The Punishment

The Punishment
 Cast                      : Cho Kyuhyun
                                  Kim Hyomi
                                  Lee Yujin
                                  Lee Donghae
Genre                   : Romance, Sad
Rating                   : I don’t know, PG 17 (?)
Nama ku Kim Hyomi. Aku salah satu penulis terkenal di Seoul. Banyak dari buku – buku ku yang bergenre romantisme ini laris di pasaran. Banyak orang yang memuji karya ku. Tapi sebenarnnya aku memiliki satu rahasia besar. Walaupun aku penulis yang beraliran romantisme, sebenarnya aku belum pernah sama sekali memiliki pacar.  Hari ini aku menghadari sesi tanda tangan di salah satu toko buku yang terkenal di Seoul.
“terima kasih atas kerjasamanya  agasshi” ujar pegawai toko buku
“tidak usah terlalu resmi. Umurku belum setua itu. Aku baru 23 tahun.”
“jinja? Minhae, aku sangat kagum pada Hyomi-ssi. Di umur yang muda sudah menjadi penulis yang sangat terkenal. Pasti pacar anda sangat beruntung mempunyai Hyomi-ssi yang cantik, pandai dan baik”
Aku hanya tersenyum menanggapinya. Setelah memberi salam aku pergi dari toko buku itu dan menuju cafe langgananku. Di sana sudah ada sahabat ku yang menungguku.
“ya! Hyomi-ah gimana acaranya?”
Aku pun mengaduk – aduk capuccino ku. “seperti biasa Yujin-ah, untuk sekian kalinya mereka mengungkit tentang pacar ku. Dan menurutmu apa aku setua itu sehingga dipanggil agasshi?”
“ ya! Wajar mereka bilang seperti itu. Kau itu cantik, pintar dan sopan. Wajar bila mereka berpikir bila kau itu punya pacar. Dan buku mu hampir setingkat dengan yang diterbitkan para senior.”
“di samping itu kau juga terlalu cuek” tambah Yujin
“wae?”
“sudahlah kau pasti akan tahu sendiri. Kau itu kan penulis berbakat.” Yujin kembali meminum minumannya. Aku melihat ke arah jendela. Apa benar aku seperti itu.
“Yujin-ah, kau mau menemaniku ke taman nanti.” Tanya ku pada Yujin
“aku sudah ada janji Kim Hyomi. Mungkin lain kali”
**
Aku mulai memilih tempat duduk yang nyaman. Setelah menemukan yang tepat, aku mengeluarkan buku ku yang terbaru. Kebiasaan ku adalah aku suka membaca buku ku sendiri setelah terbit di pasaran. Buku ku kali ini bercerita tentang sesorang yeoja pendiam, cantik dan sedikit aneh, sehingga dia sering menutup diri. Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan namja yang nantinya akan menjadi pasangan hidupnya di sebuah taman. Pertemuan yang tidak sengaja itu sebenarnya adalah takdir yang sudah dituliskan. Sejak pertemuan itu mereka sering bertemu karna namja itu adalah rekan kerjanya yeoja yang baru. Dan ternyata orang tua mereka sudah saling kenal sejak lama. Hal itu menyebabkan mereka lebih dekat. Bibit cinta yang tumbuh sejak awal pertemuan mereka mulai berkembang. Mereka baru menyadari bahwa mereka saling mencintai.
“agasshi apakah kau ingin membeli bunga?” tanya seorang anak kecil
Aku menutup buku yang belum habis ku baca. “ne” ujar ku sambil tersenyum
Anak kecil itu memberikan bunganya. “gomawo agasshi, kau sangat cantik” anak kecil itu mengecup pipiku lalu segera pergi.
Aku memandanginya, kemudian terkekeh pelan mengingat perbuatan anak kecil itu. Matahari sudah hampir terbenam. Hari sudah malam sepertinya aku harus pulang. Aku mulai mengemasi barang – barang ku dan berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari sini. Sesampainya disana, aku memasuki mobil.
BRUKK
Aissh baru saja aku memundurkan mobilku. Apa aku menabrak seseorang? Kurasa tidak, di depan ku kosong.
“ya! Keluarlah! Keluarlah dari mobil!!” teriak seseorang dari luar mobil ku
Apa – apaan dia, kenapa dia teriak – teriak seperti itu. “wae?” ucap ku datar.
“kau tidak liat karna ulah seseorang mobilku penyok” ujar namja itu
Aku melihat mobilnya, benar tapi tunggu dulu. Kalau mobilnya begitu jangan – jangan. “Ommo?!”
“ya! Cepat perbaiki mobilku!” teriak namja itu
“aissh apa kau tidak liat mobilku juga mengalami nasib yang sama seperti mu. Lagi pula kenapa tadi kau tidak lihat kalo ada mobil yang mundur. Apa kau buta!”
“ya! Kenapa kau saja yang tidak melihat kalo ada mobil yang sedang maju! Huh!”
Aku mengalihkan pandanganku ke mobilku. Kutatap mobil itu nanar. Aku kembali melihat namja itu. dia sedang sibuk dengan handphone-nya.
“apa yang kau lakukan? Mobil mu tidak akan kembali seperti semula. Bila kau hanya melihatnya saja” ucap namja itu sambil melihat ku keheranan.
Aku mendengus kesal. Apa yang dikatakannya benar. Lalu aku mengeluarkan handphone ku untuk memanggil mobil derek.
“ aku sudah panggil mobil derek” ujar namja itu lagi.
Lalu kenapa dia mengatakan seperti itu, bila dia sudah memanggil mobil derek. Aissh! Tak lama setelah itu mobil derek datang. Dan membawa mobil kami. Sambil menunggu taksi yang sudah kupanggil. Aku duduk di trotoar. Kulihat namja itu masih berdiri dan berkutat dengan handphone-nya. Tak lama taksi pun datang. Aku segera berdiri dan membuka pintu taksi itu. Tapi namja itu juga melakukan hal yang sama denganku.
“ya! Aku yang memesan taksi ini” teriak ku
“ya! Di malam selarut ini sudah tidak ada taksi lewat. Lagi pula aku juga kan yang sudah memanggil mobil derek” setelah mengatakannya dia langsung masuk kedalam taksi. Aku pun segera masuk. Ternyata kami satu arah. Selama perjalan aku hanya diam dan sempat meliriknya sekilas. Ternyata namja ini tampan juga. Tapi karna kata – katanya yang kasar itu menghapus ketampanannya.
**
Sudah seminggu sejak kejadian itu. Dan aku punya kabar baik. Semua bukuku sudah sold out. Untuk merayakan hal itu. Akan diadakan jumpa fans yang besar disalah satu hotel bintang lima yang ada di Seoul.
“maaf Noona. Anda silahkan menunggu di ruang direktur. Beliau sedang keluar sebentar” ujar staf hotel tersebut.
Aku menganggukan kepalaku sambil tersenyum. Ruang direktur sangat lah luas. Aku benar – benar kaget melihatnya. Ruangan kerja yang bernuansa minimalis. Dipojok ruangan juga terdapat semacam bar kecil. Aku duduk di sofa dekat meja utama direktur. Di atas meja itu kulihat terdapat beberapa foto di sana dan name tag yang bertuliskan “Cho Kyuhyun”. Ada foto anak kecil dan foto keluarga anak kecil itu tadi.
Cklek
Terdengar suara pintu terbuka. Pasti direktur sudah datang. Aku berdiri dari duduk ku dan segera memberi salam. “annyeong haseyo” ucap ku seraya membungkuk
“annyeong”
Aku kembali menegakkan badanku. “OMMO?! Kau!” aku berteriak ketika melihatnya.
KYUHYUN POV
“OMMO?! Kau!” teriak yeoja itu
“kau?!” ucap ku geram
“ya! Apa yang kau lakukan disini?!” tanya yeoja itu.
Aku memandang yeoja babo itu dari atas sampai kebawah. Kulihat dia bergidik ngeri saat aku melihatnya seperti itu. Aku terkekeh pelan mengingat pertanyaannya tadi. Apa dia tidak tahu aku? Atau sebenarnya dia berpura – pura tidak mengetahui diriku dan sengaja mendekati ku lalu… ku gelengkan kepalaku menyingkirkan pikiran – pikiran aneh ku tadi.
“ya! Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kaulakan di ruanganku huh?!”
Yeoja itu diam dan mulai berpikir. Aissh benar – benar yeoja babo. “mwo?” ucapnya dengan wajah innocentnya
“aissh haruskah aku mengulangi kembali kata – kata ku. Ini ruangnku, ruang kerjaku. Jadi apa yang sedang kau lakukan disini, babo-ya” ucapku. Tanpa sadar aku mencubit pipinya gemas.
“ah mianhae, aku disuruh staf mu untuk menunggumu di ruanganmu. Jadi kau direkturnya ya”
Lagi – lagi dia memasang wajah innocentnya. Aissh membuat ku ingin mencubit lagi pipinya dan memeluknya. Ya! Cho Kyuhyun apa yang kau pikirkan. Dia hanyalah yeoja babo. Aku segera menepis pikiran – pikiran aneh ku. Tunggu dulu, tadi dia bilang staf ku yang menyuruhnya?
“jadi kau penulis buku itu ya” tanya ku
“ah ne, Kim Hyomi imnida”
“Cho Kyuhyun imnida. Direktur sekaligus presdir di hotel ini. Ku kira kau sudah tua karna kudengar bukumu sudah habis hanya dalam seminggu. Ternyata kau masih muda.”
Dia sedikit kaget mendengar perkataan ku, tapi sedetik kemudian dia sudah kembali tenang.”ah ne, banyak yang mengira seperti itu. Tapi sepertinya anda juga. Untuk ukuran namja seumuran anda sangat mengejutkan sudah memimpin hotel yang sangat terkenal ini. Awalnya kupikir anak kecil yang ada di foto meja anda adalah anak anda. Ternyata tidak, itu foto ketika anda masih kecil bukan?”
Aku tercengang mendengar pendapatnya. Kuakui dia cantik tapi kata – katanya . . .aissh.
“baiklah, kapan kau bisa mengadakannya Hyomi-ssi?”
“bulan depan, presdir Cho. Bagaimana?”
KYUHYUN POV END
**
Lama – lama aku bisa gila bila bertemu dengan namja menyebalkan itu. Sebulan? Selama sebulan aku harus bertemu dengannya? Karna aku memang harus mempersiapkan acara ini secara matang. Dan acara kali ini memang diadakan secara besar – besaran, makanya dia sendirilah yang terjun untuk menghadapi acara ini. Bila ini tidak menyangkut karirku, pasti sudah kubatalkan acara itu. aissh! Benar – benar menyebalkan. Lebih baik aku harus segera tidur, besok pagi eomma mengajakku pergi kerumah temannya. Apakah eomma tidak bisa pergi sendiri? Dia seperti anak kecil jika mengajakku. Sudahlah.
**
“eomma, haruskah aku masuk ke dalam rumahnya” rengekku pada eomma. Apa jadinya aku di dalam sana bila nanti eomma dan temannya saling mengobrol dan aku hanya menjadi seperti patung. Itu mengerikan.
“harus. Kau harus menemani eomma, Hyomi. Lagi pula dia juga mempunyai anak. Dia berbeda 3 tahun dari mu.” Ujar eomma sambil menarikku menuju pintu besar itu.
“eomma aku bukan anak kecil” rengekku lagi
“maka dari itu eomma mengajakmu kesini”
Ting. . . tong . . .
Pintu besar itu pun terbuka. Wanita paruh baya yang cantik keluar dari pintu itu. Sepertinya aku pernah melihat agasshi ini. “ah Hye Kyung. Kau sudah datang rupanya cepat masuk. Dia anak mu yang kauceritakan ya? Benar – benar cantik. Ayo masuk Hyomi” ujar agasshi itu
Aku memasuki rumah agasshi ini. Rumah yang sangat besar. Rumahnya bergaya modern.
“Hye Kyung, Hyomi duduk lah di sini dulu. Akan kupanggil dia. Biasanya bila minggu dia selalu di dalam kamar sambil bermain game” Ujar agasshi itu.
Kulihat wajah eomma berseri – seri. Tidak biasanya eomma seperti ini. lagi pula apa yang di maksud ‘dia’?  Apakah anak agasshi itu.
“Kyunie, cepat turun! Kyunnie! Kyunnie” teriak agasshi itu.
Kyunnie? Apakah dia seorang yeoja. Setidaknya aku bisa mengobrol dengannya nanti.
“aissh eomma, ada apa memanggilku?!”
Tapi kenapa suaranya seperti namja, dan aku pernah mendengar suara ini.
“temani anak Hye Kyung agasshi ini ke taman belakang rumah. Kasihan dia tidak ada teman, Kyunnie”
Aku mulai berdiri dari duduk ku. Betapa terkejutnya ketika aku melihat orang yang dipanggil dengan nama ‘kyunnie’ tadi. “kau?!” teriak ku
“kau?!” teriak Kyuhyun
“jadi kalian sudah saling mengenal? Baguslah itu akan membuat kalian jadi lebih dekat. Cepat pergilah ke taman Kyunnie.” Ucap eomma Kyuhyun sambil mendorong ku dan Kyuhyun.
**
Sudah sepuluh menit lebih kami hanya diam dan sibuk dengan aktifitas kami masing – masing di sudut bangku taman. Aku kembali melanjutkan membaca bukuku. Sedangkan dia sedang bermain PSP.
Setelah mereka mengetahui perasaan masing – masing. Mereka mengungkapkan perasaannya. Dan sang namja melamar yeoja itu tepat dia saat dia sedang mengadakan perayaan karir sang yeoja yang sukses.
“Hyomi-ssi, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kyuhyun
“apa kau tidak bisa melihatnya?” ucap ku ketus sambil menunjukkan buku yang sedang ku baca.
“bisakah kau bicara sedikit lembut Hyomi-ssi.”
Aku berbalik menatapnya. Aku mulai mendekatinya. Kyuhyun sedikit terkejut. Aku kembali tersenyum dan memegang pipinya lembut. “waeyo Kyunnie?”
Kulihat dia bergidik ngeri melihat perlakuanku seperti tadi. Aku tertawa keras melihat wajahnya yang seperti tadi.
“kau!” teriak Kyuhyun
Setelah selesai tertawa puas. Aku kembali ketempat ku semula. Kulihat dari ekor mataku. Sekarang dia menatapku tajam. Dan tersenyum? Aku merasakan sesuatu yang tidak beres akan terjadi. Aku berpura – pura kembali membaca buku. Kyuhyun mendekati ku. Dia berdiri dan jongkok di hadapanku, menyingkirkan buku yang sedang kubaca. Aku menatapnya heran dan juga takut. Wajahku mulai memerah saat dia menyentuh lembut pipi ku. Dia menarik dagu ku dan membisikkan sesuatu. “jadi itu yang kau inginkan Hyomi-ah? Aku akan melakukannya”
Dia mendekatkan wajahnya, hembusan nafasnya benar – benar terasa di wajahku. Aku memejamkan mataku. Takut sesuatu terjadi. 1 detik. 5 detik. 10 detik. 15 detik. Tidak ada yang terjadi. Aku membuka mataku. Kulihat dia sedang menahan tawa melihatku. Aku mengerucutkan bibirku. Kudorong tubuhnya keras sehingga dia terjatuh dan tertawa keras.
Namja yang menyebalkan. Untuk sesaat dia membuat jantungku berdegup kencang bahkan membuat pipiku memerah. Aissh dia sangat menyebalkan.
**
Sejak hari itu aku selalu bertemu dengannya karna dia lah yang mengantar jemput ku setiap hari. Sebenarnya aku menolak, memilih untuk naik bus setiap harinya karna mobilku masih dalam perbaikan. Tapi eomma dan agasshi memaksa ku dan selalu mengungkit – ungkit masalah mobil ku yang rusak. Pada akhirnya aku kalah dari perdebatan mereka berdua.
“Hyomi-ah kau sudah menunggu lama? Ayo kita pulang”
Aku mengikutinya dari belakang. Dan satu lagi sebagai hukuman karna aku dan Kyuhyun telah merusak mobil kami masing – masing, kami di suruh tinggal bersama di apartemen pemberian orang tua Kyuhyun. Konyol sekali, apa benar mereka menghukum kami? Eomma meninggalkan anak semata wayangnya dengan seorang namja? Apa eomma tidak takut bila terjadi sesuatu dengan anaknya ini?
[flashback]
“Hyomi-ah setelah aku dan eomma mu tadi menceritakan tentang masalah kalian. Akhirnya kami seudah memutuskan. Hyomi-ah, Kyunnie sebagai hukuman karna kalian berdua telah merusak mobil. Kalian di hukum tinggal bersama dan Kyunnie lah yang akan mengantarkan mu setiap harinya Hyomi” ujar agasshi disertai anggukan eomma.
“MWO?!” ucap ku dan Kyuhyun bersamaan. Kami saling menatap kemudian kembali protes dengan gugatan tadi.
“lagi pula kami hanya ingin membuat kalian sedikit relax dari pekerjaan kalian” ucap eomma sambil tersenyum menyakinkan ku. Aku hanya mengerutkan dahiku mendengar jawaban eomma.
[flashback end]
“Hyomi-ah, apa yang sedang kau lamunkan?”
“ah, aniyo oppa”. Sekarang hubungan kami tidak sekaku sewaktu pertama kali bertemu. Tapi hubungan kami hanyalah sebatas dua orang yang sedang menjalani hukuman tidak tahu kapan akhirnya. Aku juga baru tahu sifat Kyuhyun yang sebenarnya berpribadian baik dan lembut. Dan dia sangat perhatian denganku.
“Hyomi-ah kau tidak mau turun?”
Aku tersadar dari lamunanku “ah ne, oppa”
Dia mendahului ku masuk apartemen. “oppa kau mandilah dulu akan aku siapkan makan malam”
“baiklah Hyomi”
Inilah rutinitas ku setiap malam, membuat makan malam. Sudah satu minggu lebih kami tinggal bersama. Tapi kami tidak pernah berbuat aneh – aneh karna kami hanya menjalankan sebuah hukuman. Sejujurnya aku merasa senang tinggal bersamanya. Aku dapat merasakan kembali kehangatan perlakuan seorang namja setelah Appa pergi ke luar negeri. Aku takut mengakui perasaan ku sendiri. Aku takut bila Kyuhyun tidak mempunyai perasaan yang sama seperti denganku. Terkadang aku tidak ingin hukuman ini selesai. Waktu ku tinggal sekitar 2 minggu lagi dengannya. Aku merasa sedih saat kemarin eomma memberitahuku. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kurasakan. Seolah – olah aku tidak ingin berpisah dengannya. Eotthoke?
“Hyomi-ah, kau sudah selesai? Hyomi-ah? Hyomi-ah?”
Lagi – lagi aku melamunkan dia. “oppa? Kau sudah selesai mandi?”
Dia tersenyum melihatku, senyum yang hampir membuatku susah bernapas. “nah sudah selesai. Kau tunggu saja di meja makan oppa”
Dia menganggukan kepalanya. Sebuah senyuman tersungging di wajahku.
“Hyomi, ramyeonnya enak” ujar kyuhyun dengan lahapnya. Aku tersenyum melihatnya makan seperti itu.
“Hyomi, apa kau sudah selesai mempersiapkan bahan – bahan acara mu itu” tanya Kyuhyun dengan ramen yang penuh di mulutnya.
“hampir selesai  oppa. Tinggal membeli saouvenir”
KYUHYUN POV
“hampir selesai  oppa. Tinggal membeli saouvenir” ujar Hyomi
“mau aku temani?” tanya ku.
“tidak usah oppa, aku sudah ditemani donghae oppa besok lusa”
Aku kembali menatapnya, menyeringatkan dahiku. Dia mengerti maksudku.
“dia teman sekaligus senior ku oppa”
Aku kembali memakan makanan ku. Hatiku terasa sakit ketika Hyomi mengatakannya. Tapi aku tidak boleh egois dia hayalah orang yang sedang menjalani hukuman sama seperti denganku.
**
Aissh! Aku tidak bisa tenang bila seperti ini. Sejak tadi pagi aku mondar – mandir di dalam ruangan. Hari ini Hyomi pergi dengan Donghae hyung. Tapi kenapa aku sangat tidak tenang seperti ini. Cho Kyuhyun tenanglah, dia baik – baik saja. Aku menghembuskan nafas perlahan. Kembali memfokuskan diri dalam buku ‘The Secret of True Love’ ya, ini buku Hyomi. Aku mengambilnya tadi pagi, ketika dia sudah pergi. Buku yang membuat ku penasaran, mengapa bisa selaris itu.
KYUHYUN POV END
**
Waktu ku tinggal seminggu lagi. Tapi aku belum berbuat apa – apa, aku belum mengatakan perasaanku ini. Aku ingin hukuman ini diperpanjang. Aku tidak ingin kehilangannya. Kehilangan seseorang yang benar – benar aku cintai. Ya, aku mencintainya, sangat. Benar apa yang di katakan Yujin, betapa bodohnya aku hingga baru menyadarinya sekarang. Menyadari betapa aku mencintainya. Tanpa sadar aku menangis. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku hanya berharap mendapatkan akhir yang sama seperti dalam cerita di bukuku.
Tiba – tiba seseorang memasuki kamarku. “Hyomi-ah gwenchana?”  tanya Kyuhyun sambil memelukku. Aku membalas pelukannya sambil menghapus air mata ku. Dia mengusap – usap kepalaku dengan lembut. Dia melepas pelukannya, menatapku lekat. Aku tidak ingin melepaskan pelukan hangat ini oppa.
Aku kembali menangis ketika melihatnya. Tiba – tiba dia mencium bibir ku. Aku membelakkan mata ku. Aku terkejut tapi aku tidak menolaknya, melainkan membalas ciumannya. ‘Oppa kenapa kau mencium ku bila kau tidak mempunyai perasaan apa pun padaku? Apakah aku bisa merelakan kepergianmu setelah hukuman ini berakhir oppa?’ Gumam ku dalam hati
**
Aku mengerjabkan mata ku. kulihat dia sedang tertidur lelapnya sambil memelukku. Aku tersenyum dalam pelukannya. Selama 3 minggu ini, baru kali ini dia tidur sambil memelukku. Aku melepaskannya perlahan dan megecup bibirnya lalu turun dari ranjang dan membuat sarapan.
Ting . . . Tong . . .
“nuguseyo” aku berjalan menuju interkom
“ah eomma, agasshi”
Aku membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk. “Hyomi dimana Kyunnie?” tanya agasshi
“dia masih tidur agassi” ucapku
“tolong bangunkan dia Hyomi” ujar eomma
Aku segera menuju ke kamar dan menutup kembali pintu kamarku. “oppa, ireonna. Oppa!” aku terus mengguncang – guncangkan tubuhnya. “oppa!” sekarang aku setengah berteriak. Dia mulai membuka matanya. Dan langsung menarikku kedalam pelukannya. Aissh manja sekali dia. “oppa cepat bangun, eomma kita ada di sini sekarang”
Seketika itu juga dia membuka matanya. Dia melepaskan pelukanku. Dan mengecup bibirku kilat. Lalu pergi ke kamar mandi mencuci muka. Aku keluar dari kamar sambil tersenyum memegangi bibirku diikuti Kyuhyun oppa.
“kalian duduk lah di sofa” ujar eomma kepada kami. Kami duduk berseblahan. Eomma memulai pembicaraan. “kami minta maaf telah menghukum kalian seperti ini dan kami telah memutuskan bahwa hukuman kalian telah berakhir”.
Mendengar itu bagaikan sambaran petir.
“bukankah masih seminggu lagi sampai acara Hyomi selesai?” tanya Kyuhyun.
“nah maka dari itu kami memutuskan untuk menyudahi hukuman kalian. Kami takut itu akan membuat acara Hyomi kacau. Karena hukuman kalian” ujar agasshi
Aku hanya bisa diam mendengarnya. Aku ingin berkata tidak tapi suara ku tidak bisa keluar.
“Hyomi kau bisa mengemasi pakaian mu sekarang dan kembali ke rumah”. Aku ingin menolaknya, tapi tubuhku berdiri dengan seenaknya dan menuruti perintah eomma lalu segera pergi meninggalkan Kyuhyun dan agasshi.
**
“Hyomi-ah gwenchanayo?” tanya Yujin.
Aku menggelengkan kepalaku. Sekarang aku benar – benar tidak baik. Padahal sebentar lagi aku harus menghadapi penggemar – penggemar ku. Ini semua karna hukuman itu. Sejak aku kembali ke rumah. Aku sangat susah untuk bernafas. Aku benar – benar kehilangan sosoknya. Sosok seorang Cho Kyuhyun. Sudah lama aku tidak melihatnya. Dia jarang ada di ruangannya. Aku merindukannya. Sangat rindu. Hal yang tidak ku inginkan benar – benar terjadi. Bahkan terjadi lebih cepat sebelum aku mengatakannya.
“kenapa saat itu kau tidak menolak eomma mu saja?”
“suara ku tidak bisa keluar Yujin” aku sudah menceritakan semuanya pada Yujin. Aku sudah tidak bisa lagi menampung semua kesedihan itu sendirian.
“Hyomi, kau harus mencarinya. Agar tidak seperti ini terus.” Saran Yujin
Aku berdiri dari duduk ku “sudahlah aku harus segera ke hotel ,sebentar lagi acaranya akan di mulai”
“baiklah aku temani. Aku takut terjadi sesuatu denganmu” ujar Yujin. Tanpa sadar aku menangis lagi ketika mengingatnya. Dengan segera kuhapus air mataku. Apa kah tidak bisa kisah cinta ku ini berakhir sama seperti kisah cinta di buku ku? happy ending, itulah yang kuinginkan tapi kurasa tidak bisa. Dan tidak mungkin.
Selama acara dimulai benar aku tidak melihat batang hidungnya. Rasa kecewa dan sedih muncul di benakku. Acara itu berlangsung sangat meriah dan sampai sore. Aku berharap selama acara itu berlangsung dia muncul di hadapanku tapi kenyataannya nihil. Kukira cerita di buku ku sama denganku. Aku baru menyadarinya tadi. Di awal pertemuan ku dengannya sangat mirip dengan cerita yang kubuat. Sampai di bagian konfliknya. Tapi setelah itu tidak. Sudah tidak ada harapan lagi untuk ku. Proyek ku dengannya sudah selesai. Setelah ini kemungkinan aku bertemu dengannya sangat kecil.
Setelah acara selesai aku memutuskan pergi ke suatu tempat dulu sebelum pulang kerumah. Awalnya Yujin sangat mengkhawatirkanku, karna kondisiku yang sangat lemas ini. Tapi aku membujuknya. Aku ingin sendiri. Dan dengan sangat terpaksa dia memperbolehkan ku pergi.
Sekarang aku sudah berdiri di depan pintu apartemen kami. Aku membukanya karna aku sudah mengetahui passwordnya. Aku segera melepaskan sepatuku dan berjalan gontai menuju kamar. Tangisanku kembali pecah mengingat memori – memori yang mengingatkan ku dengannya. Dia yang telah merawat ku ketika demam. Menghibur ku ketika aku sedang kesal. Mengkhawatirkan ku ketika aku pulang malam tanpa mengabarinya sekali pun. Aku merebahakan tubuhku di atas ranjang dan menenggelamkan kepalaku kedalam selimut. Dia yang telah mengambil ciuman pertamaku. Tangisanku semakin keras. Mengapa dia melakukan itu semua dan menghilang begitu saja sebelum aku mengatakannya?
“mengapa kau membuat ku seperti ini, oppa” ujar ku lirih.
“oppa! Bogoshiepo!” teriak ku. Mungkin sekarang aku sudah seperti orang gila. Aku tidak peduli. Yang aku inginkan sekarang hanya bisa bersamamu lagi oppa.
“nado Hyomi-ah”
Aku mendengar suaranya. Suara yang selama ini kurindukan. Aku mulai membuka selimutku. Kulihat ada bayangan yang sedang berdiri di ambang pintu. Kusipitkan mataku, melihatnya secara jelas. Setelah mengetahuinya. Aku segera turun dari ranjang dan berlari ke arah pintu. Ku peluk tubuhnya erat.
“apa aku bermimpi” kataku dengan nada yang sangat pelan. Tapi dia masih bisa mendengarnya.
“ani, aku ada disini untuk mu bahkan selamanya”. Dia menatapku lembut, menghapus air mataku yang sedari tadi jatuh.
“walupun saat menangis kau tetap cantik tapi kau lebih cantik saat tersenyum” ujarnya sambil menyentuh pipiku lembut.
Aku tersenyum melihatnya. Dia mencubit pipiku dan mencium bibirku. Ciuman yang sudah lama kurindukan. Lama – lama ciumannya merambah keleher ku. Dan kembali lagi ke bibir ku. dia menggedong ku keranjang. Tiba – tiba dia menghentikan ciumannya.
“mianhae, aku membuat mu seperti ini Hyomi-ah. Mianhae karna aku menghilang begitu saja dari hadapanmu. Minhae, karna aku baru menyadarinya. Setelah kepergianmu hari – hari ku menjadi sepi seperti dulu. Hampa, tidak ada lagi orang yang membuatkan ku makan malam. Tidak ada lagi yeoja babo yang selalu membuatku tertawa, dan mengkhawatirkannya. Tidak ada lagi yeoja babo yang membuatku tersenyum ketika melihatnya”  ujarnya sambil menatap ku lembut.
 Kulihat dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak kecil. “aku hampir melupakan sesuatu” dia membenarkan letak duduknya. Dan memegang tanganku.
“Hyomi-ah maukah kau menikah denganku?”
Aku terkejut mendengarnya. Apa benar ini tidak mimpi. Aku senang. Sangat – sangat senang. Aku mendekatkan wajahku ke telinganya.  “ne oppa. Saranghae” bisikku
“nado saranghaeyo”. Aku tersenyum mendengar jawabannya. Dia memakaikan cincin itu di tanganku. Kini aku tahu, tidak masalah jika kisah cintaku tidak sama seperti di buku. Tapi makna dari kisah cintaku sama dengan di buku. Karna cinta sejati tidak mempunyai rahasia apapun. Tidak ada rahasia untuk saling mencintai. Karna itulah cinta.
**
Di cetakan buku ke dua ku ‘The Secret of True Love’. Tidak lupa kutambahkan suatu kalimat di halaman pembuka. ‘Big Thanks for people who loves me. And for my Kyunnie. Saranghae (this is my story)’

10 thoughts on “The Punishment”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s