Love Song (Part 1)

Love Song (Part 1)

 

category : romance, comedy, ratting : all ages, type: continue. admin : author freelance…., 

tag: super junior, kyuhyun, shinee, kibum key, elf.

 

 

#Incheon International Airport (Kedatangan Luar Negeri)

Hari ini dimulai sebagai mahasiswa sebuah universitas di London. Tapi, ada sebuah alasan aneh yang membuatku harus bolak-balik Paris-London-Seoul. Demi menuruti kemauan orangtuaku, aku harus rela cuti sekitar 11/2 tahun, benar-benar menyedihkan. Aku tidak pernah mendapatkan teman yang dekat denganku. Untuk itu orangtuaku dengan sangat terpaksanya menyuruhku cuti sepanjang itu. Sebenarnya aku juga mau membuktikan hasil sekolahku di desain komunikasi visual. Mom benar-benar melarangku kembali ke Paris. Entah apa yang akan terjadi aku juga tidak akan tahu kelanjutannya.

(email received 1)

From:Ji-Yong Oppa

Subject:Arrived

Annyeong dongsaeng-i… Have u arrived yet?

I’m waiting in MCD ok? Have a nice day J

 

Ini dia, my great cousin. His name is Kwon Ji-Yong, and he was an artist in Asia. Aku bingung kenapa aku bisa punya sepupu disini. Akhirnya aku harus mau berjalan sendiri ditengah-tengah tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Aku hanya pernah ketempat om pamanku. Pasti semua bingung kenapa beliau ku panggil demikian. Yang jelas, beliau masih saudaraku tapi jauh, sangat jauh.

Tiba saatnya aku harus mencoba mencari tempat sepupuku itu menunggu. Oh iya, aku lupa! Aku kan belum bisa bahasa korea. Gawat kalau aku sampai ditanyai orang-orang. Tapi, sepertinya tidak buruk juga kalau aku tidak mencoba apa yang baru saja aku pelajari di pesawat tadi. Yeah! Here we are, MCD. Where is he? Is he late?

Annyeong?” there a voice around me.

Ne, where are you? I’m looking for you. It’s almost an hour!” kataku sambil menarik-narik syalnya.

Berhubung ini pagi, wajar saja kalau dingin. Aku saja yang hanya mengenakan mantel tipis lumayan menggigil untuk cuaca secerah pagi ini. Oh, ada lagi. Sebenarnya sepupuku ini ada berapa sih? Ada yang mengatakan sepupu ada 2, tapi ada yang bilang 4. Aduuuh, aku paling tidak suka saat seperti ini. Yah, dia mulai menggunakan bahasa anehnya.

Wae? Kamu ngga seneng?” ya ampun. Ngomong apa lagi nih orang.

“I can’t speak your language. You’ve knew it!” aku bersungut-sungut melihat dia tertawa, menggelikan sekali (menurutnya).

“Sorry my cousin, have you seen your uncle and aunt here?” dia mengeluarkan sebuah foto yang entah kapan itu dibuat.

“Hmm.., nope. Mother just say your name,” aku mengembalikan foto itu kedalam dashboard mobil, tepat didalam sebuah note kecil yang berwarna kelam itu.

“Kamu beneran gak mudeng bahasa korea?” mulai lagi bahasa aliennya. Hmm, dia sengaja.

“Aniyo oppa,” jawabku dengan memasang muka yang paling tidak enak dilihat.

“Sorry, maybe I must speak english with you,” katanya sambil tersenyum ke arahku.

Yah, mom benar. Sepupuku ini gak kalah sama orang perancis. Kalau ku bilang malah gantengan Ji-Yong oppa deh. Hahaha, kok jadi kemana-mana sih temanya? Ckckck.

#An unknown place in unknown area

Kamu sementara disini ya? Apartemenku kan penuh dengan namja. Okay?” dia menurunkan dua koperku yang menurutku ringan, menurutnya?

Emang tempatku dilantai berapa oppa?” tanyaku sambil membawa koper yang satunya.

Lantai dua, sebentar,” dia berbicara dengan penjaganya atau yang punya apartemennya ya? Aku tetap tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.

Kaja!,” dia menarik koper yang sudah ke jejerkan disampingku itu.

“You can leave me here,” kataku sambil menarik koper itu darinya, dengan ekspresi datar dia berkata, “No.” Simple tapi itulah yang dia mau, aku menurutinya saja. Sebenarnya koper ini lebih berat daripada aku. Tapi kenapa dia masih nekat membawanya ya?

Nah, ini lantai dua. Disini kamar yang akan kau tempati,” oppa membukakan pintu. Eh, baru kali ini aku menggunakan kata-kata ‘oppa’ biasanya aku manggil nama aja (sopan ga sih?).

“Okay, thanks a lot,” kataku menarik koperku masuk kedalam ruangan yang masih asing bagiku itu.

“Yeah, becareful now. Bye-bye,” pipiku sempat dicubitnya. Aduuh, semua orang selalu begitu. Apa mereka belum pernah merasakan sakit ya?

Aku menutup pintu dan melihat sekilas ruangan yang aku tempati itu. Sederhana tapi kelihatan elit. Great! He has very good taste, I like it. Tanpa babibu aku membuka gorden dan tampaklah pemandangan yang indah dari apartemen di gwangjin itu. Yah, hanya nama tempatnya yang aku tau. Saatnya menata baju dilemari. Waw! Lemarinya berhanger semua. Hmm…,bukannya ini khusus untuk artis? Tak apa, yang penting aku bisa menikmati hari-hariku disini dengan tenang. Oya, kamarnya langsung menghadap balkon yang ada kursinya. Meskipun tidak seluas apartemenku di London setidaknya tempat ini lengkap dengan dapur,dll.

Dipikir-pikir aku belum pernah mengenal daerah ini, tapi kalau browsing juga bosan. Ji-Yong kalau kerja biasanya sampai malam, itu kata mom. Disini ada internet wifi yang langganan per-lantai alias per-blok. Itu kata si Ji-Yong, tapi terlanjur aku membawa laptop yang ada modemnya. Ini modem perusahaan mom yang diberikan kepadaku gara-gara beli modem di London ribet. Hmm.., waktu yang tepat tidak ya untuk melihat-lihat. Katanya penghuni dorm ini ramah-ramah.

Annyeong! Noona,” baru saja aku membuka pintu dan menoleh ke sebelahku sudah ada yang menyapaku. Dia tersenyum penuh arti, hahaha. Lucu-lucu.

“Hi, are you my neighbour?” tanyaku padanya, mukanya langsung berubah. Dia mengernyitkan dahi sambil menutup pintu kamarnya.

“You don’t know? Your neighbour are Super Junior member,” aku pun juga menutup pintu dan menguncinya. Hmm.., aku makin tidak mengerti.

“Sorry, I don’t know anything about Seoul. I’m a foreign here,” aku mengucapkan kata-kata ‘foreign’ itu pelan-pelan. Aku takut mereka sedikit salah paham tentangku. Mukaku memang agak-agak asia (pikirku).

“Okay, where are you going now?” dia mengikuti jalanku yang lumayan lamban.

“Just walking around here,” kataku melihat-lihat tempat ini. Lorongnya sempit tapi ruangan dalamnya begitu nyaman. Perancangnya pintar.

“Would you mind have a dinner in our room?” tanyanya memberikan aku sebuah kaset CD yang aku tidak kenal gambarnya. Hanya bertuliskan ‘4th  album Super Junior’. Dan aku agak takut menerima tawarannya. Padahal itu hal yang baik untuk mengenal tetangga, aku juga belum masak apa pun di apartemenku. Baiklah, aku terima saja mungkin.

“It will be pleasure if you want,” jawabku sesingkat mungkin agar dia faham dengan bahasa yang ku gunakan.

“Okay, at 7p.m.,” dia sekararang berjalan didepanku dengan agak terburu-buru.

“Sorry, Do you know masjid around here?” tanyaku membuatnya menghentikan langkahnya.

“You want to go there?” dia menunjuk sebuah tempat kecil. Ya, itu masjid yang ada, kecil tapi…hanya itu tempat yang menurutku asyik. Huft.

“Maybe later, thanks oppa,” dia tersentak dengan kata-katan ‘oppa’ lagi. Karena aku tadi juga mengatakan oppa didepan Ji-Yong. Hahaha, aku kan ‘foreign’ jelas saja mereka kaget. Ckckck, pikun. Aku harus siap-siap buat nanti malam, siapa tau ada sesuatu yang akan terjadi.

#7 p.m, Super Junior (they called it) dorm.

“Welcome to our dorm, your the first foreign in this year,” kata seseorang berkulit putih tinggi kepadaku. Lagi-lagi orang yang tidak dikenal, walaupun aku habis memutar semua lagu yang diberikan kepadaku tadi siang.

“This is a bestest time have a guest, my name is Lee Teuk,” sapa orang yang tadi siang memberiku CD itu.

“Please sit down here,” datang lagi orang berkulit putih tapi dia tidak setinggi tadi. Dan bahasa inggisnya fasih, sangat.

“Terima kasih,” mereka heran aku mengucapkan satu kata berbahasa korea itu, yang kelihatannya fasih.

Ne, kau bisa berbahasa bahasa kami kan?” seseorang berambut pirang itu datang sambil bermuka tidak enak. Aku salah ya?

“Mungkin dia baru belajar, seperti aku kan hyung?” orang itu mengantarkan makanan ke atas meja. Sepertinya dia jago masak, waah aku jadi kagum.

“Where do you come from?” tanya lagi orang yang duduk disebelahku. Salah satu yang menurutku fasih berbahasa inggrisnya london.

“I’m french, how about you?” ia sedikit canggung, mungkin jarang menggunakan bahasa inggrisnya.

“I’m canadian. Why you come here?” tanya dua orang lagi yang muncul, dan satunya tampak lebih muda dari yang lain, kurasa diamaknae-nya.

“Orang tuaku yang nyuruh aku kesini,” ini adalah kata-kata yang pernah diucapkan oleh teman koreaku di London.

“Oh, mau kami ajari bahasa kami?” tanya si-maknae itu.

“Jangan! Nanti nasibnya sama sepertiku!” orang yang tadi meletakkan makanan diatas meja itu duduk di depanku.

“Is that something wrong with him?” tiba-tiba orang yang memberikanku kaset CD itu menyela diantara pembicaraan kami.

“Enough, Let’s eat!” dia duduk dikursi paling ujung. Aku pun menyiapkan diri, lauknya sederhana tapi kelihatannya enak. Wew! Mereka ternyata sama seperti teman-temanku di London. Kalau urusan makan tidak ada yang mau mengalah.

Ini, buatmu,” si-maknae tadi mengambilkanku beberapa lauk. Lalu dia tersenyum padaku.

Terimakasih banyak,” aku membalas senyumnya dan terlihat jelas yang lainnya sengaja berdeham.

#After dinner time

Bagaimana? Enak?” tanya Lee Teuk ‘oppa’ yang habis memcuci piring didapur.

Yah, rasanya seperti makan direstoran China. Sepupuku lagi sibuk, makanya aku bisa kesini,” dia menyuruhku duduk disebuah sofa. Sepertinya ini ruangan untuk berkumpul.

Maaf, aku belum tahu namamu?” si orang Kanada itu membawakan segelas jus kepadaku.

Oh iya, aku Yoon Min-Ah,” jawabku sambil meminum jus yang dibawakannya.

“Aku Henry Lau,” dia memakai bahasa korea. Yah, kalau ini aku sig mengerti.

“Ayo semuanya berkumpul!” Lee Teuk ‘oppa’ mengambil kursi dan duduk agak jauh didepanku.

Karena baru kali ini kami mempunyai tetangga yang ramah. Makanya kami ingin bertanya,” Henry sepertinya sedang menerjemahkan si ‘gendut’ itu berbicara.

“Maaf, kamu darimana tadi?” sepertinya aku kenal orang ini. Kalau tidak salah Ye-Sung namanya.

Aku orang Perancis, tapi aku keturunan orang Inggris,” kataku meletakkan gelas jus itu di atas meja disampingku.

“Oh, kamu mengerti sejauh apa bahasa kami?” tanya seseorang kepadaku. Kurasa dia keceplosan bicara, tapi yah aku maklumi saja.

Tidak banyak, aku hanya bisa sedikit-sedikit,” jawabku sepelasn mungkin. Kalau tidak, mana mungkin mereka mengerti apa yang aku ucapkan. Mom saja terlalu sering menggunakan bahasa perancis, itu lebih membuatku bingung..sangat.

“Ya, baiklah perkenalkan diri kalian satu per-satu ya,” ucap Lee Teuk ‘oppa’ sambil menunjuk orang yang ada didepannya.

Annyeong Haseyo, Jeoneun Eun-Hyuk imnida, mannaso panggawoyo,” muka orang ini lucu ya. Kayak yang jadi luffy di One Piece, lebih tepatnya sih kayak monkey hahaha.

Annyeong Haseyo, Jeoneun Ryeo-Wook imnida, mannaso panggawoyo,” ini orang kelihatannya kurus sekali. Ckckck.

Annyeong Haseyo, Jeoneun Si-Won imnida, mannaso panggawoyo,” dia tinggi. Aku jadi minder dekat dengan orang ini.

Annyeong Haseyo, Hee-Chul imnida,” ini orang berambut pirang tadi. Suaranya lucu juga ya?

Dia yang termuda di superjunior,” kata Lee Teuk oppa menariknya duduk disampingku.

Annyeong Haseyo, Jeoneun Kyu-Hyun imnida,”ni orang ternyata memang si-maknae.

“Kelamaan! Ini Dong-Hae, Shin-Dong, Sung-Min, Ye-Sung, dan Han-Kyung,” kata si Lee Teuk menunjuk mereka dan mereka pun berdiri sambil membungkukkan diri. Itu cara memberi salam di Korea.

“Hmm.., ada yang mau bertanya?” waah, banyak yang mengacungkan jari. Hihihi.

“Kamu ini datangnya darimana sih?” tanya seorang yang gembul itu. Aku agak terkekeh melihatnya mengacungkan tangan, seperti anak SD saja.

“Ah~ sebenarnya aku dari London, tapi ibuku di Perancis,” bahasa koreaku agak terbata-bata. Maklumlah, baru pemula. Sangat pemula, dan aku kurang mengerti apa yang dibicarakan sebenarnya.

Annyeong Haseyo~!” sebuah suara terdengar jelas mendatangi kami, ada tamu lainkah?

Ne, annyeong haseyo ajusshi,” dia terlihat lebih tua. Namun lebih semangat, terlihat kekanak-kanakan sebenarnya. Dia mengerutkan dahi ketika melihatku ditengah-tengah mereka.

Nugu?” telunjuknya tetap didepan wajahku. Omo!

Aniyo ajusshi~! Yeoja ini tetangga kami,” jawab Lee Teuk merangkul ‘ajusshi’ itu menjauh dariku.

Geurae~! Kamu besok mau kami ajak jalan-jalan tidak?” ‘ajusshi’ itu berada dibelakang Lee Teuk oppa sambil geleng-geleng kepala. Aku tau maksud manajer itu.

Andwae~! Aku tidak enakan sama kalian, Mianhae,” muka mereka kelihatan tidak enak. Sangat berlipat-lipat dan kusut.

Aissh! Jangan begitu Minahssi,” Ryeo-Wook oppa memasang muka sedihnya didepanku, sepertinya aku bakal menerima hal ini. Tapi bagaimana dengan Ji-Yong oppa ya?

Minah-ya~!” Eun-Hyuk oppa melihatku dengan mata berbinar-binar seolah-olah ingin berkata ‘ayolah Minah-ya~! Ikut saja, kami sangat menunggu kesempatan ini’ begitulah kira-kira.

Aa..ara, ara.. Geurau! Aku ikut kalian,” aku harus berfikir seribu kali lipat alasan yang akan aku katakan pada Ji-Yong oppa. Lebih tepatnya berharap agar dia tidak marah.

“Nah, kalau dia sudah mengiyakan, kita mau pergi kemana?” si-Gembul itu bersorak dengan riang bersama Eun-Hyuk oppa. Bahkan yang lainnya pun ikutan gembira, seperti baru dapat jackpot saja.

“Sungmin-ah~!” seru Hee-Chul oppa, yah si rambut pirang itu memanggi namdongsaengnya yang sedang duduk itu.

Mwo hyung?” ekspresi Sung-Min oppa menjadi takut, sementara Hee-Chul oppa merangkulnya sambil berbisik sesuatu.

Ne, kita mulai saja untuk hari ini. Kita jalan-jalan ke kanto SM Ent.,” kata Lee Teuk oppa dengan semangat.

Aaah, chankkaman!” aku hampir saja lupa kalau kamarku belum ku periksa sebelum aku pergi. Tadi kan niatnya mau jalan-jalan sekitar sini.

“Kyu-Hyun-ah! Temani dia ya? Kami bersiap-siap dulu,” Henry oppa mendorong si-maknae itu keluar apartemen. Dan, tinggal kami berdua. Suasana pun berubah seketika menjadi hening.

#A moment later…

Aigoo…, mianhae oppa,” dia diam seribu bahasa terus sih (lebay=mode on).

Gwaenchana.., mereka yang menyuruhku menemanimu. Malah aku yang bingung, kita dari tadi hanya diam saja sih,” aku langsung menundukkan kepalaku. Sedikit tidak berani karena aku baru tau orang ini mempunyai senyum yang ‘xxx’. Itu kata-kata terlarang untuk ku ucapkan.

Assh! Sekarang jadi aku yang bingung sendiri. Mianhae,” aku masih tidak berani menatap wajahnya yang putih itu. Meskipun dia kalah bersih dari aku. Andwae! Kenapa aku agak gugup ya? Hey, yang lainnya lama sekali -.- aku…….

 

to be continued……..

 

 

untuk tulisan sebelum cerita di atas…:

this is my first posting. I dunno what to do, I just wanna expressing myself for making a story..

if you doesn’t like this one it doesn’t matter for me..

comment and sharing :

@yunsae_imas on twitter

Imas Nurrahmah on facebook

kimyoonsae@yahoo.com on email

thisisaway.blogspot.com on blogger

 

우리는 영원히 사랑해 슈퍼주니어!!! 파이팅!!

 

cast : super junior, shinee, sonyuhsidae, big bang, 2PM, etc.

main cast : Cho Kyu-Hyun 규현 , Yoon Min-Ah 민앟 , Kwon Ji-Yong 지용 (G-Dragon).

 

untuk tulisan cerita bagian hbis “tobe continued”,..:

 

no copy paste! this is original from my web with editing…

http://thisisaway.blogspot.com

 

comment please ^^ hope you like this one… maybe the next part will be late.

감사합니다 징우들….. ^^

 

6 thoughts on “Love Song (Part 1)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s