Lost Love 1 Of 2

Lost Love 1 Of 2

Author : Susan Sansu

Cast. Lee Jinki, Kim Kibum, SHINee

Genre. Romance, Friendship

Note. Dari awal hingga akhir Jung Hee Young POV ^^

—————————————-

Apa kalian pernah mencintai seseorang tetapi orang itu tidak pernah mencintai kalian sama sekali? Sakit kan bila hal itu terjadi, tapi perasaan memang tak dapat dipaksakan. ketika hal itu terjadi kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain menyerah dan melupakannya. Tapi hal itu tak akan mudah karena MELUPAKAN adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi jika kita menyukai seseorang itu selama 3 tahun, kalian pasti sangat tahu hal itu.

Aku hanya bisa tersenyum mengingat kenanganku bersama dengannya 3 tahun yang lalu. Mengingat bahwa dulu aku dan dia hanya seorang siswa senior high biasa, yang berkumpul dalam suatu organisasi sehingga kami dapat mengenal satu sama lain. Suatu kejadian telah membuatku menjadi menyukainya, mungkin ini terdengar aneh di telinga kalian kalau awal mula aku menyukainya itu ketika salah seorang chingu ku memintaku untuk mendekatkannya dengan dia, dan bukannya aku mendekatkannya tapi aku malah terjebak di dalamnya, aku jadi menyukainya. Entah karena apa aku menyukainya, dia terbilang namja yang dingin terhadap orang yang tidak terlalu dekat dengannya, tapi setiap aku berada di dekatnya aku merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hatiku.

~flashback 3 years ago~

Saat ini aku sedang berencana untuk mendekatkan chingu ku, Nan Hye Nim dengan salah satu sunbaeku di organisasi yang sama-sama sedang aku dan sunbae itu jalani.

“Hem.. sunbae ada chinguku yang ingin berkenalan dengan mu, sekarang dia sedang menunggu sunbae di kantin. Kalau tidak keberatan tolong temui dia”, kataku sedikit berbisik karena aku tidak mau orang-orang disekitar kami mendengarnya.

“Mian, saat ini aku sedang sibuk mengurusi beberapa laporan yang belum selesai. Bisa sampaikan maafku padanya, Hee young~ah”, ucapnya seraya memperhatikan kertas-kertas yang  sedang dipegangnya.

Selalu saja begini, kenapa tiap kali aku memintanya untuk menemui Hye Nim, Jinki sunbae atau yang sering dipanggil Onew ini selalu saja ada kesibukan.

“Huft~ gagal lagi”, aku menghela nafas panjang dan untuk sekian kalinya aku gagal. Tapi renanaku tak berhenti sampai disini saja, masih banyak rencana yang ada di kepalaku untuk mempertemukan mereka berdua, walaupun sebagian dari rencanaku sudah gagal.

“Hee young!!”, aku berbalik ketika aku mendengar seseorang memanggilku. Ternyata Onew sunbae yang memanggilku, tumben sekali dia memanggilku. Apa kali ini dia sudah berencana untuk menemui Hye Nim.

“Annyeong sunbae”, sapaku ketika Onew sunbae sudah berada di hadapanku. “Ada apa sunbae memanggilku?”.

“Aku ingin bertanya apa kau memberikan nomor ponselku kepada chingu mu itu?”, aku mengerutkan keningku, apa yang barusan dia katakan, nomor ponsel?. Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan, tiba-tiba memanggilku hanya untuk menanyakan itu. Dan aku tidak merasa pernah memberikan nomor ponselnya pada Hye Nim, aku sendiri pun tak tahu nomor ponselnya, jadi bagaimana bisa aku memberikan nomor ponselnya pada Hye Nim.

“Anieyo,, aku tidak pernah memberikan nomor ponsel sunbae pada Hye Nim”.

“Benarkah kau tak pernah memberitahukan nomor ponsel ku pada chingu mu itu?”, dia semakin memojokkanku dengan tatapannya yang seakan-akan mencurigaiku.

“Ne. Bagaimana bisa aku memberikan nomor ponsel sunbae pada Hye Nim bahkan aku sendiri pun tak tahu nomor sunbae”, kataku mencoba mengelak dari tatapannya.

“Tapi bukankah kau yang mencoba mendekatkanku dengan chingu mu itu?”, dia melangkah mendekatiku, aku hanya bisa mundur mencoba menjaga jarak darinya.

“Aku memang sedang mendekatkan sunbae dengan Hye Nim, tapi aku sama sekali tak pernah memberikan nomor ponsel sunbae padanya. Kan aku sudah bilang kalau aku tak punya nomor sunbae, kalau sunbae tidak percaya periksa saja kontak di ponselku”, aku memberikan ponselku kepadanya dan dengan segera dia memeriksa semua kontak ponselku.

“Baiklah aku percaya”, Onew sunbae mengembalikan ponselku ketika dia sudah memeriksa semua kontak di ponselku yang ternyata tak tertera namanya. “Lalu siapa yang memberikan nomor ponselku padanya ya?”, ucapnya seraya menunjukkan wajah yang sedang berfikir.

“Kalau begitu aku harus mengganti nomorku segera”, ucapnya lebih kepada dirinya sendiri.

“Hah!! Loch???”, aku memandangnya tak percaya. “Kenapa sunbae harus mengganti nomor sunbae?”, tanyaku karena aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba Ia harus menganti nomornya.

Onew sunbae menundukkan sedikit kepalanya mensejajarkan denganku kemudian dia mengacak rambutku pelan.”Karena aku tak suka dengan yeoja agresif seperti chingumu itu. Hem siapa namanya tadi Hye..  Hye entahlah siapa namanya yang jelas aku tidak begitu suka dengan yeoja itu. Tolong sampaikan maafku padanya”, Onew sunbae pun menjitak kepalaku pelan kemudian berlalu dari hadapanku.

Sekarang aku tahu ternyata Onew sunbae itu sangat sulit di dekati oleh yeoja, aku tahu hal ini ketika aku bertanya kepada Seohyun Onnie teman sekelas Onew sunbae.  Onew sunbae terbilang cukup populer di kalangan yeoja di Paran senior High school, karena sikapnya yang cool itu meskipun wajahnya tidak dapat dikatakan tampan. Onew sunbae pun sangat pelit untuk tersenyum dia hanya akan tersenyum kepada orang-orang tertentu saja.

“Hee Young apa kau sudah gila. Kau menyukai Onew sunbae gara-gara awalnya kau mencoba mendekatkan Onew sunbae dengan Hye Nim!!”, aku menutup mulut Gyo Han sebelum orang-orang di dalam cafe yang sedang kami kunjungi menatap kearah kami karena teriakan Gyo Han. Saat ini aku sedang mecurahkan isi hatiku kepada Gyo Han teman sebangkuku sekaligus sahabatku.

“Bisakah kau mengecilkan volume suaramu? Suaramu itu bisa membuat telinga semua orang menjadi tuli”, aku melepaskan tanganku dari mulut Gyo Han setelah Gyo Han menganggukkan kepalanya tanda Ia tidak akan berteriak lagi.

“Baiklah ini memang terdengar gila tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba menyukainya. Kuakui Onew sunbae tidak terlalu tampan dan sifatnya itu bisa dikatakan sangat cuek kepada orang yang belum begitu dikenalnya”, aku memandang keluar jendela melihat tetesan hujan yang sebentar lagi siap membasahi bumi ini.

“Aku tidak peduli dengan perasaanmu kepada Onew sunbae karena itu merupakan hal yang wajar, tapi bagaimana kau bisa menjelaskan kepada Hye Nim bahwa kau tidak bsa mendekatkannya dengan Onew sunbae tapi malah kau yang menyukainya?”, Gyo Han memandangku tajam, tapi aku hanya membalas tatapannya dengan malas.

“Mudah saja, aku hanya tinggal bilang kepada Hye Nim bahwa Onew sunbae tidak menyukainya dan urusan perasaanku pada Onew sunbae aku tidak akan memberitahukannya, bereskan”, Gyo Han hanya memutar bola matanya dan mengangkat kedua bahunya. “Terserah kau saja”.

Setelah itu aku mengatakan kepada Hye Nim bahwa Onew sunbae tak menyukainya, Hye Nim pun mengerti tanpa menanyakan alasan kenapa Onew sunbae menolaknya.

xxxxxxx

Kini aku memulai kehidupan baruku dengan perasaan yang baru pula. Ternyata begini rasanya menyukai seseorang, seperti ada sesuatu yang mengelitik di dalam hatiku dan mampu membuatku kehabisan nafas bila berada di dekatnya.

“Kau kenapa pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri seperti orang gila saja”, ucap seseorang dari belakangku, sontak aku membalikkan tubuhku. Ternyata Gyo Han. Aku tidak membalas pertanyaannya melainkan merangkulnya dan menggiringnya ke kelas. Dia pasti tahu alasanku kenapa jadi aneh seperti ini dari senyumanku yang terus menghiasi bibirku. “Dasar gila!!” gumam Gyo Han. Tapi aku tak mempedulikannya karena mungkin benar apa yang dikatakannya, kalau aku mungkin sudah gila.

Ini mungkin sudah kelima kali nya aku terus menerus melihat jam yang ada di dinding kelas ku. Hampir 3 jam aku menunggu Key di dalam kelas, kemana saja anak itu padahal dia sudah berjanji tak akan lebih dari 1 jam tapi ini sudah keterlaluan. Saat ini aku sedang menunggu temanku Key yang sedang pergi entah kemana, dia hanya bilang padaku kalau dia sedang menemui seseorang, tapi apa selama ini menemui seseorang. Sebernarnya siapa yang sedang ditemuinya sehingga membuat temannya sendiri menunggunya hampir 3 jam sendirian. Kalau saja Key tidak berjanji akan membantuku mengerjakan tugasku aku tak akan sudi menunggunya selama ini.

Daripada aku bosan terus menunggunya di dalam kelas lebih baik aku berjalan-jalan disekitar sekolah. Ternyata sekolah sudah sepi, maklum saja hari ini adalah hari sabtu di tambah lagi jam sekolah hanya sampai jam 1 dan sekarang sudah jam 4 sore bagaimana sekolah tidak sepi. Aku terus jalan mengitari lorong sekolah sambil sesekali melihat-melihat kelas apakah masih ada siswa yang masih di sekolah selain aku, tapi rasanya itu mustahil. Aku pun memutuskan untuk melihat mading yang berada di sekitar lorong yang aku lewati, aku membaca pamflet-pamflet mengenai universitas, aku membaca satu persatu pamflet-pamflet itu tanpa minat. Untuk apa aku memikirkan universitas sekarang toh saat ini aku masih duduk di kelas X.

“Kau belum pulang?”, tanya seseorang yang membuatku hampir terlonjak kaget karena saking seriusnya aku membaca pamflet-pamflet itu. Aku menolehkan pandanganku kearah sumber suara itu, dan ternyata itu adalah Onew sunbae. Sedang apa Onew sunbae sore-sore seperti ini masih berada di sekolah.

“Oh sunbae, kau membuatku kaget. Belum sunbae aku sedang menunggu Key”, kataku lalu mengalihkan pandangaku lagi ke pamflet-pamflet yang ada di mading itu. Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang, aku terlalu gugup untuk melihat kearahnya apalagi berbicara dengannya, lagipula aku bukan orang yang mudah membuka topik duluan.

“Kenapa kau menunggu Key? Bukankah arah rumah kalian berbeda”, aku menoleh kearah Onew sunbae tetapi pandangan Onew sunbae masih terfokus pada pamflet-pamflet itu.

Aku menatapnya dan mengerutkan keningku, kenapa Onew sunbae menanyakan itu. “Aku menunggu Key karena dia berjanji akan membantuku mengerjakan tugas, makanya aku menunggunya”, ucapku dan hanya di balas ‘Oh’ oleh Onew sunbae.

10 menit berlalu, aku masih saja berdiri di depan mading itu bersama Onew sunbae tanpa ada yang memulai pembicaraan satupun dari kami. Aku tak habis pikir sebenarnya Onew sunbae berlama-lama disini untuk apa. Kesabaranku menunggu Key sudah habis, aku pun merogoh tas ku untuk mengambil poselku dan mengirim pesan padanya.

To : Kim Key Bum

YAK!! Key kau kemana? Aku sudah menunggumu selama 3 jam. Jangan bilang kau pulang duluan dan melupakanku yang sedang menunggumu di sekolah. Cepat kau kembali ke sekolah, aku bisa mati berdiri disini karena disini aku hanya berdua saja dengan Onew sunbae.

Send.

Tak butuh waktu lama, Key sudah membalas pesanku.

From : Kim Key Bum

Sebentar lagi aku kesana, tunggu aku 15 menit lagi.

Aku mencoba melirik ke arah Onew sunbae, dan aku melihat dia sedang mengotak-ngatik ponselnya sepertinya dia sedang mengirimkan pesan kepada seseorang. Oh Tuhan!! Kenapa disaat seperti ini aku tidak bisa memulai pembicaraan dengannya, mungkin saja dia jenuh karena sudah cukup lama kami berdiri di depan mading tanpa ada yang berbicara satu pun dari mulut kami.

“Key sebentar lagi akan datang”, ucapnya kemudian menoleh kearahku, sontak mata kami bertemu karena tanpa sadar aku tadi bukan hanya sekedar meliriknya tapi menatapnya bahkan memperhatikannya. Sepertinya wajahku sudah seperti kepiting rebus, karena aku merasa wajahku mendadak panas seketika.

“O-oh oh, N-ne… aku tahu, baru saja Key mengirimkan pesan padaku”, ucapku gugup karena Onew sunbae masih menatapku, semoga saja Onew sunbae tadi tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya.

“Apa kau lapar?”, tanya Onew sunbae padaku seperti dia dapat mendengar suara perutku .*ngerti nggak maksudnya?*

“Hem.. ani sunbae. Apa kau lapar? Kalau begitu lebih baik sunbae pergi mencari makan”, ucapku bohong. Jujur saja saat ini aku lapar bayangkan saja dari siang tadi aku belum memasukkan sedikitpun makanan ke dalam perutku. Aku terpaksa berbohong kepadanya, bukannya aku bermaksud untuk mengusirnya, aku melakukan itu supaya dia meninggalkanku yang sedang gugup setengah mati ini >.<.

Sepertinya percuma saja aku menyuruhnya untuk pergi secara tidak langsung, Onew sunbae masih saja tak beranjak dari tempatnya semula. Sunbae apa kau mau melihatku mati di depanmu jika kau lebih lama lagi disini. Aku sendiri malah tak sanggup untuk pergi dari sini, kakiku serasa kaku sehingga aku tak dapat mengerakkannya walaupun Cuma selangkah saja. Key cepatlah datang aku sudah tak sanggup lagi berada di dekatnya lebih lama lagi, semakin lama aku semakin gugup bila berada di dekatnya.

Key seperti mendengar doa ku, tepat 15 menit Key datang dan menghampiriku. “Hee young, mian membuatmu lama menunggu,, haah~ haah~”, Key mengatur nafasnya sepertinya dia berlari kesini.

“Gwaencana Key, asal kau tak melakukan hal ini lagi padaku. Kalau saja kau tidak berjanji padaku untuk membantuku mengerjakan tugas, aku tak akan sudi menunggumu sampai 3 jam lebih seperti ini”, ucapku kesal.

“Loch Hyung, kau ada disini juga, pantas saja tadi kau mengirimku pesan untuk cepat datang ternyata kau…”, kata-kata Key terpotong karena Onew sunbae menyelanya.

“Aku duluan ya, mau mencari makan. Sebaiknya kalian cepat pulang”, Onew sunbae pun pergi meninggalkan kami.

“Ada apa dengannya?”, tanyaku bingung.

“Sudahlah Hee young sebaiknya sekarang kita pulang dan mengerjakan tugasmu”, ajak Key seraya menarik lenganku untuk mengikuti langkahnya.

“Key”, pangilku pada Key yang sedang fokus di depan laptopnya.

“Hem”, key hanya bergumam tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

“Kenapa tadi Onew sunbae tiba-tiba menyela perkataanmu, sebenarnya apa yang akan kau katakan tadi?”, tanyaku pada Key karena aku kepikiran dengan apa yang terjadi tadi sewaktu di sekolah.

“Ooh.. tadi aku hanya mau bilang. Tenyata Onew hyung mengirimku pesan karena meihatmu sendirian menungguku yang tak kunjung datang. Aku juga heran pesan yang dikirim Onew hyung terkesan memaksaku agar aku cepat datang. Mungkin dia mengkhawatirkanmu”, Ucap Key panjang lebar.

Apa yang barusan Key katakan Onew sunbae mengkhawatirkanku. Akh, mungkin Key hanya asal mengucapkan kata-kata itu, mana mungkin Onew sunbae mengkhawatirkanku tapi tadi Key bilang Onew sunbae mengirimnya pesan untuk cepat datang ke sekolah karena melihatku sendirian menunggu Key. Aaisshhh~ sudahlah Hee young itu hanya kebetulan saja.

“Tapi bolehkah aku sedikit berharap kalau dia benar-benar khawatir padaku dan ikut menemaniku menunggui Key”, gumamku sedikit berharap.

“Ne? Kau berbicara apa tadi”.

“Ani,, aku hanya membaca buku ini saja,, hehe…”, ucapku berbohong seraya mengeluarkan senyum kudaku.

xxxxxxx

“Hee Young, besok kau ikut kan acara pelatihan?”, tanya Gyo Han sedikit berbisik karena kami sedang belajar sekarang.

“Ne, aku pasti ikut Gyo Han. Ini sudah kelima kalinya kau mengucapkan itu, aku sampai bosan mendengarnya”, kataku berbisik juga karena aku tak mau pembicaraan kami berdua terdengn oleh songsaenim di depan.

“Hehe..  aku hanya memastikan saja kalau kau tak akan kabur dari acara ini”, Gyo Han tersenyum, aku hanya memutar bola mataku dan memfokuskan lagi ke depan karena beberapa menit yang lalu konsentrasiku pecah akibat perbuatan Gyo Han yang tiba-tiba menanyakan hal yang tidak penting.

Acara pelatihan pun dimulai hari ini, sebenarnya aku sedikit malas karena pagi-pagi harus sudah berkumpul. Tapi daripada aku mendapatkan ceramahan Gyo Han yang pasti akan memakan waktu sampai 3 jam lebih jadi mau tak mau aku ikut juga. Huuuaaaammmm… aku masih ngantuk.

“YAK!! Cho Gyo Han kau mau kemana? Kau harus melewatkan pos ini dulu sebelum lanjut ke pos itu?”, teriakku memanggil Gyo Han yang sudah berlari ke pos selanjutnya. Kami sudah setengah jalan  mengikuti acara pelatihan ini, tapi ketika kami mau melanjutkan ke pos 3, Gyo Han malah berlari menuju pos 4, apa karena di pos 4 ada Choi minho namja pujaannya itu. Sudahlah lebih baik aku menyelesaikan pos ini sendiri saja.

Ternyata di pos ini dilatih mengenai konsentrasi dan pendengaran. Setiap orang ditutup matanya dan berteriak menyebutkan nama yang menjadi pasangannya. Untung saja aku berpasangan dengan Key jadi aku tidak perlu khawatir karena aku tau jelas suara Key seperti apa.

“Baiklah sekarang panitia akan menutup mata kalian dengan kain”, terdengar suara Yeoja memberikan intruksi melalui mikrofon. Tiba-tiba mataku ditutup dari belakang sehingga aku tidak tahu siapa panitia yang menutup mataku. Tapi apa peduliku mengenai siapa panitia yang menutup mataku yang aku pedulikan menyelesaikan setiap pos dan pulang kerumah melanjutkan tidurku.

“Apa tidak terlalu keras?”. Deg!! Suara ini, aku kenal jelas dengan suara ini, ini suara Onew sunbae. Seketika aku terdiam tak menjawab petanyaannya.

“Jung Hee Young, apa kau tidak dengar. Apa ini tidak terlalu keras?”, Onew sunbae bertanya sekali lagi padaku, dan aku pun kembali ke dunia nyata setelah mampir sejenak ke duniaku sendiri.

“A-ani sunbae”, jawabku singkat. Lagi-lagi dadaku berdegup lebih cepat padahal baru beberapa menit yang lalu dadaku berdegup normal.

Akhirnya aku menyelesaikan pos ini dengan mudah, kan seperti apa yang aku katakan barusan aku sudah mengenali suara  Key jadi tak butuh waktu lama buatku untuk menemukkannya.

“Ternyata seorang Jung Hee Young hebat juga bisa menemukan partnernya kurang dari 3 menit”, ucap namja yang aku kenali suaranya yaitu Onew sunbae seraya membuka penutup mataku. Kali ini dia tidak membelakangiku melainkan dia berada di hadapanku. Aku menggosok mataku pelan karena mataku jadi buram setelah mataku dtutup tadi. Ketika mataku telah kembali melihat dengan normal aku masih melihat Onew sunbae berada di hadapanku, dan dia tersenyum. Untuk pertama kalinya sejak aku mengenalnya aku melihatnya tersenyum. Senyum yang jarang sekali ia perlihatkan kepada orang-orang, dan hanya akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang tertentu saja. Aku rasa saat ini wajahku sudah merah seperti tomat.

Ps. Otte? Otte? Ceritanya bagaimana bagus, jelek, aneh, atau gmn?!?

Jgn lupa comment ya, karena itu penting buatku,, GOMAWO *Bow* 😀

16 thoughts on “Lost Love 1 Of 2”

  1. eummm….onew jadi cowok cuek *keren* dapat bgt feel nya, di tambah dg cerita yg menari *acungi 4 jempol buat author*
    Di tunggu lanjutan nya

  2. Iiiiihhhh~ chagiiaaa(baca:onew) ternyata walaw dingin kamu ttep perhatian yaaah *toel2 onew*
    “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​

    Onew suka tuuuh~ tp sok dingin biar keliatan keren.. ㅋㅋㅋ

  3. yah.. aku baca after story-nya duluan sebelum baca ini 😦
    nice FF chingu ^^
    Hee Young salah artiin perhatiannya onew tuh~ hehe ._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s