Difficult To Say Love Chapter 9 [End]

Inilah kisah terakhir dari pasangan Kyuhyun-Mee yon,,hehe…
Mian klo akhirnya malah makin ga nyambung sama part2 sebelumnya…
Oke, langsung ja nyookk,, jgn lupa comment, ok😉
Author : Sussan Doank

Difficult To Say Love Chapter 9 [End]
Hankyung POV
“Aku menyukai Mee Yon”, kataku pada Yesung ketika aku berada di rumahnya. Yesung yang sedang asik memberi makan kura-kuranya seketika mengalihkan pandangannya kearahku dengan tatapan ‘Apa-Maksudmu?’.
“Aku menyukai Yeodongsaengmu”, ucapku sekali lagi. Yesung menyimpan makanan kura-kuranya di sebelah kandang kura-kura dan berjalan kearahku.
“Aku sudah mengatakan beberapa kali padamu, kau tidak boleh menyukai adikku walaupun kau sahabatku tapi aku tidak mau adikku berpacaran denganmu, sampai kapanpun aku tak akan membiarkanmu berada di sisinya sebagai namjachingunya karena aku tau kebiasaanmu yang selalu gonta-ganti yeoja dan mencampakkan mereka setelah kau bosan”, ucap Yesung dingin.
“Apa hakmu melarangku untuk menyukainya?”, ucapku tak kalah dingin.
“Karena aku kakaknya!!”. Aku mendekati Yesung dan berdiri tepat di depannya dengan tatapan dingin.
“Apa hanya karena kau adalah kakaknya jadi kau berhak menentukan kehidupan Mee Yon!!”. Yesung membalas tatapanku tak kalah dingin.
“Aku tau apa yang harus aku lakukan sebagai kakaknya jadi sebaiknya aku peringatkan sekali lagi padamu, JANGAN-PERNAH-MENDEKATI-ADIKKU-LAGI”, ucap Yesung dengan penekanan di setiap katanya.
“Aku tidak mau merusak persahabatan kita, jadi sebaiknya kau pulang sebelum aku memukulmu!!”, Yesung membalikkan badannya dan menuju pintu, sejenak dia berhenti di depan pintu dan membalikkan badannya lagi sehingga menghadapku dan menatapku masih dengan tatapan penuh dengan emosi.
Aku menghela nafas panjang seraya menundukkan kepalaku, “Huft~ Mianhae Yesung aku tak bermaksud untuk merusak persahabatan kita, hanya saja aku tak ingin kehilangan Mee Yon”, ucapku lirih.
Yesung POV
Mianhae Hankyung, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu, tapi kalau sudah berhubungan dengan Mee Yon entah mengapa pikiranku selalu tak sejalan dengan mulutku. Tapi bagaimanapun juga aku tidak akan membiarkanmu berada disisi Mee Yon, aku tidak mau Mee Yon seperti yeoja-yeoja lain yang kau campakkan begitu saja setelah kau bosan dengan mereka.
Aku melangkahkan kakiku menuju pekarangan, aku tidak mau kembali ke dalam kamarku sebelum Hankyung pulang karena jika aku melihatnya saat ini aku takut emosiku tak bisa aku kendalikan. Aku duduk di salah satu kursi santai sambil menerawang menatap langit hitam yang tak berbintang.
Mee Yon POV
Aku berlari ke kamarku setelah tak sengaja mencuri dengar percakapan Yesung oppa dan Han Oppa ketika aku melewati kamar Yesung oppa. Aku menyandarkan badanku dibelakang pintu dan pandanganku menerawang ke langit-langit kamarku. Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau hanya karena perasaan Han oppa padaku membuat persahabatan mereka menjadi renggang, aku tau hal ini cepat atau lambat pasti akan terjadi. Aku harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan keadaan seperti semula.
Aku keluar dari kamarku dan mencari Yesung oppa. Aku menemukan Yesung oppa sedang duduk santai di pekarangan. Aku pun segera mendekatinya dan membicarakan apa yang seharusnya aku katakan padanya.
Aku beruntung mempunyai Oppa seperti Yesung Oppa karena ia selalu mengerti keadaanku, baik dulu maupun sekarang. Setelah aku berbicara padanya, akhirnya Yesung Oppa mengerti keadaanku sekarang dan Yesung Oppa berkata kalau sekarang dia berada dalam posisiku dia pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan sekarang. Dan Yesung oppa pun berjanji kepadaku kalau dia tidak akan mencari masalah lagi dengan Han Oppa.
Satu masalah telah terselesaikan, tinggal masalah mengenai perasaan Han Oppa padaku. Jujur aku masih bingung apa yang harus aku jawab, aku mengganggap Han Oppa tak lebih dari seorang Oppa dan Yeodongsaengnya. Percuma aku meminta pendapat pada Yesung Oppa, pasti dia akan menjawab ‘Oppa akan mendukung semua keputusanmu’ sama seperti sebelum-sebelumnya. Bagaimana dengan Kyuhyun? Aaaiissshhh.. kenapa disaat seperti ini aku malah mengingatnya, ada hubungan dengannya saja tidak, tapi kenapa aku malah mengingatnya terus. Apa aku sudah mulai gila? Sudahlah daripada aku terus menerus memikirkan yang tidak-tidak sebaiknya aku tidur saja.
Yesung POV
“Ya ampun Oppa aku kira kau akan berbuat apa ternyata kau merencanakan untuk mendekatkan Kyuhyun sunbae dengan Mee Yon di malam kejutannya nanti”, ucap Chi ju di seberang sana. Saat ini aku sedang menelepon Chi ju memberitahukan rencanaku padanya.
“Rencanaku dan Siwon Oppa sebelumnya juga seperti itu Oppa, aku dan Siwon Oppa berencana untuk mendekatkan mereka pada waktu ulang tahun Mee Yon”, ucapnya lagi.
“Kenapa kau tidak memberitahukannya padaku, kalau gitu kenapa tidak dari awal kita merencanakannya bersama”, ucapku.
“Oppa tidak bertanya padaku rencanaku apa, makanya aku tidak kasih tau Oppa. Sudahlah sebaiknya kita bekerjasama dan semoga rencana kita berhasil. Hwaiting!!”, aku menjauhkan ponselku karena Chi ju berteriak pada kata terakhirnya. Aku tertawa pelan dengan kebiasaannya tak pernah hilang, dia selalu berteriak-teriak di telepon sampai-sampai suara teriakannya itu bisa membuat telinga tuli.
Ternyata rencana yang akan aku lakukan tak jauh berbeda dengan rencana Chi ju. Haha… bodohnya aku, kalau tau Chi ju merencanakan itu dari awal aku tidak usah susah-susah memikirnya toh sudah dilakukan oleh Chi ju tapi aku sudah terlanjur bilang pada Chi ju kalau aku yang akan ambil alih rencananya, ya sudahlah lagipula aku tau apa yang harus aku lakukan nanti. Tiba-tiba di tengah-tengah pembicaraan kami, aku jadi ingat kejadian yang barusan terjadi bersama Hankyung, apa sebaiknya aku tanyakan pada Chi ju saja daripada aku terus menerus di hantui dengan kejadian tadi.
“Oh iya Chi ju, hem.. bagaimana dengan Hankyung?”, tanyaku sedikit ragu-ragu.
“Mwo? Memangnya ada apa dengan Han Oppa?”, tanyanya. Aku terdiam sejenak, lidahku serasa kelu ketika ingin mengucapkan kalau ternyata Hankyung memiliki perasaan pada Mee Yon.
“Hem.. aku tahu apa yang ingin Oppa katakan, pasti mengenai perasaan Han Oppa pada Mee Yon kan? Ternyata Oppa sudah mengetahuinya. Pada awalnya aku juga bingung tetapi aku berfikir lagi sebaiknya kita serahkan pada Mee Yon saja, ini sudah menyangkut perasaan, aku tidak mau memaksa Mee Yon untuk menerima Han Oppa ataupun Kyuhyun sunbae. Aku akan mendukung semua keputusan Mee Yon”, ucapnya. Aku berfikir sejenak mencerna kata-katanya. Memang benar sebaiknya aku mendukung keputusan Mee Yon nanti.
“Oh iya Oppa, aku harap kejadian ini tidak menjadi sebuah masalah untuk persahabatan Oppa dan Han Oppa”, lanjutnya lirih. Aku tersenyum dan mengakhiri pembicaraan kami.
Sebaiknya aku minta maaf pada Hankyung, tak seharusnya aku berlaku seperti tadi padanya. Tapi aku melakukan hal itu padanya untuk kebaikan Mee Yon sendiri nantinya.
xxxxxxx
Mee Yon POV
“Kenapa aku harus makan siang bersamamu? Kau kan bisa makan bersama Siwon Oppa”, ocehku ketika kami sedang berada di kantin menunggu pesanan makanan kami, tapi lebih tepatnya pesanan Kyuhyun Oppa karena pada nyatanya aku hanya memesan minuman saja.
“Apa kau tidak ingat sekarang kau yeojachinguku”, ucapnya tak menghentikan kegiatannya, apa lagi kalau bukan bermain dengan PSP nya. Ingin sekali aku merebut PSP dari tangannya dan menginjaknya sampai hancur, sungguh aku sangat kesal ketika seseorang yang sedang diajak bicara tidak menatap lawan bicaranya.
“Bisakah kau menghentikan kegiatanmu itu sebentar saja dan menatap orang yang sedang berbicara denganmu?”, ucapku geram. Akhirnya dia menghentikan kegiatannya sejenak dan mengalihkan perhatiannya padaku tapi itu tak berlangsung lama, baru beberapa detik dia melihatku dia sudah kembali memusatkan perhatiannya kepada PSP nya.
“Aaarrggghhh… terserah kau saja!!!”. Aku menyesap minumanku yang baru beberapa menit yang lalu datang. Ini hanya perasaanku atau memang mereka sedang memperhatikan kearah meja kami. Aku melihat kesekeliling kantin, ternyata memang benar semua orang yang berada dikantin memperhatikan ke arah kami dan rata-rata itu semua yeoja. Apa ada yang salah denganku, aku menoleh kearah Kyuhyun Oppa yang sedang asik memakan makanannya. Apa dia tidak merasakan dirinya sedang diperhatikan oleh orang-orang, aku kembali mengedarkan pandangan kearah mereka yang sedang memperhatikan kami. Diantar mereka ada yang menunjuk-nunjuk sambil berbisik-bisik, ada pula yang melirikku dengan pandangan merendahkan. Merasa tak nyaman diperhatikan seperti itu, aku menendang kaki Kyuhyun Oppa pelan sehingga dia menoleh kearahku.
“Oppa kenapa semua orang memperhatikan kita?”, ucapku berbisik, agar tak terdengar oleh mereka. Kyuhyun Oppa lalu mengedarkan pandangannya kesekeliling dengan ekspresi wajah yang biasa saja.
“Sudahlah biarkan saja”, ucapnya singkat dan kembali memakan makanannya. Akhirnya aku pun tak menghiraukan mereka, dan kembali meminum minumanku sambil menunggu Kyuhyun Oppa selesai makan.
“MWO??? KYUHYUN SUNBAE MEMINTAMU MENJADI PACARNYA??”, teriak Chi ju ketika aku menceritakan kejadian kemarin ketika aku memintanya membantu mengerjakan tugas wawancaraku. Aku segera menutup mulutnya yang selalu tak bisa di kontrol.
“Bisakah kau tidak teriak-teriak?”, Chi ju hanya manggut-manggut tanda mengerti. “Asal kau tau saja dia bukan memintaku untuk menjadi pacarnya, dia hanya menjadikanku tumbal agar semua yeoja-yeoja di sekolah ini menjauhinya dan tak mengikutinya terus”, lanjutku dan hanya dibalas ‘oh’ oleh Chi ju.
“Tapi bagaimana jika Kyuhyun sunbae benar-benar memintamu untuk menjadi pacar sungguhannya?”, aku menatap Chi ju dengan tatapan tak percaya dan aku hanya mengangkat bahuku.
“Oh iya Mee Yon, manfaatkan kesempatan yang langka ini untuk mendekati Kyuhyun sunbae”, aku menjitak kepalanya pelan dan dia meringis sambil mengusap-ngusap kepalanya.
“Kau kan tau aku dan dia selalu bertengkar, sekarang saja aku harus bersabar agar rencananya tidak terbongkar kalau sebenarnya aku hanya pacar pura-puranya. Kalau saja saat ini aku tidak berpura-pura menjadi pacarnya, aku mungkin akan menendang kakinya sampai dia tidak bisa jalan”, sungutku.
“Ckck,, ternyata kau yeoja yang sangat mengerikan, pantas saja tak ada namja yang mau mendekatimu, kau sungguh beruntung Kyuhyun sunbae sangat sabar menangani kelakuanmu ini”, Chi ju sudah berlari keluar kelas ketika tanganku sudah bersiap-siap untuk memukul kepalanya untuk kedua kalinya.
Kyuhyun POV
“YAK!! Hyung apa kau tidak mengerti juga apa yang aku katakan, aku tak ada hubungan apa-apa dengan Mee yon. aku harus mengatakan berapa kali pada hyung sampai hyung mengerti”, untuk kesekian kalinya aku mengucapkan kalimat yang sama pada Yesung hyung. Aku heran ada apa Yesung hyung tiba-tiba menghubungiku dan menemuinya pada jam istirahat dan mengintrogasiku, apa dia tidak ada kuliah apa hari ini. Acara makan siangku dengan Mee yon jadi terganggu gara-gara Yesung hyung memintaku untuk menemuinya, dan dia juga memintaku untuk tidak mengatakan apa-apa pada Mee yon kalau Yesung hyung ke sekolahnya hanya untuk menemuiku, jadi dengan terpaksa aku berbohong pada Mee yon kalau aku disuruh menghadap kepala sekolah karena ada sedikit urusan. Tapi apa bedanya dengan sekarang, aku sama-sama sedang berbohong pada Yesung hyung dengan mengatakan kalau aku tak ada hubungan apa-apa dengan Mee yon, padahal sebenarnya aku dan Mee yon memiliki hubungan walau hanya sekedar pacar pura-pura.
“Sebenarnya kau yang tidak mengerti bukannya aku, sudahlah sebaiknya sekarang kau jujur saja padaku, tidak ada yang harus kau sembunyikan lagi dariku, aku sudah tau mengenai perasaanmu pada Mee yon. Kau tidak bisa mengelak lagi Kyuhyun~ah”. Deg! Bagaimana dia bisa tau, setauku aku tak pernah mengatakan mengenai perasaanku pada siapapun.
“Aku tau kau pasti bingung dan bertanya-tanya kenapa aku bisa tau tentang perasaanmu. Kau ingat ketika aku mengajakmu ke sebuah taman, sebelum aku benar-benar pergi aku mendengar kau mendesah dan berbicara sendiri mengatakan kalau sebenarnya kau menyukai Mee yon”, seakan Yesung hyung dapat mendengar isi pikiranku dia menjelaskan panjang lebar. Ternyata dibalik sifatnya yang aneh itu, Yesung hyung sangat berbahaya. Aku menundukkan kepalaku seraya menghela nafas panjang.
“Ungkapkan perasaanmu padanya malam ini juga kalau kau tidak mau Mee yon di rebut oleh…”, Yesung hyung menghentikan kata-katanya, aku menoleh kepada Yesung hyung dan melihat wajahnya berubah menjadi serius.
“Oleh Hankyung hyung, sahabat hyung itu, benarkan?”, ucapku melanjutkan kata-katanya. Yesung hyung menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapanku. Aku kembali menatap tanah dan pikiran melayang kemana-mana.
“Tapi tak semudah itu hyung, aku tak punya keberanian untuk mengatakannya. Dan juga hyung pernah bilang kau tidak akan pernah membiarkan namja manapun untuk berada di dekat Mee yon. Apa sekarang pikiranmu sudah berubah?”, lanjutku seraya kembali menoleh kearah Yesung hyung dan sekarang wajahnya tak seserius seperti sebelumnya.
“Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, karena aku sendiri tak mengerti dengan jalan pikiranku sendiri. Hatiku mengatakan kalau kau orang yang tepat untuk berada disisi Mee yon dan disamping itu aku tidak rela jika Hankyung menjadi namjachingu Mee yon. Sudahlah kau jangan banyak bertanya sebaiknya malam ini kau katakan pada Mee yon dan kau tenang saja aku sudah merestui kalian terlebih dahulu”, ucap Yesung hyung panjang lebar. Dasar bodoh, masa dia tidak mengerti dengan jalan pikirannya sendiri, memangnya apa yang ada di dalam pikirannya sih. Dan lebih parahnya dia menyuruhku untuk mengatakan pada Mee yon malam ini juga, apa dia tidak berfikir menyatakan perasaan itu tak semudah seperti apa yang dia bayangkan.
“Kenapa harus malam ini, hyung?”, ucapku bingung karena dia terus mendesakku untuk mengatakannya malam ini juga.
“Karena hari ini adalah hari ulang tahunya, kalau tidak malam ini juga kau akan menyesal nantinya”. Apa yang barusan dikatakannya, hari ini adalah hari ulang tahun Mee yon.
“Lalu bagaimana dengan Hankyung hyung?”. Aku kembali mengingat bahwa Hankyung hyung juga mempunyai perasaan kepada Mee yon.
“Kau tidak perlu memikirkan itu, Hankyung biar aku yang urus”, ucapnya seraya melihat jam ditangan kirinya.
“Ommo!! Aku sudah telat!! Aku pergi dulu kyu, ingat dengan ucapanku tadi”, ucapnya lalu berlari meninggalkanku dan menuju mobilnya.
“Oh iya hampir lupa, datanglah malam ini jam 9 di taman waktu itu. Kau harus datang!!!”, teriaknya sebelum dia memasuki mobilnya. Aku pun hanya bisa menganggukkan kepalaku lemah entah dia bisa melihatnya atau tidak karena jarak kami terbilang agak jauh. Akhirnya dia memasuki mobilnya dan melesat pergi meninggalkan sekolahku.
Aku hanya terpaku di tempatku seraya menatap mobilnya yang kini sudah menghilang di tikungan. Pikiranku kembali mengingat ucapan Yesung hyung barusan.
“Apa aku harus melakukannya?”, gumamku seraya melangkahkan kakiku kembali ke kelasku karena sudah 10 menit yang lalu bel berbunyi menandakan pelajaran berikutnya sudah dimulai.
xxxxxxx
Yesung POV
Urusan Kyuhyun sduah beres, kini tinggal urusan Hankyung. Tapi sebelumnya aku akan meminta maaf terlebih dahulu padanya. aku merogoh ponselku di saku celanaku dan mulai mengetik beberapa kalimat.
To. Hankyung
Han, jeongmal mianhae atas kejadian kemarin, aku tak bisa mengontrol emosiku saat itu. Aku mau kita kembali lagi seperti dulu lagi.
Send.
Ddrrttt ddrrttt
From. Hankyung
Gwaencana Yesung~ah, nado jeongmal mianhae. Tapi aku tetap tidak akan menyerah mengenai Mee yon.
To. Hankyung
Mengenai perasaanmu pada Mee yon, aku serahkan pada Mee yon walau sebenarnya aku tetap tidak rela. Oh iya, hari ini aku akan mengadakan pesta kejutan ulang tahun Mee yon di rumah, sebaiknya kau datang dan menanyakan jawaban atas perasaanmu itu dan aku harap kau akan menerima keputusan Mee yon nanti. Datanglah jam 10 malam.
Send.
Ddrrttt ddrrtt
From. Hankyung
Gomawo sudah mengundangku, aku pasti akan datang dan mendengarkan langsung jawaban Mee yon.
Aku tersenyum membaca pesan terakhir Hankyung. Jangan terlalu berharap Han, Mee yon tidak akan menerimamu, aku tau siapa yang ada di hatinya, bukan kau yang ada di hatinya melainkan Kyuhyun.
xxxxxxx
Mee yon POV
“Kenapa Yesung oppa menyuruhku pergi ke taman, sebenarnya ada apa?”, ucapku ketika mengakhiri pembicaraanku dengan Yesung oppa di telepon. 2 menit yang lalu Yesung opp menghubungiku dan menyuruhku untuk pergi dan menemui Yesung oppa di taman setelah sekolah berakhir nanti.
Hah~ hari ini adalah hari ulang tahunku tapi kenapa belum ada seorang pun yang mengucapkan selamat padaku, tidak dari orang tuaku tidak dari Yesung oppa ataupun Chi ju. Sebenarnya aku tak terlalu berharap mereka semua mengucapkan selamat padaku tetapi aku merasa ada yang kurang saja dari ulang tahunku, karena tahun-tahun sebelum pasti mereka mengucapkan selamat padaku. Hem, apa mereka semua lupa, padahal kemarin-kemarin Chi ju dan Yesung oppa sempat menanyakan padaku apa yang aku inginkan pada hari ulang tahunku. Tpi sekarang lihat, mereka bahkan melupakannya, aku memaklumikalau kedua orang tuaku melupakannya karena mereka pasti sibuk, tapi Yesung oppa dan Chi ju. Akh!! Sudahlah mungkin tahun ini memang tak ada ucapan buatku.
Aku menatap bangku Chi ju yang sudah hampir setengah jam ditinggalkan oleh pemiliknya. Kemana anak itu pergi padahal bel masuk akan berbunyi sebentar lagi. Aku menundukkan kepalaku di atas meja seraya menghela nafas ringan. Aiisshh~ hari ini aku tak bersemangat sama sekali, ada apa denganku?
Kyuhyun POV
Ottokhe? Apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak mungkin aku bisa menyatakan perasaanku pada Mee yon secara tiba-tiba. Aku tau sekarang hubunganku dengan Mee yon sedikit lebih baik karena sandiwara yang sedang kami lakukan. Tapi bagaimana jadinya jika aku benar-benar menyatakan perasaanku padanya, hanya 2 kemungkinan yang pasti terjadi yang pertama dia akan menerimaku lalu kemudian kami menjadi sepasang kekasih sungguhan bukan lgi pura-pura, dan kemungkinan kedua dia akan marah padaku dan tak mau mengenalku lagi, lalu satu sekolah akan tau kalau kami hanya berpura-pura pacaran. Aku berharap pada kemungkinan pertama tapi persentasi keberhasilannya hanya 10%.
“Huft~ ternyata mau menyatakan perasaan saja susahnya bukan main”, gumamku seraya menarik nafas panjang dan menundukkan kepalaku di atas meja.
“Sepertinya ada yng sedang tidak bersemangat hari ini, aku lihat dari semenjak kau masuk setelah jam istirahat pertama sampai sekarang jam istirahat kedua kerjaanmu hanya menghela nafas saja. Apa ada yang mengganggu pikiranmu”. Siwon tiba-tiba datang dan mengoceh panjang lebar, membuatku makin pusing saja. Aku menengadahkan kepalaku menatap Siwon yang tengah menatapku.
“Satu-satunya yang mengganggu pikiranku adalah melihat mukamu saat ini”, ucapku datar dan kembali menundukkan kepalaku. Aku mendengar Siwon menggumam tak jelas dan pergi meninggalkanmu. Aku kembali terhanyut dalam pikiranku sendiri.
xxxxxxx
Author POV
“Yesung oppa kenapa lama sekali, apa mungkin Yesung oppa tiba-tiba ada kelas tambahan ya? Sebaiknya aku tunggu sebentar lagi”, ucap Mee yon sambil menggosok-gosokan kedua tangannya dan sesekali menghembuskan nafasnya ke kedua telapak tangannya sekedar untuk menghilangkan rasa dingin yang menghampirinya. Mee yon terus menatap gerbang taman, berharapia melihat mobil Yesung datang, tetapi harapan hanya tinggal harapa. Malam semakin larut dan Yesung tak kunjung datng juga, Mee yon sudah hampir putus asa menunggu Yesung datang dan dia pun beranjak untuk pulang karena sudah lelah menunggu Yesung. Tetapi seketika Mee yon melihat ada seseorang yang tengah berlari memasuki taman itu. Senyum Mee yon pun mengembang tetapi tak berlangsung lama ketika dia melihat orang itu Mee yon kembali melipat senyumnya. Mee yon mengira orang itu adalah Yesung tetapi ketika Mee yon memperhatikan orang itu benar-benar ternyata itu bukanlah Yesung melainkan Kyuhyun.
“Untuk apa malam-malam kau kemari?”, tanya Mee yon datang. Kyuhyun tak langsung menjawab pertanyaan Mee yon, dia masih saja diam sambil menatap mee yon. mee yon mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah Kyuhyun karena Mee yon melihat Kyuhyun seperi orang yang sedang melamun.
“Hem… ani, aku kesini karena disuruh Yesung hyung untuk menjemputmu karena Yesung hyung tak bisa kemari soalnya tiba-tiba dia ada urusan mendadak. Dia takut kau akan menunggunya sampai tengah malam makannya Yesung hyung menghubungiku untuk menjemputmu disini”, jelas Kyuhyun berbohong karena tujuan awal dia datang ke taman itu bukan untuk menjemput Mee yon melainkan untuk menyatakan perasaannya. Tapi sebesar apapun keberanian yang dikumpulkan oleh Kyuhyun tapi tetap saja dia tak mampu melakukannya.
“Oohh.. kalau begitu sebaiknya kita pulang aku sudah kedinginan disini”, ucap Mee yon seraya melangkahkan kakinya menuju keluar taman.
Kyuhyun POV
Akhirnya aku datang jga kemari, padahal aku masih belum memantapkan hatiku tapi entah kenapa hatiku selalu menyuruhku untuk datang dan menyatakannya sesegera mungkin. Akh, aku pikir Mee yon bersama Yesung hyung, ternyata Yesung hyung membiarkan Mee yon seorang diri di taman, hyung macam apa dia meninggalkan yeodongsaengnya sendiro di taman bagaimana kalau terjadi apa-apa dengannya, memang sih jarak taman ini tidak terlalu jauh dengan jarak rumahnya hanya tinggal melewati 7 rumah dari sini sudah terlihat rumh Yesung hyung.
Aku segera mengejar Mee yon ketika aku sadar Mee yon sudah berjalan lumayan jauh dariku. Untung saja tadi dia percaya-percaya saja apa yang aku katakan,, hehe…
“Hem… Mee yon ada yang ingin aku katakan padamu”, aku kembali mengingat tujuan utamaku datang ketaman ini untuk menyatakan perasaanku.dia menatapku tanpa mengurangi langkahnya.
“Mwo?”. Untuk sesaat lidahku serasa kelu tak dapat mengucapkan satu katapun dari mulutku. Susah sekali mengatakannya. ‘Ayolah Kyuhyun ini kesempatanmu satu-satunya jangan kau sia-siakan’, aku menyemangati diriku sendiri. Baiklah aku akan mnengatakannya, aku menghentikan langkahku dan menarik nafas panjang. Sadar aku tak ada di sampingnya, Mee yon ikut menghentikan langkahnya dan berbalik sehingga menatapku dengan tatapan bingung.
“Joeneun… Joeneun…”, kataku gugup. Sekilas aku melihat wajah Mee yon yang makin kebingungan. Ayolah Kyuhyun berjuang hanya tinggal mengucapkan Saranghaeyo saja, apa susahnya. Aku menutup mataku untuk mengurangi kegugupanku.
“Sudahlah oppa aku tau apa yang akan kau katakan padaku pasti kau ingin mengucapkan saranghae kan?”. Aku segera membuka mataku, kaget. Jelas saja kaaget, bagaimana dia bisa tau kalau aku akan mengatakan itu.
“Yak!! Kau pede sekali siapa juga yang akan mengatakan itu padamu!!”, ucapku ketus lalu berjalan melewatinya. Bodoh kau Kyu kenapa kau malah berkata seketus itu. Ternyata sifat gengsimu belum hilang juga.
“Lalu sebenarnya kau akan mengatakan apa, hah!!”.
“Aiisshhh.. lama sekali kau mengatakannya Kyu, aku sampai pegal mengintip kalian berdua dari sini”. Tiba-tiba terdengar suara namja dari balik tempat sampah yang ada di sebelahku. Namja itu pun segera berdiri dan membuka topinya sehingga menampilkan wajahnya dengan mata sipitnya.
“Yesung hyung, bagaimana kau bisa…”, ucapku terpotong karena Yesung hyung menyela perkataanku.
“Mee yon~ ah, apa yang kau katakan tadi benar. Kyuhyun ingin mengatakan sar,, hem.. hem…”, aku segera menutup mulut Yesung hyung sebelum dia ngomong yang lebih dari itu.
“Hyung, biar aku saja yang mengatakannya kau tak usah ikut campur”, bisikku pada Yesung hyung masih dengan membekap mulutnya.
“Hem,, hemm,, hemmmmheeeheemmm….” (Maksudnya : kalau kau tidak mau aku yang mengatakannya, maka cepat katakan padanya). Aku tak mengerti apa yang Yesung hyung katakan karena mulutnya aku bekap, lalu aku melepaskan tanganku dari mulutnya.
“Cepat katakan!!!”, Yesung hyung membisikku.
“Ara, ara”, aku pun mengerti dan menatap Mee yon yang sedari tadi hanya melihat kelakuan ku dan Yesung hyung yang aneh.
“Hem… Mee yon sebenarnya aku,, sebenarnya aku,,”.
“Akh lama sekali, Mee yon sebenarnya Kyu menyukaimu”, tiba-tiba terdengar suara namja lain, aku mengenal suara ini. Kami pun –aku, Mee yon dan Yesung hyung- menatap kearah sumber suara itu. Sesosok namja berbadan tinggi tegap keluar dari balik tembok. Mataku terbelalak lebar, apa-apaan dia tiba-tiba datang dan mengambil alih apa yang akan aku katakan.
“Siwon oppa”, ucap Mee yon kaget.
“Kyu, aku sudah mewakilimu jadi kau hanya tinggal menunggu jawaban darinya”, ucap Siwon sambil menunjuk kearah Mee yon.
“Lalu bagaimana jawabanmu Mee yon?”, kali ini suara yeoja yang terdengar.
“Chi ju”, ucap Mee yon lagi tapi kali ini tak kalah kagetnya. Chi ju segera menghampiri Siwon yang berada tak jauh dari Yesung hyung berdiri sekarang lalu Siwon merangkul pundak Chi ju. Kenapa Siwon merangkul yeoja itu? ada hubungan apa Siwon dengan yeoja itu? Lalu kenapa Siwon ada disini? Sebenarnya apa yang mereka rencanakan? Sejuta pertanyaan memutari kepalaku. Aku tak mengerti semua ini.
“Saengil chukkahamnida saengi~”, ucap Yesung hyung seraya membawa kue yang entah darimana itu lalu menghampiri Mee yon yang kini tengah diam terpaku.
“Lalu bagaimana dengan jawabanmu itu Mee yon?”, tanya Chi ju ketika kami sudah berada di rumah Yesung hyung. Setelah perayaan pesta kejutan tadi kini kami tengah menikmati pesta kecil-kecilan yang entah dibuat oleh siapa. Aku melirik kearah Mee yon yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
“Hem.. molla”, jawabnya datar.
“Uhuk.. uhuk…”, aku tersedak makanan yang sedang aku makan. Otomatis semua orang menjadi mengalihkan perhatiannya padaku termasuk Mee yon.
“Wae?”, tanyaku seraya menatap mereka semua.
“Sudahlah lupakan, sepertinya ada yang sedang menjalankan suatu hubungan diam-diam, Chi ju apa hubunganmu dengan Siwon oppa?”, tanya Mee yon mengalihkan suasana. Chi ju dan Siwon hanya senyum-senyum tanpa menjawab pertanyaan Mee yon.
“Meraka berdua berpacaran”, Yesung hyung yang awalnya sedang asik dengan ponselnya kini ikut bergabung dengan kami.
“MWO??KALIAN BERPACARAN!!”, teriak Mee yon, aku yang berada tak jauh darinya reflex langsung menutup telingaku.
“Bagaimana ceritanya?”, tanyanya lagi, kini dengan nada biasa saja.
“RAHASIA”, jawab Siwon dan Chi ju berbarengan.
“YAK!! Kenapa kalian main rahasia-rahasiaan denganku. Ayo cepat ceritakan padaku”, rajuk Mee yon.
“Sebelum kami menceritakannya bagaimana kalau kau menjawab pernyataan cinta Kyuhyun sunbae dulu”, Chi ju tersenyum licik seraya melihat kearahku.
“Pernyataan cinta apa, dia tidak mengatakan apa-apa tadi”,
“Jangan pura-pura Mee yon, jelas-jelas tadi dia hampir mengatakan sesuatu dan karena kelamaan jadinya Siwon oppa yang mewakilinya”.
Aku melihat Mee yon tampak biasa saja sambil memasukkan beberapa keripik kentang ke dalam mulutnya.
Mee yon POV
“Pernyataan cinta apa, dia tidak mengatakan apa-apa tadi”, kataku
“Jangan pura-pura Mee yon, jelas-jelas tadi dia hampir mengatakan sesuatu dan karena kelamaan jadinya Siwon oppa yang mewakilinya”. Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini, dan kenapa pula Chi ju terus mendesakku untuk memberikan jawaban.
Aku pun berusaha bersikap biasa saja, tapi tetap saja tidak bisa. Aku pun memasukkan beberapa keripik kentang ke dalam mulutku berharap rasa gugupku berkurang. Tapi sepertinya tidak, aku melihat dari ekor mataku Kyuhyun oppa tengah memperhatikanku. Jantungku bukannya kembali normal malah makin berdegup kencang.
“Sudahlah daripada kalian terus mendesaknya sebaiknya kalian ceritakan apa yang terjadi diantara kalian?”, Kyuhyun oppa pun akhirnya angkat bicara. Huft~ syukurlah setidaknya pembicaraan teralihkan.
“Kan tadi kami sudah bilang RAHASIA,, haha…”, Siwon oppa tertawa puas. Apa yang harus di tertawakan sich, batinku.
“Aku mau ke toilet sebentar”, ijinku dan mereka hanya menggangguk.
“Haah~~ aku malu mengakuinya kalau aku juga sebenarnya menyukainya”, ucapku pelan, ketika aku hendak menuju toilet.
“Kenapa kau tidak langsung jawab saja tadi kalau kau juga menyukaiku”, tiba-tiba Kyuhyun oppa sudah berdiri id depan pintu toilet ketika aku hendak keluar.
“Bagaima…”, belum sempat aku menyelesaikan perkataanku Kyuhyun oppa berbicara lagi.
“Tadi ketika kau berjalan ke toilet, tak sengaja aku mendengarnya karena aku juga ingin ke toilet. Tak ku sangka ternyata kau juga memiliki perasaan yang sama denganku”, Kyuhyun oppa terkekeh pelan dan aku menundukkan kepalaku saking malunya karena ketahuan olehnya, padahal aku berniat untuk tidak mengatakannya tapi sudah terlanjur kini dia sudah mengetahiunya.
“Jadi mulai hari ini kau adalah milikku, bukan milik namja lain lagi termasuk Hankyung hyung”, ucapnya yang sontak membuatku mengangkat kepalaku. Kenapa tiba-tiba kyuhyun oppa menyebutkan nama Hankyung oppa.
“Kau jangan heran kenapa aku menyebutkan nama Hankyung hyung, bukankah Hankyung hyung perah menyatakan perasaannya padamu kan. Karena kini kau sudah jadi milikku jadi kau harus menolak penyataan cintanya”, lanjut Kyuhyun oppa seraya tersenyum manis padaku. Aku pun serasa terhipnotis olehnya lalu aku ikut tersenyum. Tapi masih ada yang mengganjal dalam pikiranku kenapa Kyuhyun oppa tau kalau Han oppa pernah menyatakan perasaanku padaku.
“Oh ya oppa kenapa kau bisa tau kalau Han oppa pernah….”, ucapku terhenti ketika mulutku di kunci oleh mulutnya. Hangat. Ternyata seperti ini rasanya berciuman dengan orang yang kita cintai. Kyuhyun oppa pun melepaskan ciuman kami seraya tersenyum.
“Ternyata yeojaku cerewet juga”, ucapnya.
“Akhirnya kalian jadian juga, tak sia-sia kami mengitip kalian daritadi sampai-sampai kakiku kesemutan”, tiba-tiba Siwon oppa muncul dari balik tembok bersama dengan Chi ju. Aku yang kepergok oleh mereka hanya bisa menundukkan kepalaku sedangkan Kyuhyun oppa hanya tersenyum innocent.
“Chukkae, Mee yon~ ah”, Chi ju mendekatiku seraya memelukku erat.
Yesung POV
“Kau sudah tau kan jawabannya apa?”, tanyaku kepada Hankyung. Kami kini berada di dalam kamarku dengan pintu sedikit terbuka untuk menyaksikan kejadian yeodongsaengku dan Kyuhyun. Aku melihat Hankyung yang mendesah pelan, lalu tersenyum kecut.
“Aku memang ditakdirkan untuk menjadi oppanya tak lebih dari itu”, ucapnya lirih. Tampak darinya penyesalan yang amat dalam. Aku menepuk pundaknya pelan menenangkannya.
“Diluar sana pasti akan ada yeoja yang di takdirkan untukmu, asalkan kau mau merubah sifat playboy mu itu”, kataku menyemangatinya, tapi terdengar bukan seperti sedang menyemangatinya karena Han masih melihat kejadian di luar sana dengan wajah yang lesu.
Sabar Han jalanmu masih panjang, Mee yon bukan takdirmu. Takdirmu masih ada di luar sana jadi jangan menyerah untuk mencarinya. Aku akan selalu mendukungmu dari belakang.
Dan untuk yeodongsaeng ku yang manis, chukkae karena kau telah memilih keputusan yang benar. Ternyata kini kau sudah besar dan mampu memilih jalan yang terbaik untuk dirimu sendiri.
Dan terakhir untuk Kyuhyun, tolong jaga adikku baik-baik, aku sangat mengandalkanmu dan aku tau kau tidak akan menyakitinya. Kalau sampai kau menyakitinya kau akan berhadapan langsung denganku.
Aku tersenyum melihat mereka semua bahagia. Aku segera keluar dan bergabung dengan meraka begitu juga dengan Hankyung. Kyuhyun sedikit kaget melihat Hankyung tapi setelah aku menjelaskan baik-baik padanya akhirnya Kyuhyun mengerti.
“Ayo kita berpesta sampai pagi, besok kalian libur kan?”, ucapku seraya menggiring mereka kembali ke ruang tengah untuk menikmati pesta ulang tahun Mee yon.

FIN~

4 thoughts on “Difficult To Say Love Chapter 9 [End]”

  1. yeeee,, chukkae untuk kyu dan mee yon, akhirnya jadian jugaa
    kapan nih traktirnya #plak
    kyu gengsinya.. tingkat tinggi,.. hehehe..
    daebak eonni ^^

  2. kyu susah amat tinggal ngomong doang, kan kurang afdol kalo ngak dr mulut sendiri. . . .
    Gengsi y gede bgt mereka b’2, tp seneng happy ending. . .
    Han oppa jgn sedih. . . sendiri. . . .
    Gengsi y gede bgt mereka b’2, tp seneng happy ending. . .
    Han oppa jgn sedih. . .

  3. hohoho akhirnya happy ending…

    Ahhh kyu payah ni, masa nyatain prasaannya aja susah banget sih? Kurang afdol ah klo pake diwakilin. Hee🙂.
    Gapapa dah, yang penting kyu ma meeyon udah jadian. Chukkae ya buat kalian. Chukkae chukkae chukkae…🙂

    Kasian hangeng oppa, yang sabar ya…
    Ayoo hwaiting, masi banyak yeoja di luar sana, ni aku contohnya. Haha😀. maunya…#plak

    eh eh eh, yesung oppa tu belum punya yeojachingu, aku mau dah ayo. Hahaha😀. #plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s