Marry U .: Part 3 :.

sebelumnya makasiih buat admin yg baik hati krna udah post-in ff ku😀

Tags : Cho Kyuhyun
Kategori : Romance
Author/Penulis : dianAnchovyKie

At Incheon Airport, Seoul Korea Selatan…

Pesawat sebentar lagi akan berangkat, aku terus saja menatap Kyuhyun disampingku dengan tampang memelas berharap dia mempunyai ide untuk membatalkan keberangkatan kami. Tapi bahkan dia hanya tidur bersantai-santai sambil mendengarkan musik lewat earphone-nya bukannya malah berpikir! Aku jengah melihatnya!

 

“Kyu..” panggilku sambil menyenggol lengannya pelan. Kyuhyun pun menurunkan kacamata dan earphone ditelinganya.
“Bagaimana kalau kita kabur saja?!” ajuku langsung. Dia malah kembali menaikkan kacamatanya dan memasang kembali earphone ditelinganya. Dasar menyebalkan! Tiba-tiba, Kyuhyun kembali menurunkan kacamatanya dan menatapku tajam.
“YA! Seharusnya kau memanggilku dengan sebutan oppa, yeobo atau chagiya!” bentak Kyuhyun.
“In your dream!” balasku lalu langsung membuang muka darinya.

 

*****

            “YA! Ireona!” teriak seseorang.
“Kita sudah sampai! Bangunlah!” teriaknya lagi.
“Ibu.. bangunkan aku sejam lagi..” rengekku.
“YA! Babo! Buka matamu!” teriaknya lebih keras sambil mengguncang hebat tubuhku.
“Kyuhyun?!” pekikku terkejut sambil mengerjap-ngerjap mataku.
“YA! Apa aku terlihat seperti ibumu, huh?! Sejam?! Kau pikir pesawat ini milikmu?! Cepat bangun!” teriaknya sambil pergi mendahuluiku.
“Kau memang tidak terlihat seperti eomma, tapi kau terlihat seperti haraboji-ku yang cerewet.” Gerutuku dengan suara kecil.
“MWO?!” tanyanya dan berbalik padaku.
“Hahah.. ani..” jawabku sambil tersenyum lebar.

 

*****

            Aku membuka perlahan pintu kamar yang akan menjadi tempat tinggalku bersama Kyuhyun 3 hari 2 malam itu. Kyuhyun langsung masuk dan menabrak lenganku, kemudian dia keluar sambil menabrak lenganku lagi! Kubunuh juga sibangsat itu!

 

Akupun masuk dan mengelilingi ruangan itu, yang pertama ada ruang keluarga kecil yang terdapat beberapa sofa dan sebuah TV plasma.

 

“Arrgghhh!!!” teriakku histeris. Terdengar suara langkah kaki yang berlari.
“Wae gurrae?!” Tanya Kyuhyun.
“Kau lihat kondisi kamar ini!” jawabku panik. Kyuhyun langsung mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar.

 

Sebuah kamar tidur yang tentunya dengan satu tempat tidur king size dan berbagai perabot lainnya, lalu kamarnya yang terhubung dengan balkon yang menghadap kepantai dan sebuah kamar mandi yang hanya berbataskan kaca buram dengan kamar tidur!!! Diulangi lagi,KA-CA BU-RAM(!)

 

“Kenapa? Tidak ada yang salah.. kondisinya baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun acuh.
“Mwo?! Aigh! Kenapa hanya ada satu tempat tidur disini!” gumamku lagi.
“Tentu saja! Lalu kau mau berapa banyak, huh?!” jawab Kyuhyun kesal.
“Yasudah, kau boleh tidur disofa sana!” ujarku innocent sambil menunjuk sofa panjang didepan tempat tidur.
“Kenapa harus aku?! Kenapa bukan kau saja!” balasnya.
“Aku tidak mau!”
“Yasudah! Kalau begitu kita berdua tidur bersama saja!” sahut Kyuhyun sambil melompat keatas tempat tidur lalu menatapku nakal dan menepuk-nepuk pelan kasur disampingnya.
“YA! Apa yang kau lakukan?!! Cepat turun!” bentakku.
“Aish! Jinjjayo! Kau pikir aku takut padamu, huh!” ujarku lagi sambil ikut melompat kesamping Kyuhyun.
“Yeobo..” ujar Kyuhyun sambil tersenyum nakal dan perlahan mendekatiku. Refleks aku langsung berlari dan menghindarinya ketakutan.
“Kau mau kemana, chagi? Kenapa kau menjauh?” goda Kyuhyun yang membuatku makin ketakutan.
“YA! NEO!!! JANGAN MACAM-MACAM PADAKU!!!”

 

Kyuhyun POV

“YA! NEO!!! JANGAN MACAM-MACAM PADAKU!!!” teriaknya gusar dan mulai menangis. Aku menatapnya cemas dan mendekatinya.
“YA! Uljima!” pintaku.
“Jangan sentuh aku!” teriaknya sambil menangis dan membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya yang ditekuk.
“Tenang saja.. aku tidak akan menyentuhmu! Ya! Uljima, jebal..!” pintaku lagi. Inilah kelemahanku.. aku tak bisa melihat seorang gadis menangis apalagi dia adalah istriku..
“Belikan aku es krim..” ujarnya tiba-tiba ditengah isak tangisnya.
“Mwo?!” tanyaku bingung seolah tak percaya dengan kalimat yang dia ucapkan.
“Aku juga mau pizza!” tambahnya.
“Arra,arra! Tapi jangan menangis lagi!” jawabku sambil mendengus kesal.
“YA! Aku juga mau keripik kentang.. kentang goreng juga boleh!”
“Arraseo! Aku akan membelikan segala yang kau inginkan! Tapi aku mohon berhentilah menangis dan jangan pasang tampang menyedihkan itu lagi!”
“Salah kau sendiri menakutiku!” jawabnya galak.
“Ne.. arraseo ahgassi! Sekarang bisakah kita pergi membelinya??” tanyaku geram. Lalu pergi meninggalkannya.
“Kyu.. aku juga ingin soft drink..” rengeknya dibelakangku.
“YA! Kau pikir aku delivery, huh?! Jangan katakan pesananmu kepadaku!” bentakku sambil meghadap padanya dan kembali melanjutkan jalanku.
“Kyu..! aku pikir coklat juga enak..!” teriaknya sambil berlari mengejarku.

 

*****

            “Aku tidak mau yang ini!” bentaknya padaku.
“YA! Tidak bisakah kau memakannya saja!” balasku.
“Aku tidak mau! Aku mau jalan-jalan saja!” ujarnya lalu berjalan meninggalkanku setelah aku membelikan semua pesanannya yang hampir segunung itu!
“YA! Shin Min Young! Aish, jinjja!” gerutuku lalu menyusulnya.
“Kyu! Lihat! Itu pantai!” ujarnya lalu menarikku.
“Aku tidak mau kesana!”
“Kyuu..!” rengeknya dengan tampang memelas(lagi).
“Baiklah! Habis ini kita langsung pulang!” ujarku lalu dia langsung berlari kearah pantai meninggalkanku.
“Dasar tidak tahu terima kasih! Sudah dibelikan makanan, sekarang mau minta lebih!”

 

*****

            Aku duduk dipinggir pantai yang jelas jauh dari air karena aku tidak mau sampai basah. Aku memperhatikan gadis yang berlari girang kesana-kemari itu dengan seksama. Rambut panjang dan dress-nya yang selutut ikut bergoyang-goyang mengikuti gerak tubuhnyayang lincah ditambah angin yang tak henti-hentinya menyibakkan rambutnya yang panjang tergerai indah itu. Aku tak tahan untuk melihatnya hingga akhirnya aku mendekatinya.

 

“Wae?” tanyanya agak gugup. Aku memegang sebelah tangannya setelah itu melingkarkan kedua tanganku ketubuhnya dan..
“A-apa yang kau lakukan?” tanyanya gelagapan.

 

Aku meraih rambut panjangnya dan menyelipkan jari-jariku diantara helaian rambut indahnya. Dapat kurasakan tubuhnya yang bergetar hebat.

 

“Kenapa kau menutup matamu?” tanyaku sambil menahan tawa.
“Mwo? Kau..”
“Aku hanya mengikat rambutmu, dari tadi aku perhatikan kau sibuk membereskan rambutmu yang terkena angin. Jadi diikat saja agar kau bermain lebih leluasa.” Ujarku padanya. Dia memegang ikatan rambutnya sambil melihatku.
“YA! Inikan gelang! Kenapa kau jadikan ikat rambut!” bentaknya dengan suara keras.
“Itu gelang ya? Kenapa terlihat seperti ikat rambut?” ujarku bingung.
“YA! Cho Kyuhyun! Awas saja kalau sampai gelangku rusak! Saat itu juga kau harus menggantinya dengan yang lebih mahal dari ini!” ancamnya padaku.
“Yasudah, kau lepaskan saja lagi..” jawabku dan segera pergi.
“YA! Cho Kyuhyun!” panggilnya dan bodohnya aku malah berbalik untuk menatapnya dan PLAAKKK!!!
“Hhahahah.. bagaimana rasanya? Menyenangkan bukan?!” ujarnya sambil melemparku dengan pasir basah lagi.
“Shin Min Young! Kemejaku jadi kotor!”
“Apa perduliku!” jawabnya sambil melempar pasir tepat kewajahku.
“Awas kau ya!!” teriakku sambil mengejarnya dan melemparinya dengan pasir pantai yang lebih banyak.
“YA! Dress-ku kotor!” pekiknya dan berlari menghindar menuju pantai.
“Awhhh! Apa itu?!” pekikku saat dia melempar sesuatu kepunggungku.
“Itu kerang, babo!” jawabnya sambil merong.
“Ahh, jadi sekarang lempar-lemparan kerang?! Baiklah.. mari kita bermain lempar keraaangg..!!!” ujarku tersenyum devil sambil mengangkat sebuah tiram besar.
“Arrgghhh!!! Aku bilangkan kerang!!! Bukan tiram..!!!!!” teriaknya sambil berlari menjauh.
“YA! Shin Min Young! Bagaimana kalau sekarang kita main lempar kepiting saja!!!” teriakku yang melihatnya sudah berlari jauh ketakutan.

 

Min Young POV


“YA!” panggilku sambil menendang-nendang kakinya. Dia tetap saja tak mendelik dan tetap asyik membaca bukunya.
“YA! Cho Kyuhyun!” teriakku lagi.
“Mwo?!” ujarnya sambil menatapku heran.
“Apa yang kau lihat!” sungutku sambil menutupi tubuhku.
“Kenapa kau memakai baju handuk? Mau menggodaku?” ujarnya sambil tersenyum khas-nya.
“Enak saja! Kau pikir aku wanita seperti itu, huh?! Ikut aku sebentar!” ujarku sambil menarik tubuhnya.
“YA! Apa yang kau lakukan?! Kau ini parah sekali!” ujarnya dibelakangku.
“Simpan pikiran kotormu itu!” ujarku begitu kita sampai dibalkon.
“YA! Kenapa kau mengajakku kemari? Cuaca sangat.. heii!! Apa yang kau lakukan, huh?!” teriaknya padaku.
“Mianheo! Kyuhyun~ssi.. kau harus tinggal dulu diluar 45 menit! Karena aku ingin mandi.. kau tahukan kalau pintu kamar mandinya hanya kaca BU-RAM! Aku tidak mau kau curi-curi kesempatan padaku!” jawabku sambil mengunci pintu balkon dan merong padanya.
“YA! CEPAT BUKA PINTUNYA! DISINI DINGIN!!!” teriaknya.
“Sudahlah.. lanjutkan saja baca bukunya.. aku mau mandi dulu.. dahh..” ujarku lalu menutup tirai pintunya.
“YA! Shin Min Young! Aku ini kan suami-mu!!” teriaknya lagi. Aku tak memperdulikannya, lebih baik aku cepat mandi dan bergegas berpakaian.

Satu jam kemudian…

            “Annyeong..” sapaku sambil tersenyum begitu membuka pintu balkonnya. Dia menatapku tanpa ekspresi, entah itu marah, kesal, senang, sedih.. aku tidak tahuu..!
“Kau itu pandai atau tidak melihat waktu?!” bentaknya dingin.
“Tentu saja! YA! Apa udara diluar mempengaruhi sifatmu ya?”
“YA! Yeoja babo! Kau bilang 45 menit?!! Bahkan ini sudah 1 jam lebih!! Berapa nilai matematika mu, huh?!”
“YA! Kenapa kau harus mengatakan itu, sih?!” ujarku kesal lalu berbalik meninggalkannya.
“Hhhaatttcchhhiiii…!!!”
“YA! Rambutku?!” pekikku lalu berbalik kearahnya. Dia menggosok-gosok hidungnya.
“Aigh! Jinjja! Rambutku jadi terinfeksi bakteri dan kuman karena kau!!!” pekikku.
“YA! Kau masih memikirkan rambutmu daripada kesehatan suami-mu?!!” tanyanya garang.
“Jangan sebut SUAMI-ISTRI!! Aku alergi mendengarnya!” sambarku.
“Kau pikir aku tidak!” ujarnya lalu masuk dan menabrak bahu-ku.

 

*****

            “Ini..” ujarku sambil menyodorkan handuk hangat padanya. Dia menatapku sinis dan membuang muka.
“YA! Bisa tidak kau menghargaiku sedikit?!!” sambarku lagi.
“Yang kuperlukan hanya minta maafmu! Walaupun begitu kau juga harus belajar untuk sopan kepada su..” (terpotong)
“Arra..arra!! mian! Ini handuknya dan cepatlah kau pergi mandi karena aku sudah menyiapkan air hangat untukmu!” ujarku langsung dan melemparnya dengan handuk hangat.
“YA! Shin Min Young! Kau tahu kan kalau kacanya BU-RAM! Jadi kau..” (terpotong)
“Aku tidak mauuu!!! Apa kau tega mengunci istrimu diluar!! Kau tenang saja karena aku tidak akan mungkin melakukannya!!! Memangnya aku itu kau!!” teriakku padanya dan langsung berlari keruang tv.

13 thoughts on “Marry U .: Part 3 :.”

  1. Ngakak bacanya…
    Tapi kurang panjang… T~T masih mau baca tapi udah TBC…..
    Lanjutanya asap ya… Aku suka bgt ehehhe…

  2. Hahaha,, lucu..

    Yg adegan di pantai lucu banget.. Penceritaannya juga bagus, brasa nonton drama beneran..

    Aku dah baca sich neh di blog sebelah.. Tpi tetep za ga bosen dibaca lagi.. Lanjutnya jan lama2 ya..

    Aduuh, kangen ma blog neh,, udah lama ga berkunjung.. Abis tiba2 alamt blog ilang di bookmark, jd hraus diubek dulu deh.. Hehe ^^v

  3. waduh, lagi seru2nya baca kok tbc?
    Hmhmhm -,-
    brasa agak pendek ni ffnya. Part brikutnya yang lebih panjang ya author. Oke oke?:)

    wkwkwk…
    Minyoung bisa aja deh. Curang dia. Kasian kyu deh jadinya.pasti mandinya gak tenang tu. Hihihi🙂

    ceritanya seru. Lanjutannya jangan lama2 ya. Oke oke?^^,

  4. Feelny lumayan. Tpi blom dapet banget..
    Moga slnjtunya uda ngena feelnya..
    Trus rada panjangin ya.. Kependekan mnrutku..

    Fight!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s