Diificult To Say Love chapter 4

Author : Sussan Doank
Diificult To Say Love chapter 4
Chi ju POV
Sudah hampir 20 menit aku menunggu mee yon di kamarnya tapi dia belum datang-datang juga. Apa dia mengambil minuman di arab sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengambilnya. Karena aku sudah kesal menunggunya aku bermaksud untuk melihatnya ke dapur. Tapi ketika baru saja aku membuka pintu kamar, mee yon sudah kembali dengan membawa 2 gelas minuman dan makanan.
            “Kau lama sekali darimana saja aku hampir bosan menunggumu jadi aku bermaksud menyusulmu ke dapur”, ucapku kesal.
            “Mian,, tadi aku harus mengantarkan minuman juga ke kamar yesung oppa dan aku terlalu asik bermain dengan yesung oppa, hankyung oppa dan ddangkomanya yesung oppa jadi lupa,,hehe…”, jawab mee yon sambil cengar-cengir.
            “Tapi sudahlah sekarang kamu kan sudah di sini, sekarang aku mau pinjam tugas dari park songsaenim, kau pasti sudah mengerjakannya kan?”, ucapku yang membuat raut wajah mee yon berubah.
            “Oohh… jadi kau ke rumahku karena kau  ingin menyontek tugasku ya”, kata mee yon dingin.
            “Kau ini kenapa baru saja kau cengar-cengir sekarang sifat aslimu keluar lagi, ayolah mee yon bantu aku, aku tidak mengerti sama sekali dengan tugas dari park songsaenim kali ini”, kataku dengan tatapan memohon dan mengatupkan kedua tanganku di depan wajahku.
            “Cobalah kau mengerjakan sendiri dulu, kalau ada yang tidak kau mengerti aku akan mengajarkanmu”, kata mee yon sambil menyimpan minuman yang dibawanya di atas meja.
            “Ayolah~ mee yon, apa kau tidak kasian padaku”, rengekku pada mee yon dan memasang wajah hendak menangis.
            “Arasseo,arasseo,, ambil di atas meja belajarku!”, jawab mee yon masih dingin, seperti biasa dia tidak akan menolak jika aku sudah memasang wajah hendak menangis.
Dengan segera aku menyalin tugasnya, sedangkan mee yon hanya memainkan laptopnya sambil menungguku selesai menyalin tugasnya. Ketika aku sedang serius menyalin tugas tiba-tiba mee yon menanyakan sesuatu yang membuatku menghentikan aktivitasku.
            “Selama beberapa hari ini siapa orang yang selalu menjemputmu untuk pergi sekolah?”, tanya mee yon datar tanpa berpaling dari layar laptopnya.
            “Aa~ aapa maksudmu menanyakan itu, bukan kah aku sudah bilangkan beberapa hari ini aku selalu berangkat bersama han oppa, masa kau tidak percaya juga”, ucapku gugup.
            “Ne, aku memang tidak percaya padamu. Kau sudah mulai pandai berbohong ya. Siapa yang mengajarkanmu sampai pandai berbohong seperti ini, aku bahkan tidak mengenal chi ju yang pandai berbohong, chi ju yang aku kenal itu chi ju yang selalu jujur dan polos”, katanya masih tetap datar dan pandangnnya masih tidak berpaling dari layar laptopnya.
            “Kau kenapa sih mee yon, kenapa sekarang kau menginterogasiku?”, tanyaku pada mee yon.
            “Aku bukannya mau menginterogasimu, aku Cuma mau kau jujur padaku, selama ini kau pergi dengan siapa, setau aku hankyung oppa tidak akan mau mengantarmu ke sekolah karena arah kalian berlawanan.”, ucapnya yang sekarang pandangannya mulai mengarah padaku.
            “Dan lagi aku bingung dengan kelakuanmu akhir-akhir ini, biasanya kau selalu memintaku untuk mengenalkanmu pada siwon oppa tapi belakangan ini kau tidak memintaku lagi. Apa ada sesuatu yang terjadi diantara kalian atau kau sudah tahu kalau siwon oppa sudah memiliki seorang yeojachingu?”, lanjutnya yang semakin menekanku.
            “Oke,oke aku jawab pertanyanmu jujur aku memang sudah memiliki seorang namjachingu, sejak hari aku memintamu untuk mengenalkanku pada siwon sunbae. Tapi untuk sekarang aku belum bisa mengenalkannya padamu, aku sedang mencari hari yang tepat untuk mengenalkannya padamu. Dan soal siwon sunbae aku pun sudah tahu dari teman-teman sekelas kalau siwon sunbae sudah memiliki yeojachingu,sudah cukup?”, jelasku panjang lebar.
            “Nah gitu dong, ini baru chi ju yang aku kenal yang selalu jujur padaku ^^. Dan kapan kau akan mengenalkannya padaku?”, ucap mee yon seraya bangkit dari duduknya menghampiriku dan memelukku.
            “Kalau waktunya sudah tiba”, jawabku seraya membalas memeluknya.
xxxxxxx
~Di sekolah~
Mee yon POV
            “Jangan lupa janji kalian besok untuk menemaniku, arasseo”, ucap siwon oppa mengingatkan pada janji kami.
Aku dan kyuhyun oppa hanya diam mendengarkan perkataan siwon oppa.
            “Kalian ini kenapa, apa ada sesuatu yang terjadi diantara kalian?”, tanya siwon oppa yang merasa sikap kami berdua aneh.
            “Ani~ gwencanayo”, ucapku dan kyuhyun oppa bersamaan.
            “Baiklah kalau kalian tidak apa-apa, jangan lupa besok ya”, ucapnya sekali lagi mengingatkan kami dan tersenyum lebar.
Setelah itu siwon oppa pun meninggalkan kami berdua yang masih diam di ruangannya.
            “Jadi bagaimana?”, tanya kyuhyun oppa memecahkan keheningan.
            “Bagaimana apanya?”, tanyaku balik.
            “Kau ini pabbo atau apa, ya jelas dengan janji kita”, ucapnya yang kelihatan seperti sedang berusaha menahan kesalnya.
            “Lihat besok saja, kalau aku berubah pikiran aku akan datang”, ucapku lalu bangkit dari tempat duduk dan hendak keluar dari ruangan siwon oppa meninggalkan kyuhyun oppa sendiri.
Apa yang harus aku lakukan besok, aku sebenarnya masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan tempo hari kepada siwon oppa untuk membantunya. Apa sebaiknya aku bilang ke siwon oppa kalau aku tidak bisa membantunya, tapi aku takut dia akan marah. Apa yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa memukul-mukul kepalaku sendiri karena aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Kyuhyun POV
            “Lihat besok saja, kalau aku berubah pikiran aku akan datang”, ucapnya lalu bangkit dari tempat duduknya dan hendak keluar dari ruangan siwon dan meninggalkanku sendiri.
‘Aiissh bagaimana ini kalau dia berubah pikiran dan besok tidak datang, bisa-bisa aku mendapatkan omelan dari siwon dan aku akan mendapatkan hukuman drinya, tapi bukan aku saja yang akan mendapatkan hukuman darinya, yang pasti mee yon pun akan mendapatkannya, tapi seperti dia akan merasa sangat senang bila disuruh membersihkan toilet tapi tidak denganku, apa yang seharusnya aku lakukan?’, aku pun sibuk dengan pikiranku sendiri dan tak terasa bel pulang pun berdentang.
 TING TONG TONG TONG~
xxxxxxx
Mee yon POV
Ddrrrtt ddrrrtt
Ponsel ku bergetar dengan malas aku mengangkat ponselku tanpa menghiraukan siapa yang menghubungiku.
            “Yeoboseo…”, jawabku dengan nada malas.
            “Besok aku jemput pukul 8, mau tidak mau kau tetap akan aku jemput jadi jangan coba-coba melarikan diri dariku”, ucap dari seberang.
Sebelum aku mulai membalas perkataannya terdengar nada terputus.
TUUT TUUT~
‘Cih, siapa yang menghubungiku tiba-tiba lalu memutuskan telepon seenaknya saja’ batiku kesal. Aku pun melihat kontak di layar ponselku untuk memeriksa siapa yang menghubungiku barusan dengan tidak sopan. Aku pun kaget ternyata yang menghubungiku barusan adalah kyuhyun oppa, pantas saja nada bicaranya tidak sopan begitu dan terdengar seperti nada memerintah. Tunggu dulu tadi dia mengatakan bahwa besok ia akan menjemputku. Ottokhe?!?
Karena aku terlalu pusing memikirkan soal itu aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar menikmati pemandangaan malam hari kota seoul. Sebelum aku hendak keluar tiba-tiba yesung oppa mengangetkanku.
            “Mau kemana kau malam-malam begini?”, tanya yesung oppa padaku.
            “Aku ingin berjalan-jalan sebentar oppa, aku sedang merasa bosan jadi aku ingin berjalan-jalan untuk meringankan beban pikiranku ini”, jawabku sembari membalikkan badanku sehingga menghadap ke arah yesung oppa. Yesung oppa mengernyitkan matanya.
            “Kau sedang ada masalah?”, tanya yesung oppa lagi.
            “Anii… bukan masalah besar kok oppa”, jawabku membalikkan badanku dan segera memakai sepatu.
            “Apa masalahmu ada hubungannya dengan namja kemarin yang sempat mengantarkanmu pulang?”, tanya yesung oppa lagi yang sukses menghentikan kegiatanku dan aku pun sontak membalikkan badanku menghadapnya lagi.
            “Benarkan apa yang oppa katakan”, lanjut yesung oppa sambil tersenyum jahil.
Aku pun terdiam karena perkataan yesung oppa katakan barusan, perkataannya bagaikan petir yang menyambarku tiba-tiba.
            “Baiklah kalau kau tak mau menjawabnya, oppa temani kau berjalan-jalan ya, oppa takut terjadi apa-apa padamu”, ucap yesung oppa semangat dan dengan cepat ia meraih jaketnya di ruang keluarga dan bergegas kembali dengan mengenakan jaketnya dan memakai sepatunya.
            “Yak! Kenapa kau masih diam saja. Kajja!”, ajaknya yang sudah memakai sepatunya dan menarik tanganku menuju keluar rumah. Dan aku pun kembali tersadar dari diamku.
            “O-oopppa…. aku kan sudah besar untuk apa oppa menemaniku, lagipula aku hanya keluar sebentar”, kataku pada yesung oppa yang masih menarik tanganku.
            “Kata siapa kau sudah besar, bagi oppa kau tetap dongsaeng kecilku”, jawabnya tanpa menoleh kearahku dan meneruskan perjalan kami ke arah taman.
            “Lagipula sudah lama oppa tidak jalan-jalan denganmu, oppa kangen dengan saat-saat sepertinya”, lanjutnya yang membuatku langsung melepaskan genggamannya dan memeluknya. Yesung oppa pun membalas pelukkanku dan mencium puncak kepalaku dengan lembut.
            “Inilah kenapa oppa selalu menganggap kau anak kecil, kau masih selalu manja kepada oppa”, katanya sambil tersenyum dan masih memelukku.
            “Baiklah kajja! Kita pergi berjalan-jalan ke taman”, ajaknya dan melepaskan pelukkannya.
            “Kajja!”, sahutku dan menarik tangan yesung oppa menuju taman, yesung oppa hanya tersenyum dengan kelakuanku.
~Di Taman~
            “Oppa…”, kata ku setelah kami duduk di salah satu bangku di bawah pohon ek.
            “Ne..”, jawabnya tanpa menoleh ke arah ku, ia sedang asik memperhatikan bintang-bintang. Itulah salah satu sifat yesung oppa, ia sangat suka melihat bintang-bintang.
            “Apa yesung oppa pernah merasakan jatuh cinta?”, tanyaku dan akhirnya dia mengalihkan pandangannya ke arahku dan menatapku bingung.
            “Kenapa tiba-tiba kau bertanya soal ini? Tidak seperti biasanya. Ahhh, oppa tahu kau sedang jatuh cinta dengan namja itu kan, namanya kyu.. kyuhyun”, ucapnya berusaha mengingat nama kyuhyun oppa.
            “Anii.. bu-bukan oppa”, jawabku gugup.
            “Terus kenapa?”, tanya yesung oppa yang masih memandangku bingung
            “Begini oppa akhir-akhir ini ada seorang namja yang tiba-tiba dekat denganku. Padahal sebelumnya aku denganya selalu bertengkar tapi akhir-akhir ini sikap namja itu berubah 1800. Setiap ia memperhatikan atau mengkhawatirkanku aku selalu merasa ada sesuatu yang aneh di dalam diriku. Apa ini yang disebut cinta?”, ucapku panjang lebar.
            “Tergantung, apa kau selalu merasa nyaman bila berada di sampingnya atau kau selalu merasa jantungmu berdetak lebih cepat dari biasanya bila sedang berada di dekatnya”, kata yesung oppa yang sepertinya sekarang sudah mengerti.
            “Molla, terkadang hal seperti itu aku rasakan tapi terkadang aku sangat benci dengan tingkahnya”, ucapku sambil memasang muka cemberut.
            “kalau begitu kau harus memastikannya lagi, apa kau menyukainya atau tidak, jangan sampai kau salah mengartikan perasaanmu”, kata yesung oppa sambil mencubit pipiku lembut dan tersenyum.
Inilah sifat yang selalu aku sukai dari yesung oppa, yesung oppa selalu menjadi pendengar yang baik dan selalu memberiku nasihat-nasihat positif. Aku sangat sayang padanya, andaikan di sunia ini ada dua yesung oppa, yang pasti satunya lagi akan aku jadikan pacarku, hehe…
            “Ayo kita pulang, kita sudah terlalu lama disini dan udara malam juga sudah tidak mendukung”, ajak yesung oppa padaku.
            “Sebentar lagi oppa ini kan masih jam10, aku masih ingin disini sebentar”, pintaku dan yesung oppa pun hanya tersenyum.
            “Baiklah”, ucapnya aku pun ikut tersenyum.
~Keesokkan harinya~
Yesung POV
            “Mee yon bangun~”, teriakku dari balik pintu kamar mee yon.
            “Mee yon bangun~”, teriakku sekali lagi dan tak ada jawaban dari dalam.
Tumben sekali dia sangat sulit dibangunkan padahal biasanya dia yang selalu membangunkanku, ada apa dengannya hari ini. Di setiap minggu biasanya dia selalu bersemangat untuk memintaku menemaninya jalan-jalan tapi hari ini bangun pun dia belum. Apa jangan-jangan dia sakit, aku pun semakin memperkeras mengetuk pintu kamarnya.
TOK TOK TOK~
            “Mee yon kau tidak apa-apa di dalam, mee yon.. jawab oppa, mee yon”, teriakku khawatir.
TOK TOK TOK~
            “Mee yon!”, teriakku lagi.
Mee Yon POV
TOK TOK TOK~
            “Mee yon kau tidak apa-apa di dalam, mee yon.. jawab oppa, mee yon”, teriak yesung oppa membangunkanku dan nada suaranya terdengar sangat khawatir.
TOK TOK TOK~
            “Mee yon!”, teriaknya lagi.
Sudah jam berapa sekarang, tidak biasanya yesung oppa membangunkanku. Dengan malas aku bangkit dari tempat tidurku dan berjalan menuju keluar kamar untuk menghentikan teriakkan yesung oppa dan bisa membuat telingaku tuli.
            “Ada apa yesung oppa pagi-pagi sudah teriak-teriak?”, tanyaku yang masih setengah sadar.
            “kau tidak apa-apa kan mee yon? Kau tidak sakit kan?”, ucap yesung oppa mengkhawatirkanku sambil memeriksa seluruh tubuhku.
            “Aku tidak apa-apa oppa, oppa terlalu mengkhawatirkanku”, ucapku yang kini telah sadar sepenuhnya dan berusaha menenangkan oppa ku yang pencemas ini.
            “Syukurlah kalau begitu. Oh ya dibawah ada temanmu, cepat temui dia”, ucap yesung oppa.
            “Nuguyeyo?”, tanyaku.
            “Kyuhyun”, jawabnya singkat.
‘Kyuhyun oppa! Sedang apa hari minggu begini ia ke rumahku. Apa ada hal penting?’, gumamku. Ketika aku sedang asik melamun, yesung oppa pun mengagetkanku dengan mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.
            “Waeyo?”, tanya yesung oppa.
            “Akh, gwaencana..”, jawabku.
            “Apa oppa menanyakan untuk apa ia kemari?”, lanjutku pada yesung oppa yang masih berada di depan pintu kamarku.
            “Hem.. kyuhyun bilang ia kemari untuk menjemputmu, itu saja”, jawab yesung oppa yang kemudian pergi meninggalkanku.
Aku pun kembali terdiam, mencoba mencerna kata-kata yesung oppa. ‘Menjemput! Apa  maksudnya?’ gumamku lagi. Aku bingung dengan perkataan yesung oppa barusan. sesaat kemudian seseorang mengagetkanku lagi tapi kali ini bukan yesung oppa melainkan orang lain.
            “YAK! Mau sampai kapan kau akan diam saja di situ. Cepatlah sebelum siwon memarahi kita!”, ucapnya membuyarkan lamunanku.
Kyuhyun POV
Sudah hampir pukul 8, sebaiknya aku bergegas menjemput mee yon. Aku pun melajukan mobil ford putih kesayanganku menuju rumah mee yon. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang, dan sampailah aku di rumah mee yon. Aku mulai menekan bel.
TING TONG TING TONG~
            “Sebentar!”, teriak seseorang dari dalam.
            “Nuguyeyo?”, tanyanya ketika keluar dari balik pintu.
            “Cho kyuhyun”, jawabku sambil membungkukkan badanku.
            “Ohh, kau teman mee yon..”, ucapnya sambil membukakan pagar.
            “Ne, hyung…”, kataku dan kemudian aku masuk setelah dipersilahkan.
            “Tunggulah disini, aku akan memanggil mee yon dulu. Kalau mau minum ambil saja sendiri di dapur anggap saja rumah sendiri, disini kami hanya tinggal berdua jadi tak perlu sungkan”, ucapnya panjang lebar dan berlalu dari hadapan ku menuju lantai dua.
Aku pun duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tengah, menunggu mee yon. Aku melihat-lihat sekeliling rumahnya ternyata rumahnya sangat rapi, barang-barang tertata dengan rapi di setiap sudut. Ketika aku sedang asik melihat-lihat kini mataku tertuju pada sebuah foto keluarga, disitu aku melihat sepasang nampyeon-anae, yesung hyung yang kelihatan masih berumur 8 tahun dan mee yon yang sedang di pangku oleh yesung hyung, wajahnya sangat lucu sekali. Tanpa sadar aku sudah tersenyum melihatnya. ‘Aissh kenapa aku jadi tersenyum begini’ bentakku dalam hati. Setelah puas melihat-lihat aku pun kembali duduk menunggu mee yon. Tak lama kemudian yesung hyung datang dari lantai dua dan segera menghampiriku.
            “Mian menunggu lama, mee yon baru saja bangun dan sepertinya ia kaget setelah mendengar kau datang dan ia malah begong di depan pintu. Sebaiknya kau ke atas untuk menemuinya, aku takut ia tak akan kembali ke dunianya karena asik dengan dunia alam sadarnya, haha…”, ucap yesung hyung diselingi dengan gurauannya.
            “Tidak apa-apa hyung kalau aku menemuinya di atas?”, tanyaku ragu-agu.
            “Tentu saja tidak apa-apa kau kan teman mee yon”, balasnya dengan tersenyum memamerkan senyuman yang terkenal lembut.
Setelah mendapat izin dari yesung hyung aku pun segera menaiki tangga menuju lantai dua.
            “Oh ya kyuhyun kamarnya ada disebelah kanan paling ujung”, ucapnya setengah berteriak agar aku mendengarnya.
            ‘”Ne, hyung..”, balasku setengah berteriak juga berharap yesung hyung dapat mendengarku.
Sesampai di atas aku melihat mee yon tengah berdiri di depan pintu kamarnya dengan masih mengenakan piyama.
            “YAK! Mau sampai kapan kau akan diam saja di situ. Cepatlah sebelum siwon memarahi kita!”, ucapku membuyarkan lamunannya.
            “O~ooppa sedang apa kau disini? Dan kenapa kau seenaknya ke atas?”, tanyanya kaget dan brubah menjadi nada membentak.
            “Aku kesini untuk menjemputmu, apa kau sudah lupa hari kita punya tugas untuk menemani siwon kencan? Dan aku ke atas karena di suruh oleh yesung hyung untuk melihatmu. Cepatlah kita tidak punya waktu lagi”, ucapku setengah membentak.
Dan lagi-lagi ia terdiam, sepetinya ia lupa.
PLETAK~
Mee yon memukul keningnya, sesuai dugaanku ia pasti lupa.
            “Ya ampun~ oppa aku lupa, bagaimana ini oppa? Sekarang sudah jam berapa? Janji dengan siwon oppa jam berapa?”, tanyanya panik.
            “Sudah tenanglah, daripada kau sibuk bertanya lebih baik kau segera siap-siap, aku akan menunggumu di bawah”, kataku berusaha menenangkannya.
            “Baiklah oppa tunggu aku 15 menit, aku akan segera turun:, katanya dan kemudian masuk ke kamarnya. Aku yang melihatnya hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalaku saja. ‘Kapan sifat pelupanya itu akan hilang’ batinku. Dan aku pun kembali ke bawah untuk menunggunya selesai bersiap-siap.
~15 menit kemudian~
Mee yon pun turun, dan sesaat aku terpesona dengan penampilannya yang berbeda. Ia menggunakan t-shirt biru polos dilapisi jaket berwarna putih dan jins hitam, dn ia pun mengenakan topi dan kaca mata berbingkai putih. Penampilannya begitu simple tapi terlihat sangat manis di mataku.
            “Kyuhyun oppa, kajja! Sebelum siwon oppa marah”, ajaknya dan membuyarkan lamunanku.
            “Kajja!”, balasku.
            “Oppa, aku pergi dulu”, pamitnya pada yesung hyung dan mencium pipi yesung hyung.
            “Hyung kami pergi dulu”, kini aku yang berpamitan padanya.
            “Hati-hati di jalan. Jaga adik ku baik-baik kyuhyun~ah”, ucapnya dan mengantarkan kami sampai pintu gerbang.
Sepanjang perjalanan kami hanya diam satu sama lain hanya terdengar deru mobil yang sedang aku kendarai. Aku pun mulai tidak tahan dengan keadaan seperti ini dan akhirnya aku lah yang memulai pembicaraan.
            “Kenapa kau mengenakan topi dan kacamata? setahuku matamu masih normal”, ucapku memecahkan keheningan diantara kami.
            “Ini sebagai penyamaran, aku tidak mau ketika kita sedang berjalan-jalan ada siswa sekolah kita yang melihatku jalan denganmu. Bisa-bisa besok di sekolah sudah ada gosip yang bukan-bukan. Aku tidak mau hal itu terjadi”, ucapnya panjang lebar.
            “Apa kau takut mereka akan mengosipkan kau berpacaran denganku?”, tanyaku.
            “Hem…begitulah”, jawabnya singkat.
            “Dan aku tidak bisa membayangkan, kalau mereka sampai mengira kalau kita berpacaran pasti para yeoja-yeoja satu sekolah akan memusuhiku dan menyiksaku. Mereka kan tidak mau melihat kau hanya dimiliki oleh seorang yeja saja. Asal kau tahu saja ya mereka semua rela melepaskan apapun demi memilikimu, aku tak habis pikir untuk apa mereka melakukan semua itu hanya untuk seorang namja keras kepala sepertimu”, lanjutnya panjang lebar yang membuatku melotot ke arahnya.
            “Hehe.. Mian. Mian. Aku hanya bercanda”, ucapnya lagi.
            “Kalau hal itu terjadi padamu aku akan senantiasa menjagamu” gumamku.
            “Ne, kau barusan bilang apa?”, tanyanya yang sepertinya mendengarkan ucapanku tapi untungnya ia tak begitu jelas apa yang aku ucapkan barusan.
            “Ani.. aku tidak bilang apa-apa”, ucapku berbohong.
~Sesampainya di Sungai Han~
            “Kalian lama sekali, kami sudah lama menunggu kalian”, kata siwon ketika kami datang.
            “Mian, oppa ini gara-gara aku yang lupa dengan janji kita”, ucap mee yon sambil menundukkan kepalanya karena takut menatap siwon.
            “Sudahlah tidak apa-apa yang penting sekarang kalian sudah datang”, ucapnya sambil mengangkat kepala mee yon sehingga menghadapnya dan tersenyum kepadanya.
Seketika aku merasa cemburu mee yon diperlakukan seperti itu oleh siwon, tapi apa hubunganku dengan mee yon sehingga aku pantas untuk cemburu kepadanya.
            “Daripada kita berlama-lama di sini ayo kita ke taman bermain, yeojchingu ku sudah menunggu di dalam mobil, kajja! Kita segera ke mobilku”, ajak siwon kepada kami.
            “Siwon aku membawa mobil sendiri”, kataku.
            “Baiklah, kalau begitu. Kajja!!”, ajaknya sekali lagi.
Kami bertiga segera menuju mobil kami masing-masing.
            “Hey, kau mau kemana?”, ucapku pada mee yon yang mengikuti siwon kearah mobil siwon terparkir.
            “Aku mau ikut dengan siwon oppa saja, dan aku juga ingin mengenal yeoja chingu siwon oppa”, ucapnya.
            “Kau denganku, apa kau mau menganggu siwon dengan pacarnya”, kataku.
            “Kalian ini tidak di sekolah tidak di luar kerjanya hanya bertengkar saja. Mee yon, kau  dengan kyuhyun saja ya, aku tidak mau ada yang mengangguku”, kata siwon sambil mengusap puncak kepala mee yon.
            “kau dengarkan”, kataku sinis.
Dan akhirnya mee yon pergi denganku dengan terpaksa, karena sebelumnya ia merengek ingin ikut mobil siwon. Di dalam mobil mee yon hanya memasang tampang kesal dan tidak berbicara apapun, sepertinya ia marah kapadaku.
~Di Taman Bermain~
            “Siwon dimana pacarmu, dari semenjak kita bertemu tadi aku belum bertemunya dengannya?”, ucapku pada siwon, yang penasaran ingin melihat pacarnya.
            “Sepertinya dia malu bertemu kalian, lebih baik kita tunggu dulu setelah dia mau menemui kalian”, balas siwon.
            “Untuk itu lebih baik kalian jalan-jalan dulu berdua, aku akan membujuk chagiya ku supaya mau berkenalan dengan kalian”, lanjut siwon.
            “Lalu apa gunanya kami ikut denganmu?”, ucapku kesal.
            “Ayolah kyu, jangan marah seperti itu. Aku tidak mengira kalau chagiya ku orangnya sangat pemalu. Sekarang aku akan pergi membujuk chagiya ku dulu. Kalian bermainlah dulu, selamat bersenang-senang”, ucap siwon seraya meningglkan kami berdua.
Mee Yon POV
            “Siwon dimana pacarmu, dari semenjak kita bertemu tadi aku belum bertemunya dengannya?”, ucap kyuhyun oppa pada siwon oppa, yang sepertinya penasaran ingin melihat pacar siwon oppa.
            “Sepertinya dia malu bertemu kalian, lebih baik kita tunggu dulu setelah dia mau menemui kalian. Aku akan membujuknya supaya berkenalan dengan kalian”, balas siwon oppa kepada kyuhyun oppa.
            “Untuk itu lebih baik kalian jalan-jalan dulu berdua, aku akan membujuk chagiya ku supaya mau berkenalan dengan kalian”, lanjut siwon oppa seraya meninggalkan kami berdua.
            “Lalu apa gunanya kami ikut denganmu?”, ucap kyuhyun oppa kesal.
            “Ayolah kyu, jangan marah seperti itu. Aku tidak mengira kalau chagiya ku orangnya sangat pemalu. Sekarang aku akan pergi membujuk chagiya ku dulu. Kalian bermainlah dulu, selamat bersenang-senang”, ucap siwon oppa seraya meninggalkan kami berdua.
Oh tidak, kenapa di saat seperti ini aku malah di tinggal dengan kyuhyun oppa lagi sih. Lalu untuk apa kami berdua menemani siwon oppa kalau pacarnya malu untuk bertemu dengan kami. Kalau jadinya seperti ini, lebih baik tadi aku tidak pergi. Tapi sekarang terus bergumam pun tak ada guna nya karena aku terlanjur ada disini. Lebih baik aku nikmatinya saja ^^.
            “Kau mau kemana?”, tanya kyuhyun oppa padaku.
            “Bukan urusan oppa”, jawabku ketus.
Aku pun segera pergi meninggalkan kyuhyun oppa untuk menikmati semua wahana di taman bermain ini. Aku memulai menaiki wahana jet coaster.
Kyuhyun POV
“Kau mau kemana?”, tanyaku padanya.
            “Bukan urusan oppa”, jawabnya ketus. Ia pun pergi meninggalkan aku.
‘Sepertinya dia masih marah gara-gara kejadian tadi’ gumamku. Kali ini aku biarkan dia sendiri karena aku yakin dia pasti tidak mau aku temani. Aku pun mencari tempat duduk dan memainkan PSP ku sambil menunggu mee yon dan siwon kembali.
Mee Yon POV
Tak terasa aku sudah bermain selama 3 jam. Aku pun berniat untuk kembali ke tempat kyuhyun oppa dan siwon oppa pertama kali berkumpul. Tapi sepertinya aku lupa dimana tempatnya, sudah cukup lama aku berputar-putar mencari tempat itu tapi sampai sekarang aku tak kunjung menemukkannya. Karena aku begitu lelah aku memutuskan untuk istirahat sebentar disalah satu cafe tepat di sebelah aku berdiri.
Aku memasuki cafe tersebut dan mengambil tempat di pojok cafe karena hanya itu tempat yang tersisa, aku melihat sekelilingku ternyata cafe ini begitu ramai.
            “Annyeong, anda mau memesan apa?”, tanya salah satu pelayan cafe itu.
            “Satu cappucino dan satu tiramisu”, jawabku setelah cukup lama memilih makanan di daftar menu.
            “Tunggu sebentar, akan segera kami antarkan”, ucap pelayan tersebut seraya meninggalkanku.
Tak lama kemudian pelayan tadi mengantarkan pesananku.
            “Gomawo”, ucapku pada pelayan itu seraya tersenyum.
            “Cheonmaneyo, kalau anda membutuhkan sesuatu lagi panggil saya saja”, ucapnya sopan dan tersenyum.
Setelah selesai menikmati makanan dan minuman yang aku pesan tadi, aku pun kembali mencari tempat dimana kyuhyun oppa dan siwon oppa berada. Aku tak menyangka ternyata taman bermain ini sangat besar dan luas. Entah sudah berapa lama aku mengitari taman bermain ini untuk mencari tempat keberadaan mereka. Aku semakin khawatir bila aku tak bisa menemukkan mereka. ‘Bagaimana ini apa jangan-jangan aku tersesat?ottokhe!’ batinku resah. ‘Tidak-tidak, tidak mungkin aku tersesat. Aku harus segera mencarinya lagi, aku yakin aku bisa menemukkan mereka’ batinku sekali lagi.
Kyuhyun POV
Aku menatap jam tangan di tangan kiriku, ternyata aku sudah 4 jam bermain PSP di sini. Siwon dan pacarnya juga belum kembali, dan mee yon kenapa sudah jam segini ia belum kembali juga, apa terlalu bersenang-senang sehingga ia lupa waktu. Aku mencoba menghubungi ponsel mee yon dan yang ada ponselnya tidak aktif. Karena aku khawatir bila terjadi apa-apa dengan mee yon, aku memutuskan untuk mencarinya.
‘Anak itu pergi kemana aku sudah mengelilingi taman bermain tapi tak berhasil menemukkannya” batinku kesal. Apa mungkin ia sudah pulang ke rumah, aku pun memutuskan untuk menelepon ke rumahnya.
TUUT TUUT~
            “Yeoboseyo”, jawab dari seberang.
            “Yeoboseyo, hyung, apa mee yon sudah kembali?”, tanyaku mencoba untuk tenang supaya yesung hyung tidak ikut panik karena dongsaeng kesayangannya saat ini hilang entah kemana.
            “Belum. Apa terjadi sesuatu dengan mee yon?” ucapnya mulai panik.
            “Gwaencana, hyung. Mee yon baik-baik saja. Sudah dulu ya hyung aku hanya bertanya mee yon sudah pulang atau belum”, kataku berusaha mengakhiri pembicaraan karena aku takut yesung hyung akan menanyaiku macam-macam.
            “Mee yon ada dimana sekarang? Apa ia menghilang?” tanya yesung hyung panik.
Inilah yang aku takuti, sekarang aku harus mengatakan apa pada yesung hyung kalau sebenarnya dongsaengnya menghilang.
            “Anii, hyung sekarang mee yon sedang bersama siwon. Aku terpisah dengan mereka, aku kira mee yon sudah di antar pulang oleh siwon, kalau mee yon belum pulang berarti mereka masih ada disini. Haha…”, kataku berbohong. ‘Mianhe, hyung’ batinku.
            “Syukurlah kalau mee yon tidak tersesat”, ucap yesung hyung sedikit lebih tenang.
            “Mee yon, anak itu buta arah, tidak bisa mengingat dengan baik tempat-tempat yang telah ia datangi sebelumnya. Dia hanya mengingat jalan dari rumah ke sekolah saja. Haha… anak itu ada-ada saja”, sambung yesung hyung disertai tertawa.
‘Apa dia buta arah? kalau sudah tahu dia buta arah kenapa dia berani pergi sendirian’ batinku semakin mengkhawatirkannya.
            “Sudah dulu ya hyung, siwon dan mee yon sudah kembali”, ucapku dan langsung aku menutup ponselku sebelum ada balasan dari seberang. Setelah mengakhiri pembicaraan aku semakin panik setelah tahu kalau mee yon buta arah, aku segera berlari kesana-kemari mencari mee yon, tak peduli orang-orang melihatku dengan tatapan aneh, yang jelas saat ini aku harus menemukkan mee yon.
‘Aiisshh~ anak itu pergi kemana?’ keluhku sambil terus mencari mee yon.
Mee Yon POV
Sudah hampir 1.5 jam aku mencari mereka tapi belum ketemu-ketemu juga. Aku sudah sangat lelah, aku pun berfikir untuk istirahat dulu. Setelah aku menemukkan tempat duduk, aku pun terduduk. Aku baru ingat sejak aku berada disini aku belum memeriksa ponselku sama sekali. Aku merogoh ponselku di saku jeansku, ketika hendak aku menyalakan ponselku, ternyata ponselku mati pantas saja sejak tadi aku tidak mendengar ponselku bergetar. Hari ini sangat melelahkan tapi lumayan untuk mengurangi rasa suntukku, hehe.. ^^.
 
Author POV
Disaat mee yon tengah asik beristirahat, di tempat lain kyuhyun tengah sibuk mencari mee yon. Tak habis-habisnya kyuhyun menanyai orang-orang soal mee yon, tapi tak satu pun dari mereka yang melihat mee yon. Kyuhyun sudah kehabisan akal untuk mencari mee yon. Kyuhyun hanya bisa menarik rambutnya karena kesal tidak dapat menemukkan mee yon. Kyuhyun sudah menghubungi siwon kalau mee yon menghilang, sontak siwon pun segera ikut mencari mee yon.
            “Mee yon kau dimana?”, keluh kyuhyun putus asa.
Ketika kyuhyun sedang berjalan, pandangan kyuhyun tertuju pada seorang wanita yang tidak asing baginya duduk di bangku di bawah lampu jalan tengah tertidur pulas. Ketika kyuhyun mendekatinya, ternyata itu adalah mee yon sedang tertidur pulas. Kyuhyun pun merasa sedikit tenang karena dia telah menemukan mee yon.
            “Syukurlah kau tidak apa-apa”, gumam kyuhyun pelan sambil membelai pipi mee yon dengan lembut dan tersenyum.
Mee Yon POV
Kriiing Kriiing….
Jam weker di kamarku telah menjerit-jerit menandakan hari telah berganti. Aku segera bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Setelah selesai bersiap-siap aku segera turun menuju ruang makan untuk sarapan. Di ruang makan ternyata yesung oppa, chi ju dan hankyung oppa sudah berkumpul.
            “Tumben sekali hankyung oppa dan chi ju ikut sarapan dirumahku?”, tanyaku heran melihat mereka yang tidak biasanya sarapan dirumahku.
            “Memangnya tidak boleh”, jawab chi ju sambil mengunyah rotinya.
            “Duduklah mee yon dan makan rotimu”, suruh yesung oppa padaku.
Aku pun mematuhi perkataan yesung oppa. Aku mengambil kursi di sebelah hankyung oppa dan segera memakan rotiku yang telah di sediakan oleh yesung oppa.
            “Kau tidak dijemput oleh namjachingumu, chi ju?”, tanyaku seketika dan membuat chi ju tersedak.
            “Uhuk~ uhuk~ a~air…”, ucap chi ju meminta air kepada yesung oppa. Yesung oppa pun segera memberikan air kepada chi ju. Sedangkan aku dan hankyung oppa saling bertatapan aneh melihat tingkah chi ju yang sepertinya kaget dengan ucapanku.
            “Anii.. katanya dia ada urusan di sekolah jadi dia berangkat pagi-pagi”, sambungnya setelah berhasil minum.
                “Ternyata sekarang kau sudah memiliki namjachingu rupanya”, ucap yesung oppa sambil meneguk susu di gelasnya. “Lalu bagaimana denganmu mee yon, sampai saat ini kau belum memiliki namjachingu kan. Bagaimana dengan namja yang mengantarkanmu semalam, apa dia namjachingumu?”, lanjut yesung oppa dengan memasang wajah innocent dan langsung membuatku tersedak. Dengan segera hankyung oppa memberikan segelas air padaku dan aku segera meminumnya.
            “Gomawo oppa”, ucapku pada hankyung oppa.
            “Cheonmaneyo”, jawab hankyung oppa sambil tersenyum.
            “Maksud oppa tadi apa, seorang namja mengantarkanku pulang? memangnya semalam aku kenapa?”, tanyaku bingung pada yesung oppa.
            “Kau tidak ingat kemarin kan kau pergi bersama kyuhyun dan pulangnya kau di gendong oleh kyuhyun karena kau telah tertidur karena kelelahan. Oppa langsung panik karena kau pulang di gendong oleh kyuhyun, oppa kira kau sakit karena oppa panik oppa langsung menghubungi hankyung dan chi ju”, ucap yesung oppa panjang lebar yang membuatku terdiam, mencoba mengingat kejadian tadi malam. Dan yang aku ingat hanya ketika aku sedang duduk karena kelelahan mencari kyuhyun oppa dan siwon oppa dan kemudian aku tertidur lalu aku tidak ingat lagi, kemudian aku terbangun di pagi ini.
            “Dan kenyataannya mee yon hanya tertidur saja”, sambung hankyung oppa datar yang membuat wajah yesung oppa merah padam karena malu.
            “Mian hankyung~ah telah memanggilmu malam-malam”, ucap yesung oppa dengan memasang wajah seperti anak kecil di hadapan hankyung oppa.
            “Baiklah aku maafkan tapi ada syaratnya?”, kata hankyung oppa.
            “Apa syaratnya?”, tanya yesung oppa bingung.
            “Syaratnya kau memperbolehkan aku untuk menjadikan dongsaengmu ini menjadi yeojachinguku”, jawab hankyung oppa seraya memelukku dan mencium keningku. Aku sudah terbiasa dengan perlakuan hankyung oppa padaku yang selalu memelukku dan menciumku, karena aku sudah menganggap hankyung oppa sebagai oppa ku kedua setelah yesung oppa makanya aku tak keberatan bila diperlakukan seperti ini, karena ini merupakan tanda kasih sayang hankyung oppa padaku ^^.
            “Apa yang kau katakan! Aku tak akan menyerahkan dongsaengku padamu. TAK AKAN PERNAH!!!”, kata yesung oppa setengah berteriak dan memisahkan aku dengan hankyung oppa. Aku dan chi ju hanya tertawa melihat kelakuan oppa-oppa kami.
xxxxxxx
~Di Sekolah~
            “Mee yon! Mee yo!”, panggil chi ju.
            “MEE YON!!”, teriak chi ju tepat di dekat telingaku, sehingga membuatku kembali ke alam sadarku.
            “Aiisshhh~ kau kenapa berteriak-teriak di dekat telingaku, aku belum mau tuli!”, ucapku kesal.
            “Justru kau yang kenapa dari semenjak kita pergi kau hanya melamun saja, sampai-sampai aku berbicara sendiri”, ucap chi ju tak kalah kesal.
            “Miaan chi ju, aku hanya sedang memikirkan apa yang yesung oppa katakan tadi”, kataku.
            “Ohh, mengenai kau diantar pulang oleh kyuhyun sunbae atau lebih tepatnya digendong olehnya”, ucap chi ju sambil cengengesan.
            “Sssttt,, bisakah kau memelankan sedikit suaramu. Aku tak mau yeoja-yeoja di kelas kita mendengarkannya bisa-bisa mereka akan marah padaku”, bisikku sambil menutup mulut chi ju dengan tanganku.
            “Arasseo, arasseo…”, kata chi ju sambil melepaskan tanganku yang menutup mulutnya.
            “Kalau begitu ceritakan padaku apa yang terjadi denganmu kemarin dengan kyuhyun sunbae?”, lanjut chi ju, meminta penjelasan dariku.
            “Baiklah aku ceritakan, tapi kau jangan bilang siapa-siapa, arasseo…”, kataku dan berusaha mengingatkan chi ju supaya dia tak mengatakan pada siapapun.
            “Tapi tunggu sepertinya kau harus menceritakannya nanti”, ucap chi ju tiba-tiba.
            “Waeyo?”, tanyaku heran.
Chi ju memberikan isyarat dengan mengacungkan jari telunjuknya mengarah kearah luar kelas, aku pun mengikuti arah telunjuk chi ju. Dan aku menemukkan sosok tubuh kyuhyun oppa sedang bersandar di pintu kelasku dan dia melambaikan tangannya memanggilku. Aku tidak menghiraukan panggilannya. Aku kembali membalikkan badanku kearah chi ju. Sepertinya kyuhyun oppa kesal karena aku tak menggubris panggilannya sehingga dia masuk ke kelasku dan menarik lenganku menuju keluar kelas diikuti pandangan iri sekaligus benci dari mata-mata yeoja di sekitar kami.
            “Apa yang oppa lakukan?”, kataku dan berusaha melepas genggaman tangannya tapi tak berhasil karena genggamannya sangat kuat sehingga menyakiti lenganku. Kyuhyun oppa tak menjawab pertanyaanku, dia memilih untuk tetap diam dan terus menarikku. Kyuhyun oppa terus menarikku sampai kami pun tiba di belakang sekolah dan dia melepaskan genggamannya dari lenganku.
            “Kenapa oppa membawaku kemari?”, tanyaku sambil memegang lenganku yang sakit akibat genggamannya tadi.
            “Miaann, aku terlalu keras menggenggam lenganmu”, ucapnya ketika melihatku memegangi lenganku.
            “Jawab pertanyaanku tadi, kenapa oppa membawaku kemari?”, kataku yang mulai kesal karena kyuhyun oppa tak menjawab pertanyaanku.
            “Hemmm… untuk apa ya aku membawamu kemari? Tiba-tiba saja aku ingin menarikmu kesini tapi sebenarnya aku sendiri pun tak tahu apa yang mau aku lakukan ”, katanya sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
            “Baiklah kalau tidak ada hal penting yang mau di bicarakan lebih baik aku kembali ke kelas. Oppa juga sebaiknya kembali ke kelas karena sebentar lagi bel berbunyi”, kataku menyuruhnya untuk kembali ke kelas.
Ketika aku hendak akan kembali ke kelasku aku teringat dengan perkataan yesung oppa tadi pagi, kalau kemarin kyuhyun oppa telah mengantarkan aku pulang, aku segera membalikkan badanku dan berjalan menghampirinya yang masih terlihat bingung.
            “Oh iya oppa, gomawo kemarin sudah mengantarkanku pulang, kemarin aku belum sempat mengatakan terima kasih karena aku tertidur”, ucapku sambil membungkukkan badanku kearahnya. Setelah itu aku hendak kembali ke kelas ku tapi langkahku terhenti karena ada sesuatu yang menarik tanganku, aku kembali membalikkan badanku dan aku melihat kyuhyun oppa menundukkan kepalanya.
            “Miaan..”, ucapnya lirih.
            “Miaan untuk apa oppa?”, tanyaku bingung dengan perkataanya barusan.
            “Miaan karena kemarin aku membiarkan kau pergi sendiri, kalau saja aku menemanimu mungkin kau tak akan kelelahan mencari kami”, ucapnya masih menundukkan kepalanya.
            “Gwaencana oppa, aku juga yang salah kemarin sudah keras kepala pergi bermain sendiri padahal aku tau kalau aku buta arah. Haha…”, ucapku ringan dan mengangkat kepala kyuhyun oppa sehingga melihatku. Aku pun tersenyum kepadanya dan dia membalasnya. OMONA! Senyumnya indah sekali. Baru kali ini aku melihat senyumannya yang sesungguhnya. Ternyata dia begitu tampan, kenapa aku baru menyadarinya sekarang. ’Aiissh~ apa yang ada di kepalamu ini mee yon jangan berfikiran yang bukan-bukan” batinku. Aku mengeleng-gelengkan kepalaku supaya aku dapat berfikir jernih.
            “Gwaencana?”, ucap kyuhyun memegang pipiku.
            “Nan gwaencana”, kataku seraya melepaskan tangannya yang memegang pipiku. Aku merasa pipiku sekarang panas karena disentuhnya, sepertinya saat ini mukaku sudah merah karena malu.
            “Sebaiknya kita kembali ke kelas”, ajakku diikuti anggukkan kyuhyun oppa.
xxxxxxx
            “Chi ju kapan kau akan memperkenalkanku pada namjachingu mu itu?”, tanyaku pada chi ju ketika kami telah sampai di rumahku. Ya, hari ini chi ju berniat untuk menginap dirumahku karena malam ini hankyung oppa sedang ada kuliah di luar, hankyung oppa tidak memperbolehkan chi ju untuk tinggal sendiri di rumah karena hankyung oppa sangat mengkhawatirkannya. Selama ini chi ju hanya tinggal berdua bersama hankyung oppa di seoul karena orang tua mereka sangat sibuk mengurus perusahaan di China, keluarga mereka dan keluargaku hampir sama keluargaku juga selalu sibuk mengurusi perusahaan di Amerika tapi bedanya orang tua ku sekali-kali selalu mengunjungi aku dan yesung oppa walau hanya sekedar melihat keadaan kami. Sedangkan orang tua chi ju hanya menanyai kabar lewat email atau surat.
            “Nanti kalau waktunya sudah tiba”, ucap chi ju seraya berjalan ke arah dapur.
            “Kau selalu saja bilang begitu setiap aku menanyakan namjachingu mu itu. Apa kau berniat tidak akan memperkenalkannya padaku”, kataku sambil merebahkan tubuhku di sofa.
            “Bukannya begitu,, tunggulah beberapa hari lagi, aku pasti akan mengenalkannya kepadamu”, lanjutnya dan kemudian duduk di sofa lain. Aku hanya manggut-manggut.
BUG~
“ADUH~”, jeritku ketika seseorang melemparkanku sebuah tas. Aku pun segera bangkit dari posisiku dan chi ju ikut kaget karena teriakanku dan segera melihat kearahku dan kemudian melihat ke arah yesung oppa yang baru dapat.
            “Oppa apa kau tidak bisa memperlakukan dongsaengmu ini dengan bai…”, ucapanku terpotong ketika hendak berbalik menghadap yesung oppa dan melihat seseorang yang berada di belakang yesung oppa yang baru pulang dari kuliahnya.
            “Sedang apa kyuhyun sunbae datang kemari?”, tanya chi ju sebelum aku menanyakan hal yang sama.
            “Oppa yang mengajaknya kemari, tadi kami bertemu di perempatan dan kemudian oppa mengajaknya kemari, ada masalah?”, tanya yesung oppa balik. Dan kami berdua hanya bisa menggeleng.
            “Ayo kyuhyun sebaiknya kita ke kamarku!”, ajak yesung oppa pada kyuhyun oppa. Mereka pun langsung menuju kamar yesung oppa. Sedangkan aku dan chi ju hanya bengong melihat mereka berdua yang sedang menaiki anak tangga dan lenyap di balik tembok. Dan kami saling bertatapan heran.
            “Sejak kapan yesung oppa terlihat akrab dengan kyuhyun sunbae?”, tanya chi ju padaku.
            “Molla”. Jawabku mengangkat bahu. Dan kami pun kembali ke aktivitas kami yang terganggu sejenak yaitu menonton TV ^^.
xxxxxxx
            “Oppa, kenapa tadi mengajak kyuyun oppa kemari?”, tanyaku saat kami sedang makan malam.
            “Tadi oppa hanya mengajaknya main game saja disini, waeyo?”, ucap yesung oppa datar.
            “Ani.. aku hanya bingung saja sejak kapan kalian jadi akrab begitu”, kataku sambil memasukkan nasi ke dalam mulutku.
            “Sejak dia mengantarkanmmu pulang kemari malam”, jawab yesung oppa dengan tampang innocent. Sekali lagi aku hanya manggut-manggut mendengar perkataan yesung oppa.
            “Kau masih punya hutang cerita padaku, mee yon”, ucap chi ju ketika dia sedang membantuku membersihkan meja makan.
            “Ok, ok… nanti setelah selesai membersihkan meja makan aku akan menceritakanya padamu”, kataku seraya melap meja makan. Dan chi ju tersenyum senang.
            “…………………..Begitulah ceritanya”, ceritaku dan chi ju hanya manggut-manggut saja mendengarkan ceritaku, entah dia mengerti atau tidak yang jelas aku sudah menceritakannya dari sejak siwon oppa memintaku untuk menolongnya sampai aku pulang di gendong oleh kyuhyun oppa karena aku ketiduran.
            “Lalu apa kau menyukai kyuhyun sunbae?’, tanya chi ju tiba-tiba.
            “MWOO!!”, jawabku kaget. “Sudah jelas aku tidak menyukainya, kau kan tahu sendiri aku dengan kyuhyun oppa selalu saja bertengkar. Mana mungkuin kami akan menjadi sepasang kekasih”, lanjutku.
            “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini mee yon, apapun pasti akan terjadi”, ucap chi ju sok dewasa.
            “Sejak kapan kau berubah menjadi sok dewasa seperti ini, apa namjachingu mu yang sudah mengajarimu?”, tanyaku dan chi ju bukannya menjawab pertanyaanku tapi dia malah senyum-senyum g jelas.
            “Jadi kapan kau akan memperkenalnya padaku!”, kali ini aku yang menagih janjinya.
            “Sudahlah aku mau tidur aku sudah mengantuk”, ucapnya mengalihkan perhatian. Dia pun menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya. Ya, kalau sudah begini dia pasti akan lebih sulit untuk menjawab pertanyanku, sebaiknya aku urungkan niatku untuk memaksanya mengenalkan namjachingunya padaku. Dan aku juga segera tidur karena aku juga cukup lelah hari ini.
xxxxxxx
lagi-lagi kyuhyun oppa hari ini ke rumahku lagi, ini sudah ketiga kalinya kyuhyun oppa ke rumahku. Sebenarnya ada urusan apa kyuhyun oppa dengan yesung oppa, tidak mungkin cuma gara-gara untuk menemani yesung oppa bermain game sampai setiap hari ke rumahku. Aku merasa ada yang mereka sembunyikan dariku. Aku  mencoba mengendap-ngedap ke kamar yesung oppa dan menguping pembicaraan meraka. Tapi baru 2 menit aku menguping, aku sudah ketahuan oleh kyuhyun oppa yang ketika itu hendak keluar untuk mengambil minum dan mendapatiku tengah berjongkok di depan kamar yesung oppa.
            “Sedang apa kau disini? Kau menguping pembicaraan kami?”, tanya kyuhyun oppa ketika melihatku sedang berjongkok di depan kamar yesung oppa.
            “A~aaniii,, a~aakuu hanya… hanya…”, jawabku gugup.
            “Hanya apa?”, tanya kyuhyun oppa sambil melipat kedua tangannya di dadanya, menunggu jawaban yang pasti dariku.
            “Aku hanya sedang mencari barangku yang terjatuh tadi disini”, kataku sambil berdiri dan kyuhyun oppa hanya mengernyitkan kedua alisnya tanda tak percaya.
            “AKU TIDAK MENGUPING PEMBICARAAN KALIAN!!”, teriakku yang membuat yesung oppa keluar dari kamarnya.
            “Ada apa ini? Loh kok mee yon sedang apa kau disini? Dan kenapa kau berteriak-teriak? apa ada sesuatu yang terjadi padamu?”, yesung oppa panik dan memberikanku sejuta pertanyaan. Tapi aku tak menjawab pertanyaan yesung oppa satu pun aku langsung pergi dari kamar yesung oppa menuju kamarku.
            “Ada apa dengannya?”, tanya yesung oppa bingung pada kyuhyun oppa sambil mengaruk-garuk kepalanya. Kyuhyun oppa hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti dan pergi meninggalkan yesung oppa yang masih bingung menuju dapur dan sekali lagi yesung oppa hanya mengaruk-garuk kepalanya.
            “Oppa kenapa kyuhyun oppa akhir-akhir ini selalu ke sini?”, tanyaku pada yesung oppa ketika yesung oppa telah kembali setelah mengantarkan kyuhyun oppa pulang.
            “Kenapa kau begitu penasaran dengan kedatangaannya setiap hari ke rumah?”, bukannya yesung oppa menjawab pertanyaanku tapi malah balik bertanya padaku.
            “Bukan begitu oppa, cuma aku aneh saja dia begitu baik pada oppa tapi kalau denganku dia selalu mencari perkara denganku sehingga kami bertengkar”, kataku memberikan penjelasan.
            “Ohh.. jadi namja yang kau bicarakan di taman yang selalu bertengkar denganmu dan kau masih bingung menyukainya atau tidak itu kyuhyun”, ucap yesung oppa yang sudah duduk disebelahku.
            “M~maksud oppa apa?”, tanyaku gugup.
            “Sudahlah kau tidak bisa membohongi oppamu ini, oppa tahu kau menyukainya”, kata yesung oppa seraya membelai kepalaku.
            “Aku tidak menyukainya, oppa. Lagipula kenapa oppa menyangka aku menyukainya?”, kataku.
            “Oppa tahu dari tingkah lakumu dan tatapanmu padanya. Tatapanmu itu sama seperti kau menatap oppa”, jelas yesung oppa. “Oppa sampai-sampai cemburu padanya karena kau melihatnya seperti sedang melihat oppa”, sambungnya yang kemudian memelukku.
            “Aku tidak menyukai dia oppa, yang aku sukai dan aku sayangi hanya oppa saja dan hankyung oppa”, kataku yang membuat yesung oppa melepaskan pelukkannya dan terkejut ketika aku mengatakan hankyung oppa.
            “HANKYUNG!!!”, katanya. “Kau menyukai hankyung juga?”, tanya yesung oppa setengah berteriak.
            “Aku menyukai hankyung oppa hanya sekedar oppa ku kedua setelah yesung oppa. Aku akan tetap menyayangi yesung oppa sekalipun nanti aku memiliki namjachingu, yesung oppa akan selalu menjadi nomor satu di hatiku”, kataku panjang lebar dan memeluk yesung oppa, yesung oppa menghela nafas lega dan membalas pelukkanku.
            “Dasar dongsaeng nakal, oppa kira kau menyukai playboy itu sebagai seorang namja”, serunya seraya memukul kepalaku pelan dan aku hanya tersenyum.
            “Oh iya, kembai lagi ke topik. Apa yang kyuhyun oppa lakukan akhir-akhir ini dengan kau oppa?”, tanyaku.
            “Oppa kan sudah pernah bilang, oppa hanya mengajaknya bermain game itu saja”, jawab yesung oppa.
            “Benarkah?”, tanyaku tak percaya.
            “Benar, kau tidak percaya dengan oppa?”, jawab yesung oppa.
            “Percaya, percaya”, kataku pura-pura percaya.
            “Kenapa nada bicaramu masih seperti tidak percaya pada oppa”, ucap yesung oppa sambil mengerucutkan bibirnya.
            “Aku selalu percaya kok pada oppa”, kataku dan membuat yesung oppa kembali tersenyum.
‘Mian oppa untuk kali ini aku tidak bisa percaya denganmu, aku harus menyelidiki apa yang oppa lakukan dengan kyuhyun oppa akhir-akhir ini’ batinku.
~To Be Continued~

5 thoughts on “Diificult To Say Love chapter 4”

  1. hahaha lucu ngeliat meeyong n kyuhyun yang gak akur2. Ckckck kaya tom n jerry aja deh.

    Senengnya kalo punya oppa yang kaya yesung oppa, bener2 perhatian n bisa diajak curhat. #halah diriku.

    Yooook lanjut baca…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s