Difficult To Say Love Chapter 8

“Dasar bodoh, aku mendengarkan apa yang kau ucapkan. Ternyata sesuai dugaanku ternyata kau memang menyukai yeodongsaengku”, oceh yesung ditengah-tengah perjalanannya menuju rumahnya. Tanpa sadar seulas senyum muncul di wajah yesung.
“Kalau dia sepertinya aku bisa mempercayainya untuk menjaga mee yon”, lanjutnya.

~Keesokan harinya~
Chi Ju POV
‘Aisshh~~ gara-gara han oppa memarahiku pagi ini aku jadi telat datang ke sekolah dan untungnya Park songsaenim belum datang’, gumamku kesal.
Aku pun segera berlari ke meja ku sebelum park songsaenim datang dan memarahiku juga seperti yang dilakukan han oppa padaku. Ketika aku menuju mejaku, aku melihat mee yon yang tengah duduk termenung memandangi papan tulis. Aku mencoba mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya tapi seperti tidak berhasil, dia masih tetap saja melamun.
“MEE YON!!!”, teriakku tepat di telinganya.
“YAK!!SHIM CHI JU APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU. APA KAU SUDAH BOSAN HIDUP HAH!!”, teriak mee yon ketika sadar dari lamunannya dan diikuti pandangan aneh teman-teman sekelas.
“Hehe… aku hanya membangunkanmu dari lamunanmu. Kau kenapa sejak aku datang aku melihat kau melamun terus. Seperti bukan mee yon yang aku kenal saja”, kataku sambil menuju ke mejaku yang tepat di belakang meja mee yon. Mee yon membalikkan badannya menghadap ke mejaku.
“Entahlah chi ju, sekarang aku sedang banyak pikiran”, jawabnya lemah.
“Apa yang sedang kau pikirkan sich, masalah Han oppa? Atau ada masalah baru lagi sehingga membuatmu menjadi seperti ini?”, tanyaku dan mendapatkan gelengan kepala dari mee yon.
Sungguh aku benar-benar tidak mengerti dengan pikiran mee yon saat ini. Tapi kalau ini ada hubungannya dengan Han oppa, aku harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya agar rencanaku berjalan sesuai rencana, dan waktunya tinggal 1 hari lagi sebelum hari ulang tahun mee yon.
“MOHON PERHATIAN HARI INI PARK SONGSAENIM TIDAK DAPAT MASUK TETAPI KITA DIBERI TUGAS. TUGASNYA KITA MEWAWANCARAI KELAS 2-4 MENGENAI PERKEMBANGAN EKONOMI DUNIA” *ada ya tugas kayak gitu? Sudahlah lupakan namanya juga FF, jadi suka-suka penulisnya ja,, hehe…*, teriak ketua kelas yang tak lain dan tak bukan *bahasanya berbelit-belit dech* bernama Kim young won yang biasa dipanggil dengan sebutan kangin itu dengan suara lantangnya.
Mee yon tiba-tiba menepuk dahinya ketika mendengar pengumuman yang diteriakan oleh kangin.
“Kau kenapa mee yon tiba-tiba menepuk dahi mu, kau seperti orang yang sedang frustasi saja”, kataku sedikit mencondongkan badanku agar suara ku terdengar oleh mee yon.
“OH IYA SATU LAGI KALIAN TIDAK BOLEH MEWAWANCARAI ORANG YANG SAMA, MAKA DARI ITU DISINI SAYA MEMPUNYAI KOCOKAN NAMA-NAMA SUNBAE KELAS 2-4. KALIAN AMBIL SATU-SATU KERTAS YANG ADA DAN NAMA ITULAH YANG HARUS KALIAN WAWANCARAI”, lanjut kangin.
Mee yon POV
Aku menepuk dahiku setelah mendengar ketua kelas meneriakkan tugas yang diberikan park songsaenim. Mewawancarai kelas 2-4!! Itu kan kelas kyuhyun oppa. Saat ini aku sedang tidak mau bertatap muka dengannya.
“Kau kenapa mee yon tiba-tiba menepuk dahi mu, kau seperti orang yang sedang frustasi saja”, bisik chi ju tepat di telingaku.
“OH IYA SATU LAGI KALIAN TIDAK BOLEH MEWAWANCARAI ORANG YANG SAMA, MAKA DARI ITU DISINI SAYA MEMPUNYAI KOCOKAN NAMA-NAMA SUNBAE KELAS 2-4. KALIAN AMBIL SATU-SATU KERTAS YANG ADA DAN NAMA ITULAH YANG HARUS KALIAN WAWANCARAI”, lanjut kangin.
Dan untuk kedua kali nya aku menepuk dahiku. Kenapa mesti ada aturan seperti ini, memilih sunbae untuk di wawancarai kan bisa langsung saja tanpa harus ada aturan seperti ini.
“Mee yon tinggal kau yang belum mengambil kertasnya, ayo cepat ambil!!”, suruh kangin. Aku pun berdiri dan berjalan dengan malasnya menuju depan kelas untuk mengambil kertas yang berisikan nama sunbae. Setelah aku mengambil kertasnya aku pun segera membuka kertas tersebut, dan aku hampir saja pingsan di tempat karena nama yang tertera di kertas tersebut adalah CHO KYUHYUN.
“Mee yon siapa yang akan kau wawancarai?”, tanya chi ju penasaran. Aku tak menjawab pertanyaan chi ju melainkan memberikan kertas yang aku pegang kepada chi ju. Dengan cepat chi ju mengambil ketas itu dari tanganku dan membacanya.
“Cho Kyuhyun”, ucapnya.
“Yak! Kau beruntung sekali”, lanjut chi ju.
“Beruntung kau bilang, ini musibah bagiku Shim Chi ju”, kataku sambil menjatuhkan kepalaku di meja.
“Musibah bagaimana, para yeoja di kelas kita semua berharap mendapatkan kertas yang berisikan nama Kyuhyun sunbae, tapi kau malah bilang ini musibah. Kau sudah gila Kim Mee yon”, cerca chi ju panjang lebar.
“Kau sendiri, siapa yang akan kau wawancarai?”, tanyaku kali ini, sambil menompangkan kepalaku di kedua tanganku. Chi ju hanya senyum-senyum tidak jelas dan aku tahu arti dari senyuman itu.
“Sudah tidak usah kau jawab, aku tahu jawabannya dari senyumanmu itu”, lanjutku.
“TUGAS DIKUMPULKAN BESOK JAM 10 PAGI!!”, lagi-lagi kangin berteriak mengingatkan kepada teman-temannya.
“BISAKAH KAU KECILKAN SEDIKIT SUARAMU ITU, KUPINGKU HAMPIR TULI AKIBAT SUARAMU ITU YANG BERKALI-KALI BERTERIAK!!”, tiba-tiba mee yon berteriak dan membuat teman-teman sekelasnya terperanjat kaget begitu juga dengan kangin.
“Mee yon kau kenapa?”, tanya chi ju yang juga ikut kaget dengan kelakuan temannya yang tiba-tiba aneh itu.
“Aku sedang Bad mood!!”, jawabku dingin dan beranjak keluar kelas diikuti pandangan ngeri dari teman-teman yang lain.
“Miiaaann.. teman-teman mee yon sedang bad mood, jadi maafkan dia”, aku mendengar chi ju meminta maaf pada teman-teman sekelas akibat ulahku yang tiba-tiba berteriak seperti tadi.
Huft~ aku malas mengerjakan tugas ini, apa aku minta tolong saja pada chi ju untuk mengerjakan tugasku. Tapi mana mungkin dia mau, kalau saja dia tidak mendapatkan kertas yang berisikan nama siwon oppa dia juga pasti malas mengerjakan tugas ini, dia kan paling malas kalau disuruh mengerjakan tugas. Tugas-tugas sebelum-sebelumnya juga kalau tidak mencontek kepadaku, dia pasti meminta han oppa untuk mengerjakannya.
Oh tidak, aku mengingat Han oppa lagi padahal aku sudah hampir lupa tadi. Kenapa aku jadi sering sekali mengingat dia sejak kejadian pada malam itu. Apa sebaiknya aku menceritakan kepada yesung oppa saja supaya aku sedikit lebih tenang. ‘Aish~ kenapa hidupku dikelilingi oleh masalah percintaan yang sama sekali aku tidak mengerti’, gumamku.
Ketika aku sedang berjalan menuju kantin aku melihat kyuhyun oppa sedang berada tak jauh dengan tempatku sekarang, aku melihat dia sedang bersama seorang yeoja. Secepat mungkin aku mencari persembunyian agar kyuhyun oppa tak melihatku. ‘Loh kenapa aku harus bersembunyi darinya, ini kan tidak ada hubungannya denganku. Harusnya aku bersikap biasanya saja’ batinku. Tapi pikiran dan tindakan ku tak sejalan.
“Oppa,, hargai sedikit perasaanku, aku sudah memendam perasaan ini sudah cukup lama tapi kau membalasnya dengan cara seperti ini”, ucap yeoja itu yang terdengar seperti rengekan. Aku rasa dia sedang mengungkapkan perasaannya, sebaiknya aku pergi dari sini sebelum aku benar-benar tertangkap basah dituduh sedang menguping pembicaraannya.
Tapi sialnya ketika aku hendak membalikkan tubuhku menuju kelasku kyuhyun oppa melihatku dan memanggilku.
“Mee Yon!!”, panggilnya sontak membuatku berhenti dan membalikkan tubuhku. Aku berharap kyuhyun oppa tidak mengganggapku macam-macam. Kyuhyun oppa berjalan mendekatiku dan tiba-tiba dia… merangkulku.
“Mian sooyoung, aku sudah memiliki yeojachingu. Dia Kim Mee yon yeojachinguku”. Apa yang barusan dia katakan ‘Yeojachingunya’.
“Aku bukan Yeojach…”, ucapku terpotong karena kyuhyun oppa mencubit pinggangku.
“Apa yang akan kau katakan chagi?”, ucap kyuhyun oppa manja. Cih, dasar srigala berbulu domba.
“Sebaiknya kita pergi, chagi kau kan masih ada kelas”, lanjutnya dan kami pun pergi meninggalkan yeoja yang dipanggil sooyoung tadi oleh kyuhyun dengan mimik wajah yang tak percaya.
“Apa yang kau lakukan tadi, HAH!! Dan apa maksudmu tadi?”, bentakku ketika kami sudah berada cukup jauh dari tempat yeoja tadi berada dan melepaskan dengan kasar tangan kyuhyun oppa yang masih melingkar di pundakku.
“Gomawo telah membantuku”, katanya enteng dan tak menjawab perkataanku.
“YAK!! Kau tidak dengar apa yang aku katakan barusan tuan Cho Kyuhyun?”, tanyaku dengan menekankan kata ‘Cho Kyuhyun’.
“Sudahlah kenapa harus diributkan sih yang tadi. Tadi aku hanya menjadikanmu tumbal agar aku bisa kabur dari yeoja tadi”, jawabnya enteng.
Aku memandang tajam kearahnya. ‘mwo?? aku dijadikan tumbal olehnya agar dia bisa menghindarinya. SH*T!! Dasar namja brengsek’ batinku. tanpa pikir panjang aku menendang kakinya tepat ditulang keringnya.
“Aauuu!!! Kenapa kau menendangku?”, ucap kyuhyun oppa setengah berteriak.
“Karena kau sangat Pabbo!! Kalau kau memang tidak menyukainya kau bilang saja terus terang kepadanya dan jangan jadikan orang lain sebagai tumbalmu untuk menghindarinya!!!’, kataku tak kalah teriak darinya.
“Kenapa kau jadi marah seperti ini? Aku kan menyakiti dirinya bukan kau. Jadi atas dasar apa kau marah-marah padaku?”, tanya kyuhyun oppa sedikit merendahkan volume suaranya karena beberapa siswa yang melewati kami melihat kami dengan pandangan skeptis.
“Sudahlah percuma ngomong dengan namja pabbo seperti kau!!”, kataku dan meninggalkannya yang masih mengusap-ngusap kakinya akibat tendangan dariku.
Ouh SH*T!! Kenapa aku harus mencari masalah dengannya, bagaimana dengan tugasku yang ada hubungannya dengannya. ‘Aiissshhh~ Pabbo gateun’, runtukku sambil memukul-mukul kepalaku.
xxxxxxx

Benar kan akibat pertengkaran kami tadi pagi, dia –kyuhyun- tidak mau membantuku menyelesaikan tugas Park songsaenim. Ottokhe? Bisa-bisa aku dimarahi oleh Park songsaenim.
“Ayolah oppa, aku minta maaf atas kejadian tadi pagi. Sekarang bantu aku menyelesaikan tugasku. Atau aku bisa dihukum oleh Park songsaenim”, kataku berusaha memaksanya untuk bisa berkompromi denganku.
“Ani!! Kau tidak tulus meminta maaf padaku”, ucapnya dingin dan mengacuhkanku. Aku pun kesal dibuatnya karena sudah hampir setengah jam aku memohon kepadanya untuk memaafkanku tapi sebenarnya aku juga tidak tulus meminta maaf padanya, ini hanya untuk demi tugasku saja aku mau meminta maaf padanya, kalau tidak aku pun tidak akan sudi merengek dan meminta maaf kepadanya.
“Huft~ baiklah oppa aku akan melakukan apa yang kau mau asalkan kau mau membantuku menyelesaikan tugasku!”, kataku akhirnya pasrah karena tidak ada jalan lain selain aku melakukan hal ini. Aku siap menerima resiko yang telah aku ambil karena aku tidak mau dimarahi Park songsaenim, aku terlalu takut harus berhadapan Park songsaenim yang terkenal guru terkiller kedua setelah Han songsaenim. Setelah aku mengatakan hal itu akhirnya dia mau menatapku dan mengeluarkan evil smile nya. Firasatku jadi tidak enak.
“Benarkah?”, tanya kyuhyun oppa dengan tatapan tak percaya.
“Aaisshhh~ apa kau tidak mendengarku tadi?”, ucapku kesal.
“Baiklah aku akan membantumu menyelesaikan tugasmu dan setelah itu kau harus mematuhi semua kemauanku”, katanya dengan evil smile yang tersungging di bibirnya.
Author POV
Akhirnya Kyuhyun mau membantu Mee yon dalam menyelesaikan tugasnya tetapi dengan embel-embel mee yon akan menuruti semua permintaan kyuhyun. Dan dengan setengah hati mee yon harus konsekuensi dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya.
“Oke sekarang kau harus menuruti apa yang aku perintahkan sesuai dengan yang kau katakan sebelumnya”, kata kyuhyun pada mee yon setelah mereka menyelesaikan tugas wawanacara mee yon.
“Ne ne.. aku akan menuruti apa yang kau perintahkan asalkan tidak membahayakan nyawaku saja”, kataku seraya memutar bola mataku.
“Sekarang dengarkan aku baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku minta kau berpura-pura menjadi pacarku sampai para yeoja di sekolah kita berhenti mengikutiku dan menyerah untuk menyatakan perasaan mereka kepadaku, suka tidak suka kau harus mau.” Mee yon membulatkan matanya ketika mendengar permintaan kyuhyun yang dianggapnya tak penting itu.
“MWO!! Apa aku tidak salah dengar? Kau memintaku untuk menjadi tumbalmu lagi?”, tanya mee yon tak percaya.
“Lebih tepatnya membantuku bukan menjadikanmu tumbal. Dan kau tak boleh menarik kata-katamu lagi. Kau dengar itu?”, ucap kyuhyun seraya menepuk pipi kanan mee yon pelan dan pergi meninggalkannya sendiri di kantin. Sebelum benar-benar keluar dari kantin, Kyuhyun berhenti sejenak dan membalikkan tubuhnya lagi kearah Mee yon.
“Oh iya satu lagi sepulang sekolah nanti kau harus menungguku, kita pulang bersama”, lanjut kyuhyun dan beranjak meninggalkan mee yon yang sekarang sedang terdiam.
“Aku sudah terlanjur masuk ke dalam lubang buaya. Itu sama saja aku bunuh diri. Mee yon kau sungguh-sungguh sangat Pabbo”, gumam mee yon merutuki dirinya sendiri.
xxxxxxx
Kyuhyun POV
Cuma ini yang bisa aku lakukan agar aku bisa terus berada di dekatnya, aku tak berani untuk mengatakan kalau sebenarnya aku menyukainya. Aku terlalu malu untuk mengatakannya. Kalian mau mengatakan kalau aku pengecut? Ya, benar aku memang seorang yang pengecut yang tak berani mengungkapkan perasaanku pada seorang yeoja, karena aku bingung aku harus melakukan apa aku tidak mau makin memperburuk hubunganku dengannya.
xxxxxxx

Chi Ju POV
“Oppa kau sudah menyiapkan semuanya untuk besok kan?”, tanyaku kepada yesung oppa ketika aku sedang berkunjung kerumahnya tanpa mee yon pastinya.
“Harusnya oppa yang bilang seperti itu kepadamu, kan kau yang akan menyiapkan semuanya kecuali dalam urusan tempat,, hehe…”, jawab yesung oppa seraya tersenyum. Yah seperti biasanya senyum nya begitu menyejukkan berbeda sekali dengan Han oppa, dia begitu menyebalkan terlebih lagi ketika dia menyatakan perasaannya kepada mee yon aku makin sebal padanya. Ngomong-ngomong soal perasaan han oppa pada mee yon apa yesung oppa sudah mengetahuinya? Tapi sepertinya yesung oppa belum mengetahuinya.
“Kau kenapa melamun, Chi ju? Apa ada yang salah?”, tanya yesung oppa terlihat khawatir ketika melihatku tiba-tiba melamun.
“A-ani oppa, gwaencana”, ucapku dan tersenyum kepadanya dan yesung oppa pun membalas senyumku.
“Syukurlah”, ucapkan singkat.
“Eeehhhmmmm…. yesung oppa apa akhir-akhir ini oppa melihat ada sesuatu yang aneh terjadi pada mee yon?”, tanyaku hati-hati karena aku takut tiba-tiba aku membongkar semuanya mengenai perasaan han oppa pada mee yon.
“Anieyo, mee yon terlihat seperti biasa tapi hatinya berkata lain. Oppa menangkap ada sesutau yang sedang terjadi padanya. Kenapa tiba-tiba kau menanyakan tentang mee yon?”, tanya yesung oppa yang membuatku langsung salah tingkah.
“Hehehe… tidak apa-apa kok oppa”, jawabku diikuti tawaku yang terdengar aneh di telingaku sendiri.
“Aku Pulang!!”, teriak mee yon. Aku pun kaget ketika mendengar mee yon sudah pulang tapi aku berusaha setenang mungkin sehingga tidak membuatnya curiga.
“Loch Chi ju, ada apa kau datang kemari?”, tanya chi ju ketika melihatku di ruang tengah sedang bersama yesung oppa.
“Aku kesini setelah tau kalau han oppa tidak ada di rumah, han oppa menyuruhku untuk kerumah yesung oppa karena han oppa akan pulang larut hari ini”, ucapku bohong dan diikuti dengan suara kekehan yesung oppa. Ya, aku memang tidak pandai berbohong, apalagi jika aku harus membohongi keluarga KIM ini yang langsung bisa mengetahui kalau aku sedang berbohong. Mee yon menyipitkan matanya pertanda ia tidak percaya padaku. Benarkan yang aku bilang, aku pasti ketahuan. Tapi aku mencoba mengalihkan perhatian ketika melihat kyuhyun sunbae berada di balik mee yon.
“Kyuhyun sunbae!”, kataku sambil menunjuk kearahnya.
“Apa kalian pulang bersama?”, tanyaku sambil menunjuk kearah kedua orang itu bergantian. Aku pun tersenyum jahil.
“YAK!! Apa yang sedang kau pikirkan shim chi ju. Ini tidak seperti yang kau pikirkan”, kata mee yon panik sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
“Memangnya apa yang aku pikirkan mee yon?”, tanyaku yang langsung membuat mee yon salah tingkah dan membuat wajahnya memerah.
“Sudah-sudah sebaiknya kalian pergi ke kamar mee yon. Oppa ada sedikit urusan dengan kyuhyun”, yesung oppa menengahi kami dan menyuruhku dan mee yon untuk ke kamar mee yon. Kami pun mengikuti perintah yesung oppa dan beranjak menuju kamar mee yon yang beada di lantai atas.

Kyuhyun POV
“Apa ada sesuatu yang terjadi?”, tanya yesung hyung ketika mee yon dan chi ju sudah pergi dan tinggal kami –aku dan yesung hyung- berdua di ruang tamu.
“Maksud hyung?”, kataku bingung dengan pertanyaan yang diajukan yesung hyung padaku.
“Aiigoo~ kau pura-pura tidak mengerti maksudku atau kau memang benar-benar bodoh”. Aku mengerutkan keningku tanda tak mengerti. Melihatku yang seperti ini, yesung hyung terlihat gemas dan akhirnya dia mengatakan lebih jelas.
“Apa kau dan mee yon…”, ucapnya terhenti karena aku langsung memotongnya. Aku tahu kearah mana pembicaraan ini berlanjut.
“Ani, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan mee yon, tadi aku hanya kebetulan bertemu dengannya di depan pintu jadi kami masuk bersamaan. Sungguh hyung aku tak ada hubungan apa-apa dengan mee yon”, ucapku panjang lebar. Yesung hyung menaikkan sebelah alis matanya, mungkin dia heran dengan ucapanku yang seolah tahu apa yang akan dia katakan kepadaku, walaupun aku sedikit tak yakin dengan apa yang akan dia katakan kepadaku.
“Ternyata kau mengerti ucapanku. Sudahlah kenapa kau mesti terlihat gugup seperti itu, lagipula aku berharap kalau kau ada hubungan dengan mee yon”, ucapnya yang seolah tahu kalau aku sedang gugup dan beranjak menuju kamarnya.
“Mwo? Apa yang hyung katakan barusan aku tak mendengarnya?”, kataku kaget dan tak percaya dengan apa yang baru saja yesung hyung katakan. Yesung hyung beranjak menuju kamarnya, Seolah tak mendengarkanku yesung hyung pun terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
“HYUNG!!!”, teriakku ketika dia hendak menaiki tangga.
“SUDAHLAH AKU YAKIN KAU MENDENGARNYA TADI!!”, teriaknya dari atas dan terdenar jelas olehku.
Aku mencerna kata-kata yesung hyung barusan. Apa aku tidak salah dengar dengan apa yang yesung hyung ucapkan tadi. Benarkan aku tidak salah? Benarkah benarkah benarkah?. Aku terus bergelut dengan pikiranku sendiri berharap apa yang aku dengar barusan tidak salah.
xxxxxxx

Yesung POV
To. Shim Chi ju
Chi ju, untuk ulang tahun Mee yon besok, kita ubah rencana. Biar oppa atur semuanya. Kau dan siwon hanya tinggal mengikuti perintahku saja. 
Send.
Ddrrrtt ddrrrtt
From. Chi ju
Waeyo oppa?

To. Chi ju
Sudahlah pokoknya kalian ikuti apa kata oppa,ok.
Send.
Ddrrrtt ddrrrtt
From. Chi ju
Arasseo Oppa 

Aku tersenyum ketika chi ju tidak marah karena aku sudah mengubah rencana pesta kejutan mee yon. Aku memiliki rencana untuk membuat kyuhyun mengungkapkan perasaannya pada mee yon di ulang tahun mee yon. Aku sangat gemas melihat kyuhyun yang selalu berkelit terus.
Haah~ ternyata mee yon yeodongsaeng kecilku telah tumbuh besar dan telah dicintai oleh seseorang. Aku masih kangen dengan masa-masa dimana aku masih sangat menjaganya tapi kali ini tugas untuk menjaganya akan berpindah ke tangan lain.
Author POV
Yesung tak menyadari bahwa sebenarnya rencana yang akan dibuatnya itu tak jauh berbeda dengan rencana yang dibuat oleh chi ju dan siwon. Maklum saja karena selama chi ju memintanya untuk turut serta dalam rencananya, yesung sama sekali tidak diberitahu rencana apa yang akan dilakukan oleh chi ju dan siwon. Yesung hanya bertugas untuk menyiapkan tempat dan waktu saja, tetapi kali ini meraka akan melakukan rencana yang sama walaupun kali ini yesung yang mengambil alih.

~To Be Continued~

Note. Mian klo ceritany makin g nyambung, saya sendiri juga bngung sma jalan ceritany,, haha…
Seperti biasa jangan lupa comment ^^

4 thoughts on “Difficult To Say Love Chapter 8”

  1. mee yon jodoh deh ma kyu.. sampai bisa pasangan ma kyu di wawancara, haha..
    author ngebuat reader jadi penasaran ma rencana chiju, siwon, yesung,
    lanjut thor.. 😀

  2. waw makin bikin penasaran aja ini ff!
    hwaiting author!
    author tapi kayaknya part yang ini terlalu datar deh!
    miga moga part depan banyak humornya

  3. hohoho kyuhyun ambil kesempatan dalam kesempitan ni, memanfaatkan situasi pas meeyon lg gak ada pilihan. Hahaha bagus juga tu caranya.

    Penasaran sangat. Lanjut ah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s