“Don’t Force Yourself! #3”

“Don’t Force Yourself! #3”

Setelah baca tolong comment yaa ^^

Don’t plagiat!!!

 

Main cast. Choi Minho, Go  Ahra aka Lee Kyora

Support cast. Lee Taemin, Lee Jinki, Kim Kibum aka Key, Lee Hyun ji aka Han Sora, SHINee

Genre. Romance, Friendship, Family

_______________________________________________

Lee Taemin POV

Aku tak menyangka temannya Kyo noona tinggal di gedung ini juga berarti sekarang aku bisa bermain dengannya jika Kyo Noona sedang tidak bisa menemaniku bermain. Aku bosan bila harus bermain dengan Sora noona terus, karena pasti ujung-ujungnya aku dimarahi lagi oleh Jinki hyung.

“Aku pulang”, sapaku seraya membuka pintu apartemen.

“Kau kemana saja?”, tanya Kyo noona ketika aku memasukki ruang tengan dan mendapatinya tengah menonton TV bersama Jinki hyung.

“Aku habis bermain basket dengan teman-temanku”, balasku seraya mengambil tempat duduk ditengah-tengah Jinki hyung dan Kyo noona. Aku mendengar Jinki hyung mendengus kesal karena aku tiba-tiba nyempil dan sedikit mendorongnya agar aku mendapatkan celah untuk duduk.

“Oh iya noona tadi di lift aku bertemu dengan Minho hyung, aku kira dia mau kesini ternyata tidak, dan kenapa noona tidak cerita padaku kalau Minho hyung tinggal di gedung ini juga. Kalau noona bilang kan aku bisa main ke apartemen Minho hyung”, ucapku panjang lebar.

“Buat apa noona bilang, kau kan tidak pernah tanya”, balas Kyo noona yang pandangannya tetap terfokus ke TV. Aku mengembungkan pipiku kesal karena Kyo noona tidak menatapku ketika aku sedang berbicara dengannya.

Aku selalu kesal tiap kali sedang berbicara pada Kyo noona atau Jinki hyung dan mereka tidak menatapku, aku jadi merasa diabaikan dan aku paling benci diabaikan. Dan bila hal itu terjadi Jinki hyung pasti langsung mencubit kedua pipiku dan berkata…

“Aigo, dongsaeng hyung kalau sedang kesal makin imut saja”, ucap Jinki hyung seraya mencubit kedua pipiku. Ya, kurang lebih Jinki hyung akan berkata seperti tadi. Aku mencoba melepas cubitan Jinki hyung tapi percuma dia malah semakin keras mencubit pipiku, aku pun ikut mencubit kedua pipinya sama kerasnya berharap Jinki hyung akan melepaskan cubitannya. Kyo noona yang melihat kelakuan kami berdua hanya tertawa tanpa berusaha menghentikan kami.

xxxxxxx

Choi Minho POV

“Kau tidak pernah cerita padaku kalau kau berpacaran dengan oppanya Kyora”, kataku pada Sora dalam perjalan pulang. hari ini kami memang hanya pulang berdua, karena Kyora tiba-tiba harus pergi ke kampus Jinki hyung untuk mengantarkan sesuatu, dan dia tidak mau kami menemaninya, seperti biasa dia akan melakukannya sendiri.

“Untuk apa kau harus menceritakannya padamu itu kan tidak penting lagipula aku tidak suka menceritakan urusan pribadiku pada oranglain”, balas Sora.

“Arraseo, oh iya Sora waktu itu kau pernah bilang padaku kalau ada namja yang menanyakan hal yang sama seperti apa yang aku tanyakan padamu tempo hari, sebenarnya siapa namja itu?”, tanyaku ketika waktu itu aku belum sempat menanyakan padanya.

“Namja itu Key, namjachingu Kyora, aku sebenarnya tidak berniat menceritakannya padanya tapi dia teruas mendesakku untuk menceritakan tentang Kyora padanya dan dengan berat hati aku menceritakannya padanya tapi tidak semua hal aku ceritakan padanya”, cerita Sora.

“Kenapa kau tidak berniat menceritakan pada Key sedangkan padaku yang baru kau kenal dengan mudahnya menceritakan tentang Kyora?”, tanyaku penasaran.

“Karena aku yakin kau orang yang tepat buat Kyora, daripada namja brengsek itu”, ucap Sora yang terdengar seperti gumaman di telingaku.

“Kau bicara apa sih aku tak mendengarnya?”, ucapku padanya dan memintanya untuk mengulangi perkataannya yang baru saja diucapkannya.

“Tidak ada siaran ulang, ayo cepat kita pulang”, ucap Sora yang semakin memelankan suaranya seraya menghentikan langkahnya dan menatap kaget ke arah sebrang yang terdapat sebuah coffe shop. Aku mengikuti arah pandang Sora, aku melihat sepasang namja dan yeoja yang tengah duduk di salah satu bangku di cafe itu dan sedang berbicara sesekali mereka tertawa.

“Key”, aku mendengar Sora mengucapkan nama namjachingu Kyora.

“Apa kau yakin itu Key?”, tanyaku karena penglihatanku kurang bagus. Sora mengangguk lalu buru-buru menarik tanganku untuk segera pergi ketika yeoja yang sedang bersama Key tadi menoleh ke arah kami, walaupun penglihatanku kurang baik tapi aku masih bisa melihat kalau yeoja itu melihat ke arah kami.

“Ternyata sampai sekarang si brengsek itu masih berhubungan dengannya, lalu Kyora dianggap apa olehnya. Inilah yang aku takutkan selama ini”, oceh Sora yang tak kumengerti maksud dari perkataannya. Aku ingin bertanya maksud dari perkataannya tapi aku urungkan karena aku melihat Sora sedang kesal dan aku tidak mau beresiko menjadi bahan amukanny jadi sebaiknya aku jangan dulu menanyakan apa-apa dulu padanya. Setelah kejadian tadi kami pun saling terdiam sampai kami tiba di gedung apartemen kami.

 xxxxxxx

Han Sora POV

“Lee Kyora percayalah padaku, kemarin aku melihat Key tengah berdua dengan seorang yeoja dan berpegangan tangan”, sudah kesekian kalinya aku mengatakan hal ini untuk menyakinkan Kyora tapi Kyora tetap tidak percaya padaku.

“Kau pasti salah lihat Sora~ah, kemarin kan Key sedang par-time tidak mungkin dia ada di coffe shop bersama dengan seorang yeoja”, Kyora tetap teguh pada pendiriannya yang mempercayai Key sepenuhnya.

“Aku tidak salah lihat aku melihatnya bersama Minho, kalau kau tidak percaya coba tanyakan pada Minho juga. Akh, itu dia Minho, Minho~ya!!”, aku memanggil Minho seraya melambaikan tanganku agar Minho melihat kami. Karena keadaan kantin yang sangat ramai hanya memanggilnya saja tak memungkinkan Minho akan mendengarkanku bahkan melihat kearah kamipun sepertinya akan sulit, jadi untuk memudahkannya aku melambaikan tanganku setinggi-tingginya agar terlihat oleh Minho. Dengan segera Minho membalas lambaianku dan bergegas berjalan ke arah kami.

“Minho katakan pada Kyora kalau kemarin kita melihat Key berduaan dengan yeoja. Dia tidak percaya dengan perkataanku siapa tau bila kau yang mengatakannya dia akan percaya padamu”, aku sudah habis akal bagaimana cara agar Kyora mempercayaiku, aku berharap Minho bisa membuatnya percaya.

“Sebenarnya kemarin aku tak begitu jelas melihat wajahnya karena penglihatanku sangat buruk, jadi aku tak bisa mengatakan itu Key atau bukan”. Astaga, aku menepuk keningku cukup keras. Aku salah sudah meminta Minho untuk menceritakannya itu malah semakin membuat Kyora tak akan percaya padaku.

“Sudahlah terserah kau mau percaya padaku atau tidak tapi lihat saja nanti aku akan membuktikannya padamu bukan lewat foto atau semacamnya tapi kau akan lihat yang sebenarnya”, ucapku kesal lalu meninggalkan mereka berdua. Aku terlanjur kesal pada Kyora yang tak kunjung percaya padaku dan juga pada Minho yang malah membuat kyora semakin tidak percaya padaku.

Setan apa yang sudah merasuki diri Kyora sampai-sampai dia begitu mempercayai Key sampai begitunya bahkan sahabatnya sendiri tidak dia percayai. Ternyata ketakutanku selama ini terjadi juga, selama ini aku kira Key sudah mengakhiri hubungannya dengan yeoja itu setelah kejadian itu tapi ternyata dugaanku salah Key malah semakin dekat dengan yeoja itu. Apa yang harus aku perbuat sekarang, sepertinya ini akan menjadi semakin rumit.

xxxxxxx

Choi Minho POV

Aisshh… kenapa akhir-akhir ini aku semakin merasa kalau Kyora mirip dengannya. Sifatnya, senyumnya, kebiasaannya bahkan matanya, meskipun Kyora tak semianis dia, tapi aku merasa setiap berada di dekat kyora aku merasa sedang berada di sampingnya. Oh Tuhan, tenyata aku memang tidak bisa melupakannya padahal ini sudah 2 tahun tapi bayangannya tak pernah hilang dari pikiranku. Dia sudah menjadi separuh bagian dari diriku.

“Hyung, aku datang untuk menantang hyung bermain game. Aku menuntut pembalasan akibat kekalahanku kemarin dan hari ini aku tidak akan kalah darimu hyung”. Tiba-tiba Taemin datang dan memecahkan lamunanku.

“Aisshh.. semakin hari kau semakin tidak sopan saja masuk ke apartemen oranglain tanpa permisi dahulu, bagaimana kalau aku mengira kau itu pencuri?”, kataku seraya menghampiri Taemin yang masih berdiri di depan pintu dengan senyuman lebar yang tersungging dibibirnya.

“Hyung tinggal panggil polisi saja, gitu aja kok repot sih hyung. Lagipula kalau aku ini pencuri polisi tidak akan percaya, mana ada pencuri yang seimut aku ini”, ucap Taemin seraya mengedip-ngdipkan kedua matanya dan mengeluarkan aegyonya.

“Sudahlah hyung ayo sekarag kita bertanding, aku sudah tidak sabar untuk mengalahkanmu hyung”, lanjut Taemin dan menarik tanganku menuju ruang tengah tempat biasa kami bermain game.

Semenjak Taemin tau aku tinggal disini, dia selalu datang bermain ke apartemenku awalnya hanya untuk sekedar singgah tapi lebih tepatnya sebagai tempat pelarian Taemin jika dia sedang dimarahi oleh Jinki hyung. Apalagi ketika dia tau kalau aku maniak pada game, dia semakin gencar datang ke apartemenku untuk mengajakku bertanding walau mustahil baginya untuk menang melawanku. Aku tidak merasa terganggu dengan kedatangannya yang selalu tiba-tiba itu melainkan aku sangat senang, aku jadi  tak sendiri lagi di apartemen dan aku merasa memiliki seorang dongsaeng.

“Hyung, kau mengenal Key hyung tidak?”, tanya Taemin tiba-tiba tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar TV.

“Ani, aku tidak mengenalnya. Kenapa kau menanyakan tentang Key, Taemin~ah?”, tanyaku balik, sama sepertinya aku pun tak melepas perhatianku dari layar TV.

“Aku kira hyung tahu karena hyung kan satu sekolah dengannya dan sahabat dari Kyo noona juga”.

“Kyora belum pernah mengenalkannya secara langsung padaku, tapi dia pernah menunjukkan padaku saja itu pun dari jauh. Memangnya kau tidakkenal dengan Key? Sangat mustahil kalau kau tidak mengenalnya Taemin~ah”.

“Aku memang tidak mengenalnya hyung. Kyo noona tidak pernah membawa Key hyung je apartemen, makanya waktu hyung datang untuk pertama kalinya ke apartemenku aku menganggap kau adalah Key hyung. Aku tau Kyo noona berpacaran dengan key hyung saja dari Sora noona, karena setiap Sora noona datang pasti Sora noona akan menyebut-nyebut nama Key hyung dan ketika aku tanya siapa Key hyung itu, Sora noona langsung jawab kalau Key hyung namjachingunya Kyo noona. Tapi aku heran kenapa Sora noona selalu menyuruh Kyo noona untuk putus dari Key hyung, apa Key hyung itu sebegitu tidak baiknya sampai-sampai Sora noona menyuruh Kyo noona untuk memutuskannya. Aku begitu penasaran dengan yang namanya Key hyung itu, makanya aku tanya pada hyung tapi ternyata hyung juga tidak tau”, cerita Taemin panjang lebar. Aku hanya terdiam mendengar ceritanya tapi tetap fokus ke permainan. Aku bingung harus menanggapinya bagaimana jadi lebih baik aku menjadi pendengar yang baik saja.

“Aisshh~ Aku kalah lagi!!”, teriak Taemin ketika melihat tulisan di layar TV “You Lose”. Tak pantang menyerah Taemin menantangku lagi, aku turuti saja kemauannya tapi aku tidak akan membiarkannya menang dariku. Aku tersenyum evil ketika aku akan menghabisi karakter yang dimainkan oleh Taemin, tapi permainan kami terpaksa harus di pause karena ponsel Taemin bergetar menandakan ada pesan masuk. Padahal sebentar lagi aku akan mengaahkannya lagi tapi gara-gara ponsel Taemin bergetar terpaksa aku harus menunda kemenanganku. Seketika wajah Taemin berubah menjadi kecut setelah membaca pesan yang masuk.

“Waeyo?”, tanyaku.

“Kyo noona menyuruhku untuk segera pulang dan mengerjakan tugas sekolahku. Kita lanjutkan besok saja ya hyung dan besok aku tidak akan kalah lagi darimu hyung”, ucapnya seraya mengacungkan jari telunjuknya kearahku.

“Jangan terlalu berharap, Taemin~ah”, balasku seraya tersenyum evil padanya. tanpa hitungan detik Taemin langsung beranjak dari tempatnya dan kembali ke apartemennya.

Apa aku tidak salah dengar dengan apa yang Taemin ceritakan tentang Kyora yang tidak pernah mengenalkann Key pada dongsaeng dan hyungnya. Apa Kyora bermaksud menjalin hubungan dengan Key dibelakang mereka? Tapi kalau hal itu Kyora lakukan mana mungin Taemin tau dan membiarkan Sora terus mengungkit nama Key di depan Taemin atau bahkan mungkin di depan Jinki hyung juga. Aku jadi sama penasarannya dengan Taemin sekarang. Gara-gara anak itu pikiranku bertambah lagi dengan beberapa pertanyaan. Daripada sekarang aku pusing memikirkan itu sebaiknya aku tidur sekarang, karena aku tidak mau besok dimarahi oleh Sora lagi gara-gara terlambat akibat menungguku.

xxxxxxx

 

Author POV

Seorang yeoja berambut sebahu, berkulit putih pucat dengan tinggi badan berkisar 160 cm, berjalan kearah seorang namja yang dikenal dengan panggilan Key yang tengah sibuk dikerumuni oleh yeoja-yeoja dikelasnya dan yeoja itu pun menarik paksa namja itu sehingga keluar  dari kerumunan dan membawa namja itu ke tempat yang cukup sepi dari para siswa lainnya. Sesampainya mereka di tempat yang menurutnya sepi tepatnya di belakang gedung sekolah, yeoja itu melepaskan genggaman yang sedari tadi menggenggam tangan namja itu dan kini ia mendorong namja itu hingga punggungnya membentur tembok. Sebelum Key ingin memprotes perlakuan yeoja itu padanya, yeoja itu sudah terlebih dahulu mengeluarkan suaranya.

“Sudah berapa kali aku katakan padamu, jauhi Kyora sekarang juga kalau kau masih memiliki hubungan dengan yeoja itu”, sentak yeoja itu. Key yang tidak mengerti maksud dari perkataan yeoja itu hanya mengernyitkan alisnya.

“Apa maksudmu berbicara seperti itu?”, tanya Key yang membuat yeoja itu tertawa renyah.

“Ternyata aktingmu bagus juga, KIM KIBUM. Kau menyembunyikan semuanya dari Kyora tapi kau tidak akan bisa menyembunyikannya dariku”, ucap yeoja itu lagi dengan penekanan dikata ‘Kim Kibum’.

“Ooohh.. aku tau sekarang apa maksud dari perkataanmu itu. Kalau aku masih memiliki hubungan dengan yeoja itu dan aku masih berstatus namjachingu Kyora, lantas kau akan melakukan apa padaku? Kau akan memberitahukan pada Kyora, tapi sayangnya Kyora tidak akan mempercayaimu”, ucap Key dengan penuh percaya diri.

“Kau percaya diri sekali Key~ssi, Kyora memang pasti tak akan mempercayaiku tapi aku akan membuatmu menyesali semuanya”, ucap yeoja itu penuh dengan keyakinan.

“Ternyata kau sudah banyak berubah sekarang dari semenjak aku pertama kali mengenalmu dan menjalin hubungan denganmu”.

“Tidak usah kau mengungkit masa lalu, sekarang aku hanya mempertegaskan padamu jauhi Kyora sekarang juga!!”, ucap yeoja itu untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggalkan Key.

xxxxxxx

Lee Kyora POV

Semenjak hari dimana Sora mengatakan kalau dia akan membuktikan bahwa Key berselingkuh di belakangku. Sora tidak mau berbicara dengaku. Tadi pagi, ketika kami hendak pergi ke sekolah pun Sora hanya mengobrol dengan Minho sedangkan aku hanya dianggap patung berjalan. Aku tany pada Minho mengenai perubahan sikap Sora tapi Minho hanya mengangkat kedua bahunya pertanda dia juga tak tau apa yang membuat Sora berubah padaku. Apa mungin Sora marah padaku karena membela key didepannya? Apa aku salah membela namjachinguku sendiri? Dan apa yang membuat Sora begitu ingin membuktikan perkataannya temppo hari? Begitu banyak pertanyaan yang berputar di pikiranku tapi tak satupun dari pertanyaan-pertanyaan itu yang terjawab. Aku mengusap wajahku kasar, karena terlalu banyak pikiran yang aku pikirkan.

“Kau sepertinya sedang ada masalah, chagi. Bisa kau ceritakan padaku, mungkin aku bisa membantumu”, aku melihat Key sudah duduk manis di bangku di depan mejaku seraya tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya dan menggelengkan kepalaku memberi tanda kalau aku baik-baik saja.

“Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya padaku. Pulang sekolah nanti aku ingin mengajakmu ke kedai es krim favoriteku dan aku akan mentraktirmu”, ucapnya yang membuat senyumku makin mengembang. Bagaimana tidak ini pertama kalinya Key mengajakku ke tempat favoritenya.

“Jinjjayo?”.

“Ne, nanti aku tunggu kau di parkiran, jangan lupa”, Key menoel hidungku lalu pamit karena bel sudah berbunyi. Selama pelajaran berlangsung tak henti-hentinya aku tersenyum mengingat ajakan Key, sampai-sampai pelajaran yang sedang Jung songsaenim terangkan tak ada satu pun yang masuk ke dalam kepalaku. Mengingat pulang sekolah nanti aku akan pergi bersama Key aku tidak bisa  pulang dengan Sora dan Minho, aku pun menulis memo dan memberikannya pada Minho.

HARI INI AKU TIDAK BISA PULANG BERSAMA KALIAN

KARENA AKU AKAN PERGI DENGAN KEY ^.^

Author POV

Bel pulang telah berbunyi beberapa menit yang lalu, sekolah pun mulai tampak sepi karena satu per satu para siswa Gangnam telah meninggalkan sekolah dan hanya meninggalkan beberapa orang siawa yang masih menghuni sekolah karena adanya kegiatan yang tidak bisa mereka tingglkan.

“Mian, aku malah membuatmu menunggu chagi”, Key datang dan segera menghampiri Kyora yang sudah sejak tadi menunggunya di parkiran.

“Gwaencana, chagi aku juga baru datang”, ucap Kyora berbohong karena sebenarnya Kyora telah menunggu Key selama hampir 20 menit.

“Sekarang kita pergi”, ajak Key di balas anggukan kepala Kyora, Key memberikan helm pada Kyora, dengan segera kyora meraih helm itu dan naik ke motor sport putih milik Key.

“Kajja!!”, ucap Kyora semangat. Key pun segera menjalankan motornya menuju tempat yang menjadi tujuan mereka.

“Ahjushi, tolong ikuti motor itu”, ucap seorang yeoja seraya menujuk motor yang akan diikutinya kepada supir taxi yang dinaikinya bersama dengan seorang namja.

Tanpa Key dan Kyora sadari mereka sedang diikuti sejak mereka keluar meninggalkan sekolah sampai di tempat tujuan mereka yaitu kedai es krim.

Key segera memarkirkan motornya dan menarik pelan tangan Kyora memasuki kedai itu. Seiringan dengan masuknya Key dan Kyora, seorang yeoja dan namja yang mengikuti mereka pun segera turun dan masuk ke dalam kedai itu. Mereka pun segera mengambil tempat duduk paling pojok kedai agar mereka dapat memantau Key dan Kyora dengan leluasa tanpa takut ketahuan oleh kedua orang yang sedang mereka pantau.

“Sora~ah, apa kau tidak keterlaluan sampai membuntuti Kyora seperti ini?”, tanya seorang namja yang tak lain dan tak bukan adalah Minho.

Ya, seorang yeoia dan namja yang sejak tadi mengikuti Key dan Kyora itu adalah Sora dan Minho. Sepulang sekolah Minho memberitahu kalau Kyora tidak bisa pulang dengan mereka karena dia akan pergi dengan Key. Mendengar itu Sora langsung menarik Minho untuk segera mengikuti mereka, keberuntungan tengan berpihk pada Sora. Ketika Sora akan keluar dari sekolah dia melihat Kyora dan Key yang telah bersiap untuk pergi, dengan segera Sora menyetop taxi dan menarik Minho ke dalam taxi.

“Sstt… Minho~ya jangan berisik nanti kita keahuan oleh mereka. Aku melakukan ini bukan tanpa alasan tapi aku lakukan ini untuk kebaikan Kyora juga’, ucap sora yang pandangannya tetap terfokus kepada kedua insan yang yang tengah asik menikmati es krim mereka. Minho hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan salah satu sahabatnya itu. Tanpa Minho sadari dirinya jadi ikut terlarut memperhatikan kedua insan itu. Ada sebersit perasaan kesal menghinggapi dirinya tiap kali melihat Key menyuapi es krim ke arah Kyora. ‘Perasaan apa ini’ batinnya seraya memegangi dadanya.

Beberapa menit kemudian Sora melihat Kyora beranjak dari tempatnya menuju toilet. Ini kesempatan baginya untuk melabrak Key, tetapi Minho menahan tangan Sora agar tidak melakukan apapun. Seakan tau apa yang akan Sora lakukan Minho memperingati Sora.

“Sebaiknya urungkan niatmu untuk memintanya menjauhi Kyora, kalau Kyora melihatmu dia akan marah padamu dan semakin tak akan mempercayaimu”, Sora pun kembali duduk dan mencoba untuk meredakan emosinya. Mereka pun kembali memperhatikan Key yang kini tengah asik memainkan ponselnya. Perhatian mereka pun teralih kepada seorang yeoja yang baru saja memasuki kedai itu dan berjalan kearah meja Key sekarang.

“Krystal”, ucap Sora dan Minho bersamaan ketika melihat yeoja berambut panjang bergelombang yang baru saja masuk dan sekarang telah duduk di bangku tempat Key berada. Mendengar Minho mengucapkan kata yang sama dengan Sora, Sora langsung mengalihkan perhatiannya  ke arah Minho.

“Kau mengenalnya?”, tanya Sora penasaran karena Minho mengetahui nama yeoja itu. Sora melihat ekspresi wajah Minho seketika berubah dari yang awalnya tenang sekarang berubah menjadi menegang.  Merasa tak direspon oleh Minho, Sora pun kembali bertanya.

“Minho~ya kau mengenalnya?”, ucapnya masih menanyakan hal yang sama. Dan lagi-lagi tak ada respon dari Minho.

To Be Continued~

 

 

Iklan

One thought on ““Don’t Force Yourself! #3””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s