Difficult To Say Love Chapter 7

Difficult To Say Love Chapter 7

Author : Sussan Doank

Cast. Cho Kyuhyun, Yesung, Hankyung, Super Junior

Genre. Romance, Family, Friendship

Kyuhyun POV

‘Gara-gara han songsaenim memberiku tugas segunung aku jadi terlambat pulang. Jadi waktuku untuk menyelesaikan level game jadi tertunda’, gumamku kesal. Aku pun segera meninggalkan sekolah dengan sedikit tergesa-gesa.

“Sepertinya aku pernah melihat namja itu”, kataku ketika melihat seorang namja sedang bersandar di depan mobil sport berwarna biru di depan gerbang sekolahku. Karena hari ini aku ingin cepat sampai di rumah karena game telah menungguku aku pun menghiraukan namja itu.

“Kyuhyun,, kau cho kyuhyun kan?”, tanya namja itu ketika aku hendak melewatinya.

“Ne..”, ucapku singkat.

“Kau masih ingat padaku? Aku hankyung temannya yesung”, katanya seraya mendekatiku.

Bagaimana aku tidak ingat dengan seseorang yang sangat aku benci ini, mengingat kejadian yang aku lihat pada malam itu.

“Ne, aku ingat hyung. Hyung sedang apa disini?”, tanyaku basa-basi.

“Aku sedang menunggu yeodongsaengku Chi ju dan mee yon”, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru.

“Kau mau pulang? bagaimana kalau kita pulang bersama?”, ajaknya.

“Ani, tidak usah hyung, aku pulang sendiri saja. Lagipula aku akan mengunjungi suatu tempat dulu. Aku duluan hyung, annyeong”, kataku bohong lalu hendak pergi meninggalkannya.

“Kau menyukai Mee yon?”, katanya tiba-tiba dan berhasil membuatku menghentikan langkahku dan berbalik ke arahnya.

“Maksud hyung apa?”, tanyaku pura-pura tak mengerti maksud dari ucapannya.

“Kau tidak usah berbohong, aku bisa melihat ada kebencian di matamu ketika kemarin kau melihatku sedang berbicara dengan mee yon. Itu artinya kau menyukai mee yon kan?”, tanyanya sekali lagi untuk memastikan.

“Tapi aku tidak akan menyerahkan mee yon begitu saja padamu”, ucapnya di sertai senyuman kemenangan. Aku muak melihatnya ternyata di balik wajahnya yang polos itu ternyata dia memiliki ambisi yang sangat besar. Kenapa yesung hyung yang baik seperti itu bisa memiliki teman yang semenyebalkan seperti dia.

“Aku benar-benar tak mengerti apa yang hyung katakan!!”, kataku mulai kesal.

“Sudahlah aku hanya ingin mengatakan itu saja. Sebaiknya kau pikirkan itu di rumah itu pun kalau kau mengerti apa yang aku katakan barusan”, katanya masih dengan senyuman kemenangan yang tersungging di bibirnya. Ingin sekali aku memukul wajahnya yang pura-pura polos itu.

“Oppa ternyata kau sudah datang kenapa kau tidak menghubungiku kalau kau sudah datang”, ucap seorang yeoja yang aku yakini itu suara chi ju.

“Loch kyuhyun sunbae?!?”, lanjutnya ketika dia melihatku berada di dekat hankyung hyung.

“Aku Permisi dulu, annyeong”, kataku seraya berlalu dari hadapan mereka. Aku sempat melirik ke arah mee yon yang terlihat heran melihatku. Bagaimana dia tidak heran kalau dia melihatku dalam keadaan emosi seperti ini. Dan akhirnya aku pun benar-benar berlalu dari hadapan mereka.

xxxxxxx

Yesung POV

“Oppa bagaimana persiapannya, tinggal 2 hari lagi mee yon ulang tahun?”, tanya chi ju ketika dia bermain ke rumah ku.

“Tenang saja oppa sudah menyiapkan semuanya, tinggal kau dan siwon mengurus kekurangannya saja. Tapi awas kalau kalian sampai membuat mee yon menangis pada hari istimewanya, aku tidak akan memaafkan kalian terutama kau chi ju otak dari semua ini, walaupun kau yeodongsaeng hankyung tapi aku tak akan segan-segan. Oppa hanya mau membuat mee yon bahagia di hari ulangtahunnya”, ucapku panjang lebar.

“Ara, ara… oppa tenang saja aku tidak akan membuat mee yon menangis. Oppa ini benar-benar sister complex beda sekali dengan han oppa. Andai aku punya oppa seperti yesung oppa aku pasti senang sekali”, kata chi ju sambil mengembungkan pipinya.

“Sudahlah sana pulang sebelum mee yon datang, nanti dia curiga”, suruhku dan chi ju pun mematuhi perintahku, dia pun akhirnya pulang. selang beberapa menit mee yon pun datang.

“Aku pulang!!”, teriak mee yon dari pintu depan.

“Apa kau tidak bisa tidak berteriak tiap kali kau pulang?”, tanyaku ketika mee yon sudah duduk di sebelahku. Dan yang di tanya hanya nyengir kuda.

“Oh iya mee yon, 2 hari lagi kan kau ulang tahun. Apa ada yang kau inginkan? Oppa akan berusaha tuk memenuhinya”, kataku sambil mengelus puncak kepalanya.

“Hemm… aku tidak menginginkan apa-apa darimu oppa. Aku hanya ingin oppa selalu ada di sampingku, itu saja”, jawabnya seraya terseyum.

“Kau aneh, biasanya di hari ulang tahun seseorang akan meminta sesuatu tapi kau malah tidak menginginkan apa-apa”, aku mencubit pipinya pelan.

“Entahlah oppa aku merasa aku sedang tidak membutuhkan apa-apa kecuali oppa,, hehe…”, jawabnya manja. Aku pun memeluknya dan dia pun membalas memelukku.

“Ternyata yeodongsaeng oppa yang satu ini sangat manja”, kataku masih memeluknya. Dan mee yon hanya tertawa mendengarkan perkataanku.

Oppa harap di hari ulang tahunmu nanti, kau selalu bahagia. Dan oppa janji oppa akan selalu berada di sampingmu karena oppa tidak mau melihatmu sedih. Oppa sangat menyayangimu.

xxxxxxx

Chi ju POV

Aku sengaja tidak memberitahukan kepada yesung oppa mengenai han oppa memiliki perasaan kepada mee yon ketika aku ke rumahnya tadi, sebaiknya yesung oppa tahu sendiri dari mulut mee yon bukan dari mulutku. Dan aku harap hal ini tidak membuat rencanaku gagal nanti. Mudah-mudahan saja…

Aku harus segera ke toko kue untuk memesan kue ulangtahun mee yon yang tinggal 2 hari lagi. Aku pun mengambil dompet dan jaket lalu melesat menuju toko kue, dan tak lupa aku membeli keperluan lainnya juga. Di tengah perjalananku menuju toko kue aku melihat kyuhyun sunbae sedang melihat-melihat toko elektronik, sepertinya dia sedang melihat-lihat PSP. Aku pun bermaksud menghampirinya, tapi kuurungkan niatku ketika aku melihat han oppa sedang berjalan menghampirinya dan berbincang dengannya. Sejak kapan mereka saling kenal, perasaan aku tidak pernah mengenalkan han oppa dengan kyuhyun sunbae.

Daripada aku bingung memikirkan itu sebaiknya aku mengikuti kedua namja yang ku kenal itu memasuki sebuah cafe tak jauh dari toko elektronik tersebut. Aku pun duduk di meja yang tak jauh dari meja mereka untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Jujur aku sangat penasaran dengan apa yang tengah mereka bicarakan, aku menajamkan pendengaranku agar aku dapat mendengarkan secara jelas.

Tunggu!! apa aku tidak salah dengar, tadi kyuhyun sunbae bilang kalau dia menyukai mee yon. Kalau begini rencanaku akan berjalan dengan mudah tapi ada satu masalah lagi bagaimana dengan perasaan han oppa. Aku pun kembali memfokuskan diri mendengarkan percakapan mereka. Sialnya ketika itu seorang pelayan menjatuhkan makanan yang sedang dibawanya sehingga keadaan cafe menjadi ramai, dan akhirnya aku tidak dapat mendengarkan pembicaraan mereka sampai mereka meninggalkan cafe tersebut.

‘Sial kalau saja tadi pelayan itu tidak menjatuhkan makanan itu, aku dapat mendengar pembicaraan mereka’, umpatku. Aku segera pergi menuju toko kue yang sempat tertunda karena mengikuti kedua namja itu. Setelah aku memesan kue dan mengambil kertas pembayarannya aku segera beralih ke toko lain untuk membeli keperluan selanjutnya.

“Hah~ lelahnya”, aku menghela nafas ketika sudah tiba dirumah dan duduk di ruang tamu. Aku pun kembali teringat dengan kejadian yang aku alami tadi dan aku segera memberitahukan kepada siwon oppa.

To : Nan saranghae

Oppa tadi ketika aku sedang membeli kue ulang tahun mee yon, di jalan aku melihat kyuhyun sunbae dan han oppa sedang berbincang-bincang. Karena aku penasaran akhirnya aku mengikuti mereka. Dan oppa tahu, aku mendengar dari mulut kyuhyun sunbae sendiri kalau sebenarnya dia menyukai mee yon. Jadi kita tidak perlu susah –susah untuk memaksa kyuhyun sunbae mengatakan perasaannya. Tapi bagaimana dengan han oppa. Oppa~ ottokhe?

Send.

Ddrrrtt ddrrrtt

From : Nan saranghae

Jeongmal? Kalau begitu itu mempermudah kita. Kita hanya tinggal menunggu keputusan dari mee yon, dia akan memilih siapa kau tenang saja chagi. J

xxxxxxx

Mee Yon POV

‘Hah~ apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa sebaiknya aku minta pendapat yesung oppa saja daripada aku bingung-bingung seperti sekarang ini. Ani, ani.. nanti Han oppa bisa-bisa diapa-apakan oleh yesung oppa..’ gumamku lirih seraya mengacak-ngacak rambutku.

“Apa yang kau lakukan?”, ucap seseorang mengagetkanku.

“Oppa…”, kataku ketika melihat ke arah sumber suara yang ternyata yesung oppa.

“Kau kenapa Mee yon, apa kau sedang ada masalah? Oppa lihat kau sepertinya sedang gelisah”, yesung oppa duduk disebelahku.

“Ani, oppa.. aku hanya pusing saja gara-gara pelajaran di sekolahku”, ucapku berbohong dan tersenyum kaku.

“Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya pada oppa. Kalau begitu oppa pergi dulu, oppa mau ke perpustakaan kota dulu untuk mencari bahan tugas kuliah oppa”, yesung oppa beranjak dari duduknya setelah menepuk puncak kepalaku pelan dan menuju pintu depan.

“Oh iya oppa hampir lupa, oppa sudah menelpon Hankyung untuk datang kemari dan menjagamu”, lanjutnya diambang pintu dan akhirnya pergi. ‘Hah!! Han oppa akan datang kemari?’ batinku. Aku terdiam sejenak memikirkan suasana yang akan timbul di antara kami setelah kejadian malam itu.

“OOPPPPAAAA~ TUUUNNGGGUUUU!!!!!!!”, teriakku ketika sadar tapi hal itu sia-sia karena yesung oppa sudah hilang.

‘Otte? Kenapa di saat aku sedang tidak mau bertemu dengan han oppa, yesung oppa malah menitipkan aku padanya. Aarrggghhh!!’, gumamku dan untuk kedua kalinya aku menjambakki rambutku sendiri.

Ting Tong Ting Tong

“Itu pasti Han oppa, bagaimana ini? Apa aku pura-pura tidur saja. Akh tidak nanti di sangka han oppa aku menghindarinya”, kataku panik.

Akhirnya dengan berat hati aku pergi menuju pintu depan dan membukakan pintu. Sebelum aku benar-benar membuka pintu aku berdoa semoga itu bukan Han oppa. Aku pun membuka pintu dengan ragu-ragu dan menundukkan kepalaku untuk menghilangkan kegugupanku. Dan…

“Lama sekali kau membuka pintunya, aku sudah kedinginan di luar!”, ucap seorang namja dingin yang aku yakini bukan suara Han oppa. Aku pun mendongakkan kepalaku.

“Kenapa kau malah melamun? Kau tidak mempersilahkan aku masuk, atau kau mau melihatku mati kedinginan disini?”, lanjutnya lebih dingin.

“Akh, ne, ne… mianhe. Ayo masuk oppa”, ajakku pada namja yang ternyata kyuhyun oppa. Aku dan kyuhyun oppa pun masuk dan menuju ruang tengah.

“Kenapa oppa malam-malam datang kemari. Yesung oppa sedang tidak ada di rumah, jadi sebaiknya oppa pulang saja “, kataku ketika melihat dia tengah duduk di sofa di ruang tengah tetapi yang di tanya malah tidak menanggapi pertanyaanku dan malah asik menonton TV.

“Baiklah suka-suka oppa saja, aku mau tidur”, lanjutku dan segera pergi menuju kamarku. Aku pun menjatuhkan tubuhku ke kasur dan mencoba berhenti memikirkan kenapa orang itu (dibaca kyuhyun) tiba-tiba datang ke rumahku. Tapi sepertinya percuma aku tetap saja memikirkan hal itu, aku memasang headset dan mendengarkan lagu berharap semoga dengan cara ini aku bisa berhenti memikirkan hal itu.

TOKK TOKK

Aku mendengar pintu kamarku diketok oleh seseorang, dengan langkah gontai aku berjalan hendak membukakan pintu. Ketika aku membuka pintu aku tertegun karena kyuhyun oppa sudah berdiri disana dengan tatapan yang sulit aku artikan karena baru kali ini aku melihatnya seperti ini.

“Heemmm….”, gumam kyuhyun oppa sepertinya sedang bingung akan mengatakan  apa.

“Ada apa oppa?”, kataku kesal karena kyuhyun oppa hanya ber “Hemm” ria.

“Ada yang ingin aku katakan”, akhirnya kyuhyun oppa berbicara juga, aku pikir dia hanya bisa mengucapkan “Hemm” saja,, haha…

“Katakanlah”, katakku malas.

“Apa hubunganmu dengan Hank…..”, kata-kata kyuhyun oppa terpotong karena tiba-tiba yesung oppa sudah hadir diantara kita.

“Apa yang sedang kau lakukan di depan kamar adik ku?”, ucap yesung oppa mengangetkan kami. Aku melihat ada kekesalan diwajah kyuhyun oppa karena kehadiran yesung oppa. Tapi aku juga tidak yakin apa yang membuatnya terlihat jadi kesal seperti itu.

“Oppa kau sudah pulang, kenapa aku tidak mendengar suara pintu terbuka”, ucapku sambil mengaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal karena bingung.

Yesung oppa tidak menjawab pertanyaanku malah dia mendorongku masuk ke kamarku dan menyeret kyuhyun oppa entah di bawa kemana.

Kyuhyun POV

“Ayolah hyung berhenti menyeretku, kau mau menyeretku sampai kemana?”, ucapku ketika aku diseret yesung hyung dari kamar mee yon.

“Sudahlah kau diam saja, ikut saja denganku atau kau lihat akibatnya jika kau tidak menuruti perkataanku”, ucap yesung hyung dan aku pun hanya menghela nafas panjang dan menuruti perkataannya.

Ternyata yesung hyung membawaku ke sebuah taman kecil di dekat rumahnya. Tapi kenapa yesung hyung membawaku ke taman, tidak biasanya. Biasanya kalau dia sedang ingin berbicara padaku atau sekedar mengajakku bermain pasti tidak jauh-jauh dari kamarnya. Apa ada sesuatu?? Entahlah, sebaiknya aku menanyakannya.

“Kenapa hyung membawaku kesini?”, tanyaku setelah kami duduk di salah satu bangku yang ada ditaman itu.

“Apa kau menyukai Mee yon?”, tanyanya to the point.

“Ma-maksud hy-hyung?”, tanyaku terbata-bata karena pertanyaan yesung hyung yang tiba-tiba.

“Jawab saja iya atau tidak”, desak yesung hyung padaku. Aku pun menggusap tengkuk ku karena binngung mau menjawab apa. Aku sendiri juga bingung apa aku benar-benar menyukai mee yon atau tidak. Aarrgghhh~ kenapa dengan diriku ini, tidak biasanya aku seperti ini.

“Diam berarti iya”, lanjut yesung hyung sambil menatapku tajam. Tapi kemudian dia mengalihkan pandangannya lagi ke depan.

“Aku sebenarnya tidak rela jika mee yon harus memiliki namjachingu karena aku takut dia akan terluka jika… yah kau tahu sendiri apa yang aku maksud. Aku terlalu sulit untuk mengungkapkannya,, hehe… Tapi aku tidak mungkin terus-terusan seperti ini, suatu saat pasti dia akan menemukan namja yang dia sukai”, katanya panjang lebar.

Aku melihat raut wajahnya menjadi sedih, atau mungkin hanya perasaanku saja. Dia terus saja membicarakan mengenai perasaannya terhadap mee yon sebagai seorang kakak. Ternyata yesung hyung tipikal orang yang sangat menyayangi adiknya dan tidak mau melihat adiknya disakiti oleh siapapun, tidak heran kalau mee yon sangat menyayanginya juga.

“Baiklah aku pulang dulu, gomawo sudah menjaga mee yon di saat aku tidak ada”, katanya seraya tersenyum dan hendak pergi.

“Ternyata aku memang menyukainya”, ucapku tanpa disadari dan berhasil menghentikan yesung hyung yang hendak pergi dan membalikkan tubuhnya kearahku.

“Ne? Kau mengatakan apa barusan?”, katanya seraya berjalan balik mendekatiku yang masih saja duduk.

“Anieyo, aku tidak mengatakan apa-apa hyung. Sebaiknya kita pulang sudah terlalu larut. Dan apa kau lupa, kau meninggalkan mee yon sendirian di rumah”, kataku mengalihkan pembicaraan.

“Oh my God!! Aku lupa meninggalkan mee yon sendiri di rumah”, katanya sambil menepuk dahinya. “Aku duluan ya, kyu. Sampai ketemu nanati” lanjutnya dan berlari kearah rumahnya.

‘Dasar sister complex,, haha…’ gumamku.

Huft~ untung saja tadi yesung hyung tidak benar-benar mendengarkan apa yang aku ucapkan barusan. Habislah aku kalau dia sampai mendengarnya, tapi kenapa yesung hyung memberitahukan semua tentang mee yon padaku seolah-olah kini aku yang harus menjaganya. Sudahlah sebaiknya aku pulang.

“OMMO!! Sudah hampir tengah malam, bisa-bisa aku dimarahi onnie lagi. Aku harus cepat-cepat pulang sebelum onnie memarahiku lagi”, kataku setelah melihat jam di tangan kiriku.

Mee Yon POV

Aku rasa wajahku memanas setelah tidak sengaja mendengar apa yang kyuhyun oppa katakan. Sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur karena perkataan kyuhyun oppa terus menerus terngiang di dalam pikiranku.

Kalian bingung kenapa aku bisa berada ditaman tempat yesung oppa dan kyuhyun oppa berada sebelumnya. Ya karena aku sangat penasaran apa yang selalu mereka lakukan, dulu aku pernah bilang kan kalau aku akan mencaritahu apa yang selalu dilakukan kyuhyun oppa dengan datang setiap hari kerumahku. Dan disinilah aku sekarang, ketika yesung oppa pergi keluar rumah secara diam-diam aku mengikuti mereka berdua sampai ke taman ini dan aku bersembunyi dibalik pohon besar yang berada di belakang tempat duduk yang di duduki oleh yesung oppa dan kyuhyun oppa.

Tapi sepertinya aku telah menyesal mengikuti mereka. Ini malah membuatku makin banyak pikiran. Pertama bagaimana perasaan hankyung oppa padaku, dan kedua tepatnya sekarang ternyata kyuhyun oppa menyukaiku. Sebenarnya aku masih bingung dengan perasaanku sendiri.

Author POV

Tanpa kyuhyun sadari ternyata yesung mendengarkan apa yang kyuhyun katakan ketika yesung hendak pergi. Yesung sengaja berpura-pura tidak mendengarkan apa yang kyuhyun katakan dan untuk memastikannya lagi dia bertanya kepada kyuhyun dan sesuai dugaan yesung, kyuhyun pasti akan mengalihkan pembicaraan.

“Dasar bodoh, aku mendengarkan apa yang kau ucapkan. Ternyata sesuai dugaanku ternyata kau memang menyukai yeodongsaengku”, oceh yesung ditengah-tengah perjalanannya menuju rumahnya. Tanpa sadar seulas senyum muncul di wajah yesung.

“Kalau dia sepertinya aku bisa mempercayainya untuk menjaga mee yon”, lanjutnya.

 

~To Be Continued~

Iklan

5 thoughts on “Difficult To Say Love Chapter 7”

  1. kyu udah ngaku n mee yeon dah tau tinggal tunggu kyu nyatain y. . . .
    Penasaran ma yg d omongin kyu n hankyung d kafe n apa yg mau d lakuin hankyung buat dapetin meeyeon?
    Lanjut. . . . u kyu nyatain y. . . .
    Penasaran ma yg d omongin kyu n hankyung d kafe n apa yg mau d lakuin hankyung buat dapetin meeyeon?
    Lanjut. . . .

  2. hmhmhm…
    Ternyata meeyon ngikuti yesung oppa n kyuhyun pas ke taman ntu. Wadoooh gimana nasib meeyon ya? Pasti dia ga bisa tidur ne mikirin smuanya.
    Hwhwhw…

    Daripada penasaran, lebih baik lanjuuuutt aja bacanya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s