☆AhnKyu☆ My Evilness

My Evilness
.
Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on http://www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.
Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Ahna
Support Cast: Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, Siwon, Donghae, Zhoumi, Henry, Onew, Key, Jonghyun, Taemin
Rating: All Ages
Genre: all ages, romantic, humor, oneshot
Ps: FF ini pernah di post di sini  http://www.sjismine.wordpress.com
Tag: Cho Kyuhyun, Choi Minho, Super Junior, SHINee
.
~Ahna’s POV~
Jantungku berdegup kencang menunggu giliranku. Aku duduk di sofa ruangan itu untuk menunggu giliranku dan penasaran dengan hasilnya. Sudah lewat dua bulan dan hari ini baru keluar hasilnya. Hasil dari petunjuk masa depanku /naon /lebay. Sebentar lagi, hasil dari tes psikotes akan kuterima. Sekarang aku sedang mengantri untuk mengambil hasil psikotes sekaligus konsultasi mau masuk IPA atau IPS dan jurusan yang cocok untukku nanti kalo kuliah. Cuma bagi hasil tes psikotes gitu aja lebay banget sih del. Eh, Ahna. Sekarang aku lagi nunggu giliran bagi hasil psikotes di ruang BK. Duduk di ruang BK yang panas -,- untung sekarang hari Jumat dan besok libur :))
“sekarang giliran siapa? Lee Ahna?” tanya guru BK bernama Iim /maensebutnamaasli /tabok.
“eh iya saya mau bu.” Ucapku langsung dan duduk di kursi sebelah meja bu Iim. Hayoung dan Minmi langsung mendekat ke meja bu Iim karena mereka juga pengen tau hasil psikotesku.
“Lee Ahna ya.” Gumam bu Iim sambil membuka dokumen yang berisi hasil tes psikotes kelas sepuluh B, “Lee Ahna, IQ nya 135.”
Aku mencondongkan badan untuk melihat kertas hasil psikotesku itu. Dan membaca ‘menggunakan tes: advance progressive matrices (APM) yang bersangkutan memiliki skor IQ ±135, termasuk dalam kualifikasi sangat cerdas dibandingkan dengan orang lain yang seusia’ “ooooo.” Aku membulatkan mulutku membaca ternyata IQ ku hanya (?) 135 /tabok.
Aku melanjutkan membaca tabel yang bertuliskan kualifikasi program studi, yang langsung membuat saya hilang mood /lebay. Dari IPA, IPS dan Bahasa, semua hasilnya SEDANG. *minum baygon merk korea*. Yah tapi seenggaknya ga ada yang rendah.
“ibu kenapa semuanya sedeng?” protesku dengan bibir manyun.
“nih liat, kemampuan bahasa, fleksibilitas berpikir, kemampuan abstraksi, kemampuan hitung praktis, kemampuan hitung teoritis, dan kemampuan analisis dan sintetis kamu semuanya sedang.” Jawab bu Iim.
“kenapa bisa sedeng?”
“karena kamu emang sedeng (?).” timpal Hayoung, Minmi dan bu Iim pun tertawa.
“ish. Terus gimana bu? Bisa masuk IPA kan?” tanyaku menyela tawa mereka.
“kalau diusahakan pasti bisa.” Ucap bu Iim membuatku lumayan membuat semangatku bagai terbakar api yang disemburkan oleh Kyuhyun (?) “oh iya bu, terus soal jurusan di kuliah?”
“kemampuan tiga dimensi kamu tinggi, cocok sama yang berhubungan dengan gambar.”
“iya bu, saya juga niatnya masuk jurusan arsitek kayak ayah saya atau desain kayak kakak saya.”
“nah itu cocok banget. Fsrd tuh wah keren. Terus achievement kamu juga tinggi, kan arsitek itu berhubungan dengan bisnis. Kamu cocok juga management bisnis.”
“hah? Bisnis? Kagak deh bu ga niat.” Ujarku langsung yang memang tidak berniat pada bidang bisnis.
“lalu, ini lihat nurturance kamu rendah sekali. Kamu orangnya cuek terhadap lingkungan dan tidak begitu peduli pada sosial.” Ucap bu Iim.
“itu banget bu! Bener dia tuh cuek banget sama lingkungan, ga peka bu!” timpal Minmi langsung. Aku hanya nyengir tak bersalah ƪ(˘.˘)┐ ƪ(˘.˘)ʃ ┌(˘_˘)ʃ
“iya tapi itu justru cocok untuk orang bisnis.” Kata bu Iim. Aku hanya mengangguk angguk. Padahal ga niat masuk jurusan bisnis.
“nah, kamu mau masuk arsitek atau desain kan? Ini liat change kamu rendah sekali. Itu maksudnya niat kamu pada trend baru dan model baru itu sangat rendah sedangkan desain dan arsitek itu harus update mengikuti trend baru dan model baru.”
“hehehe saya kan cuek bu. Baju juga seadanya. Kasihanilah saya bu, saya tidak punya cukup uang untuk membeli baju model masa kini, di rumah saya hanya pakai baju yang terbuat dari karung goni (?)”
“haha ya pokoknya minat kamu pada model baru harus ditingkatkan supaya lebih baik.”
“iya buuu.”
“persuasive kamu tinggi, cocok buat bersaing, cocok bisnis.” Kata bu Iim. Idih ngomongin bisnis mulu ah -,- “artistic kamu tinggi, emang pas buat masuk arsitek atau desain.”
“iya bu ehehehehe.”
“terus musical juga tinggi.”
“iya bu, saya emang bisa main biola. Ayah saya ama kakek dari ayah saya jago main piano. Kakek dari ibu juga bisa main biola.”
“ooh, kamu semuanya serba keturunan ya. Artistic keturunan, musical juga keturunan. Gen nya kuat berarti.”
“iya bu hehehe.”
“tapi wajah dia ga mencerminkan dia bisa main musik.” Gumam Minmi.
“yak!” bentakku. Hayoung dan Minmi pun tertawa.
“terus ini sosial service rendah sekali. Jelas kalau kamu orangnya kaku begitu mana bisa jadi sosial service.”
“iya bu iya iya iya.”
“jadi, kamu berarti cocoknya masuk management bisnis, arsitek, desain fsrd. Ya.”
“hm.”
“ya udah segitu aja. ini kertas hasil tes psikologinya.” Ucap bu Iim sambil memberikan amplop berisi hasil tes psikotes untuk dibawa ke rumah dan diperlihatkan kepada orang tua.
“berikutnya aku bu.” Ujar Minmi dan langsung duduk di kursi di sebelah meja bu Iim yang tadi kududuki.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“eomma~ appa~ aku pulang~” seruku begitu memasuki rumah, “eomma, appa. Hasil psikotes nya udah keluar. IQ ku 135. Nih.” Kataku sambil menyodori amplop berisi hasil psikotes di atas meja komputer appa.
“oh hm bagus dong IQ nya.” Kata appa yang masih tetap fokus ke layar komputernya dan bukannya malah membuka amplop -_- ya iyalah anaknya cuek wong bapake kayak begini -_- like father like daughter.
“appa! Buka dong amplopnya!” gerutuku.
“eh iya.” Dan barulah beliau mengambil amplop tersebut dan hanya melihatnya sebentar -3-
“buat IPA IPS bahasa semuanya sedang.” Kataku sambil manyun.
“hm gapapa.” Ucapnya. Er -_-
“kata gurunya, Ahna cocoknya masuk management bisnis, arsitek, ato desain.”
“oh iya? kuliah jurusan management bisnis biayanya teh gede euy.” Ucap eomma.
“gamauuu gamau management bisnis.” Tolakku.
“kenapa? Pebisnis kan uangnya banyak.” Kata eomma.
“pokoknya gamau. Ga nyambung tiba tiba ke jurusan bisnis.” Kataku keukeuh, “kalo eonni IQ nya berapa?”
“eomma lupa. Tanyain aja sendiri. Kalau ga salah IQ nya tinggi sampe gurunya kaget.”
“hmm masa sih? Kan eonni ga pernah ranking deh perasaan.” Cerocosku yang aku sendiri merasa agak merendahkan (?) ._.
“ranking itu ga ngaruh ke IQ. Kalau IQ tinggi tapi ga terasah ya percuma.” Ucap appa dengan mata masih fokus ke layar komputer.
“oooh.” Aku pun berjalan ke dapur dan menuangkan es kelapa (?) yang tadi kubeli.
“eomma~ mau es kelapa ga?” tawarku agak berteriak supaya terdengar oleh eomma.
“nah itu. Psikotes ama es kelapa ga nyambung.” Timbrung appa tiba tiba sehingga membuatku bengong dan es kelapanya tumpah sedikit ke meja -_- *kisah nyata*
“haaah?”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“eonni~” panggilku begitu Saera eonni baru pulang dari kuliah.
“apa?” tanyanya yang baru naik dari tangga.
“IQ eonni berapa?”
“lupa. Tunggu bentar, cari kertas hasil psikotesnya dulu.”
Tidak lama kemudian, eonni keluar dari kamar dengan sebuah kertas.
“berapa?” tanyaku langsung.
“143.”
“hah? Kok bisa?” tanyaku dengan nada merendahkan yang kurang ajar (.___.) *author beneran ngomong gini* (.___.) /adikmacamapa
“eh sialan ini anak ngomongnya.” Ujar eonni dengan mata melotot ._.
“ehe ehe ehe.” Aku nyengir dengan wajah tidak merasa bersalah.
“cocok banget kamu jadian sama Kyuhyun. setan jadian ama setan. Ga bisa bayangin gue, nanti kalian nikah kayak begimana.” Ujar eonni yang langsung kabur turun dari tangga sebelum aku melempar sesuatu yang bisa kulempar (?)
“diem lu!” ancamku.
“hahaha. Eh anterin ke minimarket yuk.”
“pake apa?”
“pake becak. Ya pake motor lah!”
“oh iya hayu.”
Aku pun segera mengganti celana rumah menjadi celana jeans hitam dan memakai jaket hitam. Lengkaplah sudah -_-
Sebenarnya… aku suka warna hitam, karena… aku adalah perempuan malam (?) /naon atuh naon -_- aku suka warna hitam… ya yang baca ff aku yang who is my destiny pasti tau /pletak /author curcol
“cepetan woooy!” teriak eonni dari bawah.
“bentaaar!” aku balas berteriak. Tidak lama kemudian aku pun turun ke bawah.
“aku pake sendal apa? Aku ga punya sendal atulah.” Keluhku, “pake sepatu kets aja deh.”
“yak! Mau ke minimarket doang pake kets? Cik atulah pelis.” Ujar eonni menatapku heran.
“biarin biar hangat.”
“HANGAT?” teriaknya menatapku heran. Aku hanya nyengir nyengir.
“babo.” Gumamku.
“nan babo aniyo!” sergah eonni yang ternyata mendengar.
“hahaha neoneun jeongmal baboya!”
“nan baboya aniyooo!”
“sikkeuro.” Kataku sambil menatapnya datar.
“eh ini anak lama lama gue lempar sepatu juga.”
“hahaha.” Aku tertawa lepas dan eonni pun ikut tertawa. Eonni pun keluar dan menyalakan mesin motor mio berwarna biru. Eonni sedikit kesulitan ketika mengeluarkan motor keluar pagar rumah karena memang pagarnya kecil dan agak susah untuk mengeluar masukkan motor.
“babo~ babo~” sindirku.
“yak! Emangnya lu bisa naik motor hah?”
“nggak~” jawabku enteng.
“ya udah diem aja lu ah bacot!”
“wkwkwk. Mystery, mystery molla molla, ajik naneun molla. Gibon gibon sarang gongshik saram deure ibyeol gongshik. Hysteric, hysteric, dalla dalla naneun neomu dalla. Nae mamdaero nae tteutaero joha joha NU ABO.” Aku bernyanyi dan mengikuti gerakan dance NU ABO – f(x)
“heh bantuan lainna nari!”
“heee heee heee.” Aku tertawa tanpa merasa bersalah. Tiba tiba terdengar suara appa agak berteriak dari dalam rumah. Aku segera membuka pintu, “ada apaan beh?”
“hati hati.” Ucapnya singkat.

“oh iya.” jawabku sambil menutup pintu. Kirain apaan beh beh -_-
“cepetan naik.” Suruh Saera eonni yang sudah berhasil mengeluarkan motor setelah susah payah sampai bercucuran keringat. Rada lebay juga sih ya. Akhirnya eonni menjalankan motor menuju minimarket bernama barokah.
“eh, tau gak eonni pernah kelupaan bawa motor?” ucap eonni di atas motor, masih dalam perjalanan ke barokah.
“hah? Kapan?” tanyaku.
“waktu beli nasi kuning, eonni beli di warung ini nih.” Ucap eonni sambil menunjuk warung yang tadi kami lewati.
“terus?”
“kan aku beli nasi kuning nah terus pas mau pulang. Lupa dong kalo aku bawa motor. Setelah jalan 10 meter lebih dari warung itu baru inget motornya ketinggalan. Dan pas aku balik, orang warungnya nanya, ‘neng, motornya ketinggalan?’” *kisah nyata*
“wakakaka terus?”
“aku jawab ‘ah enggak pak, tadi saya mau ke warung bawah dulu bentar, terus motornya baru mau saya ambil’. Padahal mah lupa.” Aku dan eonni pun tertawa sampai orang orang yang di jalan memperhatikan kami ._.
“eon…” panggilku.
“apa?”
“jangan menunjukkan kebodohan itu dengan jelas.”
“eh adik sialan.”
“hahahahaha.”
“cepetan turun.” Suruh eonni setelah memarkirkan motor di depan barokah.
“hooh hooh.” Aku pun turun dari motor dan segera nyangkut (?) di depan rak majalah yang dijual di depan barokah. Mataku tertuju pada majalah dengan cover depan foto SJ.
“udaaah cepetan masuk!” eonni menyeretku masuk ke dalam barokah.
Kami pun membeli barang barang yang dibutuhkan lalu eonni yang mengantri di kasir. Aku ke luar barokah untuk membeli pulsa di depan pintu barokah dan menunggu eonni yang mengantri di kasir.
Aku melihat eonni keluar dari barokah TANPA keresek dan kulihat keresek belanjaannya masih ada di MEJA KASIR. Aku diam saja menunggu dia sadar kalau dia lupa mengambil belanjaannya sendiri.
Aku terus memperhatikannya sampai akhirnya pulsaku masuk dan dia baru sadar.
“oh iya belanjaannya lupa diambil.” Gumamnya lalu masuk kembali ke dalam barokah -___- *kisah nyata*
“jangan tunjukkan kebodohan itu dengan jelas.”
“diem.” Desisnya dengan wajah merah karena malu, “ayo pulang.”
“hmp.” Aku masih tertawa dan menaiki motor.
Eonni pun mulai menjalankan motor, “eh pantesan aja kenapa daritadi jalannya gelap.”
“kenapa?” tanyaku.
“lupa nyalain lampu depan.”
“GUBRAK!”
.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
.
To: Ahjussi Sialan
HYUUUUUNG! *teriak pake toa* /ditimpuk ;p hasil tes psikotesku udah dibagiin loooh
.
From: Ahjussi Sialan
Oh masa? Terus itu salah gue? Temen gue? Ibu gue? Nenek gue?
.
To: Ahjussi Sialan
Eh dasar budugan -_- ngajak gelut lu ye? *gulung lengan baju*
.
From: Ahjussi Sialan
Gue ga takut! Dieu sia aing tungguan di parapatan Ciamis!
.
To: Ahjussi Sialan
Oke! Awas sia mun kabur aing peuncit -_- beneran ah hyung jangan bercanda terus -_-
.
From: Ahjussi Sialan
Hahaha iya iya terus IQ nya berapa? Masuk IPA apa IPS?
.
To: Ahjussi Sialan
IQ nya 135 ._. IPA ama IPS sama sama sedang masa -_-
.
From: Ahjussi Sialan
Ah IQ nya kecil *kibas poni*
.
To: Ahjussi Sialan
Naon atuh naon kibas poni -_- *kibas rambut* :p emangnya IQ lu berapa?
.
From: Ahjussi Sialan
IQ aku 200 dong
.
To: Ahjussi Sialan
Ngaco aja lu mah -_-
.
From: Ahjussi Sialan
Ga percaya ya udah terserah~ oh iya, besok aku seharian di gedung SM latihan bareng SJM buat comeback dan ada istirahat sekitar 2 jam
.
To: Ahjussi Sialan
Itu maksudnya apa? Pengumuman ato apa hah? Ngomong jangan setengah setengah -_- *asah golok*
.
From: Ahjussi Sialan
Ape lu asah golok asah golok? Teu sieun teu sieun :p iya iya kamu dateng ya besok awas kalo ga dateng aing peuncit
.
To: Ahjussi Sialan
Ini ngajak ketemuan atau ngajak tawuran sih -_- iye iye gue dateng -_- jam berapa?
.
From: Ahjussi Sialan
Kayaknya sih jam 2an
.
To: Ahjussi Sialan
Oke.
.
From: Ahjussi Sialan
Oh iya, kertas hasil psikotesnya bawa ya
.
To: Ahjussi Sialan
Oke fine bye. Aku kesananya gimana?
.
From: Ahjussi Sialan
Terbang
.
To: Ahjussi sialan
Hyung ngabodor -_- naik apa ih -_-
.
From: Ahjussi Sialan
Jalan kaki
.
To: Ahjussi Sialan
Yak! Capek woy! -_-“
.
From: Ahjussi Sialan
Naek angkot
.
To: Ahjussi Sialan
Mana ada angkot disini! -_-
.
From: Ahjussi Sialan
Ya terus kamu maunya naek apa?
.
To: Ahjussi Sialan
Kamu kan latian berarti ga bisa jemput, ya naik busway?
.
From: Ahjussi Sialan
Kalo tau naik busway ngapain nanya?
.
To: Ahjussi Sialan
Ih rese -,- lama lama gue bunuh juga -,-
.
From: Ahjussi Sialan
Oootidabisa~ tidak mungkin kau tega membunuh manusia paling tampan di muka bumi :p
.
To: Ahjussi Sialan
Manusia paling APA?!
.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ -_-v

To: Ahjussi Sialan
Aku udah di depan gedung SM. Cepet jemput aku.
.
From: Ahjussi Sialan
Bentar
.
To: Ahjussi Sialan
Cepetan ah lola -_-
.
Tidak lama kemudian Kyu datang bagaikan hantu (?)
“lama banget sih, dasar lelet.” Sindirku.
“diam kau.” Balasnya.
“sekarang kemana?”
“ke tempat latianku aja?”
“terserah deh.”
Kemudian aku pun diseret (?) sampai ke ruang latihan. Disana ada member SJM yang sedang ngos ngosan seperti habis berlari keliling lapangan bola sebanyak 10 kali /lebay. Mereka abis latihan dance atau disiksa sih ya ampun kasian banget ._.
“annyeong haseyo.” Ucapku sambil membungkukkan badan pada ketujuh member SJM yang ada di ruangan penuh cermin tersebut, dan, 4 orang perempuan di ruangan itu. Siapa mereka? Ah mungkin pacarnya.
“hyung…” gumamku sambil memandang dengan wajah bingung pada Kyuhyun.
“ah kenalkan, itu yang disebelah Eunhyuk hyung itu Cho Neul Rin yang sedang mengemut permen lollipop seperti anak kecil, Cho Neul Rin ini sepupuku yang udah aku anggep adik. Yang di sebelah Ryeowook itu namanya Park Sung Ran. Yang di sebelah Henry itu Park Hyosang. Yang di sebelah Donghae hyung itu Park Yeoreum.”
Author: disini Yeoreum nya beda ya bukan Yeoreum temen Ahna ._. /authorbingung
“ah annyeong haseyo.” Sapaku lagi sambil membungkuk.
“annyeong.” Balas mereka sambil tersenyum.
“Ahna-ya. Jangan kaget ya.” Ucap Kyuhyun misterius sambil menatap Eunhyuk dan Henry bergantian seakan akan memberi sinyal (?)
“apaan?” tanyaku penasaran karena wajahnya tiba tiba berubah misterius.
“Eunhyuk hyung dan Neul Rin… Henry dan Hyosang… mereka sudah menikah.”
“APUAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!” teriakku keras seperti memakai pengeras suara padahal nggak, histeris sampai membuat semua cermin di ruangan itu pecah (?) mataku membelalak sampai mau keluar dan mungkin bisa masuk guiness book record (?) mengetahui bahwa… bahwa… bahwa……………..
“ga usah lebay gitu juga kaleee.” Ujar Kyuhyun sambil melepaskan jarinya yang menutupi telinganya karena kalau tidak ditutupi jari nanti gendang telinganya bisa pecah mendengar teriakanku yang dahsyat ._.
Wajahku menyiratkan kebingungan dan seperti mengatakan ‘tapi tapi tapi’ tapi tidak ada suara yang keluar, aku merasa bisu dadakan ._.
“sebenernya Eunhyuk itu terpaksa nikahin Neul Rin karena disangka ibunya udah ngapa-ngapain Neul Rin padahal belum kan ya? Hah?” tanya Kyuhyun agak membentak pada Eunhyuk dan Neul Rin dan melotot pada Eunhyuk dan Neul Rin. Eunhyuk sudah tampak ciut dibentak Kyuhyun namun sepatu Neul Rin sudah ada di tangannya dan siap melemparnya pada Kyuhyun.
“ayo lempar aja gapapa, bagus kok.” Celetukku mendukung Neul Rin.
“lempar aja kalo berani. Hidup kalian ga akan tenang.” Ancamnya membuat Neul Rin akhirnya mundur dan memakai kembali sepatunya. Sayang sekali. “ah, Henry dan Hyosang ini sudah menikah sejak… sekitar 2-3 tahun yang lalu.”
“HAAAAAAAAAAAAH?!” teriakku lagi yang kedua kalinya. Semua menutup kuping karena teriakanku yang dikenal memang membahana di kelas (.___. )
“teriaknya biasa aja bisa kaleee.” Ujar Kyuhyun yang masih menutup kupingnya.
“begimana bisa biasa aja!” desisku yang masih shock mengetahui rahasia terbesar Super Junior ._. pacaran mending gitu. Ini… NIKAH?!
“oh iya, Henry dan Hyosang udah punya anak.”
“WOOOOOOOOOOOT?!” teriakku untuk yang ketiga kalinya.
“STOP SCREAMING!” bentak Kyu yang merasa gendang telinganya hampir pecah.
“mi-mi-mian.” Latahku yang masih belum bisa menggunakan otak dengan baik dan benar, “ka-kalau boleh tau, umur anaknya berapa?” tanyaku berusaha sesopan mungkin pada Henry dan Hyosang.
“baru dua taun.” Jawab Hyosang agak malu malu.
Baru? BARU? Dua taun itu BARU?! Astaga yang ga barunya kayak ape ye -_- jangan jangan mereka niat nikah dari pas Hyosang SMA kali yak /dikejer yang punya nama
“oh iya. kamu belum kenalan ama Henry Zhoumi kan ya?” tanya Kyuhyun.
“i-ya belum.” Jawabku.
“Henry, Zhoumi gege, kenalkan, ini bocah tengik kurang ajar namanya Lee-ADUH!” teriak Kyu.
Aku menendang lututnya sekeras mungkin karena kesal -_- “SAKIT!” keluhnya sambil menggosok gosok lututnya.
“syukurin.” Desisku.
“bocah tengik,” desisnya balik, “dia ini, eng, dia ini.” Kyuhyun tiba tiba kehilangan kata kata di depan member lain.
“pacarmu.” Lanjut Donghae.
“ng iya.” Kyuhyun menganggukan kepalanya.
“ngomong gitu aja susah. Kasian tuh Ahna, kayak ga dianggep pacar gitu.” Cerocos Eunhyuk yang langsung mendapat dua sepatu terbang secara gratis dari aku dan Kyu.
“berisik!” ucap aku dan Kyu bersamaan. Eunhyuk pun langsung ciut. Aaah cemen sia cemen (?)
“ah salam kenal, Henry, Zhoumi.” Ucapku sambil menunduk. Kyuhyun langsung menjitak kepalaku, “yak! Sakit tau!”
“kau ini bisa sopan sama yang lebih tua ga sih?! Panggil mereka ‘oppa’!” suruhnya.
“aissh. Ahjussi sialan, kau kan tau kalau aku ga suka manggil orang pake embel embel ‘oppa’.” Kataku mengingatkan.
“kau panggil nama Kyuhyun bagaimana?” sela Donghae.
“pake… hyung.”
“kalau gitu panggil kita pake hyung juga.” Usul Siwon disusul dengan anggukan member lain.
“ANDWAE! Itu… itu… Cuma aku yang boleh dipanggil gitu!!!” sergah Kyuhyun langsung.
“kenapa ga boleh? Oh atau jangan jangan… hyung itu panggilan sayang ya?” goda Ryeowook.
“BUKAN!” bantahnya langsung.
“ah cieee prikitiw nih ah.” Goda Donghae -_-
“kau keberatan memanggil kami hyung?” tanya Eunhyuk.
“eng, enggak sih gapapa.” Jawabku enteng. Karena aku tidak merasa hyung itu panggilan spesial -_-a
“ya udah panggil kami hyung aja ya kalo kamu emang ga suka manggil oppa.” Ucap Siwon.
“ah ne hyungdeul.”
Kyuhyun mendelik padaku -_- “kamu ga bawa makanan?” tanyanya tiba tiba mengalihkan topik.
“ga. Buat apaan?” tanyaku cuek.
“cissh, pacarnya ga dibikinin makanan ato apaan gitu? Tuh liat Yeoreum bikinin makanan buat Donghae hyung sampe 5 kotak makan sampe Donghae hyung abs nya ngilang bagai ditelan bumi gitu.” Sindir Kyuhyun.
“yak! Enak aja bilang abs gue ilang! Nih masih ada nih!” ujar Donghae kesal sambil menaikkan kaosnya sehingga abs nya terlihat. Donghae yang menunjukkan abs nya langsung membuat Yeoreum mati di tempat (?)
“lagipula, nanti kalau kau makan masakanku bukan abs mu yang hilang. Tapi malah mungkin nyawamu yang hilang, ahjussi sialan. Kau pasti tau itu dengan jelas kan?”
“seenggaknya coba dulu kenapa? Bener bener ga peka ya ini bocah.”
“malas. Masak itu merepotkan, mendingan beli jadi.” Ucapku sambil menaikkan bahu.
“eh mana kertas hasil psikotesnya?”
“oh iya,” aku membuka tas dan mengambil amplop dan mengeluarkan kertas dari dalamnya, “nih.”
“hm.” Kyu mengambil kertas dari tanganku, “kok kualifikasinya sedang semua sih?”
“gatau, aku juga sedih hyung hiks hiks.” Ucapku menirukan suara tangisan padahal ga nangis sih -_-
“kemampuan realitas tinggi sekali woh kok gue ngeraguin ini ya.”
“sialan lu.”
“daya ingat… TINGGI?! Yang bener nih ah? Dusta ini pasti. Udah tau kamu pikun nya parah. Dulu aja sampe lupa masak nasi.” Sindirnya.
“aku juga bingung sih kenapa bisa tinggi, aku juga nyadar kalo aku pikun, tenang aja.”
“manjanya tinggi.” Gumamnya sambil membaca kertas hasil psikotesku.
“iye iye tau iye gue manja iye lah sindir aje sepuas lu bang.” Ucapku sambil mendelik, “kayak lu ga manja aja.” Gumamku.
“tadi kau bilang apaaa?!” tanya Kyuhyun dengan senyuman mengerikan.
“ah enggak kok, itu ada piring terbang.” Ujarku datar.
“cih. Ah nurturance itu sosial kan?”
“iya.”
“RENDAH SEKALI? HAHAHAHAHA.” Dia tertawa dengan sangat puas -_- aku menendangnya dengan kaki kanan sehingga dia jatuh ke lantai. Namun dia tetap saja tertawa -_-
“diaaaaaaaaaaaam!!!” teriakku sambil menendang nendang punggungnya yang terguling guling di lantai. Membuat semua orang di ruangan itu melongo.
Kyuhyun terduduk di lantai dan masih tertawa walaupun sudah agak mereda. Dia menyeka air mata yang keluar dari matanya gara gara terlalu banyak tertawa. Menertawakan aku -_-
“yak! Apanya sih yang lucu! Dasar ahjussi sialan!”
“ga ada yang lucu sih sebenernya.” Ucapnya dengan wajah yang tiba tiba datar -_-
“minat… artistic tinggi sekali ye, kok bisa?”
“bapak gue arsitek cooy.”
“oh pantesan. Lah kenapa musical bisa tinggi? Perasaan lu kalo nyanyi bisa bikin gendang telinga pecah deh?” celetuknya dan langsung mendapatkan bantal terbang yang kutemukan entah dari mana (?)
“gue bisa main biola kali.” Kataku sambil merengut.
“HAH?!” Kyuhyun berteriak bingung. Ya aku emang belum pernah ngasih tau kalo aku bisa main biola sih.
“aku belum bilang ya? Yah biasalah, aku ini kan orangnya rendah hati, jadi ga mau nyombongin diri gitu.” /ditimpuksendal
“rendah hati? Kau? Rendah diri kali?” ujarnya yang langsung mendapatkan bantal terbang kedua yang tepat mengenai wajahnya.
“ahjussi sialan.”
“hehehehehehehehehe.” Dia terus tertawa seperti kuntil anak -_- dia memang benar benar Kyuntil anak (?) “eh ini apa? Change?”
“itu, gaya, buat ngikutin model baju yang lagi trend gitu.”
Kyuhyun mengamatiku dari ujung rambut sampai ujung sepatu, “sepatu kets item, celana jeans item, baju kaos putih, pake jaket item, rambut digerai gitu aja. Lu niat idup ga sih?” kritiknya sambil menatapku tajam setajam silet.
“niat atuh akang. Kalo ga juga gue udah bunuh diri.”
“oh. Kalo masih niat idup, sana ke tempat latian SHINee, temuin Key dan bergurulah tentang style berpakaian padanya.”
“SHINee lagi ada disini?”
“iya lagi istirahat juga.”
“oke aku ke ruangan SHINee ya.” Ucapku sambil menekankan pada pengucapan ‘ruangan SHINee’ dan menatap Kyuhyun dengan pandangan menantang.
“EH JANGAN!” sergahnya langsung. Tampaknya dia baru sadar dengan apa yang dikatakannya tadi.
“kenapa?” tanyaku dengan wajah innocent sambil tersenyum, smirk sebetulnya.
“jangan… ke… ruang… latihan… SHINee…” ucapnya terputus putus sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
“memangnya kenapa?” tanyaku lagi.
“eh eng, jangan, ketemu, Minho…” gumamnya pelan.
“bisa kau ulangi, Cho Kyuhyun-ssi? Ucapanmu tadi ga jelas.”
“JANGAN KETEMU MINHO!” akhirnya dia berteriak dan malu sendiri setelahnya -_- =))
‘tok tok tok’ pintu ruang latihan ada yang mengetuk. Jangan jangan… kuntil anak… /iniapa -_-
“masuk.” Ucap Sungmin setengah berteriak.
Pintu membuka dan yang masuk adalah Yunho dan Changmin dan Ahn Saena.
“Saena-yaaa!” panggilku dan langsung memeluk Saena. Saena adalah teman sekelasku. Saena adalah pacar dari Yunho. Aku mengetahuinya ketika aku datang ke gedung SM ini dan melihat Yunho sedang bersama Saena seminggu yang lalu. Begitu kutanyakan pada Saena, dia mengaku kalau dia adalah pacar Yunho dan aku pun mengatakan padanya kalau aku adalah pacar Cho Kyuhyun ^^~~
“Ahna-yaaa!” Saena balas memelukku.
“kalian kenal?” tanya Kyuhyun.
“kenal dooong.” Jawabku sambil merangkul Saena.
“tentu saja aku kenal evil ini. evil sadis.” Ucap Saena yang langsung mendapat cubitan dariku.
“memangnya dia gimana di sekolah?” tanya Kyuhyun penasaran.
“tukang ngejailin orang.”
“ngejailin gimana?”
“gini ceritanya, salah satu ceritanya. Waktu pulang sekolah, aku, Ahna, Minmi dan Hayoung diem dulu di sekolah. Ehm sebenernya waktu itu, aku ketemu ama temen…” kata Saena sambil melirik ke arahku.
“temen apa temen?” kataku dengan sadis berniat membongkar rahasianya juga *evil laugh* “Yunho-ssi, waktu itu, Saena bertemu dengan cowok yang suka padanya loh.”
“yak!” bentak Saena dengan wajah merah. Yunho memandang Saena tajam, “dia bukan siapa siapa!”
“cowok itu ngedatengin Saena tiba tiba aja. Cowok itu sms bilang nanti pas pulang sekolah bakalan ke sekolah kami pake motor. Nah Saena udah uring-uringan. Cowok itu udah dua kali nembak Saena tapi ga diterima. Katanya Saena udah lupa ama muka cowok itu soalnya udah lama ga ketemu. Aku, Saena, Minmi dan Hayoung menunggu di depan gerbang sekolah. Aku ngeliat sosok cowok lagi duduk di atas motor kayak nungguin seseorang dan juga dia lagi megang handphone.
.
*flashback*
“Saena-ya, cowok itu kali?” ucap Minmi sambil menunjuk ke arah cowok yang lagi duduk di atas motornya dan memegang handphone.
“gatauuu, aku lupa mukanyaaa.” Ucap Saena dengan wajah bingung.
“aaah lupa apa lupa?” godaku, “coba kirim sms, kalo setelah kamu kirim sms terus cowok itu langsung ngetik di handphone nya, berarti bener dia orangnya.”
Saena pun mengikuti saranku dan mengirim sms. Cowok itu langsung melihat layar handphone nya segera setelah Saena mengirim sms.
“berarti bener dia.” Ucap Hayoung.
“sana samperin.” Suruhku.
“gamauuu. Aku udah lupa mukanya. Bisa jadi bukan dia kan?” elak Saena yang malah duduk di depan pagar sekolah. Aku, Minmi dan Hayoung ikut duduk. Jarak cowok itu dari Saena hanya sekitar 5 meter. Tampaknya cowok itu belum sadar kalau Saena, orang yang ditunggunya ada di depannya.
Lidahku yang sudah gatal (?) akhirnya berteriak keras keras, “SAENA ITU SAENA, KASIAN NUNGGUIN KAMU.”
“AHNA!” teriak Saena menatapku dengan wajah :O
Cowok itu akhirnya sadar kalau Saena ada di dekatnya, dia memindahkan posisi duduk di motornya menjadi menghadap ke arah Saena. Dia tersenyum senyum lalu memanggil, “Saena!”
Mau tidak mau, Saena harus menghampiri cowok itu dan ngobrol cukup lama.
“HAHAHAHAHAHAHA.” Aku tertawa puas sekali melihat wajah Saena yang terlihat tersiksa (?) sambil mengobrol dengan cowok itu.
*flashback end*
.
“hahaha puas!” Kyuhyun tertawa terbahak bahak mendengar ceritaku sedangkan Saena memanyunkan bibirnya, “kau ini benar benar sadis, Ahna-ya!”
“aku hebat kan hyung?” ucapku membanggakan diriku sendiri. Membanggakan diri sebagai evil (.___.)
“hebat hebat! Hahaha!” Kyuhyun terus tertawa. Member lainnya melongo dan tampak ngeri mendengar ceritaku.
“tidak kusangka… di dunia ini… ada evil yang bisa menyaingi Cho Kyuhyun…” ujar Eunhyuk tidak percaya.
“aku setuju denganmu nyet… eh, nyuk…” timpal Donghae dengan wajah bengong.
“itu belum semua, masih ada dua lagi di hari yang sama.” Ucap Saena. Tampaknya dia mau membeberkan semua kejahatanku -_-
.
*flashback*
“akhirnya cowok itu pulang juga.” Ucap Saena lega.
“HAHAHAHA.” Aku kembali tertawa melihat ekspresi Saena yang kocak.
“gara gara kamu tah!”
“wakakaka aing gituuu hahaha.”
Kami pun berjalan di area parkir motor sekolah. Kami mencari daun kering untuk bahan tugas kesenian.
“Minmi!” tiba tiba ada suara yang memanggil Minmi. Kami berempat membalik dan melihat kecengan Minmi dan orang yang katanya ngeceng Minmi sedang berada di atas motor dan sepertinya mau pulang.
“Minmi!” panggil orang yang katanya ngeceng Minmi. Minmi salah tingkah. Minmi tersenyum senyum sendiri dan berpura pura tidak tau kalau namanya dipanggil berkali kali.
“MINMI ITU ADA YANG MANGGIL MI!” teriakku yang semakin membuat Minmi salah tingkah. Minmi yang salah tingkah itu jongkok dan mengambil daun kemudian membuangnya lagi -_-
“MI ITU ADA YANG MANGGIL MI!” teriakku lagi sambil tertawa keras melihat Minmi yang semakin salah tingkah.
“Minmi!” panggil kecengan Minmi lagi.
“a-apa?” tanya Minmi dengan wajah salah tingkah yang tidak bisa disembunyikan, “apa ih kamu?”
Cowok yang katanya ngeceng Minmi itu tersenyum dan menggelengkan kepala, dan kecengan Minmi yang duduk di belakang yang ngeceng Minmi itu juga tersenyum senyum melihat Minmi.
“cinta segitiga cinta segitiga.” Ucapku pelan pada Minmi. Aku masih punya hati, aku ga tega ngomong keras keras~ /ditimpuk. Akhirnya kedua orang itu pergi menggunakan motor.
“iiih Ahnaaaaa!” Minmi mencubitiku.
“sakit ih dodol!”
“kamu teriak keras banget hueeeee.”
“hahahahahahaha.” *ketawa setan*
“ih udah ayo cari daun kering buat besok.” Ajak Hayoung.
“cari di lapangan aja deh. Yuk.” Ajak Saena. Kami berempat pun berjalan ke lapangan.
*flashback end*

“HUAHAHAHA! Ahna! Parah banget huahahaha!” Kyuhyun tertawa terbahak bahak. Terpingkal pingkal. Sampai bersujud di lantai (?) tangan kanannya memukul mukul lantai dan tangan kirinya memegangi perutnya yang tampaknya sudah terlalu sakit untuk terus tertawa.
“itu belum selesai, satu korban lagi.” Lanjut Saena sambil melirik ke arahku dan tersenyum jahat -_-
.
*flashback*
“eh ke kantin dulu yuk, aku pengen jajan.” Kata Hayoung dan diikuti anggukan dari yang lain dan berjalan ke kantin. Ternyata di kantin, tepatnya di meja meja makan, terdapat kecengan Hayoung yang sedang bersama dengan keempat temannya. Kecengan Hayoung itu sedang memakai headset.
“HAYOUNG-AH, ADA ITU TUUUH.” Teriakku sambil berjalan ke warung yang berada di hadapan kecengan Hayoung.
“apa Ahna?” elak Hayoung dengan wajah salah tingkah dan pura pura tidak tau apa maksudku. Hayoung masuk ke dalam warung itu dan mengambil permen.
“KENAPA MASUK KE WARUNG? MAU SEMBUNYI?” teriakku sambil tersenyum jahat menahan tawa.
“enggak!” elak Hayoung dan langsung keluar dari warung supaya kecengannya yang daritadi menatap ke arah kami tidak curiga apa maksudku.
“JANGAN PURA PURAAA.” Teriakku lagi. Saena dan Minmi tertawa terbahak bahak melihat Hayoung yang wajahnya sudah sangat merah.
“udah yuk cari daun.” Ajak Minmi setelah membeli air minum.
Ketika hampir keluar dari kantin, aku berteriak lagi, “YANG MANA? YANG PAKE HEADSET?” lalu ketika keluar kantin, aku tertawa terbahak bahak, mengeluarkan semua tawa yang udah aku tahan sejak tadi di kantin.
“Ahnaaaaa.” Panggil Hayoung dengan nada misterius.
“ya?” sahutku dengan wajah tanpa tanpa bersalah. Hayoung hanya manyun namun tersenyum juga.
Lalu kamipun mencari daun di lapangan yang terletak bersebelahan dengan kantin.
“ini daunnya bawanya gimana? Kalo ditaro di tas nanti takut robek.” Ucapku sambil memandangi daun daun kering di pelukanku (?)
“dijinjing aja. Biar keliatan pemulungnya.” usul Saena.
“dodol.” kataku sambil mendorong Saena.
“kita ke kantin aja yuk?” usul Minmi. Aku, Saena dan Minmi melirik ke arah Hayoung yang sudah memasang wajah pasrah.
“AYO!” teriakku bersemangat lalu pergi kekantin. Dan pola yang sama berulang lagi.
*flashback end*
.
“WAKAKAKAKAKAKAKA aduh perutku sakit!” keluh Kyuhyun yang sudah tidak kuat untuk tertawa lagi.
“makanya kalo ketawa biasa aja, ga usah lebe.” Ucapku sambil mendelik sebal padanya yang terus menertawakanku.
“habisnya, kau kocak sekali hahahahaha aduh sakiiit.”
“tau D?” tanyaku.
“D apaan?” tanya Kyuhyun dengan suara yang terengah-engah (?) sehabis tertawa banyak.
“DERITA!”
“bocah tengiiik!”
“udah ah, aku mau ke tempat latian SHINee ya, mau minta ajarin style yang bagus ke Key, sekalian ketemu idolaku tersayang, Choi Minho.” Ucapku lalu langsung kabur keluar.
“YAAAK!” Kyuhyun berteriak namun aku terus kabur. Hahaha, sekali sekali kujahili juga dia~
~author’s POV~
“nyehehehe, mukanya tadi kayaknya takut banget aku ke ruang latian SHINee. Tau ah puas. Sekali sekali kan aku pengen juga jailin dia hohoho.” Ucap Ahna dengan tawa yang busuk dan sedang berjalan ke ruang latihan SHINee.
***
“TUNGGUUUUUUUUUU!!!” teriak Kyuhyun dengan lebay dan ekspresi wajah seperti sedang memainkan sinetron abalan RCTI (?) Kyuhyun sudah di ambang pintu keluar ruang latihan dan tiba tiba berhenti. Dia memegang dagunya dan berpikir sejenak, “kalau aku ngejer dia, mau disimpen dimana gengsi gue?”
GUBRAK.
Semua orang di dalam ruang latihan itu langsung tersungkur di lantai.
“ini orang masih aja mikir gengsi ya?” celetuk Zhoumi.
“ga mikir apa pacarnya mau ke tempat SHINee, tempat dimana ada Minho yang suka pada Ahna?” celetuk Eunhyuk.
“Minho juga kelihatannya belum melupakan Ahna…” tambah Donghae.
“ya bener, ngapain aku kejer dia, yang ada dia kegeeran!” ucap Kyuhyun dengan mata bagaikan terbakar api dan kedua tangan mengepal yang urat urat nya sampai kelihatan.
“astagfirullahaladzim…” semua orang di ruangan tersebut istighfar melihat Kyuhyun yang sebegitu gengsinya.
“eng, kami, pergi dulu ya…” ujar Yunho diikuti anggukan Changmin dan Saena.
“ah ne…” jawab Siwon. Lalu Yunho, Changmin dan Saena pun keluar dari ruangan.
***
~Kyuhyun’s POV~
Tidak, tidak, tidak. Aku ga bakalan ngejer dia ke ruang latian SHINee.
Tapi… Minho kan masih suka Ahna… tiap Minho ngeliat aku, kayaknya dia mau nelen aku bulet bulet gimana gitu ya.
Eh tapi, jelas jelas gitu ya Ahna suka aku, hmm tentu saja, I’m the most perfect guy in the world~ fans aku ama fans Minho masih jauh kali ya banyakan gue~ *kibas poni* -_-
Eh tapi… gimana kalo Minho ngerebut Ahna? Otaknya Ahna dicuci gitu biar suka si Minho? Atau si Minho ke Ki Joko Bodo minta peletin si Ahna? Terus bocah tengik itu jadi suka Minho?
Ani ani… setau aku Minho ga segila itu sampe sampe pergi ke dukun buat melet orang…
Tapi kalo emang nekat gimana?
Angel side: Cho Kyuhyun, kejar dia atau kamu bakalan kehilangan Lee Ahna!
Devil side: Cho Kyuhyun, kalau kamu kejer dia, mau ditaro dimana muka lo hah? Di betis?!
Dan tentu saja, devil side dari seorang Cho Kyuhyun memiliki pengaruh sebesar 80%
Benar… dia tak perlu kukejar! Lebih baik aku makan di tempat makan~
***
~Minho’s POV~
“Min-min-min, nih minum.” Ucap Key sambil melemparkan sebotol botol Aqua padaku dan langsung kutangkap dengan satu tangan. Ssah, gue bakat baseball nih~ *kibas poni*
“man min man min, lu kira nama gue mimin!” protesku.
“hehehe santai bro~”
“mendingan mimin daripada maman. Ntar dikira maman kuli bangunan lagi.” Timpal Onew. *author dibunuh yang nama bapaknya maman*
“astagfirullah Onew…”
“masih mending mimin daripada mumun. Kalo mumun ntar lu disangka pocong.” Timpal Onew.
“haaah?” *ini sangtae udah paling sarap*
‘tok tok tok’ ada suara orang mengetuk pintu.
“nuguseyo? Masuk saja.” ucap Onew. Semua mata memandang ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Dan dia adalah? JRENG JRENG JRENG JRENG! Lee Ahna!
Astagfirullah mau apa dia kesini? Makin cantik pula *~* sialan -_- tapi kenapa bajunya jadi kayak gembel gitu? Pake jeans lusuh, kaos putih ketutupan jaket item, tas slempang warna item. Mau ke kuburan mbak? Padahal waktu itu pake dress selutut warna ungu rapi banget… beda 180 derajat ama yang ini… tapi tetep aja cantik gimana dong ;_; #minhogalau
“annyeong, apa aku mengganggu?” ucapnya sambil melirik ke semua member SHINee di dalam ruangan, termasuk aku.
“ah tidak kok, kebetulan kita lagi istirahat.” Jawab Taemin ramah. Errr Taemin kenapa kau seramah itu padanya? ¬.¬ *ini maksudnya cemburu gamau Ahna disapa Taemin apa gamau Taemin ramah sama Ahna? Ambigu wakakaka* #abaikan
“ah terima kasih.” Ucapnya sambil membungkukkan badan, “eh, nuguseyo?” tanyanya sambil menunjuk ke arah gadis yang berada di samping Jonghyun.
“ah, ini Choi Soorin, pacarku.” Jawab Jonghyun sambil mengelus elus kepala Soorin yang langsung bersuara seperti kucing manja (?)
“oh, annyeong haseyo Soorin-ssi.” Sapa Ahna.
“annyeong haseyo~?” balas Soorin namun Soorin belum mengetahui namanya.
“ah, Lee Ahna imnida.”
“ah, annyeong Ahna-ssi.”
“ada apa datang kesini?” tanya Jonghyun ramah. Errr.
“ah begini, kan aku baru bagi hasil psokotes, nah, aku pengen jadi arsitek, tapi aku rendah sekali di style, kayak model baju, aku biasanya pake baju seadanya soalnya males dan ternyata itu buruk buat jadi arsitek.” Jawab Ahna. Aku hanya diam saja duduk di pojokan, meratapi nasib (?) bahwa dia bukan milikku… lah sejak kapan gue jadi melankolis gini -_-
“lalu?” tanya Onew meminta meneruskan kalimat Ahna.
“lalu, aku ingin Key-ssi mengajari aku tentang style yang bagus, karena setau aku kan Key-ssi emang stylish banget.” Ucapnya girang.
“begitukah? Terima kasih. Aku senang bisa ngebantu.” Kata Key dengan senang.
“eh, bagaimana kalau kamu panggil kita oppa aja?” ujar Onew.
“eh… sebenernya aku ga suka manggil orang pake sebutan ‘oppa’.” Ucapnya. Eh? Baru tau -_-
“loh? Kenapa?” tanya Taemin.
“gatau, geli aja gitu haha.”
“terus kamu manggil yang lebih tua gimana dong?” tanya Onew.
“pake ‘hyung’ hehe.”
“hahaha aneh. Ya udah, kamu panggil kita pake ‘hyung’ juga gimana?” usul Key.
“oke deh Onew hyung, Jonghyun hyung, Key hyung, Taemin hyung, Minho hyung.” Ucapnya sambil tersenyum kepada kami satu persatu. Astagfirullah, kenapa dia bisa sesantai itu di depan aku sih? Dia inget ga sih kalo aku suka dia? Dia itu punya hati ga sih?! Errr kesel -_- dasar cewek ga peka ¬.¬ jadi penasaran, dia nurturance nya berapa sih? Curiga rendah sekali ¬.¬
“Key hyung, aku mau berguru soal style!” pintanya, “aku dikomentarin si ahjussi sialan rese soalnya aku pake baju santai gini. Aku males dandan sih jadi aku pake seadanya aja.” Jawabnya dengan wajah memelas.
“okeee, pertama tama, baju. Kamu punya baju apa aja di rumah?” tanya Key.
“kebanyakan kaos ama kemeja… celananya jeans semua…” jawab Ahna seadanya. Hah? -_-
“mwoya?!” teriak Key kaget, “ga punya dress? Celana apa gitu kek selain jeans?”
“nggak.” Jawab Ahna dengan wajah pasrah dan cengo, “aku ga suka pake rok.”
Wajah Key sudah tampak kaget setengah mati mendengar seorang gadis tidak mempunyai dress dan tidak mempunyai rok, “hah?”
“he.” Ahna nyengir sambil menggaruk kepalanya yang keliatannya tidak gatal.
“sepatu? Sendal?” tanya Key.
“seringnya pake sepatu kets. Sepatu keteplek (?) gitu juga ada sih tapi jarang dipake, males suka lecet pakenya.”
Pernyataan tadi semakin membuat Key tercengang, mulutnya terbuka lebar saking kagetnya, “UHUK UHUK!” tiba tiba Key terbatuk.
“Key? Kenapa?” tanya Jonghyun langsung menepuk nepuk punggung Key yang terbatuk dengan mesra sehingga kelihatannya Soorin cemburu.
“ke…uhuk!masuk…uhuk!in… NYAMUK!” ucapnya tersedak dan akhirnya batuknya berhenti, “hueeek!” Key langsung mengambil botol aqua satu liter dan meminumnya sampai habis. /sarap
“huahahahahaha! Makanya kalo mangap biasa aja! Jangan mangap gede gede kayak si Jojong!” ujar Onew sambil tertawa keras.
“loh kok jadi ke gue?” tanya Jonghyun dengan tatapan maut pada Onew sehingga membuat Onew langsung diam.
“itu fakta, hyung.” Kataku yang akhirnya mengicaukan suaraku juga, yang dari tadi hanya diam saja.
“eeeh ada Minho hyung toh, aku kira ga ada, soalnya dari tadi ga ada suaranya sih.” Ujar Ahna dengan senyum. Astaga kenapa cantik sekali *~*
“hehe.” Aku hanya tertawa. Tertawa canggung. Kok dia ga canggung sama sekali sih? -_-
“terus aku harus gimana?” tanya Ahna pada Key.
“hmmm. Ayo ikut aku.” Ajak Key.
“kemana?”
“ke ruang kostum.”
“kami ikut!” seru Onew dan Taemin bersamaan.
“Jjong?” tanya Key.
“ah aku ga ikut, mau bewean disini aja~” jawab Jonghyun sambil menatap Soorin nakal (.___.) *pacaran*
“ayooo. Minho?” Key melirik ke arahku yang diam saja.
“ng, ikut.” Aku pun berdiri dan mengikuti mereka berjalan keluar ruang latian dari belakang.
Sesampainya di ruang kostum, Ahna terkejut melihat ribuan baju di ruangan itu, “waah banyak sekali bajunya!”
“disini baju baju yang biasa dipake dancer.” Kata Key menjelaskan. Ahna membentuk huruf O dengan mulutnya, “hm, kau suka warna apa?”
“paling suka warna hitam sih. Tapi aku juga suka ungu, tapi aku jarang pake baju warna ungu. Seringnya pake baju warna hitam, coklat, putih, abu…”
“stop.” Pinta Key karena kelihatannya sudah punya bayangan, atau entah bingung karena gadis itu menyukai warna warna yang biasanya dipakai laki laki -_- sekarang Key sedang mencari cari baju yang mungkin cocok dipakai Ahna, dan membanding bandingkan baju yang satu dengan yang lain, menyimpan lagi baju yang satu di rak dan mengambil yang lain. geus rarujit ningalina -_- *udah pusing liatnya* “pakai ini.” kata Key pada akhirnya sambil memberikan baju berwarna ungu dan putih, tidak terlalu jelas karena tertutup oleh tubuh Key.
“ah ne.” Ucap Ahna.
“gantinya di ruang situ tuh.” Ucap Onew sambil menunjuk pintu di ujung ruang ganti, yaitu ruangan buat ganti baju.
“iya, jangan ganti baju disini, nanti dimakan Minho hyung.” Ujar Taemin dengan wajah polos.
“yak! Gue bukan sumanto!!!” teriakku kesal.
“hehe.” Taemin tertawa dengan wajah polosnya sehingga aku tidak rela membentaknya lagi .___. Ahna berjalan menuju kamar ganti. Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar ganti dengan baju yang tadi disuruh Key untuk dia kenakan.
Dan, astagfirullah… istighfar, Choi Minho… istighfar!!!
Dia memakai dress berwarna ungu dan putih. Dress di atas lutut sedikit, menampakkan kulitnya yang putih. Pita putih berukuran sedang di bagian perutnya. Dress dengan tali spaghetti di bahunya. Baju itu… cocok sekali dia pakai…
“Min? Min? Sadar Min?” Onew menggerak gerakkan tangannya di depan wajahku untuk menyadarkanku.
“ah.” Aku tersentak dan tersadar bahwa aku baru saja melongo dan aku yakin wajahku cengo banget tadi ._. “maaf tadi aku ngelamun. Nama gue bukan mimin!”
“haha. alaah ngelamun apa tercengang liat Ahna?” goda si sangtae itu.
“diem lo! Gue gorok tau rasa.”
“ampun bang jeger.”
Key masih saja sibuk memperhatikan Ahna dari setiap sudut ruangan sampai sampai memanjat ke langit langit seperti spiderman (?)
“yak!” tiba tiba Key membentak. Membuat Ahna kaget.
“mwoya?” tanya Ahna sambil memegangi dadanya karena kaget tiba tiba dibentak Key.
“bajumu udah bagus, tapi liat sepatu lo! Kets gitu masyaalloooh!” Key langsung ke rak sepatu dan mencari cari sepatu yang cocok untuk Ahna, “pake ini!” suruhnya yang sudah menemukan sepatu dan menyodorkan high heels 5cm berwarna putih pada Ahna.
“mwooo? High heels? Mau gue jatuh terus tiap jalan semeter terus jatoh gitu?” tolak Ahna.
“ga gitu juga seeeh. Udah cepet pake, dijamin aman. Kalo lu jatoh tiap jalan semeter, nanti ansuransi nya dijamin! Pake jamsostek dah!” kata Key menjamin.
“bener ya lo? Kalo ada apa apa sama gue, tolong sampein ke enyak babeh kakak aye kalo aye cinte mereke ye!” ucap Ahna dengan nada betawi -_-
“ah lebe lu! Udah cepet pake high heels nya ga pake bacot!” suruh Key yang tampaknya naik darah sampai ke ubun ubun.
“iye iye, umma dasar.” Gumam Ahna sambil memakai high heels putih itu dengan bibir cemberut.
Setelah Ahna memakai high heels putih itu, Key kembali memperhatikan Ahna dari ujung rambut sampai ujung kaki sampai Key jungkir balik, “almost perfect! Ikut aku!” Key menarik tangan Ahna dan membawanya keluar -3- astaga, kenapa bocah bernama Lee Ahna itu begitu cantik (.___.)
Aku, Onew dan Taemin mengikutinya keluar.
“yak! Key hyung! Mau bawa aku kemana? Jangan jangan lu mau lempar gue dari lantai atas lagi? Atidaaak! Aku belum mau mati! Emaaak! Apaaa! Teteeeh!” Ahna berteriak teriak sepanjang jalan kenangan (?) dan diseret oleh Key, dan ternyata Key membawanya ke ruang tata rias.
“lu lebe banget sih jadi cewek?! Parah. Ckckck.” Ujar Key memandang Ahna heran dan berdecak.
“Onew kedua kali hyung.” Celetuk Taemin.
“yak!” Onew langsung membentak protes, “Onew Cuma ada satu di dunia! Ga ada yang bisa menggantikan saya sebagai sangtae!”
“yaelah suka suka hyung aje deh ye.” Ucap Taemin.
“mbak perias, tolong dong tata rambut gadis ini, digelombangin dikit aja. Terus kasih make up tipis tipis. Ok?” pinta Key pada mbak mbak perias di ruangan itu.
“oke~”
***
~Kyuhyun’s POV~
“ah, jjajangmyun ini enak banget! Cakep! Maknyos! Wuaah! Aduh lama lama udah kayak Bondan aja nih gue.” Kataku berbicara sendiri dan terus menyantap jjajangmyun yang sedap ini u,u
Ngomong ngomong… dimana Ahna sekarang? Kok dari tadi dia belum balik aja .___.
Jangan jangan… dia disiksa Minho…
Ah ani, kebanyakan nonton film psikopat gini nih ah.
Jangan jangan… Ahna dibawa Minho kawin lari…
Ah ani, kebanyakan nonton sinetron gini nih ah.
Positive thinking dulu aja deh… Ahna pasti setia sama aku.
I’m the most perfect guy in this world. Me and my popularity~
Pasti…
Pastikah?
Bukankah dia selalu bilang lelaki idamannya adalah Choi Minho, dan dia bilang Choi Minho itu sempurna dari segala sisi?
Bukankah dia bilang Choi Minho itu adalah tipe suami yang ideal?
Ah aniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!! Dia kan bersama member SHINee yang lain. ga mungkin Minho macem macem. Ya…
***
~Ahna’s POV~
“selesai.” Ucap mbak penata rias itu.
Aku membuka mataku dan menatap cermin di depan, “hah? Itu di cermin siape? Kok kagak kenal?”
“itu elu dodol.” Ujar Key.
“HAH? Itu gue? Baleg sia ah?” kataku tidak percaya melihat seorang perempuan yang cantiknya melebihi Yoona /ditimpuk. Rambutku ikal, dan make up tipis yang bagus sekali. Beda ya kalo dirias ama ahlinya.
“kalo ga percaya, coba kamu tusuk muka kamu sendiri pake silet cutter gunting ato apa kek, kalo sakit, berarti itu bener kamu.” Ujar Key.
“oke gue coba ya.” Ucapku sambil mengambil gunting di meja dan mendekatkannya pada wajahku.
“YAK YAK! Aku Cuma bercanda!” teriak Key panik.
“hahaha ya gila aja masa gue mau aja gitu ya disuruh nusuk muka sendiri! Ntar muka cantikku rusak~”
“…………” hening.
“Cho Kyuhyun versi cewek…” gumam Taemin yang memecah keheningan dan masih bengong.
“ah benarkah? Terima kasih atas pujiannya.” Ucapku datar, “ah ngomong ngomong soal Cho Kyuhyun, aku jadi ingin menemuinya sekarang. Akan kubuktikan aku juga bisa gaya.”
“jangan lupa atas jasa siapa kau jadi gaya begini.” Timpal Key langsung.
“atas jasa siapa ya? Aku lupa.” Ucapku sambil nyengir.
“eh bocaaaaah!” Key langsung melingkarkan tangan kirinya ke leherku dan tangan kanannya menjitak kepalaku -_-
“aaampuni aku Key hyuuung! Aku belum mau matiii! Aku masih mau nikaaah! Aku mau punya anak duluuu!” teriakku sambil tertawa tawa, “aku masih mau fangirling! Aku masih mau mengagumi Choi Minho!”
***
~Minho’s POV~
“aku masih mau fangirling! Aku masih mau mengagumi Choi Minho!” ucapnya sambil tertawa tawa.
Kalimatnya tadi langsung membuatku terasa kaku. Apa, aku masih punya harapan untuk memilikinya?
“eh?” Onew, Taemin dan Key, apalagi aku, langsung terdiam.
“hahaha kenapa kalian pada diem? Aku kan emang ngefans ama Minho hyung. Iya kan?” tanyanya dengan wajah polos.
Sebenernya dia ini terlalu polos, pura pura nggak tau perasaanku, terlalu cuek, atau memang sengaja mau manas manasin aku, atau memang suka padaku, atau hanya mengungkapkan perasaan suka sekedar pada idolanya?
“i-iya.” aku menjawab dengan gagap.
“hahaha aku balik ya ke ruang latian SJM. Ah! Bajuku ketinggalan di ruang ganti!” Ahna menepuk dahiku sendiri, “gara gara tadi Key hyung maen tarik tarik aja sih!” katanya sambil manyun.
“hehehe maap maap… sana ambil sendiri. Kita mau latian lagi.”
“dih.”
“aku antar.” Ucapku langsung.
“aaah terimakasih Minho hyung yang ganteng baik hati ramah dan rajin menabung~ ayo ambil.”
“ya udah, kita balik ya. Kayaknya itu Jonghyun hyung ama si Soorin udah ngapain tuh di ruang latian, udah gatau deh~” ucap Taemin dengan polosnya.
“bener banget Taem.” Onew menyetujui.
“emangnya mereka kenapa?” tanya Ahna penasaran.
“mereka itu ya, kalo ditinggalin satu ruangan… bisa berubah menjadi buas… sangat buas… dua duanya… tapi terkadang Soorin lebih buas… masuk masuk ke ruangan…” ucapan Key terhenti dan dia merinding hebat.
“masuk masuk ke ruangan terus?” tanya Ahna semakin penasaran.
“yang satu diatas yang satu dibawah…” lanjut Onew.
“hah?! Apaan tuh?!” tanya Ahna lebih penasaran.
“dan ternyata mereka…” Taemin melanjutkan.
“mereka ngapaiiin? Ah lu semua lola! Cepetan kasih tau kenapa sih?” desak Ahna yang sudah penasaran tingkat dewa.
“dan ternyata mereka itu main… rumah rumahan.” Jawab Onew pada akhirnya.
“HAH? Rumah rumahan doang segitu ribetnya lu ngomong? Terus yang diatas dibawah itu apaan?!”
“itu, kan Soorin duduk di kursi, nah, Jonghyunnya berlutut di lantai di depan Soorin, main lamar lamaran gitu. Norak banget kan?” ujar Key dengan wajah sebal.
“astagfirullah… Jonghyun itu umurnya 20 taun ato 5 taun sih?” Ahna tercengang, “oh iya, umur Soorin berapa?”
“sama sepertimu, masih kelas 10 SMA.” Jawab Taemin.
“oh iya? hm.” Ahna mengangguk anggukan kepalanya, “ah iya, bajuku. Aku ambil ya, dadah. Ah, Key hyung, terimakasih atas ajarannya.” Ucap Ahna berterima kasih pada Key sambil membungkuk.
“ah sama sama. Lain kali datang lagi ya.”
“ne~ ayo ambil.” Ajaknya padaku.
“ne.”
***
~Kyuhyun’s POV~
“hatsyiii! Aduh meler… kok tiba tiba pilek ya? Jangan jangan pertanda buruk…” bulu kudukku berdiri.
Jangan jangan terjadi sesuatu pada Ahna?
Apa aku harus menyusulnya ke ruang latian SHINee?
Angel side: KEJAR LEE AHNA ATAU KAU AKAN KEHILANGAN DIA!
Evil side: kejar dia? Gengsi lo mau dikemanain? Lagian, Cho Kyuhyun-ssi, tidak ada yang bisa menggantikan dirimu kan? Bukankah kau adalah ‘the most perfect guy in the world’?
“ah peduli setan apa kata angel side lah, evil side lah, terserah lu author! Pokoknya sekarang gue mau kejer Ahna!”
Aku pun langsung berlari tiba tiba dari tempat makan, langsung menuju tempat latian SHINee. Tidak peduli disangka orang sarap gara gara tiba tiba lari.
***
~Ahna’s POV~
“ah ini dia bajuku!” seruku dan langsung melipat baju, jaket dan celana jeans ku itu dan menjejalkannya ke dalam tas, “nah udah, hyung bisa balik lagi ke ruang latian kok, aku mau ke ruang latian SJM.” Ucapku pada Minho namun dia diam saja dan menatapku dalam dalam, “ke, kenapa?”
“Lee Ahna.” Gumamnya dengan tatapan yang serius dan, mengerikan (.___.)
“y-ya? Hyung kenapa sih? Kok jadi serius gitu mukanya?”
Minho melangkah mendekat, mendesakku sampai ke tembok dan tidak bisa mundur kemana mana lagi, soalnya aku bukan invisible girl yang bisa nembus tembok (?). kedua tangan Minho menahan tembok di kanan kiriku, seakan melarangku untuk pergi kemana mana.
“h-hyung mau apa?” tanyaku mulai takut. Dia tinggi sekali, aku harus mendongakkan kepalaku ke atas supaya bisa melihat wajahnya yang terlihat sangat serius saat ini. melihat wajahnya membuatku takut, lantas aku menundukkan wajahku, melihat lantai.
“tatap aku, Lee Ahna.” Ucapnya pelan namun mengandung unsur ‘tatap aku atau kau akan mati’ *naon atuh naon* karena takut, akhirnya aku menatap wajahnya.
“a-ada apa?”
“kumohon… tidak bisakah kau, melupakan Cho Kyuhyun, dan menjadi milikku?”
***
~Kyuhyun’s POV~
‘BRAK’
Aku langsung membanting membuka pintu ruang latian SHINee, “di-dima-na?” tanyaku masih ngos-ngosan karena harus lari naik tangga dari lantai satu ke lantai lima karena lift nya macet, ga mau ngebuka. Dasar lift rese! *kasian* udah naik tangga 5 tingkat, lari lari pula! Sungguh malang nasib Cho Kyuhyun yang sempurna pada hari ini *kibas poni*
“annyeong Kyuhyun hyung.” Sapa Onew.
“kenapa ngos-ngosan gitu?” tanya Jonghyun heran.
“iya, kenapa hyung?” tanya Taemin yang perhatian dan langsung memberikan aku tissue untuk mengelap keringatku. Oh no Taemin, maaf aku hanya tertarik pada perempuan walaupun kau cantik untuk ukuran laki laki, dan aku juga sudah mempunyai pacar~ /iniapa -_-
“hyung nyari Ahna?” tanya Key dan langsung tepat sasaran.
“ah!” aku mengangkat jempolku menandakan bahwa pertanyaan Key benar karena aku masih capek untuk bisa berbicara.
“Ahna sedang bernama Minho di ruang ganti, ngambil bajunya yang ketinggalan.” Jawab Onew.
“APUA?! RUANG GANTI MANA?!” teriakku yang langsung shock.
“ya-yang… di… lantai… 9…” *author ngarang bebas* jawab Jonghyun yang tampaknya ketakutan karena teriakanku (.___.)
“sial.” Aku langsung membanting pintu ruang latian SHINee dan berlari lagi ke lift. Aku memencet tombolnya berkali kali namun liftnya tidak juga datang, “sial sial sial!” Щ(ºДºЩ)
Dan terpaksa… sekali lagi… aku harus berlari melalui tangga… dari lantai 5 sampai ke lantai 9…
“Lee Ahna kubunuh kau!!! Kau membuatku harus lari lari dari lantai 1 sampai ke lantai 9! Kenapa kau selalu bikin aku lari lari ga jelas sih?!”
***
~Ahna’s POV~
“hy-hyung.” Gagapku. Tubuh Minho sekarang semakin mendekat, tinggal 5 cm lagi maka tubuh kami akan bersentuhan (.___.) *sumpah gue getek mikirnya -_-*
“tidak bisakah, kau menjadi milikku?”
“tidak.” Jawabku tegas.
“kenapa?” tanyanya dengan wajah memelas.
“hyung. Please, don’t make an expression like that. Please…” aku berusaha pergi tapi tangannya menahanku.
“I won’t let you go.” Cegahnya.
“hyung…”
‘BRAK’ pintu membuka, dibuka oleh kekuatan raja iblis yang sedang marah (.___.)
“men-jauh-lah… da-ri… DIA!!!” teriak sang raja iblis sambil membungkuk dan ngos ngosan. Ngos ngosan kenapa dia? .___. Kalaupun lari dari lift kesini juga keringetnya ga akan sebanyak itu deh? .___. “KUBILANG MENJAUH!” tampaknya dia sudah mendapatkan kembali kekuatan iblisnya dan berjalan dengan napsu membunuh ke arah kami. Kyuhyun langsung menarik baju Minho dan membantingnya ke lantai. Eh gila kekuatan iblis, padahal dia lebih pendek dari Minho, dan dia ga punya abs (.___.) *author dibakar kyu*
Minho memandang nanar pada Kyuhyun. Namun tatapan bengis dari Kyuhyun langsung menciutkan Minho. Minho berdiri lalu berjalan ke pintu, “aku belum menyerah.” Lalu dia pergi.
“cih.” Kyuhyun memandang nanar kepergiannya, lalu berbalik menatap mataku. Astagfirullah… wajahnya mengerikan sekali… aura membunuh dimana mana sampai ruangan ini pun penuh dengan aura membunuhnya….. “Lee Ahna.”
“n-ne, Kyu hyung?” jawabku takut takut dan masih menempel di tembok.
“kenapa kau bersama dengannya di ruangan ini?” tanyanya dengan nada ingin membunuh (.___.)
“so-soalnya, pas aku mau ngambil bajuku yang ketinggalan di ruang ganti ini, Minho hyung ingin mengantarku, y-ya udah ga-gapapa, a-aku bi-biarinin di-dia iku-t aj-a.” Jawabku gagap.
“DASAR KAU BOCAH TENGIK BODOOOH!” teriaknya.
“a-ampun… aku gatau kalo dia bakalan kayak gitu…”
“cissh. Aku kan pernah bilang, setiap kali aku bertemu Minho, dia selalu menatapku nanar seakan akan bilang ‘takkan kuserahkan Ahna padamu’. Kenapa kau mau aja dia deketin? Kau ini terlalu polos? Terlalu cuek? Atau ga peka?”
“semuanya… nurturanceku rendah sekali, ingat?”
“cissh. Lain kali, jangan mau berduaan dengannya. Atau kau akan kubunuh!”
“lu nyeremin amat sih! Tega gitu ya mau bunuh pacar lo?”
“ga gitu juga kaleee.”
“ya udah. Nih liat aku udah dandan gini daritadi.” Ucapku sambil memperlihatkan dress yang kupakai dan high heels putih yang kupakai, sangat tidak nyaman (.___.)
“oh iya…” tiba tiba dia sadar kalau aku sudah mengganti baju menjadi dress -_- dan terpana melihatku /lebay “ternyata kau cantik juga, bocah tengik.”
“AHJUSSI SIALAN! Jadi maksud lo selama ini gue ga cantik gitu? Hah?”
“emang enggak ha ha ha.” Ucapnya, “aduh!” dan lagi lagi dia kulempar dengan buntalan baju di ruang ganti itu, “maen lempar lempar mulu!”
“abisnya lu ngeselin!”
“haha bercanda, cantik kok cantiiiiik banget.” Ucapnya lalu memeragakan muntah.
“eh sialan. Gue lempar lagi nih ya!”
“haha iya cantik cantik.”
“tapi aku ga suka. Ini kaki udah pegel banget pake high heels. Terus dress ini bikin dingin. Ga enaaak!” keluhku.
“udah, ganti aja lagi jadi baju gembel lo. Kamu cantik kok pake apa aja.” Gumamnya.
“apa? Tadi kau bilang apa?”
“nggak. Itu, kucing ngapung.”
“yak! Ulangin tadi kau ngomong apa!”
“udah sana cepet ganti tuh baju jadi baju lama. Kasian dress itu bisa rusak kalau kamu pake terus.”
“AHJUSSI SIALAN!!!”
“hehehe. Kuulangi ya. Kaucantikwalaupunpakaibajuapapun.”
“hah? Lu ngomong pake spasi bisa gak sih?”
“ga bisa, tombol spasi nya rusak.”
“ya ampun. Dasar ahjussi bodor hahaha.”
~THE END~

2 thoughts on “☆AhnKyu☆ My Evilness”

  1. minho oppa, kalo gak bisa sama ahna sama aku aja yuk?? #plak hehe
    gila ni FF keren banget deh😀 kocak abis..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s