Flashback

Rae Na menangis saat pesawat yang membawanya ke Indonesia lepas landas.

“Gwenchana Rae Na?” Tanya Yunho yang khawatir.

“Gwenchana Oppa. Aku hanya….”

“Kau sangat mencintai Heechul Hyung rupanya.”

“Molla.”

“Kenapa kau meninggalkannya?”

“Molla.”

“Ya Rae Na-ya. Jawablah. Jangan bicara Molla, molla terus.”

“Aku tidak tahu Oppa. Selama ini aku selalu bersamanya. Mendapatkan perhatiannya. Yang bahkan tidak aku dapatkan selama 2 tahun bersamamu. Aku merasa sangat senang. Aku takut, ini bukan cinta. Aku ingin mengetahui apa yang aku rasakan.”

“Kau menangis, kau marah saat dia membohongimu. Itu tandanya cinta.”

“Cinta yang sesaat ataukah memang cinta yang mampu bertahan lama Oppa? Kau tahu perasaanku kepadamu yang aku pupuk selama 2 tahun pun bisa sirna apalagi yang hanya 5 bulan ini. Aku ingin tahu seberapa lama perasaan ini bertahan.”

“Tapi aku sudah menyerah Rae-ya. Aku sekarang menganggapmu sebagai dongsaeng. Aku menyukai seseorang yang selama ini ada bersamaku saat aku berusaha melupakanmu.”

“Gwencahana Oppa. Aku hanya butuh teman. Dan menjauh darinya. Jangan pernah kau beritahukan keberadaanku kepada siapapun. Janji?”

“Arraseo. Aku janji.

Flashback end

Rae Na membuka hapenya. Wallpapernya masih dirinya bersama Heechul saat mereka di taman bermain.

Oppa, boghosippo ucapnya dalam hati. Dia menghapus airmatanya yang perlahan turun.

Selama 4 tahun tinggal di Indonesia, perasaannya kepada Heechul tidak sirna sedikitpun. Dia menyadari hatinya telah sepenuhnya milik Heechul. Tapi dia ingin memantapkan hatinya, itu sebabnya dia bertahan di Indonesia.

Dia dan Yunho memang tinggal bersama. Tapi Yunho telah memiliki kekasih. Shasha. Dia gadis Indonesia. Dan 2 bulan yang lalu mereka menikah diam – diam. Karena Yunho adalah seorang actor terkenal, itu sebabnya pernikahan itu dilakukan diam – diam. Meski sempat terendus media. Tapi tidak diketahui siapa yeoja yang beruntung mendapatkan hati Yunho.

Memang, ada beberapa kabar yang menyebutkan istri Yunho adalah Rae Na, yang secara kebetulan selama 2 tahun terakhir ini sedang naik daun sebagai novelis, tapi keduanya hanya diam saja. Tidak menjawab.

“Aghessi. Kita sudah sampai.” Ucap sopir taksi membuyarkan lamunan Rae Na. Rae Na hendak turun. Tapi urung dilakukan saat dua melihat pemandangan yang menyakitkan. Dia melihat Heechul dan Sohee berjalan bersama sambil bercanda.

“Oppa, kau sudah melupakanku rupanya.” Desisnya tak percaya.

“Aghessi..”

“Pak, kita kembali.” Rae Na menyebutkan sebuah alamat. Ditahannya air matanya. Sampai dia sampai di sebuah rumah.

Ting tong ting tong…

Ditekannya bel rumah dengan tak sabar. Dia dapat mendengar suara orang menggerutu. Saat pintu terbuka.

“Rae-ya…”  Rae Na langsung memeluk erat kepada orang itu. Ditumpahkannya tangisnya. “Uljima.. uljima…” katanya menenangkan Rae Na.

“Oppa…” desis Rae Na disela – sela air matanya yang tumpah.

“Masuklah dulu.” Ucapnya. Orang itu – Sungmin segera membawa Rae Na masuk ke dalam rumah mungilnya. Yah, dia sudah keluar dari rumah keluarga Rae Na. selama ini dia yang selalu berhubungan dengan Rae Na. dia yang selalu memantau keadaan Rae Na di Indonesia.

“Ini, minumlah.” Sungmin menyodorkan susu coklat panas yang diterima oleh Rae Na. dia sudah agak tenang sekarang. “Kapan kau datang dari Indonesia?” Tanya Sungmin.

“Baru tadi Oppa.”

“Apa Ajhumma dan Ajhussi tahu?” Rae Na menggeleng. “Lalu, kenapa kau menangis. Apa kau…”

“Oppa, heechul oppa sudah melupakanku.”

“Mwo?”

“Aku tadi melihatnya bersama dengan Sohee. Mereka mesra sekali.”

“Kau jangan berpikir begitu. Heechul hyung mencintaimu.” Rae na menggeleng.

“Aniya oppa. Dia hanya menyukaiku. Dia tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernag mengatakan saranghae kepadaku.”

“Kalau begitu kau harus melupakannya.”

“Aku tidak bisa Oppa. 4 tahun sepertinya tidak cukup untuk membuatku melupakannya. Apa harus 4 tahun lagi atau 40 tahun lagi?”

“Sudahlah Rae-ya. Berhentilah bersedih.” Sungmin memeluk Rae Na yang kembali menangis. Tapi Rae na tetap saja menangis.

 

@@@@@

~ Kim Heechul POV ~

Aku sekarang berada di taman ini lagi. Setelah mengantarkan Sohee pulang. Setiap malam aku selalu ke sini. Untuk mengenangnya. Mengenang peri kecilku yang meninggalkanku. Sampai detik ini bayangannya masih bersemayam dalam benakku. Tawanya, senyumnya, nada bicaranya. Wajah cantiknya.

Aku menutup wajahku menahan air mata yang ingin jatuh ini. 4 tahun aku disini. Menantinya. Aku selalu berharap dia akan kembali. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Aku baru mengetahui bahwa kemungkinan dia telah menikah dengan Yunho secara diam – diam.

Sungguh, selama 4tahun ini aku masih memiliki sedikit harapan dia akan kembali untukku. tapi jika dia bahagia bersama Yunho, aku juga akan bahagia. Tidak mengapa meski itu berarti aku tidak akan menikah selamanya. Aku terlanjur mencintainya. Aku menyerahkan hatiku sepenuhnya. Tidak sanggup membuka hatiku untuk yang lain.

Hapeku berdering. Sohee.

“Yobuseyo..” sapaku. Aku berusaha menjaga suaraku. Agar dia tidak tahu aku menangis lagi. Ya semenjak kepergiannya, aku menjadi namja cengeng.

“………”

“Ne, aku akan segera pulang.” Ucapku.

Memang ada apa lagi dengan Sohee? Baru tadi aku mengantarnya pulang, setelah dia mendatangiku ke studio radio. Selama 2 bulan ini dia menjemputku ke studio, setelah berita pernikahan Yunho dan Rae Na heboh. Dia mengkhawatirkanku. Aku tahu itu.

Aku dan Sohee tidak kembali menjadi sepasang kekasih. Dia menyerah 3 tahun yang lalu, melihat kekeraskepalaanku untuk menunggu Rae Na. dia sekarang hanya menjadi adikku. Itu saja. Tapi kami memang lumayan akrab.

Aku sampai di depan pintu apartemenku. Dan setiap saat aku selalu membayangkan Rae Na tengah duduk di pintu apartemenku seperti saat pertama kali dia datang ke apartemenku dan tinggal bersamaku.

“Aku pulang…” kataku pelan

“Hyung, kau sudah pulang?” sapa Siwon. Aku mengangguk. Aku mengernyit heran saat ada banyak orang ada di ruang tamu apartemenku. Aku pikir hanya ada Sohee.

“Tumben kalian kumpul. Ada apa?” tanya ku.

“Tidak ada apa – apa. Hanya ingin ke sini. Iya khan jagi?” aku tersenyum kecut melihat Jungsoo dan Sangmi noona. Oh ya 3 hari mereka akan menikah. Tapi entah kenapa mereka masih suka keluyuran seperti ini. Setelah bertahun – tahun, akhirnya mereka bisa meyakinkan Aboeji Jungsoo untuk merestui hubungan mereka.

“Oppa, aku mau bicara.” Kata Sohee,

“Iya. Waeyo?”

“Oppa, bagaimana jika besok kita liburan, ke pulau Jeju.”

“Mwo? Ani.. aku tidak ingin liburan.”

“Ayolah Oppa.”

“Ani. Aku akan membantu mempersiapkan pernikahan Jungsoo.”

“Kau tidak usah khawatir. Semuanya sudah beres. Kau bisa berangkat.” Kata Jungsoo.

“Ani. Aku tidak mau ke pulau Jeju.”

“hyung, kita sudah lama tidak menengok Aboeji. Bagaimana jika kita pulang ke Kangwondo?” tanya Kangin.

“Ya, apa maksudmu? Baru 2 bulan yang lalu kita dari sana khan? Sebenarnya ada apa dengan kalian? Kenapa kalian memaksaku untuk meninggalkan Seoul?”tanyaku menatap tajam semua yang hadir.

“Tidak ada apa – apa. Hanya saja aku merasa kau butuh refreshing.” Ucap Sangmi Noona tenang. Tapi aku tidak percaya dengan ucapannya. Karena aku melihat dongsaeng – dongsaengku saling bertatapan.

“Aku merasa tidak butuh refreshing. Mianhae. Aku ingin tidur.” Kataku lalu masuk ke dalam kamarku. Kamar ini terasa sepi tanpanya. Aku melempar jaketku ke atas ranjang. Mengambil remote TV. Dan menyalakannya.

Aku terpaku melihat tayangan TV. Dia kembali. Dia sudah kembali. Jadi ini sebabnya mereka ingin menjauhkanku dari Seoul. Aku terduduk. Tidak mampu menahan diri untuk meneteskan air mata. Aku benar – benar merasa lelah sekarang.

~ end of Kim Heechul POV ~

 

~ Shin Rae Na POV ~

Setelah semalaman ditenangkan Sungmin Oppa, akhirnya aku pulang ke rumah orang tuaku juga. Eomma, appa dan kedua oppaku memelukku erat. Aku sungguh merindukan hal ini.

“Kapan kau pulang? Kenapa tidak memberitahu kami? Jadi kami bias menjemputmu.” Aku tersenyum mendengar pertanyaan beruntun itu.

“aku pulang kemarin.”

“Mwo? Kemarin? Lalu kau tidur dimana tadi malam?” Tanya Eomma.

“Di Rumah Minnie Oppa.”

“Ya! Hyung kenapa kau tidak memberitahuku?”

“Rae-ya tidak memperbolehkanku.” Kata Sungmin Oppa.

“Sudah, sudah. Kau sudah pulang. Eomma siapkan makanan kesukaanmu. Hae, Shindong, cepat undang pacar kalian. Hyuk dan Kyu juga. Malam ini kita makan bersama. Kau juga Minnie, undanglah Kyo kesini.”

“Ne Ajhumma.” Kata Sungmin Oppa.

Aku menuju kamarku. Kamar yang sudah sangat lama aku tinggalkan. Tidak banyak yang berubah. Tapi… kenapa di atas meja disamping tempat tidurku ada fotoku bersama Heechul Oppa saat bertunangan dulu. Tanpa bisa kucegah, aku menangis lagi.

Dalam hatiku merintih menyebut namanya. Aku merasa sangat lelah. Lelah sekali.

~ end of Shin Rae Na POV ~

~ some one POV ~

Malam itu di rumah keluarga Shin terlihat ramai. Karena kedatangan putrid satu – satunya keluarga Shin, maka banyak orang berkumpul. Rae Na tiba – tiba teringat suasana ini namun, bersama keluarga yang berbeda. Rae Na ingin menangis namun ditahannya.

In Hae mendekati Rae Na.

“Rae-ya. Lusa Sangmi Eonnie dan Leeteuk Oppa akan menikah. Kau akan dating khan?”

“Ne. tentu saja.” Ucap Rae Na.

“Oh ya Rae-ya. Aku ingin bertanya kau beneran menikah dengan Yunho Oppa?” rae Na tersedak minuman yang sedang diminumnya.

“Ani.. itu tidak mungkin. Aku sudah tidak mencintainya.” Jawab Rae Na cepat.

“Tapi Yunho….”

“Ne. Yunho Oppa memang sudah menikah. Tapi bukan denganku. Dan kau akan tahu. Sebentar lagi Yunho Oppa akan mengadakan konferensi pers.” In hae Nampak tenang.

“Lalu? Apa kau sudah mendapatkan tambatan hati di Indonesia?” rae na nampak murung sesaat. Lalu tersenyum.

“Ani. Hatiku sudah tertambat di sini. Tapi……” rae na menahan air mata yang hamper tumpah. In Hae memeluk Rae Na.

“Rae-ya…… mau bertemu Heechul Oppa. Mintalah penjelasan kepadanya.”

“Andwe. Aku tidak mau mengganggunya lagi.”

“Tapi.”

“Inhae, jebal. Saat ini jangan sebut namanya.” In Hae mengangguk. Rae Na menjauh, menuju taman belakang rumahnya. Duduk di rerumputan. Kemudian merebahkan diri, melihat langit meskipun udara sangat dingin.

Oppa, kenapa kau membuat hatiku sakit. Bukankah kau pernah berjanji tidak akan menyakitiku. Desis hati Rae Na. sambil menatap gelang yang masih dipakainya.

 

Di tempat lain. Di kangwondo….

Heechul berada di halama rumahnya. Duduk dibangku sambil menengadah melihat langit malam. Akhirnya dia menyetujui usul dongsaeng – dongsaengnya. Bukan karena dia pengecut. Dia ingin menghargai orang – orang yang berusaha melindungi hatinya.

Ditatapnya gelang yang dulu dibelinya bersama Rae Na.

Rae Na, kenapa kau membuat hatiku sakit. Bukankah kau pernah berjanji tidak akan menyakitiku. Rintih hati Heechul.

Tanpa mereka ketahui bahwa orang – orang disekitar mereka tengah berusaha membuat mereka bahagia……

 

@@@@@

Hari pernikahan Sangmi dan Leeteuk……

Rae Na memandang gaun putih gading ini. Dia bersama In Hae, Eun Sie, Jiyoo Eonnie, Kyo, Nari Eonnie, Miyoung dan seorang gadis keturunan China, bernama Vie Ing akan menjadi pendamping pengantin wanita. Sangmi memintanya menjadi pendamping ke 9.

“Aih, kemana sich itu orang? Kenapa belum datangg?” gerutu Jiyoo eonnie.

“Nugu eonnie?”

“Pendamping yang satu. Dia belum dating juga. Padahal acaranya hamper dimulai.”

Rae Na hanya ber ‘o’ saja. Dia kembali bicara dengan Miyoung. Mereka bicara banyak hal, namun menghindari mengobrol tentang Heechul. Tak lama kemudian pintu terbuka, muncul sesosok yeoja yang membuat Rae Na terbelalak.

Sohee. Yeoja itu Nampak sangat memikat dengan gaun seksi yang dipakainya. Berwarna senada tapi dengan lekat menempel ditubuhnya. Sungguh berbeda dengan gaun yang dipakai Rae Na. Rae Na tersenyum kaku, saat Sohee memberinya senyum penuh arti.

Tak lama kemudian mereka keluar menuju ke altar. Berdiri dibelakang sepasang pengantin yang sedang diambil sumpahnya oleh pendeta. Rae Na melirik gelisah kea rah namja disampingnya.

~ someone POV ~

~ Shin Rae Na POV ~

Kenapa aku harus berpasangan dengannya? Kenapa dia tidak bersama dengan Sohee. Kenapa Sohee bersama dengan Yesung Oppa? Aku benar – benar gelisah. Jantungku berdegup kencang. Aish. Kenapa aku tidak bisa mengontrol jantungku. Padahal aku sudah mempersiapkan diri, karena aku tahu aku pasti akan bertemu dengannya.

Aku meliriknya lagi. Dia nampaknya juga gelisah sepertiku. Hey, kenapa dia terlihat sangat kurus? Apa selama ini dia tidak makan dengan benar?

Rae Na, berhenti memikirkannya sekarang. Atau kau akan menjadi gila. Tapi seluruh tubuhku tak mau diajak kompromi oleh otakku. Aku meliriknya dan aku melihat gelangnya. Dia masih memakai gelang itu. Apakah itu berarti………

~ end of Shin Rae Na POV ~

 

~ Kim Heechul POV ~

Semuanya pasti sudah merencanakan ini. Aku melihat dia gelisah. Pasti dia tidak nyaman berpasangan denganku. Kenapa Yunho tidak datang? Apa karena mereka menikah diam – diam? Aku meliriknya lagi.

Rae Na kau semakin cantik, tapi kau juga Nampak kurus sekali. Apakah kau jarang makan? Pasti masakann Indonesia tidak sesuai denganmu. Aih Kim Heechul Baboya. Berhentilah memikirkannya. Dia sudah memiliki suami. Tapi tak urung mataku melirik kea rah tangannya. Gelang itu. Dia masih memakainya. Apakah itu berarti………

~ end of Kim Heechul ~

 

~ Someone POV ~

Acara pengambilan sumpah sudah selesai. Ciuman antara pengantin sudah dilakukan. Sekarang saat yang ditunggu para yeoja yang masih lajang. Acara lempar bunga. Tapi sebelum acara itu dimulai, terjadi kehebohan di depan pintu gereja.

Seorang namja keren muncul. Jung Yunho. Rae Na segera menghampirinya.dia tidak melihat Heechul yang terbelalak melihat kehadiran Yunho.

“Oppa, waeyo?” bisiknya. Diantara suara ramai ini.

“Shasha, dia nervous. Dia ingin kau menemaninya.” Ucap Yunho. Berbisik di telinga Rae Na. membuat semua yang ada melihat seperti Yunho mencium Rae Na.

“Arraseo. Tunggu sebentar ya.” Rae Na berbalik.

“Eonnie, Oppa, aku harus pergi. Ada yang harus aku lakukan. Selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian bisa bahagia selamanya.” Ucap Rae Na sambil memeluk kedua orang itu. Lalu dia pergi bersama Yunho.

“Aih, jadi benar mereka suami istri. Yang aku dengar hari ini khan Yunho akan mengadakan konferensi pers. Untuk menjelaskan berita selama ini. Kalau bukan dia istrinya tidak mungkin Yunho akan menjemputnya.” Begitulah ucapan hampir semua tamu yang datang.

Heechul berderap pergi diiringi pandangan iba dari orang – orang terdekatnya. Dia ke belakang gereja. Memukul tembok dengan penuh emosi. Tak dirasakannya rasa sakit di tangannya.

“Akhhhhhhhh…” jeritnya sambil menangis. Lalu dirasakannya pelukan hangat.

“Heechul hyung, uljima.” Ucap orang itu. Heechul mendongak. Sungmin. Dia bahkan bisa melihat hampir semua dongsaeng dan sahabatnya ada di sana.

“Aku harus bagaimana Minnie-ah. Aku harus bagaimana?” isaknya.

“Percayalah.” Hanya itu yang diucapkan sungmin. Hankyung menghampiri sahabatnya sejak kecil itu. Memberi kekuatan kepada Heechul.

“Aku…… ingin pulang saja. Di sini terlalu menyakitkan untukku.”

“Chullie-ah……”

“Aku ingin ke Kangwondo.” Ucapnya. Semuanya tidak ada yang menolak. Mungkin itu yang terbaik untuk keduanya.

 

Di tempat konferensi pers berlangsung……

“Annyeong haseyo yeorobun… hari ini sesuai janji saya. Saya akan memberi penjelasan. Tapi saya tidak menjawab pertanyaan. Jadi tolong dengarkan baik – baik. Memang saya telah menikah. Dua bulan yang lalu. Tetapi yeoja yang aku nikahi bukanlah Shin Rae Na seperti yang selama ini diberitakan media. Dia memang mantan kekasih saya tapi itu dulu, saat saya masih sekolah. Istri saya bernama Shasha, dia orang Indonesia. Dan sekarang dia tengah hamil anak pertama kami selama 3 minggu. Saya harap apa yang saya ucapkan ini menjelaskan semuanya. Terima kasih atas waktunya. Kami mohon permisi. Annyeong hi gaseyo.” Ucap Yunho membungkuk. Dia menggenggam tangan Shasha istrinya. Dan Rae Na mengikutinya dibelakang mereka.

 

@@@@@

Wookie ternganga melihat TV. Dia baru saja melihat siaran ulang konferensi pers yang diadakan Jung Yunho.

“Hyung, hyung……” panggilnya kepada kedua hyungnya. Yesung dan Kangin. Sedangkan Kibum mengantar Heechul pulang ke Kangwondo.

“Ada apa Wookie? Kau berisik sekali.” Kata Kangin setengah mengantuk. Yesung menguap beberapa kali.

“Lihat.” Katanya sambil melihat layar TV. Detik itu juga Kangin dan Yesung membelalakkan matanya, mendengar dan melihat siaran berita.

“Jadi berita itu salah?” tanya Yesung. Wookie mengangguk.

“Kita harus beritahu Heechul hyung.” Ucap Wookie buru – buru.

“Ne.” ucap Kangin.

“Tunggu.”

“Apalagi hyung?” Wookie Nampak heran dengan ucapan yesung.

“Kita harus memastikan apakah Rae Na masih mencintai Heechul hyung atau tidak.” Kata Yesung. Kedua dongsaengnya menatap Yesung lekat – lekat. “Mwo? Kenapa kalian menatapku seperti itu.” Tanya Yesung bingung.

“Tumben kau pinter hyung.” Ucap Wookie polos.

“Ya! Wookie, apa maksudmu ha?” yesung menjitak kepala Wookie.

“Ah, kita harus menelphone Donghae atau Shindong.” Ucap Kangin. Tak lama kemudian dia sudah menelphone seseorang disana.

Sementara itu……

“Jadi kau tidak menikah dengan Yunho?” tanya Donghae. Mereka sedang duduk di ruang makan. Ada Shindong dan Sungmin juga.

“Aish memang aku pernah bilang akan menikah apa?” Rae Na bertanya ringan.

“Syukurlah.” Ucap Eomma.

“Eomma, apa eomma tidak ingin aku menikah?” tanya Rae Na.

“Tentu saja Eomma ingin kau menikah. Tapi dengan namja yang benar – benar mencintaimu.”

“Apakah ada?” desisnya.

“Mwo? Apa yang kamu katakan?”

“Ani….” ucapnya sambil memasang wajah ceria.

“Rae Na. apa kau masih menyukai……” Shindong menggantungkan ucapannya.

“Oppa tahu apa jawabnya.” Gumam Rae Na. “Ah, aku capek sekali. ingin tidur. Eomma, Appa, Oppadeul. Aku tidur dulu ya.” Rae Na menuju kamarnya diiringi pandangan semua orang yang ada di sana.

 

Di Kangwondo…

Sudah 2 minggu Heechul di Kangwondo. Aboeji membiarkannya di rumah tanpa mengerjakan apa – apa. Dulu, saat Rae Na baru pergi Aboeji memarahinya habis – habisan. Heechul tau Aboeji sangat menyukai Rae Na. tapi sekarang Aboeji sudah tenang. Bahkan selalu memberikan semangat kepadanya.

Appa dan Eomma Rae Na pun selalu mendukung dan menguatkannya. Hampir setiap hari selama 4 tahun Heechul selalu ke rumah keluarga Shin. Mencoba mencari kehadiran yeojanya, tapi sekarang dia sudah menjadi istri dari Yunho. Namja yang memang selalu dia sukai.

“Tuan muda.” Kata Hyul Ajhumma.

“Ne?”

“Tadi Tuan besar berpesan, agar tuan muda menyusul beliau ke Mokpo. Tuan besar mengundang rekan beliau makan malam di Mokpo dan mengharapkan anda menemaninya.”

“Tapi kenapa aku harus ikut?”

“Saya tidak tahu tuan. Dan Tuan Besar sudah menyiapkan pakaian anda.”

“Ah Ne.” Heechul malas sekali untuk menolak keinginan Aboejinya. Dia memang sudah kehilangan semangat hidupnya. Sejam kemudian saat dia turun dan akan berangkat menuju Mokpo, dia melihat keempat namdongsaengnya, Yesung, Kangin, Wookie dan Kibum. Ada Siwon juga. Mereka nampak rapi. Memakai jas seperti dirinya saat ini.

“Ada apa kalian disini dengan penampilan seperti itu?” herannya.

“Aboeji menyuruh kita ke Mokpo. Tapi Hankyung hyung ingin ke sini dulu.” Jawab Kangin.

Heechul duduk di sofa. Dia menarik nafas panjang.

“Hyung…..” desis Wookie.

“Gwenchana.” Ucap Heechul seperti tahu apa yang dipikirkan Wookie.

“Kkaja… ajhussi sudah menunggu kita.” Kata Hankyung yang sudah ada di belakang Heechul. Heechul menoleh. “Chullie-ah, kau ikut aku saja ya.” Heechul hanya mengangguk. Lalu mereka berangkat menggunakan 3 mobil menuju Mokpo.

~ end of Someone POV ~

 

~ Kim Heechul POV ~

Restauran ini sangat mewah. Dengan nuansa warna coklat dan silver. Aku segera menghampiri meja aboeji yang sedang duduk bersama dua orang. Laki – laki dan perempuan yang sebaya dengan aboeji.

Aboeji bangkit saat melihat kedatanganku.

“Ini putraku. Kim Heechul. Heechul-ah, ini rekan bisnis aboeji. Tuan dan nyonya Hwang.” Aku membungkuk kepada kedua orang itu. Lalu duduk di sebelah aboeji.

Sedangkan semua saudara – saudara ku duduk di meja di belakangku. aku memperhatikan sekitarku sampai aku terpaku pada sosok di pintu masuk itu. Mata kami bertemu. Dia nampak cantik sekali dengan gaun biru itu.

“Kau setuju khan bertunangan lagi?” aku tidak terlalu konsen pada ucapan aboeji. Namun, aku menggumam mengiyakan. Aku melihatnya terbelalak lalu berbalik keluar. Aku ingin mengejarnya saat wookie menghampiriku.

“Hyung, bantu aku. Aku kehilangan sebuah cincin. Cincin ini sangat berharga bagi seseorang. Bantu aku hyung.” Aku tidak tega melihat muka memelas Wookie. Akhirnya aku mengikutinya menuju halaman belakan restaurant.

“Apa yang kau lakukan di sini tadi? Setahuku kau tidak beranjak dari mejamu daritadi.” Kataku tajam.

“Tadi, sebelum masuk hyung…… ach sudahlah hyung bantu aku cari. Aku akan cari sebelah sana.” Dia meninggalkanku. Ck… menyebalkan sekali Wookie. Kenapa tidak meminta bantuan yang lain? Kenapa harus aku?

Tapi tak urung aku tetap membantu mencari cincin itu. Tapi cincin itu bentuknya seperti apa? Aish.. merepotkan saja. karena sibuk mencari cincin itu, aku jadi tidak memikirkan kehadiran yeoja itu.

~ end of Kim Heechul POV ~

 

~ Shin Rae Na POV ~

Hah, tumben appa mengajakku ke Mokpo. Katanya sich menghadiri acara makan malam yang diadakan oleh keluarga dari Min Chihoon, tunangan Sungmin Oppa. Berhubung keluarga Sungmin Oppa dan Donghae Oppa tinggal di Meksiko, maka keluargaku lah yang mewakilinya. Tapi anehnya, kenapa Eun Sie, Kyuhyun, Hyuk Oppa, Jiyoo Eonnie bahkan pengantin baru Leeteuk Oppa dan Sangmi Eonnie ikut ya?

“Ayo Rae-ya, palli.” Ajak Hae Oppa saat melihatku masih berdiam diri sedangkan semua anggota keluargaku sudah turun semua.

“Ne Oppa. Sebentar.” Ucapku sambil merapikan riasan wajahku. Perjalanan Seoul Mokpo memakan waktu beberapa jam. Dan sekarang memang sudah gelap saat sampai di Mokpo.

Karena sibuk merapikan riasan wajahku tadi aku jadi ketinggalan masuk dech. Aku menuju pintu masuk dan memperhatikan sekitarku mencari – cari keluargaku, sampai mataku bertemu dengan mata coklat bening itu. Jantungku bergemuruh.

“Kau setuju khan bertunangan lagi?” ucapan Kim Ajhussi menyentakkanku. Meja mereka tidak jauh dari pintu masuk itu sebabnya aku bisa mendengar dengan jelas ucapan mereka. Dia menggumam. Namun dapat dengan jelas terdengar dari tempatku. Dia mengiyakan. Hatiku kembali sakit. Aku berbalik dan lari menjauhinya.

Jadi dia akan bertunangan? Apakah dengan Sohee? Ataukah yang lain? Aku tidak peduli. Aku tidak mau peduli. Tapi aku juga tidak bisa mengabaikannya. Aku masih mencintainya. Aku masih mengharapkannya.

Drrt.. drrt,,,

Hapeku bergetar. Eomma.

“Ne Eomma..” sapaku lesu.

“Ya! Kau dimana? Sudah dari tadi kami menunggumu.”

“Mian Eomma, aku lagi di.. hmp..hmp…” hapeku terlepas saat seseorang membekap mulutku. Aku meronta dan mencoba menendang atau menjambak apa saja yang bisa terpegang tanganku. Tapi aku kalah tenaga. Aku bisa mendengar suara Eomma yang panik.

Tuhan, tolong aku. Siapapun tolong aku, jeritku dalam hati saat orang ini menyeretku ke tempat yang gelap dan sepi.

~ end of Rae Na POV ~

 

~ Kim Heechul POV ~

Mataku melihat kilatan cahaya kecil di rerumputan. Aku mengambilnya. Cincin. Aku tersenyum, akhirnya aku menemukan cincin ini. Kuperhatikan baik – baik cincin ini. Hey, aku mengenalnya. Ini khan cincin pertunanganku dengan Rae Na? cincin ini dikembalikan Rae Na saat dia meninggalkanku dulu.

Apa – apaan ini?

Dengan murka aku melihat sekelilingku, aku harus meminta penjelasan dari Wookie. Apa maksudnya ini? Aku tidak melihat penampakan Wookie. Kemana anak ini? Tiba – tiba aku melihat pemandangan yang mengerikan. Aku melihat seorang namja menyeret seorang yeoja. Sedangkan dua orang lainnya mengikutinya dari belakang.

Aku memicingkan mataku, mengenali sekelebatan gaun yang dipakai yeoja itu. Hah? Itukan……

Melupakan kemarahanku kepada Wookie, aku berlari menuju arah mereka.

“Hey, apa yang kau lakukan? Lepaskan dia.” kataku. Sekilas aku merasa menganal sosok namja ini. Tapi aku tidak bisa mengenalinya. Mereka memakai topeng.

“Hmmmp.. hmmmp..” Rae Na mencoba berbicara tapi mulutnya dibekap namja itu. Aku merasa sangat marah. Aku segera menerjangnya, mencoba melepaskan Rae Na dari lelaki brengsek itu.

Tapi, belum sempat pukulanku mengenainya, aku merasakan dua pasang tangan menahan pukulanku. Kali ini aku meronta – ronta.

“Mian, hyung…..” bisik seseorang tepat ditelingaku, aku terperangah mendengar suara yang sangat familiar ini. Namun, belum sempat otakku menebaknya, aku merasakan pukulan di kepalaku, membuatku pusing lalu jatuh dalam kegelapan ini.

~ end of Kim Heechul POV ~

 

~ Shin Rae Na POV ~

Andwe!!! Oppa,,,

Aku melihat Heechul Oppa pingsan karena pukulan namja – namja mengerikan ini. Dan namja yang sekarang memegangku mulai menyeretku lagi. Mereka membawaku dan Heechul Oppa ke sebuah gudang. Mereka menguncinya dari luar.

Aku menggedor – gedor pintu itu, tapi tidak terbuka – buka juga. Aku mendengar suara erangan. Aku langsung menghampiri Heechul Oppa.

“Oppa,” desisku. Dia mencoba duduk, aku segera membantunya. “Gwenchana?” pertanyaan bodoh Rae Na.

“Dia menggeleng pelan sambil memegang kepalanya. Ah pasti pusing sekali itu. Aku segera memeriksa kepalanya. Untunglah tidak ada yang luka.

“Apa yang terjadi?” tanyanya setelah beberapa saat.

“Molla.” Desisku. Aku menangkap sesuatu di digenggamannya dengan mataku. Aku tersenyum pahit. Cincin pertunangan kami dulu. Ah, jadi mereka akan bertunangan malam ini juga? Tapi kenapa dengan memakai cincin yang pernah aku pakai? Aku tahu seharusnya aku tidak memikirkannya. Tapi aku tetap merasa tidak rela saja.

Aku mengalihkan pandanganku ke arah pintu. “Kita harus segera keluar dari sini Oppa. Kau bawa hape?”

“Eh?” dia nampak kebingungan.

“Hapeku terjatuh tadi saat orang itu meculikku.”

“Hapeku juga ketinggalan di mobil.”

“Ottokhe?

“Rae Na-ssi?” desisnya ragu. Aku terpaku mendengar panggilannya itu. Tapi aku harus kuat.

“Ne? Heechull-ssi?” jawabku. Tanpa menoleh ke arahnya.

“Aku rasa, saat ini aku harus menjelaskan semuanya, semua hal yang terjadi 4 tahun silam.” Ucapnya. Membuatku menatapnya. Apakah harus? Bukankah sudah terlambat? Desisku dalam hati. Tapi aku hanya diam saja. menanti ucapannya.

~ end of Shin Rae Na POV ~

 

~ Someone POV ~

Dua orang itu hanya berdiam diri saja. sampai kemudian Heechul angkat suara.

“Mianhaeyo… mungkin sekarang kau membenciku. Mungkin sekarang terlambat untuk menjelaskannya kepadamu, tapi… aku harus menjelaskannya. Aku tidak menyerahkan surat itu….  karena aku tidak ingin kau terluka lagi.”

“Apa maksudmu?”  Rae Na menatap lekat wajah Heechul yang sekarang agak lebih tirus.

“Entahlah, aku tidak tahu kenapa, aku hanya merasa jika aku memberikan surat itu, kau pasti akan menemuinya. Mungkin kau akan mengikutinya. Dan akan membuatmu semakin dibenci keluargamu.” Rae Na mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Heechul dengan tenang.

“Tapi mungkin itu juga sekedar alasan untuk membenarkan tindakanku ini. Mungkin alasan sesungguhnya adalah karena aku egois. Aku tidak rela jika kau bersamanya. Aku tidak ingin kau meninggalkanku. Karena aku menyukaimu.” Ucapan Heechul membuat Rae Na tersentak. Dia melihat Heechul tersenyum perih. Sepertinya ucapan Heechul tidak bohong. Rae Na ingin mengatakan sesuatu, saat Heechul melanjutkan ucapannya.

“Tapi itu semua juga percuma. Aku membuatmu terluka. Membohongimu. Dan ini juga sudah terlambat, karena kau sudah menikah dengan Yunho. Ah, chukkae Rae Na-ssi,, karena kau akhirnya menikah dengan namja yang selama ini kamu cintai.” Ucap Heechul pelan. Dia menatap Rae Na yang tengah menatapnya.

Rae Na menatapnya lekat – lekat. “Kau tidak melihat TV atau membaca koran?” tanya Rae Na.

Heechul mengerutkan keningnya. “Aniya. Untuk apa? Aku tidak mau merasa patah hati.” Ucapnya ringan. Padahal Rae Na bisa mendengar nada perih dari suara Heechul.

“Babo!”

“Ya! Apa yang kau katakan?”

“Yunho Oppa tidak menikah denganku.” Ucap Rae Na santai. Membuat mata Heechul membulat karena kaget.

“Mwo? Maksudmu?”

“Yunho Oppa tidak menikah denganku. Kurang jelas apalagi sich?”

“Tapi khan…..”

“Yunho Oppa menikah dengan gadis Indonesia. Karena Shasha Eonnie, istri Yunho Oppa, orangnya pemalu dan sangat dekat denganku, makanya dia selalu mengajakku setiap Yunho Oppa dan Shasha Eonnie jalan di tempat umum. Bukan rahasia lagi khan kalau Yunho dan aku pernah menjadi kekasih itu sebabnya hal itu menjadi heboh.”

“Jinja?”

“Ne.”

Heechul menatap Rae Na lekat – lekat. Wajah pucatnya menjadi berbinar sekarang. Tapi wajah Rae Na berubah murung.

“Tapi, apa yang kau ucapkan memang benar Heechul-ssi. Semuanya sudah terlambat.”

Bibir Heechul yang semula tersenyum kembali mengatup rapat. “Apa maksudmu?”

“Kau akan bertunangan bukan? Dengan siapa Sohee kah? Ah pasti dia.”

“Mwo? Aku tidak akan bertunangan dengan…..”

“Aku sudah mendengar dan melihatnya. Saat Aboejimu bertanya kau mau bertunangan lagi, kau menjawabnya iya. Dan aku melihat kau bersama Sohee saat kau pulang siaran.”

“Ah…” heechul teringat ucapan aboejinya yang tidak ditanggapinya dengan serius. Rae Na yang melihatnya diam, segera bangkit. Tapi langkahnya terhenti.

“Rae Na-ya,, Saranghaeyo… jeongmal saranghae… ” ucap Heechul lembut. Rae Na menoleh. Matanya berkaca – kaca. Kata – kata ini yang selama ini dia tunggu. Kata – kata yang ingin dia dengar keluar dari mulut Heechul.

“Nado.. oppa.” Ucapnya lirih. Heechul terbelalak, tapi dia segera memeluk Rae Na. dia tidak menyangka Rae Na akan membalas perasaannya. Dia pikir Rae Na akan tetap membencinya. “Tapi Oppa,pertunanganmu…..”

“Aku tidak akan bertunangan dengan siapapun, kecuali kau Jagiya.” potong Heechul. Dia memegang kedua pipi Rae Na, lalu mengecup lembut bibir Rae Na.

“Oppa….” rengek Rae Na, saat ciuman Heechul berubah agak lebih bernafsu.

“Hmmm….” gumam Heechul tak jelas.

“kita masih di gudang, ayo kita cari cara agar kita bisa segera keluar. Pasti sekarang semuanya panik menunggu kita.”

“Ne. Aku juga harus menjelaskan semuanya ke aboeji.” Mereka berjalan menuju pintu. Mencoba memutar kenop pintu, meski tahu itu sia – sia.

Ceklek.

“Lho?” keduanya berpandangan. Pintu itu tidak lagi terkunci. Tapi keduanya tidak ambil peduli. Mereka menuju restoran sambil bergandengan tangan. Menuju ke meja aboeji Heechul. Tapi sekarang mereka melihat kedua orang tua Rae Na bergabung di meja Aboeji Heechul.

Saat melihat kedatangan keduanya yang bergandengan tangan, senyum muncul di wajah semua orang.

“Aboeji, aku ingin bicara.” Ucap Heechul serius.

“Ne?” tanya Aboeji Heechul.

“Aku tidak ingin bertunangan dengan yeoja pilihan Aboeji. Mianhae, tadi aku tidak berkonsentrasi sehingga aku menjawabnya sembarangan.”

“Jinja? Kau tidak ingin bertunangan? Kau akan menyesal. Karena kau belum melihatnya. Dia sangat cantik lho.”

“Aku tidak akan menyesal aboeji. Asalkan ada Rae Na disisiku.” Ucap Heechul mantap.

“Ah, sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan semuanya ternyata mereka tidak ingin cepat – cepat bertunangan.” Ucap aboeji Heechul lagi.

“Maksud Aboeji?”

“Ya. Yeoja yang akan aboeji tunangkan dengan kau ya Rae Na ini.”

“ah….” wajah Heechul memerah.

“Jadi? Kau tetap tidak mau?”

“Aboeji tahu apa jawabanku.”

“Hahahahaha…… aboeji senang kau bisa tersenyum lagi. Ah, ayo kau harus bertukar cincin.”

“Tapi aboeji, cincinnya….” desis Heechul.

“Lho, hyung bukannya cincinnya sudah kau temukan tadi?” tanya Wookie. Aku langsung menatapnya.

“Jadi kau mengerjaiku?” tanya Heechul kepada Wookie.

“Mianhae hyung.” Ucap Wookie pelan.

“Apakah, kejadian tadi di taman juga…..” hechul melihat semua dongsaengnya nyengir. “Kalian ingin membunuhku?”

“Hyung, mianhae.. jika tidak kami pukul, kau terus berontak. Kami bisa kewalahan.” Kata Yesung.

Heechul mendengus sebal.

“Hey, apa bisa dilanjutkan? Kasihan putriku khan?” kata Eomma Rae Na. yang membuat semua yang ada tertawa.

Rae Na tersenyum malu. Apalagi, saat Heechul menyentuh jemarinya, mukanya langsung memerah. Malam itu untuk kedua kalinya, mereka bertunangan. Dengan cincin yang sama seperti 4 tahun yang lalu.

 

@@@@@

Seminggu kemudian..

~ shin rae na pov ~

Hari ini hari pernikahanku. Seminggu setelah pertunanganku dengan Heechul Oppa, akhirnya kami memutuskan untuk menikah secepatnya.

Tapi sialnya, dihari pernikahanku ini aku merasakan sebuah de ja vu. Kalian tahu kenapa?

Ya, di hari pernikahanku saat ini, aku mengalami kejadian sama persis seperti 4,5 tahun yang lalu. Aku berlarian di tengah kota memakai gaun pengantin yang indah ini.

Bukan, bukan karena calon suamiku kabur lagi. Meski ini juga karena ulah calon suamiku. Bukan hanya dia sich. Hampir seluruh keluargaku juga harus bertanggung jawab rasanya.

Aku mengacuhkan orang yang tengah menatapku heran, atau saling berbisik – bisik. Aku hanya berlari sambil menggerutu.

“Mati kau kim heechul. Aku pasti akan membunuhmu. Lihat saja.!”

Aku benar – benar tidak habis piker, kenapa aku bisa mencintai namja aneh sepertinya. Kami sudah merencanakan pernikahan kami di sebuah gereja yang indah. Tapi di saat – saat terakhir dia malah ingin menikah secara outdoor. Sialnya keluargaku yang sudah diberitahu oleh Heechul Oppa, tidak memberitahukannya kepadaku.

Saat aku sampai di gereja, suasana yang lengang membuatku bengong. Aku langsung menelephone heechul oppa, dan tanpa dosa dia menyuruhku dating secepatnya. Sepertinya kesialanku tidak berhenti sampai di sini. Mobil yang membawaku mogok.

Sedangkan heechul oppa hanya memberiku waktu 30 menit saja untuk sampai. Tidak sempat mencari taksi, akhirnya aku berlari.

30 menit pas, aku sampai di taman dekat apartemen Heechul Oppa. Yah, dia memang menginginkan pernikahan kami di sini. Karena katanya di sinilah awal pertama dia menyukaiku. Entah apa maksudnya.

Aku mengatur nafasku, In Hae yang melihatku segera menghampiriku, menyerahkan sebuket bunga lili. Appa sudah menungguku. Lalu meraih lenganku. Lagu wedding mengiringi langkahku menuju altar tempat calon suamiku menungguku, dihadapan pendeta yang sudah siap.

Melihat senyumnya itu membuat kemarahanku tadi sirna dengan cepat. Hilang tak berbekas. Aku memang sangat mencintainya.

~ end of shin rae na pov ~

 

~kim heechul pov ~

Aku melihat bidadari melangkah mendekatiku. Aku tahu dia kesal karena aku membuatnya berlari dari gereja ke taman ini. Tapi aku suka melihat wajah kesalnya. Dia sangat cantik dengan muka setengah manyun seperti itu. Aku pertama menyukainya di taman ini, sebenarnya, saat dia memergokiku berciuman dengan Oh Min Ji itulah tanpa kusadari aku jatuh hati kepadanya. Itu sebabnya aku memilih taman ini sebagai tempatku mengucapkan sumpah setiaku. Bukan di gereja.

Aku meraih tangannya yang diserahkan appa  rae na. senyum malu – malu dan wajah yang merona merah itu membuatku semakin ingin memilikinya. Tenang kim heechul, dalam hitungan menit, dia akan menjadi milikmu selamanya.

Setelah kami berdiri berdampingan menghadap pendeta. Pendeta itu membacakan ayat – ayat yang tidak aku pedulikan. Barulah saat pendeta itu mengambil sumpah, aku konsentrasi kepadanya

“Kim Heechul-ssi, apakah kamu akan bersedia tetap setia berada di samping istrimu meskipun dalam keadaan senang dan susah?” Tanya pendeta itu.

“Ne, saya bersedia.” Ucapku mantap.

“Shin Rae Na-ssi, apakah kamu akan bersedia tetap setia berada di samping istrimu meskipun dalam keadaan senang dan susah?”

“Ne, saya bersedia.” Rae Na mengucapkannya dengan tenang.

“Dan kalian telah sah sebagai suami istri. Silahkan kau mencium mempelai wanitamu, kim heechul-ssi.” Aku langsung menghadap kea rah rae na, membuka kerudungnya, mengangkat dagunya dan mencium bibirnya lembut.

Akhirnya, dia sekarang menjadi milikku..,

 

The end

 

10 thoughts on “Way For Love – after story –”

  1. horeeee, akhirnya mereka nikah juga, tapi kasihan rae na harus lari gara-gara ulah heechul. tapi keereen bnaget😀

  2. akhir’y after story’y klwr jg…..hehe

    gomawo^_^

    happy ending….hore2!!!!
    heechul oppa saranghae.

  3. ini Hot bgt lah, baru kali ini baca yg ma yesung tp feel y dpt bgt kyk yg cast y hyuk n kyu. . .
    Padahal udah siap batin, bakalan leeteuk untung d sini cast cwe y ngak da tp reader jd lega. . .
    Ngak dongkol, tp leeteuk k mana ya pa bener dah mati, n yg d taman tu siapa? Lanjut. . . . untung ada aftstory y. . .
    Happy ending. . .
    Setelah banyak rintangan. . .
    Ye ye ye

  4. wwwwooooaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh……

    ssuukkkkkaaaaaaaaa….. bangeeettt!!!

    kenapa end nya dikit banget gak sampe malam pertamaa…

    uuuhhhkkk geeemmmeessssss……!!!

  5. Karena gk sabar, jd langsung baca part after story deh.. “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​
    Yeaaay,, Chullie oppa akhirnya sama Raena..
    ˚\(´▽`)/˚ ‎​˚\(´▽`)/˚ ‎​˚\(´▽`)/˚

    Besok baca lanjutan yg td aaah~
    Seruuuu😀

  6. Ending yang,,, hwwaaaaaa,,, bagus banget….
    Aku sukaaaaaa……
    Fighting!!!!
    Sering2 ya nulis tntg member suju yg lain.. Gak yang itu2 aja.. Biar variatif🙂

  7. enak bener heechul oppa di saat saat terakhir tempatnya malah dipindahkan, kasihan rae na yg ngelihat gereja lengang gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s