AFTER STORY LOST LOVE “ALWAYS LOVE YOU”

AFTER STORY LOST LOVE

“ALWAYS LOVE YOU”

Hai-hai bertemu lgi dengan after story LOST LOVE,,

masih ingat kn ceritanny,, hhehe…

oke, langsung ja,oke let’s check this out ^^

——————————–

Cast. Kim Kibum, SHINee

Genre. Romance, Friendship

Hee Young POV

Sudah cukup bagiku untuk terus menerus hidup di balik bayang-bayang Onew sunbae, ini saatnya untukku menjalani kehidupan baruku. Walaupun memang belum sepenuhnya aku mempercayai kenyataan bahwa aku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku merasa, kalau aku masih berada di dalam mimpi yang tak kunjung berakhir, sehingga aku tak tau kapan akan terbangun.

Bodoh. Memang, aku adalah yeoja terbodoh yang pernah ada di Korea ini. Kenapa? Karena aku telah mengsalahartikan perhatian Onew sunbae padaku beberapa tahun yang lalu. Dan lebih bodohnya lagi sampai detik ini aku masih saja mengingat akan dirinya, suaranya, pandangan lembutnya bahkan senyumnya.

Baiklah mulai saat ini aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan benar-benar melupakannya. Dan tidak ada alasan lagi bagiku untuk terus mengingatnya.

“Yak!! Kau kenapa suka sekali melamun bila sedang sendiri?”, teriak seorang namja yang berhasil membuatku kembali ke alam nyata. Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah mencari sosok yang sudah mengagetkanku.

“Dasar Pabbo, aku ada dibelakangmu”, sosok itu pun muncul dari belakangku. Aku pun mengernyitkan keningku. Kenapa namja ini bisa ada di sini?

“Kenapa kau melihatku seperti itu?”, lanjutnya seraya duduk disebelahku dan menyodorkan secangkir kopi hangat padaku. Pandanganku teralih ke cangkir yang sedang dipegangnya, lalu kembali menatapnya dengan pandangan heran.

“sampai kapan kau akan menatapku seakan aku seorang pencuri yang akan mencuri dompetmu. Dan cepatlah ambil ini, aku sudah pegalt erus menerus memegangnya”, omelnya. Dan tanpa banyak bicara aku pun mengambil cangkir kopi yan disodorkannya padaku.

“Kenapa kau bisa ada disini?”, tanyaku akhirnya setelah lama kami berada dalam keheningan.

“Ini tempat umum jadi tak ada alasan kenapa aku bisa berada disini”, balasnya sambil sesekali menyeruput kopinya. Aku hanya menganggukan kepalaku lalu menyeruput kopiku.

“Apa kau masih mengingatnya?”, tanyanya. Aku menoleh kearahnya yang sedang menatap lurus memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.

“Nugu?”, tanyaku bingung. Entah apa yan salah dengan pertanyaanku tapi tiba-tiba kepalaku dipukul olehnya. Aku meringis dan mengusap kepalaku dengan tanganku yang bebas.

“Key~ah Appo. Apa salahku kenapa kau tiba-tiba memukulku?”, aku mengembungkan pipiku seraya mengerucutkan bibirku, kesal.

“Apa gara-gara diotakmu hanya dipenuhi oleh Onew hyung sehingga kau jadi pabbo seperti ini”, ledek Key.

“Oohh.. yang kau maksud itu dia, aku kira siapa, hehe…”, aku tertawa kecil setelah tau maksud ucapan Key tadi. Aku pun terdiam tak melanjutkan kata-kataku dan hanya menatap lurus jalanan.

“Kenapa kau malah diam?”, Key mulai mendesakku untuk melanjutkan kata-kataku. Tapi aku hanya tersenyum kepadanya dan beranjak pergi dari taman itu. Key hanya bengong melihat ekspresiku, lalu berlari kecil untuk mengejarku.

xxxxxxx

            “Hee Young apakah setelah kau melupakan Onew sunbae kini kau berpacaran dengan Key?”, bisik Gyo Han dan sontak membuatku membalikkan badanku padanya.

“Mwo?!? Apa maksudmu?”, tanyaku sedikit berteriak.

“Jung Hee Young!! Kalau kau mau ribut di kelas saya lebih baik kau keluar daripada mengganggu!!”. Aiisshhh~ Aku lupa kalau sekarang aku sedang ada kelas, kenapa aku malah berteriak. Aku melihat Gyo Han hanya tersenyum padaku, ini gara-gara Gyo Han yang berkata yang tidak-tidak, aku jadi kena semprot Lee songsaenim. Aku membalikkan badanku lagi dan Lee songsaenim telah ada di hadapanku.

“Joesonghamnida, songsaenim”, ucapku seraya menundukkan sedikit badanku. Lee songsaenim pun kembali ke depan untuk melanjutkan materi kuliah yang dibawakannya.

“Awas kau Cho Gyo Han!!”, gerutuku dan terdengar Gyo Han hanya terkekeh.

“Apa maksud ucapanmu tadi, Gyo Han?”, tanyaku setelah keluar kelas. Dan beranjak menuju cafetaria bersama Gyo Han sambil menunggu kelas berikutnya.

“Apa kau tadi tidak mendengarkanku, tadi aku tanya apa kau sekarang berpacaran dengan Key?”, ucap Gyo Han mengulang kata-katanya yang tadi.

“Atas dasar apa kau mengira aku berpacaran dengan Key?”, tanyaku ketika kami telah mengambil tempat duduk di dekat jendela yang langsung menghubungkan ke sebuah taman.

“Karena sekarang aku sering sekali melihat kau selalu jalan berdua dengan Key”, ucap Gyo Han tanpa mengalihkan pandangannya dari buku menu.

“Cuma karena itu kau–”, ucapku terpotong karena Gyo Han mengoceh lagi. Anak ini selalu saja memotong pembicaraanku, apa dia tidak diajarkan oleh orang tuanya untuk tidak memotong ucapan temannya ketika sedang berbicara. Atau dia sudah tertular oleh penyakit Oppa nya yang memang selalu memotong pembicaraan orang.

“Dan sepertinya Key suka padamu”, ucapan Gyo Han sontak membuatku tersedak oleh minuman yang sedang aku minum.

“Ya Ya Ya Ya!! Kau jangan mulai berbicara yang tidak-tidak. Mana mungkin Key menyukaiku, kita kan bersahabat”, elakku. Percakapan kami terhenti ketika seorang ahjumma datang membawakan pesanan kami.

“Lihat saja nanti, kalau dugaanku salah aku akan mentraktirmu makan siang selama 2 bulan berturut-turut, dan jika aku benar kau yang harus mentraktirku. Otte?”, Gyo Han menatapku dengan tatapan yang seakan-akan sedang menantangku.

“Dwaetseoyo, aku yakin Key tidak punya perasaan apa-apa padaku”.

“Ya aku yakin Key tidak ada perasaan apa-apa padaku”, batinku.

xxxxxxx

                   “Hee Young!!”, teriak seseorang dari belakangku. Aku membalikkan badanku dan melihat sosok namja yang tengah berlari kearahku.

“Key”, ucapku ketika namja itu sudah ada didepanku.

Key mengatur nafasnya yang masih terengah-engah akibat berlari tadi. “Kau mau pulang?” tanyanya setelah nafasnya telah teratur. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Kita pulang bersama”, ajak Key.

“Memangnya kau tidak ada kelas lagi?”, tanyaku sambil melihat jam yang terpasang ditangan kiriku. Setauku setiap hari selasa dia ada kuliah sampai sore dan sekarang masih siang dia sudah pulang, apa dia mau membolos.

“Apa kau mau membolos?”, tebakku yang hanya dijawab cengiran Key. Sudah kuduga dia pasti mau membolos.

“Sudahlah sebaiknya kau masuk ke kelasmu sebelum terlambat”, aku mendorong tubuh Key agar ia mau masuk ke kelasnya. Tapi baru beberapa langkah Key menghentikan langkahnya dan berbalik kearahku.

“Aku sedang malas masuk kelas, lebih baik kau temani aku nonton saja. Otte?”, Key memandangku dengan tatapan puppy eyes miliknya. Aku memutar bola mataku, ‘anak ini seperti anak kecil saja’ pikirku. Tapi kalau tidak seperti ini bukan Key namanya. Aku berpikir sejenak, memikirkan permintaan Key.

“Baiklah aku akan menemanimu nonton tapi dengan satu syarat”.

“Mwo?”, Key menatapku dengan mata yang berbinar-binar karena aku menyetujui permintaannya, tapi  kejadian ini tak akan berlangsung lama setelah aku memberitahukan syaratnya. Aku yakin pasti wajahnya akan berubah 180 derajat menjadi suram.

“Syaratnya Kau harus mengikuti kelas sampai waktunya pulang dan aku akan menunggumu di perpus. Kau tidak boleh membantah atau aku tidak jadi menemanimu nonton”, kataku yang langsung membuat wajahnya menjadi suram. Hehe.. benarkan apa aku bilang.

“Arraseo,, aku akan masuk kelas dulu. Tapi kau tidak apa-apa menungguku sendirian. Masih 5 jam lagi kelasku selesai”, Key menatap jam tangannya lalu beralih menatapku.

“Gwaencana.. Apa kau lupa, dulu ketika kita masih sekolah aku menunggumu selama 3 jam. ini hanya lebih lama 2 jam jadi apa bedanya”, aku mengangkat kedua bahuku. Key tersenyum lalu mengacak rambutku pelan.

“Tunggu aku ya”, ucap Key seraya masuk ke kelasnya. Ya, dengan sangat terpaksa aku mengurungkan niatku untuk pulang ke rumah dan bersantai-santai di rumah gara-gara harus memenuhi permintaan anak yang satu itu. Dengan langkah gontai aku menuju ke ruang perpus untuk menunggu Key.

Ddrrrtttt Ddrrrtttt

Ponselku bergetar, dengan segera aku meraih ponselku di dalam ranselku dan membuka flipnya. Ternyata pesan dari Gyo Han.

From : Cho Gyo Han

Sepertinya ada kejadian yang aku lewatkan beberapa menit yang lalu J

Aku mengernyitkan keningku, apa maksud pesan darinya. Aku pun menutup flip ponselku enggan membalas pesan Gyo Han yang tak ku mengerti.

Ddrrrtttt Ddrrrtttt

Ponselku bergetar lagi. Ternyata pesan dari Gyo Han lagi.

From : Cho Gyo Han

Sepertinya hari ini ada yang akan pergi kencan,, hehe… J

Dan ini untuk kedua kalinya aku tak mengerti isi pesan Gyo Han. Aku pun menghiraukannya lagi.

xxxxxxx

Aku terbangun ketika seseorang membangunkanku, aku segera mendongak dan memperhatikan sekeliling. Oh tidak aku ketiduran ketika sedang menunggu Key di perpus.

“OMO!! Aku ketiduran sekarang sudah jam berapa?”, tanyaku panik sambil melihat jam tanganku. Aku mendengar seseorang terkekeh pelan. Aku langsung menatapnya ternyata Key sudah duduk didepanku sambil menutup mulutnya menahannya agar tidak terawa keras. Aku menatapnya tajam kearahnya.

“Kenapa kau tertawa?”, tanyaku masih menatap tajam kearahnya.

“Ani,, Aku tidak tertawa”, ucapnya masih dengan raut muka yang sedang menahan tawa.

“Sudahlah lebih baik kita pergi sekarang sebelum kemalaman”, ajaknya seraya menarik tanganku untuk mengikutinya.

Selama perjalanan Key tak henti-hentinya tertawa, entah apa yang membuatnya tertawa seperti itu, tapi aku hanya menghiraukannya. Aku tau pasti dia sedang melanjutkan tertawanya yang sempat tertahan di perpus tadi.

“Hee Young, kau sangat lucu tadi ketika kau tertidur dan terbangun dengan ekspresi yang panik,, haha…”, Key masih saja terus tertawa dan itu membuatku makin kesal. Aku menghentikan langkahku. Key yang sadar aku berhenti, dia pun ikut berhenti.

“Kalau kau terus-terusan mentertawaiku aku lebih baik pulang saja”, kataku kesal. Seakan Key tau aku kesal olehnya dia merangkulku dan meminta maaf padaku  dan tak akan tertawa lagi.

“Mian.. kau jangan marah aku berjanji tidak akan tertawa lagi dan sebagai permintaan maafku aku akan mentraktirmu”, ucapnya sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya sehingga membentuk huruf V.

“Kalau aku tau kau akan mentraktirku nonton film horor, aku akan menolak traktiranmu itu. Kau kan tau aku tidak suka menonton film horor!!!”, omelku pada Key ketika kami sudah keluar dari gedung bioskop dan menuju tempat makan terdekat. Dan orang yang sedang diajak mengobrol denganku hanya terkekeh. Di dalam gedung selama film berlangsung aku hanya menutup mataku dengan kedua tanganku, dan Key, ya taulah Key pasti akan terfokus dengan filmnya karena dia sangat fanatik dengan film yang sedang kami tonton beberapa menit yang lalu.

Aku terus-menerus mendumel kekesalanku selama perjalanan kami menuju tempat makan, sedangkan Key hanya senyum-senyum tak jelas, sepertinya dia sudah gila buktinya dia mengajakku menonton film yang aku tidak suka. Aku kira dia akan mentraktirku menonton comedy atau action, tapi sungguh diluar dugaan dia memilih film yang aku sangat tidak suka. Ocehanku terhenti ketika Key menarik tanganku memasuki ke sebuah cafe yang terkesan sepi tapi cukup nyaman.

“Aku senang melihatmu kembali seperi Hee Young yang dulu”, ucapnya ketika kami sudah duduk di salah satu meja di cafe itu, kami memilih tempat yang cukup jauh dari pengunjung lain.

“Mwo?”, Aku menatap Key dengan tatapan meminta penjelasan dengan ucapan yang baru ia lontarkan kepadaku.

“Sudah lama aku tak melihatmu bersemangat seperti ini Hee Young”, Key tersenyum seraya menompangkan kedua tangannya diatas meja. Ada apa dengannya, kenapa tiba-tiba dia jadi aneh seperti ini. Aku menempelkan punggung tanganku ke dahinya.

“Aish~ aku tidak sakit Hee Young”, Key menurunkan tanganku dari dahinya.

“Apa mungkin kau salah makan?”.

“Nan gwaencana”, Key meyakinkanku kalau dia baik-baik saja.

“Kalau kau tidak sakit atau tidak salah makan, kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu?”, aku penasaran dengan sikapnya hari ini, tiba-tiba memaksaku menemaninya nonton dan kini dia mengatakan hal tentang diriku.

“Sudahlah lupakan kau tidak akan mengerti meski aku jelaskan juga, sebaiknya kau pikirkan sendiri nanti di rumah”. Percakapan kami terhenti ketika seorang pelayan datang ke meja kami dan menanyakan pesanan kami.

“Oh ya Hee Young kau belum menjawab pertanyaanku tempo hari?”, tanya Key. Aku menoleh kepadanya yang sebelumnya aku sedang memperhatikan para pelayan cafe ini yang bolak-balik mengantarkan pesanan kepada para pelanggannya.

“Pertanyaan yang mana?”, aku berpura-pura lupa soal pertanyaan yang dia lontarkan padaku ketika kami bertemu ditaman.

“Apa kau masih memikirkan Onew hyung?”, ucapnya mengulang pertanyaan yang tempo hari.

“Hemmm.. bagaimana ya, aku sendiri juga bingung Key sebenarnya aku masih memikirkannya atau tidak. Aku memang plin plan terkadang aku mengingatnya dan terkadang aku juga melupakannya begitu saja. Entahlah aku masih bingung Key dengan pikiranku sendiri”, aku menundukkan kepalaku berusaha menyembunyikan perasaanku yang jujur saat ini aku sangat merindukannya agar Key tak mengetahui perubahan wajahku. Aku kembali mendongakkan kepalaku sehingga kini aku melihat wajah Key yang bibirnya sedikit terbuka seolah ingin mengatakan sesuatu kepadaku.

“Kau mau mengatakan sesuatu?”, tanyaku.

“Aniyo”, elaknya.

Beberapa menit kemudian pesanan kami datang. Dan tanpa banyak bicara kami pun langsung melahap pesanan kami. Tetapi seketika kegiatan makanku terhenti ketika melihat seorang pengunjung yang baru datang duduk tak jauh dari tempatku dengan Key.

Aku tak mungkin salah lihat itu Onew sunbae bersama seorang yeoja yang sudah dipastikan itu yeojachingunya. Key ikut menghentikan kegiatan makannya ketika melihatku terpaku memandang sesuatu di belakangnya. Key mengikuti arah pandangku dan membalikkan tubuhnya.

“Sebaiknya kita pergi dari sini”, ajak Key seraya meraih tanganku, tetapi aku menepisnya.

“Sebentar saja Key, aku mohon berikan aku waktu untuk melihatnya walaupun hanya beberapa saat”, pintaku pada Key dan Key hanya menghela nafas lalu kembali duduk.

Sungguh aku merindukannya sudah hampir satu tahun ini aku tak pernah bertemu dengannya. Dan kini aku melihatnya lagi, dia tak berubah dia masih seperti Onew sunbae yang dulu. Luka lamaku seakan terbuka lagi ketika melihat Onew sunbae tersenyum pada yeoja itu, senyuman yang tak akan pernah bisa aku miliki dan hanya dimiliki oleh yeoja yang sekarang sedang bersama dengannya. Tak terasa air mataku turun dengan cepat di pipiku. Key yang melihatku menangis segera menarikku keluar dari cafe itu.

“Kenapa Key, kenapa aku tak bisa memiliki Onew sunbae?”, tanyaku pada Key ditengah-tengah tangisku. Key tidak menjawab pertanyaanku melainkan memelukku. Aku terus menangis dipelukan Key dan aku rasa sekarang baju Key telah basah karena air mataku. Benarkan aku memang plin plan, padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melupakannya tapi apa yang terjadi sekarang aku masih saja menangisinya.

“Sudahlah Hee Young berhentilah menangis, Onew hyung mungkin tidak ditakdirkan untuk bersamamu”, Key mencoba menenangkan tapi yang ada aku malah makin menangis. Key melepaskan pelukannya dan beralih menatap kedua manik mataku.

“Lupakan dia Hee Young, kumohon lupakan dia. Aku tidak mau terus menerus melihatmu menangis, sudah cukup bagiku melihatmu menangis dulu. Bahkan aku tak sanggup melihatmu rapuh seperti ini”, ucap Key lembut.

“Tinggalkan aku sendiri Key, aku sedang ingin sendiri sekarang”, kataku melepaskan tangannya dari kedua bahuku.

“Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri Hee Young”, kata Key kembali memegang kedua bahuku, tapi segera ku tepis. Saat ini yang aku butuhkan adalah sendiri dan menenangkan pikiranku.

“SUDAH KUBILANG TINGGALKAN AKU SENDIRI KEY!!”, teriakku pada Key. Aku melihat mata Key membulat ketika aku berteriak padanya. Aku tahu dia pasti kaget melihatku berteriak padanya karena selama ini aku tak pernah sekali pun berteriak padanya.

“SUDAH CUKUP KAU MENANGISINYA HEE YOUNG, APA KAU TIDAK LELAH TERUS MENERUS MENANGISI ORANG YANG TAK PUNYA PERASAAN APA-APA PADAMU. DIA TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI PERASAANMU HEE YOUNG, BAHKAN SEKARANG DIA DISANA SEDANG BERSENANG-SENANG DENGAN YEOJACHINGUNYA  SEDANGKAN KAU MENANGIS KARENA DIA. PERCUMA KAU HANYA MEMBUANG-BUANG AIR MATAMU SAJA HANYA DEMI DIA”, balas Key dengan emosi yang terpancar diwajahnya.

“KAU YANG TAK AKAN MENGERTI KEY, SULIT BAGIKU UNTUK MELUPAKANNYA. WALAUPUN SEBENARNYA AKU SANGAT INGIN MELUPAKANNYA, TAPI PERASAAN INI SEOLAH TAK MENGIZINKANKU UNTUK MELUPAKANNYA. Kumohon Key mengertilah perasaanku sekarang”, ucapku mulai lemah. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“Kau sekalipun tak pernah menginginkan untuk melupakannya, kau selalu bisa mengatakan kepadaku atau kepada orang lain bahwa kau ingin melupakannya tapi untuk dirimu sendiri kau tidak pernah mengatakan itu. Aku memang tidak mengerti dirimu yang hanya bisa menangisi orang yang tak pantas untuk kau tangisi, membuang waktunya hanya dengan memikirkannya bahkan melupakan dirinya sendiri…”.

“Cukup Key”.

“Hah!! Ternyata seorang Hee Young sangat lemah terhadap cinta. Percuma kau terus mengejar cinta yang telah lama pergi, bertahun-tahun pun pasti kau tak akan dapat mengejarnya. Karena dia bukan cinta sejatimu.”

“CUKUP KEY!!”, bentakku karena Key tak kunjung berhenti mengejekku. “KAU MAU MENGEJEKKU HAH!! BENAR BEGITU?? KALAU ITU MAUMU TERUS SAJA KAU MENGEJEKKU, MENGEJEK KEBODOHANKU, HINGGA KAU PUAS. KAU TAK PERNAH SAMA SEKALI MEMIKIRKAN PERASAANKU KEY. YANG KAU PIKIRKAN HANYA DIRIMU SENDIRI SAJA!!!”, emosiku sudah tak terkendali lagi di tambah Key yang terus menerus memojokkanku dengan kata-kata yang tak bisa ku terima.

“KAU YANG SAMA SEKALI TAK MENGERTI PERASAANKU HEE YOUNG!! COBALAH SEDIKIT MEMBUKA DIRIMU UNTUK KU, COBALAH KAU MELIHATKU BUKAN HANYA MELIHAT ONEW HYUNG!! SELAMA INI AKU BERADA DISISIMU BUKAN KARENA AKU HANYA INGIN SEKEDAR MENJADI SEORANG SAHABAT SAJA. AKU BERADA DISISIMU KARENA AKU INGIN MELINDUNGIMU, AKU MENYUKAIMU SEJAK PERTAMA KALI KITA KENAL. APA KAU TAU BAGAIMANA PERASAANKU KETIKA TAU KALAU KAU MENYUKAI ONEW HYUNG DAN MELIHAT KAU MENANGIS KARENA NYA. HATIKU SANGAT SAKIT HEE YOUNG, BAHKAN RASANYA LEBIH SAKIT DARI PERASAANMU SEKARANG”, ucapan Key membuatku cukup tersentak. Key menyukaiku bahkan dia menyukaiku lebih lama daripada aku menyukai Onew sunbae.

xxxxxxx

Aku terus memikirkan apa yang Key ucapkan, apa benar selama ini dia memendam perasaannya kepadaku, atau dia hanya mencoba menghiburku saja. Aku tak mengerti ucapan si bodoh itu, kepalaku serasa berputar-putar tiap kali mengingat perkataannya. Sebaiknya aku tidur, aku pun akhirnya tertidur karena lelah akibat menangis tadi.

~Keesokan harinya~

“Benarkan kataku kalau Key punya perasaan padamu,, haha…”, Gyo Han tertawa, lebih tepatnya tertawa karena kemenangannya. Sial! Aku harus mentraktirnya makan siang selama 2 bulan berurut-turut.

“Lalu sekarang bagaimana?”, tanya Gyo Han setelah puas tertawa.

“Bagaimana, gimana maksudmu?”, tanyaku bingung.

“Maksud ku bagaimana dengan perasaanmu pada Key”, ucap Gyo Han gemas. Aku menghela nafas karena bingung mau menjawab apa.

“Aku tau kau belum melupakan Onew sunbae tapi apa tidak bisa kau menerimanya”, saran Gyo Han. Memang sulit dipungkiri kalau sebenarnya aku juga memiliki perasaan yang sama kepada Key tapi perasaanku padanya  tak lebih besar dari perasaanku kepada Onew sunbae. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Hem.. Hee Young aku harus segera pergi Minho sudah menunggu ku”, ucap Gyo Han seraya menunjuk kearah Minho. Aku mengikuti arah yang ditunjuk oleh Gyo Han, dan Oh My God apa aku tidak salah lihat Minho bersama Key, dan lebih parahnya mereka sedang menuju kearah kami. Kenapa disaat aku sedang tidak mau menemui Key dia malah ada. Aku menutup wajahku dengan buku menu agar Key tak melihatku tapi sepertinya percuma karena Gyo Han sepertinya dengan sengaja menyebut namaku keras dengan  suara cemprengnya itu. ‘Huh! Awas kau Gyo Han’ batinku.

“Baiklah kami pergi dulu Hee Young”, pamit Gyo Han sambil mengamit lengan Minho dan segera pergi meninggalkanku. Kenapa Key tidak ikut pergi seperti mereka, dia malah masih berdiri disamping mejaku.

“Hem.. Hai”, sapaku padanya dengan sedikit salah tingkah, tanpa melihat kearahnya melainkan melihat kearah lain.

“Boleh aku duduk?”, tanyanya dan aku hanya menganggukkan kepalaku. Key pun duduk di depanku tapi aku masih enggap untuk menatapnya.

“Mian atas kejadian kemarin, aku tak bermaksud untuk marah padamu”, aku pun akhirnya menoleh kearahnya, terlihat diwajahnya kalau dia sangat menyesal.

“Kau tidak salah, aku yang salah karena tiba-tiba marah padamu. Harusnya aku berterima kasih padamu”, aku tersenyum padanya.

“Hem.. soal perkataanku kemarin sebaiknya lupakan saja anggap saja kemarin aku tak mengatakan apa-apa”, pintanya tapi aku menggelengkan kepalaku.

“Kenapa kau tidak mau melupakannya?”, tanyanya seraya membenarkan posisi duduknya.

“Atas dasar apa kau memintaku untuk melupakannya?”, tanyaku balik. Key sepertinya tampak bingung mencari jawabanya dari pertanyaan yang aku lontarakan padanya. Aku tersenyum jail padanya, aku mencondongkan badanku kearahnya dan mengecup bibirnya kilat. Aku yakin Key pasti kaget dengan perlakuanku, sama sepertiku aku juga kaget dengan perlakuanku padanya yang dengan beraninya menciumnya di depan umum pula. Aku merasa wajahku mulai panas, aku yakin saat ini pipiku sudah merah. ‘Kau sudah gila Jung Hee Young’ batinku.

Karena malu aku segera pergi meninggalkannya yang masih diam terpaku. Tapi dengan cepat dia berlari mengejarku meminta penjelasan kepadaku atas perlakuanku tadi padanya.

“Apa maksudmu tadi kau menciumku?”, tanyanya ketika dia sudah berada di sampingku.

“Apa kau tidak mengerti artinya?”, aku balik bertanya karena jujur aku tak tau harus menjawab apa karena kejadian itu terlalu tiba-tiba untukku.

Key berjalan mendahuluiku dan berhenti tepat di depanku. “Itu artinya ‘aku juga menyukaimu’”, ucapnya.

“Itu kau tau artinya, tapi masih tanya lagi”, aku menggeserkan tubuh Key agar aku bisa jalan tapi Key tak bergeming dari tempatnya.

“Lalu bagaimana dengan perasaanmu kepada Onew hyung?”.

“Lupakan saja. Aku tak mau membahas hal itu lagi, sudah sana minggir aku mau lewat”, kataku. Key pun akhirnya bergeser dan membiarkanku lewat. Tanpa aku sadari sebuah senyuman telah terukir di bibirku.

“JUNG HEE YOUNG!!”, teriak Key, aku membalikkan badanku dan melihat Key sedang membuat bentuk hati dengan tangannya.

“SARANGHAE!!”, teriaknya lagi. Orang-orang disekitar kami melihat kami dan bertepuk tangan. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku agar orang-orang tak melihat wajahku yang sudah seperti kepiting rebus ini, ‘kau membuatku malu Key’ gumamku.

Cinta memang sulit untuk kita pahami karena itu kita perlu memahami apa arti cinta itu sesungguhnya. Jangan samakan antara cinta dengan sekedar kekaguman atau obsesi semata. Karena cinta tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata melainkan dengan perbuatan.

 

FIN~

 

Note. Jangan lupa comment ya…

Gomawo ^^

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “AFTER STORY LOST LOVE “ALWAYS LOVE YOU””

  1. Akhirnya Happy ending….!!
    Aku suka bnget ff nech, ,hbis ksahnya yg d’crta sblmnya agk mrip dgn kisahku..
    Mudah2an ksahku berakhr sprti ksah hee young…
    Hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s