Namja Titisan Iblis


——————————————————

Author: ANGELAFT RACTA

Casts: Yesung (super junior), Cho Eunhrie (OC), dan tokoh figuran lainnya

Genre: Romance, Humor

Rating: General

Type: Oneshoot

Disclaimer: Cerita ini sepenuhnya adalah MILIK AUTHOR (yah, meskipun Babtol itu emang milik orang tua Yesung sih)

—————————————————————

(Yesung POV)

Gara-gara membicarakan Babtol di acara Sukira kiss the radio tadi, aku jadi mendadak ingin ke Babtol. Perkenankan aku untuk menyampaikan iklan terselebung disini. Babtol adalah restoran yang dikelola oleh namdongsaengku (Kim Jongjin) dan kedua orang tuaku. Babtol  sendiri berada di Hongdae. 50 meter dari Hongdae gate, Seoul. Babtol juga memiliki 8 cabang yang tersebar di Korea. Kalau sedang senggang, biasanya aku sering berada di Babtol Hongdae.

“Hyung.” Leteuk hyung sudah bersiap mengenakan jaketnya dan bersiap untuk pulang ke dorm. “Kau duluan saja ke dorm bersama manajer hyung. Aku ada perlu sebentar.”

“He? Mau kemana? Nanti kau pulang dengan apa?”

Aku menunjukkan sebuah kunci mobil. Mobil milikku. Memang aku tidak sengaja membawa mobil sendiri hari ini. Biasanya aku akan menumpang pada manajer hyung seperti yang dilakukan Leteuk hyung saat ini. Tapi tadi pagi Jongjin namdongsaengku bilang kalau mobilku yang awalnya berada di bengkel temannya sudah selesai dan aku disuruh menjemputnya sendiri. Jadilah aku membawa mobil saat ini.

“Baiklah.” Awalnya Leteuk hyung sudah berjalan menuju pintu keluar, tetapi kemudian dia berbalik. “Ingat Yesung, HATI-HATI!” Ya ampun, Leteuk hyung masih ‘trauma’ dengan kecelakaan 2007 itu rupanya. Wajar sih, waktu itu juga kecelakaannya terjadi saat para korbannya baru pulang dari Kiss The radio juga.

Hyung pulang terlebih dahulu, barulah aku menuju basement tempat mobilku di parkir. Menyetir sendirian malam-malam begini pukul satu dini hari. Untuk mengusir perasaan sepi, aku menyetel beberapa lagu. Bersenandung sendirian didalam mobil adalah aktivitas yang menyenangkan. Meskipun bakal lebih menyenangkan kalau ada seorang yeoja cantik yang menemaniku, hhe.

Sorry sorry sorry sorry..  Argh! Suara brisik dari iPhone-ku mengganggu sekali! Jongjin calling. Ada apa lagi sih! “Halo!!”

“Hyung! Kau galak sekali!”

“Kau gila!” Aku memperlambat mobilku. Aku kurang bisa berkonsentrasi kalau menelepon sambil menyetir salah-salah aku akan menabrak pembatas jalan. Tidak ada polisi di hari semalam ini bukan? Aku bisa kena denda kalau menelepon tanpa headset sambil menyetir (aduh, aku lupa bawa headset!). Setelah jarum speedometer menunjukkan angka 15km/jam, baru aku melanjutkan omonganku. “Kau menghubungiku jam satu malam! Bagaimana kalau aku sedang tidur!”

“Aku yakin hyung tidak sedang tidur. Bukannya hari ini kau ada siaran Sukira? Berarti saat ini kau baru pulang dari stasiun radio bukan?”

Hh.. Aku menyerah, “Baiklah, kau benar. Ada perlu apa?”

“Kekkekekeke..” Lho, kenapa dia tiba-tiba tertawa? “Hyung, kau akan hadir di Babtol besok kan? Besok ada acara dengan para wartawan soal menu baru Babtol. Akan ada beberapa tamu VIP juga yang datang.”

Sekarang juga aku sedang dalam perjalanan menuju babtol kale! “Kenapa harus ada aku sih?”

“Ah hyung! Parah sekali! Sudah jelas bukan, kalo ada hyung pasti promosinya jadi lebih baik!”

Aku melepas iPhone dari telingaku kemudian menghadapkan iPhone ke mukaku sehingga jarak mulutku dengan iPhone tidak terlalu jauh (dibaca: dekat). “MAKANYA KAU JUGA JADI ARTIS SAJA!!!”

Setelah aku mendekatkan kembali iPhone ini ke telingaku, baru aku bisa mendengar suara nyaring Jongjin lagi, “Kau ini bercanda saja. Pokoknya kau harus datang, hyung! Sudah malam, aku tidur dulu. Bye bye hyung!”

Rasanya aku besok tidak memiliki acara khusus selain latihan. Baiklah, setelah latihan aku bisa menuju babtol. Tapi aku tetap ingin ke babtol malam ini. Jadi aku mengarahkan mobilku ke distrik Hongdae. Dari kejauhan aku bisa melihat Hongdae gate. Tapi begitu mobilku masuk ke daerah pertokoan. Sepi~~~ Tentu saja Yesung! Ini kan pukul satu dini hari! Mana mungkin ada toko yang buka kecuali mini market 24 jam! Dan tentu saja Babtol tidak akan buka pada jam segini! Lihat saja restoran ini begitu gelap! Babtol tidak akan buka sampai setidaknya pukul sembilan besok pagi.

Dari kejauhan aku melihat seseorang keluar dari Babtol yang gelap. Tidak begitu terlihat jelas mukanya karena dia berdiri membelakangiku. Aku memang tidak melihat mukanya, tapi aku bisa melihat dia mengunci pintu keluar karyawan Babtol kemudian pergi. Paling dia karyawan Babtol yang sedang lembur. Sudahlah, lebih baik aku pergi dan segera pulang ke dorm.

Aku membalikkan mobilku dan kembali kearah jalan raya. Dorm, aku datang!

***********

(Cho Eunrie POV)

Aku menatap handphone-ku putus asa. Jollie, teman satu kontrakan-ku belum juga mengangkat panggilanku. Jangan bilang dia sudah ketiduran! Duh, bagaimana ini! Jam segini mana mungkin ada bus yang lewat. Dia kan sudah janji mau menjemputku dengan skuternya. Huhuhuhu, kenapa harus aku yang kerja lembur untuk menyiapkan bahan😥

Perkenalkan, aku Cho Eunrie. Aku bekerja di Babtol restaurant sebagai junior chef. Hari ini aku harus kerja lembur di Babtol untuk mengupas udang DUA EMBER! Ya, udang-udang itu harus sudah siap digunakan besok pagi. Besok akan ada acara penting di Babtol. Kabarnya tamu-tamu VIP akan datang.

Hidupku membosankan sekali. Pagi hari aku bangun kemudian pergi ke Babtol,  berkutat dengan udang dan daging mentah yang baunya tidak sedap, lalu pulang setelah beres-beres di Babtol. Setiap hari seperti itu. Huh, andaikan ada seorang namja yang bisa sedikit mewarnai hidupku.

“Hai manis..” Bulu kudukku berdiri. Bau alkohol menyeruak ke sekitarku. Oh tidak, ternyata didekatku ada beberapa namja yang sedang mabuk. “Sedang apa kau manis.”

“Menjauhlah dariku.” Hikss.. bagaimana ini?? Aku tidak bisa bela diri, lariku juga tidak cukup cepat untuk kabur. Mati aku!

“Jangan galak begitu.” Salah seorang dari mereka berhasil menyentuh daguku. “Ayo ikut dengan kami.”

“Tidak!” Dengan usaha yang kupunya, aku menghalau tangan-tangan jail mereka. Tuhan, jangan bilang kalau kesucianku hanya akan ada sampai hari ini. Tuhan, tolong kirimkan malaikatmu. Hiks.. Tuhan…

TEEEEETTTTTTTT!!!!! Aku tidak tau apa yang terjadi karena mataku terasa silau. Mataku seperti disorot dengan lampu mobil. Aku hanya bisa mendengar suara klakson panjang sebuah mobil. Lalu kemudian terdegar suara bag-big-bug di sekitarku.

Aku masih belum mengumpulkan sisa-sisa kesadaranku. Dengan keadaan seperti itu aku hanya tau kalau seseorang menarik tanganku secara paksa, memerintahkan dengan nada garang, dan menggiringku dengan paksa menuju sebuah mobil.

“MASUK!” perintahnya!

Oh tidak! Kupikir dia malaikat yang dikirimkan Tuhan untukku. Tetapi kenapa aku malah digiring dengan paksa menuju mobil ini? Jangan-jangan dia bukan malaikat tetapi setan lainnya. Tuhan… hikss..

***********

(Yesung POV)

Aku tidak percaya alau aku baru saja melawan tiga orang namja yang cukup berotot. Maksudku, hey, aku kan kecil sekali. Ukuran tanganku saja hanya setengah dari ukuran tangan namja dewasa.  Memang sih, mereka bertiga sedang dalam keadaan mabuk jadi memudahkanku sedikit.

Yeoja di sebelahku masih terlihat uring-uringan. Antara takut dan bingung.

“Hei yeoja babo! Kenapa berkeliaran malam-malam begini? Memangnya kau tidak tahu kalau malam hari itu berbahaya? Dasar babo!”

Setelah kukatai babo, barulah kesadarannya mulai terkumpul, “Enak saja mengataiku babo! Urusanku mau berkeliaran malam-malam!”

“Kau membentakku heh? Bukannya berterimakasih karena telah menyelamatkanmu!”

Aku lupa mengaktifkan centralock mobilku sehingga yeoja itu bisa membuka pintu mobil pada saat mobilku melaju dengan kecepatan 80 km/jam. Karena itu aku malah ngerem mendadak. Hampir saja wajahku mengenai setir.

“Kau gila!!!” yeoja ini! “Kalau tadi wajahku mengenai dashboard dan berdarah bagaimana?”

“Memangnya aku peduli! Urus saja wajahmu sendiri!” Dengan gaya angkuh seakan-akan tidak terjadi apa-apa  yeoja itu turun dari mobilku. “Aku turun disini!”

Turun? Disini? Di tengah jalan jam setengah dua malam? Seorang yeoja? Sendirian? Yeoja itu sudah cukup jauh dari mobil pada saat aku teriakkan “Ya! (Kau!) cepat masuk mobil!”

“Tidak mau!”

Aish, baru pertama kali aku bertemu dengan yeoja keras kepala, “Kenapa?”

“Kau pikir aku bisa ditipu! Kau pasti berpura-pura menolongku, menaikkanku keatas mobil, padahal aku dibawa ketempat aneh, gelap, dan seram! Kalau memang benar mau menolongku kau harus jalan kaki!”

“Apa? Jalan kaki? Lalu mobilku?”

“Memangnya aku peduli! Kalau memang tidak mau menolongku lebih baik tadi tidak usah menolongku dari awal!”

Aish.. Yeoja ini benar-benar menyusahkanku. Yeoja gila! Keras kepala! Menyebalkan!

***********

(Cho Eunrie POV)

Tidak kusangka kalau namja aneh dan galak ini akhirnya benar-benar mengantarku pulang ke kontrakan dengan berjalan kaki setelah dia memarkir mobilnya di sekitar Babtol. Aku berusaha agar tidak perlu melihat wajahnya yang galak itu. Siapa tau saja dia ahli hipnotis sehingga sekali melihat wajahnya aku bisa terhipnotis.

“Siapa namamu?”

“Itu tidak penting.” Siapa tahu dia ahli santet yang bisa menyantet orang cukup dengan mengetahui nama dan wajahnya.

“Sedang apa kau malam-malam begini?”

“Bukan urusanmu!”

“Yak!” He, tuh kan dia mulai membentak lagi. “Aku berbicara denganmu! Aish, kenapa aku harus mau mengantarmu pulang! Berjalan kaki pula!”

“Tinggalkan saja aku disini. Aku juga bisa berjalan kaki sendiri. Lagipula siapa yang memintamu?”

“Kau!”

“Tidak, aku tidak minta.”

“Ya, kau minta!”

“Tidak!”

“Ya!”

“Tidak!”

“Yaaaaa!!! Pokoknya ya dan berhenti berbicara!”

Baik, aku berhenti berbicara. Menyebalkan menyebalkan menyebalkan! Tuhan, tidak adakah lagi utusanmu yang lebih baik dari dia. Kenapa kau harus mengutus orang yang menyebalkan dan galak minta ampun ini? Memangnya stok malaikat tampan dan baik hati di surga sudah habis ya?

“Hey, rumahmu dimana?” Dia bertanya, aku diam saja.

“Kau bisu ya? Aku bertanya rumahmu dimana?” Aku masih diam.

YA!!!”

“TADI KAU YANG MENYURUHKU DIAM DAN BERHENTI BICARA. AKU SUDAH BERHENTI BICARA KAU MALAH MENYURUHKU BICARA. MAUMU APA SIH?”

“Kau benar! Lebih baik kita mempercepat jalan agar kau bisa cepat sampai di rumahmu dan aku bisa cepat pulang! Cewek gila! Cepat sedikit jalanmu! Lambat sekali! Kalau begini terus bisa-bisa aku sampai di dorm pagi hari.”

Cih, siapa yang peduli. Mau dia pulang, mau dia tidak pulang, aku benar-benar tidak peduli. Orang seperti dia sebaiknya dimusnahkan saja.

Akhirnya aku sampai di rumah kontrakanku. Lampu di kamarku dan kamar Jollie sudah dimatikan. Tuh kan benar dia ketiduran. Huh, gara-gara anak itu aku harus sampai berurusan dengan orang menyebalkan ini. Jolliieee!!! Awas kau nanti!!

“Aku sudah sampai. Pergi sana! Jangan harap aku akan menawari kau masuk ke rumahku!”

Di malam hari seperti ini, aku memang tidak bisa melihat mukanya dengan jelas, tapi aku bisa melihatnya berkacak pinggang, “IYA! Aku memang akan pulang kok. Cepat masuk!”

Dia menyuruhku masuk? Ya sudah! Awalnya aku akan masuk dengan menggunakan kunci cadangan yang aku punya sehingga aku tidak perlu membangunkan Jollie. Tapi ternyata.. Oh tidak, aku meninggalkan kunci cadanganku di rumah. Dengan terpaksa aku menggedor pintu dan jendela sekeras mungkin agar Jollie terbangun. Aku harus masuk ke rumah dan beristirahat.

“Ah, kau Eunrie. Nyam… Nyam…” Dari dalam terdengar suara Jollie yang baru bangun. Ternyata memang betul kan dia ketiduran! Begitu dia membuka pintu aku bisa melihat rambutnya yang aut-autan.

“Kau pulang dengan siapa Eunrie?” Jollie berusaha melongok ke belakangku. Huh, aku tidak peduli. Aku masih berkonsentrasi membuka sepatuku. “AH! YA TUHAN!”

Gelagat Jollie jadi aneh. Tiba-tiba dia merapikan rambutnya dan baju dasternya. Jollie babo, sekeras apapun kau berusaha memperbaiki rambutmu yang sudah seperti sarang burung itu kujamin tidak akan berhasil!

“Semua sudah beres kan? Kalau begitu aku pulang!” He? Namja pemarah tadi belum pulang ternyata. Barulah saat itu aku berbalik bermaksud melihatnya tapi terlambat, aku hanya bisa melihat punggungnya yang menjauh.

Hilang sudah impianku untuk pulang ke rumah dan istirahat dengan tenang. Sampai di kamar Jollie sama sekali tidak membiarkanku tidur dan malah menanyaiku dengan rentetan pertanyaan. “AAAA!!! Cho Eunrie!! Kau jahat sekali! Kenapa kau tidak bilang akan mengajak artis kesini sih!! Kenapa kau tidak bilang akan mengajak bos-mu yang tampan itu kesini?”

Glek, “Siapa?”

“Itu yang tadi mengantarmu! Memangnya kau tidak tau? Dia kan Yesung anggota super junior yang paling tampan! Dia kan anak pemilik restoran tempatmu bekerja, masa’ kau tidak kenal.”

Jelas aku tidak tau, sejak awal aku kan tidak begitu melihat wajahnya. Eh? Tunggu dulu? Bos? Mati aku!

**********

(Cho Eunhrie POV)

“Eunhrie! Pakai ini!” Kepala Chef memberiku sebuah seragam. Tetapi bukan seragam koki melainkan seragam pelayan.

“Kenapa chef? Jangan bilang aku dipecat jadi chef. Jangan chief, kumohon! Menjadi koki adalah impianku dari dulu.”

“Hahahaha.” Tertawaannya chef membuat kumisnya jadi bergerak-gerak keatas-kebawah dan itu lucu sekali. “Jangan konyol Eunhrie! Tidak, aku tidak memecatmu. Hanya saja kau pasti capek lembur semalaman. Lebih baik kali ini kau tidak usah berada didapur. Kau layani saja orang-orang itu. Kerjamu bakal lebih santai dibanding menjadi koki hari ini.”

Kyyaa!! Chef-ku ini memang baik sekali. Begitu pengertian, dimana lagi aku bisa mendapatkan atasan seperti ini kalau bukan di Babtol. Aku sampai membungkuk berkali-kali, “khamsa hamnida chef! Khamsa hamnida!”

***********

(Yesung POV)

Babtol, acara perkenalan menu baru…

“Hyung!” Ini dia Jongjin. “Akhirnya kau datang juga hyung. Kupikir kau tidak akan datang.”

“Bukannya kau yang nyuruh aku datang?”

“Kau benar!” Tiba-tiba Jongjin tersenyum nakal. Dia berlari menuju panggung, mengambil mike kemudian berkata dengan lantang. “Baiklah, ini yang kita tunggu-tunggu. Ladies and Gentlemen, mari kita dengarkan suara merdu dari hyung-ku Kim Jong Woon alias Yesung.”

Dasar namdongsaeng (adik laki-laki) sialan. Kalau sudah begini aku tidak punya pilihan lain selain bernyanyi diatas panggung kecil yang ada di Babtol. Apalagi dengan para pengunjung yang sudah meneriakkan namaku. Ditambah lagi para wartawan yang sudah mulai jeprat jepret. Yah, show time!

Aku menyanyikan salah satu lagu favoritku dari super junior KRY yang berjudul han saram maneul. Berhubung hanya ada aku sendiri disini, aku juga menyanyikan bagian Kyuhyun dan Ryeowook. Wah, ternyata suaraku juga tak kalah bagus meskipun bernyanyi solo. *narcist mode: on*.

Prok prok prok.. Aku sudah terbiasa mendengar tepukan tangan seperti itu, jadi aku sama sekali tidak merasakan apa-apa ketika orang-orang bertepuk tangan untukku. Aku bukan Donghae atau Ryeowook yang bisa menangis hanya karena mendengar seseorang bertepuk tangan untuknya. Cengeng!

Saya ulangi pesanannya. Sannakji dan satu porsi Bulgogi. Baik Pak, pesanan anda akan datang dalam lima belas menit.” (notes: Sannakji = gurita hidup dimakan mentah setelah dicampur kecap asin. Bulgogi = potongan daging sapi dipanggang dengan minyak wijen, kecap asin, lada hitam, bawang putih dan bawang merah). Sayup-sayup aku mendengar suara yeoja yang sudah tidak asing lagi. Kuperhatikan wajahnya baik-baik. Aigho, itu kan yeoja galak kemaren! Jadi dia bekerja disini? Bakal asik nih. Hehehe..

Aku duduk di salah satu meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Aku mengangkat tanganku dan berharap dialah yang akan menghampiriku. Benar saja!

Tak lama kemudian dia menghampiriku. Cho Eunhrie itukah namamu, heh? Aku mengetahuinya karena melihat namamu di seragam pelayan itu. Hehehe, kena kau! Awalnya dia kaget melihatku tapi sedetik kemudian dia tampak berpura-pura tenang, “Selamat datang di Babtol. Ada yang bisa saya bantu?”

Aku bangkit dari tempat dudukku sambil menggebrak meja. Aku tahu kalau aku sempat menarik perhatian para tamu Babtol, tapi live music di panggung kecil berhasil mengalihkan perhatian mereka kembali. “Tak usah berpura-pura baik,”

“Maaf atas perbuatan tidak menyenangkan yang kemarin. Itu kejadian diluar Babtol bukan. Tetapi di Babtol anda adalah raja kami sudah selayaknya saya menjamu anda sebaik-baiknya. Bukan begitu?”

Apapun yang dikatakan yeoja ini membuat telingaku sakit! Entah sudah berapa kali keningku berkerut. “Asal kau tahu saja, AKU BOS-MU! Sudah! Hentikan sandiwara ini! Bawakan pesananku tadi!”

“Tetapi anda belum memesan Tuan!”

“MEMANGNYA AKU PEDULI?! Bawakan saja yang paling enak menurutmu CEPAAATTT!!!!”

***********

(Eunhrie POV)

AAAAA!!!! Aku bisa gila! Sumpah deh, orang itu (Yesung-ssi) benar-benar membuatku stress dan mampus gila! Bayangkan saja, begitu aku membawakan Galbi (daging babi yang dipanggang dengan arang) yang menurutku adalah menu paling enak di Babtol, namja sialan itu malah membantingnya ke lantai sambil bilang, “Rendah sekali seleramu! Pantas kau jadi pelayan! Cepat bawakan aku bulgogi!

Kalau gitu kenapa nggak daritadi saja dia memesan Bulgogi! Babo namja (cowok bodoh!). Membuatku repot saja!

Dan parahnya lagi si namja babo sialan itu malah menyuruh supervisor agar menjadikanku pelayannya tiap kali dia kesini. Aish, aku harus menghentikanku tugasku didapur dan berganti seragam menjadi seragam pelayan tiap kali dia datang kesini. Repot sekali mengganti baju seperti itu. Apaagi terkadang dalam sehari dia tiga kali bolak-balik ke Babtol. Aish!!

“Kalau begitu berarti Yesung-ssi itu menyukaimu! Makanya dia menyuruhmu agar menjadi pelayannya tiap kali dia datang. Itu agar dia bisa melihatmu.” Jollie! Kau temanku atau bukan sih? Kenapa kau tidak membelaku atau setidaknya membantuku mengurangi stress-ku heh?

“Kau salah Jol! Dia itu ingin mengerjaiku! Makanya dia menyuruhku menjadi pelayannya.”

Aarrrgghhh kalau begini hidupku di Babol akan terasa seperti neraka. Well, dia kan emang titisan dari neraka. Wajar saja kalau nanti aku akan merasa seperti di neraka. Kenapa sih yeoja deul itu masih saja nge-fan dengan anak iblis Yesung itu? Kalau saja mereka tau sifat aslinya! Kupikir Kyuhyun pasti JAUUUHH lebih baik darinya.

Sesuai dengan perkiraan awal. Tiap kali aku mencium keberadaannya di Babtol (waw, hidungku tajam sekali sepertinya), rasanya ada api yang menjilat-jilat tubuhku. Aku melayaninya dengan senyum yang kupaksakan. Udah baik aku senyum tapi dia pasti akan membalas dengan senyuman licik! Kemudian dia akan mengerjaiku dengan berbagai cara.

Contohnya saja saat ini. Ketika dia bilang bulgoginya kekurangan garam, aku menunjukkan botol garam yang berada didekatnya. Padahal kan dia bisa saja menuang gara, itu sendiri tapi dia malah menyuruhku. Begitu botol garam sudah di tanganku, dia malah DENGAN SENGAJA menyenggolku sehingga aku menumpahkan sebotol garam keatas piring bulgoginya.

Mwo?! Kau mau aku darah tinggi ya? Dengan melihatku saja darahku sudah mendidih tau! Sekarang ganti bulgogiku dengan yang baru. Uang pembayaran bulgogi itu tentu saja kupotong dari gajimu!” Titisan setan sejati! Aaaaa aku benciiii!!!!

Oke baik, kuterima saja omelanku kali ini. Dengan pasrah aku membawa blgogi super asin itu ke dapur. Tetapi lagi-lagi mataku menangkap kalau dia DENGAN SENGAJA menjatuhkan tubuhku. Tetapi entah bagaimana caranya ketika aku terjatuh tubuhku malah mendarat bukan ke lantai. Lagipula tidak terasa sakit. Wah?

“Yeoja maniak!” Teriak si titisan iblis itu! Ups, aku malah mendarat di tubuhnya dan bulgogi dengan garam super itu tumpah tepat di mukanya.

Lho, ini kan salahnya sendiri!

**********

(Yesung POV)

Hahahaha, asik sekali mengerjai piaraanku Cho Eunhrie di Babtol! Gara-gara ingin mengerjainya, aku jadi hampir setiap hari ke Babtol. Jongjin sendiri sampai heran.

“Ada orang yang kau suka di Babtol ya hyung? Siapa siapa? Apa dia pelanggan rutin Babtol? Atau malah karyawan Babtol? Siapa hyung? Beritahu aku!”

Dengan sedikit tenaga di kepalan tanganku, aku sukses membuat gundulan kecil di kepala Jongjin (baca: benjol). “Tak usah ikut campur saeng! Ini permainan orang dewasa!”

“Huh hyung! Memangnya ku anak kecil!” Kau kan memang lebih kecil dariku!

Aku jadi teringat kejadian kemarin saat tubuhnya berada diatas tubuhku (hayo, pikirannya jangan ngeres!). Rasanya mukaku berada dekat sekali dengan mukanya. Sedikit lagi saja mungkin bibirku sudah mendarat di bibirnya yang merah marun itu. Sayang sedikit terhalang hidung yang indah. He? Apa kubilang? Aku bilang hidung yang indah? Well,  kuakui dia memang memiliki hidung yang indah. EH, tidak hanya hidung yang indah, mata yang berbinar, alis yang tegas namun tetap serasi dengan senyumnya yang menawan. Hey, aku sudah mulai gila ya? Dia itu cewek gila Kom Jong Woon!

Malam ini aku akan ke Babtol lagi ah.

**********

(Author POV)

Klik bunyi mobil Yesung terkunci. Yesung memang selalu memarkir mobilnya di komplek parkiran pertokoan Hongdae. Sedikit jauh sih dari Babtol tetapi memang hanya disana tempat parkir mobil yang disediakan pengelola.

Tanpa Yesung sadari, ada tiga orang namja yang memperhatikannya sejak dia turun dari mobil.

“Kau yakin dia orangnya, hyung?”

“Ya, aku yakin sekali! Walaupun mabuk tapi aku masih bisa ingat jelas wajah orang yang menghajar kita waktu itu!”

“Sialan! Sok jagoan sekali dia! Sebaiknya kita bersiap! Kita beri dia pelajaran biar dia tahu siapa kita!”

**********

(Yesung POV)

       Babtol sudah didepan mataku. Semua toko sudah tutup. Ah, suasana seperti ini mengingatkanku pada hari pertama aku bertemu dengan Eunhrie. Persis seperti ini. Malam hari, sepi.

“Hey kau!” Awalnya aku tidak mengindahkan suara seseorang yang berat yang seperti memanggil seseorang itu. Tapi aku baru ngeh ketika aku sadar tidak ada siapa-siapa lagi di sekitarku.

“HIIIAAATTT!!!” Detik berikutnya aku tidak terlalu tau apa yang terjadi. Rasanya beribu-ribu palu godam menghantam tubuhku tanpa ampun. Kepalaku, hidungku, perutku, rasanya aku tidak berdaya melawan palu-palu godam itu.

BUUKK!!! Aku bisa merasakan pasir dimulutku. Aku juga mencium bau aspal. Sialan, mereka membanting tubuhku.

“Biarkan saja dia! Ayo cepat kita pergi dari sini!”

Babtol masih berdiri disana, didepan mataku. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada aku merangkak menuju Babtol. Aish, kenapa sekarang rasanya Babtol jadi jauh sekali? Padahal dia tidak pergi kemana-mana, tetap ada didepan mataku.

*********

(Eunhrie POV)

Lagi-lagi aku yang lembur sendirian. Untung saja kali ini lemburnya tidak harus lewat tengah malam seperti kemarin. Aku baru saja akan pergi ketika seseorang tampak membuka pintu Babtol. Duh, siapa sih itu!

“Selamat datang di Babtol. Maaf, kami sudah tutup.” Awalnya kupikir orang tersebut akan segera pergi. Tapi ternyata.. “Oh astaga! Yesung-ssi, apa yang terjadi?”

Yesung-ssi segera ambruk tidak jauh dari pintu masuk Babtol. “Yesung-ssi, kau tidak apa-apa?”

“Aku.. aku..” Bibir Yesung-ssi tampak susah sekali digerakkan. Penuh luka robek dimana-mana. Tidak hanya bibirnya, wajahnya, tangannya, semuanya penuh luka lebam yang berwarna merah kebiru-biruan. “Eunhrie..”

Ah, apa yang harus kulakukan?! Pertama aku meletakkan tubuhnya di pangkuanku. Lalu apa? Ambulan.. ambulan.. Aku baru saja akan meraih handphone-ku untuk menelepon ambulan tapi kemudian tangan Yesung-ssi menghalangiku. Seperti Yesung-ssi tidak ingin aku memanggil ambulan.

“Per..cu..ma…” Kata Yesung-ssi terbata-bata. “Aku… Per..cu..ma.. Tidak lama lagi….. se..le..sai..”

Hikss apa yang Yesung-ssi katakan? Tidak begitu jelas. Tidak akan lama lagi? Yesung-ssi, jangan bilang kau akan mati. Nanti aku bisa jadi tersangka pembunuhan dan pemukulan. Namja titisan iblis, jangan mati.

Mata Yesung-ssi sudah berkedap-kedip seperti lampu yang sudah akan habis tenaganya. Melihtanya yang begitu lemah tak terasa air mataku mulai menetes. Aku menggoncang tubuhnya dengan putus asa. “Yesung-ssi, bertahanlah!”

Tangan yang penuh darah itu berusaha menghapus air mataku. Bau amis tercium dari sana, tapi aku tidak peduli. Bau amis ini tidak ada apa-apanya dibandingkan hatiku yang sakit. Meskipung Yesung-ssi adalah bos-ku yang galak, tetapi dia membuat hidupku yang awalnya terasa membosankan menjadi lebih berwarna. Dia yang membuatku bisa merasa ceria, lega sekaligus marah, sebal. Membuatku menjadi lebih berekspresi.
“A… a….”

“Yesung-sii!”

“Ci… cium aku…”

Tanpa pikir panjang lagi aku mendaratkan bibirku di bibirnya yang penuh darah itu. Bibirnya terasa lembut dan kenyal. Ciuman yang menyakitkan dengan rasa darah. Sedikit darah bahkan menempel di bibirku dan tertelan. Darah Yesung-ssi yang seharusnya terasa amis tapi bagiku saat ini terasa manis. Manis seperti selai strawberry.

Mungkin aku berlebihan saat mengharapkan Yesung-ssi akan segera pulih dan kembali. Seharusnya aku tidak mempercayai dongeng-dongeng seperti sleeping beauty dan snow white. Didunia nyata pangerannya tidak akan bangun meskipun sudah dicium sang putri *narcist*.

Yesung-ssi memang tidak terbangun tapi gerakan tangannya menyuruhku untuk mendekat. Aku mendekatkan telingaku kearah mulutnya. Tidaaakkk!!! Jangan bilang aku disuruh mendengar wasiat terakhirny.

Babo yeoja! (cewek bodoh!) Kau pikir aku akan mati semudah itu!”

GLEKK!! Begitu mendengar itu aku langsung melempar tubuhnya yang tadinya ada di pangkuanku ke lantai yang keras ini. Aku berdiri agar bisa membentaknya lebih puas. “APPAAA!! Kau mengerjaiku ya?! Yak! Teganya kau mencuri ciuman pertama seorang gadis! Kau memang titisan iblis! AKU BENCIIIIIII!!!!”

Ternyata meskipun Yesung-ssi penuh darah seperti itu, dia cukup kuat untuk berdiri. Tidak hanya kuat untuk berdiri, bahkan dia merangkulkan tangannya di pundakku dan menarik tubuhku mendekat (baca: memeluk). “Babo! Tentu saja aku tidak akan mati secepat itu. Aku masih ingin mengerjaimu. Bersiaplah Cho Eunhrie untuk penderitaan tiada akhir bersamaku. Hahahaha.” (Evil laugh)

Cih! Aku melepaskan pelukannya dengan paksa dengan cara mendorongnya. Awalnya dia sempat protes karena perutnya masih terasa sakit. Tapi aku tidak peduli. “Memangnya kau pikir aku senang sekarang? Kau pikir aku mau? Tidak! Lebih baik kau mati saja tadi! Aaaa!! Kembalikan ciuman pertamaku!!!!”

“Kau tidak mau? Mmm.. kalau begitu jadi pacarku saja?!”

“APPPAAA?? KAU MEMANG NAMJA TITISAN IBLIS!!”

**********

(Yesung POV)

Pemberitaan tentang pemukulanku keluar di media. Pelakunyapun sudah ditangkap pihak berwajib. Ternyata pelakunya adalah orang yang waktu itu kuhajar di hari pertama aku bertemu dengan Eunhrie. Tapi aku tidak terlalu marah pada mereka. Kalau dipikir-pikir, karena merekalah aku bisa bertemu dengan Eunhrie bahkan menjadi sedekat ini dengannya. Ngg.. aku juga sudah jadian dengannya semenjak hari pemukulan itu. Mereka benar-benar cupid kami. ^^

“YA! JAGIYA!”

Eunhrie datang dengan bibir manyun tiga senti! “Kau ini ya! Tetap saja tidak berubah! Masih hobi mengerjaiku dan membentakku! Ini bulgogimu!”

Hmm.. tercium bau harum dari piring yang dibawa oleh Eunhrie. Ini bulgogi bikinanya sendiri. Hari ini aku dan Eunhrie berada di rumahnya berdua. Dia yang memasakkan makan siang untukku. Ternyata dia seorang koki yang handal.

“Jagi! Kau ini bagaimana sih! Kurang asin!”

“Kurang asin? Perasaan tadi rasanya baik-baik saja!”

“Kalau begitu cium aku!” Perintahku. Cuupppp.. ciuman singkat mendarat di bibirku. Aigho, Jagi, kau begitu menggemaskan.

Aku menyuap bulgogiku. Lalu tersenyum, “Sekarang baru terasa enak.”

“Jagi titisan iblis! Lagi-lagi kau mengerjaiku!”

Kira-kira begitulah kehidupanku dengan Eunhrie. Hahahaha.. kayak nano-nano, permen yang kumakan waktu di Indonesia. Manis-asem-asin, rame rasanya :p

**********

 

8 thoughts on “Namja Titisan Iblis”

  1. haha, tadinya ku pikir titisan iblis itu si kyu oppa ternyata yesung-oppa. hehehe…. tapi kalau yesung oppa jadi evil kayak kyu, kayaknya keren heehee -__-v

    1. Kalau baca FF-ku di blog pribadi-ku (miyan promosi blog m( _ _ )m ) mungkin image Kyu yang selama ini evil bakalan rusak (hahahahaha) dan malah Yesung ini yang jadi evilnya *gdubraakk* *author perusak image orang*

  2. hahaha…
    yeppa emng amazing…
    kekeke….
    ga bisa bayangin gmna wajah evil nya yeppa… kekekke
    daebak deh…
    kasian bgt eunhrie di kerjain yeppa..
    aseeemmmmm….
    #evil laugh brg kyuppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s