Monkey Couple’s Diary : SURPRISE~!!

Tittle   : Monkey Couple’s Diary : SURPRISE~!!

Cast    : Lee Hyukjae

Genre  : Romance, Comedy

Type    : Oneshot

Author : Hikachovy

Rae mendengus pelan melihat pemandangan yang ada didepannya sekarang ini. kedua tangannya mengepal kuat-kuat menahan marah setiap kali melihat namja itu. Dia-  namja yang ada didepannya sekarang  sedang asik berfoto-foto dengan beberapa yeoja. “kau benar-benar menguji kesabaranku, Lee Hyukjae-ssi” geramnya menahan kesal.

Saat ini Rae sedang berada di lokasi syuting Dream Team. Berdiri ditengah kerumunan fangirls lain yang sedang melihat idola mereka beraksi. Hari dimana seharusnya dia menghabiskan waktu dengan senang-senang untuk merayakan ulang tahunnya malah ia habiskan di lokasi syuting dengan menahan dongkol karena ulah pacarnya itu.

Tadi pagi, Eunhyuk menelepon Rae dan memaksanya untuk datang ke lokasi syuting. Awalnya Rae berpikir bahwa Eunhyuk menyuruhnya kesini untuk memberikan surprise di hari ulang tahunnya. Tapi ternyata? Sejak Rae datang sampai sekarang, laki-laki itu hanya sibuk tebar pesona dengan semua yeoja yang ditemuinya. Dia hanya tersenyum sekilas tiap kali matanya beradu pandang (?) dengan Rae.

Ddrrtt..

Rae langsung mengambil HP disaku celananya begitu merasakan alat mungil itu bergetar. Sms dari Hyukjae.

Smileeeeeeeee~~ ^-^ kau jelek kalau cemberut seperti itu!!

Tanpa sadar Rae menyunggingkan senyuman begitu membaca sms tersebut. “aish! Babo. Kenapa aku bisa langsung tersenyum karena sms ini?” buru-buru Rae menormalkan kembali mimik wajahnya. Dan saat matanya kembali mengarah kedepan, dia melihat Eunhyuk yang sedang menempelkan kedua telunjuknya di sudut bibir, lalu menariknya ke atas membentuk sebuah senyuman. Senyuman favoritnya. Saat itu juga Rae kembali tersenyum tanpa sadar. “aku gila” gumamnya.

***

Saat ini Rae berada di depan taman kota. Matanya sibuk melihat ke semua penjuru untuk menemukan mobil Eunhyuk. “aish! Dia parkir dimana sebenarnya?”

Sesaat setelah syuting selesai, Rae langsung menerima sms dari Eunhyuk yang menyuruhnya untuk pergi ke taman yang ada di dekat daerah lokasi syuting. Dan karena ternyata taman ini cukup ramai, Eunhyuk akhirnya menyuruh Rae untuk menemui langsung mobilnya yang diparkir di depan taman tersebut. Tapi sudah beberapa menit berkeliling, Rae masih belum juga menemukan mobil Eunhyuk. Berkali-kali Rae sms untuk menanyakan dimana mobil Eunhyuk diparkir, jawabannya pasti terdiri dari dua kata, ‘cari saja’ -____-“

“ah! itu dia.” Rae segera berjalan dengan cepat begitu melihat mobil Eunhyuk yang ada di seberang jalan. Dengan kesal rae mengetuk-ngetuk kaca mobil agar dibukakan pintu.

“kau memang pintar~” kata Eunhyuk begitu Rae masuk kedalam mobil.

Rae mendelik tajam ke arah Eunhyuk yang saat ini sedang cengengesan, “kau memang jahat~” ucapnya menirukan gaya bicara Eunhyuk barusan. -sindiran halus khas Rae.

“Ahahahahah~ kau lucu sekali kalau sedang marah”

“ck. Benar-benar hari yang menguras kesabaran. Kita mau kemana sekarang?”

“molla. Kau ada ide?” Eunhyuk balik bertanya. Tapi baru saja Rae membuka mulut, Eunhyuk sudah langsung memotong, “bagaimana kalau kau menemaniku mencari hadiah?”

“Mwo?” entah kenapa mata Rae langsung berbinar begitu mendengar ucapan Eunhyuk. “Hadiah?” ulang Rae.

“temanku ada yang berulang tahun. Bagaimana kalau kau membantuku mencarikan hadiah untuknya?”

Hati Rae mencelos seketika. “un-tuk… temanmu?” tanya Rae memastikan. Dan eunhyuk mengangguk mengiyakan. “kau mau kan?”

Rae tersenyum samar, lalu mengangguk pelan. “hmm..”

Rae mengarahkan pandangannya keluar jendela. Sekuat mungkin dia berusaha untuk tidak menangis. Entah kenapa hatinya merasa sakit begitu tau alasan Eunhyuk mengajaknya keluar adalah untuk menemaninya membelikan hadiah untuk temannya. bukan untuk dia –yeojachingu nya-. Miris sekali saat rae menerima kenyataan bahwa pacarnya jauh lebih mengingat hari ulang tahun temannya dibanding ulang tahun dirinya.

Sepanjang perjalanan Eunhyuk terus mengoceh membicarakan temannya yang sedang berulang tahun. Tapi ocehan Eunhyuk itu hanya bagaikan angin yang numpang lewat di telinga Rae. Sesekali dia memang tersenyum saat melihat Eunhyuk tersenyum. meskipun Rae tidak bisa menangkap apa yang dibicarakan Eunhyuk karena hatinya yang merasa sakit, tapi Rae berusaha sebisa mungkin untuk bersikap seolah-olah dia mendengarkan cerita Eunhyuk.

***

“menurutmu, aku harus membeli apa?” tanya Eunhyuk begitu tiba di salah satu toko.

Bukannya menjawab pertanyaan Eunhyuk, Rae malah terus berjalan dengan tatapan kosong. Dia memang mendengar Eunhyuk menanyakan sesuatu padanya, tapi otaknya yang saat ini berjalan lambat membuat Rae tidak bisa merespon pertanyaan itu. “YAAAAAKK!” teriak Eunhyuk. Dan Rae tetap berjalan tidak peduli. Sampai tiba-tiba…”Awwwww!” Rae menubruk tembok pembatas toko.

“buahahahahahha” seketika itu juga tawa Eunhyuk langsung meledak.

Rae meringis menahan sakit, sementara Eunhyuk masih tetap tertawa sambil memegangi perutnya. “PUAS KAU?” teriak Rae kesal.

“Ahahahaha.. aku kan sudah memperingatimu.” Eunhyuk berjalan menghampiri Rae. Tangannya memegang kening Rae dengan lembut, “gwenchana?”

Rae masih memandang Eunhyuk dengan kesal, lalu dengan satu gerakan cepat Rae memegang tangan Eunhyuk yang sedang mengusap keningnya, “GRAAAAUUKK!” Rae menggigit semua telapak tangan Eunhyuk dengan keras lalu berlalu pergi, “gwencahana kepalamu!” sungutnya.

“Awwwww!! Yakkkk! Kenapa kau senang sekali menggigit tanganku??!!!!”

***

“temanmu namja atau yeoja?”

Eunhyuk menatap Rae heran. “kau tadi tidak mendengarkan ceritaku yah?”

“eh?”

“di mobil tadi aku bercerita panjang lebar tentang dia. Kau tidak dengar, hmm?”

Rae langsung mengalihkan pandangannya ke arah rak yang berisi pernak-pernik. “begitu ya? Hehehe”

“Han Rae Eun!” seru Eunhyuk lalu menarik tangan Rae agar menghadap ke arahnya. “kau baik-baik saja kan?”

“apa? Aku baik-baik saja”

“kau tidak baik-baik saja” eunhyuk menatap mata Rae tajam, “waeyo?”

“apanya yang waeyo? Ish! Kau ini mau membeli hadiah atau berantem hah?” rae melepaskan pegangan tangan Eunhyuk lalu kembali berjalan mengelilingi rak.

Eunhyuk menghela napas pelan, lalu berjalan mengikuti Rae. “temanku itu yeoja” Rae langsung berhenti dan berbalik arah menghadap Eunhyuk. “dia hanya teman rae sayang” kata Eunhyuk santai, dia menggamit lengan Rae lalu kembali berjalan.

“awas saja kalau kau menyelingkuhiku!!”

“ahahahha! Memangnya di dunia ini ada lagi yang satu spesies denganku?” Eunhyuk mengedipkan matanya menggoda rae.

“cih” Rae langsung mengalihkan pandangannya, menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipinya saat ini. “kenapa dadaku mudah sekali berdegup kencang hanya karena ditatap seperti itu?” gumamnya dalam hati.

“ah! bagaimana kalau ini saja?” Eunhyuk menunjukkan pakaian tidur yang… seksi?

PLETAK!!

“AW! Kenapa kau menjitakku?”

“supaya otak mesummu bisa segera sembuh!”

Sementara Eunhyuk meringis kesakitan, Rae berjalan ke arah etalase yang memajang banyak pernak-pernik wanita. Dilihatnya barang-barang yang dipajang itu dengan antusias sampai tiba-tiba tubuhnya membeku saat merasakan lengan Eunhyuk memeluk pinggangnya. Rae melihat ke arah Eunhyuk yang sedang tersenyum kepadanya. “waeyo?” tanya Eunhyuk inosen.

Rae mendecak, dan kembali mengarahkan matanya ke arah etalase. Dia membiarkan tangan Eunhyuk yang saat ini sedang memeluk pinggangnya. “dasar mesum!” desisnya.

“tapi kau suka kan?”

PLETAK!!

“Awww!”

***

“kenapa harus gelang kaki?” tanya Eunhyuk heran begitu melihat Rae menunjukkan gelang kaki kepadanya.

“karena temanmu itu orang yang spesial kan? gelang kaki menandakan bahwa kau menginginkan persahabatanmu itu abadi. gelang kaki bisa jadi pengikat persahabatan kalian”

“ilmu dari mana itu?”

“dariku.” Rae memeletkan lidahnya.

“ck! Itu ilmu karanganmu saja kan? haha”

“kau mau beli tidak?”

“kau suka tidak?” tanya Eunhyuk balik

“eh?”

“dia itu kan yeoja yang sedikit tomboy sepertimu. Jadi kalau seandainya ada yang memberimu hadiah itu, kau akan suka atau tidak?” jelas Eunhyuk

“ooh..” sesaat Rae malah sempat berpikir eunhyuk akan memberikan hadiah itu padanya. “bodoh” umpat Rae dalam hati. Dia lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum, “aku…. pasti akan suka”

Eunhyuk tersenyum mendengar jawaban Rae. “baiklah. Kalau begitu aku akan membeli ini”

***

“kau sedang apa?”

Eunhyuk menatap Rae sekilas lalu melanjutkan menulis, “aku sedang menulis alamat yang sedang berulang tahun hari ini. untungnya toko ini menyediakan jasa pengiriman, jadi aku tidak perlu ke rumahnya untuk mengantarkan hadiah. Hehe”

“oh.” Rae tersenyum samar, menahan rasa sakit yang kembali menyeruak. “aku tunggu di luar yah?”

“hmm.. “ jawab Eunhyuk sambil tetap menulis.

Sambil melangkahkan kakinya keluar, Rae terus memegang dadanya sambil bergumam pelan, “gwenchana rae~ gwenchana~”

***

“kau mau makan apa?” tanya Eunhyuk begitu menjalankan mobil.

“hah?”

“kau mau makan apa rae-ya?” Eunhyuk menatap Rae khawatir, lalu berkata “kau yakin tidak apa-apa?”

“memang kenapa?”

“kau…. Tidak ingin memeriksakan telingamu ke dokter?”

PLETAK!! “kau pikir aku tuli??!!!” Rae mengembungkan pipinya kesal.

“ahahahah. Aku kan hanya memberikan saran. Lagipula suruh siapa dari tadi kau tidak mendengarkan ucapanku dengan baik”

Rae mendengus kesal. “kita makan baso saja”

“okeeee~~!!”

***

“huaaaaaa~~ kenyaaaaang!” Rae mengelus-ngelus perutnya puas.

“eh? Sudah habis? Semuanya?” Tanya Eunhyuk tidak percaya.

Rae menunjukkan dua mangkok yang tadi berisi baso. “habiiiiiiiiiss~~~” seru Rae.

“HEEEEEEE?” tiba-tiba saja Eunhyuk panik begitu melihat dua mangkok yang sudah kosong. Benar-benar kosong. “cincinnya?”

“hah?” Rae bingung mendengar pertanyaan Eunhyuk. “cincin apa?” tanya Rae balik.

“kka-kau.. kau tidak merasakan sesuatu?” Eunhyuk benar-benar panik sekarang. “cincin… kau tidak merasakan ada cincin?” Eunhyuk mengulangi pertanyaannya.

“cincin apaaaaa? Oppa benar-benar aneh! Mana ada baso isi cincin?”

“yaak! Seriuslah sedikit!” Eunhyuk lalu berjalan ke arah Rae. “buka mulutmu!” perintahnya sambil memegang bibir Rae.

Rae memasang tampang bingung, tapi tetap menuruti perintah Eunhyuk. Dia membuka mulutnya lebar-lebar. “aaaaaaaaa~~~ tidak ada kan?” tanya Rae.

“bagaimana mungkin? Kau yakin tidak merasakan sesuatu?” eunhyuk kembali bertanya dengan sangat khawatir. Melihat Rae yang menggeleng yakin, membuat Eunhyuk ketakutan setengah mati. Bagaimana kalau….. cincinnya termakan? Eunhyuk mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

Tadi, sesaat setelah Eunhyuk dan Rae memesan makanan, Eunhyuk menghampiri pelayan dan meminta agar cincin yang sudah dipersiapkannya untuk Rae dimasukkan ke dalam baso pesanan Rae. Eunhyuk sengaja melakukan itu dengan maksud memberikan sedikit kejutan untuk kekasihnya yang saat ini sedang berulang tahun. Tapi siapa sangka, kejutan yang dipersiapkan untuk kekasihnya itu malah membuat  dirinya yang terkejut??. Eunhyuk tidak sanggup membayangkan bagaimana kalau cincin itu….. ada di dalam perut Rae????

“oppa, gwenchana?” tanya Rae khawatir.

Eunhyuk tidak menjawab pertanyaan Rae. Dia langsung berjalan ke arah pelayan yang tadi dititipi pesan olehnya. Sesaat setelah itu, Eunhyuk dan pelayan itu menghampiri Rae.

“mianhe nona, apakah…. Kau yakin tidak merasakan sesuatu?” tanya pelayan itu sedikit khawatir.

“merasakan apa?” tanya Rae bingung. “aku hanya merasakan baso yang berisi daging cincang. Memang kenapa?”

“Yak! Apa kau yakin sudah memasukkan cincin itu sesuai dengan perintahku?” teriak Eunhyuk pada pelayan itu.

“ne.. aku sangat yakin karena aku sendiri yang memasukkannya tuan” pelayan itu menjawab pertanyaan Eunhyuk dengan tubuh yang bergetar ketakutan.

“sebenarnya kalian ini membicarakan apa?” Rae tetap memasang wajah tidak mengerti.

Eunhyuk lalu menarik tangan Rae, “kita ke Rumah Sakit sekarang!!” dia lalu melihat ke arah pelayan yang saat ini sedang menundukkan kepalanya dengan takut. “kau.. aku tidak akan membayar makanan ini. kalau sampai pacarku bermasalah, kau akan kutuntut!!” Eunhyuk mengancam pelayan tersebut lalu pergi.

***

“mianhe rae-ya. Aku tidak tau akan begini” sepanjang perjalanan hanya kalimat itu yang terlontar dari mulut Eunhyuk.

“kau ini kenapa sebenarnya? Aku tidak mengerti~~”

“nanti kujelaskan. Sekarang yang terpenting kau harus diperiksa dulu. di perutmu saat ini ada cincin yang berharga ratusan juta” jelas Eunhyuk dengan memasang wajah tegang.

“MWO? Bagaimana bisa?”

“aku ingin memberikanmu kejutan spesial.” Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “uhm.. ya~ aku tidak menyangka akan begini” lanjutnya merasa bersalah.

“hentikan mobilnya”

“eh?” Eunhyuk menatap Rae bingung.

“Hen-ti-kan mo-bil-nya!!” ulang Rae dengan penuh penekanan.

Eunhyuk begidik ngeri mendengar ucapan rae. ‘perang dunia akan segera terjadi’ begitu pikir Eunhyuk kira-kira. Eunhyuk pun akhirnya menepikan mobilnya ke pinggir jalan. “waeyo?” tanyanya hati-hati.

Rae menghela napas pelan. “kau ingin memberikanku kejutan? Apa maksudnya?”

“eheheh.. itu…” lagi-lagi Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “kau hari ini ulang tahun kan? aku hanya ingin memberikan sedikit kejutan untukmu.”

Rae membelalakkan matanya lebar. “kau tau hari ini ulang tahunku?” tanyanya tak percaya. Eunhyuk mengangguk sambil tersenyum tidak jelas. “KYAAAA!!” Rae langsung memeluk Eunhyuk kuat-kuat. “kau tau ulang tahunkuuu~~~” tak terasa, air matanya langsung tumpah begitu tau kalau pacarnya ini tidak melupakan hari spesialnya.

“hei~ kau ini kenapa?”

“gomawo oppa~”

“hah?”

Rae melepaskan pelukannya lalu mengangkat jari manisnya ke arah Eunhyuk. “taraaaaaaaaaaaaaaa~~!!” cincin yang Eunhyuk anggap termakan oleh Rae, sekarang sedang menghiasi jari manis yeoja itu.

“HEEEEEEEEEEE?”

“ehehehehe”

Eunhyuk membulatkan mata tidak percaya, “kaauuuu..” Eunhyuk berusaha mengatur napasnya yang memburu karena kaget.

“kau pikir aku bodoh, tidak merasakan cincin yang sebesar ini?”

“YAAAKK!” Eunhyuk bersiap untuk marah karena sudah dipermainkan. Tapi marahnya melayang seketika, begitu Rae mengecup pipinya lembut. Chuuu~~ :*

“gomawo oppa~”

Tiba-tiba saja Eunhyuk jadi salah tingkah. Dia lalu menggaruk pipinya “hmm.. ne, cheonmaneyo. Kau… suka?” tanyanya

“tidak terlalu.”

“MWO?”

“tentu saja suka~ dasar bodoh! Ahahaha”

“ck! Kemarikan cincinnya.”

“ANDWEE!!” Rae berniat menyembunyikan cincin itu, tapi kalah cepat dengan gerakan Eunhyuk. Sekarang cincin itu sudah ada di tangan Eunhyuk

Eunhyuk lalu membuka bagian atas cincinnya. “heee? Jadi itu bisa dibagi dua?” tanya Rae tak percaya.

“ini kan cincin Couple, bodoooh~”

Rae merengut kesal, tapi dia lalu tersenyum begitu Eunhyuk menunjukkan bagian dalam cincin tersebut. “HR?” dahi Rae mengernyit heran. “namaku Han Rae Eun bodoooh~ kurang E!!! ckckck”

Eunhyuk menjitak kepala Rae. “ukiran H dan R itu inisial kita bodooooh~”

“eh?”

“Hyuk Rae~~!!” Eunhyuk jadi kesal sendiri melihat pacarnya yang tiba-tiba lemot -__-“ dia lalu menyerahkan cincin yang berinisial H “kau pegang yang ini, dan aku pegang yang inisial R”

“waeyo? Namaku kan Rae. Seharusnya aku yang memegang inisial R. aigo! Kau ini bodoh sekali.” Rae menggeleng-gelengkan kepalanya sok tau.

“aigoo~ kenapa otakmu jadi berjalan lambat?” eunhyuk menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. “inisial H berarti aku. Itu artinya hatiku aku titipkan padamu. Kau harus menjaga hatiku baik-baik, menjaga semua kepercayaan yang kuberikan untukmu. Lalu… inisial R, aku yang memegang. Itu berarti, hatimu sudah ada dalam genggamanku. Hohohoho” Eunhyuk menjelaskan teori ‘jenius’nya pada Rae yang saat ini justru terbengong-bengong tidak mengerti.

“aish! Yasudahlah~ kita pulang!” Eunhyuk kembali menjalankan mobilnya.

“aku tidak mengerti kau bicara apa.”

***

“masuklah” kata Eunhyuk begitu mobil mereka sampai di depan dorm Rae.

“kau jalan dulu, aku ingin melihatmu pergi”

“andwe! Kau dulu yang masuk, aku ingin memastikan kau masuk dengan selamat”

“MWO? Cih, gombalisme kumat” Dia menghampiri Eunhyuk lalu memeluknya, “gomawo untuk hari ini oppa~”

“hmm.. jangan lupa cek loker sebelum kau masuk kamar. Arachi?”

“waeyo?”

Eunhyuk mengendikkan bahu ringan, “tidak apa-apa. Siapa tau ada sesuatu kan?”

“dasar!!”

Rae pun langsung masuk ke dalam dorm dengan senyum yang tidak pernah hilang dari bibirnya. “eh, loker?” Rae berhenti di depan loker. Dan tiba-tiba saja rae ingat dengan pesan Eunhyuk. Segera dia buka loker miliknya daaaan…. Betapa terkejutnya Rae begitu melihat apa yang ada di dalam loker. Gelang kaki yang tadi dibelinya bersama Eunhyuk ada di lokernya saat ini!!

Rae membaca kartu yang ada di samping gelang tersebut. Tak pelak, air matanya langsung jatuh begitu membaca tulisan yang ada di kartu tersebut.

 

SURPRISE~!! hahahha xD

Apa Kau kaget? 😉

Jangan pernah menganggap kalau uangku akan kuhabiskan untuk wanita lain!!

Uangku hanya untuk calon istriku seorang, dan itu adalah Kau, Monkey Cilikku sayang~ hahaha

Gelang ini sebagai pengikat, agar kau selalu ada disisiku ^o^

Jadi, Rae-ya, tetaplah disisiku dan jadilah ibu dari anak-anakku kelak. Hohhoho

Saengil Chukkae Monkey Cilikku sayang~

Kiss and Love From your Bling2 Monkey~~~ Mmmuaaah :*

LHJ ❤ HRE

 
Secepat mungkin Rae berlari keluar dorm. Berharap, kalau monkey-nya itu masih ada di luar. Dan ternyata? Eunhyuk masih ada di luar mobilnya dengan posisi yang tidak berubah saat pertama Rae masuk dorm tadi. Namja itu, tersenyum penuh arti. Ia lalu berkata, “Saengil Chukkae rae-ya!!”

THE END

Hahahaha bikin mual yah? buat yang mau muntah, ayoook aq temenin~ kita muntah berjamaah! wkwkwk
buat yang mau baca plus komen, TengHyuuuukk :*
Iklan

10 thoughts on “Monkey Couple’s Diary : SURPRISE~!!”

  1. tambo ciek karena aku mau lanjutannya sampe couple hyukrae married dan pingin tahu gmn dua monkey membina rumah tangga he…he…he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s