Don’t Force Yourself #Part 2

“Don’t Force Yourself! #2”

Setelah baca tolong comment yaa ^^

Don’t plagiat!!!

 

Main cast. Choi Minho, Go  Ahra aka Lee Kyora

Support cast. Lee Taemin, Lee Jinki, Kim Kibum aka Key, Lee Hyun ji aka Han Sora, SHINee

Genre. Romance, Friendship, Family

_______________________________________________

Author POV

Sudah setengah jam Kyora menunggu Key di halte bus tak jauh dari apartemennya. Hari ini adalah hari minggu dan hari ini Kyora dan Key akan jalan-jalan ke taman bermain. Tapi Key tak kunjung datang juga, Kyora pun dengan sabar menunggu nemjachingunya itu datang. beberapa menit kemudian Kyora melihat seorang namja yang tengah berlari kearahnya. Kyora pun tersenyum karena itu adalah Key.

“Minhae, chagi aku terlambat tadi eomma menceramahiku dulu”, ucap Key penuh degan penyesalan.

“Gwaencana, chagi”, Kyora tersenyum manis kepada Key, Key pun membalas senyuman Kyora tak kalah manis.

“Kajja, kita pergi sekarang”, ajak Key seraya menggenggam tangan Kyora lembut.

Sesampai di taman bermain, mereka pun bersenang-senang dengan menaiki beberapa wahana. Sesekali Kyora berhenti di sebuah stand hanya untuk melihat-lihat dan membeli barang yang dianggapnya bagus. Kemudian mereka melanjutkan ke wahana selanjutnya. Setelah mereka merasa lelah, mereka pun beristirahat sejenak sambil mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.

“Hari ini aku senang sekali chagi, gomawo”, ucap Kyora ketika mereka sudah disebuah kedai. Key tersenyum melihat yeojachingunya tersenyum bahagia, baginya ini adalah hal yang terlangka karena selama 6 bulan mereka menjalin hubungan mereka hanya beberapa kali jalan bersama. Hal itu karena Key yang selalu sibuk dengan urusannya yang entah apa itu *Hanya Key saja yg tau #Plakk*.

“Cheonmaneyo, chagi”, balas Key seraya mengacak rambut Kyora.

“Hem.. chagi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu”, ucap Key ragu seraya mengusap leher belakangnya.

“Mwo?”, Kyora menatap nemjachingunya serius.

“Akir-akhir ini kau terlihat dekat dengan Minho. Apa kalian ada hubungan?”. Pertanyaan Key sukses membuat kyora tersedak oleh minumannya dan tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha… aku tak ada hubungan apa-apa dengan Minho chagi. Dia hanya sahabatku saja tak lebih dari itu”, ucap Kyora setelah berhenti dari tawanya.

“Aku kira kau ada hubungan dengannya”. Pembicaraan mereka pun terhenti karena pesanan mereka sudah datang. mereka pun sibuk dengan makanan mereka masing-masing.

                xxxxxxx

Lee Kyora POV

“KYORAAA, TAEEMMIINNIIEEE!!!”, teriak Jinki oppa. Aku dan Taemin yang sedang asik bermain gamesegera berlari menghampiri Jinki oppa.

“Wae gurae, oppa?”, tanyaku ketika aku sudah berada di tempat Jinki oppa berteriak tadi.

“Waeya, Hyung?”, gantian kini Taemin yang bertanya.

“Diantara kalian siapa yang memakan ayam gorengku?”, tanya Jinki oppa yang membuat aku dan Taemin melongo.

“HAH!!”, ucap kami –aku dan Taemin- bersamaan.

“Kenapa malah ‘HAH’, jawab pertanyaanku?”, desak Jinki oppa seraya berkaca pinggang.

“Aku tidak tau, oppa”, kataku seraya mengangkat kedua bahuku.

“Kau Taemin!!” apa kau yang memakannya?”, Jinki oppa mendekati Taemin, Taemin memundurkan badannya dan bersembunyi di balik punggungku. Taemin akan selalu begini kalau Jinki oppa terlihat sedang marah karena ayamnya. Dulu Taemin pernah memakan ayam Jinki oppa karena dia sangat lapar, ketika Jinki oppa bertanya siapa yang memakan ayamnya sama seperti kejadian sekarang, dan dengan polosnya Taemin mengaku dian yang telah memakannya dan kalian tau apa yang terjadi, Jinki oppa langsung memotong rambut jamurnya Taemin. Taemin sampai menagis meraung-raung karena Jinki oppa memotong rambut kesayangannya. Saat itu aku tak bisa melakkan apa-apa karena aku takut hal yang sama terjadi padaku. Kembali kemasa sekarang, Jinki oppa semakin mendekati Taemin, dan Taemin semakin merapat dibelakangku.

“An-anieyo hyung,, a-aku tidak memakannya”, ucap Taemin gugup dan menyembunyikan wajahnya di balik punggungku. Aku merasa kasihan melihat dongsaengku seperti ini. aku pun mencari ide agar Jinki oppa tak menyudutkan Taemin terus.

“Oppa, bukannya tadi kau sudah memakan semuanya apa kau tidak ingat”, ucapku berbohong. Jinki oppa terlihat seperti sedang mengingat-ngingat.

“Sudahlah oppa lupakan ayam itu besok aku belikan ayam yang banyak buat oppa, jangan teriak-teriak lagi ini sudah malam, nanti tetangga bisa-bisa mengomeli kita”, lanjutku yang diiyakan oleh Taemin. Jinki oppa pun mengganggukkan kepalanya lalu menyuruh kami –aku dan Taemin- tidur. Dasar oppa yang aneh malam-malam malah teriak-teriak Cuma karena ayam. Lagipula itu ayam kemana lagi, kok bisa hilang. Sudahlah buat apa aku mikirin itu ayam. Sebelum ke kamar aku melihat Taemin pergi ke dapur, sepertinya dia mau melakukan ritual malamnya sebelum tidur yaitu meminum susu banananya. Baru beberapa langkah aku hendak menuju kamarku tiba-tiba ada yang berteriak lagi.

“Noona, Hyung siapa yang meminum susu bananaku sampai habis!!!”, Taemin berteriak dari dapur. Gubrak!! Aku terjatuh tepat di depan pintu kamarku. Kenapa oppa dan dongsaengku mempunyai sifat yang begitu mirip. Dosa apa eomma ketika menganduku sehingga memiliki oppa dan dongsaeng seperti mereka.

xxxxxxx

Choi Minho POV

Sudah hampir satu bulan ini aku mengenal Kyora, tapi sampai sekarang aku masih belum mengerti dengan sifatnya yang selalu memaksakan diri itu. Mana ada orang yag mau menyusahkan dirinya sendiri demi orang lain. Dasar yeoja aneh, tapi karena sifatnya yang aneh itu aku jadi penasaran dengannya. Sebaiknya aku tanya pada Sora saja.

“Sora~ah!!”, panggilku ketika aku melihat sora keluar dari kelasnya. Sora pun segera membalikkan badannya. “Oh.. Minho wae gurae?”.

“Ada yang ingin aku tanyakan tentang…”, belum selesai aku mengakhiri kata-kataku tapi Sora sudah memotong pembicaraanku.

“Pasti kau ingin bertanya mengenai Kyora, akh ani maksudku tentang kebiasaannya anehnya Kyora itu yang selalu meyusahkan dirinya sendiri demi oranglain itu kan. Benarkan dengan ucapanku, karena sebelum kau ada juga namja yang menanyakan hal ini kepadaku”, potong Sora panjang lebar. Sebelum diriku ada juga namja yang melakukan hal yang sama dengan yang aku lakukan sekarang. Apa namja itu Key namjachingunya Kyora. Aisshh~ kenapa ketika aku mengingat nama namja itu hatiku jadi panas ya? Ada apa dengan diriku.

“Yak!! Minho~ya kenapa kau malah melamun. Yang ingin kau tanyakan itu tentang hal itu benarkan?”, Sora mengibaskan tangannya tepat di depan wajahku.

“Akh, ne ne… iya hal itu yang ingin aku tanyakan padamu”. Aku kembali ke topik pembicaraan kami.

“Nanti malam datanglah ke apartemenku, aku akan menceritakan semuanya. Sekarang aku sedang sibuk, aku pergi dulu”, Sora mengakhiri pembicaraan kami lalu berlari entah kemana.

“Chamkkaman,, Han Sora!!”, teriakku tapi Sora tak menggubrisku, dia malah berlari semakin cepat.

Malam ini aku akan berkunjung ke apartemen Sora karena Sora sudah berjanji akan menceritakan tentang Kyora. Aku sangat penasaran, alasan apa yang membuat Kyora seperti itu. Aku juga jadi penasaran dengan keluarganya apa semua anggota keluarganya punya sifat yang sama atau Cuma dia saja yang begitu. Berbicara tentang keluarganya. Selama ini aku belum pernah berkunjung ke apartemennya walaupun kami tinggal di tempat yang sama. Sora juga tidak pernah mengajakku untuk main ke apartemen Kyora. Aku kan sahabat mereka juga tapi mereka masih memperlakukanku seperti orang lain saja.

Di sekolah aku memang sering menghabiskan waktu bersama mereka berdua. Entah kenapa aku merasa sangat nyaman bergaul dengan mereka dibanding dengan yang lain. Lagipula Cuma mereka berdua saja yang mau berteman denganku tanpa melihat fisikku, sedangkan yang lain mereka hanya memanfaatkan diriku saja, para yeoja mendekatiku untuk memacariku dan para namja mendekatiku agar mereka memperoleh kepopuleran, kalian tau kan maksudnya aku sulit untuk menjelaskannya.

“Dasar Sora aku kira dia akan menceritakan tentang kebiasaan aneh kyora tapi ternyata dia sendiri juga tidak tau. Percuma aku datang ke apartemennya, buang-buang waktuku saja”, umpatku kesal selama perjalananku kembali ke apartemenku setelah dari apartemen Sora. Jika aku mengingat kejadian tadi sewaktu di apartemen Sora, aku jadi kesal sendiri karena dia sudah mempermainkanku. Aku seperti orang bodoh saja =.=”.

Flashback~

“Jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku?”, tanya Sora ketika dia telah kembli dari dapur dan membawa 2 buah gelas berisi jus jeruk.

“Bukankah kau sudah tau tujuanku kemari untuk apa?”, tanyaku balik.

“Oh iya aku hampir lupa, mian”, Sora terkekeh. Aku memutar bola mataku. Bagaimana dia bisa hampir lupa tujuanku kesini untuk apa, padahal dia sendiri yang menyuruhku datang kemari. Sora meneguk minuman yang beberapa menit yang lalu dibawakannya sebelum dia bercerita.

“Awalnya kau pasti heran kan dengan sifat Kyora yang selalu tak pernah merasa keberatan jika orang-orang meminta tolong padanya walaupun di waktu yang tidak tepat dan dia selalu menolak bila ada seseorang yang menawarkan bantuan kepadanya. Kau seharusnya tak perlu mersa heran karena memang sejak dulu Kyora seperti itu. Kyora tidak pernah bisa menyatakan kalau dirinya keberatan jika orang lain meminta tolong padanya bisa dikatakan kalau dia termasuk orang yang sulit untuk untuk menolak. Dan untuk masalah dia selalu menolak bantuan dari orang lain karena dia itu terlalu mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain”, jelas Sora panjang lebar.

“Tapi bukannya justru malah dia yang direpotkan oleh orang lain?”, tanyaku pada Sora. Sungguh, aku sedikit bingung dengan penjelasan Sora.

“Molla,, Kyora tidak pernah menceritakan apapun tentang dia merasa direpotkan atau tidak. Tapi jika dilihat dari wajahnya terlihat jelas kalau dia kerepotan hanya saja dia tidak mau orang lain tau kalau dia kerepotan”.

“Apa ada alasan Kyora melakukan semua itu?”.

“Kalau saat itu aku tidak tau,, hehe…”, Sora mengangkat kedua bahunya seraya terkekeh. Jadi dia juga tidak tau, percuma aku tanya padanya dia sendiri juga tidak tau alasan apa yang membuat Kyora memiliki kebiasaan seperti itu. Ya sudahlah, setidaknya aku tau sedikit tentang Kyora.

Flasback End~

Tunggu, sepertinya ada yang masih menganjal di pikiranku. Sora waktu itu sempat mengatakan kalau sebelum aku ada seorang namja yang menanyakan tentang Kyora. Kenapa tadi aku tidak sekalian bertanya siapa namja itu pada Sora. Minho pabbo! Sudahlah lain kali saja aku menanyakannya padanya.

xxxxxxx

Lee Kyora POV

Hari ini kami mendapatkan tugas kelompok dan satu kelompok terdiri dari 2 orang, untung saja aku dan Minho satu kelompok jadi aku tidak akan mengerjakan sendiri kalau dengan yang lain aku yakin pasti hanya aku yang mengerjakannya, sama seperti dulu sebelum Minho datang ke sekolah ini.

“Tugas ini diharapkan dikumpulkan minggu depan kalau telat nilai aka dikurangi 25 point, tidak ada keringan dan kerjakan sebaik mungkin”, ucap Jung songsaenim sebelum beliau meninggalkan kelas.

“Kau beruntung songsaenim memasangkan kita dalam satu kelompok, kalau tidak mungkin kau akan mengerjakan tugas ini seorang diri, dan yang menjadi teman sekelompokmu akan mendapatkan keuntungan darimu”, ucap Minho ketika songsaenim telah keluar.

“Maksudmu?”, aku pura-pura tidak tau apa maksud dari ucapannya. Sebenarnya aku tau jelas maksud dari ucapannya. Minho menoyor kepalaku, “Jangan pura-pura tak mengerti maksud dari ucapanku”. Dia bisa membaca pikiranku ternyata, jelas dia pasti tau apa yang aku pikirkan karena secara tidak langsung dia sudah tau mengenai kebiasaanku yang selalu mengerjakan apapun seorang diri.

“Jadi bagaimana kita mengerjakan tugas ini?”, tanya Minho seraya membereskan mejanya yang berantakan.

“Pulang sekolah kita kerjakan di apartemenku saja, otte?”, kataku. Sejenak Minho terlihat sedang berfikir dan akhirnya dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Sepertinya ada yang akan ke apartemen Kyora nich, aku ikut ya?”. Entah datang darimana Sora tiba-tiba sudah ikut nimbrung denganku dan Minho. Aku dan Minho menatap aneh kearah Sora.

“Bisa tidak kalian tidak melihatku seperti itu terus, kalian melihatku seakan-akan aku adalah hantu”, Sora menggembungkan pipinya, kesal.

“Bukankah kau memang hantu, selalu datang dan pergi sesuka hatimu”, celetuk Minho yang membuat Sora melototi Minho.               Minho hanya tersenyum innocent setelah mengucapkan itu.

“Ha-Ha-Ha.. Lucu sekali kau Choi Minho~ssi”, Sora tertawa garing. “Jadi bagaimana aku boleh ikut kan?”, Kini Sora menatapku dengan tatapan memohon. Mau bagaimana lagi kalau Sora sudah memohon seperti itu, aku tak bisa menolaknya. Yah, walaupun pasti kami akan mendapatkan gangguan darinya karena dia termasuk orang yang sangat berisik ditambah lagi jika dia sudah bersama dengan Taemin, tapi mau bagaimana lagi dengan sangat terpaksa aku menganggukkan kepalaku.

“Gomawo Kyo~ah”, Sora memelukku kilat lalu pergi meninggalkan kami. Aku dan Minho menatap kepergian Sora yang kelihatannya sangat senang itu.

“Jadi benarkan apa yang aku katakan tadi, kalau Sora itu tidak ada bedanya dengan hantu, datang dan pergi sesuka hatinya”, Ucap Minho yang pandangannya masih tetap menatap kepergian Sora.

“Kau memang tidak salah, Sora memang seperti itu, jadi kau tidak usah heran dengannya”, balasku yang sudah tidak mempedulikan kepergian Sora.

“NOONA SUDAH PULANG~~ AYO KITA MAIN GAME NOONA!!”, teriak Taemin seraya berlari ke pintu depan untuk menyambutku seperti biasa dan mengajakku untuk bermain dengannya. Melihat Temin keluar Sora langsung menerobos masuk dan memeluk Taemin.

“Kyyyaaaaa,, Taeminie Sora Noona kangen padamu, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?”, Sora melepaskan pelukannya dari Taemin lalu mencubit pipi Taemin dengan gemas.

“Sora Noona, kemarin kan baru saja kita bertemu bagaimana bisa Noona bilang sudah lama tidak bertemu”, Taemin mengusap pipinya yang kini sudah memerah akibat cubitan Sora.

“Tapi satu jam saja aku tidak melihatmu rasanya seperti 1 tahun”. Aku menirukan orang yang ingin muntah ketika mendengar ucapan Sora. Gombal, pikirku.

“Akh, kau pasti Key hyung namjachingu Kyo Noona kan?”, tanya Taemin ketika melihat seorang namja yang tengah berdiri di belakangku. Aku melihat Minho yang hanya diam saja dari tadi.

“Sebaiknya kita berbicara di dalam tidak enak di lihat oleh orang”, kataku akhirnya, karena jika aku tidak mengatakan ini pasti sampai malam kami pasti akan tetap mengobrol di luar, dan aku jadi tidak jadi mengerjakan tugasku dengan Minho.

“Noona kau belum mengenalkanku dengan namjachingumu itu”, Taemin menunjuk minho dengan jari telunjuknya. Minho yang merasa di tunjuk oleh Taemin segera memperkenalkan dirinya.

“Aku bukan namjachingu Noonamu, perkenalkan choneun Choi Minho imnida”, Minho memperkenalkan dirinya seraya menjulurkan tangannya ke depan Taemin, dengan senang hati Taemin menyambut uluran tangan Minho lalu memperkenalkan dirinya juga.

“Sudah-sudah kenalannya sekarang kita kerjakan tugas kita Minho. Taemin kau bermain dengan Sora dulu ya, noona mau mengerjakan tugas dulu. Dan kalian berdua jangan berisik”, aku memperingatkan Taemin dan Sora agar mereka tidak ribut selama aku dan Minho mengerjakan tugas kami. Taemin mengangguk tanda mengerti. Aku dan Minho pun pergi ke ruang belajar untuk mengerjakan tugas kami.

“Ternyata kau mempunyai namdongsaeng yang imut”, ucap Minho ketika kami sudah tiba di ruang belajar.

“Jangan bilang kau menyukai namdongsaengku, meskipun dia imut dan cantik tapi dia masih normal”, kataku yang membuat Minho terkekeh. “Sudah jangan banyak bicara sebaiknya kita segera selesaikan tugas kita”, lanjutku seraya menyalakan laptop ku untuk mencari bahan di internet.

Baru beberapa menit saja aku akan memulai mengerjakan tugas, tapi sudah terdengar suara berisik dari ruang tengah tempat Sora dan Taemin sedang bermain.

“YAK!! Jinki oppa kenapa kau mematikan televisinya, aku dan Taemin sedang bermain game!!”, teriak Sora. Sepertinya jinki oppa sudah pulang, itu terbukti dari teriakan Sora yang menyebut nama Jinki oppa.

“Kau selalu saja bermain dengan Taemin, kapan kau ada waktu untuk pacarmu sendiri. Setiap hari kau kemari tapi malah selalu berduaan dengan Taemin. Sebenarnya kau yeojachinguku atau Taemin sich?”. Mereka bertengkar lagi. Sebenarnya Sora adalah yeojachingu Jinki oppa sudah satu setengah tahun yang lalau, tapi mereka seperti bukan sepasang kekasih karena setiap mereka bertemu pasti akan bertengkar. Aku heran mereka selalu saja bertengkar tapi mereka bisa berpacaran hampir 2 tahun.

“Kalau oppa membolehkanku berpacarang dengan Taemin, dengan senang hati aku akan berpacaran dengan Taemin daripada dengan oppa yang cemburuan”. Percaya atau tidak, mereka selalu bertengkar dengan alasan yang sama. Setelah ini Taemin pasti akan langsung angkat bicara.

“Sudahlah hyung dan Sora noona jangan bertengkar terus, kalian seperti anak kecil saja meributkan masalah yang tidak penting”. Benarkan apa aku bilang. Biasanya setelah Taemin berbicara seperti itu, Jinki oppa pasti akan langsung memukul kepala Taemin dan Taemin akan berteriak memanggilku.

“Kyo noona, Jinki hyung memukulku lagi!!”, teriak Taemin. Aku segera berlari ke ruang tengah meninggalkan Minho yang tampak bingung.

“Kalian berisik sekali, aku sedang mengerjakan tugas . kalau kalian berisik terus kapan aku akan menyelesaikan tugasku. Jinki oppa kalau mau bertengkar sebaiknya cari tempat lain saja jangan disini, kepalaku sampai sakitbtiap hari harus mendengar kalian bertengkar karena hal yang sama dan jangan memukul kepala Taemin terus kalau dia jadi pabbo aku akan memubuat perhitungan denganmu oppa!!”, teriakku kesal. Aku melihat Jinki oppa dan Sora mnundukkan kepala mereka sedangkan Taemin, karena dia sudah dibela olehku dia hanya tersenyum padaku.

“Mianhae Kyo~ah”, ucap Jinki oppa dan Sora bersamaan.

Setelah menyelesaikan keributan kecil ini, aku kembali ke ruang belajar untuk melanjutkan tugasku bersama Minho. Tiba diruang belajar aku melihat ekspresi Minho yang belum berubah semenjak aku tinggalkan sendirian tadi. Sepertinya dia kaget dengan suasana di apartemenku yang aneh ini.

“Mianhae, Minho~ya ada sedikit keributan tadi”, ucapku penuh penyesalan. Kenapa jadi harus aku juga yang merasa menyesal, harusnya kan Jinki oppa dan Sora.

“Gwaencana.. apa setiap hari di apartemenmu selalu seperti ini?”, tanya Minho yang sepertinya ingin tau tentang kehidupan di apartemenku. Aku hanya menghela nafas panjang.

“Ne..”, balasku singkat, lalu aku kembali memfokuskan diri pada laptop melanjutkan kegiatanku yang tertunda tadi begitu pula dengan Minho.

xxxxxxx

Choi Minho POV

Aku paling malas kalau sudah menghadapi hari Minggu seperti ini. Aku selalu bingung harus melakukan apa setiap hari libur, main basket tidak ada teman yang bisa aku ajak, main game terkadang aku merasa bosan bila bermain game seorang diri. Aku lapar, sebaiknya aku makan dulu, batinku. Aku segera menuju dapur untuk melihat apa ada bahan makanan yang bisa aku makan. Aku membongkar isi kulkasku mencari makanan, tapi hasilnya nihil tak ada makanan yang bisa aku makan. Lengkap sudah penderitaanku, aku bosan dan tidak ada makanan di apartemenku.

Daripada banyak mengeluh sebaiknya aku pergi belanja keluar sekalian jalan-jalan. Aku meraih jaket dibalik pintu kamarku lalu mengambil kunci mobil yang tergeletak di sebelah TV. Aku segera menuju parkiran untuk mengambil mobilku dan melajukan dengan kecepatan sedang menuju supermarket. Setelah selesai belanja aku tak langsung kembali ke apartemen tapi aku berniat berjalan-jalan sebentar untuk mengurangi kebosananku. Setelah cukup lama aku berjalan-jalan aku kembali ke apartemenku karena aku mulai merasa lelah.

“Minho hyung!!’, terdengar seseorang memanggilku ketika aku hendak masuk ke dalam lift. Dan aku melihat Taemin tengah berlari kearahku.

“Haah~ Haah~ Minho hyung mau ke apartemen Kyo noona”, ucap Taemin seraya mengatur nafasnya.

“Ani, aku juga tinggal disini”, jawabku seraya masuk kedalam lift diikuti oleh Taemin di belakangku.

“MWO?? Hyung tinggal disini juga”, ucap Taemin kaget, aku tersenyum melihat wajahnya yang kaget itu, ternyata dongsaeng kyora sangat lucu.

“Kalau gitu aku boleh main ke apartemen hyung?”, ucap Taemin dengan ekspresi wajah seperti anak anjing yang akan diajak main oleh majikannya. “Aku bosan kalau harus main ke apartemen Sora noona terus, nanti aku dimarahi oleh Jinki hyung lagi”, lanjutnya dan kini ekspresi wajahnya berubah menjadi sedikit cemberut. Anak ini gampang sekali mengubah eskpersi wajahnya.

“Tentu saja, kau boleh kapan saja datang ke apartemenku”, ucapku yang membuat Taemin kembali tersenyum lebih lebar.

“Gomawo, hyung.. oh iya hyung tinggal di lantai berapa?”, tanyanya lagi.

“Apartemenku tepat di sebelah apartemen Sora hanya terpisah oleh satu apartemen”, jawabku.

“Baiklah nanti aku main ke apartemen hyung ya, sekarang aku pamit dulu”, ucap Taemin ketika lift sudah menunjukkan di lantai apartemen yang dia tinggali.

“Dadah hyung”, Taemin melambaikan tangannya seraya keluar dari lift. Aku hanya menatap kepergiannya hingga pintu lift tertutup lagi.

 

To Be Continued~

 

 

One thought on “Don’t Force Yourself #Part 2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s