Difficult To Say Love – Chapter 5

Annyeong…

Gomawo buat semua yg dah baca FF aku ampe sekarang dan gomawo juga atas coment2ny…

Hehe…

JANGAN LUPA HABIS BACA TOLONG TIGNGGALKAN COMMENT…

Jeongmal gomawoyo

—————————————————

Cast. Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Hankyung, Super Junior

Genre. Romace, Family, Friendship

 

Difficult to say love chapter 5

Siwon POV

Apa sebaiknya aku minta maaf pada mee yon gara-gara kejadian kemarin, aku jadi merasa bersalah pada mee yon, coba kalau waktu itu aku tidak meninggalkannya berdua dengan kyuhyun yang keras kepala itu mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Tapi rencanaku tidak sepenuhnya gagal. Tapi tetap saja aku merasa bersalah, sebaiknya aku segera meminta maaf padanya.

“Mee yon”, panggilku ketika sudah berada di depan kelasnya.

“Siwon oppa, ada apa datang ke kelasku, apa ada sesuatu?”, tanyanya padaku.

“Begini aku minta maaf atas kejadian tiga hari yang lalu, aku terlalu takut meminta maaf padamu jadi baru sekarang aku berani meminta maaf padamu. Andai saja aku tidak memintamu untuk membantuku menemaniku kencan mungkin tidak akan terjadi apa-apa denganmu”, ucapku panjang lebar.

“Sudahlah oppa, aku sudah melupakannya. Lagipula aku tidak apa-apa kan”, balasnya dan tersenyum. “Dan lagi kau tidak akan menghukum kami kan, hehe…” lanjutnya disertai tertawa kecil.

“Tentu saja tidak, masa aku yang sudah membuatmu menderita masih saja menghukummu. Dan gomawo sudah menolongku walaupun pada akhirnya jadi seperti ini”, kataku seraya mengacak-ngacak rambutnya dan tersenyum padanya.

PLETAK~

“Aaaauuu~”, teriakku ketika seseorang memukul kepalaku.

“Kyuhyun oppa! Kenapa kau memukul siwon oppa?”, ucap mee yon kepada kyuhyun yang ternyata dia yang sudah memukulku.

“Beraninya kau memukulku, apa kau tidak takut aku menghukummu”, bentakku padanya sambil memegangi kepalaku yang dipukulnya.

“YAK!! Masih berani-berani kau menghukumku setelah mengerjai kami kemarin!!”, bentaknya tak kalah dariku.

“Mian kyuhyun~ah…”, kataku memelas.”Aku juga sudah meminta maaf pada mee yon dan dia memaafkanku masa kau tidak memaafkanku, aku kan sahabatmu” lanjutku masih dengan nada memelas.

“Haah~ kalau mee yon sudah memaafkanmu apa boleh buat. Tapi sekali lagi kau melakukan ini pada kami, aku tak akan segan-segan untuk tidak memaafkanmu. Arasseo..”, katanya masih dengan nada tinggi.

“Arasseo, arasseo..”, kataku sambil tersenyum.

“Sudahlah lebih baik siwon oppa dan kyuhyun oppa kembali ke kelas karena bel sebentar lagi berbunyi”, ucap mee yon mengingatkan kami.

“Oh iya mee yon jangan lupa pulang sekolah nanti ada rapat. Ingat kau jangan coba-coba kabur”, kataku sebelum meninggalkan kelasnya.

“Ne oppa, aku ingat”, balas mee yon.

“HEI!! SIWON KAJJA!! HAN SONGSAENIM SUDAH DATANG!!!”, teriak kyuhyun memanggilku. Dan aku segera berlari menuju kelasku.

xxxxxxx

Kyuhyun POV

Akhirnya selesai juga rapatnya, kenapa setiap rapat selesai selalu malam-malam begini. Waktuku untuk bermain game jadi berkurang. Tapi ini resiko yang harus aku ambil karena aku sudah memilih untuk masuk OSIS. Ketika aku sedang asik mengumpat dalam hati aku melihat seseorang tengah berdiri di gerbang sekolah sepertinya sedang menunggu seseorang.

‘Siapa yang belum pulang malam-malam begini?’, batinku. Ketika aku semakin mendekati pintu gerbang ternyata seseorang yang sedang menunggu itu mee yon, sepertinya dia sedang menunggu yesung hyung. Aku pun segera mendekatinya.

“Kau belum pulang?”, tanyaku basa-basi.

“Aku sedang menunggu yesung oppa”, jawabnya datar.

‘Keluar lagi sifat jeleknya’ gumamku. “Boleh aku temani sampai yesung hyung datang”, tawarku. Dia hanya meresponku dengan mengernyitkan kedua matanya.

“Baiklah kalau kau tidak mau aku temani, aku duluan”, kataku hendak meninggalkannya. Tapi ketika aku akan pergi meninggalkannya, tiba-tiba dia menarik lengan bajuku.

“Bukannya kau tidak mau aku temani kenapa kau menarik lengan bajuku”, kataku ketika sudah berbalik menghadapnya.

“Ekh, Akh.. Miaan,, tiba-tiba saja aku menarikmu. Aku tidak memintamu untuk menemaniku”, katanya kemudian melepas tangannya dari lenganku.

“Lalu kenapa kau menarik lengan bajuku tadi?”, tanyaku.

“Molla, aku sendiri juga tidak tahu mengapa aku menarik lengan bajumu. Baiklah kalau kau mau pulang silahkan”, ucapnya mengusirku.

“Aku duluan!”, kataku datar. Ketika sudah beberapa langkah aku meninggalkannya aku membalikkan badanku untuk melihat keadaanya. Sepertinya dia takut, buktinya dia selalu memerhatikan keadaan sekitar jalanan yang sepi dan sesekali dia berbalik kearah sekolah yang terlihat menakutkan di malam hari. Aku tidak tega untuk meningglkannya sendiri, apalagi ini sudah sangat larut dari biasanya. Aku melihat jam di tangan kiriku, ternyata sudah pukul setengah 11. Karena aku mengkhawtirkannya aku pun kembali untuk menemaninya.

“Kenapa kau kembali lagi?”, tanyanya heran yang melihatku kembali lagi.

“Hemm.. aku tidak tega meninggalkanmu sendiri, lagipula sekarang sudah terlalu larut. Kalau kau tidak mau aku menemanimu anggap saja aku tidak ada”, kataku dan dia hanya menatapku heran.

5 menit berlalu dan kami hanya diam satu sama lain.

“Oh iya oppa aku mau tanya, kenapa akhir-akhir ini oppa selalu datang ke rumahku?”, tanyanya memecahkan keheningan diantara kami.

“Waeyo?”, jawabku singkat.

“Aku merasa aneh saja setiap hari oppa datang ke rumahku”, jawabnya sambil menundukkan kepalanya.

“RA-HA-SIA”, ucapku lagi-lagi singkat.

“Kenapa oppa main rahasia-rahasiaan, kalau begitu mulai besok dan seterusnya kau tidak boleh menginjakkan kakimu dirumahku!!!”, bentaknya.

“Kenapa kau tiba-tiba membentakku?”, tanyaku dengan nada tinggi.

“Karena aku sudah bosan, setiap aku menanyakan hal ini jawabannya pasti tidak sesuai dugaanku apalagi oppa pake rahasia-rahasiaan segala. Aku tidak terima semua ini!!”, bentaknya lagi.

“Memangnya kau harus tahu alasan mengapa aku datang kerumahmu?”, tanyaku padanya masih dengan nada tinggi.

“Tentu saja itu kan rumahku!!”

“Rumahmu? Itu bukan cuma rumahmu saja, yang tinggal disitu bukan hanya kau saja kan masih ada yesung hyung jadi itu rumah yesung hyung juga. Kau ini hal seperti itu saja dipeributkan”.

“Tapi tetap saja itu rumahku, kau tidak boleh seenaknya main ke rumah orang tanpa memberitahu alasan kau datang ke rumahku kepada pemmilliknya!!”

Ketika kami sedang ribut yesung oppa pun datang dengan ford putihnya. Melihat kami yang sedang bertengkar yesung oppa pun segera melerai kami yang sedang bertengkar mengenai hal yang tidak penting.

“Sudah, sudah ini sudah malam kenapa kalian malah bertengkar sih”, lerai yesung oppa. Akhirnya kami menghentikkan pertengkaran kami.

“Kalian ini seperti anak kecil saja, apa sih yang kalian ributkan?”, tanya yesung oppa pada kami. Tak ada dari kami yang menjawab pertanyaan yesung oppa. Kami hanya membuang muka tidak mau melihat muka satu sama lain.

“Baiklah kalau kalian tidak mau jawab, sekarang cepat masuk mobil dan kyuhyun aku akan mengantarkanmu pulang ini sudah terlalu malam, kendaraan juga sudah jarang. arah rumahmu searah dengan kami kan?”, tawar yesung oppa pada kyuhyun oppa.

Kami pun memasukki mobil yesung oppa, aku duduk di belakang sedangkan kyuhyun oppa duduk disebelah yesung oppa yang sedang mengemudi.

“Gomawo hyung sudah mengantarku”, ucap kyuhyun oppa.

“Cheonmaneyo”, jawab yesung oppa.

“Annyeong”, pamit kyuhyun oppa ketika sudah turun dari mobil.

“Mian mee yon, oppa terlambat menjemputmu karena tadi oppa tiba-tiba mendapatkan tugas mendadak dn harus menyelesaikannya hari ini”, kata yesung oppa setelah kami sampai di rumah.

“Gwaencana oppa”, kataku dan segera pergi ke kamarku. Aku merebahkan tubuhku di atas kasurku dan kemudian tertidur dengan masih mengenakkan seragam.

xxxxxxx

Ini sudah hari ke 7 kyuhyun oppa ke rumahku, tapi kali ini aku tidak mempedulikkannya lagi karena semenjak hari kami dimana bertengkar aku sudah tidak mau tahu alasan mengapa dia selalu  kerumahku.

“Mee yon ini sudah seminggu kan kyuhyun sunbae ke rumahmu. Apa  kau tahu apa alasan dia selalu ke sini?”, tanya chi ju ketika mengunjungi rumahku tapi kali ini tidak bersama hankyung oppa karena hankyung oppa sedang ada kuliah di luar.

“Aku tidak mau tahu alasan mengapa dia selalu ke rumahku, aku tidak peduli dia mau melakukan apapun disini!”, jawabku dingin sambil terus memainkan game di laptopku.

“Kenapa kau jadi ketus begini”, ucap chi ju bingung dengan nada bicaraku yang berubah ketika sudah berbicara soal kyuhyun oppa.

“Lebih baik sekarang kau merkenlkan aku dngan namjchiju mu itu, bagaimana”, kataku tersenyum.

“Kau selalu saja memaksaku untuk mengenalkan namjachinguku padamu. Nanti kalau sudah waktunya aku akan memperkenalkannya padamu”, jawabnya.

“Kau selalu saja berkata seperti itu tiap kali aku memintamu untuk mengenalkan namjachingumu padaku, aku kan sudah sangat penasaran”, kataku dengan memasang muka cemberut.

“Oh iya mee yon minggu depan kau kan ulang tahun. Tahun ini apa yang kau inginkan?”, tanya chi ju mengalihkan pembicaraan.

“CIH~ kau selalu mengalihkan pembicaraan”, kataku kesal dan chi ju hanya tersenyum melihatku kesal.

“Hhehehe…. apa yang kau inginkan dariku tahun ini?”, tanyanya sekali lagi sambil nyengir kuda.

“Hemm… aku ingin di ulang tahunku kau memperkenalkanku pada nmjachingumu itu, bagaimana?”, pintaku. Dan terlihat chi ju sedang memikirkan permintaanku dan akhirnya dia tersenyum menandakan dia menyanggupi permintaanku.

“Gomawo, chi ju”, kataku dan memeluknya.

xxxxxxx

Chi ju POV

“Oppa aku punya rencana baru dan aku yakin kali ini kita tidak akan gagal”, kataku di telepon.

“Baiklah kita bicarakan nanti sepulang sekolah di tempat biasa. Sampai nanti oppa”, lanjutku mengakhiri pembicaraan.

“Kau sedang menelepon siapa kok diam-diam begitu?”, tanya mee yon yang tiba-tiba berada di belakangku.

“Ani.. tadi aku habis menelepon eomma”, kataku berbohong dan tersenyum supaya mee yon tidak curiga.

~Di taman~

“Miaan.. hash,, hash,, oppa aku hash,, terlambat. Apa oppa sudah lama menungguku?”, kataku sambil mengatur nafasku yang tersengal-sengal karena aku berlari dari sekolah ke taman yang jaraknya lumayan jauh.

“Ani, aku juga baru datang”, katanya seraya tersenyum dan menyuruhku duduk di sebelahnya.

“Jadi bagaimana rencananya, chagiya?”, tanya seorang namja padaku.

Ya saat ini aku sedang berada bersama namjachinguku yang masih aku rahasiakan dari mee yon. Kami sedang membicarakan rencana kami untuk menyatukan mee yon dengan kyuhyun oppa, apa kalian tahu siapa namjachinguku yang sudah lama aku rahasiakan dari mee yon dan orang lain?. CHOI SIWON, ya dialah namja yang selama ini aku sukai dan akhirnya kami jadian, dan aku baru tahu ternyata siwon oppa sudah menyukaiku sejak lama. Sebaiknya kita kembali ke rencana kami.

“Begini oppa, seminggu lagi mee yon ulang tahun bagaimana kalau kita buat pesta kejutan untuknya tidak lupa kita undang kyuhyun sunbae juga”, kataku serius.

“Good idea, chagiya, tapi kita tak bisa melakukannya berdua kita harus minta bantuan seseorang lagi”, ucap siwon oppa. Dan kami pun terdiam sejenak memikirkan seseorang yang bisa membantu rencana kami.

“Aku tahu oppa kita minta bantuan kepada yesung oppa saja”, kataku semangat.

“Yesung? Nugu?”, tanya siwon oppa bingung.

“Oppanya mee yon”, kataku singkat.

“Kita minta tolong yesung oppa saja untuk membantu rencana kita, aku yakin yesung oppa akan membantu kita”, lanjutku. Siwon oppa hanya manggut-manggut tanda mengerti.

“Baiklah nanti malam aku akan menelepon yesung oppa tentang rencana kita”, kataku lagi dengan senyum yang merekah.

“Kalau begitu kita pulang chagiya, hari sudah hampir larut”, ajak siwon oppa. Dan aku hanya mengganguk mengiyakan.

xxxxxxx

            “Bagaimana chagiya apa kau sudah memberitahukan rencana kita ke yesung hyung?”, tanya siwon oppa ketika kami sedang berpapasan di gerbang sekolah.

“Sssttt.. oppa aku kan sudah bilang jarang memanggilku chagiya bila di sekolah, aku tidak mau kalau nanti mee yon ataupun kyuhyun sunbae tahu sebelum aku memberitahukannya langsung”, kataku sambil menutup mulut siwon oppa dan melihat sekeliling siapa tahu ada mee yon atau kyuhyun sunbae.

“Tenang saja chagiya mereka tidak ada makanya aku berani memanggilmu chagiya. Hehe…”, katanya sambil tertawa kecil.

“Lalu bagaimana?”, tanyanya lagi. Aku hanya mengangkat kedua jempolku pertanda yesung oppa setuju membantu kita.

“Baguslah kalau begitu”, ucap siwon oppa seraya memelukku.

“Oppaaa, lepaskan nanti ada yang lihat”, kataku sambil melepaskan diri dari pelukkan siwon oppa.

“Miaaan”, katanya sambil tersenyum dan aku pun membalas senyumannya.

“Tadi aku melihat kau bersama siwon oppa di gerbang sedang berbicara, apa yang kau bicarakan dengannya?”, tanya mee yon ketika aku sudah sampai di kelas.

“Tadi aku hanya mengucapkan salam saja apa tidak boleh”, kataku.

“Benar cuma mengucapkan salam saja, aku tadi melihat kau mesra sekali dengan siwon oppa”, ucap mee yon sambil menyipitkan matanya.

“Be~ benar kok”, kataku gugup. Sepertinya tadi dia melihatku ketika dipeluk siwon oppa, bagaimana ini? Aku harus segera mengalihkan pembicaraan kami sebelum dia mengetahui semuanya.

“Apa jangan-jangan namjachingumu itu siwon oppa?”, tanya mee yon.

JLEEBBB~ ucapannya tepat sekali.

“Siwon sunbae bukan namjachinguku”, elak ku. Tapi sepertinya mee yon tak percaya pada perkataanku.

“Kau tak percaya padaku?”, tanyaku berusaha membela diri.

“Hahahaha…”, Mee yon tertawa sangat keras sehingga membuatku bingung.

“Kenapa kau tertawa?”, tanyaku bingung yang melihat mee yon tiba-tiba tertawa.

“Hahaha… Mukamu sangat lucu tadi. Hahaha…. coba kau lihat tadi bagaimana mukamu ketika aku bilang kalau kau pacaran dengan siwon oppa, langsung berubah drastis. Hahaha….”, katanya masih tertawa. Aku hanya mengerucutkan mulutku karena kesal ternyata mee yon hanya menggodaku.

“Miaan, chi ju tadi aku hanya bercanda. Entah kenapa hari ini aku ingin sekali  menggodamu”, ucapnya sambil tersenyum dan kemudian merangkulku. Aku pun melepaskan rangkulannya dan pergi menuju bangkuku.

“Mian chi ju kau marah padaku. Jeongmal mianhe chi ju”, lanjutnya sambil mengeluarkan puupy eyesnya. Aku pun kembali tersenyum dan kemudian dia memelukku lagi. *Perasaan mereka sering sekali berpelukkan apa hobi mereka itu berpelukkan ya,, haha…*

xxxxxxx

Mee Yon POV

‘Aiissh~ kenapa harus aku yang selalu berbelanja keperluan rumah , kapan giliran yesung oppa yang melakukan ini’ gumamku ketika aku sedang berada di swalayan untuk membeli keperluan rumah. Yesung oppa selalu saja banyak alasan kalau aku menyuruhnya untuk belanja, ada tugas kuliah lah, sakit perut lah, ada keperluan penting dengan temannya lah, dan kali ini dia malah berpura-pura tidur sebenarnya aku tahu dia hanya berpura-pura untuk menghindariku.

Ketika aku sedang melewati salah satu cafe di pusat pertokoan aku melihat sosok seseorang yang sangat aku kenal sedang duduk bersama beberapa orang disana. Aku pun menyipitkan mataku mencoba menerka orang itu, ya itu yesung oppa aku tidak mungkin salah lihat. ‘Yesung oppa sedang apa dia disini, dia sedang bersama siapa?’ gumamku. Aku seperti mengenal kedua sosok yang sedang bersamanya. ‘Tidak mungkin itu chi ju dan siwon oppa’ batinku.

“Akh, sudahlah pasti itu teman-temannya yesung oppa, untuk apa juga aku mengetahuinya. Lebih baik aku segera pulang karena sepertinya akan turun hujan”, ucapku pada diriku sendiri dan segera meninggalkan cafe itu. Sesampainya dirumah aku tak menemukan sosok yesung oppa, aku sudah mencarinya hingga ke kamarnya, sudah aku duga ternyata yang aku lihat di cafe itu benar yesung oppa.

CKLEK!!

Aku berlari kearah pintu terbuka setelah mendengar suara pintu terbuka.

“Oppa kau darimana saj…a…”, ucapku terhenti ketika aku melihat yang datang bukanlah yesung oppa melainkan Han oppa. Tanpa basa-basi Han oppa langsung masuk begitu saja ke dalam rumahku.

“Loch ada apa oppa kesini, yesung oppa sedang tidak ada dirumah, dia sedang bersama teman-temannya”, kataku mengikuti langkah Han oppa menuju ke ruang tengah.

“Aku tau, makanya aku datang kemari”, jawab Han oppa sekenanya. Aku mengerutkan keningku. Bingung.

“Aku kesini karena yesung meminta tolong padaku untuk menjagamu karena malam ini dia tidak bisa pulang”, lanjut Han oppa menjawab kebingunganku. Dan aku hanya membulatkan mulutku tanda mengerti.

“Apa yesung oppa memberitahu oppa dia akan kemana sampai-sampai hari ini dia tidak bisa pulang?”, tanyaku yang masih sedikit kebingungan karena jarang sekali yesung oppa meminta tolong pada Han oppa untuk menjagaku.

“Molla. Dia hanya bilang padaku untuk menjagamu itu saja selebihnya aku tidak tahu. Dan lagipula ada untungnya juga jadi aku bisa berduaan saja denganmu”, ucap Han oppa sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

“Lalu Chi ju kemana oppa?”, tanyaku lagi sambil membawakan minuman untuk Han oppa. Dan duduk di bangku yang ada didepan Han oppa. Han oppa hanya mengangkat bahunya tanda ‘Tidak tau’, sambil meminum minuman yang aku bawakan untuknya.

Ddrrrtt ddrrrtt

“Yeoboseo… Ne yesung~ah… baik-baik aku tidak akan melakukan apapun kepada adikmu… dia sedang menonton TV denganku, kau mau berbicara dengannya… ne, ne… annyeong”, ucap Han oppa memutuskan sambungan teleponnya.

“Yesung oppa?”, tanyaku pada Han oppa tanpa mengalihkan pandanganku dari TV.

“Ne”, jawab Han oppa.

“Hemmm… Mee yon oppa ingin mengatakan sesuatu padamu?”, tanya Han oppa memecahkan keheningan beberapa saat yang lalu dan mengalihkan pandangannya kearahku.

“Mau mengatakan apa oppa?”, ucapku balik bertanya dan menatap wajah Han oppa yang sepertinya sedang bingung dengan pikirannya sendiri. Aku terus menatapnya dan Han oppa pun menundukkan kepalanya.

“Mau mengatakan apa oppa?”, ucapku sekali lagi dan kali ini aku melihat wajahnya berubah menjadi serius.

“Saranghae Mee yon…”, ucapnya seketika dan langsung membuatku membeku di tempat. Han oppa lalu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku, mengembalikan diriku kedunia nyata. *alah bahasnya,,haha…*

“Mee yon, gwaechana..”, ucap Han oppa masih mengibas-ngibaskan tangannya di depan mukaku.

“N-ne, oppa nan gwaenchana”, ucapku berbohong. Sebenarnya aku tak terlalu baik setelah Han oppa mengatakan itu.

“Hahahaha…. oppa bercanda kan. Sekarang bukan bulan april kan oppa”, lanjutku kemudian, menyingkirkan rasa canggungku.

“Oppa tidak bercanda, oppa benar-benar suka padamu, sebenarnya sudah lama oppa memendamnya”, Han oppa meraih tangan kananku dan diletakannya di dadanya.

“Kau merasakan detak jantungku?!?”, tanyanya dan aku hanya bisa mengangguk.

“Tiap kali oppa dekat denganmu, oppa selalu merasakan hal seperti ini. Jadi percayalah pada oppa”, ucap Han oppa meyakinkanku, tapi aku hanya bisa diam seribu bahasa. Dengan segera aku menarik tanganku dan berdiri hendak berlari menuju kamarku.

“Mian oppa”, kata terakhirku, kemudian aku berlari menuju kamarku.

 

Hankyung POV

Ddrrrtt ddrrrtt

Ponsel ku bergetar dan aku segera mengangkatnya tanpa melihat nama yang tampil di layarnya.

“Yeoboseo… Ne yesung~ah… baik-baik aku tidak akan melakukan apapun kepada adikmu… dia sedang menonton TV denganku, kau mau berbicara dengannya… ne, ne… annyeong”, ucapku memutuskan sambungan teleponnya.

“Yesung oppa?”, tanya Mee yon padaku tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.

“Ne”, jawabku sama seperti dirinya tanpa mengalihkan pandanganku dari layar TV.

Kami terdiam cukup lama, tak ada satupun diantara kami yang memulai pembicaraan. Aku melihat Mee yon tengah asik menonton TV. Apa lebih baik aku mengungkapkan perasaanku yang selama ini aku pendam. Tapi tidak aku tidak mau hubungan persahabatanku dengan yesung menjadi rusak. Ya, selama ini aku sudah lama menyukai Mee yon, sejak pertama kali aku melihatnya tepat 7 tahun yang lalu. Dan sampai sekarang aku masih menyukainya, aku sudah mencoba beberapa kali berpacaran sampai-sampai yesung mengatakan bahwa aku namja playboy tapi tetap saja yang ada dihatiku hanya Mee yon. Dia mungkin sudah mengganggapku sama seperti oppa nya, yesung. Tapi sekarang mungkin dia bisa menganggapku sebagai seorang namja.

Aku terus saja bergelut di dalam pikiranku antara menembaknya atau tidak. Tapi aku tak mau menjadi beban pikirannya. Tetapi di sisi lain aku tak mau terus menerus memendam perasaan ini atau aku akan menyesal nantinya. ‘Apa yang harus aku lakukan sekarang?’ gumamku. Tapi ini waktu yang tepat untuk mengatakannya, apa sebaiknya aku mencobanya. Hem…baiklah aku akan mencobanya. Aku menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri.

“Hemmm… Mee yon oppa ingin mengatakan sesuatu padamu?”, tanyaku yang memecahkan keheningan beberapa saat yang lalu dan mengalihkan pandanganku kearahnya.

“Mau mengatakan apa oppa?”, ucapnya balik bertanya dan menatap wajahku. Dia terus menatapku dan aku menjadi ciut, aku menundukkan kepalaku berusaha mengumpulkan keberanianku.

“Mau mengatakan apa oppa?”, ucapnya sekali lagi dan kali ini aku serius akan benar-benar mengatakannya.

“Saranghae Mee yon…”, ucapku seketika dan langsung membuatnya membeku di tempat. Aku pun mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya, menyadarkannya.

“Mee yon, gwaechana..”, ucapku masih mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya.

“N-ne, oppa nan gwaenchana”, ucapnya terbata-bata dengan senyum yang dipaksakan. Lalu dalam beberapa menit mukanya berubah lagi seperti semula dan memandangku dengan tatapan tak percaya.

“Hahahaha…. oppa bercanda kan. Sekarang bukan bulan april kan oppa”, lanjutnya kemudian, dan membuatku terdiam karena dia mengira kau bercanda.

“Oppa tidak bercanda, oppa benar-benar suka padamu, sebenarnya sudah lama oppa memendamnya”, aku meraih tangan kanan mee yon dan meletakannya di dadaku.

“Kau merasakan detak jantungku?!?”, tanyaku dan dia hanya mengangguk.

“Tiap kali oppa dekat denganmu, oppa selalu merasakan hal seperti ini. Jadi percayalah pada oppa”, ucapku meyakinkannya, mee yon hanya terdiam mendengarkan penjelasanku, mungkin dia sudah mengerti maksudku. Tetapi dia segera menarik tangannya dan berdiri.

“Mian oppa”, kata terakhirnya, kemudian mee yon berlari menuju kamarnya.

Tanpa disadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari balik tembok yang menghubungkan antara ruang tamu dan ruang tengah.

 

~To Be Continued~

NOTE. Oh iy sekalian promosi nich, mampir2 ya d blog ku d lassashan.wordpress.com

Dan jgn lupa di situ comment juga ya ^^

gomawo

6 thoughts on “Difficult To Say Love – Chapter 5”

  1. tu kan bener, chiju beneran pacaran ma siwon.
    Hmhmhm msi penasaran aja deh, gimana ceritanya chiju bisa jadian ma siwon.#berpikir keras.

    Hohoho han oppa suka ma meeyon? Waduh gawat ne. Ntu yang ngliatin mereka tu sapa ya? Kyu kah? Ato yesung oppa? Tapi kalo yesung oppa, gak mungkin dia diem ngliat han oppa berbuat kaya gitu.
    Haduh, penasaran sangat. Lanjut baca ahh…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s