FF One Shoot ” The Dreaded Snow Season

FF One Shoot ” The Dreaded Snow Season

Park Yoora ~~ Arien CAssie
Nickhun~~ Nickhun
Chansung~~Chansung
Chen Huajin ~~MeYmEy
Wooyong~~wooyong
THE DREADED SNOW SEASON
Butir-butir halus itu terus berjatuhan di balik kaca jendela. Dingin seperti hatiku yang beku.
Masih teringat jelas gambaran dua tahun yang lalu saat aku pertama kali bertemu dengan seorang
namja yang membuat aku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Namja yang kukira mencintaiku dengan
tulus, namja yang membuat hatiku hancur berkeping-keping. Namja yang sedingin salju yang
tidak bisa kulupakan. Kulirik sekali lagi undangan pernikahan yang masih terpanjang rapi di atas meja.
Kutemukan sederet nama yang membuat hatiku kembali pedih. Namja yang paling kusayangi akan
menikah dengan sahabatku sendiri. Berkali-kali kuyakinkan diriku untuk melupakannya, membuang
semua kenangan tentangnya. Namun semua itu tak pernah kuwujudkan karena diriku sendiri tidak
ingin melupakannya. Bahkan aku tak mampu berharap lagi jika semua ini tak nyata, semua sudah
terlanjur hancur.
1 Year Before………
kita putus!” ucap chansung tiba-tiba
 
” apa? kau pasti bercanda….!”
 
” tidak,,, aku serius…. aku tidak ingin menyakitimu lagi!”  ucap chansung lagi
 
” apa karena Huajinnn?” tanyaku masih tak percaya
 
“…..” dia tak menjawab dan kembali menghela nafas
 
” kau mencintainya??? kenapa kau tega padaku Chansung~a?'” kali ini aku membiarkan air mataku mengalir
 
” mianheyo…jeongmal mianheyo….kau tahu aku hanya mencintaimu!” jelasnya lagi
 
” tapi kenapa kau lakukan ini padaku? kenapa harus dengan sahabatku???”
 
” kumohon mengertilah, ini kulakukan demi orang tuaku!”
 
” kalau kau mencintaiku kau bisa menolaknya!”
 
” mianhe… aku tidak bisa yoora… aku anak satu2 nya mereka..!”
 
” chansung~a … kumohon jangan tinggalkan aku…!” pintaku memegang tangannya
 
” mianhe yoora…percayalah aku hanya mencintaimu…!” jelasnya mencium keningku untuk terakhir kalinya.
kemudian dia berlalu sembari menggandeng huajin yang juga merasa bersalah padaku. Lantas keduanya pergi
meninggalkanku sendiri …… aku mencoba untuk mengejar mereka dengan seluruh hatiku yang sudah
hancur berkeping-keping.
 
” chansung~a ………jangan tinggalkan akuuu……..!” panggilku hampa
 
dan akupun terjatuh…… sakit…..sunngguh sakit…. aku tak kuasa untuk tegar kali ini ……dua orang yang
paling berarti dalam hidupku mengkhianatiku……
” yoora…jangan menangis….!” kurasakan sentuhan hangat seorang namja memegang pundakku,,,,
 
” nikchun~a …..mereka mengkhianatiku!!!” tangisku memeluknya
 
” uljima yoora….ada aku yang tidak pernah mengkhianatimu…. ada aku yang akan melindungimu…!” balasnya memelukku erat……******
P.O.V  Nickhun
Yeoja itu masih duduk melamun menatap kosong ke depan. jari-jari pucatnya masih membolak-balikkan
undangan pernikahan untuk kesekian kali. sekejab disodorkan kepalanya melihat salju yang mulai
turun menghujaninya. Setahun sudah dia menutupi diri, membiarkan dirinya sendirian dalam kehampaan…..
” yoora,,, ayo kita masuk ke dalam,,, kau lihat saljunya sudah turun….!” ucapku khawatir.
” tidak…biarkan begini untuk sementara….. !” jawabnya singkat seakan tak peduli salju yang terus turun
“salju ini menguatkanku……!” lanjutnya dengan memejamkan mata menikmati sentuhan butiran putih itu.
bibirnya terkatup rapat, pucat seakan jiwanya mati.
” dua hari lagi chansung dan huajin akan menikah….!” ucapnya kaku masih memejamkan mata
” dan dua hari lagi jiwa dan ragaku akan mati,,,,,,,!” lanjutnya kini mulai melemah membuatku tak tega untuk
tidak memeluknya
” kumohon berhentilah berbicara seperti itu, masih ada aku yoora,,, kau tidak sendirian!” hiburku
mendekap erat tubuh yoora yang semakin layu. aku mencoba membawanya untuk masuk ke dalam
dan dia mengikuti dengan lemah. kucoba memberinya  sebuah capochino sekedar untuk menghangatkan badannya
yg dingin.
” nickhun~a… kenapa kau sangat baik padaku?” ucapnya menatap kosong ke arahku
” kenapa kau bicara seperti itu??” tanyaku binging memegang erat tangan yeoja yang paling kucintai itu.
” aku memang bodoh,,,,seharusnya aku mencintaimu bukan dia…. mianhe nickhun~a….!” dan kali ini yoora
memandang penuh arti dengan rasa bersalah
” yoora…Percayalah bahwa aku akan selalu mencintaimu dan selamanya akan tetap begitu!” gumamku mencium keningnya….
” gomawo nickhun~a!” ucapnya pelan
2 Days later…..
Kupeluk erat tubuhku berusaha untuk tidak kedinginan. kulirik yoora dengan perasaan aneh. Dia tidak
mengucapkan nama Chansung maupun Huajin hari ini. dan tidak mengungkit pernikahan yeoja dan namja
yang menyakiti hatinya. dan akupun tidak berani untuk mengungkitnya. Membiarkan yoora untuk tegar….
” nickhun~a … saljunya tidak turun!” ucapnya memandang langit yang teduh
” hah??? ne….!” jawabku mengadahkan kepalaku ke atas langit putih pucat tanpa disertai salju yang biasa menemani
” kenapa saljunya tidak turun??” tanyanya bingung mencoba mencari jawaban dariku
” molla…..pasti sebentar lagi akan turun! bersabarlah!” jawabku tersenyum mengelus pelan rambut panjangnya.
“…”  yoora terdiam, seakan dirinya puas setelah mendengar kata-kataku,,
 tit …tit…tit
” hya nickhun~a….kenapa lama sekali datang,, pernikahannya hampir dimulai..!” ucap wooyong
” Wooyong~a… sepertinya aku tidak datang!” balasku
” hya….ini pernikahan sahabatmu… palli… chansung dan huajin masuk menunggumu… oh ya bawa yoora
juga yaaa!” paksa wooyoong lagi. Aku tidak berani mengatakan keadaan yoora sekarang, dan dengan berat aku
menyanggupinya. 
 
 ” akan kuusahakan!” jawabku sembari menghela nafas.
” eottohke… apa yg harus kulakuan?? yoora pasti akan sedih jika menghadiri pernikahan itu!” ucapku pada
diri sendiri. serentak aku menyadari bahwa yoora tidak ada disini, entah mengapa perasaanku menjadi tidak enak
… gundah,,, takut jika dia akan melakukan hal yang bodoh.
” yoora… !” panggilku ke seluruh rumah,
kutemukan  jejak seorang yeoja yang sudah berdiri tegang di tengah jalan.
Yoora mengadahkan kepalanya menyambut butiran salju yang mulai turun. kuhela nafasku…. namun
aku mulai kaget ketika kulihat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.
” Yoora……awaaasss!” teriakku keras berlari menghampirinya………. yoora memandangku bingung namun
sekejab dia tersenyum seakan telah mengetahui takdirnya.
BUKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kurasakan tubuhku mati seketika, hatiku hancur berkeping-keping melihat yeoja yang paling kucintai terkapar tak
berkutik.
” yooooraaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!” gumamku kaku menatap nanar ke arah yoora yang bersimbah darah.
” kau benar-benar pergii…..!” ucapku pelan merengkuh tubuh yeoja itu,,,, tak kurasakan air mata yang
sudah mengalir di pipiku…..dan kali ini aku tidak menangis karena kesedihannya,,,,
namun aku menangis karena kepergiannya.
” Saranghaeyo….!” senyumku kecut mencium kening yoora yang mulai dingin.
****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s