Accident Part 1

“Eommaaaaa . . . kumohon ijinkan aku!!” pinta Seung Won. “Aku tidak akan meminta uang bekal pada eomma, karena aku sudah menabung selama setahun ini untuk berlibur disana.”
“Bagaimana kalau disana ada yang menculikmu? Ani!” ucap eomma tegas.
“Selama setahun ini aku sudah bersikap baik, tidak berbuat yang macam-macam maka dari itu ijinkan aku!” Seung Won masih merengek.
Eomma berhenti sejenak dari kegiatannya, dan tampak berpikir sejenak. “Baiklah, aku mengijinkanmu. Tapi ingat, setelah sampai disana hubungi aku dan jangan merepotkan Park ahjussi dan ahjumma!” seung Won mengangguk senang.
***
Seung Won tampak mencari-cari orang yang akan menjemputnya di bandara. Seorang ahjussi dan ahjumma berlari-lari mendekatinya sambil melambaikan tangan. Seung Won membalasnya tersenyum.
“Annyeong . . .!!” ucap Seung Won membungkukkan badan untuk menyapa ahjussi dan ahjummanya.
“Seung Won-ah, kau sudah besar. Terakhir kali kau datang kesini saat kau kelas 3 SMP.
“Ahjussi, sekarang aku sudah kuliah. Umurku sudah 25 tahun.”
“Ne ne ne . . . kajja!” ahjumma mengajak Seung Won pergi dari bandara.
Park ahjussi adalah adik dari appa Seung Won dan Park ahjumma tentu saja istri Park ahjussi. Mereka tinggal di Pulau Jeju, dan kini Seung Won sedang menghabiskan liburan semesternya disana. Park ahjumma dan Park ahjussi tidak mempunyai anak, jadi mereka selalu menganggap Seung Won seperti anak kandung mereka. Seung Won pun menganggap keduanya sebagai orang tua kedua setelah eomma dan appa kandungnya.
Akhirnya mereka sampai di rumah Park ahjussi. Saat mereka sampai, seorang namja berlari mendekati kearah mereka.
“Ahjussi, kalian darimana? Aku sudah menunggu kalian selama satu jam disini.”
“Mianhae Eunhyuk-ah, kami baru menjemput Seung Won. Kau ingat dia kan? Dulu kalian selalu bermain bersama setiap kali Seung Won berlibur kesini.”
Eunhyuk menatap Seung Won dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Aku sedikit lupa ahjussi, tapi aku sedikit ingat juga.”
“Apa maksud dia berbicara seperti itu?” umpat Seung Won pelan.
“Ayo masuk, kau pasti lelah Seung Won-ah!” ajak ahjumma.
Akhirnya mereka masuk kedalam rumah. Ahjumma langsung berjalan menuju dapur sedangkan ahjussi, Seung Won dan Eunhyuk berjalan menuju ruang tengah tempat berkumpul keluarga. Beberapa saat kemudian ahjumma datang sambil membawa empat gelas jus jeruk dengan nampan di tangannya.
“Minumlah, kau pasti haus karena melakukan perjalanan yang melelahkan.” Pinta ahjumma. Seung Won mengangguk dan mengambil segelas jus jeruk didepannya, tapi disaat yang bersamaan Eunhyuk pun mengambil gelas yang akan diambil Seung Won yang mengakibatkan tangan mereka bertabrakan.
“Kau saja.” Ucap Eunhyuk sedikit ketus kemudian beralih ke gelas yang lainnya.
“Seung Won-ah, kalau kau lelah istirahatlah. Kau tahu kan dimana kamarmu?” ucap ahjumma.
“Ne, kalau begitu aku masuk kamar dulu.” Seung Won beranjak dari duduknya membawa koper bajunya kemudian berjalan menuju sebuah kamar di lantai dua yang biasa dia tempati setiap kali dia datang ke rumah ahjussinya.
Seung Won langsung membanting tubuhnya ke tempat tidur karena terlalu lelah. Tanpa terasa dia langsung tertidur.
Hari sudah sore, Seung Won baru bangun dari tidur siangnya. Dia berjalan lunglai keluar kamar, dan mendekati ahjummanya yang sedang memasak untuk makan malam.
“Kau sudah bangun?” sapa ahjumma tersenyum.
“Ahjussi kemana?” Tanya Seung Won sambil mengucek matanya karena gatal.
“Ahjussi ada di halaman depan bersama Eunhyuk.”
“Oh . . .” Jawab Seung Won singkat kemudian berjalan menuju halaman depan menemui ahjussi.
“Seung Won-ah, kau sudah bangun? Ayo kemari, ahjussi dan Eunhyuk sedang menanam pohon.”
“Pohon apa?”
“Pohon Mangga.”
Seung Won duduk di kursi taman memperhatikan kegiatan yang sedang dilakukan ahjussi dan Eunhyuk. Seung Won tertawa kecil saat memperhatikan namja di depannya.
“Waeyo?” Tanya Eunhyuk ketus yang merasa diperhatikan Seung Won. Seung Won langsung mengalihkan pandangannya dan berpura-pura tak mendengar Eunhyuk.
“Ahjussi masuk kedalam rumah dulu, kalian mengobrollah!” ucap ahjussi kemudian masuk kedalam rumah.
Seung Won masih diam, karena tidak tahu apa yang harus dibicarakan. Dia dan Eunhyuk memang teman dari kecil, tapi karena sudah sepuluh tahun tidak bertemu. Mereka menjadi kikuk seperti yang baru kenal. Ditambah lagi dengan kejadian sepuluh tahun lalu, yang membuat Seung Won membenci Eunhyuk.
“Bagaimana gabarmu?” ucap Eunhyuk mengawali pembicaraan.
“Baik.” Jawab Seung Won singkat.
“Ya! Kau masih marah karena kejadian sepuluh tahun lalu itu?” karena Eunhyuk sudah tidak sabar dengan perlakuan Seung Won, akhirnya dia menanyakan tentang yang membuatnya penasaran selama ini.
“Dasar otak yadong.” Ucap Seung Won.
“Mwo? Apa kau bilang?”
“Memang benar kan? Kenapa harus marah?” Seung Won memasang wajah tak bersalahnya.
Eunhyuk hampir saja melempar pot bunga yang ada di tangannya, “Kalau saja kau bukan seorang yeoja.”
“Memangnya kalau aku yeoja kenapa?” tantang Seung Won. Eunhyuk tidak mau memperpanjang masalah, akhirnya dia mengalah dan pulang ke rumahnya.
“Eunhyuk mana?” Tanya ahjussi yang tiba-tiba datang.
“Pulang.” Seung Won langsung masuk ke dalam rumah sebelum ahjussinya bertanya lagi.
Seung Won sudah seminggu berada di rumah Park ahjussi, selama itu pula dia belum pernah sekalipun mengobrol dengan Eunhyuk. Karena kejadian sepuluh tahun lalu itu, dia menjadi sangat membenci Eunhyuk.
“Seung Won-ah, ahjussi dan ahjumma pergi dulu. Ada urusan mendadak dari kantor, mungkin ahjussi dan ahjumma akan pulang lusa nanti. Tapi ahjussi akan berusaha cepat menyelesaikannya. Kau baik-baiklah di rumah, kalau ada apa-apa minta tolonglah pada Eunhyuk. Arasseo?”
“Aku akan baik-baik saja ahjussi, ahjumma. Kalian tidak usah menitipkanku pada Eunhyuk, aku sudah besar dan bisa jaga diri sendiri.”
“Ahjussi tahu itu, tapi tetap saja ahjussi khawatir padamu. Jangan sungkan pada Eunhyuk, ahjussi akan tetap menitipkanmu pada Eunhyuk.” Seung Won akhirnya mengalah. Dia mengantarkan ahjussi dan ahjumma sampai depan rumah. Seung Won melambaikan tangan saat keduanya pergi.
Tok . . .tok . . .tok . . .
Seung Won berjalan menuju pintu rumah saat dia mendengar suara ketuka pintu. Saat pintu terbuka, Eunhyuk langsung masuk kedalam rumah tanpa mendapatkan ijin dari tuan rumah.
“Ya! Apa yang kau lakukan? Kau belum mendapatkan ijin dariku untuk masuk kedalam rumah.” Seung Won berteriak karena kesal dengan kelakuan Eunhyuk yang seenaknya. Tapi Eunhyuk tidak perduli, dia semakin masuk kedalam rumah. Seung Won segera menutup pintu dan berlari mengejar Eunhyuk. Seung Won mendapati Eunhyuk sedang duduk santai di ruang tengah. “Ya! Siapa yang mengijinkamu masuk?”
“Aku sudah biasa melakukan ini. Lagi pula aku punya kuasa.” Jawab Eunhyuk enteng.
“Maksudmu?”
“Ahjussi menitipkanmu padaku, jadi kau ada dalam kekuasaanku sekarang.” Eunhyuk tersenyum jahil.
“Aku tidak perduli, yang jelas sekarang kau keluar!” pinta Seung Won.
Eunhyuk bangkit dari duduknya. Seung Won pikir, Eunhyuk akan keluar dari rumah. Tapi ternyata dugaannya salah, kini Eunhyuk menarik tangan Seung Won keluar rumah. Dan menyuruhnya masuk kedalam mobil sport merah miliknya.
“Apa yang mau kau lakukan? Kau mau membawaku kemana?” terlihat rasa takut di wajah Seung Won. Seung Won terus teriak-teriak meminta penjelasan dari Eunhyuk. Eunhyuk tidak menjawab pertanyaan Seung Won, dia terus berkonsetrasi mengendarai mobilnya.
“Kau tenanglah! Aku tidak akan berbuat yang macam-macam, aku tahu selama seminggu ini kau hanya berdiam diri di dalam rumah. Aku akan mengajakmu jalan-jalan.” Ucap Eunhyuk akhirnya. Seung Won diam pasrah setelah mendengar penjelasan Eunhyuk. Sebenarnya dari awal dia tidak takut, kemanapun Eunhyuk membawanya dia akan tetap ikut. Eunhyuk menghentikan mobilnya di tempat parkir. Eunhyuk mengajak Seung Won ke sebuah taman wisata.
“Kau mau diam di mobil sampai kapan?” ucap Eunhyuk yang menyadarkan Seung Won dari lamunannya. Seung Won langsung keluar dari mobil. “Kajja!” ajak Eunhyuk, Seung Won berjalan mengikutinya dari belakang.
Saat memasuki taman, Seung Won terkagum-kagum melihat pemandangan yang indak disana. Ada taman bunga yang menghampar luas, dan pohon-pohon yang cukup besar membuat sepanjang jalan setapa menjadi teduh.
“Kau menyukainya?” Tanya Eunhyuk. Sesaat Seung Won lupa akan kebenciannya pada Eunhyuk, dia tersenyum senang menjawab Eunhyuk kemudian berlari-lari ke tengah padang bunga. “Seung Won-ah, ayo pulang! Hari sudah sore, sepertinya akan hujan. Ayo pulang!”
“Aku masih mau disini, kau pulang saja duluan! Aku bisa pulang sendiri.”
Dan benar saja, tidak berapa lama kemudian hujan turun cukup lebat. Para pengunjung mencari tempat berteduh, sedangkan Seung Won masih betah berlari-lari di padang bunga sambil hujan-hujanan. Eunhyuk berlari mendekatinya dan menariknya untuk segera berteduh.
“Ya! Lee Hyukjae, apa yang kau lakukan?”
“Kau mau sakit? Kalau kau sampai sakit, nanti ahjussi yang akan memarahiku.” Akhirnya mereka sampai di mobil Eunhyuk dan segera masuk kedalamnya.
“Hacccchhhhhiiiii . . .” Seung Won bersin.
“Apa yang aku bilang barusan, kau sakit kan?”
“Ani, aku tidak sakit. Aku hanya bersin.” Timpal Seung Won.
“Sudah, sekarang kita pulang. Nanti malam aku akan membawakanmu bubur jamur. Kau masih menyukai itu kan?”
Benar saja, malam harinya Seung Won langsung merasa tidak enak badan. Dia terus bersin-bersin, dan suhu tubuhnya pun tinggi. Seung Won berjalan masuk kedalam kamarnya, bermaksud untuk istirahat.
Eunhyuk terus mengetuk pintu rumah Park ahjussi selama 15 menit, tapi Seung Won tidak membukanya. Dia jadi merasa khawatir, takut terjadi sesuatu pada Seung Won. Dia berputar ke belakang rumah, ternyata pintu belakang tidak dikunci. Eunhyuk langsung masuk kedalamnya dan memanggil-mnggil nama Seung Won, tapi tidak ada jawaban. Eunghyuk naik ke lantai dua, coba mengecek kamar Seung Won. Perlahan dia buka pintu kamar Seung Won, dia melihat Seung Won sedang tidur. Tapi sepertinya tidur Seung Won tidak tenang, Eunhyuk mendekatinya. Seung Won menggigil dalam tidurnya. Eunhyuk memegang kening Seung Won, dia sangat kaget karena suhu tubuh Seung Won yang tinggi. Eunhyuk langsung berlari ke dapur mengambil es untuk mengompres Seung Won. Sepanjang malam Eunhyuk menemani Seung Won, sampai akhinya dia tertidur disana.
Sinar matahari masuk kedalam kamar Seung Won dengan bebasnya. Seung Won membuka matanya, dia merasa ada sesuatu di keningnya. ‘Handuk?’ pikir Seung Won. Kepalanya masih pusing. Ketika dia akan beranjak dari tempat tidur, seseorang menghentikan langkahnya.
“Ya! Kau mau kemana? Kau sakit, jadi diam saja di tempat tidur!”
“Eunhyuk?” Seung Won masih tidak mengerti, apa yang sedang dilakukan Eunhyuk pagi-pagi di rumah Park ahjussi?
“Aku sudah membuatkan bubur jamur untukmu, makanlah!” Eunhyuk menyodorkan semangkuk bubur jamur pada Seung Won.
“Kau tidak memasukkan racun kedalamnya kan?” Seung Won memandang curiga.
“Ya! Aku tidak mungkin sejahat itu.”
“Tapi kelakuanmu 10 tahun lalu itu, menurutku benar-benar sangat jahat. Apalagi dilakukan oleh seorang anak berumur 15 tahun.”
Eunhyuk diam dan langsung keluar kamar tanpa pamit terlebih dahulu. Seung Won tidak perduli dan terus memakan bubur jamurnya. Selama tiga hari ini, Eunhyuk terus membawakan makanan untuk Seung Won dan tidak mengijinkannya turun dari tempat tidur, kecuali ke kamar mandi.
“Kau tidak mau pulang? Aku bosan melihatmu terus menerus. Lagi pula aku sudah sembuh, kau tidak perlu merawatku lagi.” ucap Seung Won ketus pada Eunhyuk yang sedaang asik memainkan laptopnya. “Ya! Kau tidak mendengar apa yang aku katakana barusan? Aku ingin kau pulang, lama-lama kau berada disini malah akan membuatku sakit lagi.” Eunhyuk masih tidak merespon. Seung Won sudah lelah mengomeli Eunhyuk, dia tidak perduli anak itu akan pulang atau tidak. Seung Won menutup matanya dan tertidur.
Seung Won mengerjap-ngerjapkan matanya yang terkena silau matahari. Dia merasa ada sesuatu yang menindih kakinya, kemudian bangun untuk melihatnya.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrgggggggggggggghhhhhhhhhhhhh . . .!!” Seung Won berteriak sangat kencang saat melihat tubuhnya sudah polos dan hanya tertutup oleh selimut.
Eunhyuk yang kaget mendengar teriakan Seung Won langsung terbangun. “Waeyo?” tanyanya polos.
“APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?” teriak Seung Won tepat di depan wajah Eunhyuk.
“Mwo?” Eunhyuk masih tidak mengerti tentang apa yang terjadi.
“BUKA MATAMU LEBAR-LEBAR!” teriak Seung Won lagi.
Eunhyuk menurut, “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhhhhh . . .!!” Eunhyuk berteriak tak kalah kencangnya seperti Seung Won.
Pagi ini saat mereka bangun, sudah tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka. Hanya selimut yang menutup tubuh mereka. Secara tidak sadar, tadi malam mereka telah melakukan ‘itu’. Eunhyuk segera turun dari tempat tidur dan memakai bajunya di kamar mandi, begitupun dengan Seung Won.
“Kami pulaaaang . . .! Seung Won-ah, kami pulang!” ucap sebuah suara yang Seung Won dan Eunhyuk yakini adalah Park ahjussi. Eunhyuk dan Seung Won saling menatap. Eunhyuk menarik tubuh Seung Won agar tidur lagi di tempat tidur.
“Apa yang mau kau lakukan?” protes Seung Won.
“Sudahlah, menurut saja!” Eunhyuk segera membereskan kamar yang seperti kapal pecah itu dengan cepat. Dan membenarkan tempat tidur yang berantakan karena kelakuan mereka tadi malam.
“Seung Won-ah, kami pulang!” ucap park ahjussi saat masuk kedalam kamar Seung Won.
“Ahjussi, kau sudah pulang?” ucap Seung Won gugup.
“Ahjussi, kau sudah pulang?” ucap Eunhyuk setenang mungkin.
“Eunhyuk-ah, kenapa sepagi ini kau sudah datang?” Tanya ahjumma heran.
“Seung Won demam, jadi aku menjaganya.”
“Demam?” ahjumma terlihat sangat kaget. Kemudian segera mendekati Seung Won. “Gwaenchana?”
“Ye, aku sudah merasa lebih baik ahjumma. Kau tenang saja!” Seung Won tersenyum.
“Gomawo Eunhyuk-ah, kau sudah menjaga dan merawatnya. Memang tidak salah aku menitipkannya padamu.” Ucap ahjussi.
“Menjaga apa?” umpat Seung Won dengan suara kecil.
“Ne?” Tanya ahjumma yang sedikit mendengarnya.
“A…ani…aniyo! Aku tidak bebicara apa-apa.”
“Ya sudah, kau istirahat saja! Eunhyuk-ah, ayo turun!” ajak ahjussi. Eunhyuk menurut dan mengikuti ahjussi dari belakang.
“Aku akan membuatkan bubur untukmu.” Ucap ahjumma sebelum pergi.
Sekarang hanya tinggal Seung Won di kamarnya sendirian, dia mengingat-ngingat kejadian tadi malam. Sebenarnya apa yang terjadi? Tapi dia sama sekali tidak bisa mengingatnya.
Seung Won sudah merasa benar-benar sembuh. Dia keluar dari kamarnya untuk menghirup udara segar, karena selama tiga hari ini dia menjadi tahanan kamar oleh Eunhyuk. Seung Won mengambil handphonenya, dia menelpon sebuah nama yang akan ditelponnya.
“Yoboseyo?” ucap sebuah sura diseberang telpon.
“Nanti sore, aku tunggu di taman!” ucap Seung Won singkat dan langsung mematikan telponnya.
Seung Won duduk di ayunan saat menunggu Eunhyuk datang. Pikirannya melayang mengingt kejadian tadi malam.
“Apa yang mau kau bicarakan?”
Seung Won kaget karena sapaan seseorang, dia langsung memutar tubuhnya untuk melihat orang yang mengagetkannya. “Ya! Bisa tidak kalau tidak mengagetkan orang?” bentak Seung Won. Eunhyuk duduk di ayunan yang berada disamping ayunan yang di duduki Seung Won.
“Tentang tadi malam?” ucap Eunhyuk tenang.
“Kau masih bisa setenang itu?” Seung Won tidak percaya.
“Kau mau aku bagaimana? Marah-marah tidak jelas seperti yang kau lakukan? Aku tidak bisa.”
“Paling tidak kau memikirkannya. Bagaimana kalau aku sampai hamil?”
“Aku akan bertanggung jawab, dan menikahimu.”
“Mwo? Tapi aku tidak mau menikah denganmu.”
“Kalau begitu terserah. Tapi kalau kau memang benar sampai hamil, anak itu akan tetap berada dibawah asuhanmu, tapi aku akan tetap bertanggung jawab pada setiap kebutuhan anak itu.”
“Kau pikir aku perempuan apa? Mempunyai anak tanpa memiliki suami. Orang-orang bisa berpikiran aku ini perempuan yang tidak benar.”
“Kalau begitu menikahlah denganku!”
“Mwo?”
“Sudahlah, lagipula melakukan sekali seperti itu tidak akan membuatmu langsung hamil. Tunggu saja sampai 3 bulan kedepan! Kalau kau hamil, hubungi aku!” ucap Eunhyuk kemudian meninggalkan Seung Won sendirian di taman. Setelah ditinggal sendirian oleh Eunhyuk, Seung Won memikirkan kata-kata Eunhyuk.

TBC

Iklan

15 thoughts on “Accident Part 1”

  1. kejadian 10 tahun itu apa sih thor?
    kok eunhyuk ma seung won bisa ngelakuin ‘itu’ tanpa sadar?
    daebak thor! keren banget 😀
    next part ditunggu~

  2. hyuk kok kyk y cuek bebek gt, enak bgt ngomong y yg pas d taman itu. . .
    n ada apa sama masa lalu merek, lanjut. . .aman itu. . .
    n ada apa sama masa lalu merek, lanjut. . .

  3. hyuk yg d taman tu kok kyk y enak bgt gt ngomong y kyk ngak da beban. . .
    Penasaran sama masa lalu mereka. . .
    Lanjut. . .Penasaran sama masa lalu mereka. . .
    Lanjut. . .

  4. Kok kayanya hyuk cuek banget deh, agak2 jutek gt.

    Pnasaran, gmana critanya si smpe mereka bs nglakuin “itu”, tnpa spengetahuan seungwon lg. Hmm -,-*berpikir keras*

  5. bikin penasaran ._.
    kejadian 10 tahun lalu??
    terus kenapa bisa sampe ‘begituan’??
    Eunhyuk orangnya easy going bgt ya kkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s