Love Song (Part 2)

Genre/category : romance, comedy

Ratting : all ages

Type: continue.

Admin : author freelance

Author : yunsae_imas

Tag: super junior, kyuhyun, shinee, kibum key, elf.

 

Cast: super junior, shinee, 2pm, big bang.

Main cast : Cho Kyu-Hyun 규현 , Yoon Min-Ah 민앟 , Kwon Ji-Yong 지용 (G-Dragon), Henry Lau, Min Chae-Ri 채리, Kang Hyeon-Ri 현리.

 

 

 

—sebelumnya di Love Song (Part 1)—

Aigoo…, mianhae oppa,” dia diam seribu bahasa terus sih (lebay=mode on).

Gwaenchana.., mereka yang menyuruhku menemanimu. Malah aku yang bingung, kita dari tadi hanya diam saja sih,” aku langsung menundukkan kepalaku. Sedikit tidak berani karena aku baru tau orang ini mempunyai senyum yang ‘xxx’. Itu kata-kata terlarang untuk ku ucapkan.

Assh! Sekarang jadi aku yang bingung sendiri. Mianhae,” aku masih tidak berani menatap wajahnya yang putih itu. Meskipun dia kalah bersih dari aku. Andwae! Kenapa aku agak gugup ya? Hey, yang lainnya lama sekali -.- aku…….

 

—Love Song (Part 2)—

“Hmm.., kau tau permainan ‘starcraft’?” tanyanya dengan penuh antusias. Kok jadi menanyakan game sih? Apa nyambungnya?

A..ani..yo, oppa,” mukanya mengerut, sepertinya dia menyukai game ini.

“Aaah, sudah ku duga,” dia melirik jam sudah lebih dari 15menit mereka belum keluar juga. Sebenarnya kami jadi berangkat apa tidak sih?

“Tapi.., temanku ada yang sering memainkannya,” orang ini kelihatannya mempunyai suara yang bagus. Kemarin waktu aku mendengarkan lagu ‘heartquake’ aku suka sama orang yang menyanyikannya, benar-benar bening suaranya.

Jjinjjayo?” mukanya sekarang terlihat senang. Omo! Dia tersenyum lagi. Asssh!

Tapi, aku tidak begitu akrab dengannya. Dia kakak kelasku sih,” kurasa dia tercengang. Bicaraku menyeret-nyeret seperti biasa, kira-kira mudeng ga ya dia?

Mianhae, mwo?aigooya~! Dia memang bingung dengan yang aku katakan.

“Dia itu subaenim-ku,” dia mengangguk-angguk sambil bingung apakah dia sedang aku permainkan.

“Aaa~ ini dia, kalian masih disini?” tanya Lee Teuk oppa diikuti Dong Hae oppa.

Kajja~,” Dong Hae oppa menarikku agar berada dibarisan depan. Aku sempat melirik kebelakang, mereka rapi sekali. Padahal aku hanya tamu yang tidak kenal siapa-siapa disini kecuali Ji-Yong itu.

*Don’t feel like doing anything (turuuru tururuuu) I just wanna lay in my bed~*

“Yaa! JiYong-ah~? Oh, aku sedang berkunjung ke tetangga. Besok saja kalau mau datang, lagian kamu sibuk kan?” semua mata tiba-tiba menuju kearahku. Mungkin mereka kira bahasaku ini bahasa alien kali ya? Sampai-sampai terdiam seperti ini.

“Alright, I’ll be right there tomorrow, bye,” hanya terdengar suaraku dan Ji Yong. Yang lainnya masih ikut terdiam.

“Ayo lanjutkan jalannya,” YeSung oppa mendahului didepanku bersama Ryeo Wook oppa sambil memegangi telinganya. Sementara saat aku menoleh kebelakangku Kyu Hyun oppa tersenyum lalu diam kembali. Dan aku pun melanjutkan kemudian melanjutkan langkahku mengikuti mereka yang sudah lumayan jauh. Kira-kira aku mau di ajak kemana ya?

#Super Junior’s Van

“Waah, kalian punya mobil segede ini. Apa ga bosan?” tanyaku yang dapat tempat duduk ditengah-tengah. Rasanya perjalanan akan memakan waktu yang lama, aku harus membuat mataku terbuka. Aku ingat pesan teman sekamarku itu, Hyu Rin. Mungkin akan jadi sementara paparazzi disini. Tiba-tiba…,

“Kita punya barang yang sama ya,” ujar DongHae oppa yang duduk disebelahku. Begitu kulihat barang apa yang sama. Itu ipodku, pemberian kakakku Charlie. Yah, nama yang pasaran, tapi apa boleh buat? Mom ingin sekali memberi nama Charlie,dan aku. Nama korea itu bukan namaku, jujur saja namaku itu Mia. Tapi, nama panjangku tidak akan aku sebutkan. Nanti juga kalian tau itu. Kembali ke cerita.

“Oh ini,” aku hanya tersenyum dan langsung memutar playlist yang baru aku masukkan kemarin secepat kilat. Nah, lagu ini yang paling baik.

“Tapi sepertinya bagusan punya kamu?” ada yang memujiku, lagi. Hah, itu basi.

“Sama saja oppa,” kataku melirik ke arah member lain. Semua tertidur, baru 15 menit perjalanan. Ya ampun! Tidur aja apa ya?

“Itu kelihatan beda,” dia tetap mengelak, seperti ingin tahu saja brapa harga ditempatku.

“Mungkin hanya kelihatannya, aku tidur dulu oppa,” aku menyimpannya kembali kedalam tas dan memejamkan mata. Mungkin paparazzi akan muncul nanti.

#30 minutes later

Yaa! Assh~! omo! Kepala siapa ini? Berani-beraninya dia menjatuhkan diri disampingku? Sempit…, -.- haasssh! Kurang ajar sekali, aku baru enak-enak bermimpi sudah ada yang mengganggu!

Kamu bangun?” Henry oppa yang disamping Dong Hae oppa kelihatannya tidak tidur.

Ah, iya. Ngomong-ngomong kita mau kemana sih?” tanyaku yang masih terhalangi kepala yang baru kulihat kepala si-maknae suju itu. Menyebalkan.

Yang jelas, tempatnya bagus untuk dikunjungi foreign,” kata Dong Hae oppa.

“Ke Lotte World lebih bagus,” Hee Chul oppa menyodorkan sebuah brosur yang kemungkinan tulisannya Lotte World. Aku kan belum mengerti tulisan korea.

“Itu kan tutup hyung! Kenapa ingin kesana?” serentak semua yang bangun itu pun tertawa terbahak-bahak. Hee Chul oppa diam, tapi sepertinya dia biasa saja.

“Kalau kau bisa mengambil kuncinya pasti kita bisa masuk,” Hee Chul oppa bersikeras dan keukeuh dengan keinginannya itu.

“Kita kesini saja,” Lee Teuk oppa tiba-tiba menunjuk sesuatu,tapi tidak terlihat olehku karena itu tepat didepannya.

“Mana hyung?” tanya Dong Hae penasaran karena tempat duduknya yang jauh dibelakang. Aku terdiam tidak tau harus bicara apa, maklum baru mengerti sedikit bahasa alien itu.

“Ini looh, kesini saja,” Lee Teuk oppa menoleh kebelakang dan menyodorkan brosur kecil itu ke Dong Hae oppa.

“Restoran? Bukannya kita baru saja makan?” celoteh Henry oppa yang masih menguletkan diri dipojok mobil. Tapi, emang dia bisa liat? Matanya aja kelihatan tidur. Apa gara-gara kesipitan ya?

“Kan ada karaokenya disana,” kata Lee Teuk oppa sambil menunjuk-nunjuk brosur. Mungkin ada tulisannya kali ya? Aku nggak ngerti, sedih.

Ya! Ssikkeureoweo!!” eiiits, Ryeo Wook oppa sepertinya terganggu. Maklumlah, inikan mobil bukan rumah. Jadi semua kedengaran disini.

Asssh! Sudahlah kalau begitu. Kita ke cheonggyecheon saja hyung,” kata Dong Hae oppa dengan muka kebingungan. Lee Teuk oppa melihat ke arahku, mengisyaratkan ‘tanya saja ke dia’.

“Anything you want, it’s up to you, oppa,” Lee Teuk oppa kembali melihat kedepan sambil menghela napas.

“Baiklah, kita kesana. Dong Hae, apa ada warung mie disana?” nampaknya oppa lapar. Mungkin jatahnya dihabiskan dongsaengnim-nya. Kasian.

“Apa kita mau makan jajangmyeon?” wew! Ini orang denger kata makanan langsung membuka mata lebar-lebar ya? Ckckck,pemakan sejati.

“Tentu saja, kita mau makan apa lagi?” kata Hee Chul oppa yang kelihatan malas dan bersender di kursi lagi.

“Mie aneka rasa itu?” kata Henry oppa. Ini mengigau atau bangun?

“Ya, mungkin menurutmu begitu-,” Kyu Hyun oppa menutup matanya kembali dan dengan enaknya dia…., “-ya~! Assh!” wedew? Kok aku jadi dimarahin? Jelas-jelas aku bukan penyewaan pundak untuk tidur. Ampun deh!

Jadi, kita kemana?” tanyaku dengan polosnya. Si kyuhyun itu langsung menatapku dengan tatapan mengancam. Oh my God!

“Kita ke tempat berudara segar saja. Disana tidak terlalu padat,” kata Lee Teuk oppa.

#Cheonggyeocheon 9 p.m

*Don’t feel like doing anything (turuuru tururuuu) I just wanna lay in my bed~*

Assh! Disaat seperti ini saja handphoneku berbunyi.

“Bonjour ma chérie ~![1]” aaah, ini suara mama.

“Oui maman, c’est Mia. Il ya ce que j’appellerais maman Mia?[2]” semua langsung memperhatikanku dengan tidak enak. Oh iya, aku kan pake bahasa perancis. Mana mereka ngerti?!

“Siapa itu?” tanya Lee Teuk oppa mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti bahasaku.

“Eomma-ku dari Perancis,” kataku menjauhkan diri agar bisa menelfon.

“Mia? Encore entendre maman? Vous avez rencontré votre cousine?[3]” suara mama terdengar sangat jelas. Ini pasti lagi dirumah.

“Oui maman. Mia nouveau dans les rues. Plus tard, maman. Au revoir…[4]-” aku buru-buru menutup telfonnya dan segera bergabung dengan anak-anak super junior itu. “-C’est fini~![5]” ups, semua menatapku dengan muka aneh.

“Maksudnya?” tanya kyuhyun oppa yang tepat disebelahku.

“Oh, maksudku sudah selesai,” aku malu karena keceplosan ngomong bahasa perancis. Hahahaha, mereka kan tidak sefasih aku.

“Yasudah, hyung sudah memesan tempat, yuk,” ajak DongHae oppa yang berada beberapa jarak didepanku.

“Yaa~! Belum-belum sudah banyak sparkyu disana,” HeeChul oppa mulai menggerutu melihat beberapa orang dibawah meneriakkan namanya si-maknae itu.

“Sudahlah hyung, mereka tidak hanya memanggil si KyuHyun ini, tapi juga memanggil hyung,” hibur SiWon oppa yang baru membawakan gelas-gelas untuk kami.

“Minah-ya~! Ayo diminum,” LeeTeuk oppa membuka sebotol soju (minuman khas korea).

Andwaeyo oppa. Aku masih dibawah umur,” aku berjalan mundur menuju meja lainnya sambil menyambar minuman ringan yang ada di kulkas.

“Jangan menyendiri begitulah,” kata Henry oppa yang juga mengambil minuman ringan.

“Kita bikin permainan saja yuk-,” sahut EunHyuk oppa menuangkan botol soju itu ke gelas sampai penuh. “-kalau kalah harus minum ini sampai habis, ya,” lanjutnya menutup botol soju itu.

“Aaa~! Aku tidak ikutan saja ya,” baru selangkah aku mundur. Ternyata ada orang dibelakangku.

“Sudah ikut saja, biar ramai,” suara ini seperti menyuruhku duduk ditempat yang disediakan.

“Ayo mulai,” kata RyeoWook oppa yang tak sabar menanti.

“Yaak!” LeeTeuk oppa yang memutar botol duluan. Yah, dia kan leadernya super junior, selalu dihormati oleh dongsaeng-nya. Oh no! Jangan berhenti didepanku. Jangan~!

#5 minutes later

Aku meninggalkan mereka yang sedang asyik tertawa bersama. Aku kan tidak mengerti apa-apa soal mereka. Kenal saja baru tadi sore. Aah! Sudah tepat tengah malam. Mereka masih betah ya?

Kamu disini?” seseorang yang bersuara berat seperti ini hanya satu yang memilikinya, KyuHyun oppa.

“Yea, Pourquoi?[6]” aku kali ini cuek saja, entah dia mengerti apa yang aku katakan atau tidak.

Kenapa tidak ikut kami, tadi?” tanyanya meneguk gelas kecil yang dibawanya.

Aku belum cukup umur, tidak ada gunanya memaksaku lagi,” ku lihat tawa kecil diwajahnya. Ini adalah pengejekan, payah.

Coba saja,” dia menaruh gelas miliknya itu yang masih tersisa setengahnya sambil melepaskan pandangan kebawah cheonggyeocheon itu.

Kau sering kemari ya, bersama teman-temanmu?” tanyaku menghabiskan kaleng minumanku.

Hanya beberapa kali. Rumahku di daerah nowon. Kadang-kadang aku kemari kalau sedang bersama keluarga,” ia melambaikan tangan ke bawah. Disana banyak sekali gadis-gadis. Tentunya mereka lebih tinggi dariku. Aku kan pendek -.-

Waah, aku baru kali ini melihat pemandangan seperti ini. Biasanya kan pada gak mau menyapa fans sendiri kalau di daerah terbuka seperti ini,” aku yang kurang kerjaan ini malah jadi ikutan melambaikan tangan. Siapa tau ada fansku gitu *ke PD-annya rada2*

“Kenapa kau jadi ikut-ikutan melambaikan tangan? Kau kan yeoja,” dia menurunkan tangannya sambil menarik tanganku.

Hanya ingin merasakan dikagumi saja,” aku tertawa kecil sambil memandang lepas ke depan. Warna-warni lampu yang ada menambah suasana menyenangkan disini.

“Kau ini,” dia bergumam tentang sebuah lagu. Dia kan penyanyi, kalau aku yang bergumam mungkin semua akan tertawa terbahak-bahak *jelek banget nadanya*.

Yaa~!” aku reflek memukul bahunya. Ia bergumam, itu sebuah lagu. Aku pun diam sejenak memperhatikannya.

Chilnyeoneul mannatjyo

Amudo uriga ireoke

Swipgeibyeol haljureun mollatjyo

Geuraedo urineun heeojyeo beoryeotjyo

Ginsigan ssahawatdeon gieogeul namginchae

Urine ojjeom neomu eorin naie

Seororeul manna gidaenneunji molla

Byeonhaegane unuri moseupdeureul

gamdanghagieoryeowonneunjido

ibyeol hamyeonapeudagohadeonde

geureongeotdoneukkilsugae obseotjyo

geujeo geunyang geureon gabwa hamyeodamdamhaen neunde

ureotjyo uuu sigani gamyeonseo naegejun

aswiumegeuriumenaetteutgwaneundareun

nauimameulbomyeonseo -7yearsoflove-

Bagus, aku melamun lagi. Melihatnya menyanyikan lagu in begitu tenang dan menghayati. Ku rasa ia belum menyelesaikan nyanyiannya itu. Tapi, dia langsung menoleh ke arahku. Seakan tau aku memperhatikannya. Dengan wajah kikuk, aku melihat senyum simpulnya itu. Yah, seperti yang HyeonRi bilang kepadaku. Dia memiliki ‘evil-smile’. Cukup!

“Lagunya bagus” gumamku yang agak mengantuk. Suaranya bagus banget *lebay*. Baru kali ini penyanyinya nyanyi didepanku. Kayak di nina bobo-in.

“Lagu ini sangat berarti,” mukanya itu langsung berubah ekspresi menjadi sendu. Seperti ada yang dirindukannya.

Maaf, aku tidak tau artinya,” jawabku polos. Ini bukanlah pertanyaan untukmu Mia!!!

Tak apa, kau kan memang orang baru disini,” dia seperti mengingat sesuatu yang ingin di ingatnya. Matanya itu menangisi suatu hal, yang tidak orang mengerti. Terlihat rindu yang mendalam,sangat mendalam. Kok aku yang jadi paranormal sih? Mia gila aaah!!

Teringat sesuatu?” tanyaku dengan polosnya. Dia sepertinya akan menitikkan air mata. Omo!

Yah, beberapa hal yang sudah berlalu,” dia buru-buru menutup mukanya, dia ingin menangis. Tapi menangisi apa?

Assh! Mianhaeyo, harusnya aku tidak bertanya-tanya,” daripada aku yang menangis karena terharu atau kelilipan tak sengaja *alesan*, mendingan aku yang pergi saja.

Yaa~!” Aaah! Mulut ini tak tau diri! Jangan sampai kau berbicara lagi. Aku merasa bersalah dengannya. Kau membuat dia menangis Mia!!

“Désolé, Je vais aux toilettes,[7]” aku bingung mau beralasan apa. Tapi, sepertinya dia tidak mengerti ini. Semoga saja.

#Parkiran Cheonggyeocheon

Kenapa kau? Dikejar setan?” Henry oppa terkekeh melihatku berlari terbirit-birit seperti ini.

Tidak, hanya menghindari saja,” disampingnya ternyata ada RyeoWook dan SungMin oppa.

Dari tadi kuperhatikan kau mengobrol dengan siGaemKyu?” RyeoWook kembali melihat KyuHyun oppa dari tempat ini.

Jadi, dari tadi kalian disana? Waah, bahaya nih si KyuMong,” tolol!tolol! Mukaku rasanya berubah menjadi kepiting rebus.

Kalian mengobrol apa?” tiba-tiba Henry oppa bertanya.

Hanya mengobrol tentang fansnya dia,” aku melihat raut mereka yang begitu curiga. Seperti tak percaya dengan apa yang aku katakan *kok kayak tersangka begini?*

Kenapa kamu melarikan diri?” Henry oppa menahan tawanya. Oke, dia tau dari wajahku ini ya? Aduuh…duh, dasar wajah yeodongsaeng! Aku kan baru 16 tahuuuun! *terlalu muda gak ya?*

Aku hanya tak enak hati. Kelihatannya dia teringat sesuatu yang sedih. Bahkan aku sampai membuatnya menangis,” aku agak terpojokkan ketika semuanya tersenyum geli dengan ekspresi mukaku yang seperti ini.

Jinjayo? Dia menangis?” semua terkejut mendengar aku berkata ‘dia menangis.’ Yep! Bagus sekali dirimu Mia. Kau sudah menjelek-jelekkan dirimu sendiri. Habis sudah riwayatku.

“Yang benar saja MinAh-ya~!” LeeTeuk oppa tertawa terpingkal-pingkal membuat semuanya ikut tertawa karena tau maknae-nya bisa menangis.

“Pasti lagu itu,” gumam SungMin oppa yang membawa beberapa botol air mineral.

Kau tau kenapa dia sering menyanyikan lagu itu?” tanya RyeoWook oppa yang tiba-tiba membuatku tertarik.

Memangnya kenapa?” kini tampangku seperti apa ya? Anak yang ingin tau segala hal? Atau anak yang sangat mengharapkan harapan palsu?

Dia dulu pernah mempunyai teman seorang yeoja. Mungkin sejenis denganmu sifatnya. Sayangnya mereka terpisah jauh, entah bagaimana nasibnya itu. Yang jelas kami hanya tau mereka dekat.” Jelas RyeoWook oppa.

Sangat dekat. Bahkan kami sampai heran,” tambah SungMin oppa sambil tertawa kecil. Ini sebenarnya mempermainkanku atau gimana sih?

Dia begitu berarti bagi gaemkyu ini. Dia samapai hampir menekatkan diri mengikuti yeoja itu. Yah, sampa akhirnya dia sekarang tidak mau mendekati elf. Khususnya wanita,” RyeoWook oppa menghela napas. Sebelum dia menoleh, kusempatkan menjepretnya. Dan…, yap! Perfect!

Dia elf juga? Lebih tua ya?” tanyaku agak mendalam.

Yah, kurasa dia lebih muda darinya. Bisa saja seumuran denganmu. Kejadian ini sudah sangat lama baginya,” RyeoWook oppa kelihatan sangat mengetahui awal dan akhir cerita itu.

Itu membuatku jadi teringat HyeonRi yang juga memiliki cerita seperti itu. Tapi itu kakak angkatnya dia. Hampir mirip, sangat mendekati. Tidak! HyeonRi itu sahabatku. Aku tidak boleh beranggapan jelek terhadapnya. Lagian nanti dia menyusulku kemari. Untuk memberi tahuku tugas yang harus aku kerjakan selama cuti yang tidak tau diri ini.

“Minah-ya~!” ternyata dia sudah disini.

“Ayo kita pulang saja,” LeeTeuk oppa langsung muncul dan menuntun para personil satu-persatu. Aku yang berada di dekat van itu pun hanya bisa membantu sedikit. Setelah semua masuk, hanya tinggal aku, LeeTeuk, Henry, KyuHyun oppa yang masih diluar van.

Kenapa kau tiba-tiba pergi seperti itu?” tanyanya sambil membuka pintu mobil van suju itu.

Aku hanya merasa masuk angin saja, makanya aku buru-buru ke van. Mengambil jaketku ini.” Bohongku padanya. Dia hanya menanggapi dengan tersenyum sinis seperti biasanya. Aku tidak mempedulikannya lagi dan lagsung masuk ke dalam van. Mungkin dia masih berbicang-bincang dengan LeeTeuk oppa.

Perasaan kau tidak berkata seperti itu?” aku hanya mengangkat bahu. Bagus deh kalau dia tidak tau arti kata-kata yang ku ucapkan tadi.

>>to be continued

[1] Apa kabar,sayang~!

[2] Iya mama, ini Mia. Ada apa mama menelfon Mia?

[3] Mia? Masih dengar mama? Kamu sudah ketemu sepupumu?

[4] Iya mama. Mia lagi jalan-jalan. nanti saja  mama? Bye.

[5]Sudah selesai!

[6]Yea? Kenapa?

[7]Maaf, aku mau ke toilet..

Mianhae kalo makin gak nyambung.. hahaha…

Aku buat lanjutannya karena insomnia. Hehe. Smoga menikmati~!

p.s:Comment please.

우리는 영원히 사랑해 슈퍼주니어!!! 파이팅!!

 

no copy paste! this is original from my web with editing…

http://thisisaway.blogspot.com

 

Iklan

3 thoughts on “Love Song (Part 2)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s