Difficult To Say Love Chapter 6

Author : Sussan Doank

Difficult To Say Love Chapter 6

Tags : Cho kyuhyun, Choi Siwon, Yesung, Hankyung, Superjunior

Genre. Romance, Family, Friendship

Kyuhyun POV

Untuk kesekian kalinya aku membanting stik PS ku ke lantai. Entah mengapa hari ini aku tak bersemangat untuk bermain PS, padahal biasanya aku selalu bersemangat bila sudah menyangkut dengan game. Lebih baik aku pergi ke rumah yesung hyung saja untuk bermain.

Sesampainya aku di rumah yesung hyung aku langsung mengetuk pintu rumahnya, sudah hampir 10 menit aku mengetuk pintu rumahnya tapi tak kunjung ada jawaban dari dalam. Akhirnya aku berniat untuk langsung masuk saja siapa tahu yesung hyung tidak mendengarnya dan pintunya tidak terkunci. Dan sesuai dugaanku pintunya memang tidak terkunci, aku pun masuk tanpa seizin dari yang punya rumah. Yah biarlah!!. Ketika aku akan memasuki ruang tengah aku mendengar suara namja dan yeoja sedang berbicara dan ku yakini suara yeoja itu milik mee yon, tapi dia sedang berbicara dengan siapa? Aku yakin suara namja itu bukan suara milik yesung hyung karena aku mengenal suara yesung hyung. Karena aku penasaran aku berniat untuk mengintip ruang tengah. Dan benar saja aku melihat disana ada mee yon dan seorang namja yang aku tidak tahu tengah berbicara.

“Saranghae Mee yon…”, ucap namja itu samar-samar terdengar olehku.

DEG!!

Perasaan apa ini kenapa perasaanku tiba-tiba seperti tersambar petir ketika namja itu mengucapakan kalimat itu kepada mee yon. Aku mencoba menepis perasaan itu dan mempertajam pendengaranku. Memang salah aku melakukan hal ini tapi entah mengapa aku penasaran dengan jawaban yang akan diberikan mee yon pada namja itu.

“Mee yon, gwaechana..”, ucap namja itu lagi seraya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah mee yon.

“N-ne, oppa nan gwaenchana”, ucap mee yon terbata-bata. Aku melihat mee yon sangat terkejut dengan apa yang namja itu katakan kepadanya beberapa detik yang lalu. Tetapi selang beberapa menit wajah mee yon berubah menjadi biasa.

“Hahahaha…. oppa bercanda kan. Sekarang bukan bulan april kan oppa”, lanjut mee yon disertai tawa yang menggelegar.

‘Yeoja itu sebenarnya Pabbo atau apa sich, sudah jelas-jelas namja itu serius menyatakan perasaannya padanya. Dasar mee yon Pabbo!!’ Batin ku

“Oppa tidak bercanda, oppa benar-benar suka padamu, sebenarnya sudah lama oppa memendamnya”, ucap namja itu lagi seraya menggenggam tangan mee yon dan diletakkan di dadanya.

Lagi-lagi perasaan ini muncul lagi ketika aku melihat namja itu menggenggam tangan mee yon. Sebenarnya aku kenapa, apa aku terkena serangan jantung ringan.

“Kau merasakan detak jantungku?!?”, tanya namja itu dan mee yon hanya mengangguk kecil.

“Tiap kali oppa dekat denganmu, oppa selalu merasakan hal seperti ini. Jadi percayalah pada oppa”, ucapnya lagi dan lebih meyakinkan, mee yon hanya terdiam mendengarkan namja itu berbicara. Mee yon segera menarik tangannya dari genggaman namja itu dan berdiri.

“Mian oppa”, kata terakhirnya, kemudian aku melihat mee yon berlari menuju kamarnya. Dan namja itu hanya terdiam melihat mee yon yang berlari meninggalkannya.

xxxxxxx

Mee Yon POV

Aku menjatuhkan tubuhku ke atas kasur. Mataku menerawang langit-langit kamar yang berwarna putih. Aku mencerna kata-kata yang Han oppa katakan padaku beberapa menit yang lalu. Aku tidak  menyangka kalau Han oppa memiliki perasaan padaku, selama ini aku tidak pernah menyadarinya karena aku menyangka perlakuannya terhadapku selama ini hanya perlakuan seorang kakak kepada adiknya tapi ternyata pikiranku salah. Akhirnya aku tenggelam dalam pikiranku sendiri dan tertidur.

Keesokkan harinya…

“Kau sudah bangun Mee yon?”, ucap yesung oppa ketika melihatku menghampirinya yang sedang membuat sarapan di dapur.

“Ne oppa”, kataku.

“Loch oppa pulang jam berapa semalam? Aku kok tidak mendengar oppa datang”, tanyaku karena aku ingat semalam Han oppa mengatakan kepadaku kalau yesung oppa tidak akan pulang.

“Baru saja oppa datang, kenapa kamu kangen pada oppa?”, ucap yesung oppa sambil mengerlingkan sebelah matanya, genit.

“Siapa bilang aku kangen padamu oppa. Hanya saja tumben oppa meninggalkan aku sendiri di rumah. Hemm… maksudku bukan sendiri sich karena ada Han oppa yang menemaniku,, hehe…” kataku yang membuat yesung oppa menggembungkan pipinya, kesal.

“Loch Han oppa mana, kok tidak kelihatan?” lanjutku ketika sadar aku tidak melihat Han oppa dimana-mana. Karena biasanya kalau ada yesung oppa disitu pasti ada Han oppa.

“Tadi dia langsung pulang ketika oppa pulang, katanya dia terburu-buru karena mau mengantarkan Chi ju ke suatu tempat”, jelas yesung oppa. Dan aku hanya membulatkan mulutku tanda mengerti.

“Hemmm…. oppa aku ingin mengatakan sesuatu mengenai Han oppa”.

“Mworago?!?”.

Apa sebaiknya aku mengatakan apa yang Han oppa katakan kepadaku semalam. Tapi aku takut kalau yesung oppa marah. Apa aku tunda saja ya, tunggu sampai waktunya tiba. Ya sebaiknya begitu.

“Tidak jadi dech oppa”, kataku seraya menyendokkan nasi goreng yang baru di sajikan oleh yesung oppa.

“Dasar”, kata yesung oppa singkat dan menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.

“Mee yon berhubung hari ini libur. Bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar?”, ajak yesung oppa.

            xxxxxxx

Lagi-lagi Kyuhyun oppa datang kerumahku lagi dengan alasan untuk menemani yesung oppa bermain game. Ini kesempatanku untuk mencari tahu, jangan sampai aku menghilangkan kesempatan ini. Aku melihat kyuhyun oppa sedang menuju dapur untuk mengambil minuman dan beberapa snack. Setelah selesai dia kembali ke kamar yesung oppa dengan makanan dan minuman yang di bawanya dari dapur. Ini kesempatanku untuk menguping pembicaraan mereka.

“Hyung aku mau bertanya sesuatu?”, tanya kyuhyun oppa memulai pembicaraan mereka.

“Ne, bertanya apa? Apa ini berhubungan dengan Mee yon”, ucap yesung oppa samar-samar karena sepertinya dia berbicara sambil makan. Tapi aku mendengar yesung oppa menyebut-nyebut namaku. Aku pun semakin merapatkan telingaku ke daun pintu kamar yesung oppa.

“Kau sedang apa, Mee yon?”, tanya seorang namja di belakangku. Aku pun mendongakkan kepalaku dan senyum-senyum geje.

“Ha- Han Op-pa!!”, kataku gugup. Entahlah semenjak kejadian kemarin malam aku jadi gugup bila bertemu dengan Han oppa.

“Kau sedang apa di depan kamar yesung?”, tanya han oppa sekali lagi.

“Hehehe… hem… a-aku se-sedang tidak melakukan apa-apa kok oppa. A-aku pergi du-lu ya op-pa”, kataku lalu berlalu darinya, menuju kamarku.

Aaiissshhhh~ kenapa selalu saja ada gangguan sich. Menyebalkan!!. Dan sekarang bagaimana caranya aku untuk mencari tahu. Pikiranku mulai beralih kepada Han oppa.

‘Kenapa Han oppa tiba-tiba datang? Mengagetkanku saja. Apa dia kesini untuk memberitahukan kepada yesung oppa kalau dia menyukaiku. Bagaimana kalau itu benar, aku harus segera ke kamar yesung oppa sebelum han oppa mengatakan semuannya’ gumamku. Ketika aku membuka pintu kamarku, aku mendapati han oppa sudah berdiri di depan pintu kamarku. Dan aku pun kembali gugup.

“Ekkhh, Han op-pa kena-pa a-da di de-pan kamarku?”,tanyaku gelagapan.

“Oppa menungu jawabanmu, mee yon. Oppa harap kau menjawabnya, jangan buat oppa menunggu lebih lama lagi”, ucap han oppa to the point dengan tatapan mata yang menandakan dia sedang serius.

Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku karena aku tak tahu harus menjawab apa. Jujur Han oppa adalah seorang namja yang terbilang cukup populer dikalangan para yeoja, aku tahu itu dari Chi ju. Aku memang menyukainya tapi aku bingung apa aku mencintainya seperti ia mencintaiku. Oh God!! Help me, please…

“Loh Hankyung sedang apa kau di situ. Apa kau sedang menggoda adikku lagi?”, tanya yesung oppa yang baru keluar dari kamarnya di ikuti kyuhyun oppa dibelakangnya dan segera berjalan mendekati kami.

Syukurlah ada yesung oppa, kalau tidak aku mungkin sudah mati berdiri. Jeongmal gomawo yesung oppa.

“Aku hanya berbicara dengan mee yon saja karena aku kangen padanya,, hehe…”, kata han oppa sambil tertawa seperti biasa. Cepat sekali dia merubah sikapnya. Tapi tunggu sepertinya han oppa tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian tadi malam. Buktiya han oppa berbohong pada yesung oppa.

“Loch siapa yang ada dibelakangmu?”, tanya han oppa kepada yesung oppa ketika dia menyadari ada seseorang yang berada di belakang yesung oppa.

“Hem,,kyuhyun, cho kyuhyun imnida”, kata kyuhyun oppa seraya membungkukkan badannya.

“Hankyung imnida”, balas han oppa.

“Kyuhyun, sunbaenya mee yon di sekolahnya, sekaligus patnerku bermain game”, jelas yesung oppa.

“Dan hankyung ini temanku sejak kecil sekaligus oppa nya chi ju, sahabatnya mee yon”, lanjutnya kepada mereka berdua.

“Aku permisi pulang dulu, hyung”, ucap kyuhyun oppa pamit.

“Aku duluan mee yon”, lanjutnya pamit kepadaku.

“Ne, hati-hati dijalan”, kata yesung oppa kepada kyuhyun oppa.

Ini hanya perasaanku saja atau bukan. Tapi aku merasa tatapan kyuhyun oppa kepada han oppa sangat dingin. Ada apa dengan kyuhyun oppa?. Hah!! Aku jadi ingat kembali akan rencanaku untuk mencari tahu alasan kyuhyun oppa selalu datang ke rumahku. Lebih baik aku tanya langsung kepadanya walaupun pasti dia akan menjawab dengan jawaban yang sama seperti tempo hari, tapi aku akan memaksanya.

“Yesung oppa, aku keluar sebentar”, pamitku pada yesung oppa. Sebelum mendengar balasan yesung oppa, aku langsung berlari keluar rumah mengejar kyuhyun oppa.

“OPPAAA!!!”, teriakku menghentikkan kyuhyun oppa dan membalikkan badannya.

xxxxxx

Kyuhyun POV

Seperti biasa hari ini aku bermain ke rumah yesung hyung untuk bermain game. Aku beranjak keluar kamar yesung hyung untuk mengambil minuman dan beberapa snack untuk aku makan bersama yesung hyung. Di ruang tengah aku melihat mee yon sedang serius menonton TV. ‘Apa dia tidak sadar kalau aku datang? Sejak aku datang, dia sama sekali tidak menyapaku’, batinku. Buat apa aku memikirkan hal itu, lebih baik aku segera kembali ke kamar yesung hyung untuk menyelesaikan permainan kami.

Tiba di kamar yesung hyung, seperti biasa dia sedang bermain bersama kura-kura kesayangannya. ‘Dasar hyung yang aneh’, batinku. Aku pun menaruh 2 gelas minuman dan snack di meja sebelah tempat tidur dan melanjutkan permainanku.

Beberapa menit kemudian aku teringat dengan kejadian yang aku lihat kemarin malam. Aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada yesung hyung tentang namja itu.

“Hyung aku mau bertanya sesuatu?”, tanyaku yang berhasil membuatnya menghentikan kegiatannya dan beralih kepadaku.

“Ne, bertanya apa? Apa ini berhubungan dengan Mee yon”, ucap nya  dengan mulut penuh dengan snack yang aku bawa, tapi masih terdengar jelas di telingaku.

“Ani, apa selain hyung dan mee yon yang tinggal disini ada seseorang lagi yang tinggal disini?”, tanyaku ragu-ragu.

“Ani, di rumah ini hanya ada kami berdua. Kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?”.

“Tidak apa-apa kok, hyung”. Aku tak berani untuk menanyakan lebih jauh mengenai namja itu. Lebih baik aku tunda dulu, lambat laun aku pasti akan tahu walau secara tak langsung. Sebenarnya aku ingin sekali tahu ada hubungan apa namja itu dengan mee yon.

Aiiissshhh~ pikiranku selalu kacau bila aku sudah memikirkan mengenai mee yon. Aku baru sadar ternyata aku memang menyukainya bahkan aku mencintainya. Entah apa yang dimiliki yeoja itu sampai-sampai aku bisa menyukainya, padahal yeoja itu sangat kasar, dingin dan sifatnya tak ada manis-manisnya sama sekali. Semakin dipikir kepalaku semakin sakit, lebih baik aku pulang saja lagipula ini sudah malam.

“Hyung aku pamit dulu, ini sudah terlalu malam”, pamitku.

“Baiklah aku antar sampai depan”.

“Gomawo, hyung”.

“Gwaenchana”.

Kami pun beranjak keluar kamar yesung hyung. Tetapi langkah kami terhenti ketika kami melihat ada seorang namja sedang berbincang-bincang dengan mee yon di depan kamar mee yon.

“Loh Hankyung sedang apa kau di situ. Apa kau sedang menggoda adikku lagi?”, tanya yesung hyung kepada namja itu.

Itu namja yang aku lihat bersama mee yon kemarin malam, dan sedang apa dia di sini?. Jangan-jangan dia menagih jawaban yang belum sempat mee yon jawab kemarin.

“Aku hanya berbicara dengan mee yon saja karena aku kangen padanya,, hehe…”, kata namja yang ternyata bernama hankyung itu sambil tertawa.

“Loch siapa yang ada dibelakangmu?”, tanyanya kepada yesung oppa ketika dia melihatku yang berada tepat di belakang yesung hyung.

“Hem,,kyuhyun, cho kyuhyun imnida”, kataku memperkenalkan diri seraya membungkukkan badan.

“Hankyung imnida”, balas namja itu.

“Kyuhyun, sunbaenya mee yon di sekolahnya, sekaligus patnerku bermain game”, jelas yesung hyung kepada namja itu.

“Dan hankyung ini temanku sejak kecil sekaligus oppa nya chi ju, sahabatnya mee yon”, lanjutnya menjelaskan kepadaku.

Oohhh…. jadi namja yang bernama hankyung ini teman kecil yesung hyung pantas saja terlihat akrab dengan mee yon sampai-sampai dia memiliki perasaan kepada mee yon. Aku sangat tidak suka melihat wajahnya.

“Aku permisi pulang dulu, hyung”, pamitku buru-buru karena aku tidak ingin berlama-lama lagi di sini berhubung ada namja itu.

“Aku duluan mee yon”, lanjutku kepada mee yon dan berbalik hendak keluar.

“Ne, hati-hati dijalan”, kata yesung hyung.

Sungguh aku benar-benar benci melihat wajahnya itu, ingin sekali rasanya aku memukul wajahnya itu setiap kali aku mengingat kejadian kemarin malam. Aku menendang batu-batu yang ada di jalanan untuk melampiaskan kekesalanku. Ketika aku hendak belok di persimpangan jalan aku mendengar ada seseorang yang memanggilku dari kejauhan.

“OPPAAA!!!”, teriaknya dan aku pun membalikkan badannya ke sumber suara itu.

 

Mee Yon POV

“Haah.. haah… kau cepat sekali jalannya oppa. Aku sampai lelah mengejarmu”, kataku seraya mengatur nafasku.

“Ada apa Mee yon?”, katanya sambil mengernyitkan sebelah matanya, melihatku yang tiba-tiba mengejarnya.

“Bisa kita berbicara sebentar oppa, aku ingin menanyakan sesuatu padamu?”. Kami pun pergi menuju taman yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.

“Kau mau berbicara apa? Cepat ini sudah malam”, tanya kyuhyun oppa setibanya kami di taman dan duduk di salah satu bangku di sekitar taman itu. Seperti biasa dengan nada yang dingin.

“Aiisshh~ ini kan masih jam 8, belum terlalu malam”, ucapku tak kalah dingin.

“Ne, ne apa yang akan kamu bicarakan?”.

“Tapi sebelumnya oppa harus berjanji untuk menjawabnya dengan jujur”.

“Ne. Jadi apa yang ingin kau bicarakan”, katanya yang terlihat mulai kesal.

“Begini sebenarnya apa yang oppa lakukan setiap kau ke rumahku dengan yesung oppa?”, tanyaku selidik.

“Bukankah aku pernah mengatakannya kepadamu, kalau aku hanya bermain game dengan yesung hyung saja”, jawabnya.

“Bohong aku tidak percaya!!”, kataku yang mulai kesal.

“Aku tidak bohong!!! Sebenarnya kau mau aku menjawab apa? Apa kau mengharapkan aku menjawab, kalau aku setiap hari ke rumahmu untuk melihatmu, begitu”, ucapnya dengan nada yang sedikit lebih tinggi.

“Bukan begitu, hanya saja aku merasa ada yang kalian sembunyikan dariku!!”, teriakku.

“Kalau kau hanya ingin menanyakan hal ini, lebih baik aku pulang saja”, katanya yang nada bicaranya sedikit lebih rendah dan hendak pergi. Tapi langkahnya berhenti ketika aku menarik lengan bajunya.

“Ada apa lagi? Lebih baik kau urus urusanmu sendiri, jangan mengurusi urusan orang lain!!”, katanya dan menepis tanganku yang memegang lengan bajunya.

Kyuhyun oppa pun beranjak meninggalkanku sendiri di taman. Aku tak percaya dia berkata seperti itu, padahal aku bertanya baik-baik tapi dia menjawabnya dengan emosi. Sebenarnya ada apa dengannya. Sebaiknya aku kembali kerumah sebelum yesung oppa mencariku.

xxxxxxx

Chi ju POV

“Oppa sebaiknya kembali ke kelas sebelum mee yon datang”, kata ku kepada siwon oppa ketika kami sedang mengobrol di kelasku.

“Sebentar lagi chagi, aku masih ingin berdua denganmu”, ucapnya manja.

Ya sebenarnya namjachinguku selama beberapa minggu ini aku ceritakan kepada mee yon adalah siwon sunbae. Yang dulu sebelum aku jadian  aku sempat merengek-rengek kepada mee yon untuk mendekatkanku padanya, tapi sebelum mee yon mendekatkanku dengan siwon oppa, siwon oppa telah menyatakannya perasaanya duluan kepadaku. Aku tidak menyangka kalau siwon oppa memiliki perasaan yang sama denganku.

Flashback

Aku menunggu mee yon selesai rapat, daripada aku bosan menunggunya aku bermaksud untuk meminjam buku di perpustakaan dan membacanya di kelas. Dalam perjalanan menuju perpustakaan aku berpapasan dengan siwon sunbae yang hendak menuju ke ruang rapat, ketika jarak kami semakin dekat, tiba-tiba siwon sunbae menahanku.

“Chi ju~shi pulang nanti ada yang ingin aku katakan, jadi tunggu aku di gerbang dan kita pulang bersama”, ucapnya sambil mengerlingkan sebelah matanya yang hampir membuatku pingsan di tempat.

Setelah mengatakan itu siwon sunbae berlalu dari hadapanku. Dan aku masih diam terpaku ditempat tak percaya dengan kejadian yang saja terjadi di hadapanku. Aku pun mencubit kedua pipiku, mungkin saja hanya mimpi dan “Aaww…” Ini ternyata bukan mimpi. Aku langsung cengar-cengir sendiri ketika sadar bahwa ini adalah kenyataan. Dan aku tidak mempedulikan pandangan orang-orang yang melihatku dengan tatapan aneh.

Setelah selesai rapat, dengan terburu-buru aku berlari ke gerbang untuk menemui siwon sunbae. Tak lama aku menunggunya, dia pun datang dan tersenyum kepadaku. Kamipun berjalan meninggalkan sekolah. sebelumnya aku sudah mengirim pesan singkat kepada mee yon bahwa aku sudah pulang duluan.

Di perjalanan pulang untuk beberapa menit kami terdiam. Dan siwon sunbae pun segera memecahkan keheningan diantara kami dengan mengatakan sesuatu yang membuat mataku hampir keluar dari tempatnya. Dia mengatakan sesuatu yang sebelumnya ingin aku katakan kepadanya terlebih dahulu. Dia mengungkapkan perasaannya padaku. Lagi-lagi aku mencubit pipiku sendiri, takut-takut kalau ini hanyalah mimpi. Aku tak menyangka kalau ternyata siwon sunbae memiliki perasaan yang sama seperti ku. Dan lagi-lagi kami memiliki kesamaan yaitu kami sama-sama saling menyukai pada pandangan pertama. Sejak hari ini kami resmi berpacaran, tetapi hubungan kami dirahasiakan dari mee yon dan kyuhyun sunbae sahabat siwon sunbae.

Flashback End

Begitulah ceritanya bagaimana aku bisa jadian dengan siwon oppa. Dan kini kami sedang melakukan sebuah rencana untuk mendekatkan mee yon dengan kyuhyun sunbae. Rencana pertama memang gagal, ketika siwon oppa meminta tolong kepada mereka untuk menemani kami kencan di taman ria. Dan rencana kami selanjutnya yaitu mendekatkan mereka di pesta kejutan ulang tahun mee yon, dan kami pun bekerjasama dengan yesung oppa untuk menyukseskan rencana ini, dan kalian tau apa. Ternyata yesung oppa sangat mendukung rencana kami ini.

“Oh ya, chagi. Apa kau sudah menyiapkan untuk pesta kejutan mee yon?”, tanya siwon oppa menggagetkanku karena tadi aku sempat melamun.

“Tenang saja oppa. Aku sudah menyiapkan semuanya. Tinggal bagian oppa mengurus kyuhyun sunbae”.

“Soal kyuhyun, kau tidak usah cemas”.

“Sudah oppa sebaiknya  oppa kembali ke kelas mee yon sudah datang”, kataku ketika melihat mee yon dari balik jendela dekat tempatku duduk, sedang menuruni mobil Ford putih milik yesung oppa dan memasukki gerbang.

“Baiklah kalau begitu, chagi aku ke kelas dulu”, ucap siwon oppa seraya mengacak rambutku pelan. Dan aku hanya tersenyum melihatnya melenggang pergi meninggalkan kelasku. Alangkah bahagianya aku memiliki namjachingu seperti siwon sunbae yang begitu perhatian. Aku pun kembali tersenyum mengingat akan dirinya. Tetapi sesaat kemudian senyumanku pudar seraya mee yon mengagetkanku.

“Apa yang membuatmu bahagia sampai-sampai kau senyum-senyum begitu?”, tanya mee yon ketika dia sudah duduk di hadapanku.

“Anii.. aku hanya ingat film komedi yang aku tonton semalam, hehe…”, ucapku bohong.

“Ooohhh…”.

Huft~ Syukurlah mee yon percaya kepadaku dan tidak menanyaiku macam-macam. Tapi aku merasa ada sesuatu yang berbeda dari mee yon. Hari ini dia terlihat sangat tidak bersemangat.

“Hemm… mee yon tumben kau tidak bersemangat. Apa kau bertengkar lagi dengan kyuhyun sunbae atau yesung oppa memarahimu?”, tanyaku melihat raut wajahnya yang di tekuk itu.

“Ani, aku tidak sedang dimarahi oleh yesung oppa. Kau kan tahu sendiri yesung oppa sangat anti memarahiku. Dan kalau aku sedang bertengkar dengan kyuhyun sunbae apa kau pernah melihatku sampai seperti ini?”, jawabnya diikuti dengan gelengan kepalaku.

“Jadi kau kenapa?”, tanyaku penasaran karena dugaanku sebelumnya salah.

“Malam sabtu kemarin Han oppa menyatakan perasaannya padaku dan han oppa menunggu jawabannya dariku. Itu yang membuatku tak bersemangat hari ini, aku bingung harus menjawab apa. Aku ingin meminta masukkan dari yesung oppa tapi aku takut, kau kan tahu sendiri yesung oppa kalau han oppa sedang mengerjaiku yesung oppa langsung marah pada han oppa. Apalagi kalau yesung oppa tahu kalau han oppa menyatakan perasaannya padaku mungkin han oppa akan dicincang oleh yesung oppa”, katanya panjang lebar dan membuatku menganga.

“Tadi kau bilang siapa, Han oppa menyatakan perasaannya padamu, Apa aku tidak salah dengar?”, tanyaku tak percaya dengan apa yang aku dengar darinya.

“Kau tuli ya?”.

“Ani hanya saja aku takut salah dengar saja”.

Mee yon kembali terdiam lebih tepatnya melamun. Dan aku pun ikut melamun karena tak menyangka kalau han oppa memiliki perasaan kepada mee yon. Tapi sejak kapan han oppa memiliki perasaan kepada mee yon, dan kenapa han oppa tidak pernah memberitahuku sama sekali. Kalau sudah begini aku jadi bingung sendiri, padahal aku punya rencana untuk mendekatkan mee yon dengan kyuhyun sunbae tapi ternyata han oppa, oppa ku sendiri menyukai mee yon. Ottokhe?

xxxxxxx

“Oppa, jawab aku. Apakah oppa menyukai mee yon?”, tanyaku kepada han oppa.

“….”, han oppa hanya diam.

“OPPPAAA!!!”, teriakku.

“Aaiisshhh~ kau ini kenapa sich?”, akhirnya han oppa mulai menanggapiku.

“Apa benar han oppa menyukai mee yon?”.

“Kalau benar kenapa dan kalau tidak kenapa?”.

“….”, kini giliranku yang diam tak dapat menjawab pertanyaan han oppa. Aku bingung mau mengatakan apa pada han oppa karena aku menanyakan ini tanpa mempersiapkan jawabannya terlebih dahulu.

“Hemm…. aku hanya mau bilang. Oppa jangan coba-coba mendekati mee yon”, kataku asal.

“Apa sekarang kau tertular penyakit yesung itu sampai-sampai oppa tidak boleh mendekati mee yon. Ayolah chi ju kau kan yeodongsaengku, masa kau tidak memperbolehkan oppa mu ini untuk mendekati mee yon. Apa kau mau menyiksa perasaan oppa mu ini, oppa sudah lama menyukai mee yon sejak dulu”, kata han oppa panjang lebar.

Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tidak mungkin membuat han oppa sedih tapi disisi lain aku ingin menyatukan mee yon dengan kyuhyun sunbae. Kalau sudah begini sebaiknya aku harus bagaimana. Apa aku akan tetap melaksanakan rencanaku untuk mendekati mee yon dengan kyuhyun sunbae atau mendukung han oppa untuk mendekati mee yon. Daripada aku bingung memikirkan ini sendiri lebih baik aku meminta saran dari siwon oppa.

“Hey!! Chi ju kau belum menjawab oppa. Jangan pergi dulu”, teriak han oppa ketika tiba-tiba aku ngibrit dari hadapannya dan menuju keluar rumah untuk menemui siwon oppa.

To : Nan saranghae

Oppa ada yang ingin aku bicarakan. PENTING!!! Aku tunggu di taman dekat rumahku. Palli!!

Send.

Tak sampai 10 menit siwon oppa sudah datang dengan motor sportnya. Siwon oppa pun melepaskan helm nya dan menghampiriku yang sedang duduk tak jauh dari tempat diparkirnya motor siwon oppa.

“Ada apa chagi kau menyuruhku cepat-cepat datang, apa kau kangen padaku”, kata siwon oppa setelah duduk disebelahku.

“Bukan itu oppa, aku memanggil oppa karena ada masalah yang sangat penting yang harus oppa tahu”.

“Masalah apa, chagi. Apa ini berhubungan dengan pesta kejutan ulang tahun mee yon?”.

“Bukan oppa tapi ini masalah yang lebih penting daripada itu. Ternyata oppa ku, Hankyung oppa, dia menyukai mee yon. Han oppa sudah menyukai mee yon sejak dulu. Jadi aku bingung apa yang harus aku lakukan apa aku harus meneruskan rencana kita atau aku mendukung han oppa. Aku butuh saranmu oppa?”, kataku lirih.

“Kenapa kau harus ambil pusing, kita tidak perlu membatalkan rencana kita tapi bukan berarti kau tidak mendukung oppamu untuk mendekati mee yon. Lebih baik kita mendukung keputusan yang akan diambil oleh mee yon nanti”, ucap siwon oppa bijak. Tak salah aku menyukai namja seperti siwon oppa yang dapat menenangkanku ketika aku sedang memusingkan suatu hal.

“Apa kau masih mau melanjutkan rencana kita, chagi?”, lanjut siwon oppa.

“Baiklah”, kataku seraya tersenyum padanya.

Benar juga apa yang dikatakan siwon oppa, untuk apa aku memusingkan masalah ini. Sebaiknya aku mendukung keputusan yang akan di ambil mee yon nanti.

 

~To Be Continued~

5 thoughts on “Difficult To Say Love Chapter 6”

  1. waaaaaah makin seru aja neh.
    Ternyata han oppa juga suka ma meeyon. Hmhmhm -,-

    ooooh begitu cerita jadian siwon ma chu ji. Hmhmhm #manggut2

    makin seru aja deh. Lanjuuut yoook… ^^,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s