You are My Destiny (Chapter 10 of 13)

Annyeong , maaf telat satu hari ya , aku kan janjinya kemaren. kemaren aku bener-bener gg bisa konsen , gara kebanyakan baca artikel JYJ yang batal Perform di Jeju. TT . *curhat*

aku juga mau sedikit curhat , aku bingung gimana lanjutin ff ini . ada 3 chapter lagi .. tapi akhir bulan aku mulai sibuk ngurusin ospek , mohon pengertiannya kalo nanti ada keterlambatan publish lagi , tapi aku bakal usahain secepatnya ko ..

akhirkata , HAPPY READ, jangan lupa ngasi komentar , aku makasih banget kalo ada yang ngasi THUMB juga ..

Siwon meletakan kedua tangan di kepalanya. Sekarang sudah hampir satu minggu, tapi Hyora masih belum juga bangun dari tidurnya. Bisa dikatakan kalau sekarang ia sangat khawatir dengan keadaan Hyora, dan kecemasannya tidak bisa ia abaikan begitu saja. Siwon bingung, bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya ketika Hyora masih tetap seperti ini. Penyesalan terus menyiksanya sedikit demi sedikit, Siwon tidak pernah merasa tersiksa dan semenderita ini sebelumnya.
Sebuah ketukan lembut membuatnya kembali tersadar. Siwon mendongak, saat pintu dibuka perlahan. Wajah yang sangat familiar mulai terlihat. Siwon menelan ludahnya.

‘Yoo … Yoona?’

“Hei, kau disini?” Yoona berkata pelan, senyum tipis terlihat mengembang di bibirnya saat ia menutup pintu di belakangnya. Siwon menatapnya, tercengang. Dengan begitu hati-hati, ia mendekati ranjang dimana Hyora berbaring, lalu menatap perempuan yang sedang tidak sadar itu. Yoona menggigit bibir bawahnya saat ia berdiri di hadapan Hyora, tubuhnya terlihat sangat lemah dan juga wajahnya begitu pucat. Yoona mengerjapkan matanya, dia tidak pernah berpikir kalau ini semua akan menjadi seserius ini.

Yoona berpaling untuk melihat Siwon, yang tetap menatapnya dengan pandangan bingung sejak dia memasuki ruangan. Yoona merasakan hatinya sakit saat ia melihat wajah Siwon yang kusut dengan mata yang memerah, pertanda bahwa ia telah terlalu banyak menangis.

“Apakah kau baik-baik saja, Honey? Kau terlihat mengerikan …” tanya Yoona, ia khawatir. Siwon hanya bisa menatap keramik-keramik lantai, tidak tahu harus berkata apa. Dia baik-baik saja secara fisik, tapi secara emosional … ia sedang dalam kekacauan total.

Matanya mulai berkaca-kaca. Rasa bersalah menusuk hatinya lagi. ‘Tuhan, Aku benar-benar telah melupakan Yoona .’ Ia menelan ludahnya turun, tenggorokannya sakit karena ia merasa seperti dunia mulai menghimpitnya lagi.

Siwon merasa seperti hukuman telah menemukannya dan tidak akan pernah berhenti untuk menghukum dirinya lagi dan lagi.

Siwon melihat Yoona dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Yoona merasa jantungnya berhenti, tatapan mata Siwon yang ia lihat adalah bukti konfirmasi dari ketakutannya.

‘Siwon sudah mulai mencintai Hyora …’

Yoona merasa seperti ada sesuatu yang menusuk jiwanya, membunuh harapannya seketika itu juga. Dia kembali mengerjapkan matanya agar air mata tidak jatuh dari matanya, dan melirik sekali lagi pada Hyora.

‘Park Hyora, kau sudah menang …

… Ketika kau menyatakan kekalahanmu.’

“Jaa .. Jagiya?” panggil Siwon, suaranya serak dan tidak terdengar seperti suaranya sendiri.

Yoona memalingkan pandangannya ke Siwon, sambil berjalan perlahan mendekati pria itu. Dia meletakkan satu tangannya di atas bahu Siwon, sementara Siwon hanya bisa memandangnya, menunggu kata-kata yang akan diucapkan Yoona.

“Honey … kita perlu bicara.” ujar Yoona. Siwon mengangguk perlahan, ia tahu betul bahwa ini pasti terjadi cepat atau lambat. Dia tidak ingin lari dari kesalahannya lagi. Lebih baik untuk menghadapi hukumannya daripada ia harus berlari tapi penyesalan terus menghantuinya selama sisa hidupnya.

Kalau saja ia memiliki kehidupan lagi untuk bisa memulainya dari awal …

“Honey… Aku datang ke sini tidak untuk memintamu untuk kembali padaku ataupun meninggalkan Hyora .” Yoona membuka suaranya, saat ia duduk dengan hati-hati di tempat tidur Hyora, satu tangan menjangkau dan memegang tangan Hyora dengan lembut.

“Hyora … dia datang menemuiku sekitar dua minggu yang lalu.”

Siwon tertegun. Alisnya bertaut menandakan kebingungan.

“Dia … dia datang menemuimu?”

Yoona menatap penuh rasa bersalah saat ia melihat wajah Hyora yang sedang tertidur tenang, sampai akhirnya ia melanjutkan lagi.

“Ya. Dia datang menemuiku. Aku sangat terkejut dan sedikit enggan ketika pertama kali Aku menerima teleponnya, tapi Aku memutuskan untuk menemuinya setelah ia menjelaskan mengapa ia ingin bertemu denganku. Honey … Dia bilang dia akan melepaskan kau pergi. Dia mengatakan bahwa dia akan mengembalikanmu padaku, dan kalau dia juga akan mengajukan perceraian. Dia tahu kalau mengajukan proses seperti ini akan sulit untukmu, jadi dia yang memulai semuanya atas namamu. Pada waktu itu, Aku sangat berterimakasih atas apa  yang dia lakukan, tapi Aku terus berpikir tentang hal itu setelahnya, Honey … Aku terus teringat air matanya ketika ia menceritakan bagaimana ia begitu mencintaimu … Aku tidak bisa melupakannya, Honey … Pikiran tentang bagaimana pengorbanannya terus menghantuiku beberapa hari terakhir ini…” kata Yoona pedih, setetes air mata mulai melewati pipinya perlahan.

Siwon melihat keduanya, Yoona dan Hyora. Dia menyadari betapa dia telah membuat kedua perempuan itu menderita karena tindakannya bodoh itu.

Yoona, perempuan yang ia mencintai untuk sebagian besar dari hidupnya …

Dan Hyora, yang telah bergitu mencintainya tanpa syarat apapun …

Dia telah meyakiti mereka dengan keputusan bodohnya …

‘Yoona … Hyora … Maaf, maafkan Aku..!’

“Honey … Aku sudah memikirkan matang-matang tentang hal ini. Kita telah diberi begitu banyak waktu untuk bersama, tetapi kita membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja … berpikir bahwa kita akan bersama selamanya. Tapi kehidupan tidak seperti itu, Honey … lebih baik kau mengambil kesempatan ketika kau masih memilikinya, atau kau akan kehilangannya. Dan kita sudah kehilangannya.” Kata Yoona pada Siwon, kebenaran kata-katanya tidak dapat dipungkiri. Dia membiarkan kata-kata itu masuk dan tenggelam di dalam pikiran Siwon. Air mata sekarang membasahi wajahnya.

Yoona melanjutkan lagi. “Kau tidak pernah menjadi milikku, Honey. Memang benar kalau kita adalah sepasang kekasih, dan benar kalau Aku mengenalmu terlebih dulu, tapi Hyora yang telah sepenuhnya dan memang seharusnya menjagamu. Dia menempatkan kebahagiaanmu sebagai yang utama, dan Aku tahu Aku tidak akan pernah bisa melakukan itu. Dia adalah istri sah yang sudah kau nikahi, Honey … dan itu salah untukku jika memintamu meninggalkannya untukku, Aku telah telah begitu bodoh karena membiarkan kau pergi saat Aku seharusnya berpegang padamu. Honey, Aku tidak akan pernah bisa melakukan apa yang Hyora lakukan … Hyora adalah orang paling baik dan paling tanpa pamrih yang pernah Aku temui. Dia menyayangimu dengan tulus, tanpa meminta balasan apa pun. Jika Aku membiarkanmu untuk menceraikannya, Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri untuk selamanya … Maaf … Aku benar-benar menyesal atas semuanya, Hyora …” kata Yoona sambil menggenggam tangan Hyora dengan lembut.

Melihat Yoona meminta maaf pada Hyora, membuat Siwon semakin merasa bersalah. ‘Bagaimana mungkin Aku tega melakukan ini padamu, Jagiya …’

Siwon langsung berdiri dan berjalan ke arah Yoona, ia ingin memeluk perempuan itu, tapi dengan cepat Yoona mengangkat tangan, menghentikan langkah Siwon.

“Jangan, Siwon. Kita tidak boleh membuat lebih banyak lagi kesalahan. Terima kasih Tuhan, Hyora telah membuka mataku … tepat pada waktunya untuk membuatku tahu kalau kebersamaan kita adalah sesuatu yang salah. Kita sudah bersama dalam waktu yang cukup lama, dan mungkin akan menjadi kebiasaan yang sulit untuk kita berdua berpisah. Kita terbiasa untuk memiliki satu sama lain, tapi sebenarnya kita hanya tidak menyadari bahwa kita berdua tidak lebih dari dua teman baik. Sudah saatnya kita mengakhiri kebiasaan kita, Siwon.” Kata Yoona, suaranya mulai melemah.

Yoona menyeka sisa air matanya dengan lengan bajunya, sambil tersenyum pada Hyora. Meskipun Hyora tidak bisa melihatnya, dia berharap kalau perempuan yang sedang tertidur itu bisa merasakan ketulusan dalam perbuatan yang sudah dia lakukan ini. ‘Hyora … kau sudah berani melepaskan apa yang sudah seharusnya menjadi milikmu untukku … sekarang Aku akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu …’

Siwon merasa hatinya sakit saat ia menyaksikan adegan di depannya. Dia tidak pernah berpikir Yoona akan melakukan sesuatu seperti ini. Yoona, yang ia tau adalah perempuan yang akan berjuang untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan dengan seluruh kekuatannya. Mungkin orang lain akan berpikir kalau ini adalah keegoisan, tapi Siwon jusru mengagumi itu dalam diri Yoona, yang ia pikir bahwa itu merupakan sisi lain dari kehidupan manusia. Keduanya selalu percaya pada ‘firm believer’ bahwa hidup adalah menyebalkan, kau lebih baik makan atau justru akan dimakan.

Tapi hari ini Yoona telah menunjukkan bahwa dia lebih dari itu.

Siwon menunduk, air mata menyengat di belakang matanya. Semua yang ia lakukan sampai sekarang adalah menyakiti orang-orang yang dicintainya.

“Tapi … janji kita, Yoona? Aku tidak bisa … tidak bisa melanggar janji kita.” Kata Siwon, suaranya pelan dan sedikit tidak yakin.

Yoona menatap Siwon, pria yang telah hidup di dalam hati dan hidupnya. Perlahan dia tersenyum pada Siwon, wajahnya bersinar sedikit demi sedikit.

“Hari ini, Aku akan membiarkan kita terbebas dari janji kita … kesempatan kita telah berlalu, Siwon … kita tidak mengambilnya ketika mereka ada di depan kita … dan itu kesalahan kita. Sekarang adalah waktumu untuk bisa bersama dengan Hyora … ia tidak harus menjadi orang yang menderita karena kesalahan kita …” kata Yoona. Sejujurnya, ia merasa hatinya tersobek saat ia harus melepaskan cinta dalam hidupnya. Tapi ini adalah hal terbaik yang harus dilakukan … Ia telah bermain dengan api begitu lama. Karena dia, ketiga dari mereka harus terperangkap dalam jaringan benang kusut antara janji dan kesetiaan. Ini hanya akan adil baginya untuk membuat semuanya terbebas.

“Tapi Yoona … Aku tidak tahu apakah Aku masih memiliki kesempatan untuk menebus kesalahanku pada Hyora … Aku … Aku sudah terlalu sering menyakitinya … Aku … Aku …” Siwon mulai terisak. Wajahnya basah kuyup dengan air mata. Ia sudah kehilangan ego dan harga diri, saat Yoona berjalan menghampirinya dan memegang pundaknya yang bergetar dengan setiap isak tangis yang menyayat hati. Yoona merasa hatinya berbicara pada Siwon, seolah ia bisa merasakan penderitaannya.

“Jangan katakan itu, Siwon … kita seharusnya berdoa untuknya agar ia bisa segera sadar … Aku tahu Hyora adalah orang yang kuat … ayo kita berdo’a agar ia bisa menjadi lebih baik.” Yoona berusaha menghibur Siwon, pada saat yang sama ia juga menghibur hatinya sendiri yang hancur karena dipenuhi dengan rasa bersalah.

Sinar matahari bersinar dengan terang ke ruangan itu, cahaya oranye memanasi bumi dengan pesona megahnya. Hyora membuka matanya perlahan-lahan, ia sedang menyesuaikan dengan cahaya matahari. Dia menyipitkan mata saat ia melihat sekitarnya sedikit demi sedikit, dinding putih, tirai hijau, dan Siwon tidur di samping tempat tidurnya.

Mata Hyora mulai terbuka. ‘Di mana Aku?’
Dia memandang sekelilingnya sekali lagi, dan melihat sebuah tabung yang terhubung ke tangannya, dan sebuah mesin yang berbunyi di samping tempat tidurnya. ‘Aku di tempat tidur rumah sakit..’ tiba-tiba ia menyadari semuanya.

Hyora mengangkat tangan kirinya perlahan-lahan, sangat hati-hati agar tidak membangunkan Siwon. Dia berusaha mengingat apa yang telah terjadi sebelum dia berada di sini, dan semua yang dia bisa ingat adalah bagaimana ketika ia menangis di tempat tidur sesaat setelah Siwon memp*rk*sa dirinya.

Pikiran itu menghantam pikirannya yang masih bingung.

‘Siwon telah memp*rk*saku …’

Hyora menatap pria yang sedang tidur di sampingnya dengan rasa jijik, karena kebencian telah menguasai seluruh isi hatinya. Dia mengepalkan tangannya, saat ia merasa tenggorokannya kering karena ia kehausan. ‘Berapa lama Aku tertidur?’

Dia menyandarkan dirinya pada satu siku, mencoba untuk mencapai segelas air yang berada di samping tempat tidur. Dia merasa tubuhnya sakit dengan setiap langkah kecil. Saat jari-jarinya menyentuh gelas plastik yang keras, gelas itu jatuh ke lantai dengan dentingan keras, membuat Siwon terbangun dari tidurnya.

“Hyora? Hyora! Kau bangun … kau akhirnya bangun!” kata Siwon dengan bersemangat, ia langsung memeluk istrinya. Hyora menggeliat untuk membebaskan diri dari pelukan yang tidak ia inginkan dan mendorong Siwon menjauh dari tubuhnya. Dia memberikan pandangan tajam yang membuat Siwon kaget.

Hyora membencinya.

Siwon menunduk, saat kesedihan mengisi seluruh tubuhnya. Dia melihat gelas dan air yang tumpah, menyadari bahwa Hyora mungkin ingin minum, dengan cepat ia menuangkan air ke gelas yang lain untuk Hyora. Dia mengulurkan gelas yang sudah penuh itu pada Hyora. Tapi Hyora mengambil gelas itu dengan kasar dan mulai meminumnya, tenggorokannya bergerak dengan setiap tegukan.

Hyora membiarkan zat dingin itu membasahi kerongkongannya, tapi masih terasa begitu menyakitkan dan kering. Dia menaruh satu tangan di lehernya, merasakan hal itu.

Siwon menatap istrinya itu, rasa khawatir terlihat di wajahnya.

“Hyora, kau baik-baik saja? Apakah kau ingin lebih banyak minum?” tanya Siwon cemas, saat ia datang dan mendekat pada Hyora. Hyora merasa seperti dia ingin berteriak pada pria itu, saat ia mendengar kepedulian palsu Siwon yang terdengar sangat menjijikkan di telinganya.

“Berhenti berpura-pura untuk memperdulikanku Siwon!”

Hyora berteriak pada Siwon, tapi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Matanya keruh, saat ia berteriak lagi. Kali ini, hanya suara yang tidak dapat dimengerti yang bisa didengar. Hyora merasakan ketakutan merembes melalui pembuluh darahnya, sama seperti Siwon yang melihatnya penuh kecemasan.

“Hyora?” tanya Siwon dengan hati-hati, saat Hyora mulai panic. Hyora meletakan  satu tangan di tenggorokannya dan yang lainnya di dadanya. Air mata menggenang di mata Hyora saat ia mulai kehilangan kendalinya. ‘Apa yang terjadi denganku? Kenapa Aku tidak bisa bicara? Kenapa Aku tidak bisa berteriak?!’

Siwon mendekat pada Hyora dan mulai memeluknya saat perempuan itu mulai histeris dan menangis. Dia memencet tombol panggilan darurat, sambil terus menjaga Hyora yang terus berontak dalam pelukannya. Dalam waktu singkat, dokter dan perawat masuk ke dalam kamar Hyora. Siwon terlihat sangat ketakutan ketika dokter memeriksa Hyora yang masih terus menangis dan berusaha ditenangkan oleh para perawat.

‘Tuhan, tolong biarkan Hyora tetap baik-baik saja …’

‘Jangan biarkan dia menderita lagi …’

Siwon berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam hatinya sambil terus memperhatikannya, ketakutan dan rasa bersalah mencekik ketenangannya.

Dokter berjalan ke arah Siwon setelah memberikan Hyora suntikan untuk menenangkannya, dan mengisyaratkan dia untuk mengikutinya ke luar.

“Apa yang terjadi padanya, Dokter? Apakah dia baik-baik saja? Tadi dia mencoba berbicara, tapi tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya … dia baik-baik saja kan, Dokter?” Siwon langsung memberondong dokter itu dengan berbagai pertanyaan, kecemasan sudah benar-benar menghantuinya.

“Tenang, Mr. Choi … hmmm … istri Anda baik-baik saja … tapi …”

“Tapi?”

“Ada sedikit komplikasi.” Dokter itu berhenti sebentar, ia dapat melihat ketakutan di wajah Siwon yang mendesaknya untuk segera melanjutkan perkataannya.

“Virus dari demam tinggi yang dideritanya kemarin telah menyerang pita suara istri Anda, Mr. Choi … menyebabkan ia tidak mampu untuk berbicara sekarang ini …” penjelasan itu seperti pukulan besar untuk Siwon, ia langsung ambruk dan terjatuh ke lantai, pikirannya menolak untuk menerima apa yang baru saja ia dengar. Dokter langsung membantunya berdiri dan membawanya ke bangku terdekat lalu menyuruhnya duduk.

“Kami masih tidak yakin apakah ini akan permanen atau tidak … demamnya cukup serius ketika Anda membawanya ke sini, tapi dia selamat … jadi lebih baik kita berdoa untuk yang terbaik.” kata Dokter itu sambil menepuk-nepuk punggung Siwon.

Siwon duduk di bangku lorong rumah sakit, dia tidak bisa bergerak. Tepat ketika ia berpikir ia akan mampu menghapus penderitaan Hyora, justru takdir seakan menghalanginya. Siwon meletakan kedua tangan di kepalanya, ia berteriak dengan keras di dalamnya, putus asa seperti membelenggunya, membuat dia tidak bisa berpikir dengan benar.

‘Hyora … harus bagaimana Aku menebus semuanya padamu?’

46 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 10 of 13)”

  1. Oennie . . . fotonya pas banget sedih-sedih gmana gtu >.O

    aku salut banget sama Yoona disini . . .

    mendingan ntar Yoona sama Donghae aja gih . . .*ngarep😛

    lanjutannya diusahakan ASAP ya oen . . . .*readerbanyakmaunya😛 #abaikan😀😀😀

  2. aaakkh ngrasa kependekan nih.. -,- ckckck mkin prihatin ma hubungan mreka..hyora udh trlanjur kecewa ma wonnie..tpi mga happy ending dh..ngenes bgt low sad ending?! Gpp low lnjutan.a lma dipost,,ampe kpan jga aku tunggu dh cz udh terlanjur tw n suka m critanya..jdi jgn smpe brhenti stengah jalan ne..

  3. yoona daebak d sini sikap y bijaksana kyk angel pas sama muka y yg tampang y gadis baik2 gak pantes jd jahat. . .
    Ada2 ja lg hyora makin benci deh sama siwon, dia jd bisu gt n siwon pasti ngelepasin hyora, menderita bgt si hyora. . . .
    Lanjut. . .

  4. T.O.P , kasian banget nasip hyora~ uda jatuh tertimpa tangga lalu kejatuhan genteng *?*, makin seru ceritanya, siwon sekarang yg harus berjuang mendapatkan hati hyora, Hwaiting oppa~ . . PART SELANJUTNYA JANGAN LAMA2 . . OK

  5. Wah.., cerita ny daebak… Jd penasaran… Moga2 aja hyora ♍åµ terima siwon oppa.. N siwon oppa ♍åµ brubah… Lanjutanny jgn lama2 ya…

  6. jiiaah.. aku yg ngingetin Author wktu itu buat cepet” ngpost.. tp aku-nya malah telat bacanya..
    2 part tertinggal.. -__-

    mianhaeyo author..!!
    comment-an aku di jadiin satu aja ya..!
    kita sama-sama sibuk..!!
    ok.. aku pengen nunggu part di mana Hyora memperlakukan Siwon sama seperti Siwon memperlakukan Hyora dulu..!!

    dan part 12nya..
    kekkk~
    kalo ada yg FULLnya lagi..
    kasih tau PWnya yaak..!!
    *pikiran yadong bersarang di jiiaah.. aku yg ngingetin Author wktu itu buat cepet” ngpost.. tp aku-nya malah telat bacanya..2 part tertinggal.. -__-mianhaeyo author..!!comment-an aku di jadiin satu aja ya..!kita sama-sama sibuk..!!ok.. aku pengen nunggu part di mana Hyora memperlakukan Siwon sama seperti Siwon memperlakukan Hyora dulu..!!dan part 12nya..kekkk~kalo ada yg FULLnya lagi..kasih tau PWnya yaak..!!*pikiran yadong bersarang di otak ku* LOL

    otak ku* LOL

    1. whha, kalo gtu sering” update ya ..
      hhe .

      kalo itu berarti di chap 11, tungguin ajj yya ..

      ssip , ntar tinggal sms ato mention ajj .
      gomawa ya uda baca ..

  7. daebak,,,
    suka ma bagiannya yoona d part ini,dia jadi dewasa bgt🙂
    tapi kasian hyoranya,masalah g pernah mau jauh dari dia,hiks…
    makin mendekati ending jadi makin penasaran,,,
    dtggu next partnya y😉

  8. daebak onn,,
    miris aku bacanya..kasian kan akang siwon..hohoh
    next partnya kutunggu dengan senang hati :))

  9. Hiikz hiikz….
    Baca smbiil nNangiis di iringi dgn lgu big bang lies n’ lee min ho my evrything,..Nyenth hatii tmbuz jntng.,,, bingung antra mengharukn atau menyedhkan…. evrything,..Nyenth hatii tmbuz jntng.,,, bingung antra mengharukn atau menyedhkan….

  10. aku sekarang jadi simpati sama siwon, karena dia udah mau nebus kesalahanya.
    dan buat yoona, dia juga hebat udah mau ngorbanin siwon buat hyora…
    ditunngu lanjutannya ya onn, walau pasti akan lama.. berjuan ya onnie🙂

  11. ga tau gmna perasaan siwon dah. pasti sangat sakit. merasa bersalah pastinya.. apalagi dia terlanjur mencintainya.. aku jadi ingin tahu selanjutnya.. next author

  12. aku sudah duga kalau hyora bakal membenci siwon gara gara kejadian itu tapi aku rasa juga jika separuh hati hyora sebetulnya masih mencintai siwon dan aku juga salut atas kebesaran hati yoona yg dengan rela melepas siwon

  13. onni… aq jdi crga endng.a bkl sad ending… tpi bysa.a klo awl.a sad,,akhr.a psti bkl hpy ending…
    aigo~ jdi bingung ma akhr.a

    waaahhh,,ospek ya?
    wkwkwkwk,, onni taggin donk foto ospeknya😀 *ditabok*
    khekhekhe,,pkk.a hwaiting dhe onni🙂

    1. happy-end ko . *hint buat ending ..

      iya , awal agt onn uda mulai ospek ..
      gg janji ya , soalnya di jogja blum pasang inet ..
      hhe ..
      ne , gomawo saeng .
      gomawo juga uda baca ..

    1. iya, hyora maafkan wonpa ..

      aku sih cuma search di google ajj .
      keywordnya pke , siwon magazine, siwon oh my lady, siwon blue tomorrow , ato appa ajj .
      hhe ,

  14. hyora blm bisa maafin siwon. yg sabar yaa.
    terus berjuang yaah, lama2 hyora pasti akan luluh. amin…
    ditunggu lanjutannya yaa…🙂

  15. mian bru comment d’part 10…
    sumpah dr awal smpe akhir aku bca FF ini q mrsa sprti ikt brperan dlm FF ini…
    Apa lg bagian Hyora yg sering d’sktin dan d’bkn nangis sma siwon…
    aku bnr2 ngrsain apa yg hyora rsain…😦
    bnr2 daebak auyhor🙂
    d’tnggu part selanjutnya🙂

  16. Chingu…….. kok gak dilanjutin chingu?????? kajja dilanjut dong….. hehehehhe

    Gomawo ne… aku suka jalan ceritanya…… ^.^

  17. annyeong haseyo… nadya imnida *bow*
    ffnya keren banget,, gak dilanjutinnya,,,
    sisa 3 chap lagi kan nanggung,,,
    ayo dilanjutin,, gak sabar baca lanjutannya,,,
    penasaran berat,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s