You are My Destiny (Chapter 8 of 13)

 Anneyong .. ada yang kangen aku ?? *hhi . seperti biasa aku mau minta maaf dulu atas keterlambatan ff ini , harusnya di publish 2 hari yang lalu , tapi banyak bgt halangannya yang kalo aku ceritain bakal panjang bgt . chapter ini menurutku uda panjang bgt , aku harap gg ada komplain ya … kekeke^^

ada beberapa scene yang aku ganti dari versi cerita asli , soalnya agak kurang ngeh kalo bikin KYU jadi pemilik salon . hhe . yang mau tau versi asli , silahkan buka versi aslinya ajj .

satu lagi , aku minta do’a semuanya biar aku bisa masuk SNMPTN , mohon do’anya semua …

akhir kata , selamat membaca . HAPPY READ …

Siwon meneguk minumannya hanya dalam satu tegukan, ia meringis saat alkohol yang pahit itu mengalir deras di tenggorokannya. Dia menatap gelas yang kosong itu. Kosong, sama seperti hatinya sekarang yang juga sedang kosong.

‘Aku bukan manusia’ … pikir Siwon saat ia meletakkan kedua tangan di kepalanya. Bar itu di penuhi banyak orang, tapi tak seorang pun tampaknya memperhatikan bagaimana menyedihkannya ia. Dia merasa lelah dengan keadaannya sendiri, tidak pernah selama 25 tahun dalam hidupnya ia merasa bingung dan terpukul seperti ini.
Siwon mengembuskan napas usang. Dia tidak bisa bergerak dari kursi, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sendiri heran bagaimana ia bisa mendapatkan kekuatan untuk menyetir dari rumahnya ke sini.

‘Hyora …’

Pikirannya kembali pada istrinya. Sebuah realisasi yang disadari jiwanya. Dia telah memp*rk*sa istrinya sendiri …


Siwon bisa merasakan penderitaan dan penyesalan bercampur bersama dalam perutnya, dan ia merasa seperti ingin muntah. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan ringisan Hyora yang kesakitan, perjuangannya yang lemah, tangisnya dalam diam, dan kerapuhannya, tubuhnya yang gemetar saat Siwon mencoba menguasainya dengan penuh paksa dan tanpa ampun. Siwon ingat bagaimana ia telah meninggalkan Hyora sendirian, tubuh telanjangnya terbaring lemah di tempat tidur, ia bisa melihat air mata  merembes keluar dari matanya.

Siwon membenci dirinya sendiri, semua ini cukup menusukkan kebencian di hati dan jiwanya seperti pisau yang baru diasah.

Air mata mengalir dari matanya, membasahi lengannya. Dalam waktu singkat, seluruh tubuhnya gemetar, Siwon menangis seperti anak kecil.

‘Aku ingin kau membenciku, Hyora …’

‘Aku tidak pantas untukmu …’

‘Sama sekali tidak pantas …’

‘Kau harusnya sudah sangat membenciku sekarang, iya ‘kan Hyora?’

Siwon membiarkan air mata menghapus penyesalannya. Tentu saja ini sangat mustahil, sekarang dia tahu bahwa dia telah menyakiti Hyora. Dia bisa merasakan orang-orang di bar menatap dan melihatnya, mungkin mereka heran mengapa dia menangis dengan cara ini, tapi ia tak peduli. Ia sangat membenci dirinya sendiri sekarang.

Yoona merasakan dinginnya air hujan menetes dengan cepat membasahi seluruh tubuhnya, saat ia berlari menuju gedung terdekat agar bisa menemukan tempat untuk berteduh. Ia mengutuk dirinya sendiri karena tidak membawa payung. Dia tidak seperti ini, biasanya. Dia selalu berhati-hati dan siap siaga, tapi apa yang terjadi hari ini dengan Siwon, membawanya keluar dari pikiran biasanya.

Tanpa alasan yang jelas Yoona membuka sebuah pintu toko CD game, ia juga tidak mengerti mengapa ia bisa kesini, tapi dilihat dari isi toko ini, sepertinya ini bukan toko CD game biasa, terkesan sangat mahal dan mewah. Air dari rambut dan juga pakaiannya yang basah menetes membasahi lantai saat ia melangkah masuk. Dia berharap bahwa pemilik toko tidak akan mengusirnya keluar karena ini, ketika ia melihat sekeliling untuk menemukan pemiliknya.

Yoona melihat seorang pria berkacamata hitam, rambut sebahu, tubuh yang kurus mengenakan kemeja panjang longgar dan celana jeans hitam berbicara dengan pelayan atau mungkin asistennya, mungkin ia sedang memberikan beberapa perintah atau nasihat. ‘Dia mungkin pemilik dari to …’ Yoona berkata dalam hati sambil tersenyum pada orang itu, yang sekarang juga sedang tersenyum kepadanya.

Pria itu berjalan cepat ke arah Yoona, dan Yoona langsung menyadarinya.

“Cho Kyuhyun?” Tanya Yoona, alisnya berderak naik. Dia yakin ini adalah Cho Kyuhyun yang sudah ia kenal sejak masa mereka sekolah. Mereka telah begitu dekat, seperti saudara, karena keduanya berjuang bersama di bawah kediktatoran keras dari mentor mereka. Dia yakin ini adalah Kyuhyun, dan ia merasa sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan teman lamanya.

Pria itu tersenyum manis, sebelum mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

“Ya, Aku Cho Kyuhyun. Ada yang bisa saya bantu?” Kyuhyun bertanya dengan sangat sopan, sepertinya ia tidak mengenali perempuan di depannya.

“Yahh! Ini Aku Im Yoona.” kata Yoona antusias, saat ia menjabat tangan dengan Kyuhyun!. Kyuhyun, masih tersenyum, tatapannya mengecil.

“Im Yoona??”

“Ya, Im Yoona. Kau tidak mengingatku? Cinderella! Ingat Cinderella??” Kata Yoona, bersemangat untuk membuat teman lamanya ingat lagi. Kyuhyun tiba-tiba tertawa, sebelum menarik Yoona lalu memeluknya singkat.

“Cinderella Yoona! Tentu saja Aku mengingatmu! Hahaha … Itu sudah lama sekali ya … Bagaimana kabarmu?” Kyuhyun bertanya sambil mengantar Yoona duduk di salah satu kursi kosong.

“Aku baik. Aku tidak perlu bertanya bagaimana kabarmu setelah melihat semua ini. Kau sekarang sangat sukses.” Kata Yoona. Satu jarinya menusuk lengan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa, malu.

“Jangan bilang begitu, Yoona-ya … Aku baru mulai belajar dengan caraku dalam bisnis ini …” Kyuhyun berkata dengan rendah hati.

“Kau pasti belajar dengan baik … Begitu banyak pelanggan yang datang hari ini, dan dalam cuaca seperti ini? Sheeshhh, sekarang Aku iri padamu.” Yoona cemberut, tapi itu hanya bercanda.

“Jadi apa yang kau lakukan sekarang, Yoona? Masih bekerja di butik Mrs. Song?” tanya Kyuhyun, saat ia memberi isyarat kepada salah satu pekerjanya untuk membawa beberapa makanan dan minuman ringan.

“Tidak, Aku sudah berhenti sejak lama, melelahkan harus bekerja di butik orang lain. Sekarang Aku bekerja sebagai designer untuk perusahan majalah terkenal di Korea. Aku sangat bahagia bisa bekerja disana..” kata Yoona, suaranya ceria..

‘Apa kebetulan?… Kenapa Aku harus bertemu dengan teman lamaku ketika Aku dalam keadaan seperti ini..?’
“Ah Yoona-ya, apa Kau ingat kata-kata yang dulu kau katakan padaku sebelum Aku pergi?” Tanya Kyuhyun.

Yoona menggeleng, ia tak ingat. “Apa?” sahutnya.

“Kyuhyun-na, kapan kau akan berhenti bermain game? Aigoo, hampir setiap minggu Kau membeli CD game dan semuanya original? YA!! Apa Kau yakin ini akan mendatangkan uang?” kata Kyuhyun, ia mengulang perkataan yang Yoona katakana padanya di masa lalu, persis sekali.

Yoona tersenyum geli. “Ya Kyuhyun-na, itu sudah lama sekali. Bagaimana mungkin Kau masih mengingatnya?” mimik wajahnya menyiratkan keheranan. “Tapi Aku minta maaf untuk kata-kataku itu, Aku tidak bermaksud untu..”

“Ani, Kau tidak perlu meminta maaf. Malah Aku menganggap itu adalah kalimat keberuntungan dalam hidupku.” Jelas Kyuhyun.

“Kalimat keberuntungan? Kenapa begitu?” Tanya Yoona penasaran.
“Karena itu membuatku menemukan cinta dalam hidupku.” Kyuhyun tersenyum, sambil menunjuk foto pernikahan dengan bingkai besar yang menggantung dengan bangga di salah satu dinding toko. Yoona menatap kagum pada pasangan yang terlihat sangat serasi di foto itu.

“Kyuhyun-na, Kau sudah menikah?” Tanya Yoona tak percaya.

Kyuhyun tersenyum, menyeringai dengan lebar, lalu menjawab, “Ya. Sekitar satu tahun setengah yang lalu.” Dia menunjukkan tangannya pada Yoona, membiarkan perempuan itu melihat cincin pernikahan mereka.

“Wow … Kau benar-benar hebat, Kyuhyun-na. Sekarang Aku benar-benar iri padamu.” Kata Yoona, suaranya pelan, tiba-tiba saja ia memikirkan tentang hubungannya dan Siwon.

Mereka telah bersama selama 10 tahun. Tuhan, itu adalah waktu yang lama. Ketika mereka pertama kali memulai hubungannya, mereka tidak pernah berpikir kalau mereka akan terus bersama selama ini. Yoona tipe perempuan yang akan dengan mudah bosan pada sesuatu, tapi ia tidak pernah bosan dengan Siwon. Yah, dia tidak bisa seperti Siwon yang akan selalu menemukan cara untuk memenangkan hatinya lagi. Mereka telah bersama-sama dalam waktu yang lama, dan sekarang ia sangat bergantung pada Siwon.

Apa yang paling Yoona sesalkan adalah karena ia tidak segera menikah dengan Siwon seperti yang seharusnya terjadi. Siwon telah menceritakan bagaimana orangtuanya mendesak dia untuk segera menikah dan akhirnya menjodohkannya, tetapi mereka harus menikah secepat mungkin. Yoona telah bersikeras tidak mau menikah karena ia ingin memujudkan mimpinya menjadi designer yang hebat dan terkenal, Yoona terus merintis karirnya dan terus menghindari kata pernikahan. Siwon, menjadi pacar yang setia dan selalu mengerti, ia tidak bisa mengatakan tidak pada setiap keputusan Yoona. Siwon telah menikah dengan perempuan itu, tetapi sebelum itu ia telah meyakinkan Yoona bahwa ia akan menemukan cara untuk menceraikan istrinya secepat mungkin.

Dari sanalah mulainya hubungan cinta mereka yang tidak seharusnya terjadi …

Yoona menatap jari tangan Kyuhyun.

Keputusannya telah membuat Yoona sendiri yang menjadi orang ketiga dalam pernikahan Siwon. Kalau saja saat itu ia mau menikah dengan Siwon, ia tidak akan berada dalam posisi yang sulit seperti ini sekarang.

“Yoona-ya??” Tanya Kyuhyun, tubuhnya gemetar yang sekaligus membuat Yoona tersadar dan kembali ke dunia nyata. Dia menatap Kyuhyun dan memaksakan tersenyum. Wajah Kyuhyun tiba-tiba panik, matanya membesar dan ia menyadari sesuatu.

“Wah, Kau pasti kedinginan … Haisshhh, kenapa Aku tidak peka sekali? Bodoh …” kata Kyuhyun sambil berdiri cepat-cepat, dan menarik tangan Yoona untuk mengikuti dia ke bagian belakang toko. Dia memberi Yoona baju ganti dan handuk untuk mengeringkan rambutnya, lalu menyuruhnya untuk mengganti pakaian.

“Kau ganti dulu pakaianmu, nanti kita bisa bicara lagi sambil minum kopi panas …” Kata Kyuhyun, tersenyum sambil menutup pintu.

“Kyuhyun-” Yoona baru saja mau mengucapkan terima kasih pada Kyuhyun ketika pandangannya tertuju pada foto berbingkai. Foto ini hampir sama dengan yang tergantung di luar, hanya saja yang ini, ada orang lain di dalamnya. Dia bisa mengenali pasangan pengantin yang tak lain adalan Kyuhyun dan istrinya, tapi matanya terfokus pada orang lain.

Yoona melihat kekasihnya, Siwon. Dan Hyora.

Baju ganti dan handuk yang sebelumnya ia pegang sangat erat kini jatuh begitu saja ke lantai.

Apa? ?

Kyuhyun sedang melayani seorang pelanggan ketika dia mendengar suara sesuatu jatuh ke lantai dari ruang belakang, sebelum ia melihat Yoona buru-buru berlari keluar, dan keluar dari tokonya. Semuanya terjadi begitu cepat untuk Kyuhyun mengerti. Ia berlari menuju pintu depan, tapi saat ia akan mengambil payung dan berlari mengerjar Yoona, ia melihat Yoona sudah naik ke dalam taksi.

Siwon menyeret kakinya menuju rumah. Ia bukan mabuk, tetapi ia merasa energinya sudah terisap habis dari tubuhnya seperti ban bocor. Ia terus memegangi kepalanya, berusaha menghentikan rasa sakit yang terus menyerangnya. Setelah cukup lama meraba-raba tombol, ia akhirnya berhasil membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Dia menyesuaikan matanya untuk melihat ruang tamu hanya disinari dengan bantuan cahaya redup dari teras, tidak sengaja ia menatap ke tempat di mana semuanya telah terjadi.
Tempat dimana ia dengan kejam memaksa Hyora menuruti dan melayani nafsunya.

Siwon menghela napas. Dia takut bahwa ia mungkin akan melihat Hyora masih terbaring lemah, ia terus berdo’a apa yang dia bayangkan tidak menjadi kenyataan. Dia tidak akan tega melihat Hyora sekarang, mengingat apa yang telah dilakukannya.

Siwon memdudukan dirinya di sofa. Samar-sama ia bisa mencium bau amis menyusup hidungnya, bau amis yang ia cium semakin kuat seperti datang ke seluruh tubuhnya lalu membungkus dan menyiksanya, ini membuat Siwob kembali teringat lagi pada semua kekejaman yang telah dilakukannya.

Ia sangat menginginkan Hyora …

Tapi ia membiarkan nafsu merasuki dirinya hingga ia berbuat seperti itu …

Siwon mendesah. Ia merasa kepanasan, tak lama kemudian keringat pun mengucur deras. Dia menegakkan duduknya, jarinya cekatan melonggarkan kancing kemeja yang ia kenakan. Sungguh, malam ini Siwon benar-benar kepanasan, dan ia tahu itu bukan hanya karena ia agak mabuk. Ia mengusap wajah dengan tangannya lalu dengan tatapn serius ia menatap tangannya.

Tangan ini … Mereka telah menyentuh tubuh Hyora dengan paksa.

Siwon merasa muak dengan tubuhnya sendiri, ia segera berdiri dan lari ke lantai atas. Dia harus mandi, membersihkan diri dari kesalahannya, meskipun dia tahu jauh di dalamnya hanya akan menjadi sia-sia.

Ketika Siwon sampai di puncak tangga, ia melihat cahaya samar-samar yang datang dari kamar tidurnya. ‘Apakah mungkin … Hyora masih di sini?’ pikir Siwon.

Siwon maju dengan sangat hati-hati dan diam-diam ke kamar. Dia mengintip melalui pintu yang sedikit terbuka. Hyora berbaring di bawah selimut, tubuhnya tertutup sepenuhnya dari leher ke bawah.

Perasaan buruk merangkak naik ke punggungnya. Siwon berjalan perlahan ke arah tempat tidur, ia bisa melihat tubuh Hyora menggigil di bawah selimut tebal.

“Hyora ..?” Siwon memanggilnya dengan lembut, tapi tidak ada jawaban. Rasa ngeri tiba-tiba merasuki darahnya. Ia langsung menghampiri Hyora dan berdiri di sampingnya, ekspresi khawatir terlihat sekali di wajah Siwon.

Mata Hyora tertutup, dan ia terlihat pucat pasi. Siwon meletakkan tangannya di dahi Hyora. ‘Ya Tuhan, dia panas sekali!’

“Hyora! Hyora! Kau bisa mendengarku?!” Tanya Siwon dengan nada panik. Ia mengguncang tubuh Hyora perlahan, tapi belum ada reaksi dari perempuan itu. Siwon tambah panik. Dia mengambil satu tangan Hyora dan mencoba merasakan denyut nadinya. ‘Dia masih hidup …’

Hyora mencoba membuka mulutnya, tetapi sama sekali tidak ada suara yang keluar dari sana. Sepertinya ia berusaha mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa. Sebuah air mata meluncur dari salah satu mata Hyora yang tertutup itu. Siwon merasakan hatinya sakit sekali. ‘Tuhan, apa yang telah kulakukan?’

Tanpa menunggu lama, Siwon langsung mengambil selimut dan melingkarkannya dengan erat ke tubuh Hyora, lalu dengan cekatan ia menggendong Hyora . Hyora terasa begitu ringan, dan ini membuat ketakutan Siwon bertambah. Dia segera membawa Hyora turun tangga lalu masuk ke dalam mobilnya, dan pergi ke rumah sakit.

Ketika mereka tiba di rumah sakit, Siwon yang panik langsung berlari ke meja perawat, ia masih menggendong tubuh Hyora dalam pelukannya. Ini sudah larut malam, dan hanya ada beberapa orang di sekitar ruang UGD. Siwon berteriak memanggil para perawat dan dokter agar segera datang. Perawat akhirnya datang membawa tandu tempat tidur. Siwon menaruh Hyora di tempat tidur, ia hanya bisa melihat masih dengan panik saat mereka mendorong tempat tidurnya ke ruang UGD. Siwon ingin masuk dan menemaninya, tetapi seorang perawat memegang tangannya dan menyuruhnya untuk tinggal di luar.

“Apakah dia akan baik-baik saja? Apakah istriku baik-baik saja?” Tanya Siwon, ia benar-benar cemas dan ketakutan.

“Para dokter sedang memeriksa keadaannya, dan kita akan tahu hasilnya dalam beberapa saat. Tapi Anda harus melakukan sesuatu, Tuan. Anda harus mengisi formulir pasien.” Perawat itu senyum sebelum memberikan formulir di clipboard dan pena. Siwon memandangi bentuk formulir itu, ia tidak bisa berkata-kata.

“Tuan?”

Siwon mengangkat kepalanya. “Ye-Ya … Ketika Saya selesai, Saya akan memberikannya kepada Anda.” Dia berkata pelan, perawat itu tersenyum sebagai jawaban lalu berjalan pergi.

Siwon menatap formulir itu.

Nama Lengkap Pasien … Park Hyora … ‘Ia tidak memiliki nama tengah atau yang lainnya, iya kan?’

Umur Pasien … ‘Umur? Berapa umur Hyora? Sepertinya dia lebih muda dariku … Tapi kemudian …’

Tanggal Lahir Pasien … ‘Aku … Aku tidak tahu … Apa apaan ini?’

Nomor Identitas Pasien … ‘Bagaimana … Bagaimana Aku bisa tahu ini???’

Siwon gelisah. Dia melihat sekeliling koridor rumah sakit. Keringat mulai membentuk di dahinya walaupun sebenarnya AC ada tepat di atas kepalanya.

Pikiran Siwon mulai campur aduk dalam kebingungan dan penyesalan. Dia menyadari bahwa ia telah menjadi orang asing bagi istrinya sendiri. Mereka telah tinggal bersama selama satu tahun, tetapi ia bahkan tidak tahu kapan istrinya berulang tahun. Siwon merasa malu. Dia memijat lehernya yang kaku. ‘Hyora …’

Siwon malu karena ia telah menjadi orang asing untuk istrinya sendiri …

Padahal perempuan itu telah melakukan begitu banyak hal untuknya …

‘Tuhan, kenapa Aku bisa begitu kejam? …’

Siwon menghela napas dalam-dalam, lalu berjalan perlahan ke ruang administrasi. Dia mengulurkan formulir yang tidak sepenuhnya terisi kepada perawat. Alis Perawat itu bertaut, ia bingung.

“Tapi Tuan … Anda belum mengisi formulir dengan lengkap..”

“Aku … Aku tidak ingat dengan detail …”

“Hmmm … Kalau begitu cukup beritahu Nama Lengkap dan Tanggal Lahir saja … Mungkin saya bisa menemukan sesuatu dalam data base komputer …” Kata Perawat itu.

Siwon menunduk, ia hanya bisa menatap jari-jari kakinya. “Aku … Aku tidak tahu …”

Perawat itu menatap tak percaya sebelum menambahkan, “Jangan bilang Anda tidak tahu Nama Lengkap istri Anda dan juga Tanggal Lahirnya …”

Semua yang terjadi selama tahun terakhir ini mulai berputar dalam pikiran Siwon. Dari hari pertama mereka bertemu, lalu hari pernikahan mereka dan sampai hari ini, semuanya mulai menghantui dan menusuk jiwanya. Hari-hari ketika ia terus menghindari Hyora, dan saat malam tiba pun ia meninggalkan Hyora sendirian yang menunggunya kembali pulang. Saat-saat dia berbicara sangat kasar pada Hyora, dan saat-saat ketika Hyora meminta dan memohon maaf.

“Aku … Aku tidak tahu. Aku tidak tahu apa-apa tentang istriku. Kami sudah menikah selama setahun, tapi Aku tidak tahu apa-apa tentang dia. Ini bukan karena Aku tidak bisa, tapi Aku adalah orang yang sangat kejam yang bahkan tidak mau tahu. Mungkin jika dia tidak sakit malam ini, Aku pasti tidak ingin tahu apa-apa tentang dia selamanya. Bahkan Aku sendiri lupa bahwa Aku punya istri … Istri yang luar biasa … Tuhan, apa yang salah denganku???” Siwon mengangis. Dia terjatuh ke lantai, dan terus meninju dadanya sendiri, seakan-akan menghukum kebodohannya.

Bayangan ketika Hyora tersenyum, tampak sangat bersinar mengenakannya gaun putih, berjalan ke arahnya ketika ia berdiri di altar terlintas dalam pikirannya.

“Aku tidak pernah memperhatikannya, meskipun Aku berjanji untuk berada di sampingnya dan mencintainya sampai Aku mati … keselamatannya, kesehatannya … Aku tidak pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Aku jarang berbicara dengannya, dan bahkan jika Aku berbicara, Aku hanya akan berteriak padanya untuk sesuatu yang tidak dia lakukan … Tapi ia akan selalu meminta maaf … bahkan untuk kesalahan yang tidak dia perbuat …” tambah Siwon, suaranya pecah saat air mata keluar dengan deras dari matanya. Dia tidak peduli apa yang akan orang lain katakan lagi.

“Aku selalu sangat sibuk dengan pekerjaan … Bukan karena Aku benar-benar sibuk, tapi Aku sengaja menggunakan pekerjaanku sebagai alasan untuk tidak melihatnya. Aku akan pulang terlambat setiap malam, dan Hyora … Dia … Dia tidak pernah sekalipun tidak menunggu Aku pulang … Dia selalu menyambutku dengan senyuman. Aku tidak pernah menghabiskan akhir pekan dengannya, tetapi Aku selalu keluar dengan pacarku, berselingkuh di belakangnya … Aku tidak pernah bertanya apakah ia baik-baik saja atau tidak, apakah dia makan yang benar, apakah dia bahagia … Semua yang Aku tahu adalah diriku sendiri, dan kebahagiaanku … Aku … Aku orang yang kejam dan juga egois, iya kan??!” Siwon bertanya kepada perawat, yang seperti ketakutan karena kata-kata Siwon. Matanya berkaca-kaca dengan air mata, tangannya mencengkeram dadanya yang terasa sangat sakit. Malu karena ia menangis, Siwon berlutut di lantai memcoba menghapus penyesalannya, ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.

“Tuhan … Dia bahkan membelikan Aku hadiah untuk hadiah ulang tahunku tapi saat itu dengan jelas Aku tidak menerimanya … Kenapa Aku menjadi orang yang sangat kejam? Hyora … Hyora selalu seperti malaikat, selalu begitu sabar, baik dan lembut … Dia tidak pernah melawanku, bahkan tidak pernah mengangkat jari untuk memukul atau menyentuhku … Dia adalah istri terbaik yang pernah ada di dunia … Dan Aku adalah pria kejam yang tidak tahu bagaimana cara menghargai … Tuhan … jika saja … jika saja …” Siwon tidak bisa melanjutkan lagi. Dia terisak lalu menutup wajah dengan telapak tangannya, ia terus menangis ketika kenangan dari Hyora kembali berputar dalam pikirannya.

Ketika Hyora di dapur, memasak makanan lezat untuknya …

Ketika Hyora di ruang tamu, membersihkan kekacauan yang telah diperbuatnya …

Ketika Hyora di kamar tidur, meletakkan pakaian di tempat tidur saat ia mandi …

Ketika Hyora tersenyum manis sambil berbicara kepada orang tuanya …

Ketika Hyora memandangnya dalam tatapannya yang lembut …

… Dan kemudian ia teringat apa yang telah dilakukannya pada Hyora.

“Arghhhhh !!!!!!!”

Siwon berteriak dan menangis, perawat di sana mulai panik karena mereka tidak tahu harus berbuat apa. Ia berlutut di lantai, menggenggam hatinya dan menangis sebanyak mungkin. Seluruh tubuhnya bergetar hebat, rasa malu dan harga diri ia kesampingkan ketika semua orang yang berlalu-lalang disana menatapnya. Pada saat dia menyadari bahwa dia akan kehilangan istrinya saat itu juga ia tahu apa yang hatinya telah coba untuk mengatakan kepadanya sejak begitu lama. Tanpa ia disadari, Siwon telah jatuh cinta pada istrinya. Perempuan yang paling setia dan juga sangat lembut, Park Hyora.

‘Aku mencintaimu, Hyora …’

‘Aku sangat mencintaimu …’

‘Jangan tinggalkan Aku, Hyora …’

‘Tolong Tuhan, jangan membuat dia meninggalkan Aku …’

‘My Lovely Park Hyora …’

Iklan

55 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 8 of 13)”

  1. uakkhhh….
    akhrnyaaa….stlh skian lma menanti,,publish jga ni ff….
    hmm mnurut aku udh ckup pnjang koq..
    aku bner” kngen m crita.a,,..

    speechless!!
    ngbayangin wonnie histeris kyk gtu,,bner” ngrasa sakit sndiri..hhe
    feel.a smua.a dpet,,rasa kecewa,,berslah,,marah n rsa tkut,,smua.a tersampaikan dgn sgt baik!!
    daebak deh bwt author.a…!!

    mga hyora g knpa”,,ttp mnjadi prmpuan tangguh n bsa mmbri maaf buat wonnie..
    amiinn..

    ok chingu…teramat sgt ditunggu next part.a..

  2. daebak,,,,
    hiks,masih sedih bacanya…
    semua yg dirasakan hyora sekarang udah dimengerti sama siwon

    sebenernya msih penasaran krn blum baca part 7 yg full version,aq pny pwnya tpi koq g bisa dbuka sih,,,

    dtggu next partnya y,,,,

  3. wow…….g bs komentar!!!!!
    bagus bngt…..
    apakah penyesalan siwon sdh terlambat?????
    Lanjutkan.

    bwt intan smoga msk SNMPTN. Amien.

    gomawo^_^

  4. Onni,,
    semoga lulus ya 😀

    Ehm… tuh kan,,pasti siwon nyesel and… The last??
    msh ad bbrpa chapter,,ap yg akn t’jdi kah?? chapter slnjt.a aq tunggu ya onni 🙂

  5. Wohooo! Finally! Part ni muncul jg..
    Asli! Bacanya bkin nyesek! Sediiih..
    Akhirnya siwon sadar jg..
    Hm.. Smoga next part ga lama..
    Sukses jg buat translatornya! 🙂

  6. akhirnya muncul juga.. setelah sekian lama aku menunggu *lebe*… apa yang terjadi?? apa hubungan kyu ma hyora n siwon???? penasaran.. aku ingin tahuuuu next part jgn lma2 ya

    1. hhe , mian ya aku updatenya lama ..

      kalo hub kyu ma hyora itu , kyu adek iparnya hyora .
      kan kyu suaminya hyorim , hyorim itu adenya hyora .

      ok , aku usahain secepatnya ko ..

      gomawo ya uda baca ..

  7. tuhkan bnr.. nangis.. aku gk tau ini jam brapa, tp yg aku tau aku baca ini dini hari (skitar jam 2,atau 3an)

    aku nangis pagi” gini..
    untungnya d kamar, jd gk ketauan..

    hikks..hikks..
    waw, trnyta yg d ganti Kyu jd pemilik toko game, bukannya Salon..

    lanjut ah..

    mau tau bagaimana smua jd kebalikannya, siwon jd hyora, hyo ra jd siwon..
    Fighting..!! trus translate-in ya, !!!

    1. hua , jam 2 masih baca ff ?
      kalo aku jam segitu malah tidur . *curhat*

      iya , karakternya aku bingung kalo kyu jdi tukang salon .
      hhi .

      maksudnya kebalikan gimana ??

      gomawo ya udah baca ..

  8. Wah…, akhirnya keluar jg… Udah lama nich… Siwon oppa baru sadar bhw cinta ama hyora… Moga2 happy ending dech…

  9. huwaaaa, kangen banget sama cerita ini. siwon menyesal banget yah? semoga hyora gak kenapa-kenapa 🙂
    (aku doain semoga onnie masuk ya :D)

  10. Huft stelah lma mNunggu,, aq snang sklgus sdih pda chap ni,coz siwon dah mrskn pRasaan eank ssungh.na ma hyora ktika hyora sakiet,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s