“Saranghae Hyung…Hajiman Mianhaeyo, Jeongmal Mianhae…!!!” Part 2

Title: “Saranghae Hyung…Hajiman Mianhaeyo, Jeongmal Mianhae…!!!” Part 2

Author: LeeKyuCha이큐차 / KyuChaMin 큐차민 (ᅩ차)

Cast:

Cho Kyuhyun

12 member Super Junior

Lee Jinki

Genre: Brotherships, Sad Story

Length: Part

NB: JEBAL!!! yang udah baca minta jejak alias komennya. DON’T BE SILENT READERS, PLISSS!!! Kalau ffnya mau dlanjutin, para readers ninggalin jejak.y yah!!!

 

Kyuhyun pov

Hari ini Donghae Hyung ulang tahun, kulihat semua hyung-hyungku mengucapkan selamat ulang tahun pada Donghae Hyung, sangat tersirat kalau Donghae Hyung bahagia. Aku jadi iri sama semua hyungku, setiap dihari ulang tahun mereka semua hyungku selalu mengucapkan selamat dan selalu merayakan ulangtahun bersama. Sedangkan aku, tak ada satupun dari mereka yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Saat Kibum Hyung masih menyayangiku dialah orang yang pertama yang mengucapkan selamat padaku, namun sekarang Kibum Hyung tidak pernah mengucapkannya. Aku tak tau apa mereka benar-benar lupa atau mereka sengaja lupa akan hari kelahiranku itu.

Aku ingin seperti yang lainnya. Aku tak butuh kado, aku juga tak butuh untuk dirayakan, tapi aku hanya butuh ucapan dari mereka. Mengingat ulang tahunku saja aku sudah sangat senang. Aku hanya ingin mendengar langsung dari mulut mereka dan mengatakan “SAENGIL CHUKHAMNIDA SAENGKU, KYUHYUN” sebagai pertanda kalau mereka masih punya adik.

Meskipun begitu, eomma dan appa tak lupa mengucapkan selamat ulangtahun padaku, tapi tidak secara langsung mengingat mereka jarang berada di rumah dan lebih sibuk dengan pekerjaannya. Ucapan merekapun sering telat, terkadang satu minggu setelah hari ulang tahunku mereka baru menelponku dan mengucapkan selamat ulang tahun.

Setelah semua hyungku pergi aku masih tinggal di rumah. Aku sengaja agar aku bisa menaruh kado hyung di depan kamarnya. “Saengil Chukhamnida Hyung” ucapku sambil berlalu.

Hari ini aku bermaksud untuk pulang terlambat, karena aku tau mereka pasti merayakan ulangtahun Donghae Hyung. Aku tak ingin mereka terganggu akan kehadiranku, meskipun juga ada aku, tapi aku yakin mereka pasti tak mengundangku. Setelah pulang dari kuliah aku terus saja berjalan entah kemana. Saat aku melewati taman aku langsung duduk di salah satu bangku kosong. Cukup lelah karena terus berjalan, kupandangi setiap di taman itu. Kulihat anak-anak yang tengah bermain bola bersama, terlihat sangat akrab. Tiba-tiba saja aku mengingat semua hyungku. Aku hanya tersenyum kecil mengingat kejadian lalu, saat aku masih kecil kami sering bermain bola bersama.

“Aku sangat ingin kembali saat kita masih kecil. Saat kalian masih menyayangiku.Bogoshippo hyung…” batinku, tanpa sadar air mataku yang dari tadi kubendung kini jatuh.

BRUK….

Saat aku masih mengingat kenangan kecilku tiba-tiba saja buyar karena sebuah bola melayang kepalaku. “Aaww..” ringisku sambil memegang kepalaku. Anak yang tadi menendang bola itu langsung datang dan meminta maaf padaku.

“Mi, mianhe hyung. Aku benar-bernar tidak sengaja.. Jeongmal mianhe..” ucapnya sambil membungkukkan badannya padaku, aku hanya tersenyum dan mengusap kepala kecilnya itu. “Gwenchana saeng..” ucapku terseyum dan memberikan bolanya.

“Gomawo hyung…” ucapnya berterima kasih. Tiba-tiba saja tangan mungilnya langsung mengusap air mataku.

“Hyung menangis? Pasti karena bolanya kena kepala hyung yah? Mianhe hyung, gara-gara aku nendang bolanya terlalu keras hyung jadi menangis deh..” ucap anak itu lugu. Aku hanya menggeleng kepalaku dan kembali mengelus rambutnya lembut.

“Ani, ini bukan karena salah saeng. Hyung tidak menangis, hyung hanya kelilipan..” ucapku bohong.

“Hyung mau ikut main dengan kami?” ucapnya yang membuatku sedikit kaget.

“Jeongmal? Hyung boleh main?”

“Ne, kajja..” ucap anak itu sambil menarik tanganku. Aku hanya mengikuti anak itu dan mulai bergabung bersama mereka. Saat bermain bersama mereka aku seperti merasakan kembali keceriaan saat aku masih kecil. Hanya tawa yang terus mengelilingiku… Huh, aku benar-benar ingin berkumpul bersama lagi.

Usai bermain bersama dengan mereka aku langsung pulang, karena sekarang juga sudah malam. Saat aku sampai di rumah aku mengira hyung-hyungku sudah pulang, tapi ternyata belum. Kulihat kado yang daritadi kutaruh di depan kamar Donghae Hyung masih di sana, karena cukup lelah setelah bermain bola dengan anak-anak tadi aku langsung masuk ke kamarku dan tidur.

 

Donghae pov

Hari ini adalah hari ulang tahunku, aku cukup senang karena semua hyung dan saengku merayakan hari ulangtahunku, kecuali Kyuhyun. Disetiap hari ulang tahun kami dia tak pernah ikut untuk merayakan hari ulang tahun kami, karena kami tak peduli dengannya. Meskipun dia tak ada itu bukanlah masalah bagi kami, kalau dia ada dia hanya akan menjadi pengganggu bagi kami.

Setelah merayakan ulang tahunku di café dengan semua hyung dan saengku, kami semua pulang. Meskipun aku terlalu repot karena harus membawa semua kado yang diberikan oleh mereka semua. Saat sampai di rumah, semua hyung dan saengku beristirahat di ruang tengah sedangkan aku langsung menuju ke kamarku. Tapi, saat aku berada di depan kamarku aku melihat sekotak kado dengan dibungkus warna biru, warna kesukaanku. Kuambil kado itu dan masuk ke kamarku, kutaruh kado itu di atas meja dan kubaringkan tubuhku yang agak lelah.

Kupejamkan mataku beberapa saat namun langsung kubuka karena kado itu membuatku penasaran. Kuambil kado itu dan mulai membukanya. Betapa terkejutnya aku saat melihat isi dari kotak itu, sebuah earphone dengan warna putih hitam. Kuambil barang kesukaanku itu dan mulai memakainya.

“Tapi, siapa yang kasih?” tanyaku. Baru saja aku ingin mengembalikan earphone itu ke tempat asalnya kulihat secarik kertas di dalam kotak itu. Kubuka lipatannya dan mulai membaca baris demi baris. Saat kubaca tulisan yang ada di kertas itu air mataku langsung terjatuh dan aku mulai menangis.

 

“Untuk hyungku yang tersayang, Donghae Hyung…

Saengil chukhamnida Donghae Hyung…

Aku memberikan earphone ini sebagai kado untuk hyung…

Mian, aku tak bisa memberikannya langsung pada hyung…

Mianhae, karena aku tak bisa mengucapkan langsung ucapan selamat ulang tahun pada hyung…

dan mianhae, karena aku terlambat mengucapkan dan memberikan kado untuk hyung…

Aku juga minta maaf, karena tak bisa merayakan ulang tahun hyung bersama, karena aku rasa tanpa kehadiranku hyung pasti jauh lebih senang…

Mianhae, kalau hyung tidak suka dengan kadonya, karena hanya ini yang aku bisa berikan padamu hyung…

Aku selalu berdoa yang terbaik buatmu hyung…

Saranghae hyung…

Dari saengmu, Kyuhyun^^ ”

 

Setelah kubaca pesan yang ternyata dari Kyuhyun, aku langsung meremasnya dan menundukkan kepalaku sambil menangis. Tak ada yang dapat kulakukan saat kutau kado pemberian itu adalah kado dari saeng yang kubenci selain menitikkan air mata. Rasa penyesalan langsung berkelabut dibenakku. Meskipun dia tau kalau aku membencinya ternyata dia masih mengingat hari ulang tahunku, bukan hanya aku tapi semua hyungnya. Sedangkan kami, tak pernah sekalipun merayakan hari ulang tahunnya ataupun memberikannya sebuah kado.

“Saeng… Mianhe, jeongmal mianhae Kyu…” ucapku dalam tangis. Aku langsung beranjak dari dudukku dan keluar dari kamarku. “Aku harus ketemu dengan Kyu sekarang..”

Aku mulai berlari dan menuju ke kamarnya Kyuhyun, cukup lelah karena kamarku dengan kamarnya yang cukup berjarak. Kuketuk pintu kamarnya namun tak ada yang menjawab. Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya itu dan melihat Kyuhyun yang tengah tidur di ranjangnya. Kudekati dia pelan, takut-takut dia terbangun karenaku. Kupandangi mukanya yang polos itu saat tertidur, sangat tampak raut mukanya yang sangat kelelahan. Kembali lagi air mataku terjatuh saat kulihat Kyuhyun yang tidur terlelap.

“Wae Kyu? Kenapa kau masih mengingat hari ulang tahunku Kyu? Tak sepantasnya kau mengingat hari ulang tahun hyungmu yang sudah membuatmu begini Kyu. Kami tak pernah sekali mengingat ulang tahunmu, tak pernah mengucapkan selamat ulang tahun untukmu, tak pernah merayakan ulang tahunmu, tak pernah memberikan kado untukmu… Tapi, kenapa kau masih saja berbaik hati Kyu? Aku sudah jahat padamu Kyu… Wae Kyu?” ucapku sambil menangis terisak-isak.

Kuelus rambut saengku itu penuh kasih sayang. Aku tak tau harus melakukan apa pada saengku ini. Pasti dia sangat tersiksa karena kelakuan kami padanya, tak pernah sekali kami mengajaknya bicara. Melihatnya saja kami sudah enggan padahal dia saeng kami. Kami semua melakukan ini karena eomma dan appa yang terlalu mendahulukannya, Kyuhyun sudah mengambil semua cinta eomma dan appa dari kami. Jadi kami rasa kami tak perlu menyayanginya dan bersikap dingin padanya. Tapi kenapa dia masih saja baik pada kami.

Meskipun begitu aku sangat menyayanginya. Hanya saja tak bisa kutunjukkan, karena jika melihat mukanya membuatku teringat akan perlakuan kedua orangtua kami. Bukannya berbaik hati padanya, aku malah menatapnya sinis. Kutatap Kyuhyun yang masih tertidur pulas, kucium keningnya pertanda terima kasihku padanya.

“Gomawo saeng.. Na do saranghae Kyu..” ucapku sambil berlalu meninggalkannya.

T.B.C

7 thoughts on ““Saranghae Hyung…Hajiman Mianhaeyo, Jeongmal Mianhae…!!!” Part 2”

  1. author.. Sedih amat ff nya.. Kasian si kyuhyun kaga diperhatiin sm hyung hyungnya..😥

    lanjutin thor, tpi jgn lama lama dipost nya. Yayaya😀

  2. akhirnya donghae tau kalo kyu sayang banget ma dia🙂
    semuga hyung-hyung kyu yang lain juga cepet sadar yaa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s