Love Song (Part 3)

Love Song (Part 3)
Genre/category : romance, comedy
Ratting : all ages
Type: continue.
Admin : author freelance
Author : yunsae_imas
Tag: super junior, kyuhyun, shinee, kibum key, elf.

Cast: super junior, shinee, 2pm, big bang.
Main cast : Cho Kyu-Hyun 규현 , Yoon Min-Ah 민앟 , Kwon Ji-Yong 지용 (G-Dragon), Henry Lau, Min Chae-Ri 민 채리, Kang Hyeon-Ri 강 현리.
—sebelumnya di Love Song part 2—
“Kenapa kau tiba-tiba pergi seperti itu?” tanyanya sambil membuka pintu mobil van suju itu.
“Aku hanya merasa masuk angin saja, makanya aku buru-buru ke van. Mengambil jaketku ini.” Bohongku padanya. Dia hanya menanggapi dengan tersenyum sinis seperti biasanya. Aku tidak mempedulikannya lagi dan lagsung masuk ke dalam van. Mungkin dia masih berbicang-bincang dengan LeeTeuk oppa.
“Perasaan kau tidak berkata seperti itu?” aku hanya mengangkat bahu. Bagus deh kalau dia tidak tau arti kata-kata yang ku ucapkan tadi.
—Love Song part 3—

#Gwangjin Apartement @midnight
Daripada besok aku telat, mending aku buru-buru masuk ke kamarku. Semua para personil super junior ini tertidur pulas. Yah, mungkin ini awal yang baik untukku. Sebagai tetangga yang baik, tentu aku mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan kepada mereka. Tampak dari kejauhan seorang lelaki, itu dia. KyuHyun oppa, yang lainnya sudah masuk malahan dia yang belum masuk.
“Masih belum tidur?” tanyanya yang masih berjarak jauh dariku.
“Belum, aku hanya memastikan saja,” aku masuk kedalam apartemenku itu. Ku biarkan dia diluar sendirian. Mau diapakan lagi? Mau disuruh tidur diapartemenku? Bisa-bisa aku dimarahi eomma-ku lagi.
“Sampai berjumpa besok,” suaranya masih terdengar jelas. Meskipun pintu sudah ku tutup rapat dan aku masih menyandari pintu itu dengan kedinginan sambil melepaskan sepatuku ke rak disebelahku ini. *klek* tampaknya dia sudah masuk ke dormnya. Fuiiiih =.=” benar-benar hari yang melelahkan. Sial, seharusnya pemanas itu ku hidupkan dulu. Karpet yang ku injak ini benar-benar membeku dikakiku.
#in the morning
*Don’t feel like doing anything (turuuruu tururuu) I just wanna lay in my bed (turuuruu tururuu) Don’t feel like picking up my phone~*
“Ye?” suara yang ku dengar berisik sekali. Ini seperti dipabrik saja.
“Don’t forget for visit my office today, my little cousin,” aaa~! Suara JiYong. Baru saja aku berpikiran menelfonnya. Suaranya serak-serak basah eeh becek deng!(tapi tidak manis seperti yang orang bilang). –pletok-
“Okay, I’ll be there as soon as possible,” jawabku dengan malas. Yap! Aku kan baru saja membuka mata gara-gara telfon darinya.
“Mau dijemput ya, JiYong-ah~! Siapa? Siapa?” suara lain itu terdengar sangat keras.
“Asssh~! Yeodongsae-ku SeungRi-ah~!” suaranya makin menjauh saja.
“No, I can go there by myself,” aku bangun dan membuka tirai *gorden aja kali* dan melihat betapa bedanya pagi di Paris dan di Seoul.
“Jjinjayo? Okay, I’ll waiting for you. See ya, there’s a problem here,” telfonnya ditutup sebelum aku bilang. ‘mungkin aku akan terlambat’ aaah! Sudahlah. Kan bisa naik taksi dari sini.
‘Took took toook….’
“Ye, who’s there,” aku membuka pintuku sedikit. Terhilat seorang seperti cleaning service atau apa itu.
“Mau dibersihkan kamarnya?” tanyanya dengan logat aneh yang tidak aku mengerti. Bicaranya sangat cepat.
“Aniyo. Aku baru pindah,kok,” pintunya langsung ku tutup dan aku langsung buru-buru ke dapur. Aku lapar.
#7.00 A.M in South Korea
“Kira-kira bisa tidak ya? Satu jam perjalanan? Apa mungkin?” bicara sendiriku kumat lagi.
“Annyeong MinAh-ya~!” sapa seseorang yang baru keluar dari dormnya superjunior.
“Annyeong oppa,” aku berhenti sebentar dan melihat siapa orang itu.
“Mau kemana pagi-pagi begini?” wajah ini. LeeTeuk oppa.
“Mau ke kantornya YG,” jawabku agak ragu.
“Ku antar ya?” waaah, tawaran yang bagus nih! Pagi-pagi udah dapet tumpangan gratis.
“Memangnya oppa mau kemana?” aku mengambil handphoneku untuk mengecek alat kantor YG Entertainment.
“Biasa, belanja untuk sarapan,” LeeTeuk oppa seperti eomma saja di superjunior.
“Alone?” tanyaku sambil membalas e-mail dari HyeonRi.
Drrrrtt..drrrrt…
(email recieved 1)
From: Ugly HyuRin
Subject: Mission

Bounjour Mia. Hehehe. I’ve request for u.
Hve u finished the first?
Huuum. Can u take ‘em video? I really wanna show our friend bout ‘em. Please…😀
Thanks a lot ma best friend.🙂 see ya.😀
Aduh..,dasar bikin susah nih anak. Baru aja mau tenang malah disuruh-suruh. Kemarin itu kan saat moment bagus. Makanya aku bisa foto. Sekarang aku mau kerja di tempat JiYong malah ada tugas lagi. Bikin BT aja nih anak.
To: Ugly HyuRin
Subject: Mission
Hey, ugly HyuRin-ah~!
Neoga ppaboya? Igemwoya?
I just wanna free today. U telling me that I must take their video?
Neoga michyeosseo!

“Something wrong with it?” LeeTeuk oppa menunjuk handphoneku karena aku mengata-ngatainya. Tapi, sebenarnya yang ku kata-katai itu Ugly HyuRin ini.
“Nothin’ oppa,” aku mengikutinya masuk ke mobil kecil. Ini mobil pribadi oppa ya? Waah, mereka benar-benar artis sejati. *geje*
“Kau bilang kau mau kemana tadi?” nah loh? Lupa? Baru aja aku bilang. Ya ampun, umurnya berapa sih? Pikunan ya?! *maklum gak kenal*
“YG Entertainment,” jawabku dengan sabar. Fuiiih. Dengan sigap LeeTeuk oppa pun menyalakan mobilnya dan kami pun melaju ke jalan menuju YG Ent. Dan mungkin dalam 15 menit sudah sampai…
#YG Entertainment Office, Receptionist.
“Here you are!!” pekik JiYong tiba-tiba muncul.
“Kalau ada apa-apa, bilang saja. Nanti kami jemput,” LeeTeuk oppa melambaikan tangan sambil kembali ke mobil.
“Kami?” aku agak terkejut dengan kata itu. Mereka mau menjemputku? Wae?
#in the practice room
“Ini ya sepupu yang kau bilang? Waaah, mukanya benar-benar tidak mirip kau hyung,” seru orang berponi itu. Aku masih belum mengenal mereka. Tentu saja, ini baru pertama kalinya aku bertemu artis-artis besar korea. *beruntungnya*
“Annyeong Haseyo…, jeoneun Min-ah imnida,” aku gak kagok mengucapkannya. Lumayan takut untuk salah. Logatku kan belum sama seperti mereka.
“Come on,” JiYong tiba-tiba merangkulku berjalan menuju sebuah meja. Sok jadi kakakku dia. Ckckck.
“Nah, kau nanti dibagian ini ya,” JiYong mendudukkanku ke kursi yang didepanku tepat ada beberapa laptop dengan software yang terbuka. Aku agak bingung dengan yang harus aku kerjakan.
“Kalau kau bingung, tanya saja sama ajusshi yang disana,” dia menunjuk ke arah kamar mandi. Tepat saat seseorang keluar dari sana. Mukanya kelihatan lesu, mungkin karena pekerjaan ini membuatnya letih.
“Yaaa~! Apa yang kau bilang? Ajusshi? Aku tidak setua kau hyung,” jawab orang itu dengan wajah bersungut-sungut.
“Sudahlah, kau ajari dia dulu ya, kami mau latihan,” dia mengacak-acak rambut pemuda itu lalu pergi meninggalkannya. Ummm, sulit tidak ya?
“Baiklah noona, kalau yang ini untuk…,” aku agak terkejut, dia memanggilku noona. Apa dia lebih muda dariku? Mukanya tidak semuda itu? Haduuuh, aku harus memperhatikannya sajalah.. -.-
#After practicing in YG Entertainment @ afternoon
“Dongsaeng-ah~!” baru saja aku menutup pintu mobil JiYong dia sudah memanggilku, benar-benar tidak tau orang lelah bekerja seharian apa ya? Mataku rasanya ingin ku lepas dan ku ganti yang baru *lebay*. Arrrgh!
“Mwoayo? I’m really tired naui oppa,” aku terpaksa membuka lagi pintu mobilnya. Dia menampakkan innocentnya itu lagi.
“Kamu ikut ke NYC ya?” muka memelasnya itu membuatku tambah lelah lagi untuk menjawabnya. Lebih tepatnya lagi tidak bersemangat menjawabnya.
“I’ve said to you. I never leave this country till my mom say it,” aku sudah cukup lelah bekerja. Kini dia memohon-mohon padaku agar mau ikut dia ke NYC untuk mengurusi video klip terbaru BigBang.
“Please, I need your help. You know I can’t do it well, right?” assh! Apa yang harus aku lakukan? Aku hanya ingin istirahat sejenak. Kenapa dia tidak mau diam sih??!
“I have to sleep now!” rengekku sambil ku banting pintu mobilnya dan aku berlari menuju lift. Memang sengaja, agar dia tidak mencegahku dan bertanya tentang hal itu untuk keseribu kalinya.
Huh! Ternyata kerja di tempat artis itu menguras tenaga ya? Rasanya aku ingin merebahkan diri sampai besok. Huuuffh –,– besok apa yang harus aku edit ya? Ide macam apa ini? Mom benar-benar ingin menyiksaku ya? Hah! Sudahlah, yang penting sekarang aku mempersiapkan makan malam, lalu tidur. Lain kali aku tidak mau berbaik hati padanya ah! Bikin masalah saja.
#5 Month later
Pagi ini lumayan cerah bagi hidupku. Tetap saja dimulai dengan aku yang selalu membantu sepupuku ini selama…,kurang lebih hampir setengah tahunlah. Ngedit ini, ngedit itu.., arrgh! Selama 5 bulan belakangan ini, aktivitasku hanya ke kantor YG Ent.saja. Belum ada rencana kembali ke Paris sih, Cuma mom sama dad saja yang masih sibuk. Tak pernah menghubungiku. Huft~!
Benar-benar ya! Belum membuat vidklip saja persiapannya sebanyak ini. Apa-apaan ini?! Semua kertas-kertas berisi petunjuk ini bagiku seperti coret-coretan anak kecil. Tapi, agak tidak percuma juga mom menyuruhku ke Seoul. Aku lebih banyak dapat pengalaman untuk melanjutkan sekolahku di ‘Ecole Nationale Supérieure d’Arts et Métier de Paris. Mungkin mom bisa dibilang sedikit gila dengan cuti hanya 11/2 tahun. itulah keahlian mom-ku yang terhebat. Bisa meminta izin sampai selama itu?! Aku sendiri juga bingung –,–
*tookk tookk tookkk*
“Annyeong~!” ku buka pintu dengan perlahan. Ku pikir ada cleaning service lagi yang dikirim oppa sialan itu. Ternyata lebih burukm lagi! Dia yang datang!
“What do you want huh?” untung pintunya belum kubuka semua, kunci pengaman ini memang sangat berguna.
“You don’t go back to work?” dia mengerutkan alis sambil melirik-lirik ingin masuk kedalam.
“It’s holiday!! You know?! I need a day for a rest!” bentakku padanya. Tapi, rasa-rasanya ada sesuatu yang tidak beres deh?
“Aaaa~ Hey! Please…,let me in. There is an unknown person,” bisiknya dipintuku sambil menempel. *dia cicak versi baru*
“Buktinya?” aku masih heran dengan orang satu ini. Mau mengeles aku ya? Biar mau keluar terus ikut dia?
“Barusan ada seorang yeoja menunggu. Entah menunggu siapa. Ayolah! Kau tentu tidak mau jadi bulan-bulanan paparazi kan?” mukanya seperti jelly menempel dipintuku.
“Hmmm?!” aku mengernyitkan dahi sambil berjingkat melihat kearah luar. Memang ada seorang yeoja yang sedang menunggu seseorang. Tapi bukan menanti JiYong yang terlalu ke-PDan ini.
“Ottokhae?” dia tampak begitu panik plus kebingungan. Tangannya berusaha meraih kunci dibalik pintu itu.
“Waeyo?” aku menjauhi pintu itu dan duduk disofa yang empuk sambil tidak mendengarkannya. Dia ini apa-apaan sih? Yeoja itu kan tidak menghampirinya? Lagian, dia pasti akan mencari-cari alasan lagi agar aku mau pergi mengikutinya. Cih! Si licik ini punya cara apalagi?
“Yaaa~!!” dia makin menjadi-jadi saja. Aah! Dasar sok mendramatisir! Leeeeebaayy.
“Kalau kau mau masuk, jangan ganggu aku! Okay?-” aku melirik sedikit ke belakangnya. Gara-gara dia tinggi aku jadi terhalangi. Huh! “-sepertinya yeoja itu tidak berbahaya?” aku melihat ke arahnya yang masih kebingungan setengah mati a.k.a pucet pasi itu.
*clek*
Suara pintu dibuka. Pasti tamu untuk dorm sebelah…,
“ChaeRi-ssi!! Oh, ani… Nyonya Lee,” aha! sebuah suara dari sebelah membuatku memicingkan mata kepadanya. Ha! Kena kau!
“Jangan begitu oppa, aku ini kan sepupu jauhnya. Tidak se-marga,” mereka tertawa ria didepan pintu. Sementara JiYong tetap memanyunkan bibirnya dengan mata berkata ‘buka kan pintunya!’ Assh! Tampangnya itu membuatku muak!
“Jinjayo?” suara LeeTeuk oppa terdengar keras dikoridor ini. Dan ada yang melangkah terburu-buru
“ChaeRi-ssi! Ayo masuk…, Kkaja~!” suara mereka berlalu. Sekarang aku menatap oppaku tajam. Tanpa rasa ampun.
“Kau sudah lihat itu?” pekikku sambil menutup pintu karena aku tak peduli dengan keadaannya yang sok mengenaskan itu.
“Yaa! Tega sekali kau?” suaranya memelan. Tiba-tiba saja ponselku bergetar. Buru-buru ku angkat telfon itu. Daaaaan….,
“Kau pikir aku ini apa, ha-?” oooh, jadi dia sengaja menelfonku. Awas kau! “-You are silly people..,” belum ada sepatah kata pun darinya aku langsung mematikan ponselku lalu mengambil jus buah didalam kulkas.
“Biar saja dia diluar sampai pegal-pegal,” gerutuku sambil mengeraskan suaraku. Tau rasa tuh orang! Aku segera masuk ke kamar untuk menonton tv. Mungkin dia akan pergi dan kembali lagi dengan wajah bersungut-sungut. Bisa juga dia benar-benar menunggu jika mau aku ikut. Entahlah, sepertinya dia akan pergi….
#1 hour later….
*toookk toookk tooookk*
“Wait a moment….!” aku berlari kecil dengan rambut super basahku yang bercipratan kemana-mana. Ya jelas! Baru keluar dari kamar mandi juga!
“Minah-ssi! Aku mau mengantarkan ini,” pintu baru ku buka sedikit. Sama seperti tadi pagi, kira-kira orang tidak tau perasaan itu nyadar gak ya?
“Ooooh, EunHyuk oppa. Diluar tidak ada orang lain kan?” aku agak ragu ketika mau membukanya lagi. Bisa saja kan si JiYong itu menerobos masuk?
“Tenang saja,” dia tersenyum dengan kotak kecil berplastik ditangannya. Kemudian ku persilahkan dia masuk sebentar. Yaaah, terpaksa dengan rambut berantakan begini.
“Aaaa.., kenapa kau repot-repot membawakan ini?” aku menaruhnya dimeja ruang tamu kecil itu sambil menyuruhnya duduk. Kemudian aku berlari ke dapur mengambil segelas jus buah untuknya.
“Justru kau yang repot-repot. Aku kan hanya mengantarkan oleh2 dari sepupuku itu,” walaupun dia awalnya menolak. Akhirnya diminum juga. Hahahaha.
“Aaa~ Kamsahamnida,” aku duduk dihadapannya itu. Mulutnya penuh dengan jus. Menggembung seperti anak kecil. Lucu sekali.
“Hmm., agasshi..apa kau mau ikut piknik bersama kami? Hmm., pikniknya besok,” ini pertanyaan bisa-bisanya terlontar dari mulutnya. What? Picnic? Oh no!
“Aaa…, I think I’m a lot busy this week,” raut wajahnya jelas mengharap padaku.
“Tolonglah agasshi,” apa dia tidak melihat mataku yang sudah menghitam ini gara-gara tidak tidur? Oh ayolah…., aku masih harus menyelesaikan banyak hal.
“Sorry, I really busy this week. They’ll realease new song and I must help them all..,” dia menyerah tidak ya? Dua minggu lagi mengurus video baru di NYC. Apa aku harus menerima semuanya?
“Bisa dipikirkan lagi? ChaeRi-ssi butuh teman. Apa kau mau menemaninya?” seperti biasanya. Aku mengangguk iya, tapi dalam hatiku rasanya aku ingin menangis. Aku tidak punya waktu istirahatkah?
Begitu dia pergi aku langsung kembali meringkuk diatas kasur. ‘Sangat lelah’ batinku. Apa aku benar meng-iya-kan ajakannya. Kalau sekedar untuk refreshing sih aku bisa. Tapi kan aku belum membereskan hal satu itu. Pilihan ikut ke NYC atau tidak.
*Don’t feel like doing anything (turuuruu tururuu) I just wanna lay in my bed (turuuruu tururuu)~*
“Dongsaeng-ah~! Mau tak mau kau harus ikut aku ya, ke NYC. Aku sudah bilang ke eomma-mu. Dia meng-iya-kannya. Jadi, siap-siap saja ya…, annyeong~!” baru saja memikirkan mau pergi atau tidak dia sudah menelfonku. Apa-apaan ini? Dia.., urrrrgh! Dasar tukang ngadu! Awas kau ya!
(email recieved 1)
From: ygdirector
Subject:NYCproject
Terimakasih kau sudah mau ikut membantu sepupumu ini.
Karena itu, selama dua minggu sebelum keberangkatan ini kau bisa libur. Persiapkan ide-idemu ya. JiYong yeodongsaeng. Hormat kami, redaksi YG Ent.
Ps. Sandara titip salam utkmu.
Barusan ada apa sih dengan semua orang. Seperti bisa membaca pikiranku saja. Huuuh!
*toookk toookk tookk*
*clek*
“Ada apa ya?” mukaku yang kusut ini kelihatan tak layak membukakan pintu. Tapi otakku yang masih setengah melayang terus menyuruhku membukakan pintu.
“Maaf kalau mengganggu…, EunHyuk oppa menitipkanku disini. Katanya biar aku aman,” perempuan ini kelihatan ramah. Aaaah~! Inikan yeodongsaeng-nya? Sepertinya dia ramah.
“Silahkan masuk. Tapi kau tidur sekamar denganku ya, kasurnya semua disitu,” seorang namja memandangiku. Tak salah lagi, itu si-maknae KyuHyun.
“Hai, apa kabarmu?” tanyanya ikutan masuk. Entah kenapa raut mukaku sepertinya tidak ingin beramah-ramah hari ini. Lelah! Mungkin?
“Buruk,” jawabku singkat sambil dia masuk, ku tutup pintunya.
“Kau kelihatan tidak sehat?” sejak kapan dia perhatian denganku,ha?
“Dua minggu lagi aku harus ke NY,” mukanya sedikit terkejut ketika aku bilang NY. Buru-buru aku mengeluarkan tiga gelas dan sebotol vodka mix yang kusimpan lama. Udaranya makin dingin ya. Entah kenapa rasanya ingin minum vodka ini.
“Sudah lama aku tidak menyapamu. Ternyata kau sibuk sekali,” muka macam apa itu? Jangan kau tunjukkan senyum ****-mu itu! Aku terpaksa buang muka tau!
“Ini semua gara-gara sepupu bodoh itu,” uuups! Mulut bisa-nya muncul lagi nih. Aduuuh!
“Kau besok ikut?” dia tertawa kecil sambil mengambil segelas diatas meja. Ooh, pertanyaan ini lagi.
‘Kau besok ikut?’ aku mengerutkan alis yang untuk kedua kalinya. Ah! Semua orang ini! Benar-benar! Haaaaaaaaaassh!! =,=
“Aku tidak memaksa,” dia langsung duduk disofa tanpa ku persilahkan dulu. ‘tidak sopan. Tapi,baguslah kau tau aku tidak ingin dipaksa’ batinku.
“Apa kau ikut piknik?” nah loh! Ini lagi! Sepertinya suara perempuan itu berasal dari dalam kamarku.
“Ini pemaksaan atau apa?” aku bersungut-sungut dan tak peduli. Aku pun langsung meneguk segelas penuh vodka itu sambil berdiri. Wow~! Kepalaku langsung bereaksi ternyata.
Aigoo-ya~! Apa kau tidak membaca raut wajah ini, ha? KyuHyun babo? Apa aku harus meng-iya-kan setiap kali orang bertanya ‘kau mau ikut?’ atau ‘kau harus ikut’ atau lagi ‘aku butuh kau. Kasian xxx’ sialan kau KyuHyun babo~!
“Hei, aku hanya bertanya. Biar ChaeRi-ssi ada teman. Kau tau?” biar pun dia berbicara, aku tetap menutup telingaku dan memejamkan mata agar tidak mendengar atau melihat reaksinya. Vodka ini bereksi lebih, dan sepertinya kepalaku akan dibuat beku olehnya. Aku dengan sempoyongan akhirnya menuju kamarku. Waaah, ini masih siang dan aku mau tidur? Aku hanya ingin istirahat. Hei, badanku rasanya ringan sekali. Pintu kamarku kok terasa jauh ya?? Apa aku yang terlalu jauh dari kamar?? Kok apartemen ini rasanya menjadi lebih luas ya? Lantainya berubah warna? Weeew~! Hebaat~!
#in the next morning….,
“Ayo…, kesini,” terlihat ChaeRi-ssi melambaikan tangan dari dalam villa. ‘aah! Aku malas’ batinku.
Aku masih menikmati pasir lembut ini. Suara gelombang laut yang indah ini pun juga menyenangkan. Baru pertama kali aku diajak ke pantai beramai-ramai. Mom sama Dad mana pernah begini. Mereka terlalu sibuk untuk acara sepele ini. Sepertinya, personil ini memang tidak seburuk yang aku pikirkan. Hmmm.., mom sedang apa ya disana?
“Kau diam saja disitu,” ujar RyeoWook oppa yang berlari menuju tempatku duduk.
“Tidak mau bermain?” tanya EunHyuk oppa yang juga ikut menghampiriku.
“Aku tidak ingin bermain oppa,” jawabku singkat sambil menenggelamkan wajahku ditangan.
“Kau akhir-akhir ini jarang terlihat,” kata RyeoWook oppa yang sudah duduk disampingku.
“Eh…,tadi malam kau melakukan apa dengannya?” tanya Monkey itu tiba-tiba.
“Ya, si gaem-kyu sepertinya menyembunyikan sesuatu,” tambah si goguma dibelakangku.
“Hei, kalian jadi tukang gossip ya? Keterlaluan sekali,” aku seperti ditangkap satpam. Tiga orang aneh ini tiba-tiba saja mengerubungiku layaknya tersangka pembunuhan dan langsung menudingku melakukan sesuatu dengan si-maknae itu.
“Tidak,” mereka kompak sekali mengatakan tidak. Arrrgh! Vodka itu kan untuk menenangkan otak bekuku.
“Assh!” aku langsung beranjak dari para namja aneh ini. Hiii! Menyebalkan. Omo! Apa yang aku lakukan tadi malam ya? Hasssh~! Bahaya ini. Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya. Aigoo~!. ChaeRi-ssi! Aku harus bertanya padamu!
#in the villa…. @kitchen
“ChaeRiiii!!” aku berteriak di depan villa. Tapi, begitu melihat dia dan KyuHyun (lagi?) didapur. Aku pun langsung menjauhinya.
“Mwo?” eh, kok dia yang keluar sih? Kemana perempuan itu?
“Asssh!” mending aku pergi aja deh. Nah, kesana aja aman. Gak mau cari perkara aneh-aneh. Ntar para oppa yadong itu bakalan ngegossip lagi yang aneh-aneh. Ckckckck.
“What’s wrong?” tiba-tiba saja ChaeRi-ssi datang dan duduk dikursi panjang ini. Dia paranormal atau gimana? Bisa cepet nebaknya.
“Anii…aku hanya ingin bertanya. Ce qui s’est passé hier soir? Je fais quelque chose de mal? Ils ne s’arrêtent pas moqueur[8],” mukanya begitu serius. Dia merapatkan kaki lalu sambil mengernyitkan dahi, ia berkata : “I dunno what are you talkin’ about,” wew.. logatnya american asli. Mirip seperti Henry oppa. Tapi, beda sekali sama si monkey cassanova itu.
“Kau tidak mengerti sama sekali?-” bisikku yang agak kecewa ini. Tapi aku akhirnya berbicara dengannya pelan-pelan. Dan sangat pelan, “-Oke, aku hanya ingin tau ada kejadian apa semalam,” sekarang aku celingak-celinguk memperhatikan sekitarnya dan berbicara bisik-bisik. Takut-takut para oppa yadong itu kembali menggossipkan sesuatu yang tidak wajar.
“Oooh~! Soal itu,” dia terlihat tertawa sejenak. Sementara aku menutupi wajahku dibatang pohon besar didepanku.
“Jangan keras-keras!” pintaku yang masih setengah duduk dan masih menutupi wajahku dibalik batang besar itu. Sebenarnya tempat kami mengobrol ini bagus untuk bersembunyi. Rindang, dan sulit dijangkau para wartawan aneh itu. Yak! Lanjut!
“Aku tidak begitu melihatmu. Yang ku tau kau digendong KyuHyun oppa kekamar. Ku kira kau sakit. Makanya aku tidak mengusikmu. Habis itu KyuHyun oppa langsung pergi. A..ku jadi tambah bingung. Akhirnya aku membiarkanmu tidur sampai pagi tadi..,” ChaeRi menatapku dengan perasaan heran. Yah, mungkin. Karena aku belum pernah mengalami kejadian ini. Tidak untuk kedua kalinya.
“Yaa~! Yeojadeul~! Sedang apa kalian disitu?” mampus! Kenapa mereka bisa disini sih?!
“Kkaja, ayo kita mulai permainannya,” kata RyeoWook oppa menarik lenganku.
“Wae?!” bisikku padanya.
“Tenang saja,” dia hanya mengerlipkan mata. Aduuh, apa yang akan dilakukan mereka sih?!
“Ternyata kalian disana ya? Jauh sekali,” kata Henry oppa membawa sesuatu ditangannya.
“Kali ini kita versusan ya,” kata YeSung oppa dengan semangatnya.
“Ayo diambil!!” teriak Henry oppa yang sudah mengambil sehelai. Hmm, dia mau main licik denganku ya?
“Semuanya sudah dapat?” tanya HeeChul oppa yang baru datang.
“Aigoo?” bodoh! Kenapa kau tadi memperhatikan Henry oppa sih?
“Kenapa?” RyeoWook yang berdiri disamping HeeChul oppa-pun menghampiriku.
“Apa sudah habis?” tanyaku dengan wajah heran. Awas kau Henry! Aku akan mencekikmu nanti! Sekarang, habislah aku dipermainkan mereka.
“Hmm, tadi aku membuat dengan jumlah yang pas,” kata Goguma terkekeh dibelakangku.
“Araa~! Dengan begini aku tidak usah main,kan?” kataku berusaha menjauh sambil memasang muka menggerutu.
“Disini siapa yang kekurangan orang? Coba dihitung kelompoknya,” kata HeeChul oppa. Ketika aku melirik ke arah Umma-nya Super Junior ini. Sepertinya dia menertawakan sesuatu. Aah! Tidak! Lebih tepatnya dia menertawakanku. Lihat saja nanti, neo! Kada!
“Hyung, disini!” teriak si fishy mokpo itu sambil mengangkat tangannya.
“Kkaja!” tiba-tiba saja monkey cassanova itu mendorongku ke arah kelompok si fishy mokpo itu. Hum.., orang-orang ini mau macam-macam denganku, ya. Kulihat ke arah semua ajusshi yang tak tau diri itu. Ternyata semua tertawa riang ya? Aigoo~!
“Oke, kita mulai ya. Yang pertama!” kata HeeChul oppa mengeluarkan kartu besar. Mulai berlagak seperti MC bersama SiWon oppa.
“Memancing ikan terbanyak!” sambung SiWon oppa. Aku melihat kearah YeSung oppa yang sudah berdiri dengan dua orang disampingnya.
“Nah, kalian nanti mancing naik satu kapal. Ini ada dua nakhoda yang akan membantu kalian nanti. Tapi, kalian tidak satu tempat. Mungkin hanya beda arah saja,” kata YeSung oppa menunjuk kapal yang satu-satunya berada di pinggiran pantai ini.
“Waktunya tiga setengah jam. Jadi jangan sampai ikannya lepas ya,” kata HeeChul oppa sambil duduk dikursi malas tepat dibelakangnya.
“Oke, waktu dimulai,” kata SiWon oppa ikut-ikutan duduk disamping hyung-nya itu.
“Kkaja,” ChaeRi-ssi menggandengku. Eh? Emang aku selelet itu ya? Tapi tetap saja aku berlari mengikuti mereka bertiga. Secara, tim baruku. Ckckck.
#in the middle of the sea
“Ingat, jangan sampai ada yang terluka. Atau apapun, yah. Meskipun disini kalian dibantu nakhoda handal,” kata YeSung oppa mulai geje lagi.
“Yaudah, selamat memancing,” buru-buru RyeoWook oppa langsung menarik oppa aneh itu. Dan memancing pun dimulai! Hmm.
“Kalian berdua! Tolong siapkan embernya ya. Biar kami berdua saja yang memancing,” kata si fishy mokpo itu menyodorkan ember padaku.
“Ne, oppa,” ChaeRi dan aku mengambil air ke kamar mandi. Tapi, si ChaeRi menyuruhku duluan. Padahalkan ember satunya lebih berat. Terpaksa aku kembali lagi kesamping si fishy mokpo itu.
“Eh, kok kesini dulu? Kan kamu yang dipojok,” si fishy mokpo itu menendang kakiku. Menyuruhku bersama evil jelek ini? Aigooya~!
“Assh! Ne, arasseo!” enak saja si mokpo ini! Euugh! Awas kalau kau tidak dapat ikan seekor pun.
“ChaeRi-ssi. Kenapa lama?” aku melirik kebelakangku. Ternyata dia baru keluar.
“Mianhae oppa, aku mengambil jaket dulu,” jawabnya terbata-bata. Sepertinya dia keberatan membawa ember itu.
“Biar aku bantu,” eeeh? Orang ini. Ngapain ngikut-ngikut sih?
“Kau pegang pancingannya, biar aku yang bantu ChaeRi,” dia mendorongku lalu menyuruhku duduk secara paksa. Dia sempat kelihatan tertegun ketika melihatku. Igemwoya?
“Kamsahamnida oppa,” kata ChaeRi padanya. Aku memicingkan mata ke orang itu. Idih~ sok baek banget! Cih!
“Sini!” dia hanya tersenyum dan huh! Seenaknya saja menyuruh-nyuruh aku!
#2 hours later
“Yaaa~! Kyu! Kenapa kita tidak dapat apa pun?” sudah selama ini dia masih saja santai-santai.
“Ikannya takut sama kamu kali!” kata si mokpo tiba-tiba. Tau deh yang dapet banyak ikan.
“Assh~! Kau ini! Aku mending ga disini! Ga enak baunya!” akhirnya aku tinggalkan dia disana. Biarin aja! Sumpek tau!
“Eh, nona kyu. Ga ikut mancing?” aigooya? Igemwoya? Monkey jelek!!! Mau cari gara-gara lagi nih orang? Okeh, aku lempar ke laut aja baru minta tolong-tolong.ckckck.
“Yaa~! Apa-apaan kau! Siriiik aja!” ini orang minta ditimpuk apa sih?
“Waaah, bener-bener nyonya kyu ya?” si putih nyebelin ini juga! Pengen tak jejelin batu tuh mulutnya yang lagi mancing itu! Uuuugh!
“Gak nyambung tau gak sih!” bentakku langsung masuk ke dek kapal itu.Hmm, udah lumayan lama sih dikapal. Tapi kok tetep aja ga enak ya?
“Hahahahaha~” great! Mereka tertawa! Sekarang apalagi yang akan dilakukan geng cassanova sialan itu???
“Ajusshi, bisa kita kembali. Aku agak ga enak badan,” pintaku pada si nakhoda yang lagi duduk bersantai di kemudinya sambil meminum secangkir teh yang baunya menyengat ke hidungku. Idih, enak bener ya?
“Yaaaaa~!” terdengar teriakan seseorang dari sisi lain kapal. Bukannya itu suara ChaeRi ya? Waduuuh? Kok?!

Gimana? Tambah geje atau seru? Mohon kritik dan sarannya ya. Biar tambah bagus.  hahaha. Kumoweo.
[8] apa yang terjadi tadi malam? aku melakukan sesuatu yang salah? mereka tidak berhenti mengejek.

우리는 영원히 사랑해 슈퍼주니어!!! 파이팅!!

no copy paste! this is original from my web with editing…
http://thisisaway.blogspot.com

3 thoughts on “Love Song (Part 3)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s